Data Terbaru, Korban Gempa dan Tsunami Sulteng, 2.113 Jiwa Melayang
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, di Jakarta (6/10). (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, detikriau.org – Sebanyak 2.113 jiwa melayang akibat gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng), satu diantaranya adalah warga Korea Selatan, dan 1.309 lainnya hilang.
“Hingga Sabtu (20/10/2018), dampak bencana di Sulawesi Tengah tercatat 2.113 orang meninggal dunia, sebanyak 1.309 orang hilang, 4.612 orang luka-luka dan sebanyak 223.751 orang mengungsi di 122 titik,” tutur Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, leat pesan singkatnya, Sabtu (20/10) malam dilansir dari CNNIndonesia.com
Ia menuturkan, korban meninggal dunia itu tersebar di Kota Palu sebanyak 1.703 orang, Donggala 171 orang, Sigi 223 orang, Parigi Moutong 15 orang, dan Pasangkayu 1 orang.
“Semua korban meninggal dunia telah dimakamkan, baik pemakaman massal maupun pemakanan keluarga,” imbuhnya.
Sutopo juga mengonfrimasi bahwa salah satu korban yang meninggal adalah seorang warga Korea Selatan yang tewas di reruntuhan Hotel Roa-Roa, Palu. Pencarian korban di reruntuhan hotel itu sendiri sudah dihentikan sejak 8 Oktober.
“Tidak benar, adanya berita yang memberitakan dua orang warga Belanda yang juga menjadi korban meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan Hotel Roa-Roa,” tukasnya.
“Tim SAR gabungan yang dikoordinasikan oleh Basarnas hanya menemukan satu jenasah warga negara Korea Selatan pada 4 Oktober,” imbuh dia.
editor: fsl
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Sulut
Sulut, detikriau.org – Pukul 01:51:59 Wib, Ahad 21 oktober 2018, gempa berkekuatan 5,3 Skala richter menggoncang Sulawesi Utara.
Gempa berpusat pada 127 Km Barat Laut Kepulauan Talaud Sulut pada titik koordinat 5.18 Lintang Utara dan 126.56 Bujur Timur.
“Tidak berpotensi tsunami” rilis BMKG melalui laman resminya./ fsl
Warga Teluk Pinang Heboh, Al Gunggut ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Kelapa
Kondisi jasad korban saat pertamakali ditemukan (Foto: arsip Polres Inhil)
GAS, detikriau.org – Warga Kelurahan Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) Kabupaten Indragiri Hilir dikejutkan dengan penemuan sesosok pria dalam kondisi tergantung sudah tidak bernyawa di kawasan perkebunan milik warga di Jl. Merdeka Lr. Bumi Ayu. Sabtu (20/10) sekira pukul 14.30 Wib.
Mayat pria pengangguran yang diketahui bernama Erizun Als Al Gunggut Bin Mukri (31) merupakan warga Jl. Merdeka Lr. Prepat, RT 09 Kelurahan Teluk Pinang.
Keterangan pihak kepolisian, jasad korban pertama kali ditemukan oleh saksi Agus Salim (19).
Saat itu, saksi sedang mengumpulkan bibit kelapa dilahan perkebunan milik orang tuanya. Sontak saksi dikagetkan saat melihat sesosok tubuh dalam kondisi tergantung di pohon kelapa. Setelah didekati, saksi mengenali bahwa korban tidak lain adalah Erizun.
Saksi kemudian melaporkan penemuan mayat itu kepada RT setempat dan Polsek GAS.
“sekira pukul 14.45 Wib, personil Polsek GAS yang dipimpin Ipda Piyatno beserta pegawai kesehatan Puskesmas Teluk Pinang langsung menuju TKP,” Terang Kapolres Inhil AKBP Christian Rony Putra Sik MH melalui Kasubag Humas, AKP Syafri Joni SE melalui rilis pesan WhatsApp.
Lanjut AKP Syafri Joni, jasad kemudian dievakuasi ke Puskesmas setempat.” Hasil pemeriksaan dr Yayan Yulianto, ditubuh mayat tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” ujarnya
Usai dilakukan pemeriksaan, jasad korban kemudian diserahkan dan dimakamkan oleh pihak keluarga./ Am
Selain Dana Desa, Mulai Tahun Depan, Pemerintah Pusat Keluarkan Program Dana Kelurahan
Presiden saat menghadiri Temu Karya Nasional Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) XX dan Pekan Inovasi Perkembangan Desa/Kelurahan (PINDesKel) Tahun 2018, Jumat (19/10). (Foto: BPMI)
Jakarta, detikriau.org – Setelah Dana Desa, direncanakan mulai tahun depan, Pemerintah mengeluarkan Program Dana Kelurahan. Kebijakan ini dikeluarkan karena banyaknya keluhan dari masyarakat terkait dana untuk tingkat kelurahan.
“Dan mulai tahun depan, perlu saya sampaikan, terutama untuk kota, akan ada yang namanya anggaran kelurahan. Banyak keluhan, Pak ada dana desa, kok enggak ada dana untuk kota. Ya sudah tahun depan dapat,” ujar Presiden saat menghadiri Temu Karya Nasional Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) XX dan Pekan Inovasi Perkembangan Desa/Kelurahan (PINDesKel) Tahun 2018, Jumat (19/10) dilansir dari laman setkab.go.id
Selain itu, Kepala Negara juga akan mengeluarkan kebijakan terkait operasional dana desa yang mengatur penggunaan dan fungsi dana desa sehingga tepat guna dan tepat sasaran.
“Sebentar lagi akan kita revisi PP nya, baru kita hitung-hitung enggak tahu dapat 5 atau 4 persen. Nanti akan kita putuskan,” ungkap Presiden.
Dengan adanya kebijakan tersebut, Presiden berharap agar para aparatur pemerintahan menjalankan fungsi pengawasannya secara baik sehingga dana desa dan dana kelurahan dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.
“Saya minta gubernur, bupati, wali kota, wakil gubernur, wakil bupati, wakil wali kota semua melihat penggunaan dana desa ini agar tepat sasaran sehingga rakyat betul-betul mendapatkan manfaatnya,” ucap Presiden.
Terkait dengan dana desa, pemerintah saat ini telah mengalokasikan dana untuk kesejahteraan desa yang semakin meningkat tiap tahunnya. Mulai dari Rp20 triliun di tahun 2015, Rp47 triliun di tahun 2016, dan Rp60 triliun di tahun 2017 dan 2018.
“Tahun depan kurang lebih Rp70 triliun, menunggu persetujuan Dewan,” ujar Presiden.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menjelaskan bahwa rencana alokasi anggaran kelurahan tentu besarannya berbeda dengan dana desa, mengingat cakupan luasnya wilayah kelurahan lebih kecil dibandingkan luas wilayah desa.
“Besaran jumlah alokasi anggaran tentu berbeda dengan jumlah dana desa, luas wilayah kelurahan kecil, walaupun mungkin kalau jumlah penduduk lebih banyak dari desa, tapi kan berbeda masalahnya, infrastruktur di desa lebih kompleks dan luas,” kata Mendagri di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Badung, Bali, Jumat (19/10) dilansir dari setkab.go.id.
Rencana strategis Pemerintah untuk mengalokasikan dana kelurahan sebagaimana disampaikan Presiden Joko Widodo dalam pembukaan acara tersebut, menurut Mendagri, tentunya bukan semata – mata tanpa adanya kajian dan memperhatikan kondisi riil di lapangan terhadap pengembangan kelurahan.
Ia menyebutkan, ada beberapa kelurahan yang memiliki anggaran kecil, sehingga alokasi dana kelurahan dinilai perlu untuk menunjang pemerataan pembangunan di pemerintahan kota.
“saat ini ternyata sejumlah kelurahan yang memang minim anggarannya dan belum mampu menempatkan sebuah posisi sebagai kelurahan di suatu kota, baik menyangkut sarana dan prasarananya maupun fasilitas umumnya,” terang Tjahjo.
Ditegaskan Mendagri, Pemerintah Kelurahan sama dengan Pemerintah Desa adalah merupakan garda terdepan unit pemerintahan dalam negeri yang memberikan pelayanan langsung dan hadir ditengah-tengah masyarakat sepanjang waktu.
Namun di sisi lain, tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan pemerintahan terdepan (Lurah dan Kepala Desa) seringkali menjadi barometer bagi masyarakat dalam menilai kinerja pemerintahan.
“Alokasi dana kelurahan merupakan kebutuhan guna meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat dan tentu sebelum kebijakan tersebut diimplementasikan akan disusun aturan teknisnya agar benar memberi manfaat bagi masyarakat,”pungkas Tjahjo.
(fsl)
Gempa 5,4 Magnitudo Guncang Maluku Barat
Maluku, detikriau.org — Tepat pukul 16:47:52 WIB, gempa berkekuatan 5,4 Magnitudo kembali mengguncang kawasan Indonesia Timur, berpusat di 258 km Timur laut Maluku Barat Daya.
melalui laman resminya, BMKG merilis gempa berada pada kedalaman 356 km pada titik koordinat 6.57 LS – 128.33 BT.
“Gempa tidak berpotensi tsunami” tulis BMKG.
Belum didapatkan laporan terkait dampak aktifitas seismik ini.
(fsl)
BKN Tetapkan 5 Lokasi Tes CAT CPNS 2018 di Riau, Ini Tips Lolos Tes SKD!
Foto: Internet
Detikriau.org — Badan Kepegawaian Negara (BKN) resmi menjadi pelaksana ujian Computer Assisted Test (CAT) CPNS 2018.
Pelaksanaan ujian tes CPNS 2018 daerah tidak lagi melaksanakan sebagaimana arahan sebelumnya.
“Semua pelaksana dan operator adalah BKN, daerah tidak terlibat lagi, terutama anggaran semuanya dari BKN, “ujar Sekretaris Daerah Provinsi Riau Ahmad Hijazi, Jumat (19/10/2018).
Untuk pelaksanaan tes CPNS 2018 sudah ditetapkan, ada lima tempat di Riau.
Yakni Pekanbaru, Kanreg BKN Regional XII, Meranti, Dumai dan Indragiri Hulu.
Seluruh peserta tes akan menjalankan ujian di lima lokasi ini.
“Tempatnya sudah ditetapkan, sebelumnya ada empat sekarang bertambah satu lokasi lagi di Inhu, “ujar Sekda.
Dengan demikian lanjut Ahmad Hijazi daerah tidak dibebankan lagi untuk pelaksanaan CAT CPNS tersebut karena sudah diserahkan sepenuhnya kepada BKN.
” Kekhawatiran tidak ada anggaran sudah ada solusi, jadi semuanya nanti secara tekhnis adalah BKN, daerah tidak tau lagi soal tesnya. Namun tetap akan membantu, “ujarnya.
Sementara itu Kepala BKN Kantor Regional XII Pekanbaru Andrawati mengatakan dalam waktu dekat tekhnis pelaksanaan dan pembagian akan segera ditetapkan BKN melalui surat ke daerah.
” Untuk ujian nanti kami yang menentukan, “jelasnya.
Tips Lolos Tes SKD, Cukup Jawab Benar Sejumlah Soal ini!
Berikut ini tips agar kalian bisa lolos tes SKD seperti yang disampaikan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN)
Ada tiga jenis soal yang diujikan dalam tes SKD.
Sebagaimana dijelaskan oleh BKN melalui akun Twitternya:
Dalam Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) terdapat 3 aspek yang diuji, yaitu:
Tes Karakteristik Pribadi (TKP)
Tes Intelegensia Umum (TIU)
Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)
Untuk bisa lulus tes SKD ini kalian harus melampaui passing grade atau ambang batas nilai yang telah ditentukan.
Berikut ini rincian passing grade dari berbagai formasi yang telah ditetapkan berdasarkan Permen PANRB No.37/2018.
Bagaimana agar kalian bisa melampaui passing grade tersebut?
Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang menggunakan CAT ini hanya ada total 100 soal.
Rinciannya: 35 soal TWK, 30 TIU, & 35 TKP.
Sebenarnya kalian tidak perlu menjawab benar semua soal tersebut.
Seperti yang dijelaskan oleh @BKNgoid:
“Nilai 5 jika benar & 0 jika salah dalam TWK & TIU; TKP jawaban bernilai 1~5.
Untuk penuhi passing grade Formasi Umum, cukup jawab benar 15 TWK, 16 TIU, & 29 TKP bernilai 5.”
Berdasarkan passing grade untuk formasi umum maka kalian cukup menjawab benar sejumlah soal tersebut.
Meskipun kamu lolos passing grade CPNS 2018 ini belum tentu lolos tes SKD.
Ingat! Seberapa banyak saingan yang memperebutkan posisi sama dengan kalian.
Sementara itu apa saja materi soal TWK, TIU, dan TKP?
“Untuk Tes Wawasan Kebangsaan dalam SKD, #SobatBKN pejuang #CPNS2018 akan diuji ttg hal berikut.
Mengapa ini perlu? Karena kalian adalah calon perekat NKRI, penjamin kesatuan & persatuan bangsa,” tulis @@BKNgoid.
Soal TWK seputar Nasionalisme, Pancasila, UUD 1945, Integritas Bhinneka Tunggal Ika, Bela Negara, Pilar Negara, NKRI, dan Bahasa Indonesia.
Sementara itu untuk soal Tes Intelegensia Umum (TIU) dalam SKD dibuat untuk mengukur seberapa cakap #SobatBKN dalam logika, verbal, figural & analisis, memecahkan masalah dg inovasi baru.
Soal TIU terdiri dari kemampuan verbal, numerik, figural, kemampuan berpikir logis, dan kemampuan berpikir analitis.
Bagi sebagian orang mungkin soal tipe soal diatas masih bisa ditangani.
Soal Tes Karakteristik Pribadi (TKP) adalah yang paling menentukan.
Sebab soal ini memiliki nilai yang hampir dianggap benar semua
Hanya soal TKP yang punya nilai dari 1-5, ini adalah tes psikologis.
Menurut BKN, “Tes Karakteristik Pribadi dlm SKD bertujuan melihat kemampuan #SobatBKN beradaptasi, bekerja scr tim, IT, pelayanan, karakter, integritas, kemampuan menahan sebaran hoax & SARA dll.”
Soal TKP terdiri dari berbagai aspek mulai sosial budaya hingga kemampuan bekerja sama dan orientasi pada pelayanan.
Selamat mempersiapkan diri!
Artikel ini telah tayang di Tribunpekanbaru.com dengan judul “BKN Tetapkan 5 Lokasi Tes CAT CPNS 2018 di Riau, Ini Tips Lolos Tes SKD” http://pekanbaru.tribunnews.com/2018/10/19/bkn-tetapkan-5-lokasi-tes-cat-cpns-2018-di-riau-ini-tips-lolos-tes-skd?page=4.