Singapura Cabut Lisensi Agen Tenaga Kerja Penjual TKW di Carousell

TKW Indonesia dijual di Carrousel Singapura, Sabtu (15/9/2018) (Foto: Carrousel Singapura)

detikriau.org – Pemerintah Singapura angkat bicara terkait Tenaga Kerja Wanita asal Indonesia yang dijual di situs Carousell. Melalui Kementerian Tenaga Kerja Singapura, telah menetapkan bahwa agen tenaga kerja SRC Recruitment LLP jadi otak di balik pemasangan iklan penjualan TKW di Carousell. Atas kejadian ini Kementerian Tenaga Kerja Singapura tengah menyelidiki penjualan TKW melalui situs Carousell.

“Kami berkomitmen untuk menjaga tenaga kerja asing di sini. Kami sangat mengutuk iklan tersebut. Hal ini justru sangat tidak bermartabat,” kata Komisioner untuk Agensi Tenaga Kerja Singapura, Kevin Teoh dalam keterangan persnya dilansir kumparan.com, Rabu (19/9).

Kementerian Tenaga Kerja juga mencabut lisesnsi dari agen tenaga kerja yang diduga memposting iklan di situs penjualan Carousell.

“Kami mencabut lisensi dari agen tenaga kerja yang bersangkutan,” kata Kevin.

Pemerintah Singapura mengharapkan agar seluruh agen tenaga kerja yang menyalurkan tenaga kerja asing untuk tidak merendahkan martabat tenaga kerja yang bersangkutan.

“Kami mengharapkan agen tenaga kerja untuk menjalankan tugas perawatan terhadap klien mereka, termasuk tenaga kerja Asing. Kementerian dengan tegas memperingatkan agen tenaga kerja agar tidak merendahkan martabat pekerja asing yang bekerja di Singapura,” lanjut Kevin.

Dalam kasus ini, pemerintah Singapura juga telah bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk mengungkap dan menyelidiki kasus ini.

 




Ini Kronologis Tewasnya Sepasang Suami Istri di Tembilahan Hulu

Foto: Arsip detikriau.org/ Amrul

Tembilahan, detikriau.org – Kepolisian Polres Indragiri Hilir  mengkonfirmasi belum mengetahui penyebab kematian sepasang suami istri warga Jalan Bersama 2 Lorong Maju Jaya Kecamatan Tembilahan Hulu.

“Kami masih berada si TKP untuk mendalami kejadian itu”, sampaikan Kapolres Inhil Ajun Komisaris Besar Polisi Christian Rony, S.I.K., M.H., melalui Kaur Bin Ops Sat Reskrim Polres Indragri Hilir Inspektur Polisi Satu Agus Susanto

Diterangkan mantan Kapolsek Tembilahan itu, kasus yang menggemparkan warga itu awalnya diketahui oleh anak lelaki korban, Sandi (17).

Sore itu, sesampainya dirumah sepulang sekolah, sekira pukul 16.15 Wib, rabu (19/9), Sandi mendapati pintu rumah terkunci dari dalam. Setelah berulang kali mengetuk, namun tak kunjung pintu dibukakan atau ada yang menyahut, Sandi lalu menuju pintu belakang dan coba mengintip kedalam rumah. Alangkah kagetnya, Sandi menyaksikan pemandangan yang sungguh menggenaskan. Ia melihat Ibunya tergeletak dalam kondisi bersimbah darah.

Anak pertama pasangan korban, Mul (37) dan istrinya Hal (32) itu lalu mendobrak pintu dan kali ini tidak hanya ibunya yang tergeletak bersimbah darah, dirinya pun menyaksikan ayahnya sudah dalam kondisi tergantung di tiang tengah rumah.

Tak tahan dengan menyaksikan semua itu, Sandi lalu berlari menuju rumah tantenya, untuk memberitahukan peristiwa yang sudah terjadi.

Pihak Kepolisian kemudian membawa kedua jenazah ke RSUD Puri Husada Tembilahan, untuk dilakukan pemeriksaan penyebab kematian suami istri tersebut. Belum diketahui penyebab kematian pria yang berprofesi sebagai buruh bangunan tersebut dan sang istri.

“Sampai saat ini Sat Reskrim Polres Indragiri Hilir masih mencari bukti – bukti yang berhubungan dengan kejadian ini”, tutup IPTU Agus./ red




Kebijakan IMF-Word Bank dinilai Tambah Catatan Panjang Kerusakan Lingkungan Hidup dan Perampasan HAM di Riau

Pekanbaru, detikriau.org — Pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF) – World Bank yang akan diselenggarakan di Bali pada bulan Oktober mendatang menuai banyak pro dan kontra diberbagai kota di Indonesia, Riau salah satunya.

Menyikapi pertemuan beberapa waktu mendatang, Front Pembela Rakyat, Pondok Belantara, Green Radio dan beberapa komunitas lainnya mengadakan diskusi untuk mengupas bagaimana kebijakan IMF-WB ini berkontribusi terhadap kerusakan lingkungan hidup serta perampasan hak asasi manusia di Indonesia.

Diskusi yang dilaksanakan di halaman studi Green Radio Pekanbaru ini menghadirkan Rendy Khasmy dari AGRA dan Eko Handyko Purnomo dari Komunitas Pondok Belantara.  rabu (19/9)

Rendy memaparkan bahwa IMF datang dengan rancangan ekonomi berupa liberalisasi besar-besaran diseluruh sektor ekonomi Indonesia. Pencabutan subsidi, privatisasi dan deregulasi adalah indikator liberalisasi tersebut.

“Pertemuan ini nantinya akan menghasilkan berbagai kesepakatan dan kebijakan, salah satunya mengenai bantuan hutang dan pengembangan program pembangunan bagi negara anggota.” Sampaikan Rendy

Apalagi, ditambahkan Rendy, ditengah kondisi ekonomi rakyat semakin sulit, Pemerintah Indonesia harus menyiapkan anggaran yang sangat besar untuk penyelenggaraan pertemuan IMF-WB, yakni sekitar 850 miliar Rupiah serta biaya konstruksi untuk persiapan sekitar 5 triliun Rupiah.

Ia juga menambahkan bahwa sejak didirikan pada akhir Perang Dunia Kedua melalui Bretton Woods Conference, di Amerika Serikat (1944), WB-IMF bekerja sebagai institusi kapital keuangan internasional untuk memperkuat dominasi kapitalis monopoli (imperialisme) di bawah Amerika Serikat.

WB-IMF menjalankan Program Penyesuaian Struktural (Structural Adjustment Programmes/SAPs) yang mendorong kebijakan pencabutan subsidi sosial dan pemotongan anggaran negara di sektor publik serta pelayanan sosial yang pengelolaannya diserahkan kepada sektor swasta.

Di indonesia, Land Administration Project (LAP) dari utang Bank Dunia mengakibatkan meluasnya monopoli dan perampasan tanah kaum tani, suku bangsa minoritas, masyarakat adat, dan rakyat miskin di perkotaan untuk kepentingan korporasi asing dan tuan tanah besar. Hal ini sejalan dengan kepentingan memuluskan liberalisasi pertanian dan pangan di Indonesia.

Sebagai tahap lanjutan pada tahun 2018 ini, IBRD (WB Group) menyetujui utang baru (2018) sebesar USD 200 juta (2,9 triliun rupiah) untuk percepatan reforma agraria Jokowi melalui program Kebijakan Satu Peta (One Map Policy), yaitu reforma agraria palsu yang semakin mempercepat pasar tanah dan monopoli tanah untuk kepentingan korporasi. WB berhasil mengimplementasikan politik upah murah dan fleksibilitas pasar tenaga kerja di Indonesia melalui sistem kerja kontrak dan outsourcing yang menyengsarakan klas buruh.

Intervensi WB dalam Paket Ekonomi Jokowi melahirkan PP No. 78/2015 tentang Pengupahan untuk menekan kenaikan upah buruh di bawah sepuluh persen tiap tahun. Akibatnya, upah seorang buruh (UMK) hanya bisa membiayai sekitar 50 persen kebutuhan keluarganya (satu anak). Angka defisit ini semakin besar saat kenaikan harga berkali-kali lipat dalam setahun.

Berbeda dengan Rendy, Eko mengangkat kaitan pertemuan ini dengan isu lokal di Riau dengan memperlihatkan bagaimana Provinsi Riau sebagai salah satu provinsi di Indonesia yang terkena imbas dari dampak kebijakan hutang luar negeri tersebut.

Eko yang merupakan koordinator Pondok Belantara menyatakan bahwa Riau dihisap dan dikeruk sumber daya alamnya dan upah murah bagi tenaga kerjanya. Belum lagi perampasan ruang hidup rakyat dan terpinggirkannya masyarakat adat akibat ekspansi berbagai industri.

Pondok Belantara adalah komunitas yang bergerak dengan taman baca keilingnya, dengan tujuan utama mengembalikan cinta baca bagi masyarakat Riau. Melalui membaca, diharapkan perlawanan akan semakin membesar dan mengakar kuat.

Eksploitasi dan ekspansi banyak industri dinilainya berawal dari ketidaktahuan masyarakat terkait aturan yang dilahirkan oleh pemerintah. Penyadartahuan menjadi penting sebagai garda terdepan dalam perlawanan. IMF-WB adalah wahana perampasan kekayaan alam yang dimiliki Indonesia.

“Jika pemerintah Provinsi Riau mau terbuka, silahkan perlihatkan kepada rakyat Riau siapa yang berdiri diatas lahan dan hutan disini, siapa yang menyebabkan bencana ekologi dan bagaimana penegakan hukum berjalan, maka akan terlihat bagaimana asing menguasai negeri melayu kita dengan dukungan WB. Namun jika menilik sejarah adalah wajar sebab sejak rezim Soeharto hutang luar negeri masuk dalam kualifikasi penerimaan negara” papar Eko.

Sudah selayaknya Indonesia tidak lagi menjadikan Amerika Serikat sebagai kiblat dalam indikator ekonomi dan politik. “Lihatlah bagaimana perusahaan-perusahaan raksasa asing yang menguasai sebagian besar sektor strategis perekonomian nasional kita. Nasionalisasi yang dilakukan pemerintah hari ini juga tidak bisa membuktikan bahwa kita lepas dari cengkraman sistem kapitalis yang dibangun negara adidaya tersebut. Pembangunan infrastruktur yang digadang-gadang harus di periksa kembali peruntukkannya, apakah benar bagi rakyat atau hanya pesanan pemilik modal” tutup Eko.

Diskusi ditutup dengan menyerukan kepada pemerintah untuk menghentikan penggunaan dana APBN untuk pembiayaan Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018, menghentikan semua bentuk kesepakatan dan kerjasama hutang dengan Bank Dunia, menghentikan pembangunan proyek infrastruktur dan program reformasi agraria yang dibiayai oleh hutang dan investasi asing, Laksanakan pembangunan yang mengabdi pada kepentingan rakyat, cabut aturan dan kebijakan pemerintah yang memberangus kebebasan berkumpul, berpendapat, dan berorganisasi, menghentikan liberalisasi dan komersialisasi pendidikan dan kesehatan, berikan pendidikan dan kesehatan gratis bagi rakyat, mewujudkan Reforma Agraria sejati, bangun industri nasional yang kuat dan mandiri dan cabut PP 78 tahun 2015./rls

 




Warga Tembilahan Hulu “Gempar”. Sepasang Suami Istri ditemukan Tewas

Tembilahan, detikriau.org – Warga jalan Bersama ujung Gang Sukamaju RT 02 Kelurahan Tembilahan Hulu Kecamatan Tembilahan Hulu Kabupaten Indragiri Hilir mendadak gempar.

Sepasang suami istri ditemukan tak lagi bernyawa. Jenajah istri ditemukan tewas terbujur dilantai rumah dan sang suami dalam posisi tergantung.

Hingga berita ini dirilis, detikriau.org belum mendapat komfirmasi resmi dari aparat berwenang.

Namun berdasarkan keterangan warga sekitar, kedua jenajah pertama kali ditemukan oleh anak korban yang sudah duduk dibangku SMA, sepulang dari sekolah sekira pukul 16.00 Wib, rabu (19/9)

Juga diperoleh keterangan lapangan, sepasang suami istri ini tidak lagi akur dan memang sudah tidak lagi tinggal serumah.

Sang suami diketahui tetangga beberapa kali mendatangi TKP dimana istrinya tinggal bersama dua orang anak mereka.

“si suami kabarnya kerap meminta sang istri untuk berbaikan kembali tetapi selalu mendapat penolakan” ujar warga yang menolak untuk menyebutkan namanya./Red




Ringkus Warga Sungai Laut di Tembilahan, Polisi Sita Seberat 41,16 gram Sabu-Sabu

Tembilahan, detikriau.org – Polres Inhil amankan seorang pria terduga pelaku tindak pidana narkotika berinisial AH (36) di Jalan Pekan Arba Kecamatan Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir, selasa (18/9) sekira pukul 21.30 Wib.

Dari tangan Warga Desa Sungai Laut Kecamatan Tanah Merah ini disita barang bukti Narkotika diduga sabu-sabu seberat 41,16 gram berikut uang tunai senilai Rp 2,8 Juta dan satu unit handphone.

“Sebelumnya, kami mendapatkan informasi tentang terduga pelaku yang sering bertransaksi sabu-sabu” ujar Kapolres Inhil AKBP Christian Rony SIK MH melalui Kasat Res Narkoba AKP Bachtiar SH

Setelah didapat informasi akurat dari hasil penyelidikan, diterangkan Bachtiar, Unit Opsnal Sat Res Narkoba yang dipimpin Inspektur Polisi Satu Arinal Fajri, S.H., lalu bergerak mendeteksi kebaradaan pelaku. AH yang diketahui berada di Jalan Pekan Arba Tembilahan, dan kemudian segera diamankan petugas.

Saat dilakukan pengeledahan disaksikan oleh Ketua RT dan warga setempat, ditemukan barang bukti tersebut. “Sabu – sabu tersebut bernilai lebih dari empat puluh juta”, sebut Perwira Polisi yang pernah bertugas di kesatuan elite Polri tersebut

“Saat ini terduga pelaku bersama barang bukti sudah diamankan di Mapolres Indragiri Hilir guna proses penyidikan lebih lanju.” Akhirinya.

Reporter: Am




Ucapan Syukuran Aqiqah Muhammad Alvyan Maulana bin Andry Agus

Selamat Syukuran Aqiqah

Muhammad Alvyan Maulana (Lahir, Tembilahan 24 Juni 2018)”

Putra Pasangan Andry Agus (Ayah) dan Deby Sartika (Ibu)

Rabu, 19 September 2018 di Jalan H Jailani Pasar Beringin Pengalihan Enok

Semoga Menjadi Anak yang Sholeh dan Berbakti Kepada Kedua Orang Tua

Hormat Kami

M SAID BAKRI S.Sos, SH,MH

Sekretaris Dewan Pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) dan Sekretaris Umum Lembaga Advokasi Hukum Indonesia Raya