Guru Honorer Usia diatas 35 Tahun Tetap Bisa Menjadi Pegawai Pemerintah, Tapi …

Guru Honorer lakukan aksi demo (Foto: Internet)

Jakarta, detikriau.org – Guru honorer berusia diatas 35 tahun tetap mendapat kesempatan menjadi pegawai pemerintah, dengan wajib mengikuti proses seleksi. Seleksi yang dimaksud tersebut adalah seleksi sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), bukan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

“Saya minta semua untuk siap berkompetisi secara terbuka karena kita memang ingin memilih yang terbaik, bahwa masa kerja pengabdian itu juga harus jadi pertimbangan, tetapi tidak boleh mengalahkan persyaratan utamanya, yaitu harus berkualitas dan standar pada tes ujian dasar” Ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy dilansir melalui laman kemendikbud dalam acara Seminar Nasional tentang Kebijakan Penuntasan Guru Honorer K-2, di Gedung Nusantara DPR RI

Mendikbud menambahkan, soal penyelenggaraan tes nantinya akan mempertimbangkan semua kalangan usia. Tes ini adalah pintu keluar, terutama untuk mereka yang tidak bisa ikut karena usia, yaitu bisa mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), tetapi untuk yang di luar syarat usia juga boleh artinya yang usianya belum 35 juga boleh mengikuti PPPK.

“Mudah-mudahan dalam minggu ini, nanti Bapak Presiden menambah Peraturan Pemerintah (PP) itu”, tutur Muhadjir.

Seminar Nasional yang mengangkat tema “Kebijakan Penuntasan Guru Honorer   K-2” ini merupakan bagian dari komitmen dari semua lembaga, kementerian, serta DPR RI dan pemerintah daerah untuk menuntaskan persoalan guru, sehingga dalam waktu secepatnya Guru Honorer K-2 bisa mendapatkan kepastian status.




Panselnas CPNS 2018 Siapkan 873 Lokasi Tes. Lima Instansi Pemerintah Minim Peminat

Foto: internet

Jakarta, detikriau.org — Hingga Jumat (12/10) pukul 16.00 WIB, jumlah akun yang menyampaikan minatnya untuk mendaftarkan diri pada seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018 melalui portal SSCN (http://sscn.bkn.go.id) mencapai angka 4.228.686. Dari jumlah tersebut, yang sudah selesai mendaftar baru tercatat sebanyak 2.776.653 orang.

Dikutip dari setkab, Tim Publikasi SSCN Biro Humas Badan Kepagawaian Negara (BKN) dalam siaran persnya Jumat (12/10) petang menyebutkan, terdapat 5 (lima) instansi pemerintah yang jumlah peminatnya sangat minim, di bawah angka 1000an.

Kelima instansi itu adalah: Sekretariat Jenderal Komisi Yudisial (575), Badan Informasi Geospasial (545), Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (497), Badan Pengawas Tenaga Nuklir (472), dan Sekretariat Jenderal MPR (378).

873 Lokasi Tes

Sementara itu Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) CPNS Tahun 2018 telah menyiapkan 873 titik lokasi tes yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Selain fasilitas Computer Assissted Test (CAT) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), Panselnas juga akan menggunakan fasilitas CAT Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, dari jumlah itu, 237 titik diantaranya milik atau yang diusahakan oleh BKN dan 636 titik merupakan fasilitas UNBK Kemendikbud.

“Dengan jumlah itu, diharapkan pelamar semakin dekat dengan lokasi tes CPNS Tahun 2018,” kata Setiawan di Jakarta, Kamis (11/10).

Ia menyebutkan, Lokasi tes CPNS yang dikoordinir BKN antara lain Kantor BKN Pusat, sejumlah Kantor Regional BKN, UPT BKN, lokasi milik Kementerian/Lembaga yang tersebar di berbagai daerah.

Seperti diketahui sebelumnya, pemerintah telah mengumumkan pembukaan bagi CPNS Tahun 2018 untuk 238.015 formasi, yang terdiri atas 51.271 formasi di instansi Pemerintah Pusat  (76 K/L) dan 186.744 formasi untuk instansi Pemerintah Daerah (525 Pemda).

Adapun prioritas pengadaan CPNS 2018 meliputi tenaga pendidikan, tenaga kesehatan, serta tenaga yang memiliki kualifikasi teknis di bidang infrastruktur sesuai dengan program Nawacita.

Jabatan Inti yang diisi dari pelamar umum sebanyak 24.817 formasi, Guru Madrasah Kementerian Agama yang bertugas di Kabupaten/Kota sebanyak 12.000 formasi, serta dosen Kemenristekdikti dan Kementerian Agama sebanyak 14.454 formasi.

Adapun peruntukan instansi Pemerintah Daerah terdiri dari Guru Kelas dan Mata Pelajaran sebanyak 88.000 formasi, Guru Agama sebanyak 8.000 formasi, Tenaga Kesehatan sebanyak 60.315 formasi (Dokter Umum, Dokter Spesialis, Dokter Gigi, dan Tenaga Medis/Paramedis), serta Tenaga Teknis yang diisi dari pelamar umum sebanyak 30.429 formasi.

Penetapan formasi khusus pengadaan CPNS Tahun 2018 terdiri dari Putra/Putri Lulusan Terbaik (cumlaude), Penyandang Disabilitas, Putra/Putri Papua dan Papua Barat, Diaspora, Olahragawan Berprestasi Internasional, serta Tenaga Pendidik dan Tenaga Kesehatan dari Eks Tenaga Honorer Kategori II jabatan guru dan tenaga kesehatan yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti seleksi CPNS.

Pendaftaran CPNS sudah berlangsung sejak 26 September dan berakhir pada 15 Oktober mendatang. Pada 21 Oktober, akan diumumkan hasil seleksi administrasi. Kemudian dilanjutkan pencetakkan nomor ujian secara online pada 21-25 Oktober 2018.




Gempa Lagi, Kali Ini di Kota Manado. Berkekuatan 5,6 Magnitudo

Manado, detikriau.org – Gempa kembali mengguncang wilayah Indonesia. Kali ini di kota Manado Provinsi Sulawesi Utara, sabtu (13/10)

Menurut keterangan BMKG dari laman resminya, aktivitas seismik itu terjadi pada pukul 11:34:16 Wib dengan pusat gempa berada pada 38 km Tenggara Bitung dengan titik koordinat pada 1,36 Lintang Utara (LU) dan 125,46 Bujur Timur pada kedalaman 97 km berkekuatan 5,6 Magnitudo.

“Tidak berpotensi tsunami” rilis BMKG.

Dilansir dari bbc.com pusat perbelanjaan di Kota Manado, pengunjung berhamburan keluar. Olga Pangkey, saat berada di Multimart, Manado, menceritakan karyawan hingga pengunjung berhamburan keluar.

“Semua lari keluar. Namun untungnya masih teratur. Jadi tak ada korban. Tapi di parkiran, semua kendaraan langsung ke luar ke jalan hingga menyebabkan kemacetan,” kata Olga kepada Eva Aruperes yang melaporkan untuk BBC Indonesia.

Ada pun Muhamad Abbas, seorang warga Kota Manado, saat terjadi guncangan langsung lari ke luar rumah bersama anaknya.

“Saya langsung lari keluar. Soalnya masih trauma dengan berita-berita gempa di Palu. Apalagi keluarga saya banyak di Palu sana,” kata Abbas. Namun, lanjut dia, setelah gempa berhenti, dia bersama anaknya langsung kembali ke dalam rumah.

Dan memang, tak sampai 5 menit setelah gempa, dan tak ada tanda-tanda guncangan lagi, masyarakat di Sulawesi Utara mulai beraktivitas lagi.

Di Kabupaten Minahasa, guncangan terasa kuat, kata Eva Aruperes yang sedang berada di rumah saudaranya, di sana.

“Terjadi kepanikan, karena rumah berguncang-guncang. Tapi rumah tempat saya tinggal untungnya rumah kayu, jadi walaupun panik, agak tenang juga,” katanya pula.

Di Minahasa Selatan, sebagian warga bahkan tak merasakan adanya guncangan. Marma Lintjewas, mengaku tidak tahu kalau terjadi gempa.”O, ada gempa? Soalnya getarannya tidak terasa,” katanya.

Menurut Kepala Stasiun Geofisika Manado Irwan Slamet, hingga pukul 13.10 Wita (12;10 WIB), hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

“Jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dengan kedalaman menengah akibat aktivitas zona subduksi lempeng Sangihe Timur menunjam ke arah Tenggara lempeng Laut Maluku,” kata Kepala Stasiun Geofisika Manado Irwan Slamet.

“Kepada masyarakat di sekitar wilayah Kota Manado, Bitung, agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenaranya,” katanya.

Ini merupakan gempa terbaru sesudah gempa yang disusul tsunami yang menghantam Sulawesi Tengah, khususnya Palu dan Donggala, dua pekan lalu (28/9), yang menewaskan lebih dari 2.000 orang.

Sebelumnya, pada Kamis (11/10) juga terjadi gempa di Situbondo dan Sumenep yang menewaskan tiga orang./mul




Bencana Banjir Bandang di Mandailing Natal, 13 Orang Meninggal dan 10 Hilang

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo. (Foto: ANTARA/Fahkri Hermansyah)

Sumut, detikriau.org – Bencana banjir bandang akibat hujan deras yang melanda wilayah di Mandailing Natal, Sumatera Utara Jumat (12/10) menyebabkan 13 orang meninggal dunia dan 10 orang hilang.

Dilansir dari kumparan.com Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, berdasarkan informasi dari BPBD Sumut banjir bandang disertai longsor itu menerjang 9 kecamatan, yaitu Kecamatan Natal, Lingga Bayu, Muara Batang Gadis, Naga Juang, Panyambungan Utara, Bukit Malintang, Ulu Pungkut, Kota Nopan dan Batang Natal.

“Data sementara tercatat 13 orang meninggal dunia dan 10 orang hilang di Mandailing Natal,” kata Sutopo dalam keterangannya, Sabtu (13/10).

Dari 13 korban jiwa itu, 11 orang adalah murid madrasah di Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal. Mereka diduga meninggal dunia karena tertimpa bangunan yang hancur diterjang banjir bandang pada Jumat (12/10) sore saat jam pelajaran sedang berlangsung.

Banjir Bandang di Mandailing Natal. (Foto: kumparan/ Dok. Istimewa)

“Kejadian berlangsung mendadak. Sungai Aek Saladi tiba-tiba mengalir dengan debit besar dan membawa lumpur dan meluap sehingga menerjang madrasah. Jumlah korban hilang masih dapat berubah karena belum dapat dipastikan. Korban tertimbun lumpur dan material tembok yang roboh,” ungkap Sutopo.

Menurutnya, jumlah korban hilang masih dapat berubah karena belum dapat dipastikan. Korban tertimbun lumpur dan material tembok yang roboh,” tambahnya.

Kemudian, pada Sabtu (13/10) pagi, ditemukan lagi 2 korban meninggal dunia lagi akibat kendaraan masuk sungai dan hanyut. Korban meninggal adalah satu orang anggota polisi dan satu orang pegawai PT. Bank Sumut.

Dampak lainnya dari musibah banjir bandang juga sebabkan17 unit rumah roboh, 5 unit rumah hanyut, ratusan rumah terendam banjir dengan ketinggian 1-2 meter di Kecamatan Natal dan Muara Batang Gadis, serta 8 titik longsor berada di Kecamatan Batang Natal.

‘Hingga saat ini, evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban masih terus dilakukan”

Sutopo menyatakan, salah satu hambatan evakuasi karena kondisi medan yang berat karena desa-desa terdampak berada di pegunungan, pinggir hutan dan akses sulit dijangkau karena rusak.

“Bupati telah menetapkan status tanggap darurat banjir dan longsor di Kab. Mandailing Natal Sumatera Utara selama 7 hari (12-18 Oktober 2018). Kebutuhan mendesak adalah bahan makanan pokok dan alat berat,” pungkasnya.

 

Editor: Am

 

 

 

 

 

 




Bupati Lepas Defile Pawai Ta’ruf dan Buka Bazar MTQ Ke – 48 Kabupaten Inhil

Gaung Anak Serka, detikriau.org — Defile pawai ta’ruf MTQ Ke – 48 tingkat Kabupaten Inhil tahun 2018 resmi dilepas. Selain itu, bazaar yang turut menyemarakkan penyelenggaraan MTQ di Teluk Pinang, Kecamatan Gaung Anak Serka pun telah dibuka, Sabtu (13/10/2018) pagi.

Pelepasan Defile pawai ta’ruf dan pembukaan bazaar dilakukan dalam bentuk upcara yang dipimpin langsung oleh Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan di Lapangan Teratak, Teluk Pinang.

Tercatat, 552 Kafilah mengikuti pawai ta’ruf dengan peserta yang turut menggembirakan sebanyak 3278 orang. Para peserta pawai berasal dari seluruh Kecamatan di Kabupaten Inhil, mayoritas terdiri dari kalangan pelajar.

Hadir dalam acara Ketua DPRD Kabupaten Inhil, H Dani M Nursalam, Sekretaris Daerah Kabupaten Inhil, H Said Syarifuddin dan unsur Forkopimda Kabupaten Inhil lainnya. Tampak hadir pula para Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah dan pejabat eselon di lingkungan Pemerintah Kabupaten Inhil.

Bupati Inhil HM Wardan dan istri Hj Zulaikhah

Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan mengatakan, tahun ini Kabupaten Inhil bersama segenap masyarakatnya kembali menggelar Syiar Islam melalui penyelenggaraan MTQ. Syiar Islam ini, diawali dengan adanya pawai ta’ruf.

Bupati mengajak ribuan masyarakat yang hadir untuk ikut menyemarakkan pawai ta’ruf. Sebab, menurutnya, pawai ta’ruf akan membawa kemeriahan dalam penyelenggaraan MTQ sebagai sebuah rangkaian.

“Melalui Pawai Ta’ruf ini, kita akan meraih kejayaan dan kegembiraan bagi semua demi tercapainya Kabupaten Inhil berjaya dan gemilang tahun 2025,” pungkas Bupati saat memberikan sambutan.

Pawai ta’ruf, dijelaskan Bupati, merupakan wujud dan ekspresi suka – cita yang dikemas dalam bentuk inovatif dan konstruktif. “Saya mengharapkan, pawai ta’ruf dapat memberikan motivasi dan semangat bagi kita semua dalam menjalankan syiar Islam,” tukas Bupati.

Selain pawai ta’ruf, diungkapkan Bupati, adanya bazaar MTQ dimaksudkan agar dapat menjadi gambaran atas keunggulan dan potensi dari masing – masing Kecamatan.

“Dari Bazaar akan kita ketahui perkembangan kerajinan rakyat. Baik Pemerintah Kecamatan maupun PKK Kecamatan juga berpartisipasi mempertunjukkan karya – karya terbaik mereka,” papar Bupati.

Benefit yang diharapkan Bupati dengan adanya bazaar adalah peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat Teluk Pinang selaku tuan rumah penyelenggaraan MTQ.

Usai sambutan, Defile pawai ta’ruf pun dilepas, yang mana barisan peserta dari masing – masing Kecamatan berjalan mengitari kawasan pasar Teluk Pinang. Ribuan masyarakat yang datang dari berbagai Kecamatan memadati lokasi pelepasan pawai ta’ruf dan bazar MTQ.

Sembari iring – iringan peserta pawai ta’ruf berkeliling, Bupati Inhil dan rombongan Forkopimda melakukan peninjauan ke stand – stand Bazaar MTQ./*/Am




Konsumsi Daging Bolehkan untuk Penderita Diabetes?

Foto : internet

detikriau.org — Memilih makanan bagi penderita diabetes memiliki peran penting untuk menjaga kadar gula di dalam darah. Pasien diabetes tidak bisa dengan leluasa mengonsumsi makanan. Jika salah, kadar gula darah bisa meningkat. Makanya bagi seorang penderita diabetes perlu untuk mengetahui jenis makanan yang diperbolehkan atau tidak diperbolehkan. Bagaimana dengan mengonsumsi daging?

Dilansir dari doktersehat.com. pakar kesehatan menyebut daging merah sebagai bahan makanan yang sebaiknya dikurangi karena bisa memberikan efek buruk bagi organ jantung dan pembuluh darah jika terlalu sering untuk dikonsumsi. Hanya saja, khusus untuk penderita diabetes, mereka justru sangat disarankan untuk mengonsumsi protein. Hal ini berarti, mereka masih perlu mengonsumsi daging merah meskipun tentu saja porsinya harus dibatasi dan daging ini sudah tidak lagi memiliki kandungan lemak.

Berdasarkan penelitian yang melibatkan 27.425 pria dan 36.424 perempuan dengan usia 45 hingga 75 tahun di Jepang, disebutkan bahwa konsumsi daging merah pada pria memiliki kaitan erat dengan peningkatan risiko diabetes. Dalam penelitian yang hasilnya dipublikasikan dalam jurnal berjudul American Journal of Clinical Nutrition ini, disebutkan pula bahwa kebiasaan mengonsumsi daging merah dan daging olahan bisa membuat kita mengonsumsi natrium dalam jumlah yang cukup tinggi sehingga bisa membahayakan kesehatan.

Lantas, bagaimana cara penderita diabetes tetap bisa aman mengonsumsi daging? Pakar kesehatan Lu Qi dari Harvard School of Public Health menyebutkan bahwa hingga saat ini belum ada pedoman yang jelas tentang seberapa banyak jumlah daging yang aman untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes. Karena alasan inilah, Lu Qi menyarankan penderita diabetes untuk menurunkan asupan daging merah dan menggantinya dengan daging putih seperti daging ayam atau unggas lainnya, dan ikan atau berbagai jenis makanan laut lainnya.

Pakar kesehatan Meredith Nguyen, RD menyarankan penderita diabetes untuk membatasi asupan daging merah sebanyak 18 ons saja selama seminggu. Jumlah ini sama dengan empat atau lima porsi saja dalam sepekan. Selain itu, penderita diabetes juga harus memastikan bahwa daging ini bebas lemak atau setidaknya memiliki kadar lemak yang sangat rendah.

“Daging steak sebenarnya tidak akan menaikkan kadar gula darah, namun kandungan kalori tambahan dari daging bisa memicu masalah berat badan yang akhirnya membuat diabetes lebih sulit untuk dikendalikan. Karena alasan inilah konsumsinya harus dibatasi,” ungkap Ann Walker, RD dari University of Kansas Medical Center.

Editor: Am