Budi Waseso: Masyarakat Tidak Usah Takut, Tidak Usah Khawatir, Stok Beras Kita Sangat Banyak

Budi Waseso/Net

Jakarta – Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso blusukan ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta Timur, kemarin. Buwas-sapaan akrab Budi Waseso, masuk pasar untuk memonitoring stabilisasi pasokan dan harga beras menyusul adanya kenaikan harga beras medium di beberapa daerah per pekan­nya, termasuk di PIBC. Apa saja hasil pantauan Buwas? Berikut penjelasan mantan Kabareskrim tersebut. 

Persediaan beras di Bulog berapa jumlahnya?
Sampai saat ini stok beras yang ada di Bulog, jumlahnya men­capai 2,7 juta ton. Sebagaimana yang kerap saya sampaikan, stoknya (beras Bulog) penuh melalui perhitungan dengan kemampuan penyimpanan gudang kami.

Kalau penyimpanan di luar Bulog ada?
Dari 2,7 juta ton yang kami simpan di luar Bulog ada 550 ribu ton. Artinya, stok kami sangat banyak, bahkan kami operasi pasar setiap hari. Kami berharap kalau bisa setiap hari diserap 15.000 ton dengan hara­pan untuk stabilisasi harga. Akan tetapi memang serapannya kecil, karena kami cek di lapangan hari ini stok beras terlalu banyak.

Di sejumlah daerah di Indonesia akan memasuki musim panen. Bagaimana itu?
Nah, meski begitu Bulog juga menerapkan untuk di beberapa wilayah yang akan panen, termasuk Lampung, Nusa Tenggara Barat, Jawa, Sulawesi Selatan, dan beberapa wilayah, gudang-gudang yang kami kosongkan untuk menyerap beras dari hasil panen yang kami perkirakan antara Januari dan Februari (su­dah ada yang mulai panen).

Selanjutnya…
Maka perubahan pola tanam beberapa lalu jadi memungkinkan ada percepatan pada penyerapan panen, yaitu mulai Januari dan Februari sudah mulai ada yang panen. Sedangkan nantinya persoalan Bulog adalah jumlah stok kami yang banyak. Jadi kalau memang kurang kami berharap dimanfaatkan.

Maksudnya?

Artinya saya sampaikan agar masyarakat tidak usah takut tidak usah ragu, dan tidak usah khawatir beras itu kurang. Bukti dari Badan Pusat Statistik beberapa waktu lalu itu kami pedomani.

Karena memang berarti ban­yak. Hari ini kami cek den­gan Menteri Pertanian, Satgas Pangan, dan lain-lain di Pasar Induk Beras Cipinang saja stoknya 50.000 ton.

Dari biasanya berapa?
Dari standar biasanya palingbanyak maksimal 20.000-30.000 ton. Namun sekarang bisa mencapai 50.000. Jadi keluar masuknya tipis namun tetap standar di sini kedapatan realitas stoknya 50.000. Kami sampaikan kepada masyarakat tidak usah khawatir menyikapi persoalan beras.

Silakan nanti Satgas Pangan menyampaikan ada fenomena kenapa kok beras jadi mahal (ada kenaikan) padahal sebe­narnya tidak ada alasan untuk naik. Pasalnya stok berlebihan jadi semestinya tidak harus naik.

Bukan karena suplainya kurang?
Memang hukum ekonomi kalau suplainya kurang maka salah satu­nya akibatnya harga naik. Tapi kan ini suplainya banyak dan berlebi­han namun harganya merangkak naik. Nah ini jadi urusan Satgas Pangan yang mengawasilah. Apa yang terjadi sebenarnya?

Artinya ada pemain di sek­tor distribusinya?
Kalau kami melihat distribusi cukup dan food station mendis­tribusikannya juga bagus. Tapi kenapa sampai lapangan jadi mahal. Apalagi stok medium itu justru di operasi pasar tidak se­suai. Artinya kami gelontorkan realisasi di lapangan seharusnya seimbang. Nah ini biar Satgas Pangan karena kalau saya sebagai penyuplai justru ada kecurigaan, yang seharusnya premium menjadi medium. Nah kawan-kawan bisa lihat hari ini stok terbanyak mungkin 80 persen itu premium. Sedangkan kami ini sebelumnya menggel­ontorkan lebih dari 60 persen untuk medium. Namun medium ini jadi kurang. Sebenarnya kami punya data-data dan pengecekan di lapangan bahwa ada peruba­han-perubahan dari medium menjadi premium. Nah ini ber­dampak kepada mengakibatkan harga beras yang murah.

Permintaan food station untuk menggelontorkan harga 5000/bulan bagaimana?
Ya, kami akan berikan, malah kalau food station lebih banyak justru kami bersyukur. Karena itu kan berarti banyak yang akan di pasar seluruh Indonesia, bukan hanya di Cipinang.

Pengawasannya bagaima­na?
Ya, kami bekerjasama dengan food station dan Satgas Pangan dalam rangka mengawasi. Saya ingin mengwasi sampai ke pe­nyalur bahwa pengecer sampai ke konsumen. Jangan beras saya nanti yang medium itu berubah menjadi premium. Nah ini yang menjadi masalah, makanya harus kami awasi sama-sama. ***/rmol.co




Fadli Zon Ingatkan Yusril, Prabowo Bantu Kelahiran PBB

Fadli Zon/Net

Jakarta – Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon tidak terima dengan pernyataan Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra yang menyudutkan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. 

Yusril ragu dengan citra Prabowo yang dianggap berjasa banyak terhadap Islam. Sebab, dia tidak melihat ada track record Prabowo dalam memperjuangkan Islam.

Menanggapi hal itu, Fadli langsung mengingatkan pakar hukum tata negara itu tentang pembentukan PBB yang kini dipimpinnya. Wakil ketua DPR itu merupakan salah satu pendiri PBB di tahun 1998.

“Saya ingatkan Yusril, saya ikut lahirkan PBB dan Pak Prabowo ikut membantu partai ini bisa hadir pada waktu itu, tahun 1998,” ujarnya dalam akun Twitter @fadlizon, sesaat lalu, Sabtu (10/11).

Dia juga meminta mantan Menteri Kehakiman tersebut untuk mengingat kapan dirinya bergabung ke PBB.

“Yang ikut mengajak anda ke partai baru waktu itu adalah saya dan almarhum Farid Prawiranegara, putra Pak Sjafroeddin Prawiranegara. jangan lupa sejarah,” tukasnya/ rmol.co




5 Provinsi dengan UMP 2019 Tertinggi dan Terendah




[Fakta atau Hoax] Benarkah Pasukan Khusus Turki Melacak Pemfitnah Rizieq Shihab?

Berita penangkapan Rizieq Shihab oleh otoritas keamanan Saudi Arabia, Kamis 8 November, kemarin, ramai di media massa maupun media sosial di Indonesia.

Kepolisian Arab memeriksa Rizieq Shihab terkait adanya bendera hitam yang mengarah pada ciri-ciri gerakan ekstrimis di rumah pentolan FPI ini.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel. menuturkan, penangkapan itu berawal saat Kepolisian Mekkah mendatangi tempat tinggal Rizieq Shihab pada 5 November 2018 pukul 08.00 waktu setempat.

“Pemasangan bendera hitam yang mengarah pada ciri-ciri gerakan ekstremis pada dinding bagian rumah belakang Rizieq,” katanya.

Rizieq kemudian dibawa ke kepolisian setelah menjalani pemeriksaan di Kantor Mabahis ‘Aamah atau intelijen umum Arab Saudi. Rizieq dibawa ke kantor tersebut pada 6 November 2018 kemudian dilepaskan pada pukul 16.00 waktu Arab Saudi.

Menyusul peristiwa itu, sebuah informasi tentang Turki melacak pemfitnah Habib Rizieq pun muncul. Informasi itu diunggah oleh website Asia Satu Online pada 7 November 2018 dengan judul :

GERAM! TURKI KERAHKAN PASUKAN ELITE BUAT LACAK PEMFITNAH HABIB RIZIEQ, “KAMI DATANG BERSAMA KEMATIAN”

Potongan artikel situs berita online Asia Satu yang menyebut Pemerintah Turki mengerahkan pasukan pemburu pemfitnah Rizieq Shihab

 

Sebuah foto tentang pasukan berbaret merah yang memegang senjata, menyertai informasi itu adalah dibagikan 6 ribu kali di Facebook. Penyebaran terbanyak di tiga page Facebook yakni Gerakan 2019 Ganti President, Prabowo For NKRI, dan 2019 For Prabowo Subianto RI 1.

Benarkah informasi itu?

Penelusuran Fakta

Dari penelusuran, Tempo menemukan fakta-fakta berikut ini:

  1. Situs media tidak kredibel

Situs Asia Satu Online tidak memenuhi unsur sebagai media berita yang kredibel karena tidak diketahui  siapa penanggung jawab dan alamat perusahaan. Padahal ketentuan tersebut diatur dalam Pasal 12 UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers yang berbunyi: “Perusahaan pers wajib mengumumkan nama, alamat dan penanggung jawab secara terbuka melalui media yang bersangkutan; khusus untuk penerbitan pers ditambah nama dan alamat percetakan.“

Selain itu, tak ada Pedoman Pemberitaan Media Siber yang dimuat dalam situs tersebut. Kewajiban pemuatan Pedoman Pemberitaan Media Siber tercantum jelas pada Pasal 8.

Pedoman Pemberitaan Media Siber ditandatangani oleh Dewan Pers dan komunitas pers di Jakarta, 3 Februari 2012, agar pengelolaan media siber dapat dilaksanakan secara profesional, memenuhi fungsi, hak, dan kewajibannya sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

2. Foto tak sesuai

Foto pasukan berbaret merah yang dimuat Asia Satu Online pernah diunggah di sejumlah website lain sejak 2012. Foto tersebut juga ada dalam koleksi akun Turkish Soldier di Pinterest, sebuah platform media sosial untuk berbagi foto yang populer di luar negeri.

Dalam Turkish Soldier, foto pasukan Turki berbaret merah itu ditandai sebagai pasukan khusus Turki yang juga disebut Bordo Bereliler atau Maroon Baret.  Ini adalah pasukan bersenjata elit di bentuk di bawah tentara nasional Turki. Maroon Baret dibuat untuk mengeliminasi serangan di dalam atau luar negeri, melindungi negara dari terorisme.

Dengan demikian, pasukan khusus Turki ini tidak berkepentingan dengan kasus Habib Rizieq di Arab Saudi.

3. Isi berita tidak nyambung dengan judul

Setelah membaca seluruh isi berita, tidak ada keterangan dari otoritas Turki menurunkan pasukan elitenya untuk campur tangan pada kasus Habib Rizieq.

Bagian awal berita itu hanya berisi keterangan Sekretaris Front Pembela Islam (FPI), Munarman yang menuding ada operasi khusus untuk menjebak Imam Besar Rizieq Shihab. Keterangan Munarman inipun dikutip dari CNNIndonesia.

Pada bagian kedua berita, justru berisi tentang pernyataan Jenderal Hulusi Akar, Panglima Angkatan Bersenjata Turki, yang menurunkan pasukan elitenya itu untuk mencari pemfitnah Ahlul Bait, bukan Habib Rizieq.

“Bila ada yang memfitnah Ahlul Bait, berarti telah melukai kami sebagai muslim. Para pemfitnah harus dimusnahkan,” kata Jenderal yang ditakuti Amerika Serikat tersebut, tulis situs itu.

Kesimpulan

Dari tiga fakta itu bisa disimpulkan bahwa informasi tentang pasukan khusus Turki melacak pemfitnah Habib Rizieq adalah kabar bohong./tempo.co




Pemerintah dan Ormas Sepakat Melarang Bendera HTI

Ketua DPP Front Santri Indonesia Muhammad Hanif bin Abdurrahman Alatas menunjukkan perbedaan bendera HTI dan bendera tauhid di Kementerian Polhukam, Jakarta, 9 November 2018. TEMPO/Friski Riana

Jakarta – Ketua Dewan Pimpinan Pusat Front Santri Indonesia Muhammad Hanif bin Abdurrahman Alatas mengatakan, berdasarkan hasil pertemuan dengan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, pemerintah dan seluruh pimpinan ormas sepakat melarang bendera organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

“Di hadapan Menko Polhukam, Menteri Agama, Sekjen PBNU, perwakilan Banser, dan semua ketua ormas bahwasannya yang tidak boleh bendera ini, bendera HTI,” kata Hanif di kantor Kementerian Polhukam, Jakarta, Jumat, 9 September 2018.

Hanif mengatakan, seluruh ormas dan pemerintah juga sepakat bahwa bendera dengan kalimat tauhid tidak dilarang di Indonesia. Sehingga, kata dia, bendera tauhid ke depannya harus dijunjung tinggi.

“Bendera tauhid seperti dan dengan warna apapun tidak boleh di-sweeping lagi, tidak boleh dilarang lagi, tidak boleh dikucilkan lagi, ini sudah menjadi kesepakatan negara kesatuan Republik Indonesia, apalagi dibakar,” kata dia.

Hanif pun menunjukkan perbedaan bendera HTI dan bendera tauhid. Dalam contoh gambar yang ditunjukkannya, bendera HTI juga mengandung unsur kalimat tauhid, namun ada nama Hizbut Tahrir Indonesia di bagian bawahnya.

Menurut Hanif, bendera HTI sudah didaftarkan ke Kementerian Dalam Negeri dan tercantum dalam AD/ART ormas HTI. Sedangkan bendera yang hanya ada kalimat tauhid bukan lah milik ormas HTI. Ia juga meminta masyarakat untuk tidak membenturkan bendera tauhid dengan bendera merah putih.

“Jangan dibentur-benturkan dengan bendera merah putih. Kita bangga dengan merah putih sebagai negeri kita, dan kita bangga dengan tauhid sebagai keyakinan umat Islam. Jangan pernah dibentur-benturkan,” kata dia./tempo.co




Habib Rizieq Ingatkan Penyebar Fotonya: Bisa Kena Pancung

Habib Rizieq Syihab (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)

Jakarta – Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab menyebut kepolisian Saudi Arabia marah karena ada penyebaran fotonya ketika menanyainya soal benda yang disebutnya poster yang tertempel di rumahnya. Menurut Rizieq, polisi Saudi meminta melapor yang kemudian disetujuinya.

“Dari laporan yang kita buat, maka pihak aparat keamanan Saudi akan mengejar mereka, yaitu mereka melakukan perbuatan tidak menyenangkan terhadap penghuni rumah tanpa izin penghuni rumah, membuat poster membuat masalah,” kata Habib Rizieq saat live video via YouTube, Jumat (9/11/2018).

Menurut Habib Rizieq, para pelaku itu bisa dijerat UU ITE di Saudi dengan ancaman 15 tahun penjara dan denda 2 juta Riyal atau Rp 8 miliar. Selain itu, Habib Rizieq juga menyebut para pelaku bisa dijerat UU Spionase.

“Tidak sampai disitu karena ini bisa dikenakan UU Spionase. Karena kalau terbukti mereka nanti tertangkap melakukan gerakan intelijen asing di dalam wilayah hukum negara Saudi Arabia, mereka bisa dikenakan hukuman pancung,” ucapnya.

Menurutnya, kepolisian Saudi juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara untuk menentukan sudut dari gedung mana. Polisi Saudi, lanjut Habib Rizieq, saat ini sedang melakukan pencarian.

“Kita doakan saja semoga pelakunya akan tertangkap,” kata Habib Rizieq./detikcom