Canangkan GERMAS Tahun 2018, Wabup Said Hasyim Ajak Para Remaja, Jauhi Seks Bebas dan LGBT

Foto: Humas

Selatpanjang (detikriau.org) – Membudayakan hidup sehat tak cukup hanya menjaga diri tetap sehat dan selalu memakan makanan sehat, tapi juga menjaga diri dari pergaulan yang tidak sehat, menjauhi diri pergaulan seks bebas dan LGBT yang mulai marak dan sangat menghawatirkan diera milenial saat ini.

“Mari para remaja jauhi Seks bebas apalagi LGBT, penyakit ini bisa menular,” ucap Wakil Bupati (Wabup) Kepulauan Meranti,  H.  Said Hasyim dalam pencanangan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Tahun 2018 Kabupaten Kepulauan Meranti di halaman Kantor Bupati Meranti, Jalan Dorak,  Selatpanjang, Rabu (14/11/2018).

Ia juga mengajak kepada seluruh masyaralat untuk berprilaku sehat yang dimulai dari diri sendiri.

“Untuk hidup sehat, kita juga perlu menjaga pergaulan yang sehat, makan makanan yang sehat, dan saya minta kepada para pendidik untuk mengawasi jajanan yang dijual disekolah, jangan sampai makanan yang dijual tidak higienis mengandung pengawet dan perwarna yang tidak dibenarkan,” ujar Wabup Said Hasyim dalam kegiatan pencanagan Gerakan Hidup Bersih Tahun 2018 diwilayah Kabupaten Kepulauan Meranti yang ditandai dengan pembubuhan Cap Tangan oleh Wakil Bupati dan Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Merantu, diikuti oleh Forkopimda dan Pejabat Eselon II, dilanjutkan dengan Cuci Tangan Masal Pakai Sabun dan Pelepasan Balon ke Udara serta pemotongan tumpeng oleh Ketua BKMT Meranti Hj. Syamsidar.

Turut hadir bersama Wakil Bupati, Ketua DPRD Meranti H. Fauzy Hasan, Wakil Ketua DPRD H. Muzamil, Kajari Meranti Budi Rahardjo SH MH, Ketua BKMT Meranti Hj. Syamsidar Said Hasyim, Para Asisten dan Staf Ahli, Kepala Dinas Kesehatan Meranti dr. Roswita dan Jajaran Pejabat Eselon II, Kabag Humas dan Protokol Meranti Hery Saputra SH, Camag Tebing Tinggi Helfandi SE M.Si beserta Kades, para pendidik dan murid PAUD.

Wabup Said Hasyim juga menghimbau seluruh masyarakat terutama anak anak dan remaja, untuk menjalankan prilaku hidup bersih yang dimulai dari diri sendiri.

“Mari kita budayakan berprilaku hidup bersih yang dimulai dengan menjaga diri dan keluarga untuk sehat,” ajak Wabup Said Hasyim.

Selain itu, untuk mewujudkan kualitas hidup sehat secara masiv diwilayah Kepulauan Meranti, Wabup H. Said Hasyim meminta para Camat dan Kades untuk mensosialisasikan kepada warga untuk tidak membuang sampah sembarangan.

“Saya belum melihat adanya gerakan dari Camat dan Kades untuk mensosialisasikan kepada warga untuk tidak membuang sampah sembarangan, mulai saat ini mari Camat atur bagaimana sampah tidak berserakan diwilayah masing-masing, carikan solusinya,” tegas Wabup.

Himabauan prilaku hidup sehat juga disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Meranti dr. Roswita, menurutnya, kurangnya kesadaran dan kemauan masyarakat terhadap pentingnya hidup sehat merupakan faktor utama tingginya resiko terserang penyakit pada masyarakat itu sendiri, baik penyakit menular maupun tidak menular. Untuk itu perlu dilaksanakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) guna mewujudkan Kepulauan Meranti yang sehat.

Germas merupakan gerakan yang mengedepankan upaya promotif dan preventif tanpa mengesampingkan upaya kuratif-rehabilitatif dengan melibatkan semua komponen masyarakat mewujudkan hidup sehat.

Adapun yang menjadi fokus pada gerakan ini adalah Peningkatan Aktfitas Fisik, Peningkatan Prilaku Hidup Sehat, Penyediaan Pangan Sehat dan Percepatan Perbaikan Gizi, Peningkatan Pencegahan dan Deteksi Dini Penyakit, Peningkatan Kualitas Lingkungan, Peningkatan Edukasi Hidup Sehat.

“Semoga dengan gerakan ini, dapat meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat untuk berprilaku sehat dalam upaya meningkatkan kualitas hidup, ” ujar Roswita dalam acara yang juga dilakukan penyerahan penghargaan kepada pensiunan Pegawai Dinas Kesehatan Meranti dan kepada para Murid SD pemenang lomba dalam rangka Hari Kesehatan yang juga disemarakan dengan senam bersama dan pemberian doorprize menarik kepada para peserta yang beruntung.

“Kita mengharapkan dengan membiasakan hidup sehat sejak dini pada peserta didik dapat mewujudkan generasi penerus bangsa yang peduli akan kesehatan baik untuk diri sendiri maupun lingkungannya, demi Indonesia sehat yang memiliki generasi berprestasi,”  tutur Roswita.***(Hum/Eko).




Rabu Dinihari, Poso diguncang Gempa Berkekuatan 4,6 SR

detikriau.org – Gempa bumi berkekuatan 4,6 SR kembali guncang Poso, Sulawesi Tengah.

Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa yang terjadi pukul 02:04:07 Wib ini dirasakan dengan skala Modified Mercalli Intensity (MMI) III-IV atau Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

“Dirasakan (MMI) III-IV Poso,” tulis BMKG dalam laman resminya, Rabu (14/11).

Pusat gempa diketahui berada di darat 37 kilometer sebelah tenggara Poso di titik koordinat 1.72 LS dan 120.83 BT yang berada pada kedalaman 13 km./ Ari Permana




Dinilai Terlalu Murah, Pemerintah Wacanakan Evaluasi Premi BPJS Kesehatan

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyatakan pemerintah bakal mengevaluasi besaran premi BPJS Kesehatan usai pelaksanaan pemilu 2019. (REUTERS/Piroschka van de Wouw)

Jakarta – Pemerintah akan mengevaluasi besaran premi BPJS Kesehatan. Namun untuk menghindari “kegaduhan” diwacanakan pelaksanaannya akan dilakukan usai pemilu 2019.

“Preminya memang terlalu murah dibanding dengan servis dan layanannya. Mungkin tahun depan harus kami evaluasi ulang preminya. Mungkin setelah pemilu lah,” ujar Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (13/11)

JK tak menampik murahnya besaran premi saat ini menjadi pemicu defisit anggaran BPJS Kesehatan. Dari hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) memperkirakan defisit anggaran lembaga tersebut mencapai Rp10,5 triliun hingga akhir tahun ini.

Defisit ini disebut terjadi karena ketidakseimbangan antara penerimaan yang berasal dari peserta dan pengeluarannya yang terbilang cukup besar. “Ya bagaimana pun siapa yang pimpin BPJS Kesehatan saat ini tidak mungkin tidak defisit,” katanya.

Selain besaran premi, lanjut JK, pemerintah juga bakal mendorong pemerintah daerah untuk memaksimalkan layanan dari BPJS Kesehatan. “Layanan juga akan dievaluasi, sampai batas mana. Jangan sampai tidak terbatas,” ucap JK.

Sebagai catatan, penyesuaian iuran BPJS Kesehatan terakhir kali dilakukan pada 2016 silam melalui Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2016. Melalui beleid itu, iuran peserta kelas I per bulan berubah dari Rp59.500 ke Rp80 ribu, kelas II berubah dari Rp42.500 ke Rp51 ribu, dan kelas III disesuaikan dari Rp25.500 ke Rp30 ribu.

Biaya kesehatan yang meningkat disertai membludaknya kepesertaan ditengarai membuat nilai iuran saat ini terdengar tidak relevan lagi. Sesuai amanat pasal 16i Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018, besaran iuran memang harus ditinjau kembali setiap dua tahun.

Artikel ini sudah tayang dilaman CNN Indonesia dengan judul “JK: Premi BPJS KEsehatan Bakal Dievaluasi Usai Pemilu/https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20181113185112-78-346265/jk-premi-bpjs-kesehatan-bakal-dievaluasi-usai-pemilu




Dubes Saudi: Kabar Larangan Haji Bagi Warga Palestina Bohong

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi, membantah bahwa pemerintahnya mengeluarkan aturan yang membuat jemaah haji asal Palestina tak bisa masuk ke negaranya. (CNN Indonesia/Safir Makki)

Jakarta — Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi, membantah bahwa pemerintahnya mengeluarkan aturan yang membuat calon jemaah haji asal Palestinatak bisa masuk ke negaranya.

Osama mengatakan Saudi masih tetap mengizinkan warga Palestina memasuki wilayahnya menggunakan dokumen perjalanan atau paspor sementara dari Yordania atau Libanon.

“Banyak berita beredar belakangan mengenai pelarangan jemaah haji Palestina untuk masuk ke Saudi. Berita tersebut adalah bohong tidak ada keabsahannya dan diambil dari sumber yang juga tidak bisa dipertanggungjawabkan,” ucap Osama dalam jumpa pers di kantor Muhamadiyyah, Jakarta, Selasa (13/11) dilansir dari CNN Indonesia

“Sekali lagi saya sampaikan, bahwa berita itu tidak benar karena bersumber dari (media) Israel dan Inggris.”

Tanggapan itu diutarakan Osama menyusul informasi terkait langkah Saudi yang tak lagi mengizinkan warga Palestina di Yordania, Libanon, Israel, dan Yerusalem Timur masuk ke negaranya menggunakan paspor sementara dari Yordania atau Libanon.

Informasi itu pertama kali diberitakan oleh Middle East Monitor yang merupakan media berbasis di Inggris. Dalam salah satu beritanya, Middle East Monitor mengutip sejumlah sumber termasuk pejabat Yordania terkait hal ini.

Dalam berita tersebut, seorang pejabat Yordania menyebut kebijakan itu diterapkan sebagai upaya Saudi menekan negaranya agar menaturalisasi pengungsi Palestina.

Hal itu juga disebut dilakukan Saudi sebagai bentuk perjanjiannya dengan Israel, yang berusaha “menghapus identitas warga Palestina dan mendiskreditkan hak-hak pengungsi Palestina.”

Jika benar, langkah Saudi itu disebut mengancam sedikitnya 1,5 juta warga Palestina yang ingin pergi haji dan umroh ke Saudi, juga 2,9 juta warga Palestina yang hendak berpergian ke luar negeri.

“Berita itu tidak benar dan tidak masuk akal. Dikatakan ada 1,5 juta jemaah haji Palestina yang terancam tidak boleh masuk Saudi, padahal sesuai dengan kebijakan kami selama ini, kami hanya memberikan kuota satu per seribu penduduk suatu negara,” kata Osama.

“Sementara itu, dari 70 juta penduduk Palestina, berarti Saudi hanya memberi kuota jemaah haji asal Palestina sebanyak 7.000 saja. Berarti apa yang diberitakan berita itu tidak logis.”

Lebih lanjut, dalam jumpa pers tersebut, Osama kembali menekankan bahwa Saudi tetap berkomitmen mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina.

Sebagai salah satu bentuk dukungan, Saudi tidak mengganggu kuota tahunan bagi jamah Palestina yang ingin menunaikan ibadah haji.

Menurut Osama, dari sekitar 70 juta penduduk Palestina, Saudi memberikan 7 ribu kuota jamaah per tahun bagi warga Palestina. Seribu orang di antara 7 ribu jemaah Palestina bahkan dibiayai haji oleh Raja Salman.

“Isu Palestina merupakan isu kita semua, umat islam, karena Palestina merupakan kiblat pertama umat Muslim di dunia sebelum dipindahkan ke Mekkah. Karena itu, kami tidak akan membiarkan Palestina berjuang sendirian. Saudi akan terus memberikan bantuan finansial dan lainnya bagi rakyat Palestina,” kata Osama.




Dubes Arab Saudi: Kalau Habib Rizieq Bermasalah Pasti Sudah Dipenjara

Dubes Arab Saudi di PP Muhammadiyah/RMOL

Jakarta — Dutabesar Arab Saudi untuk Indonesia Osama Bin Mohammed memastikan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) tidak memiliki masalah di Arab Saudi.

Osama menegaskan, tidak ada masalah selama Rizieq Shihab tinggal di Mekkah, baik itu masalah keimigrasian, maupun masalah penempelan bendera di dinding belakang kediamannya.

“Terkait tentang izin tinggal, kalau seandainya Habib Rizieq memiliki masalah di Kerajaan Arab Saudi, mungkin sudah dipenjara,” katanya di Gedung Dakwah PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya 62, Jakarta, Selasa (13/11) dilansir dari rmol.co

Dia menegaskan, kehidupan Rizieq Shihab masih terjamin. Ada perhatian dari pemerintah Saudi maupun Indonesia atas keberadaannya.

“Habieb Rizieq dalam hal ini masih terjamin kehidupannya, diperhatikan kehidupannya,” tukasnya.

Kedutaan Besar Republik (KBRI) di Riyadh sempat menyebur bahwa masa berlaku visa Rizieq Shihab sudah habis pada tanggal 9 Mei 2018 dan diperpanjang kembali dengan visa No 603724XXXX hingga akhir masa tinggal pada tanggal 20 Juli 2018.

Seharusnya, Rizieq Shihab kembali ke tanah air per 21 Juli 2018 untuk mengurus administrasi perpanjangan visa.




Lagi Musibah Tanah Longsor Terjadi di Kuala Enok

Tanah Merah, detikriau.org – Musibah tanah longsor di Lorong Perigi Raja Kelurahan Kuala Enok Kecamatan Tanah Merah Kabupaten Inhil – Riau sebabkan satu unit rumah penduduk dan poskamling berikut 25 meter fasilitas jalan umum rusak. Peristiwa ini terjadi pada selasa (13/11) sekira pukul 00.10 Wib dinihari.

Saat musibah terjadi, pemilik rumah, H abdul Azis sedang terlelap tidur. Ia tersentak bangun saat mendengar suara papan retak dan bergegas membangunkan penghuni rumah lainnya untuk meninggal rumah serta mengevakuasi sejumlah hartabendanya ketempat yang lebih aman.

Taklama berselang, musibah itupun terjadi. Bagian pagar depan rumah Abdul Azis berikut satu unit poskamling dan jalan umum ambruk.

“Dalam kejadian musibah tanah longsor tersebut tidak terdapat korban jiwa dan dugaan awal terjadinya musibah tanah longsor disebabkan oleh abrasi air sungai, hal ini dikarenakan pemukiman rumah masyarakat yang mengalami musibah longsor berada disepanjang pinggir sungai perigi Kuala Enok. ” Terang Kapolres Inhil AKBP Christian Rony Putra Sik MH melalui Kasubag Humas AKP Syafri Joni SE. Selasa (13/11)

Hingga saat ini ditambahkan AKP Syafri, tim dari BPBD Kab. Inhil, Pemerintah Kecamatan dan Polsek Tanah Merah serta masyarakat setempat sedang mengevakuasi barang-barang milik pemilik rumah yang masih bisa diselamatkan.

“pemilik rumah yang mengalami musibah tanah longsor ditempatkan dirumah kerabat disekitar TKP tanah longsor.” Akhirinya./ Ari Permana