Polsek Tembilahan Hulu Ringkus Empat Orang Terduga Pelaku Pencurian

Foto: Arsip Polsek Tembilahan Hulu

Tembilahan, detikriau.orgPolsek Tembilahan Hulu meringkus empat orang remaja tanggung atas dugaan tindak pidana pencurian.

RA dan AS dibekuk sekira pukul 00.15 Wib. Sementara SM dan FY sekira pukul 16.00 Wib, Selasa (6/11)

Dari keempat terduga pelaku polisi mengamankan barang bukti berupa 1 unit kipas angin, 1 unit televisi, 1 unit metrix berikut 2 unit kendaraan bermotor

Keterangan pihak kepolisian, penangkapan terduga pelaku atas laporan tindakpidana pencurian oleh korban, Wardi (33) warga jalan harapan parit 8 Kel Tembilahan Hulu Kecamatan Tembilahan Hulu Kabupaten Inhil.

Tindak pidana pencurian diketahui terjadi pada senin (5/11) sekira pukul 10.30 Wib.

Saat itu, korban baru saja pulang dari Guntung Kecamatan Kateman. Setibanya dirumahnya di Jalan Harapan parit 8, korban mendapati pintu rumah sudah dalam keadaan terbuka. Saat masuk dan memeriksa kondisi rumah, diketahui sejumlah barang berharga miliknya telah raib.

Korban melaporkan kehilangan hartabendanya berupa 2 unit kendaraan bermotor, 1 unit tabung gas LPG 3 Kg, 2 unit Kipas Angin, 1 unit Televisi, 1 unit receiver serta 1 unit mesin pompa air.

“saat ini keempat terduga pelaku sudah kita amankan untuk proses lebih lanjut.” Ujar Kapolres Inhil AKBP Christian Rony Sik MH melalui Kapolsek Tembilahan Hulu AKP Raymon Tarigan S.Sos, rabu (7/11). / Am




Gempa M 5,2 Kembali Guncang Mamasa, Tercatat 78 Gempa Susulan

Sulbar, detikriau.org – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa dengan magnitudo 5,2 kembali mengguncang Mamasa, Sulawesi Barat, Rabu sore, 7 November 2018, pukul 16:42:26 WIB.

“Gempa tidak berpotensi tsunami,”  tulis BMKG dalam keterangan di situsnya. Pusat gempa berada di 2.92 lintang selatan dan 119,41 bujur timur atau sekitar 9 kilometer tenggara Mamasa, Sulawesi Barat.

BMKG menyatakan gempa Mamasa disebabkan sesar Saddang yang mulai aktif. “Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, tampak bahwa gempabumi dangkal ini terjadi akibat aktivitas Sesar Saddang,” sebut Pelaksana tugas Kepala BBMKG Wilayah IV Makassar, Joharman di Makassar, Rabu dilansir melalui tempo.co

Hingga Selasa malam, pukul 22.00 WITA, gempa susulan telah tercatat sebanyak 78 kali. Teranalisa 41 kali gempa yang dipicu mainshock M 5,5 kemudian dimutakhirkan menjadi M 5,2.

Sesar Saddang membentang dari pesisir Pantai Mamuju, Sulawesi Barat memotong diagonal melintasi daerah Sulawesi Selatan Bagian Tengah, lalu Sulawesi Selatan Bagian Selatan, Kota Bulukumba, hingga ke Pulau Selayar Bagian Timur.

Joharman menambahkan meningkatnya aktivitas seismik baik di wilayah Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, maupun di Sulawesi Tengah tidak lepas dari pengaruh gempa tektonik yang terjadi di Donggala dan Palu dengan kekuatan magnitudo 7,7, yang memicu aktivitas sesar yang ada, seperti Sesar Saddang, Sesar Walanae ataupun Sesar Matano.




Jubir FPI: Ada Yang Ingin Habib Rizieq Celaka

Rizieq Shihab/Net

Jakarta – Front Pembela Islam (FPI) menduga kuat pemasangan bendera yang diduga mirip bendera kelompok ekstrimis di kediaman Rizieq Shihab di Mekkah dilakukan oleh para tukang fitnah. 

Tujuannya, untuk mempersulit kehidupan imam besar FPI itu selama berada di Mekkah.

“Tujuannya hanya satu, yaitu HRS (Habib Rizieq Shihab) mendapatkan kesulitan dan mereka para tukang fitnah berharap HRS celaka,” kata Jurubicara FPI Munarman dilansir melalui Kantor Berita Politik RMOL, sesaat lalu, Jakarta, Rabu, (7/11).

Dia menduga fitnah ini merupakan bagian dari upaya sekelompok orang yang ingin menghalangi Reuni 212 dalam waktu dekat.

“Kuat dugaan penjebakan dan intimidasi ini bertujuan untuk menghalangi Reuni Akbar 212 yang akan digelar 3 pekan mendatang,” ujar Munarman.

“Tak cukup mereka memfitnah HRS di Indonesia, namun terus mereka lakukan fitnah hingga HRS berada di Saudi,” sambungnya.

Namun demikian, Munarman mengaku bersyukur Rizieq Shihab telah kembali ke kediamannya setelah sempat diperiksa otoritas keamanan Arab Saudi pada Selasa (6/11) malam

Alhamdulillah beliau sudah berada di rumah,” kata Munarman




Rizieq Shihab Ditahan Polisi Arab Saudi, Ini Penjelasan Kemlu RI

Pimpinan FPI, Muhammad Rizieq Shihab memberi keterangan usai menjalani pemeriksaan di Bareskrim, Jakarta, Rabu (23/11). Pemeriksaan beragendakan melengkapi berkas sebelumnya di tingkat penyelidikan. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Jakarta – Kementerian Luar Negeri RI pada 7 November 2018 buka suara soal kabar penahanan Rizieq Shihab di Arab Saudi yang mencuat pada awal pekan ini.

Dalam sebuah keterangan tertulis yang dilansir melalui Liputan6.com pada Rabu (7/11/2018), Kemlu RI memberikan penjelasan sebagai berikut:

“Pada tanggal 5 November 2018 Kemlu RI menerima pengaduan dari sejumlah pihak mengenai penahanan seorang WNI a.n. Muhammad Rizieq Shihab oleh aparat keamanan Arab Saudi di Makkah.”

“Guna mengklarifikasi kebenaran informasi tersebut, Kemlu RI telah meminta Pejabat Fungsi Konsuler KJRI Jeddah untuk melakukan penelusuran.”

“Dari hasil penelusuran, diperoleh konfirmasi bahwa Muhammad Rizieq Shihab sedang dimintai keterangan oleh aparat keamanan Arab Saudi di Makkah, atas dasar laporan warga negara Saudi yang melihat bendera yang diduga mirip dengan bendera ISIS terpasang di depan rumah Muhammad Rizieq Shihab di Makkah.”

“Menindaklanjuti konfirmasi ini, Pejabat Fungsi Kekonsuleran KJRI Jeddah telah memberikan pendampingan kekonsuleran kepada Muhammad Rizieq Shihab sebagaimana yang diberikan kepada semua WNI yang menghadapi masalah hukum di luar negeri.”

“Tentunya hukum dan aturan setempat harus dihormati.”

“Informasi terakhir yang diterima Muhammad Rizieq Shihab telah dizinkan oleh otoritas keamanan Saudi untuk kembali ke rumahnya di Makkah pada sekitar 20.00 tadi malam (6 November 2018).”




Sempat Kabur, Pelaku Pembunuh Istri di Keritang Diserahkan Keluarga ke Polisi

Korban saat mendapatkan perawatan di Puskesmas setempat. Foto: Arsip Polsek Keritang

Tembilahan, detikriau.org – Riko Bin M Zen, warga Desa Air Baloi Kecamatan Kemuning Kabupaten Indragiri Hilir, pelaku pembunuhan terhadap Sri Mai Karlina diamankan pihak kepolisian setelah sempat menghilang usai melakukan aksi kejinya.

Riko diantar pihak keluarganya kepada Kepala Desa Air Baloi Kecamatan Kemuning dan selanjutnya diserahkan kepada pihak kepolisian Polsek Keritang.

“Tsk saat ini dititip di tahanan Mapolres Inhil Jalan Gadjah Mada Tembilahan untuk keamanannya,” Sampaikan Kapolres Inhil AKBP Christian Rony Putra Sik MH melalui Kasubag Humas AKP Syafri Joni SE, rabu (7/11)

Diterangkan  AKP Syafri, Tsk diserahkan pihak keluarga kepada  Kades Air Baloi pada selasa (6/11) sekira pukul 22.30 Wib dan selanjutnya Kades menghubungi pihak Kepolisian dan segera dilakukan pengamanan.

Sekedar mengingatkan, perbuatan keji Tsk dilakukan pada Senin (5/11) sekira pukul 12.30 Wib di rumah orang tua korban, Rahimah yang tak lain adalah mertuanya sendiri di TKP parit 2 Dusun Teladan Desa Kotabaru Siberida Kecamatan Keritang Kabupaten Inhil.

Saat itu secara membabibuta, Tsk menhujamkan enam tusukan badik ke tubuh korban yang menyebabkan ianya rubuh bersimbah darah.

Korban sempat dilarikan ke Puskesmas setempat dan kemudian dirujuk ke RSUD Puri Husada Tembilahan untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Namun dalam perjalanan menuju Tembilahan, nyawa korban tak lagi dapat tertolong dan akhirnya meninggal dunia./Ari Permana




Pemerintah Bakal Blokir Ponsel ‘Black Market’

Foto ilustrasi: oketekno.com

Jakarta — Pemerintah tengah menyiapkan sistem untuk memblokir peredaran ponsel yang dijual melalui pasar gelap (black market). Diharapkan sistem ini akan bisa digelar pada November 2019.

Regulasi untuk pelaksanaan kebijakan ini akan diatur oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin), sementara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) yang akan menyiapkan sistem DIRBS (Device Identification, Registration, and Blocking System) yang digunakan untuk mendeteksi perangkat dari pasar gelap.

“Kita sudah buat timeline pembuatan sistem ini dan kami juga berharap saja (pelaksanaannya) dapat sesuai dengan apa yang sudah kita tentukan,” jelas Direktur Standarisasi Perangkat dan Informatika Mochammad Hadiyana dalam diskusi Mencari Formula Efektif Meredam Peredaran Ponsel BM (black market), di DPR, Jakarta, Selasa (6/11).

Identifikasi perangkat ini dilakukan dengan mengidentifikasi IMEI ponsel ketika ponsel sudah terhubung dengan operator. Jika IMEI ternyata tidak terdaftar maka ponsel bakal tak bisa dipakai untuk melakukan telekomunikasi dan internet.

“Pendekatan teknis (untuk mengidentifikasi ponsel pasar gelap) yang lebih efektif dan praktis adalah dengan pengendalian IMEI, jadi begitu (IMEI) tidak dikenal maka tidak bisa dipakai,” ujar Ketua Asosiasi Industri Perangkat Telematika Indonesia (AIPTI) Ali Soebroto.

Penyelenggaraan sistem ini akan dibagi dalam tiga fase dalam setahun kedepan. Mulai November 2018, pemerintah sudah masuk ke tahap 1 yakni penyusunan regulasi dan instalasi sistem DIRBS itu sendiri. Selain itu pemerintah juga melakukan sosialisasi kepada instansi terkait seperti operator, vendor ponsel, dan penegak hukum.

Proses tahap pertama ini akan berjalan selama enam bulan dan dilanjutkan dengan tahap kedua pada Mei 2019. Pada tahap ini pemerintah akan menlakukan integrasi fungsionalitas hingga akhirnya melakukan pengoperasian sistem sepenuhnya pada November 2019.

Hadiyana mengatakan bahwa dasar hukum dari pemberlakuan sistem ini adalah UU no.36 Tahun 1999 pasal 32, yang mengatakan setiap perangkat telekomunikasi wajib memperhatikan syarat dan izin yang telah ditentukan oleh Undang-Undang.

Komifo akan berfokus pada Eqiupment Identity Register (EIR) untuk dapat memantau, menganalisis, dan perangkat IMEI. Langkah ini sudah dilakukan oleh beberapa negara lain, seperti Turki, Italy, Kenya, Ukraina, Mesir, dan Nepal.

Melihat adanya kemungkinan jumlah yang sangat tinggi. Sistem pemblokiran IMEI ini akan membuat para penggunanya untuk tidak dapat melakukan kominkasi melalui operator dan hanya akan memblokir perangkat BM yang baru digunakan.

CNN Indonesia