Seleksi Masuk SBMPTN 2019 Berbasis Cetak Resmi Dihapuskan

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20181022141050-20-340404/seleksi-masuk-sbmptn-2019-berbasis-cetak-resmi-dihapuskan

Jakarta — Pelaksanaan Seleksi Masuk Bersama Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019 dengan Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTCB) resmi dihapuskan. Sebagai gantinya, Kemenristekdikti menggunakan satu metode tes Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).

Menristekdikti Mohammad Nasir optimistis kebijakan ini lebih menjamin prinsip adil, transparan, fleksibel, efisien, akuntabel serta sesuai dengan perkembangan teknologi di era digital. Dia juga berharap calon mahasiswa lebih menyebar dari berbagai penjuru Indonesia di suatu universitas karena hasil tes tak lagi harus di PTN tujuan. Biaya tes lebih murah.

“Berbeda dengan UN yang merupakan hasil pencapaian belajar selama tiga tahun di sekolah, maka UTBK ini sebagai prediksi calon mahasiswa apakah mampu untuk mengikuti perkuliahan di kampus. Jadi itulah mengapa keduanya dilakukan terpisah,” ucap Nasir dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (22/10).

Nasir juga menjelaskan bahwa sistem SBMPTN tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya lantaran didesain mirip dengan sistem tes TOEFL. Nilai dari UTBK menjadi modal untuk mendaftar SBMPTN maksimal di dua pilihan universitas atau prodi.

UTBK sendiri diselenggarakan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). Lembaga nirlaba ini berfungsi mengelola dan mengolah data calon mahasiswa baru untuk bahan seleksi jalur SNMPTN dan SBMPTN oleh rektor PTN. Selain itu, mereka juga bertugas melaksanakan UTBK.

LTMPT dulunya berasal dari Panitia Pusat Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Negeri (Panpus SNPMB PTN). Jika dulunya mereka bersifat ad hoc, kali ini mereka akan menjadi lembaga permanen.

Sementara itu, pola masuk PTN 2019 akan tetap dilakukan melalui tiga jalur, SNMPTN, SBMPTN dan Mandiri. Khusus SBMPTN tahun ini kuotanya minimal 40 persen dari daya tampung tiap prodi di PTN.

sumber: CNNIndonesia.com




5.639 Pendaftar CPNS Pemkab Inhil Lulus Seleksi Adm. Berikut Hal Lainnya yang Wajib diketahui

Foto ilustrasi: Internet

Tembilahan, detikriau.org – Sebanyak 5,639 pendaftar seleksi CPNS dilingkungan Pemkab Inhil Tahun 2018 dinyatakan lulus seleksi Administrasi. Dari total jumlah yang dinyatakan memenuhi syarat ini, formasi guru sebanyak 3.690,  formasi kesehatan 638, dan formasi teknis 1.264.

Surat dengan Nomor : 810/BKPSDM/X/2330 tentang Pengumuman hasil seleksi adm pada seleksi CPNS dilingkungan Pemkab Inhil Tahun 2018 tertanggal 21 oktober 2018 ini dapat dilihat pada web http://sscn.bkn.go.id atau web resmi pemkab inhil https://inhilkab.go.id dan http://bkpsdm.inhilkab.go.id/

Bagi peserta yang dinyatakan memenuhi syarat (MS)  wajib mencetak kartu ujian berwarna yang jelas (tidak boleh hitam putih) pada website https://sscn.bkn.go.id

Ujian seleksi komptensi dasar akan dilaksanakan di gedung Dang Purnama Jalan Bupati Tulus- Rengat Kabupaten Inhu (jika ada perobahan tempat akan diberitahukan pada pengumuman berikut)

Pakai peserta ujian: baju kemeja putih polos tanpa corak, celana panjang atau/rok panjang warna hitam polos tanpa corak (bukan jeans) dan memakai sepatu. Bagi peserta yang menggunakan jilbab menggunakan jilbab warna hitam polos

Biaya tranportasi dan akomodasi ditanggung masing-masing peserta

Peserta tidak diizinkan mengikuti ujian jika datang terlambat

Pada saat masuk ujian SKD peserta wajib membawa:

  1. Asli Kartu tanda Peserta ujian
  2. KTP- El Asli atau Suket telah melakukan perekaman dari DIsdukcapil yang masih berlaku.

Formasi khusus penyandang disabilitas setelah pengumuman ini terbit wajib melapor kepada panitia seleksi di Badan Kepegawaian dan Pengemabngan (BKP) SDM Kab Inhil pada 23 s/d 24 oktober 2018 dengan membawa

  1. Asli kartu sscn
  2. Pasfoto ukuran 3×4 sebanyak 2 lembar
  3. Asli KTP El atau Suket
  4. Surat keterangan dokter pemerintah yang menerangkan jenis/tingkat disabilitasnya.

“Kelulusan peserta adalah apresiasi peserta sendiri. Jika ada pihak-pihak yang menjanjikan dengan motif apapun maka hal itu tindak penipuan dan diluar tanggungjawab panitia” tulis panitia./ fsl




Heboh Potensi Gempa Surabaya dan Madura di Medsos, Kepala BMKG Sampaikan Pesan Ini

Ilustrasi gempa. (Istockphoto/Kickers)

Jakarta – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tak reaktif menanggapi kabar potensi gempa di Surabaya dan Madura.

Secara geologis dan tektonik wilayah Kota Surabaya dan Madura berada pada jalur zona sesar aktif. Surabaya berada pada jalur zona Sesar Kendeng dan Madura berada pada jalur zona Sesar RMKS (Rembang, Madura, Kangean, dan Sakala).

dilansir melalui laman CNNIndonesia.com, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan potensi gempa bukan hanya ada di wilayah Surabaya dan Madura, namun juga di sebagian besar wilayah Indonesia yang berada dalam lingkaran Cincin Api Pasifik yang terbentuk oleh gerak lempeng tektonik aktif.

“Cincin Api Pasifik adalah zona berbentuk tapal kuda dan menjadi zona sabuk gempa paling aktif di dunia. Bukan hanya Indonesia, wilayah lain, seperti Jepang, Taiwan, dan Selandia Baru juga masuk dalam Cincin Api Pasifik tersebut,” kata dia melalui keterangan resmi, Minggu (21/10).

Dwikorita mengimbau masyarakat jangan reaktif mendapat kabar dari sosial media yang belum jelas kebenarannya. Daripada meributkan ramalan dan prediksi gempa, katanya, lebih baik masyarakat bersama pemerintah dan stakeholder lainnya pro aktif mempersiapkan upaya mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami.

“Lakukan aktivitas seperti biasa, jangan terpengaruh oleh isu-isu yang dihembuskan oleh pihak yang ingin membuat kegaduhan dan kecemasan,” ujar dia.

Mitigasi bencana yang dapat dilakukan antara lain mengedukasi masyarakat tentang cara penyiapan perlindungan dan keselamatan sebelum, saat, dan setelah gempa bumi.

Hal lain yang bisa dilakukan adalah membangun bangunan dan infrastruktur yang sesuai “building code” atau persyaratan bangunan tahan gempa, menetapkan tata ruang wilayah berbasis peta rawan bencana, menyiapkan jalur evakuasi, dan membangun tempat berlindung sementara untuk evakuasi vertikal dari ancaman tsunami di daerah pantai.

Deputi Bidang Geofisika BMKG Muhammad Sadly menambahkan bahwa menurut “Peta Sumber dan Bahaya Gempabumi Indonesia 2017”, secara geologis dan tektonik wilayah Kota Surabaya dan Madura berada pada jalur zona sesar aktif.

Berdasarkan catatan sejarah kegempaan (Visser 1922), lanjut Sadly, jalur Sesar Kendeng pernah memicu terjadinya gempa bumi merusak di Mojokerto (1836,1837), Madiun (1862, 1915) dan Surabaya (1867).

Sedangkan Sesar RMKS pernah memicu terjadinya gempa bumi merusak di Rembang-Tuban (1836), Sedayu (1902), Lamongan (1939), dan Sumenep (13 Juni 2018 dan 11 Oktober 2018 ).

“Saya berharap masyarakat tetap tenang, namun waspada. Pemerintah melalui BMKG terus memantau gempa yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia selama 24 Jam penuh setiap harinya,” kata Sadly.

Dalam beberapa kesempatan, BMKG dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) selalu mengatakan bahwa belum ada teknologi yang mampu memprediksi terjadinya gempa. Ini berbeda dengan tsunami yang bisa diperkirakan ketinggian gelombangnya.

editor: fsl




Hadapi Qatar di Piala Asia 2018, Timnas Indonesia Telan Kekalahan Tipis

Timnas Indonesia U-19 kalah 5-6 dari Qatar meski tampil impresif di babak kedua. (CNN Indonesia/Hesti Rika)

Jakarta — Timnas Indonesia U-19 kalah 5-6 dari Qatar dalam pertandingan kedua Grup A Piala Asia U-19 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (21/10).

Usai tertinggal 1-4 di babak pertama, Timnas Indonesia U-19 melakukan perubahan di babak kedua, Nurhidayat yang beberapa kali melakukan blunder dan berbuah gol lawan digantikan Indra Mustafa.

Hanya saja, saat babak kedua baru berjalan enam menit Qatar bisa memperlebar jarak menjadi 5-1 melalui Hashim Ali yang membobol gawang M Riyandi menit ke-51.

Gol itu bermula dari tembakan Abdulrasheed Umaru masih bisa diblok bek Indonesia tapi bola liar masih bisa dikuasai Hashim Ali yang tinggal meneruskan ke gawang yang sudah kosong.

Selain menarik keluar Nurhidayat yang tampil buruk, pelatih Indra Sjafri juga memainkan Todd Rivaldo Fere pada menit ke-55 untuk menggantikan M Rafli Mursalim.

Sayangnya satu menit setelah pergantian itu gawang Timnas Indonesia U-19 kembali kemasukan gol Qatar. Abdulrasheed benar-benar jadi momok untuk Garuda Nusantara dalam pertandingan kali ini. Pemain bernomor punggung 7 itu mencetak gol ketiganya pada menit ke-56.

Timnas Indonesia mencetak gol pertamanya di babak kedua melalui Todd Rivaldo Fere pada menit ke-65. Tendangan bebas Rivaldo ke pojok kiri tidak bisa dijangkau kiper Qatar.

Setelah Rivaldo giliran Saddil Ramdani membawa Timnas Indonesia U-19 memperkecil kedudukan menjadi 3-6 pada menit ke-69. Tendangan bebas kaki kiri Saddil ke tiang dekat tidak bisa diantisipasi kiper Qatar, Salah Zakaria.

Timnas Indonesia U-19 tampil lebih impresif di babak kedua. Todd Rivaldo Fere pun mencetak gol keduanya empat menit kemudian. Setelah berhasil mengelabui pemain belakang Qatar U-19, Rivaldo mencetak gol keempat untuk Timnas Indonesia U-19 pada menit ke-73.

Tuan rumah Timnas Indonesia kembali memperkecil kedudukan menjadi 5-6 melalui Rivaldo yang mencetak hattrick pada menit ke-81. Rivaldo melewati penjagaan empat pemain lawan sebelum melepaskan tendangan kaki kanan. Bola tendangan itu mengalir deras melewati sel-sela kaki kiper Salah Zakaria.

Tanpa ada tambahan gol lagi di sisa pertandingan babak kedua, Qatar keluar sebagai pemenang setelah mengalahkan Timnas Indonesia U-19, 6-5.

Susunan pemain

Timnas Indonesia U-19: Muhamad Riyandi; Asnawi Mangkualam, Nurhidayat, Rachmat Irianto, Firza Andika; Saddil Ramdani, Syahrian Abimanyu, Muhamad Luthfi Kamal, Witan Sulaeman; Egy Maulana Vikri, Muhammad Rafli Mursalim.

Timnas Qatar U-19: Salah Zakaria; Hamshim Ali, Abdulla Nasser Almurisi, Ahmed Suhail Alhamawende, Ahmed Albakheet, Youssef Ayman Farahat, Nasir Peer Baksh; Abdollah Ali Saei, Khaled Mohammed Saleh, Mohammed Waad Albayati, Albdulrasheed Umaru.

Berita ini sudah tayang di CNNIndonesia dengan judul “Timnas Indonesia U-19 Kalah 5-6 dari Qatar di Piala Asia 2018” https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20181021204649-142-340232/timnas-indonesia-u-19-kalah-5-6-dari-qatar-di-piala-asia-2018




Hasil Visum Sebutkan Ada Tanda-Tanda Kekerasan. Polisi dituntut Usut Kasus Kematian Erizun

Posisi jasad korban saat pertamakalli ditemukan, sabtu (20/10) Foto: Arsip Polres Inhil.

Tembilahan, detikriau.org – dr Yayan Yulianto membantah telah memberikan pendapat hasil visum tekait kematian warga Kelurahan Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS), Erizun Als Al Gunggut Bin Mukri (31), sebagaimana yang dirilis oleh pihak Kepolisian Polres Inhil.

Menurutnya, tindakan visum baru bisa dilakukan jika ada surat permintaan. Sementara surat itu diakuinya baru diterima hari ini, Ahad (21/10)

“Saya tidak pernah mengeluarkan hasil visum apa-apa sebelum hari ini. Kami mengeluarkan hasil visum jika ada surat permintaan visum. Bagaimana saya bisa mengeluarkan hasil jika surat permintaan saja baru tadi saya terima,”Sampaikan dr Yayan Yulianto kepada detikriau.org melalui pesan whatsApp, ahad (21/10) malam

Ditambahkan dr Yayan, dari hasil visum yang telah dilakukan, ia menyebut menemukan ada luka terbuka dengan pinggir tumpul pada tubuh korban. “Kesan akibat kekerasan tumpul.”katanya.

Keluarga korban saat mendatangi Mapolsek Gas meminta kepolisian memberikan zin untuk mendapatkan hasil visum, Ahad (21/10)

Dr Yayan berharap apa yang diberitakan oleh media sesuai dengan kebenaran karena menurutnya semua itu menyangkut nama baik pribadi dan profesinya. “mohon diluruskan ya pak?” dimintakannya.

Sebelumnya, berdasarkan keterangan pihak kepolisian Polres Inhil melalui rilis pesan WhatsApp, jasad kaku Erizun, warga Jl. Merdeka Lr. Prepat, RT 09 Kelurahan Teluk Pinang pertamakali ditemukan oleh saksi Agus Salim (19), sabtu (20/10) sekira pukul 14.30 Wib.

Saat itu, saksi sedang mengumpulkan bibit kelapa dilahan perkebunan kelapa milik orang tuanya. Sontak saksi dikagetkan saat melihat sesosok tubuh dalam kondisi tergantung di pohon kelapa. Setelah didekati, saksi mengenali bahwa korban tidak lain adalah Erizun.

Saksi kemudian melaporkan penemuan mayat itu kepada RT setempat dan Polsek GAS.

Kapolres Inhil AKBP Christian Rony Putra Sik MH melalui Kasubag Humas, AKP Syafri Joni SE dalam komfirmasinya menerangkan bahwa setelah didapatnya laporan, sekira pukul 14.45 Wib, personil Polsek GAS yang dipimpin Ipda Piyatno beserta pegawai kesehatan Puskesmas Teluk Pinang langsung menuju TKP.

Jasad korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas setempat.” Hasil pemeriksaan dr Yayan Yulianto, ditubuh mayat tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” penjelasannya dalam pesan rilis, sabtu (20/10)./ fsl




Minta Hasil Visum, Keluarga Korban Gantung Diri di Teluk Pinang Datangi Mapolsek

Posisi jasad korban saat pertamakalli ditemukan, sabtu (20/10) Foto: Arsip Polres Inhil.

Tembilahan, detikriau.org – Puluhan keluarga korban Erizun Als Al Gunggut Bin Mukri (31) warga Kelurahan Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) yang ditemukan dalam kondisi tergantung tak bernyawa mendatangi Mapolsek GAS. Mereka menuntut pihak kepolisian untuk memberikan izin mendapatkan hasil visum terkait kematian keluarga mereka.

“kami sudah mendatangi dr Yayan Yullianto untuk meminta hasil visum atas tewasnya keluarga kami, tapi tidak diberikan.” Ujar Paman Korban Ruslan dikomfirmasi detikriau.org melalui sambungan selularnya, ahad (21/10) malam

Menurut Ruslan, dr yayan bersedia memberikan hasil visum dengan syarat harus adanya surat izin dari Kapolsek. “kita mendatangi Polsek untuk meminta izin itu, tidak ada maksud lain”Katanya

Ruslan menyebutkan juga tidak ingin menduga-duga penyebab kematian Erizun. “jawabannya mungkin di hasil visum, makanya kita ingin melihat,”pertegasnya.

Keluarga korban saat mendatangi Mapolsek Gas, Ahad (21/10)

Ruslan menjelaskan, kamis (18/10), dua hari sebelum ponakannya ditemukan dalam keadaan tak bernyawa tergantung di pohon kelapa, sabtu (20/10), korban menurutnya didapati dalam kondisi “mabuk”. Saat itu, beberapa orang yang mencoba mengamankan, namun tak mampu. “waktu itu kami mendapat kabar bahwa Ayi (panggilan akrab korban) sempat berkelahi dan dipukul dibagian kepala oleh petugas,” katanya

Ruslan menduga mungkin saja korban memang nekad menghabisi nyawanya disebabkan beberapa pertimbangan dalam kondisi kalut, namun dugaan ini belum diyakini pihak keluarga secara penuh.

“Ada beberapa hal yang kami lihat ada kejanggalan. Tapi tak perlulah saya ungkap.”

“malam ini surat izin itu barusan sudah keluar, nantilah gimana kelanjutannya.” Akhirinya.

Kapolres Inhil AKBP Christian Rony Putra Sik MH melalui Kasubag Humas, AKP Syafri Joni SE melaui pesan rilis group WhatsApp “Jurnalis Mitra Polres” membantah adanya perkelahian antara korban “Erizun” dengan petugas kepolsian.

Menurut AKP Syafri, pada kamis (18/10) sekira pukul 14.00 Wib korban didapati dalam keadaan “mabuk” di pasar Teluk Pinang dan dilaporkan oleh masyarakat ke Polsek.

Saat anggota Polsek mendatangi dengan dipimpin Kanit Reskrim, korban melarikan diri.

“akhirnya pada sabtu (20/10) korban dijumpai gantung diri.” Ujar AKP Syafri Joni SE memberikan komfirmasi./fsl