Diagendakan Besok, Pasangan Bupati Inhil Terpilih Periode 2018-2023 Dilantik di Pekanbaru

Laporan: Amrullah

Foto: Arsip detikriau.org

Tembilahan, detikriau.org – Diagendakan Besok, Kamis (22/11), pasangan Bupati dan Wakil Bupati Inhil terpilih periode 2018-2023 akan dilantik oleh Plt Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim.

HM Wardan dan H Syamsuddin Uti akan jalani prosesi pelantikan di Gedung Daerah, Jalan Diponegoro, Pekanbaru.

Dilansir dari riaupos.co, Asisten I Setdaprov Riau Ahmad Syah Harrofie mengatakan pelantikan HM Wardan berbarengan dengan masa akhir jabatannya sebagai Bupati Inhil periode 2014-2018 pada 22 November. “Jadi tidak ada kekosongan, karena pelantikan sesuai dengan akhir masa jabatan,” katanya.

Namun tidak tertutup kemungkinan juga dilakukan penundaan pelantikan. Hal ini bisa terjadi ketika ada hal-hal yang mendadak, dan tak bisa ditinggalkan oleh Plt Gubernur. Misalnya, jika sewaktu-waktu Plt Gubenur Riau dilantik oleh Presiden sebagai gubernur defenitif di hari yang sama.

‘’Kecuali ditanggal itu ada hal-hal yang luar biasa, misalnya Plt Gubernur dilantik tanggal 22 November, maka kita jadwalkan ulang pelantikannya,” sebutnya.

Sekedar mengingatkan, HM Wardan dan Syamsuddin Uti terpilih pada Pilkada serentak tahun 2018. Paslon nomor urut 3 ini berhasil memperoleh suara sebanyak 133.719 suara sekaligus mengungguli dua pasangan kandidat lainnya, yakni paslon nomor urut 2, Ramli Walid-Ali Azhar dengan perolehan suara 64.675, dan pasangan calon nomor urut 1 Rosman Malomo-Musmalyadi dengan perolehan sebanyak 60.861 suara.

HM Wardan dan H Syamsuddin Uti maju dengan diusung Partai Gokar, Demokrat, PAN dan PKS dengan total 17 kursi di DPRD Inhil (Golkar 8, Demokrat 5, PAN 2, dan PKS 2).




Mencari Lembaga Survei Yang Steril Dan Independen

Ilustrasi: Net

detikriau.org – Lembaga survei dinilai kerap menggiring opini dengan memaparkan hasil temuannya dengan memenangkan salah satu pasangan capres-cawapres. 

rmol mengabarkan,Wakil Sekjen Partai Demokrat, Renanda Bachtar mengatakan keberadaan lembaga survei yang independen dan steril dari upaya dukung mendukung pemberi order sudah semakin langka.

“Caranya banyak, mulai dari pemilihan sampel yang tidak akurat sampai pada merekayasa hasil begitu saja (ini yang paling parah),” kata Renanda, melalui siaran tertulis, Selasa (20/11).

Terakhir, survei yang cukup memunculkan polemik dilakukan LSI Denny JA beberapa waktu lalu. Lembaga tersebut merilis lima ulama yang dianggap paling berpengaruh di Indonesia, utamanya terkait Pilpres 2019. Mereka adalah Ustaz Abdul Somad, Ustaz Arifin Ilham, Ustaz Yusuf Mansur, Ustaz Abdullah Gymnastiar, dan Rizieq Shihab.

Hasil survei bertajuk “Ulama dan Efek Elektoralnya” disesalkan sejumlah pihak. Pasalnya, survei yang dilakukan pada 10-19 Oktober 2018 yang melibatkan 1.200 responden itu berpotensi memecah belah umat Islam.




Kenapa Perjalanan Pulang Lebih Cepat dari Berangkat? Ini Jawabannya

Foto Ilustrasi: Net

Detikriau.org – Siapa sih yang gak suka bepergian? Hampir semua orang, dari muda sampai tua pasti suka bepergian. Pernah gak sih kalian pergi ke suatu tempat yang belum pernah kalian kunjungi sebelumnya, terus ngerasa kalau perjalanan berangkat itu lama banget tapi waktu pulang terasa cepat?

Dilansir idntimes.com, berikut alasannya.

Sangat Fokus

Ketika pergi ke suatu tempat untuk kali pertama pasti kita sangat memperhatikan jalan, sangat berhati-hati karena takut nyasar, memikirkan harus lewat mana, belok kanan atau kiri, masih lurus atau putar balik, dan sebagainya.
Saking fokusnya nih, otak dan otot-otot kita sampai tegang dan berujung dengan rasa bosan lalu mengeluh kesal, “Kok nggak nyampe-nyampe, sih?”

Persepsi terhadap waktu

Ketika otak kita terlalu fokus, hal tersebut bisa mempengaruhi persepsi kita terhadap waktu. Sama halnya ketika kita sedang fokus pada pelajaran Matematika, satu detik terasa lebih lama dari yang seharusnya. Sampai-sampai di kepala kita terbesit kalimat, “Ah, kenapa pelajaran Matematika ini lama sekali?”. Dan persepsi ini juga terjadi ketika kamu sedang menuju ke suatu tempat baru.

Ekspektasi durasi perjalanan

Pernah gak kalian dikecewakan gara-gara terlalu berekspektasi? Hal tersebut juga kadang berlaku ketika kamu sedang menuju tempat traveling. Saat bepergian biasanya kita memiliki ekspektasi untuk tiba di tempat tujuan.

Kenyataannya, di perjalanan kita sering menjumpai hal-hal di luar dugaan seperti macet, ban bocor, dan yang lainnya sehingga menjadi khawatir dan terus-terusan mengecek waktu yang ditargetkan.

Efek psikologisnya, kita berpikiran bahwa sekarang sedang menempuh perjalanan yang sangat panjang dan melelahkan.
Sementara ketika pulang dan tidak berekspektasi apapun, waktu terasa lebih cepat.

Familiar
Sadar atau tidak, otak kita otomatis memberi tanda pada apa yang kita perhatikan saat perjalanan berangkat. Sehingga ketika pulang, jika kita melewati jalan yang sama, maka otak kita gak perlu lagi berusaha keras untuk fokus karena kita sudah familiar dengan jalan tersebut dan tidak tegang atau pun takut nyasar.

Return Trip Effect

Terdapat studi yang pernah dilakukan di Jepang, tentang mengapa waktu pulang terasa lebih cepat dibanding saat berangkat. Ternyata fenomena psikologis mengenai apa yang kita rasakan ini disebut dengan Return Trip Effect.
Jadi, pergi jauh atau dekat, lama atau sebentar, yang penting kamu nikmati saja ya!




Kampung yang Dikuasai Setan

Foto Ilustrasi: Net

Shalat jamaah adalah salah satu amalan harian rutin yang sering dijumpai masyarakat pada umumnya. Bagi kebanyakan orang, amalan tersebut seolah menjadi hal yang lumrah dan biasa. Oleh karena kelumrahan itulah, tidak jarang bila kebanyakan orang meremehkannya. Mereka dengan mudah mengabaikannya dengan dalih, “Shalat bisa dikerjakan di rumah, tidak harus di masjid.”

Fenomena di atas ternyata telah banyak menggejala bahkan menghinggapi diri setiap muslim. Mereka mendatangi masjid untuk shalat jamaah hanya pada hari Jumat ketika shalat Jumat dilaksanakan. Di luar waktu tersebut, masjid menjadi sangat lengang. Azan yang berkumandang hanyalah sebatas penunjuk waktu bahwa saat itu telah memasuki waktu shalat, tidak lebih. Padahal, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sering menekankan kepada umatnya untuk selalu melaksanakan shalat jamaah di masjid.

Bahkan dalam sebuah riwayat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan bahwa setan akan menguasai suatu kampung yang tidak didirikan shalat jamaah di dalamnya. Imam Abu Dawud telah meriwayatkan dari Ma’dan bin Abi Thalhah Al-Ya’mari bahwa Abu Darda’a berkata, “Aku mendengar Rasulullah bersabda:

  مَا مِنْ ثَلَاثَةٍ فِي قَرْيَةٍ وَلَا بَدْوٍ لَا تُقَامُ فِيهِمْ الصَّلَاةُ إِلَّا قَدْ اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمْ الشَّيْطَانُ فَعَلَيْكَ بِالْجَمَاعَةِ فَإِنَّمَا يَأْكُلُ الذِّئْبُ الْقَاصِيَةَ

“Tidaklah tiga orang dari suatu kampung atau pelosok yang di dalamnya tidak didirikan shalat (jamaah), melainkan mereka telah dikuasai setan. Hendaklah kalian berjamaah. Sesungguhnya serigala hanya memakan kambing yang jauh (dari kawanannya)’.” (HR Abu Dawud: II/251-252. Nasa’i: II/106. Al-Albani menyatakan bahwa hadits ini hasan dalam Shahîh At-Targhîb: I/244)

Zaidah meriwayatkan bahwa As-Saib berkata, “Maksud dari berjamaah adalah shalat berjamaah.”

Imam Ibnu Hibban telah memberi judul hadits ini di dalam Shahih-nya: Pengaruh setan terhadap tiga orang jika mereka berada di sebuah padang atau kampung dan mereka tidak melaksanakan shalat berjamaah. (Al-Ihsân fî Taqrîbi Shahîh Ibni Hibbân: V/457)

Seandainya shalat jamaah bukan suatu kewajiban, maka setan tidak mungkin dapat menguasai mereka hanya karena mereka meninggalkannya.

Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah menjelaskan tentang keterkaitan hadits ini dengan wajibnya shalat jamaah, “Sisi pengambilan dalilnya ialah beliau telah memberitahukan bahwa setan akan menguasai mereka karena meninggalkan jamaah, yang syiar-syiarnya adalah azan dan iqamat shalat. Seandainya jamaah itu hanya sebuah anjuran, sehingga seseorang bebas memilih antara melakukannya atau tidak, niscaya setan tidak akan mampu menguasai orang yang meninggalkan jamaah dan syiarnya.” (Kitab Ash-Shalâh hal. 73)

Ya, meninggalkan shalat jamaah sama saja menghilangkan syiar Islam. ketika nilai-nilai Islam mulai terkikis di suatu kampung, maka kekufuran pun akan berkuasa. Kezaliman  dan kemungkaran terus berkembang merajalela. Kebenaran dan keadilan akan sulit didapatkan. Sehingga kondisi ini tak ubahnya seperti kampung yang sedang dikuasai setan.

 

Penulis: Fakhruddin/kiblat.net




Ingin Jadi Perawat di Jepang? Peluang Banyak, Catat Ini Syaratnya

Ilustrasi caregiver asal Indonesia. Foto: Thinkstock

detikriau.org – Jumlah lansia di Jepang membludak, sehingga negaranya sendiri pun kewalahan untuk menyediakan tenaga perawat lansia. Inilah yang membawa peluang bagi tenaga kerja perawat di Indonesia untuk dikirimkan ke Negeri Sakura ini.

detikHealth mengabarkan, setidaknya, sekitar 35 ribu sampai dengan 40 ribu perawat dan caregiver yang dibutuhkan oleh Jepang dalam tenggat waktu 5 tahun ke depan. Akan tetapi, persyaratan yang diterapkan menjadi perawat profesional di sana tak mudah.

“Persyaratannya ketat, terutama soal bahasa. Jadi kita harus mempersiapkan kalau calon tenaga kerja itu bagaimana mereka mendapat belajar bahasa, supaya datang ke sini tuh enggak nol jadi tinggal dipoles lagi. Vietnam juga kirim dan mereka sudah ‘panggang’ sebelum berangkat,” ungkap Arifin Tasfir, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia di Jepang, di sela acara pertemuan bersama Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI).

Sementara itu, ditemui dalam satu tempat yang sama, Bob Felix Tobing, Kepala Fungsi Protokoler/Konsuler di KBRI Tokyo, menjelaskan bahwa tidak ada kuota yang ditentukan dari kerjasama tersebut. Semua ditentukan berdasarkan persiapan dan juga jumlah tenaga kerja yang tersedia untuk dikirim ke sana.

“Jadi enggak ada targetnya, memang tantangan kita sekarang ini tentang tingkat kelulusan. Kelulusan para pemagang, ketika mereka lulus dari Indonesia ini kan mereka mengikuti pelatihan. Di sana dilatih dulu (Indonesia) sebelum berangkat, nanti dilatih lagi. Nanti mereka dites lagi selama tiga tahun, kalau lulus nanti jadi profesional perawat dan caregiver, kalau tidak ya kembali,” tandas Bob.

Dilansir detikFinance, Direktur Pengembangan Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan Roostiawati beberapa waktu menjelaskan bahwa Pemerintah Jepang setidaknya membutuhkan 500 caregiver atau ‘kaigofukushisi’ dalam setiap tahunnya. Kebutuhan ini sulit dipenuhi dari tenaga kerja di Jepang sendiri karena populasi lanjut usia yang sangat besar, yakni penduduk di atas 100 tahun mencapai 15 ribu orang.




Mampukah DJP Kejar Rp 407,48 T Kekurangan Penerimaan Pajak?

Foto: Ari Saputra

Jakarta – Penerimaan pajak telah mencapai Rp 1.016,52 triliun atau 71,39% dari target APBN yang sebesar Rp 1.424,00 triliun. Di sisa waktu yang kurang dari dua bulan ini setidaknya Direktorat Jenderal Pajak (DJP) harus mengumpulkan Rp 407,48 triliun lagi. Mampukah?

Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Humas Ditjen Pajak mengatakan Hestu Yoga Saksama mengatakan pihaknya ditargetkan mengumpulkan penerimaan pajak hanya sebesar 94,9% atau Rp 1.350 triliun.

“Sesuai outlook APBN 2018, kami optimis penerimaan pajak sampai dengan akhir tahun bisa tercapai sebesar Rp 1.350 triliun atau 94,9% dari target Rp 1.424 triliun,” kata Hestu saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Selasa (20/11/2018) dilansir detikcom

Hestu menyebut, untuk mencapai target outlook penerimaan pajak 2018 juga butuh usaha ekstra, yaitu mempertahankan pertumbuhan penerimaan pajak di Oktober 2018 yang sebesar 17,6%.

“Target outlook tersebut akan tercapai apabila penerimaan 2 bulan terakhir ini tumbuh sekitar 17,6%, konsisten dengan pertumbuhan Januari sampai Oktober kemarin,” ujar dia.

Penerimaan pajak sampai Oktober 2018 telah Rp 1.016,52 triliun atau 71,39% dari target APBN. Angka tersebut kurang Rp 407,48 triliun dari target.

Hestu mengungkapkan, pihaknya tetap optimis penerimaan pajak bisa terkumpul 94,9% atau Rp 1.350 triliun dari target APBN karena tren akhir tahun penerimaan mengalami peningkatan.

“Karena belanja pemerintah dan konsumsi masyarakat di akhir tahun. Untuk 2 bulan terakhir angkanya biasanya berkisar antara 20% sampai dengan 24% dari target total,” ujar dia.