Riset Iklim PBB: 2030 Menuju Kiamat Jika Pemanasan Global Dibiarkan

Aktivitas manusia hingga saat ini diperkirakan telah menyebabkan kenaikan suhu global sekitar 1,0 derajat Celsius di atas tingkat pra-industri, berkisar di antara 0,8 hingga 1,2 derajat Celsius. Dan jika terus dibiarkan, pemanasan global akan mencapai 1,5 derajat Celsius pada 2030, di mana kiamat karena iklim (bencana katrastopik) yang berupa panas ektrim, kekeringan, dan banjir, akan mulai mengancam nyawa ratusan juta manusia.

‘Laporan Khusus tentang Pemanasan Global 1,5 Derajat Celsius’ telah disetujui oleh Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) atau Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim –suatu panel ilmiah yang terdiri dari para ilmuwan dari seluruh dunia bentukan PBB– pada Sabtu (6/10) di Incheon, Korea Selatan.

“Dengan lebih dari 6.000 referensi ilmiah dan sumbangan khusus dari ribuan ahli dan pakar pemerintah di seluruh dunia, laporan penting ini memberi kesaksian tentang relevansi dan luasnya kebijakan IPCC,” kata Ketua IPCC, Hoesung Lee, dalam siaran pers yang diterima Award News, Senin (8/10) dilansir melalui kumparan.com

Sembilan puluh satu penulis dan editor dari 40 negara menyiapkan laporan IPCC sebagai tanggapan atas undangan dari Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) setelah mengadopsi ‘Perjanjian Paris’ pada tahun 2015.

“Ini adalah garis di pasir yang mengatakan kepada spesies kita bahwa saat ini adalah momen untuk bertindak sekarang,” kata Debra Roberts, Wakil Ketua Kelompok Kerja tentang Dampak Perubahan Iklim.

“Ini adalah lonceng clarion terbesar dari komunitas sains dan saya berharap bisa memobilisasi orang dan menyudutkan perasaan tenang-tenang saja.”

Setelah kesepakatan Perjanjian Paris tentang Perubahan Iklim, anehnya, hubungan antara saintis dan politik justru memburuk. Donald Trump telah berjanji untuk menarik AS –sumber terbesar emisi historis dunia– dari kesepakatan itu.

Putaran pertama pemilihan presiden Brasil pada hari Minggu lalu juga menempatkan Jair Bolsonaro ke posisi yang kuat untuk melakukan ancamannya untuk melakukan hal yang sama dan juga membuka hutan hujan Amazon untuk agribisnis.

Di sisi lain, dilaporkan berbagai bencana iklim dari seluruh dunia seperti puncak musim panas di Eropa yang jauh lebih ekstrem dari sebelum-sebelumnya, angin topan dahsyat di AS, kekeringan di Cape Town, dan kebakaran hutan di Arktik.

Dalam laporannya, IPCC memperjelas bahwa perubahan iklim telah terjadi dan meningkatkan peringatan risikonya dari laporan sebelumnya, serta memperingatkan bahwa setiap proses penambahan pemanasan global akan memperburuk dampaknya. .

Nama lengkap laporan itu adalah ‘Global Warming of 1.5°C, an IPCC special report on the impacts of global warming of 1.5°C above pre-industrial levels and related global greenhouse gas emission pathways, in the context of strengthening the global response to the threat of climate change, sustainable development, and efforts to eradicate poverty’.

“Satu pesan kunci yang sangat kuat dari laporan ini adalah kita akan segera melihat konsekuensi dari pemanasan global melalui cuaca yang lebih ektrem, naiknya permukaan air laut, dan melelehnya es laut Arktik, di antara perubahan lainnya,” kata Wakil Kepala Kelompok Kerja I IPCC Panmao Zhai.

Laporan ini menemukan bahwa membatasi pemanasan global hanya pada batas 1,5 derajat Celsius akan membutuhkan langkah cepat dan jangkauan jauh untuk segera melakukan transisi di darat, energi, industri, bangunan, transportasi, dan kota.

Dengan melakukan langkah dari sekarang dan membatasi 1,5 derajat Celsius di 2030 berarti membutuhkan penurunan karbon dioksiada sekitar 45 persen dari level 2010 pada 2030, sehingga mencapai ‘nol bersih’ sekitar 2050. Ini berarti bahwa semua emisi yang tersisa perlu diimbangi dengan menghilangkan CO2 dari udara.

“Membatasi pemanasan hingga 1,5 derajat Celsius adalah mungkin dalam hukum kimia dan fisika, tetapi agar itu terjadi kita membutuhkan langkah perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Jim Skea, Co-Chair IPCC Working Group III.

Membiarkan suhu global untuk sementara melebihi 1,5 derajat Celsius akan berarti lebih besar ketergantungan pada teknik yang menghilangkan CO2 dari udara untuk mengembalikan suhu global ke bawah 1,5 derajat Celsius pada 2100.

Padahal, efektivitas teknik-teknik seperti itu belum terbukti dalam skala besar dan beberapa mungkin membawa resiko sangat besar.

“Membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat Celsius dibandingkan dengan 2 derajat Celsius akan mengurangi dampak yang menantang ekosistem, kesehatan manusia dan kesejahteraan, membuatnya lebih mudah untuk mencapai ‘Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa’,” kata Priyardarshi Shukla, Wakil Ketua Kelompok Kerja III.

Pada proposisi 1,5 derajat Celsius proporsi populasi global terkena tekanan kekurangan air maupun banjir bisa 50% lebih rendah dari pada 2 derajat Celsius. Kelangkaan pangan akan menjadi masalah yang kurang dan ratusan juta lebih sedikit orang, terutama di negara-negara miskin, akan menghadapi risiko kemiskinan terkait iklim.

Pada 2 derajat Celsius hari yang sangat panas, seperti yang dialami di belahan bumi utara musim panas ini, akan menjadi lebih parah dan umum, meningkatkan kematian terkait panas dan menyebabkan lebih banyak kebakaran hutan.

Tetapi perbedaan terbesar adalah alam. Serangga, yang penting untuk penyerbukan tanaman, dan tanaman hampir dua kali lebih mungkin kehilangan setengah habitat mereka di 2 derajat Celsius dibandingkan dengan 1,5 derajat Celsius.

Karang 99 persen akan hilang pada suhu yang lebih tinggi dari dua derajat tetapi lebih dari 10% memiliki peluang untuk bertahan jika target yang lebih rendah tercapai. Dari beberapa proposisi yang dikemukan kelompok kerja, keputusan IPCC pada Sabtu (6/10) lalu di Korea dianggap sangat penting dalam memastikan dunia yang aman dan berkelanjutan untuk semua orang, baik sekarang dan di masa depan.

“Laporan ini memberi para pembuat kebijakan dan praktisi informasi yang mereka butuhkan untuk membuat keputusan mengatasi perubahan iklim sambil mempertimbangkan konteks dan kebutuhan lokal,” kata Wakil Ketua Kelompok Kerja II IPCC, Debra Roberts.

“Beberapa tahun ke depan mungkin adalah yang paling penting dalam sejarah kita.”Wakil Ketua Kelompok Kerja II IPCC, Debra Roberts.

IPCC didirikan pada tahun 1988 oleh dua organisasi PBB, World Meteorological Organization (WMO) dan United Nations Environment Programme (UNEP), untuk mengevaluasi risiko perubahan iklim akibat aktivitas manusia, dengan meneliti semua aspek berdasarkan pada literatur teknis/ilmiah yang telah dikaji dan dipublikasikan.

Panel ini terbuka untuk semua anggota WMO dan UNEP. Adapun laporan di Incheon, Korea Selatan, yang disepakati Sabtu (6/10) lalu disiapkan di bawah kepemimpinan ilmiah dari ketiga kelompok kerja IPCC.

Kelompok Kerja I menilai dasar ilmu fisik dari perubahan iklim; Kelompok II bekerja untuk dampak, adaptasi, dan kerentanan; dan Kelompok III membahas mitigasi perubahan iklim.

 




HM Wardan Harapkan Pagelaran Grebek Suro dan Kirab Budaya diserentakan dengan Even Gema Muharam

Kempas, detikriau.org – Bupati Inhil HM Wardan berharap pagelaran “grebek Suro” dan Kirab Budaya” 2018 diserentakan dengan pelaksanaan event Gema Muharam yang setiap tahunnya telah diprogramkan oleh Pemkab Inhil. Penyelarasan waktu pelaksanaan ini diyakini akan menjadikan kedua kegiatan akan meriah dan lebih terorganisir.

“Kedua kegiatan memang dilaskanakan setiap tibanya bulan muharam. Jika waktunya pelaksanaannya bisa diselaraskan, saya yakin akan semakin meriah dan tentu lebih terorganisir,” Ujar Bupati dalam sambutannya saat menghadiri pagelaran grebek suro dan kirab budaya 2018 yang terpusat dihalam kantor lurah kempas kecamatan kempas, senin (8/10)

Disamping itu, ditambahkan Bupati, selain sebagai peringatan menyambut tibanya hari besar islam yang dikolaborasi dengan seni budaya adat jawa, pagelaran tersebut sekaligus dapat dijadikan ajang silaturahmi dan sebagai rasa syukur kepada sang pencipta.

Sementara itu, ketua Paguyuban Masyarakat Jawa (Pamaji) inhil RM Sudinoto mengucapkan terimakasih Kepada Bupati yang selama kepemimpinannya selalu hadir dalam acara tersebut. sudinoto juga mengharapkan dukungan yang lebih dari pemkab inhil untuk Pagelaran GREBEG SURO dan KIRAB BUDAYA ditahun yang akan datang.

Pagelaran GREBEG SURO dan KIRAB BUDAYA tahun 2018 dikecamatan kempas tersebut, turut dihadiri oleh wakil bupati terpilih H. Samsuddin uti, anggota DPRD prov riau agus triansyah, dan para pejabat eselon II dan III dilingkungan pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir serta tamu undangan yang berasal dari persatuan masyarakat Jawa di enam kabupaten seprovinsi riau./ Am




Kampung Seni Budaya Diharap Jadi Magnet Wisata bagi Inhil

Tembilahan, detikriau.org — Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan mengharapkan Kampung Seni Budaya menjadi Ikon Wisata baru yang mampu menciptakan daya tarik bagi masyarakat.

Harapan tersebut diungkapkan Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan dalam sambutannya pada acara Pembukaan Kampung Seni Budaya Indragiri Hilir, Sabtu (6/10/2018) malam, di Jalan Tanjung Harapan, Tembilahan.

Menurut Bupati, keberadaan Kampung Seni Budaya harus dikembangkan, sebab banyak hal dan kegiatan positif di dalamnya. Kampung Seni Budaya, imbuhnya, mesti memiliki legalitas hukum.

“Tentu saja hal semacam ini (Kampung Seni Budaya, red) harus terus dikembangkan kedepan. Dikemas secara baik, dibenahi apa saja yang menjadi kekurangan. Termasuk dalam legalitas kampung seni dan budaya supaya Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Inhil bisa memberikan dukungan,” kata Bupati.

Kampung seni budaya yang berada di Sekretariat Assosiasi Pemerintahan Desa (Apdesi), menampung berbagai kegiatan seni masyarakat. Semua bergabung disana, baik seniman muda maupun yang telah berumur.

Di Kampung Seni Budaya, terdapat sanggar gitar klasik, tim Shalawat, sanggar biola, duta seni, kesenian asli Banjar madihin dan lain sebagainya. “Dengan dikemas secara baik, seni – seni yang ditampilkan disini, tentu saja menjadi magnet baru bagi masyarakat untuk berdatangan,” sebut Bupati.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, Bupati menyambut baik peresmian Kampung Seni Budaya di Tembilahan. Dia berharap, segala wujud kesenian, terutama kesenian yang terancam punah dapat terus diregenerasikan dengan adanya Kampung Seni Budaya.

Peresmian Kampung Seni Budaya dimeriahkan dengan lantunan shalawat maulid habsyi, pertunjukan kuda kepang, pembacaan puisi karangan anak yang bersekolah di SLB bernama Ahmad Ardian, dan penandatanganan lukisan wajah Bupati Inhil, HM Wardan MP dan Wakil Bupati terpilih, H Syamsudin Uti.

Tampak hadir pada acara pembukaan Kampung Seni Budaya malam itu, sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Inhil serta Camat Tembilahan.

Kegiatan ini dihadiri pula oleh Ketua DPRD Provinsi Riau, Hj Septina Primawati, yang mana Dia menyambut dengan penuh suka cita dan antusias kehadiran Kampung Seni Budaya. Menurutnya, dengan polesan seni yang indah segala sesuatu dapat tampil menarik dan menjadi perhatian.

“Contohnya saja ketika berada di salah satu destinasi wisata di Pulau Jawa, disana ada Jalan yang berwarna, kemudian gedung atau bangunannya juga berwarna. Nah, hal seperti itu mengundang banyak orang datang untuk berwisata. Hal kreatif seperti inilah yang Saya harapkan dapat terus berkembang di Kampung Seni Budaya,” paparnya./Am




Kamu Penderita Trypophobia atau Tidak? Uji Dengan Melihat Gambar Ini

Kalau gak kuat jangan lihat!

Beberapa orang sangat ketakutan pada sejumlah benda, hewan, atau kondisi tertentu, sehingga berhadapan dengan hal itu akan membuat jantung berdegup kencang.

Seperti misalnya, beberapa orang, merasa merinding dan bahkan mampu memicu reaksi panik ketika melihat lubang-lubang kecil tak beraturan yang saling berdekatan. Ketakutan seperti itulah yang disebut dengan trypophobia.

Reaksi terhadap pola berlubang ini sangat kuat. Melihat gerombolan gelembung atau lingkaran bisa membuat orang yang memiliki trypophobia merasa kulit mereka berkeringat dingin, merinding, bergidik, gatal, terasa sakit atau nyeri nyata, bahkan bisa hingga mual dan muntah karena mereka menganggap apa yang mereka lihat benar-benar menjijikan.

Beberapa dari orang-orang ini berpikir bahwa ada sesuatu yang berbahaya mungkin mengintai di dalam lubang itu, dan beberapa di antaranya takut bahwa karena merasa akan jatuh ke dalam lubang. Trypophobia dalam beberapa kasus yang parah bahkan bisa memicu serangan panik.

Dikutip melalui idntimes.com, untuk mengujinya, coba lihat gambar-gambar ini, dan cek apa kalian pengidap Trypophobia atau tidak!

Sudah merindingkah kalian melihat gambar di bawah ini? Tenang, itu cuma spons cucian kok guys!

Kamu merinding gak sih lihat gambar ini. Kalau iya, bisa jadi kamu mulai terserang trypophobia lho!

Kalau ini, guys? Bikin merinding atau malah bikin nagih pengen lihatin terus!

Masih kuat, guys? Jangan pingsan dulu ya!

Kalau perasaanmu biasa saja, setelah melihat kelima gambar-gambar ini maka selamat! Kalian aman dari Trypophobia

Apa penyebab trypophobia?

Dilansir melalui hellosehat.com, Fobia adalah gangguan kecemasan yang biasanya timbul karena dipelajari atau pengalaman terhadap kejadian tertentu (gigitan anjing dapat menyebabkan rasa takut pada anjing). atau karena mekanisme evolusi bawaan, seperti yang mungkin mendasari ketakutan akan laba-laba dan ular (karena mereka adalah makhluk berbahaya). Biasanya, ada ancaman, spesifik atau umum, nyata atau dibayangkan yang mendasari sebuah fobia.

Dalam kasus trypophobia, tidak ada ancaman yang jelas, dan pola visual yang menyebabkan fobia bisa sangat acak antara satu sama lain. Meski begitu, beberapa ilmuwan menduga bahwa reaksi ekstrem terhadap bentuk bundar acak timbul karena pola tersebut menyerupai bintik atau lingkaran yang ditemukan pada hewan beracun, termasuk ular dan gurita berkepala biru. Lantas, apa sebenarnya yang jadi penyebab trypophobia?

Ada beberapa teori di balik penyebab trypophobia. Dalam sebuah makalah, Paul Hibbard dan Arnold J Wilkins menduga bahwa rasa jijik atau ketakutan yang timbul setelah melihat gambar lingkaran acak ini terjadi karena insting memerintahkan mereka sebisa mungkin menghindari berlama-lama memandangi gambar aneh tersebut. Kedua periset ini berpendapat bahwa otak yang kewalahan mengamati susunan bentuk yang acak dan kontras akan meminta asupan oksigen yang lebih banyak untuk dapat memproses informasi.

Otak menggunakan sekitar 20% energi tubuh, dan penggunaan energinya perlu dijaga seminimal mungkin. Asupan oksigen yang berlebihan dapat membuat gelombang otak jadi kacau, sehingga saraf-saraf otak Anda pun tidak bisa bekerja dengan baik. Akibatnya Anda malah akan merasakan sakit kepala, mual, pusing, dan cemas. Nah, trypophobia bekerja mirip pertahanan diri otomatis agar Anda tidak mengalami hal-hal ini. Otak mengasosiasikan lubang-lubang ini dengan bahaya.

Penyebab trypophobia mungkin didasari ketakutan akan tertular penyakit

Temuan di atas kemudian diperkuat oleh sebuah studi studi kolaborasi antara Tom Kupfer, seorang peneliti pascasarjana di bidang psikologi di University of Kent di Inggris, dan rekan penulisnya An Trong Dinh Le, yang merupakan doktorat psikologi di University of Essex.

Lebih takut mana: kumbang atau gerombolan telurnya?

Mereka melaporkan bahwa kecemasan atau kepanikan instens setelah melihat gelembung busa sabun atau lubang-lubang kecil di spons cuci piring mungkin terkait dengan ketakutan akan terinfeksi parasit dan penyakit menular. Memang, banyak penyakit menular yang menghasilkan gerombolan bintil, bentol, atau beruntusan berbentuk bulat acak pada kulit — misalnya saja cacar, campak, rubella, demam scarlet, serta infeksi parasit seperti tungau dan kutu.

“Patogen dan parasit telah menjadi salah satu ancaman utama manusia dan hewan sepanjang evolusi dunia,” kata Kupfer kepada Live Science, sehingga menghindari mereka akan mengurangi kemungkinan jatuh sakit. “Reaksi jijik telah lama diketahui menjadi insting primitif hasil adaptasi manusia yang paling nyata untuk menghindari penyakit,” ungkapnya.

Kebanyakan orang telah mampu menyesuaikan diri untuk dapat mengenali bahwa tidak ada bahaya nyata dari pola lingkaran acak ini, tapi untuk trypophobe — sebutan untuk orang-orang yang punya trypophobia — rasa takut, jijik, dan panik adalah reaksi refleks tanpa sadar yang tidak dapat mereka kontrol.

Editor: Am




Disela Car Free Day, Kapolres Inhil Kampanyekan Pemilu Damai dan Keselamatan Berlalulintas

Foto: Dok Polres Inhil

Tembilahan, detikriau.org – Kapolres Inhil AKBP Christian Rony Putra SIK MH ikuti kegiatan kampanye pemilu damai dan kampanye keselamatan berlalulintas. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Sat Lantas Polres Inhil diselaraskan dengan Car Free Day di jalan swarnabumi Tembilahan. Minggu (7/10)

Kepada awak media Kapolres menyampaikan bahwa kegiatan ini ditujukan untuk mengedukasi dan memberi pencerahan kepada masyarakat, tentang perlunya semua komponen bangsa menjaga Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden Tahun 2019 ini agar tetap dalam suasana damai, aman, sejuk dan kondusif, demi keberlangsungan kehidupan demokrasi di NKRI.

“Tak kalah pentingnya, masyarakat juga harus punya kesadaran untuk selalu mematuhi peraturan tata tertib berlalu lintas, demi keselamatan diri sendiri dan orang lain.” Ujar Kapolres

Disamping itu, Kapolres juga berharap agar masyarakat dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dan menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan.

Dalam kampanye ini, selain memberikan penyuluhan dan himbauan, juga diberikan berbagai pertanyaan tentang Pileg dan Pilpres Tahun 2019, serta tata tertib berlalu lintas. Bagi yang berhasil menjawab, diberikan hadiah berupa helm dan coklat.

Hadir bersama Kapolres saat itu Kasat Lantas Polres Inhil AKP Aninditha Rizal SH SIK serta sejumlah Kanit dan Personil Sat Lantas Polres Inhil./ Am




Dampingi Gubernur Riau Terpilih, Bupati Tinjau Sejumlah Proyek Infrastruktur di Inhil

Gubernur Riau terpilih, H Syamsuar (kanan) dan Bupati Inhil HM Wardan saat meninjau sejumlah infrastruktur di Inhil

Tembilahan, detikriau.org — Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan mendampingi Gubernur Riau terpilih, H Syamsuar berkeliling ke sejumlah daerah Kabupaten Inhil. Kedatangan Syamsuar bertujuan untuk meninjau kondisi Infrastruktur Kabupaten Inhil.

Bupati mengaku gembira dan memberikan apresiasi atas kedatangan Gubernur Riau terpilih. Apalagi, kehadiran Gubernur Riau terpilih itu membawa angin segar untuk pelaksanaan pembangunan bagi masyarakat Kabupaten Inhil kedepannya.

“Ini merupakan langkah cepat dan tepat Gubernur Riau terpilih untuk mengunjungi daerah – daerah se -Provinsi Riau. Ketika nanti dilantik, maka akan langsung bisa merumuskan kebijakan strategis bagi Riau,” ujar Bupati pada hari kedua kedatangan Gubernur Riau terpilih, H Syamsuar, Sabtu (7/10/2018) di Tembilahan.

Dengan adanya kunjungan Gubernur Riau terpilih ini, Bupati berharap, agar kelak dapat memberikan kemajuan bagi Kabupaten Inhil, khususnya di bidang pembangunan infrastruktur.

“Semoga kedatangan Gubri terpilih ini menjadi titik tolak perubahan bagi daerah kita menuju ke arah yang lebih baik, khususnya di bidang pembangunan,” pungkas Bupati.

Selama 2 hari kunjungannya, Syamsuar mengunjungi Kecamatan Enok dan Kecamatan Sungai Batang. Dia juga menyempatkan Diri menyambangi lokasi pembangunan Pelabuhan Samudera.

“Saya ingin melihat secara langsung kondisi infrastruktur, terutama jalan penghubung di Kabupaten Inhil,” tukas Syamsuar kepada awak media.

Menurut Syamsuar, dari hasil tinjauannya, infrastruktur di Kabupaten Inhil memang membutuhkan perhatian khusus mengingat kondisi geografis ‘Negeri Seribu Parit’ yang didominasi rawa. “Sedikit kompleks dan Kabupaten Inhil berbeda dengan Kabupaten lainnya di Riau,” tutup Syamsuar.

Disamping meninjau infrastruktur, tujuan kedatangan Gubernur Riau terpilih, Syamsuar ialah untuk menjalin silahturrahmi dengan segenap masyarakat Kabupaten Inhil./Am