Rumah Menteri Keuangan RI Dijarah, Harta Kekayaan Sri Mulyani Tak Mencolok

ARB INdonesia, JAKARTA — Rumah pribadi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, menjadi sasaran penjarahan massa pada Minggu (31/8/2025) dini hari.

Aksi tersebut terjadi di tengah gelombang kemarahan publik terhadap kebijakan elite politik, menyusul kontroversi kenaikan tunjangan DPR RI dan pernyataan sejumlah pejabat yang dinilai tidak sensitif terhadap kondisi rakyat.

Dari informasi dibeberpa video yang beredar dimedia sosial, massa mendatangi rumah Sri Mulyani sekitar pukul 01.00 dan 03.00 WIB. Ratusan orang, mayoritas remaja, merangsek masuk dan menggasak barang-barang di dalam rumah.

Perhiasan, televisi, lukisan, hingga tas mewah dilaporkan raib. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun kerugian materi diperkirakan cukup besar.

Di tengah sorotan publik, muncul pertanyaan seberapa besar sebenarnya harta kekayaan Sri Mulyani?

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan ke KPK pada 21 Maret 2025, Sri Mulyani tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp92,85 miliar. Berikut rincian asetnya:

– Tanah dan Bangunan: Rp49,54 miliar
Termasuk properti di Tangerang Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan luar negeri.

– Surat Berharga: Rp34,94 miliar
Investasi dalam bentuk saham dan instrumen keuangan lainnya.

– Kas dan Setara Kas: Rp16,50 miliar
Tabungan dan dana likuid.

– Alat Transportasi dan Mesin: Rp782 juta
Termasuk mobil Toyota Innova Zenix dan beberapa motor.

– Harta Bergerak Lainnya: Rp391 juta
Perabotan dan barang koleksi.

– Utang: Rp9,31 miliar
Mengurangi total kekayaan bersih.

Dari beberapa sumber menyebutkan, harta kekayaan Sri Mulyani masih tergolong wajar untuk pejabat negara yang telah menjabat di tiga era pemerintahan: SBY, Jokowi, dan kini Prabowo.

Kenaikan hartanya sekitar Rp13 miliar dibanding tahun sebelumnya, sebagian besar berasal dari peningkatan nilai properti dan surat berharga. (Arb)




DPP Partai NasDem Nonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari Keanggotaan DPR RI

ARB INdonesia, JAKARTA — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem resmi menonaktifkan dua kadernya, Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach, dari keanggotaan DPR RI.

Keputusan ini diumumkan langsung oleh Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, sebagai respons atas pernyataan publik keduanya yang dinilai mencederai perasaan rakyat dan menyimpang dari garis perjuangan partai.

Dalam siaran pers yang ditandatangani Surya Paloh dan Sekretaris Jenderal Hermawi F. Taslim, DPP NasDem menegaskan bahwa aspirasi masyarakat harus menjadi acuan utama dalam perjuangan politik.

“Bahwa dalam perjalanan mengemban aspirasi masyarakat, terdapat pernyataan dari wakil rakyat yang menyinggung dan mencederai perasaan rakyat. Hal tersebut merupakan penyimpangan terhadap perjuangan Partai NasDem,” bunyi pernyataan resmi tersebut.

Penonaktifan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach berlaku efektif mulai Senin, 1 September 2025. Ahmad Sahroni sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI, namun telah dicopot dari posisi tersebut menyusul kontroversi ucapannya yang menyebut pihak yang menyerukan pembubaran DPR sebagai “orang tolol”.

Sementara itu, Nafa Urbach menuai kritik publik setelah mendukung kenaikan tunjangan rumah anggota DPR sebesar Rp50 juta per bulan, yang dianggap tidak peka terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

Keputusan ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan publik, termasuk aksi demonstrasi yang berujung kericuhan di kompleks DPR Senayan.

DPP Partai NasDem juga menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban jiwa dalam aksi tersebut, termasuk pengemudi ojek online Affan Kurniawan yang meninggal dunia setelah terlindas kendaraan taktis Brimob.

Surya Paloh menegaskan bahwa Partai NasDem lahir dari semangat kerakyatan dan harus senantiasa berpijak pada tujuan nasional sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945. Ia mengingatkan seluruh kader untuk menjaga integritas dan kepekaan terhadap aspirasi rakyat sebagai fondasi utama perjuangan politik partai. (Arb)




Puncak Amarah Rakyat, Dari Jalanan Hingga ke Rumah Wakil Rakyat

ARB INdonesia, JAKARTA – Gelombang kemarahan rakyat yang telah lama terpendam akhirnya meledak. Ribuan massa turun ke jalan, bukan sekadar untuk menyuarakan aspirasi, tetapi untuk menuntut pertanggungjawaban atas ketimpangan yang kian nyata.

Di tengah teriakan tuntutan dan kepulan asap dari ban-ban yang dibakar, satu pesan bergema “Kami muak!”

Berdasarkan pantauan dan pengamatan dari sumber-sumber dalam video-video yang beredar hingga livestreaming yang ditayangkan dimedia-media sosial, aksi demonstrasi yang awalnya berlangsung damai berubah menjadi amukan kolektif. Ketika aparat mulai kehilangan kendali, massa bergerak liar, menyasar simbol-simbol kekuasaan yang dianggap tak lagi berpihak pada rakyat.

Rumah-rumah mewah milik anggota DPR RI menjadi sasaran. Di Setiabudi, Jakarta Selatan, kediaman Eko Patrio dijarah habis. Barang-barang bernilai ratusan juta rupiah raib, meninggalkan puing-puing kemewahan yang tak lagi berarti.

Tak berhenti di sana, rumah Uya Kuya di Duren Sawit ikut diserbu. Sebelumnya, Ahmad Sahroni juga mengalami nasib serupa. Kawasan elite yang biasanya tenang berubah menjadi medan ketakutan. Mako Brimob Kwitang pun dilaporkan dalam kondisi mencekam, dengan penjagaan ekstra ketat dan ketegangan yang belum reda.

Di tengah kekacauan, muncul wajah-wajah publik yang mencoba meredam amarah. Eko Patrio, didampingi Pasha Ungu, menyampaikan permintaan maaf. Namun bagi sebagian rakyat, kata-kata tak lagi cukup. Mereka menuntut perubahan nyata, bukan sekadar retorika.

Aksi ini bukan sekadar penjarahan. Ini adalah ledakan frustrasi atas janji-janji yang tak ditepati, atas kebijakan yang dirasa timpang, dan atas kehidupan yang semakin sulit.

Jakarta menjadi saksi bahwa ketika suara rakyat tak didengar, mereka akan berbicara dengan cara yang paling keras. (Arb)




Rumahnya Dijarah Massa, Ternyata Harta Kekayaan Ahmad Sahroni Capai 12 Digit

ARB INdonesia, JAKARTA — Ahmad Sahroni, anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, kembali menjadi sorotan publik. Bukan hanya karena pernyataannya yang kontroversial soal desakan pembubaran DPR, tetapi juga karena laporan harta kekayaannya yang fantastis.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan pada 21 Februari 2025 untuk periode tahun 2024, Sahroni tercatat memiliki total kekayaan di angka 12 digit atau sebesar Rp363,87 Miliar.

Properti dan Tanah
Sahroni memiliki 19 aset tanah dan bangunan yang tersebar di berbagai wilayah strategis seperti Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan bahkan ada Badung.Nilai total properti tersebut mencapai Rp139.58 Miliar.

Beberapa aset menonjol antara lain Tanah dan Bangunan Seluas 366 m2/356 m2 di Jakarta Selatan, senilai Rp. 22.250.000.000 dan Tanah dan Bangunan Seluas 371 m2/371 m2 di Jakarta Selatan, senilai Rp. 23.187.500.000

Kendaraan Mewah
Tak kalah mencolok, Sahroni juga mengoleksi 28 kendaraan dengan total nilai mencapai Rp38.13 Miliar. Koleksinya mencakup mobil-mobil mewah seperti mobil Porsche 911 Sport Classic tahun 2016 senilai Rp14 Miliar hingga motor Herly Davidson Road Glide tahun 2022 dengan harga Rp1.6 miliar.

Selain itu, harta bergerak lainnya juga tercatat mencapai Rp107 Miliar. Sedangkan untuk surat berharga hanya Rp60 Juta.

Hutang dan Harta Bersih
Meski total kekayaannya mencapai Rp363 Miliar, Sahroni juga melaporkan memiliki utang sebesar Rp34,9 miliar, sehingga harta bersih milik anggota DPR RI 2 Periode itu berada di kisaran Rp328.91 Miliar.

Rumah dan Harta Ahmad Sahroni Dijarah Massa, Amarah Publik Meledak di Tanjung Priok

Kediaman mewah milik Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, yang terletak di Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara menjadi sasaran amuk massa pada Sabtu(30/8/2025) sore. Aksi penjarahan dan perusakan terjadi setelah pernyataan kontroversial Sahroni yang menyebut desakan pembubaran DPR sebagai “mental orang tolol”, hal itu memicu gelombang kemarahan publik.

Sejak pukul 15.00 WIB, ratusan orang mulai mengepung rumah Politisi Partai Nasdem yang dikenal sebagai “Istana Sultan Priok”. Awalnya hanya berupa unjuk rasa, namun situasi berubah drastis ketika pagar rumah dijebol dan massa merangsek masuk ke dalam.

Dalam hitungan menit, rumah tersebut berubah menjadi medan penjarahan. Barang-barang berharga seperti jam tangan mewah, peralatan elektronik, koper, hingga brankas diduga berisi uang ikut digondol massa. Koleksi action figure Iron Man milik Sahroni bahkan terlihat digotong keluar dan dirusak.

Mobil-mobil mewah yang terparkir di garasi rumah turut dirusak. Kaca pecah, bodi ringsek, dan beberapa kendaraan dikabarkan tak lagi bisa digunakan.

Aksi penjarahan ini disiarkan langsung oleh beberapa akun TikTok dan YouTube, memperlihatkan betapa terbukanya akses massa ke seluruh bagian rumah. Dalam salah satu video, terdengar percakapan antar pelaku penjarahan yang menyebut masih banyak barang di lantai dua.

Akibat insiden ini belum diketahui secara pasti berapa kerugian dialami Ahmad Sahroni yang dikenal sebagai “Crazy Rich Tanjung Priok”, dengn kekayaan senilai Rp328,91 miliar. Namun, diperkirakan kerugian mencapai puluhan miliar rupiah.

Reaksi Publik dan Ketidakhadiran Sahroni
Saat kejadian, Sahroni dan keluarganya tidak berada di lokasi. Ia bahkan sempat dikabarkan berada di bandara menuju Singapura. Belum ada pernyataan resmi dari pihak Sahroni maupun Partai NasDem terkait insiden ini. (Arbain)




HUT Ke 56-IPK, 34 Peserta DPD II IPK Dumai Berangkat Ke Perawang.

ARBindonesia. com. DUMAI, (Utusan Rakyat) — Menggunakan 1 unit bus ukuran 3/4, sebanyak 34 kader DPD II IPK Dumai berangkat ke Perawang Kabupaten Siak guna mengikuti perayaan peringatan HUT ke-56 IPK.

Mengambil tempat keberangkatan di halaman rumah kediaman Bendahara DPD II IPK Dumai, Zainal Arif, sebelum rombongan berangkat, terlebih dahulu diiringi doa oleh Wakil Ketua, Bung Tyas.

Disampaikan oleh Ketua DPD II IPK Dumai, Patrik Tatang, keberangkatan rombongan itu mengikuti perayaan merupakan bentuk kebersamaan dan rasa kekeluargaan sesama IPK DPD di 12 Kabupaten/Kota yang ada di Riau.

“Untuk itulah kami kader DPD II IPK Dumai berangkat mengikuti perayaan HUT ke-56 IPK ini. Sesuai arahan Ketua DPD IPK Riau, Kasten Harianja, kebersamaan adalah kekuatan organisasi,” ucap Patrik Tatang didampingi Sekretaris Ahmad Taufik dan Beberapa Zainal Arif.

Untuk diketahui, peringatan HUT ke-56 IPK tingkat provinsi Riau Tahun 2025 dipusatkan di Perawang berdasarkan penunjukan DPD IPK Riau. Itu sebabnya, seluruh biaya perayaan acara ditanggung oleh DPD IPK Riau. Adapun keberangkatan rombongan DPD II IPK Dumai berdasarkan “Surat Tugas Bersama” Nomor: 014/ST/DPC-IPK/DMI/VIII/2025 tanggal 27 Agustus 2025, ditandatangani Ketua Patrik Tatang.

Turut hadir dalam rombongan Wakil Ketua Donny Petrus Situmeang, Wakil Ketua Albekri, Wakil Ketua Kamartias – Tyas AG, Wakil Ketua Robi Sugianta, DanSatGas Donny Hutagaol, Ketua Bidang OKK Anwar Sadat serta WaDanSatGas Jefry Andika.(ES)




HUT Ke-56 IPK Di Perawang, Bertabur Aksi Sosial

ARBindonesia. com. PERAWANG SIAK, (Utusan Rakyat) — Perayaan HUT ke-56 IPK tingkat provinsi Riau yang diadakan di Perawang Kecamatan Tualang Kab. Siak, Kamis (28/8/2025) berjalan meriah dan semarak. Perayaan yang diisi dengan persembahan tari-tarian daerah, penampilan polisi cilik serta aksi karateka (Ikado) anak-anak dari kader IPK Siak itu mendapat applaus dari peserta dan masyarakat yang hadir.

Tampak Lapangan Motuyoko Kota Perawang sebagai tempat penyelenggaraan acara, dibanjiri warna loreng biru para kader dari 11 kabupaten/kota se-Provinsi Riau plus kader tuan rumah. Target panitia menghadirkan 3.000 kader se-Riau tampaknya nyata tercapai. Sementara panitia serta Satgas Inti Maha Sakti Karya IPK Perawang disibukkan dengan menyambut kedatangan tamu undangan serta memastikan ketertiban, kelancaran dan keamanan acara berjalan sesuai rencana.

Dalam sambutannya, ketua panitia acara Unggal Gultom mengatakan, bahwa acara perayaan peringatan HUT ke-56 IPK itu bukan hanya sekedar seremonial saja.

“Tapi juga dibarengi pengabdian IPK ke masyarakat dalam bentuk aksi sosial,” ungkap Unggal Gultom.

“Adapun aksi sosial yang dimaksud adalah berupa pemberian santunan bagi anak yatim-piatu dan disabilitas, penanaman 1.000 bibit pohon, pembagian 1.000 paket sembako dan pencabutan undian sebanyak 4 UMKM yang hadir, senilai Rp 560.000/Pemenang,” pungkas Unggal Gultom. Hari itu masyarakat Perawang Tualang bertabur kebaikan dari panitia pelaksana.

Pemotongan kue ultah ke-56 merupakan acara utama perayaan hari itu. Ketua DPD IPK, Riau Kasten Harianja diperkenan memotong kue dan membagikan ke tamu undangan.

Sementara itu, Ketua Kasten Harianja, sebelum masuk ke inti sambutannya, terlebih dahulu memperkenalkan orang-orang yang telah berkontribusi dalam ia menghidupkan kembali OKP IPK itu di Riau.

“Saya merupakan anak asli Perawang. Dan saat kecil, saya sudah kenal dan berada dalam didikan Bapak Yunus Liem, SH., (Abun),” terang Kasten Harianja, sambil meminta orang yang dimaksud berdiri. Hal yang sama juga ia terapkan kepada para Ketua DPD IPK Kabupaten/Kota lainnya. Itu merupakan penghormatan Kasten Harianja kepada setiap Ketua DPD II IPK se-Riau.

Sejarah berdirinya IPK pada tanggal 28 Agustus 1969 di Medan oleh Sahara Oloan Panggabean (Olo Panggabean) sempat pula ia ceritakan secara singkat. Urainya, bahwa IPK diisi kader dengan ragam latar belakang, baik suku, agama ras dan kelompok atau golongan. Sejak 1997 IPK merupakan organisasi independen, bebas dari pengaruh parpol.

“Maksud didirikannya IPK oleh Olo Panggabean adalah untuk memberdayakan, memandirikan dan mengkaryakan pemuda. Dan saat ini, IPK sudah berdiri di hampir provinsi Indonesia,” pungkas Kasten Harianja.

Sementara Plh Sekdaprov Riau M Job Kurniawan mengajak ribuan kader yang hadir, agar lewat acara perayaan hari itu, bisa menjadi ruang refleksi bagi semuanya.

“IPK adalah milik kita semua. Saya ingin IPK itu bisa bersatu dalam kebersamaan untuk berkontribusi bagi masyarakat. Kami juga ingin IPK jadi mata dan telinga pemerintah dalam menjaga persatuan,” tandas M Job Kurniawan.

Sebagai penyampai sambutan terakhir serta sebagai payung negri, Ketua LAMR Datuk Seri Taufik Ikram Jamil juga mengajak seluruh kader IPK untuk sama-sama menjaga moral warga masyarakat dengan mewariskan kebaikan.

“Dalam 5 tahun terakhir, kami LAMR menilai bahwa IPK terbukti telah membaktikan dirinya dalam menjaga kesatuan dan persatuan bangsa,” kata Datuk Seri Taufik Ikram Jamil.

“Mari merawat tuah atau pemuda dengan kasih sayang sesuai tag line Polda Riau “Melindungi Tuah, Menjaga Marwah,” ajakan Datuk Seri Taufik Ikram Jamil mengakhiri sambutannya.

Untuk diketahui, perayaan HUT ke-56 IPK di Perawang hari itu merupakan tanggungjawab pengurus DPD Riau. Hal tersebut disampaikan sendiri oleh Ketua DPD IPK Riau Kasten Harianja saat rakor seluruh DPD IPK Riau beberapa waktu lalu.

Diantara rombongan peserta, tampak peserta dari DPD II IPK Dumai duduk diantara bangku undangan.

“Kami berterimakasih atas undangan panitia pelaksana. Perayaan yang

pelaksana. Perayaan yang cukup meriah. Semoga kekompakan diantara DPD II IPK se-Riau semakin kuat,” ungkap Ketua DPD II IPK Dumai Patrik Tatang diaminkan Sekretaris Ahmad Taufik Rooney dan Bendahara Zainal Arif dan Pembina Herwin MT Sagala.

Ketua Patrik Tatang merupakan salah satu ketua DPD II IPK yang menerima penghargaan dari Ketua Kasten Harianja dipertengahan acara.

Panitia juga menghadirkan penyanyi etnik asal Medan Erick Sihotang dan pelawak Nai Malfinas sebagai pengisi acara di sesi hiburan.

Turut hadir dalam giat acara tersebut selain Ketua DPD IPK Riau Kasten Harianja dan Bendahara Yunus Liem, SH., (Abun) adalah Sekretaris Kasrul, Penasehat DPD IPK Riau Ir. Pardamean Siahaan, Jajaran Satgas Inti Maha Sakti Karya IPK Riau, Gubernur Riau diwakili Plh Sekda, Kapolda Riau diwakili, Bupati Siak diwakili, Forkopimcam, Kapolres Siak diwakili, Dandim 0322/Siak, Danyon TP 252/BC, Tokoh Agama, Cerdik Pandai, Tokoh Pemuda, Ormas, OKP, Paguyuban, LSM, Media, dan undangan lainnya.(ES)