KPU Tambah Waktu Penetapan DPT Perbaikan Pemilu 2019

Ketua KPU Arief Budiman menyatakan ada penambahan waktu penetapan DPT perubahan pemilu 2019. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Jakarta — Komisi Pemilihan Umum (KPU) menambah waktu penetapan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) II selama 30 hari terhitung sejak Kamis (15/11). Hal itu ditetapkan dalam rapat pleno DPTHP II di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (15/11) malam.

“Rapat pleno ini menetapkan penambahan waktu paling lama 30 hari untuk melakukan penyempurnaan DPTHP bersama dengan Kemendagri dan jajarannya sampai tingkat kabupaten/kota. Kami tidak melakukan penetapan rekapitulasi paling lama 30 hari dari hari ini sampai kurang lebih 16 Desember 2018,” ujar Ketua KPU Arief Budiman.

Arief mengatakan  selain dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), penyempurnaan data ini juga bakal bakak dilakukan bersama dengan Bawaslu RI, Partai Politik peserta Pemilu 2019, dan Tim Pemenangan kedua pasangan calon presiden-wakil presiden.

“Kami melakukan proses penyempurnaan bersama dengan Dukcapil, Bawaslu RI provinsi, kabupaten, kota sampai tingkat desa kelurahan dan bersama dengan parpol-parpol. Akan diajak juga dalam penyempurnaan ini tim kampanye kedua kubu,” papar Arief.

Penambahan waktu ini ditetapkan KPU lantaran enam provinsi masih belum selesai melakukan pemutakhiran data pemilih. Sampai saat ini baru 28 provinsi yang telah selesai melakukan penyempurnaan data pemilih.

Arief mengatakan ke-28 provinsi itu untuk melakukan pemutakhiran kembali apabila ternyata masih ditemukan ada pemilih yang belum masuk ke dalam DPT.

Arief juga menyebutkan bahwa sejumlah daerah (tingkat kabupaten/kota) di enam provinsi itu sudah selesai melakukan pemutakhiran data.

“Jadi jangan bayangkan di enam provinsi itu semuanya belum selesai,” ujar Arief.

Arief berharap pemutakhiran data ini dapat rampung dalam kurun 30 hari mengingat pada 2 Januari 2019 KPU sudah harus memulai produksi logistik surat suara.

“Karena Januari sudah mulai produksi logistik surat suara. Jadwal kami tanggal 2 Januari (2019) kita sudah akan produksi surat suara,” papar Arief

Lebih lanjut, hasil sementara DPTHP II berjumlah 191 juta pemilih dengan rincian 189 juta pemilih dalam negeri dan dua juta pemilih luar negeri.

Temuan Bawaslu Soal Hambatan Sidalih

Ihwal molornya penetapan DPTHP II itu Bawaslu menemukan sejumlah hambatan dalam pemutakhiran data. Salah satunya adalah Sistem Informasi data Pemilih (Sidalih) milik KPU.

Bawaslu menyebut Terdapat sejumlah kendala dalam penggunaannya Sidalih. Salah satunya, proses unggah dan unduh data yang lambat dan sering error. Hambatan itu terjadi saat Sidalih digunakan untuk memastikan pemilih terdaftar satu kali, sesuai Undang-undang.

“Hambatan ini juga menyebabkan keterlambatan dalam menyampaikan dokumen by name by address ke Bawaslu setelah penetapan DPTHP-2 di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota,” kata Ketua Bawaslu, Abhan.

Atas dasar itu ia merekomendasikan KPU untuk mempertimbangkan kembali efektifitas penggunaan Sidalih.

CNN Indonesia




Upaya Evakuasi Harimau Sumatra di Pulau Burung dilanjutkan Esok

Pulau Burung, detikriau.org – Hingga siang berganti malam, Harimau Sumatra yang terjebak dikolong bangunan ruko milik warga di Desa Pulau Burung Kecamatan Pulau Burung Kabupaten Indragiri Hilir – Riau belum berhasil dievakuasi. Tim rencanakan proses evakuasi akan kembali dilanjutkan esok hari.

“Mengingat hari semakin malam dan gelap, Tim rencanakan proses evakuasi akan dilanjutkan esok hari,” Ujar Camat Pulau Burung, M Yusuf berikan komfirmasi kepada detikriau.org melalui pesan WhatsApp, Kamis (15/11)

Proses evakuasi harimau sumatra yang terjebak dikolong bangunan ruko di pulau burung oleh tim. Foto: ist/detikriau.org

Menurut Camat, meski siang tadi Harimau sempat ditembak peluru bius, namun proses evakuasi mengalami kesulitan disebabkan kondisi kolong ruko yang sempit.

Foto: ist/detikriau.org

“upaya proses evakuasi memakan waktu cukup lama sehingga efek bius semakin berkurang dan akhirnya harimau kembali siuman,” Jelaskan Camat

Lanjut Camat, Tim berencana esok hari jika proses evakuasi terjadi kendala, setelah ditembak bius dan harimau dalam kondisi pingsan maka akan dilakukan pembobolan lantai bangunan ruko untuk memastikan posisi dan mempermudah proses evakuasi harimau.

Laporan: Faisal




Sejak Pagi Hingga Sore, 19 Kali Gempa Bumi Guncang Mamasa

Detikriau.org – Sejak pagi hingga sore Pukul 15.20 Wib, kamis 15 november 2018, BMKG mencatat 19 kali Gempa Bumi mengguncang Kabupaten Mamasa Provinsi Sulawesi Barat. Gempa terkuat 5 SR dan terendah 2,5 SR

Gempa pertama pada pukul 06:31:25 WIB dengan Pusat gempa berada di darat 12 km TimurLaut Mamasa atau pada tiitk koordinat 2.91 LS 119.44 BT dikedalaman 10 km dengan kekuatan 5 SR

Pukul 06:36:41 WIB. Gempa kembali terjadi berpusat di darat 40 km Timur Laut Mamasa atau pada titik koordinat 2.6 LS 119.51 BT dikedalaman 10 km dengan kekuatan 4,2 SR

Pukul 06:45:27 WIB. Pusat gempa berada didarat 24 km Timur LAut Mamasa atau pada titik koordinat 2.73 LS 119.45 BT dikedalaman 10 km dengan kekuatan 3,2 SR

Pukul 07:33:15 WIB. Pusat gempa berada didarat 20 km Timurlaut Mamasa atau pada titik koordinat 2.78 LS 119.45 BT dikedalaman 7 km dengan kekuatan 3,8 SR

Pukul 07:34:17 WIB. Pusat gempa berada didarat 20 km Timurlaut Mamasa atau pada titik koordinat 3.07 LS 119.4 BT dikedalaman 7 km dengan kekuatan 3,9 SR

Pukul 07:40:30 WIB. Pusat gempa berada didarat 17 km Timurlaut Mamasa atau pada titik koordinat 2.87 LS 119.67 BT dikedalaman 6 km dengan kekuatan 3,3 SR

Pukul 07:46:55 WIB. Pusat gempa berada didarat 16 km Tenggara Mamasa atau pada titik koordinat 3.41 LS 119.45 BT dikedalaman 5 km dengan kekuatan 3,2 SR

Pukul 08:25:30 WIB. Pusat gempa berada didarat 17 km Tenggara Mamasa atau pada titik koordinat 3.41 LS 119.5 BT dikedalaman 10 km dengan kekuatan 3,7 SR

Pukul 08:38:23 WIB. Pusat gempa berada didarat 30 km Timulaut Mamasa atau pada titik koordinat 2.65 LS 119.42 BT dikedalaman 10 km dengan kekuatan 3,3 SR

Pukul 08:52:49 WIB. Pusat gempa berada di darat 27 km Timurlaut Mamasa atau pada titik koordinat 2.68 LS 119.41 BT dikedalaman 11 km dengan kekuatan 3,8 SR

Pukul 09:02:02 WIB. Pusat gempa berada di darat 27 km Timur Laut Mamasa atau pada titik koordinat 2.53 LS 119.82 BT dikedalaman 10 km dengan kekuatan 2,6 SR

Pukul 09:21:07 WIB. Pusat gempa berada di darat 7 km Barat Daya Mamasa atau pada titik koordinat 2.97 LS 119.3 BT dikedalaman 8 km dengan kekuatan 2,5 SR

Pukul 09:29:13 WIB. Pusat gempa berada di darat 20 km Timur Laut Mamasa atau pada titik koordinat 2.83 LS 119.49 BT pada kedalaman 10 km dengan kekuatan 2,5 SR

Pukul 09:40:11 WIB. Pusat gempa berada di darat 23 km Timur Laut Mamasa atau pada titik koordinat 2.77 LS 119.48 BT dikedalaman 10 km dengan kekuatan 2,8 SR

Pukul 10:14:29 WIB. Pusat gempa berada di darat 15 km Timur Laut Mamasa atau pada titik koordinat 2.82 LS 119.43 BT pada kedalaman 5 km dengan kekuatan 3,2 SR

Pukul 10:32:40 WIB. Pusat gempa berada di darat 21 km Timur Laut Mamasa atau pada titik koordinat  2.9 LS 119.52 BT dikedalaman 5 km dengan kekuatan 2,8 SR

Pukul 10:55:02 WIB. Pusat gempa berada di darat 17 km Tenggara MAMASA-SULBAR atau pada titik koordinat 2.99 LS 119.46 BT dikedalaman 10 km dengan kekuatan 5 SR

Pukul 14:46:37 WIB. Pusat gempa berada didarat 16 km Tenggara Mamasa atau pada titik koordinat 3.05 LS 119.37 BT dikedalaman 10 km dengan kekuatan 2,6 SR

“ Pukul 15:20:37 WIB. Pusat gempa berada di darat 10 km Timur Laut Mamasa atau pada titik koordinat  2.85 LS 119.4 BT dikedalaman 10 km dengan kekuatan 3,2 SR.” Rilis BMKG melalui laman resminya.

Laporan: Amrul




BRG RI Sebut Meranti Paling Cocok Jadi Pusat Laboratorium Penelitian Gambut Dunia

“Pakar Lingkungan dan Gambut Dunia dari 10 Negara Kunjungi Meranti”

Foto: Humas Pemkab Meranti

SELATPANJANG(detikriau.org) – “BRG menilai Kepulauan Meranti merupakan daerah yang paling cocok menjadi pusat penelitian gambut,” aku Deputy IV Bidang Penelitian dan Pengembangan BRG RI, Prof. Dr. Haris Gunawan, dalam acara ramah tamah BRG RI bersama Pemda Meranti sempena kegiatan Tropical Peatland Roundtable Discussion, di Ballroom Hotel Grand Meranti, Selatpanjang, Rabu (14/11/2018) kemarin.

Haris mengatakan, bahwa itulah yang mendasari BRG RI menjadikan Kepulauan Meranti sebagai Pusat Laboratorium Penelitian Gambut Dunia, seperti saat ini dengan memfasilitasi para Pakar Lingkungan dan Gambut dunia yang berasal dari 10 negara untuk mengunjungi 3 Desa di Kecamatan Tebing Tinggi Timur yakni Desa Tj. Sari, Desa Lukun dan Desa Sungai Tohor.

Seperti diberitakan sebelumnya, kedatangan rombongan BRG RI ke Meranti di 3 Desa untuk melihat secara langsung keberhasilan Meranti dalam mengelola dan memanfaatkan kawasan gambut yang menjadi sorotan Badan Restorasi Gambut RI yang menilai Kabupaten Kepulauan Meranti paling cocok menjadi daerah penelitian gambut di Indonesia bahkan dunia, diantaranya kebun Sagu, Budidaya Kolam Ikan, Kanal Blocking, Potensi Kebun Kelapa dilahan Gambut, Kebun Kopi, serta Kunjungan ke Kilang dan Perusahaan Sagu yang ada di Meranti.

Kegiatan ini merupakan kegiatan Internasioal yang digelar oleh BRG RI bekerjasama dengan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, yang baru saja melounching pusat penelitan Gambut. Dan bicara soal pusat penelitian Gambut di Indonesia, dijelaskan Haris, salah satunya berada di Provinsi Riau tepatnya di Kepulauan Meranti.

“Hal itu jelas dibunyikan dalam Kepres yang menyebutkan 4 daerah di Indonesia sebagai daerah prioritas penelitian gambut, yakni Provinsi Riau dipusatkan di Meranti, 1 di Provinsi Kalimantan Tengah dan 2 di Provinsi Sumatera Selatan,” beber Haris.

Dipilihnya Meranti sebagai pusat penelitian gambut, diakui Deputy IV BRG RI, salah satunya untuk mendorong masyarakat di Kepulauan Meranti lebih bersemangat mengembangkan lahan gambutnya. Apasan lainnya untuk membuat terobosan teknologi tentang bagaimana sebenarnya gambut dimanfaatkan dan dikelola untuk menepis stigma kawasan gambut identik sebagai kawasan kebakaran potensial yang sulit ditangani.

Dihadapan para pakar lingkungan dan jajaran pejabat dilingkungan Pemkab. Meranti, Haris berharap, dengan adanya kegiatan ini dan berkat dukungan semua pihak, cita-cita BRG untuk menjadikan Kabupaten termuda di Riau ini sebagai pusat Laboratorium Gambut Internasional dapat terwujud.

“Semoga apa yang kita cita-citakan bersama menjadi Meranti sebagai pusat penelitian Gambut dunia dapat terwujud,” harap Haris.

Sementara itu, Asisten II Sekdakab. Meranti, Syamsuddin SH MH, dalam sambutannya di acara tersebut mengucapkan terima kasih kepada BRG yang akan menjadikan Kabupaten Kepulauan Meranti sebagai pusat penelitian Restorasi Gambut Internasioal. Ia berharap apa yang dilakukan BRgG itu memberikan dampak positif bagi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Apalagi dari informasi yang diterimanya dari Deputy IV BRG RI, Kepulauan Meranti dijatahi dana 10 Miliar untuk penelitian gambut, dari total 49 Milliar dana yang disediakan.

“Terima kasih kepada BRG RI yang telah menjadikan Meranti sebagai pusat penelitian gambut Internasional,” ujar Syamsuddin.

Dalam kunjungannya di Kepulauan Meranti, BRG RI membawa rombongan yang terdiri dari para pakar lingkungan berjumlah kurang lebih 75 orang. Rombongan akan melakukan kunjunga di 3 Desa di wilayah Kecamatan Tebing Tinggi Timur yang direncanakan sebagai lokasi Laboratorium Penelitan Gambut Internasional.

Turut hadit dalam acara ramah tamah BRG RI dan Pemkab. Meranti, Deputi IV Bidang Penelitian dan Pengembangan BRG RI Dr. Haris Gunawan, Asisten II Sekdakab. Meranti Syamsuddin SH MH, Kepala Dinas LHK Meranti Drs. Hendra Putra, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Drs. Azza Fahroni./(hum/Eko)




Senggol Lutut Istri, Pelaku Ayunkan Parang Ketubuh Korban

 

Foto: Arsip Polsek Sungai Batang

Sungai Batang, detikriau.org – Iwan bin Tamin, warga kuala patah parang Kecamatan Sungai Batang Kabupaten indragiri hilir harus mendapatkan perawatan medis akibat sejumlah luka bacok ditubuhnya. Rabu (14/11)

Luka robek di bagian kepala, leher, dan pergelangan jari jempol Iwan hanya berlatarbelakang ketersinggungan pelaku MY (22) yang mengaku melihat korban menyenggol lutut istrinya.

Keterangan Kapolres Inhil AKBP Christian Rony Putra SIK MH melalui Kasubag Humas AKP Syafri Joni SE
Kronologis kejadian bermula pada sabtu tanggal 10 Nopember 2018.

Saat itu pelaku mengaku menyaksikan korban menyenggol lutut istrinya. merasa tidak senang selanjutnya pada hari Rabu 14 Nopember 2018 sekira pukul 19.30 Wib di TKP RT 10 Desa Kuala Patah Parang pelaku yang baru pulang dari mencari ikan melihat korban selanjutnya mengambil Parang yang di sampan lalu mengejar dan menebaskan parangnya ke tubuh korban.

“Akibatnya korban alami luka dibagian kepala, leher sebelah kanan dan luka robek di bagian jari jempol, ” Terang AKP Syafri. Kamis (15/11)

Selanjutnya tambah AKP Syafri, pelaku melarikan diri masuk ke dalam kebun kemudian sekira jam 23.30 wib dengan di bantu oleh masyarakat dilakukan penangkapan dan selanjutnya diamankan di polsek Sungai Batang.

” Saat ini korban dirawat dipuskesmas Kuala Enok Kec. Tanah Merah untuk mendapatkan perawatan medis.” Akhiri AKP Syafri Joni SE. / Ari Permana




Berhasil di Tembak Bius, Proses Evakuasi Harimau di Pulau Burung Masih Menunggu Waktu

 

Foto: ist/detikriau.org

Pulau Burung, detikriau.org – Harimau Sumatra yang memasuki pemukiman penduduk di pulau burung kab inhil berhasil ditembak bius. Untuk evakuasi, petugas masih menunggu reaksi obat bius.

‘sudah ditembak bius. Tapi masih sulit dievakuasi karena harimau masih berada di kolong ruko, ‘ ujar Camat Kecamatan pulau burung, M Yusuf kepada detikriau.org, kamis (15/11) baru saja.

Menurut Camat, setelah ditembak, obat bius membutuhkan waktu sekira 60 menit baru memberikan reaksi.

Laporan: faisal