Gempa 5.2 Magnitudo Guncang Provinsi Banten

Detikriau.org – Jam 04:11:17 wib, selasa 30 oktober 2018, Gempa berkekuatan 5.2 Magnitudo mengguncang Provinsi Banten.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui laman resminya merilis bahwa gempa yang berpusat 140 km Barat Daya Pandeglang Banten atau pada lokasi  6.92 LS – 105.00 BT berada di kedalaman 10 km

“gempa tidak berpotensi tsunami” Tulis BMKG. Ari Permana




Riwayat Panjang Masalah Lion Air dalam Satu Dekade Terakhir

Foto pesawat lion air yang sedang mengudara : Internet

Jakarta — Pesawat Lion Air JT 610 dengan tujuan Bandar Udara Depati Amir di Pangkal Pinang jatuh pada Senin (29/10) pagi.

Lokasi hilangnya kontak pesawat berada di 25 mil laut dari Tanjung Priok atau 11 mil laut dari Tanjung Kerawang. Berdasarkan informasi Basarnas, pesawat saat kehilangan kontak berada di ketinggian 2.500 meter di atas permukaan laut.

Kecelakaan ini bukan satu-satunya masalah yang mendera maskapai Lion Air dalam satu dekade terakhir. Dihimpun CNNIndonesia.com berikut adalah deretan insiden yang dialami Lion Air:

23 Februari 2009 – Mendarat Darurat
Pesawat Lion Air dari Bandara Polonia, Medan, dengan tujuan Batam mengalami kerusakan selama di udara, sehingga roda pesawat tidak bisa dikeluarkan dari badan pesawat.

Pesawat kemudian mendarat darurat di Bandar Udara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau. Regu penyelamat dan anggota pemadam kebakaran bandara langsung menyambut pendaratan pesawat sebagai antisipasi.

9 Maret 2009 – Tergelincir
Pesawat Lion Air yang datang dari Makassar, Sulawesi tergelincir keluar landasan di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, karena hujan deras. Pesawat bernomor penerbangan JT-793 mengangkut 166 penumpang dan enam awak pesawat. Semua penumpang dan awak pesawat selamat.

27 Juni 2009 – Tergelincir
Lion Air Boeing GT 652 jenis MD 82 tujuan Jakarta-Mataram tergelincir saat mendarat di Bandar Udara Selaparang, Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Insiden ini disebabkan pilot yang seharusnya mendaratkan pesawat di runway 09, lupa arah. Akibat insiden ini, bandara ditutup 3,5 jam, dan keberangkatan dua penerbangan ditunda. Total 162 penumpang selamat dan dievakuasi.

13 Desember 2009 – Tergelincir
Pesawat Lion Air jenis Boing 737-400 tergelincir saat mendarat di Bandara Udara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru. Roda depan pesawat sempat keluar landasan dan mesin mendadak mati, sehingga keberadaan pesawat mengganggu jalur pendaratan dan penerbangan dari dan menuju Pekanbaru. Meski penumpang sempat shock, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

3 November 2010 – Tergelincir
Lion Air penerbangan 712, PK-LIQ Boeing 737-400 rute Jakarta-Pontianak, tergelincir di Bandara Supadio, Pontianak.

Insiden ini disebabkan pendaratan pesawat melebihi runway (landas pacu) atau over shoot. Seluruh penumpang dan kru selamat.

14 Februari 2011 – Tergelincir
Lion Air Penerbangan 598, Boeing 737-900ER rute Jakarta-Pekanbaru tergelincir saat mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru. Semua Penumpang selamat namun.

Insiden ini direspons Dirjen Perhubungan Darat dengan menyatakan bahwa semua pesawat jenis Boeing 737-900ER dilarang mendarat di Kota Pekanbaru bila landasan basah.

15 Februari 2011 – Tergelincir
Lion Air penerbangan JT 0295, Boeing 737-900 ER rute Medan-Pekanbaru, tergelincir di Bandara Sutan Syarif Kasim II, Pekanbaru dengan seluruh roda pesawat keluar dari lintasan bandara. Semua penumpang selamat dan tidak ada yang terluka.

23 Oktober 2011 – Tergelincir
Lion Air JT 673 tergelincir sejauh 15 meter hingga menyentuh area ujung landasan di Bandara Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur. Diduga pesawat tergelincir karena hujan deras yang mengguyur bandara. Kedua roda pesawat terperosok. Seluruh penumpang dan kru selamat.

30 Desember 2012 – Tergelincir
Lion Air tergelincir di Bandara Supadio, Pontianak, pukul 22.00 WIB. Roda sebelah kanan pesawat amblas dalam kejadian itu. Hujan yang mengguyur Kota Pontianak sejak pukul 15.00 WIB menyebabkan landasan menjadi licin. Tidak ada korban dalam peristiwa ini dan seluruh penumpang dan kru selamat.

13 April 2013 – Gagal Mendarat
Pesawat Lion Air JT 904 rute Bandung-Bali gagal mendarat sehingga keluar dari landasan pacu. Pesawat membawa 101 penumpang dan tujuh kru. Sebanyak 50 orang mengalami luka ringan akibat kecelakaan ini.

9 Oktober 2015 – Masalah Mesin
Pesawat Lion Air rute Makassar-Jakarta dengan nomor penerbangan JT773, gagal memberangkatkan penumpang. Setelah sempat take off pukul 06.30 WITA, pesawat ini akhirnya kembali ke Bandara Sultan Hasanuddin sekitar pukul 08.00 Wita.

Pesawat yang mengangkut 218 penumpang yang terdiri dari 212 dewasa dan 6 anak kecil tersebut disebut mengalami permasalahan mesin. Para penumpang diberangkatkan ke Jakarta dengan menggunakan pesawat lain.

20 Desember 2015 – Mendarat Darurat
Pesawat Lion Air JT-772 tujuan Jakarta-Makassar, terpaksa mendarat di Bandara Surabaya lantaran temperatur udara di kabin terlalu dingin hingga membuat air membeku.

Pesawat tersebut lepas landas sekitar pukul 21.00 WIB, Senin 20 Desember 2015 dari Jakarta menuju Makassar. Namun saat mengudara, udara di kabin pesawat tiba-tiba menjadi sangat dingin, bahkan beberapa tempat di kabin, seperti di lantai pesawat muncul bunga-bunga es.

5 Januari 2015 – Kerusakan Sayap
Pesawat Lion Air Boeing 737-900ER dari Bandara Soekarno-Hatta Jakarta tujuan Pekanbaru mendarat di Bandara Internasional Hang Nadim Batam karena mengalami kerusakan pada sayap. Total 210 orang yang berada dalam pesawat itu dalam kondisi selamat.

20 Februari 2016 – Tergelincir
Lion Air JT 263 tergelincir di Bandara Juanda. Pesawat dengan registrasi PK-LFG itu mengangkut penumpang sebanyak 205 orang dewasa, enam anak dan empat bayi.

Lion Air dalam keterangan resminya menjelaskan pesawat mendarat di Surabaya saat hujan mengguyur.

1 April 2018 – Dekompresi Kabin
Pesawat Lion Air JT600 dengan rute Jakarta-Jambi mengalami dekompresi kabin atau tekanan udara berkurang saat sedang mengudara sehingga penumpang harus menggunakan selang oksigen.

Akibat kejadian itu, pesawat mendarat darurat di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang.

29 April 2018 – Tergelincir
Pesawat Lion Air tergelincir di Bandar Udara Djalaluddin, Gorontalo (GTO), Minggu 29 April 2018 sekira pukul 18.35 WITA.

Lion Air menyatakan pesawat tergelincir saat cuaca hujan. Dari 174 penumpang dan tujuh kru, dua penumpang kemudian dirujuk ke rumah sakit karena syok.




Daftar 181 Penumpang Pesawat Lion Air yang Jatuh di Tanjung Karawang

Illustrasi Pesawat Lion Air. (Foto: Instagram/@riel_neyva787)

Jakarta — Pesawat Lion Air tujuan Jakarta-Pangkal Pinang jatuh di Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10) pagi. Pesawat dengan nomor penerbangan JT 610 itu mengangkut 181 penumpang, terdiri dari 124 laki-laki, 54 perempuan, satu anak-anak dan 2 bayi.

Basarnas sudah menemukan puing-puing pesawat yang jatuh di laut dengan kedalaman 30 -35 meter. Saat ini Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub terus berkoordinasi dengan Basarnas, Lion Air selaku operator dan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Perum LPPNPI untuk melakukan kegiatan pencarian dan penyelamatan terhadap pesawat.

Berikut daftar 181 penumpang tersebut dilansir dari kumparan.com:




Dua Orang Pembakar Bendera HTI di Garut Jadi Tersangka

Ribuan warga berunjuk rasa memprotes pembakaran bendera berkalimat Tauhid di depan gedung Sate, Bandung, Jawa Barat. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Jakarta — Kepolisian Daerah Jawa Barat(Polda Jabar) menetapkan dua orang yang diduga membakar bendera diduga simbol organisasi kemasyarakatan (ormas) terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sebagai tersangka.

Dua orang tersebut berinisial M dan F. Keduanya dijerat dengan Pasal 174 KUHP terkait perbuatan yang menimbulkan kegaduhan.

“Iya sudah jadi tersangka,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jabar Komisaris Besar Umar Surya Fana saat dikonfirmasi, Senin (29/10).

Dia menerangkan penetapan M dan F sebagai tersangka diambil setelah polisi melakukan pemeriksaan saksi dan alat bukti. Langkah itu, lanjutnya, juga diambil setelah penyidik memeriksa pria berinisial US, pembawa bendera diduga simbol HTI yang telah ditetapkan sebagai tersangka lebih dulu.

Dengan penetapan dua tersangka baru ini, Umar menambahkan, polisi telah menetapkan tiga sebagai tersangka terkait kasus pembakaran bendera diduga simbol HTI di apel peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang digelar di Limbangan, Garut, Jawa Barat pada Senin (22/10) silam.

“Tiga orang tersangka, satu orang yang membawa bendera, dua orang yang membakar bendera,” kata Umar.

Insiden pembakaran bendera diduga simbol HTI terjadi di apel HSN di Limbangan pada Senin (22/10). Dalam acara tersebut, panitia melarang peserta untuk membawa atribut apapun, kecuali bendera Indonesia.

Saat acara berlangsung, tiba-tiba muncul seorang laki-laki berinsial US mengeluarkan bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid. Panitia segera menarik keluar laki-laki tersebut dan bendera yang dibawa segera dibakar karena dianggap sebagai bendera milik HTI.

CNN Indonesia




Diguyur Rp4,9 Triliun, BPJS Kesehatan Habiskan dalam Dua Hari

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris mengatakan pihaknya telah mempergunakan seluruh dana kucuran Kementerian Keuangan senilai Rp4,9 triliun untuk menutupi defisit. (Adhi Wicaksono).

Jakarta — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengatakan telah mempergunakan seluruh dana kucuran Kementerian Keuangan senilai Rp4,9 triliun untuk menutupi defisit. Bahkan, bantuan dari Kemenkeu ini sudah habis dua hari setelah uang cair.


Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris mengatakan dana tersebut cair pada 24 September 2018 lalu. Namun, uang itu sudah digunakan seluruhnya dua hari kemudian, yakni pada 26 September 2018.

Ia mengatakan pengurangan defisit dalam waktu cepat itu sudah sesuai dengan keputusan yang berlaku. Terlebih, seluruh kucuran uang pemerintah itu digunakan untuk membayar klaim fasilitas kesehatan yang gagal bayar.

“Saat ini sedang kami proses beberapa tagihan-tagihan baru,” ujar Fahmi di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senin (29/10).

Menurutnya, sebagian besar bantuan pemerintah dialirkan ke wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) dengan nilai Rp1,03 triliun, atau 21,02 persen. Dua wilayah lain dengan jumlah perbaikan defisit paling besar adalah Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan nilai masing-masing Rp968,5 miliar dan Rp656,57 triliun.

Setelah mencairkan bantuan pemerintah, BPKP direncanakan akan memeriksa kembali kondisi terkini mengenai arus kas Dana Jaminan Sosial Kesehatan (DJSK). Hasil pemeriksaan BPKP itu akan menjadi dasar Kemenkeu untuk menyelesaikan defisit BPJS Kesehatan sepanjang tahun ini.

Selain itu, BPJS Kesehatan juga telah bekerja sama dengan bank dan lembaga keuangan untuk memberi pembiayaan kepada fasilitas kesehatan, atau biasa disebut supply chain financing. Tujuannya, agar penerimaan pembayaran klaim pelayanan kesehatan bisa dipercepat melalui pengambilalihan bukti pembayaran (invoice) sebelum jatuh temponya tiba.

“Ini sudah ada 13 perbankan dan dua multifinance yang sudah bekerja sama dengan kami,” papar dia.

Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengonfirmasi bahwa uang tersebut sudah cair berdasarkan kajian BPKP, Kementerian Kesehatan, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK).

Setelah itu, ia bilang Menteri Keuangan Sri Mulyani indrawati sudah meminta BPKP untuk melakukan lagi kinerja arus kas BPJS Kesehatan dan prognosanya hingga akhir tahun dan tahun depan. Permintaan ini secara informal sudah disampaikan Sri Mulyani pekan lalu.

“BPKP bisa lakukan hasil review selambatnya tanggal 5 November 2018,” papar dia.

Pencairan anggaran sebesar Rp4,9 triliun untuk membantu BPJS Kesehatan sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 113 Tahun 2018. Anggaran tersebut merupakan bagian dari Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) yang masuk dalam pos belanja lain-lain dengan pagu mencapai Rp67,2 triliun pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018.

CNN Indonesia




Ringkus Terduga Pelaku Penyalahgunaan Narkotika di Keritang, Polisi Amankan 1 Paket Sabu

Keritang, detikriau.org – Kepolisian Polres Indragiri Hilir amankan seorang terduga pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu di Desa Kotabaru Siberida Kecamatan Keritang Kabupaten Inhil, minggu (28/10).

Dari tangan Fs, Polisi mengamankan barang bukti berupa satu paket diduga sabu yang dibungkus plastik bening dan satu set alat hisap sabu (bong) beserta satu unit handphone dan satu unit kendaraan bermotor.

Keterangan Kapolres Inhil AKBP Christian Rony Putra Sik MH melalui Kapolsek Keritang H Martinus M. kronologis penangkapan terduga pelaku diawali adanya informasi yang diterima dari masyarakat.

“Saat ditangkap, ditubuh pelaku ditemukan barang bukti diduga narkotika dan alat hisap tersebut,” Terang Kapolsek

“Saat ini pelaku dan barang bukti diamankan di Mapolsek Keritang untuk proses penyidikan lebih lanjut.” Akhirinya.

Ari Permana