Endemik DBD, Anggaran Kegiatan Fogging Hanya Sebesar Rp 70 Juta. Urus “kotoran manusia”, Dijatahi Miliaran

“Sejak Juli 2018, Seluruh Dana Sudah Terserap Habis”

Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil Herwanissitas saat lakukan kunjungan ke RSUD Puri Husada terkait merebaknya kasus DBD. senin (5/11). Foto: arsip detikriau.org

Tembilahan, detikriau.org – Penyediaan dana untuk kegiatan fogging 2018 pada Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil  hanya dianggarkan sebesar Rp 70 juta. Tindakan fogging dilakukan jika disebuah daerah ditemukan lebih dari satu kasus DBD. Mirisnya, sejak Juli, dana ini sudah terserap habis.

“Dananya sudah habis sejak Juli 2018 yang lalu. Dana sebesar itu kita gunakan untuk melayani 20 Kecamatan di Inhil,” Akui Kepala Seksi surveylans dan imunisasi bidang pencegahan dan pengendalian penyakit pada Dinas Kesehatan Inhil, Herman Mahat kepada detikriau.org di Tembilahan, senin (5/11)

Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil Foto bersama usai kkunjungan ke RSUD Puri Husada Tembilahan. senin (5/11). FOto: arsip detikriau.org

Namun dipastikan Herman, meskipun sudah tidak memiliki anggaran, pihaknya tetap berupaya menjalankan kegiatan, tapi solusinya dengan mengajak peran serta masyarakat setempat.

“kita masih miliki obatnya. Tapi untuk biaya pembelian solar dan bensin, kita terpaksa mengajak masyarakat untuk menyediakan secara swadaya,” Ujar Herman

“memang biasanya seluruhnya diberikan secara gratis, tapi dengan kosongnya kas untuk kegiatan ini, ya mau gimana lagi?,” Keluhnya

Herman juga memastikan kasus DBD ini akan merebak karena memang sifatnya sebagai penyakit menular dan harus segera dilakukan penanganan dengan tepat.

Sementara itu, Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil yang membidangi masalah pendidikan dan kesehatan, Herwanissitas juga menyayangkan minimnya ketersediaan anggaran untuk kegiatan fogging. Harusnya menurut Sitas, sebagai daerah endemik DBD, Inhil harusnya memiliki anggaran yang memadai untuk melakukan tindakan penanganan kasus yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes aegypti ini.

“Harusnya Dinas bisa selektif memilih mana kegiatan prioritas dan mana yang tidak. Inhil daerah endemik DBD, dana fogging hanya Rp 70 Juta, sementara anggaran untuk ngurus, maaf “kotoran manusia” dianggarkan miliaran rupiah. Inikan lucu,” Ujarnya

Di Inhil menurutnya, kasus DBD menjadi kejadian rutin setiap tahunnya. Harusnya dengan pengalaman ini, Dinas harus sudah memiliki langkah penanganan dan tindakan antisipasi yang terstruktur, termasuk tentunya penyediaan anggaran yang memadai.

“Pemerintah sudah berkomitmen untuk lakukan pemberantasan DBD, Dinas Sebagai pelaksana, tentunya harus bekerja secara professional menjabarkan komitmen pemerintah daerah. Ini kembali menjadi sebuah pembelajaran,” Ingatkan Sitas.

Untuk sekedar diketahui, Fogging atau tindakan pengasapan dikenal dengan fungsinya sebagai pemberantas nyamuk demam berdarah. Di beberapa wilayah, aktivitas ini sudah dilakukan secara berkala.

Kegiatan pengasapan ini menggunakan bahan insektisida untuk membunuh nyamuk dewasa penyebab demam berdarah dengue.

Walaupun menggunakan alat yang sederhana, jika dilakukan dengan benar, cara ini dapat bermanfaat untuk membunuh nyamuk.

Tindakan fogging dilakukan untuk mengubah kondisi yang telah terganggu menjadi kondisi yang lebih baik dan bersifat sementara sehingga perlu pengelolaan selanjutnya secara bertahap agar mencapai kestabilan yang diinginkan. Pada pengendalian DBD kegiatannya adalah Larvasida dan Fogging.

Fogging dilakukan jika ditemukan penderita mengalami panas tinggi sama atau lebih dari 3 orang dan/atau ada 1 orang penderita DBD positif.

Penyakit DBD adalah penyakit yang berbasis lingkungan berarti dalam penanganannya haruslah bergandengan tangan bersama dari seluruh elemen masyarakat karena kondisi lingkungan akan selalu berubah setiap saat bahkan dapat berubah dalam hitungan detik, maka peran masyarakat dalam pencegahan dan pengendalian penyakit DBD sangatlah perlu dan menentuikan keberhasilan program.

Sementara itu peran Dinas Kesehatan dalam hal ini sebagai tenaga tehnis yang pada aplikasi pelaksanaan di lapangan tentunya tidak dapat bergerak sendiri, maka dibutuhkan kerjasama seluruh jajaran SKPD/OPD terkait juga unsur yang berkompeten atau tokoh masyarakat serta semua lapisan masyarakat yang peduli terhadap pengendalian penyakit ini./faisal




Bekerjasama dengan IDI, Kapolres Inhil Ulurkan Bantuan Bagi Masyarakat Kurang Mampu

Tembilahan, detikriau.org – Kapolres Inhil AKBP Christian Rony Putra Sik, MH berikan bantuan kepada sejumlah masyarakat kurang mampu disekitaran Kota Tembilahan.

Kegiatan yang dilakukan pada senin (5/11) bekerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kab Inhil kali ini berikan uluran tangan kepada Suharman (67) warga Jalan Kayu Jati Kecamatan Tembilahan Hulu dan Nurita (42) warga Gg. H. Muji Parit 7 Kecamatan Tembilahan Hulu.

Suharman, menderita penyakit stroke, sedangkan istrinya Rafiah (49) alami penyakit kebutaan akibat katarak.

Sementara Nurita menderita penyakit kebutaan dan memiliki 9 orang anak sedangkan sang suami hanya berpenghasilan dari pekerjaan serabutan.

“kegiatan sosial ini merupakan kerjasama kita dengan IDI Kabupaten Inhil,” Ujar Kapolres.

Disamping memberikan bantuan berupa sembako, para tenaga dokter yang tergabung di dalam IDI melakukan pemeriksaan kesehatan serta memberikan bantuan berupa obat-obatan./ Ari Permana




Kasus DBD, Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil Kunjungi RSUD Puri Husada

“15 orang pasien RSUD Puri Husada positif terjangkiti DBD”

Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil Herwanissitas (kiri) dan Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan, dr saut pakpahan (kanan) saat menjenguk seorang balita penderita DBD yang dirawat di rumah sakit ini. senin (5/11)

Tembilahan, detikriau.org —  Sekretrasi Komisi IV DPRD Inhil Herwanissitas kunjungi RSUD Puri Husada Tembilahan. Kunjungan mendadak ini dilakukan terkait meningkatnya kasus penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) dalam dua pekan terakhir.

“Setidaknya saya dilapori sudah ada enam orang warga di Desa Tanjung Baru Kecamatan Tanah Merah dirujuk ke RSUD Puri Husada Tembilahan untuk mendapatkan perawatan akibat DBD,” ujarnya kepada detikriau.org di Tembilahan, senin (5/11)

Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil yang akrab disapa singkat Sitas ini, sebagai daerah endemik, kasus DBD setiap tahun rutin terjadi. Peningkatan kasus biasanya terjadi disaat masa pancaroba dan musim penghujan.

DPRD Inhil, dalam hal ini Komisi IV yang membidangi masalah pendidikan dan kesehatan menurut Sitas meminta kepada Dinas Kesehatan untuk segera menangani persoalan ini agar tidak semakin merebak.

“Harus ada penanganan segera untuk meminimalisir dampak DBD dan megantisipasi penyebarluasan,”Pintanya

Sementara itu Dirtektur RSUD Puri Husada Tembilahan, dr Saut Pakpahan menyatakan bahwa dari hasil uji laboratorium, hari ini, 15 pasien yang dirawat di RS milik Pemerintah Daerah ini positif terjangkiti DBD.

Pasien yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes aegypti ini berasal dari Kecamatan Tembilahan dan beberapa daerah lainnya di Inhil.

“15 orang pasien positif terjangkiti DBD,” Ujarnya./Faisal




Hingga minggu ke 43, 148 Warga Inhil Terdata Susfect DBD

Foto ilustrasi: merdeka.com

Tembilahan, detikriau.org – Minggu ke 43 Tahun 2018, trend kasus susfect Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Indragiri Hilir terdata sebanyak 20 kasus. Jumlah ini meningkat tajam dibandingkan pada periode yang sama di tahun 2017 yang hanya sebanyak 5 kasus.  

Secara keseluruhan, sejak minggu ke 1 hingga ke 43, susfect DBD di Inhil tercatat sebanyak 148 kasus.

Data ini disampaikan oleh Staff kewaspadaan dini seksi surveylans dan imunisasi bidang pencegahan dan pengendalian penyakit pada Dinas Kesehatan Inhil, Haili, kepada detikriau.org ditemui di Tembilahan, senin (5/11)

“Hingga minggu ke 43 total susfect DBD di Inhil terdata sebanyak 148 kasus,” Ujar Haili memberikan pernyataan

Diterangkanya, penderita yang digolongkan dalam susfect DBD dicirikan seperti mengalami demam panas tinggi secara tiba-tiba, dan tanpa disertai batuk filek serta timbulnya bintik-bintik merah pada kulit.

Namun untuk kasus DBD ini, bidang kewaspadaan dini menurutnya hanya mencatat sebatas Susfect, sedangkan positifnya baru diketahui setelah adanya hasil uji laboratorium.

Sementara itu, Herman Mahat, Kepala Seksi surveylans dan imunisasi bidang pencegahan dan pengendalian penyakit pada Dinas Kesehatan Inhil menjelaskan bahwa  kasus DBD cenderung mengalami peningkatan disaat memasukinya musim penghujan yang biasanya terjadi beberapa bulan menjelang akhir tahun.

Dalam kondisi alam seperti ini, meminimalisir merebaknya penyakit DBD, penerapan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus juga perlu terus dilakukan secara berkelanjutan, yakni Menguras atau membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, dan lain-lain, kemudian; Menutup yaitu menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya; dan Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular Demam Berdarah.

Adapun yang dimaksud dengan 3M Plus adalah segala bentuk kegiatan pencegahan seperti  Menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, Menggunakan kelambu saat tidur, Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk,Menanam tanaman pengusir nyamuk, Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah; dan Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain.

“PSN perlu ditingkatkan terutama pada musim penghujan dan pancaroba, karena meningkatnya curah hujan dapat meningkatkan tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD, untuk itu masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan.” Pesankan Herman Mahat

Sebelumnya, seorang balita asal Kecamatan Tanah Merah menghembuskan nafas setelah sempat mengalami panas tinggi dan kejang-kejang. Hasil pemeriksaan medis, bocah berusia 5 tahun ini dipastikan positif  terserang DBD./faisal




Minyak Kelapa dan Manfaatnya untuk Kecantikan

Foto: Internet

Detikriau.org – Tanaman kelapa memang terbukti memiliki banyak manfaat. Seluruh bagian dari tanaman yang banyak digelari pohon kehidupan ini bernilai guna. Mulai dari batang pohon hingga kepucuk daun muda. Bahkan hasil olahan buah kelapa, selain dimanfaatkan untuk minyak goreng ternyata juga memiliki manfaat untuk kecantikan.

Dilansir melalui doktersehat.com, 50 persen kandungan minyak kelapa adalah asam laurat yang mendukung metabolisme yang sehat dan telah diteliti anti-jamur, anti-virus dan anti-bakteri.

Minyak kelapa yang baik adalah yang masih memiliki aroma kelapa segar.

Berikut 4 kegunaan minyak kelapa untuk kecantikan:

  • Untuk merawat kulit kepala dan rambut

Aplikasikan minyak kelapa ke rambut yang kering. Maka nutrisi rambut bisa terpenuhi dan masalah rambut bercabang bisa diatasi. Anda perlu menggosokkan minyak kelapa ke kulit kepala Anda secara merata, tidak sekadar dioleskan saja. Gunakan secukupnya, jangan sampai rambut jadi terlalu berminyak karena penggunaan minyak kelapa yang berlebihan.

  • Untuk pelembab

Minyak kelapa ini sangat baik untuk kulit. And bisa mengatasi kulit kasar dan bibir pecah-pecah dengan minyak kelapa. Cukup oleskan minyak kelapa ke bagian kulit yang kering. Daerah tumit, siku, dan tangan yang sering kering juga bisa diolesi minyak kelapa agar kelembabannya tetap terjaga.

  • Sebagai eye makeup remover

Minyak kelapa juga bisa menghapus riasan mata Anda. Teteskan minyak kelapa di atas kapas, lalu sapukan ke daerah mata Anda dengan lembut. Setelah itu bilas dengan air bersih. Minyak kelapa ini selain bisa menghapus sisa makeup juga dapat menutrisi kulit Anda. Jika Anda punya masalah dengan kulit mata yang sensitif, minyak kelapa bisa jadi solusinya.

  • Sebagai deodorant

Ingin mencari alternatif lain selain deodorant yang biasa dijual di pasaran? Anda bisa menggunakan minyak kelapa. Meskipun tak bisa mengurangi keringat tubuh, tapi akan membuat kulit Anda lebih asam sehingga mencegah munculnya bakteri. Untuk membuat deodorant ini, Anda perlu mencampurkan ¼ cangkir minyak kelapa cair dengan 1/8 cangkir tepung jagung, 1/8 cangkir bubuk sagu betawi (arrowroot), dan 1 sdt baking soda. Campurkan dalam toples kecil, dinginkan dalam kulkas selama 15 menit. Baru simpan di suhu ruangan dan siap untuk digunakan sebagai deodorant dengan mengoleskannya langsung ke ketiak Anda.

Bagi ibu menyusui, minyak kelapa juga bisa dijadikan krim yang bisa dioleskan ke puting susu untuk mencegah iritasi. Cukup lelehkan 2 sdt bubuk cokelat, 1 sdt minyak zaitun, dan 2 sdt minyak kelapa. Krim ini bisa memperlancar regenerasi kulit dan menjaga kelembaban kulit.




Pagi Ini Gempa 4.6 Magnitudo Guncang Sulbar. Sehari Sebelumnya Gempa 5.0 Terjadi di Poso

Detikriau.org – jam 05:14:24 WIB, gempa bumi berkekuatan 4.6 Magnitudo guncang Provinsi Sulawesi Barat. Minggu (4/11)

Pusat gempa berada di darat, 12 km Timur Laut Mamasa atau pada lokasi  2.88 LS – 119.43 BT di kedalaman 10 km.

Dilansir dari laman BMKG, gempa dirasakan (skala MMI) II di Mamaju, III di Toraja, dan III-IV di Mamasa.

Sehari sebelumnya, sabtu (3/11) pukul 04.33.37 WIB, gempa tektonik mengguncang wilayah Kabupaten Poso.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki kekuatan M=5. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 1,26 LS dan 120,48 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 33 km arah barat laut Kota Poso, Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah pada kedalaman 10 km.

Menurut keterangan Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono S.T., Dipl.Seis., M.Sc, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar Sausu. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini memiliki mekanisme pergerakan jenis sesar turun (normal fault).

Guncangan gempabumi ini dilaporkan dirasakan di Poso dalam skala intensitas III MMI dan Palu dalam skala intensitas I-II MMI.

Hingga pukul 05.47 WIB, Hasil monitoring BMKG telah tercatat adanya satu gempabumi susulan (aftershock).

“Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.” Imbau Rahmat./ Ari Permana