Majelis Dzikir Brigade 08 Riau Kutuk Aksi Oknum Banser NU di Garut
Sekretaris DPD Brigade 08 Riau, Erizal
Pekanbaru, detikriau.org – Majelis dzikir brigade 08 Riau mengutuk keras tindakan pembakaran bendera beraksarakan arab oleh sekelompok orang berseragam Banser NU di Garut.
Pembakaran bendera yang diyakini Majelis dzikir 08 Riau yang bertuliskan kalimat “La Illaha illallah Muhammad Darasulullah” itu adalah tindakan yang sangat melukai hati umat Islam Indonesia dan Dunia.
“Majelis dzikir brigade 08 propinsi Riau mengutuk keras perbuatan oknum berseragam banser nu atas pembakaran bendera bertuliskan kalimat, La Illaha illallah Muhammad Darasulullah “Sampaikan Majelis dzikir brigade 08 Riau melalui Sekretaris DPD Brigade 08 Riau, Erizal, selasa (24/10) malam
“apakah si pembakar bukan beragama islam?. Lantas kenapa kalimat yang menjadi tumpuan harapan kita dunia dan akhirat itu dibakar?,”kecam Erizal
Ketua DPD Brigade 08 Riau, Indra Pandeka. (kanan)
Erizal bahkan menyampaikan kecurigaannya bahwa antek komunis sudah menyusup ketubuh umat islam.
Brigade 08 Riau dikatakan Erizal juga menyampaikan permintaan agar pihak kepolisian mengusut tuntas persoalan ini secara adil dan transparan.
“Kami juga meminta NU bersama Banser menyampaikan permintaan maaf kepada Umat Islam diseluruh Dunia. Bagi kami panji itu adalah kalimat tauhid dan sangat sakral sebagai jembatan manusia kepada yang khalik Allah swt,”Tegas Erizal
“Pemerintah khususnya pihak kepolisian tangkap oknum pelaku, swiping keanggotaan Banser NU, bila terindikasi ada antek PKI sesuai amanat UU RI, PKI harus di hapuskan dari NKRI,” Akhirinya./mul
Besok, 40 Ormas di Pekanbaru Gelar Aksi Tuntut Banser dibubarkan
Laskar FPI di sidang Ahok (Foto: Apriliandika Hendra)
PEKANBARU – Sejumlah organisasi masyarakat akan melakukan Aksi Bela Islam Jilid 2 di Pekanbaru pada Kamis (25/10). Mereka menuntut agar Barisan Ansor Serbaguna (Banser), organisasi kepemudaan dari Nahdlatul Ulama (NU), dibubarkan.
Tuntutan itu terkait pembakaran bendera tauhid yang dilakukan Banser di Garut, Jawa Barat, pada Hari Santri Nasional, Senin (22/10). Koordinator Aksi Bela Islam Jilid 2, Khairul Abu Izzan, ingin Banser kembali ke fungsinya sebagai penjaga ulama.
“Besok akan ada tuntutan kita kasih ke Kapolda dan Kejaksaan Tinggi, satu di antaranya mengembalikan fungsi Banser menjaga ulama. Kalau tidak bisa menjaga ulama untuk apa ada, dibubarkan aja,” kata Khairul, Rabu (24/10).
Aksi itu rencananya akan dilakukan usai salat zuhur bersama di Masjid Raya Annur menuju Tugu Zapin. Massa aksi, kata Khairul, tergabung dalam Gerakan Masyarakat Menuntut Keadilan (GMMK).
“Titik kumpul di Masjid Annur setelah salat zuhur berjamaah. Rutenya dari Annur, melalui Jalan Jenderal Sudirman, sampai Tugu Zapin. Sekitar 40 organisasi yang tergabung di GMMK, kita akan membawa atribut kalimat tauhid. Aksi ini akan kita jadikan melebihi aksi menuntut Ahok (dipenjara) kemarin,” kata Khairul.
Dia mengatakan dalam aksi itu akan ada orasi yang disampaikan perwakilan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau. “Peserta orasi dari MUI Riau dan pimpinan organisasai. Kita akan pilih yang orasi karena waktu kita hanya sampai asar,” pungkasnya.
Artikel ini sudah terbit di laman kumparan.com dengan judul “40 Ormas di Pekanbaru Akan Gelar Aksi Tuntut Banser Dibubarkan, Besok”/ https://kumparan.com/selasar-riau/catat-besok-ada-aksi-bela-islam-jilid-2-di-pekanbaru-targetnya-bubarkan-banser-1540379007589965246
Polisi: Tak Ada Unsur Pidana Pembakaran Bendera HTI oleh Banser
Detikriau.org – Ditreskrimum Polda Jabar mengambil alih proses pemeriksaan kasus pembakaran bendera bertuliskan klaimat tauhid, di Alun-alun Limbangan, Kabupaten Garut.
Saat ini, proses hukum persitiwa tersebut masih pada tahap prapenyelidikan. Artinya, polisi masih belum menemukan unsur pidana dalam kasus ini.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Pol Umar Surya Fana menyebutkan, saat ini masih ada tiga orang yang tengah diperiksa oleh polisi dalam kasus pembakaran bendera. Tiga orang tersebut diantaranya, satu panitia upacara Hari Santri Nasional di Limbangan dan dua orang yang melakukan pembakaran bendera.
“Sekarang (ketiga orang itu) di Garut karena status mereka belum—boro boro—tersangka, saksi saja masih berita acara interograsi. Karena masih proses lidik belum sidik. Tadi malam masih di Mapolres Garut. Status hukum masih orang bebas dia mau ke mana saja terserah enggak ada masalah,” ujar Umar saat sesi jumpa pers setelah melakukan gelar perkara di Gedung Direskrimum Polda Jabar, Kota Bandung, rabu (24/10).
Umar menyebutkan, berdasarkan hasil gelar perkara, penyidik tidak menemukan unsur kesengajaan yang dilakukan dua orang anggota Banser saat membakar bendera berkalimat tauhid itu. Justru, polisi menilai apa yang dilakukan pembakar bendera itu untuk menjalankan aturan bahwa dalam acara HSN di Limbangan itu dilarang membawa bendera selain bendera merah putih.
“Karena perbuatan tersebut perbuatan spontan yang dilakukan oleh oknum Banser yang mendasari terhadap konsensus yang telah disepakati sebelumnya. Sampai hari ini kami belum menemukan adanya mens rea (niat) atau sikap batin yang lain selain menghilangkan bendera HTI itu. Kemudian ketika ada larangan maka mereka melakukan pembakaran,” katanya.
Umar menjelaskan, dasar penyidik menyebutkan bahwa pembakar bendera tak memilki niat melakukan tindak pidana, salah satunya dibuktikan dari tak adanya bukti yang mengarah pada aksi pembakaran. Seperti, tidak ada bukti yang menyebutkan pelaku menyiapkan aksi pembakaran dengan membawa korek, atau bahan bakar minyak.
“Contoh kalau dia punya niat bendera itu dibawa, kedua dia sudah nyiapkan korek, bensin, kertas, mungkin rekan-rekan sudah lihat kertas juga susah yang ada korek itu juga nyari-nyari. Itu menunjukan kespontanisan, sebatas itu saja,” ujarnya.
Umar mengatakan, penyidik justru akan lebih mendalami pihak yang membawa bendera tersebut ke upacara HSN di Alun-alun Limbangan itu. Ia menyebutkan, orang yang membawa bendera tersebut bisa menjadi pihak yang bertanggung jawab dalam kekisruhan akibat pembakaran bendera ini.
“Justru kami penyidik tertarik dengan adanya penyusup yang tidak ada dalam tamu undangan upacara membekali diri dengan bendera HTI. Ini apakah butuh banyak yang harus kita jawab dalam proses penyidikan ini,” ujar Umar.
Umar menambahkan, bahwa orang yang membawa bendera tersebut ke upacara HSN itu diduga bukan peserta yang secara resmi diundang panitia. Karena, menurutnya, dalam upacara tersebut panitia hanya mengundang santri dan masyarakat dari tiga kecamatan saja, yakni Kecamatan Limbangan, Malangbong, dan Leuwi Goong.
“Sehingga kita bisa identifikasi orang ini bukan berasal dari tiga kecamtan yang memang menjadi tamu dan peserta upacara,” katanya.
Ia pun memastikan bahwa bendera yang dibakar tersebut merupakan bendera HTI. Sehingga, penyidik berkesimpulan, tidak mempertimbangkan kalimat tauhid yang tertera dalam bendera tersebut.
“Karakteristiknya kan jelas itu seperti itu bendera HTI itulah kenapa kami melakukan obyeknya adalah HTI,” katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa ini bermula saat adanya rekaman video yang memperlihatkan sejumlah orang yang memggunakan seragam Banser tengah membakar bendera berwarna hitam bertuliskan kalimat tauhid. Bendera tersebut identik dengan bendera yang kerap digunakan Hizbut Tahrir. Pembakaran tersebut diduga dilakukan di acara perayaan hari santri 2018 di Alun-alun Limbangan, Kabupaten Garut, Senin (22/10).
Gaungan Suara Dirikan Bulu Kuduk Hebohkan Warga Kuansing
Foto ilustrasi: internet
Taluk Kuantan, detikriau.org – Masyarakat Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau dihebohkan gaungan suara yang terdengar lirih dan mendirikan bulu kuduk. Bahkan ada masyarakat yang menyebut suara yang sepintas terdengar seperti auman binatang buas ini sebagai terompet sangkakala malaikat israfil sebagai tanda tibanya hari kiamat. Selasa (23/10) malam
“Kiamat nampaknya ni” terdengar suara dari percakapan warga dalam rekaman video berdurasi 14 detik itu.
Dikutip dari karimuntoday.com, awalnya warga menilai suara itu suara yang bersumber dari pesawat terbang, namun semakin lama suara itu semakin terdengar aneh dan mebuat bulu kuduk merinding.
Guntur, Kades Pebaun Hulu membenarkan tentang heboh nya suarah aneh tersebut “Iya awal nya kami menduga itu suara pesawat, namun lama kelamaan suaranya makin aneh sehingga timbul persepsi lain dalam pikiran masyarakat.” Akui Guntur
Bahkan Guntur menyakini asal sumber suara itu cukup dekat. “suaranya itu berasal dari pinggir pinggir kuantan itulah paling paling”duganya.
Berikut rekaman video gaungan suara menyeramkan yang hobohkan warga Kuansing ini
Yahoo Setuju Bayar Rp760 M Atas Kasus Kebocoran Data Pengguna
Yahoo sepakat membayar ganti rugi sebesar US$50 juta atas kasus kebocoran data pengguna. (Foto: REUTERS/Denis Balibouse)
Jakarta — Yahoo akhirnya sepakat untuk membayar ganti rugi atas kasus kebocoran data penggunanya yang terjadi pada 2013 dan 2014 lalu. Perusahaan mengungkapkan sepakat untuk merogoh kocek sebesar US$50 juta atau sekitar RP760 miliar (US$1=Rp15.200) kepada lebih dari 200 juta pengguna yang terkena imbas.
Selain membayar ganti rugi materil, Yahoo juga menyediakan layanan pemantauan akun secara gratis selama dua tahun.
Khusus untuk pemilik akun premium bisa mengajukan klaim ganti rugi sebesar 25 persen. Sementara untuk pemilik akun yang secara umum terimbas bisa mengajukan kompensasi dengan tarif US$25 per jam.
Dilaporkan Neowin dilansir dari CNNIndonesia, Yahoo membatasi jumlah pengembalian dana pada US$375 (15 jam) bagi pengguna yang telah mendokumentasikan kerugian, sementara bagi yang tak memiliki rekam jejak bukti kebocoran akun mereka bisa mengajukan ganti rugi hingga US$125.
Setiap pemilik akun yang merasa dirugikan akibat kasus kebocoran data termasuk pencurian identitas bisa melaporkan dan menyertakan bukti adanya upaya pembobolan akun.
Yahoo baru buka suara dan mengakui adanya skandal kebocoran data pada September dan Desember 2016, tak lama setelah ada kesepakatan akuisisi oleh Verizon. Padahal kasus tersebut sudah terjadi jauh sebelum adanya tanda-tanda akuisisi pada 2013 dan 2014.
Akibat kasus tersebut, Verizon sempat berpikir ulang dan melakukan penawaran nilai akuisisi. Proses akuisisi akhirnya mencapai kata sepakat di awal 2017 dengan niilai US$4,83 miliar.
Bisnis Yahoo sendiri kemudian berada di bawah entitas media bernama Oath. Yahoo juga akan berganti nama menjadi Altaba. Perusahaan telekomunikasi AS tersebut menjadikan bisnis Yahoo bersama AOL dan 50 merek lainnya termasuk Huffington Post, blog teknologi TechCrunch, dan Tumblr.
Pagi Ini, Gempa 4.4 Magnitudo Kembali Guncang Wilayah Indonesia Timur
detikriau.org – rabu (24/10) pukul 04:52:57 Wib pagi ini, gempa kembali menguncang wilayah Indonesia bagian timur.
Pusat gempa yang tercatat berkekuatan 4.4 Magnitudo ini berada di laut, 30 kilometer Barat Laut Pulau Panjang, Timur Pulau Bali.
Melalui laman resminya, BMKG merilis, pusat gempa berada di kedalaman 10 km pada titik koordinat 8.21 LS 116.75 BT.
Guncangan gempa dirasakan dalam skala MMI (Modified Mercalli Intensity) II di kawasan Lombok Utara. Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.