Menang Pemilu, PKS Janji Hapus Pajak Motor dan SIM Seumur Hidup

Foto Ilustrasi

Jakarta – Wakil Ketua Tim Pemenangan Pemilu Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzzammil Yusuf mengatakan partainya akan menghapus pajak sepeda motor jika menang dalam Pemilihan Umum atau Pemilu 2019. Menurut Almuzzammil, PKS juga berjanji akan memberlakukan Surat Izin Mengemudi (SIM) sepeda motor seumur hidup.

“Ada 105 juta sepeda motor di Indonesia, di mana sebagian besar adalah milik orang-orang kecil yang terdampak kebijakan ini,” kata Almuzzammil dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Jakarta, Kamis, 22 November 2018 dilansir dari Tempo.co.

Almuzzammil mengatakan PKS akan memperjuangkan kedua hal itu nanti dalam Rancangan Undang-undang (RUU) Penghapusan Pajak Sepeda Motor dan Pemberlakuan SIM Seumur Hidup. Hal ini, kata dia, dilakukan untuk mengurangi beban rakyat yang selama ini semakin bertambah. “Beban rakyat ini semakin berat dengan kenaikan tarif dasar listrik dan harga pangan,” katanya.

Menurut Almuzzammil, penghapusan pajak sepeda motor akan menguntungkan orang-orang kecil yang ekonominya lemah. Selain itu, rakyat kecil tak perlu buang-buang waktu untuk mengurusi surat-surat yang selama ini membuat kerepotan. “Jadi, waktu masyarakat bisa digunakan sebesar-besarnya untuk hal yang lebih produktif,” ucapnya.

Almuzzammil juga menilai penghapusan pajak sepeda motor tak akan menggangu Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) provinsi di Indonesia. Sebab, ucap dia, data beberapa provinsi menunjukkan porsi dari pendapatan pajak sepeda motor itu sekitar 7-8 persen dari total APBD.

Di sisi lain, kata Almuzzammil, pemberlakuan SIM seumur hidup juga dapat memudahkan masyarakat. Selama ini, menurut dia, perbaruan SIM setiap lima tahun sekali itu hanya merepotkan masyarakat. Dia ingin SIM seumur hidup akan berlaku seperti KTP elektronik. “KTP dulu harus lima tahun sekali diperbarui, sekarang seumur hidup. Ini berefek positif pada penghematan waktu produktif masyarakat,” katanya.

Almuzzammil menambahkan, pemberlakuan SIM seumur hidup juga akan meringankan biaya yang harus dibayar masyarakat setiap lima tahun itu. Hal ini, kata dia, sudah berlaku di beberapa negara lain. “Cukup sekali saja membayar biaya pembuatan SIM itu. Ini juga harus diiringi syarat pembuatan SIM yang ketat,” kata politikus PKS ini.




SKB CPNS Digelar 1-4 Desember, Ini Bocoran Soalnya

JAKARTA – Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengumumkan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) akan dilakukan pada awal bulan depan. Tepatnya pada tanggal 1-4 Desember 2018.

okezone mengabarkan, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengatakan, nantinya tes tersebut akan dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama adalah khusus untuk mereka yang menggunakan sistem Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), dan yang kedua adalah sistem yang menggunakan Computer Assisted Test (CAT) milik BKN.

Adapun untuk tes yang menggunakan sistem UNBK akan dilakukan pada tanggal 1-2 Desember. Sementara untuk peserta yang melakukan SKB dengan menggunakan sistem CAT milik BKN akan dilakukan pada 3-4 Desember 2018.

“Tesnya karena tidak sebanyak SKD, maksimum yang ikut tes SKD kan 260 orang, sehingga tempat tesnya tidak sebanyak tanggal 4 diharapkan kita sudah melakukan tes SKB,” ujarnya di Kantor Pusat BKN, Jakarta, Kamis (22/11/2018).

Alasan mengapa mereka yang menggunakan UNBK didahulukan adalah dikarenakan fasiltas UNBK akan digunakan oleh sekolah-sekolah untuk Ujian Sekolah yang akan jatuh pada akhir tahun. Sehingga, BKN memilih untuk memajukan tanggalnya agar mereka yang menggunakan fasilitas UNBK bisa berjalan dengan lancar.

“Tesnya akan bersamaan. Mudah mudahan untuk yang menggunakan fasilitas BKN bisa dimulai tanggal 4. Tapi untuk yang menggunakan fasilitas UNBK tidak akan menggunakan itu. Karena ada ujian sekolah,” jelasnya.

Adapun soal tesnya masih akan sama dengan tahun lalu. Soal tes SKB masih akan berbasis komputer dengan nilai passing grade yang masih sama dengan tahun lalu.

Hanya saja ada beberapa sedikit perubahan pada soalnya. Soal-soal pada tahun ini akan sedikit ada renovasi yang disesuaikan dengan kemajuan dan perkembangan jaman.

“SKB tetap menggunakan komputer. Jadi kita penasaran prosesnya dengan komputer base,” ucapnya.

Dalam tes SKB tersebut nantinya akan dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama merupakan peserta CPNS yang lolos SKD dengan sistem passing grade dan peserta CPNS yang lolos SKD dengan skema baru yakni ranking.

“Soalnya sama baik lulus passing grade maupun tidak lulus SKD sama,” ucapnya.




Kunci Kesuksesan Itu Bernama Sabar

Ilustrasi: Net

Ketika Firaun berkuasa, bani Israel benar-benar dihinakan, mereka hidup sebagai warga kelas bawah yang statusnya disetarakan dengan budak belian. Konon ketika ada seorang Qibthi hendak membawa barang bawaan, alih-alih mencari kuda atau keledai, mereka malah memanggil salah seorang di antara bani Israel untuk mengangkat dan memikulnya.

Kondisi tersebut berlangsung cukup lama hingga kedatangan seorang Musa ‘alaihissalam di tengah-tengah mereka. Dengan penuh kesabaran Musa ‘alaihissalam membimbing mereka untuk mengenal tauhid serta menjadikan kalimat “Laa Ilaaha illallaah” sebagai fondasi keyakinan mereka.

Allah ta’ala pun menceritakan kondisi bani Israel dalam firman-Nya:

وَأَوْرَثْنَا الْقَوْمَ الَّذِينَ كَانُوا يُسْتَضْعَفُونَ مَشَارِقَ الْأَرْضِ وَمَغَارِبَهَا الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا ۖ وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ الْحُسْنَىٰ عَلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ بِمَا صَبَرُوا ۖ وَدَمَّرْنَا مَا كَانَ يَصْنَعُ فِرْعَوْنُ وَقَوْمُهُ وَمَا كَانُوا يَعْرِشُونَ

“Dan Kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu, negeri-negeri bagian timur bumi dan bagian baratnya yang telah Kami beri berkah padanya. Dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir’aun dan kaumnya dan apa yang telah dibangun mereka.” (QS. Al A’raf: 137)

Allah ta’ala memberikan kekuasaan kepada Bani Israel, dikarenakan kesabaran mereka. Huruf ba’ pada kalimat bima shobaruu merupakan ba’ sababiyah, artinya: disebabkan kesabaran yang mereka miliki, maka Allah memberi kekuasaan kepada mereka di muka bumi, dan mewariskan kepada mereka negeri yang telah diberkahi; Palestina.

Bani Israel memasuki negeri tersebut sepeninggal Musa ‘alaihissalam, mereka memasukinya bersama Dawud ‘alaihissalam dan Sulaiman ‘alaihissalam. Mereka pun memerintah Palestina dengan dasar tauhid. Dengan kalimat tauhid pula, bani Israel berhak mewarisi Mesir setelah Firaun ditenggelamkan oleh Allah ta’ala karena menindas serta melalimi ahli tauhid.

Satu pelajaran yang bisa dipetik dari sepenggal kisah bani Israel di atas; bahwa Allah telah mengumumkan busyro atau kabar gembira bagi siapapun yang bersabar dalam kehidupannya dan tidak pernah berhenti menaruh sebuah harapan besar, bahwa Allah ta’ala akan membuka berbagai jalan kemudahan serta mendatangkan kemenangan bagi mereka.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

يَوَدُّ أَهْلُ العَافِيَةِ يَوْمَ القِيَامَةِ حِيْنَ يُعْطَى أَهْلُ البَلَاءِ الثَوَابَ لَوْ أَنَّ جُلُوْدَهُمْ كَانَتْ قُرِضَتْ فِيْ الدُّنْياَ بِالمَقَارِيضِ

“Ketika ahlul bala’ menerima pahala pada hari kiamat, ahlul ‘afiyah sangat menginginkan seandainya kulit mereka dipotong-potong dengan gunting.” (HR. At Tirmidzi)

Ahlul bala’ adalah sebutan bagi mereka yang ketika hidup di dunia banyak mendapatkan cobaan dari Allah ta’ala. Dalam sebuah hadits hasan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menceritakan bahwa ahlul bala’ memasuki surga tanpa melewati proses hisab, maka ahlul ‘afiyah atau orang-orang yang tidak banyak mendapat cobaan semasa hidupnya pun bertanya, “Apa gerangan dengan kalian, sehingga amal perbuatan kalian tidak dihisab?”. Mereka menjawab, “Dahulu kami bersabar dalam menghadapi cobaan dan ridha dengan ketentuan-Nya.” Maka ahlul ‘afiyah pun berangan-angan seandainya dulu di kehidupan dunia kulit mereka dipotong-potong dengan gunting, mereka pun akan ridha dengan cobaan tersebut.

Dalam sebuah hadits panjang yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menceritakan bahwa di hari kiamat kelak datanglah seorang yang ketika di dunia hidupnya bergelimang kenikmatan, lalu dia dicelupkan ke neraka dengan satu kali celupan, kemudian dia ditanya, “Hai fulan, apakah kamu pernah merasakan kesenangan?” Dia menjawab, “Tidak, aku belum pernah sekalipun mengecap kesenangan.”Kemudian didatangkan seorang yang ketika di dunia hidupnya paling sengsara dan paling sering mendapat musibah. Lalu dia dicelupkan di surga dengan satu kali celupan, kemudian ditanya, “Hai fulan, apakah kamu pernah merasakan penderitaan?” Dia pun menjawab, “Tidak, aku sama sekali tidak pernah merasakan penderitaan apapun.”

Mari kita renungkan, cukup satu celupan di surga, seseorang lupa dengan segala macam penderitaan yang pernah dialaminya di dunia. Hanya dengan satu celupan, segala macam kesulitan dan musibah selama 60 tahun atau 70 tahun terlupakan begitu saja. Betapa rendahnya segala macam cobaan dunia ketika dihadapkan kenikmatan surga yang hakiki.

Allah ta’ala berfirman,

وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali Imran: 133)

Maka sudah sepantasnya seorang muslim menjalani kehidupannya di dunia dengan kesabaran yang menyeluruh. Sabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah, sabar dalam menjauhi larangan Allah, sabar dalam menerima ketentuan Allah, sabar dalam menjaga dan menggunakan nikmat Allah.
Sabar Terhadap Sesuatu yang Disukai

Berdasarkan objeknya, secara garis besar sabar terbagi menjadi dua. Sabar terhadap sesuatu yang disukai dan sabar terhadap sesuatu yang dibenci. Sabar terhadap sesuatu yang disukai jauh lebih sulit daripada sabar terhadap apa yang dibenci/tidak disukai hati. Maka dari itu sahabat Abdurrahman bin ‘Auf pernah mengatakan:

“Kami mampu bersabar tatkala diuji dengan kesempitan. Namun kami tidak mampu bersabar tatkala diuji dengan kelapangan.”

Maka Allah ta’ala pun mewanti-wanti kaum muslimin,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ ۚ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. At Taghabun: 14)

Dr. Abdullah Azzam dalam Tarbiyah Jihadiyah menyebutkan ada empat perkara yang harus kita perhatikan pada sebuah kenikmatan yang diinginkan oleh hati, yaitu:

Tidak cenderung kepadanya.
Tidak terlalu bernafsu dalam mengumpulkannya, meskipun yang dikumpulkan tergolong hal yang mubah. Seperti harta dan makanan.
Menjaga dan memelihara hak-hak Allah yang ada padanya.
Menjauhi yang haram selama mencarinya.

Maka sekali lagi, sabar terhadap sesuatu yang kita sukai jauh lebih sukar dari sabar menghadapi musibah. Ketika mengingat akan segala nikmat yang telah kita peroleh, kita harus bersabar atasnya, yakni tidak lalai dari mengingat Allah karenanya, tidak cenderung kepadanya, dan tidak memandang remeh orang lain karenanya.

Sabar Terhadap Sesuatu yang Dibenci

Lalu sabar yang kedua adalah sabar terhadap sesuatu yang dibenci. Dr. Abdullah Azzam dalam Tarbiyah Jihadiyah membagi sabar yang kedua ini dalam tiga bagian:

Sabar ikhtiyari.
Sabar qahri.
Sabar ikhtiyari pada awal mulanya, dan menjadi qahri pada akhirnya, dikarenakan konsekuensi-konsekuensi dari pilihan tersebut ternyata berat dirasa sehingga seseorang menjadi terpaksa menjalani konsekuensi tersebut.

Sabar ikhtiyari merupakan sabar yang merupakan sebuah pilihan, di mana seseorang mempunyai kebebasan untuk memilih antara bersabar dan tidak. Sabar ikhtiyari terjadi ketika seseorang dihadapkan pada perintah dan larangan Allah, dia dapat memilih untuk bersabar ketika menjalankan perintah Allah serta menjauhi larangan-Nya, atau dia dapat memilih untuk tidak bersabar dan bermaksiat kepada Allah.

Sabar ikhtiyari dicontohkan dengan baik oleh Yusuf ‘alaihissalam ketika digoda oleh istri tuannya, kisah ini diabadikan dalam surat Yusuf ayat 23:

وَرَاوَدَتْهُ الَّتِي هُوَ فِي بَيْتِهَا عَنْ نَفْسِهِ وَغَلَّقَتِ الْأَبْوَابَ وَقَالَتْ هَيْتَ لَكَ ۚ قَالَ مَعَاذَ اللَّهِ ۖ إِنَّهُ رَبِّي أَحْسَنَ مَثْوَايَ ۖ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ

“Dan wanita yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata: “Marilah ke sini”. Yusuf berkata: “Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung.” (QS. Yusuf: 23)

Mari kita renungkan, betapa luar biasanya Yusuf ‘alaihissalam yang ketika itu masih muda, perjaka, dan tentu saja beliau orang asing sehingga jikalau melakukan keburukan tidak akan ada nama keluarga yang khawatir tercoreng, namun beliau memilih untuk bersabar dan takut kepada Allah ‘azza wa jalla.

Adapun sabar qahri merupakan kesabaran dalam menghadapi musibah yang mesti dihadapi, yang manusia tidak bisa menolaknya dan tidak mempunyai pilihan selain bersabar menghadapinya. Seperti ketika Nabi Yusuf ‘alaihissalam dimasukkan ke dalam sumur oleh saudara-saudaranya, tidak ada pilihan bagi beliau selain bersabar menunggu pertolongan.

Namun sabar qahri ternyata mempunyai beberapa tingkatan, dalam artian ekspresi kepasrahan seseorang ketika tertimpa musibah ternyata berbeda-beda. Bagi manusia yang lemah akal dan lemah iman, dia hanya menangis, mengeluh, dan mengemis bantuan kepada manusia lainnya. Adapun bagi manusia yang mempunyai cukup keimanan, mereka akan menahan diri untuk mengeluh kepada manusia meskipun terkadang masih timbul rasa tidak puas terhadap takdir Allah yang sedang menimpanya. Sedangkan tingkatan yang tertinggi adalah orang-orang ridha terhadap segala ketentuan Allah yang menghampiri dirinya, mereka senantiasa memenuhi waktunya dengan khusnudzon terhadap Rabbul alamin dalam segala kondisi.

Penulis: Rusydan Abdul Hadi/sumber: kiblat.net




Gunakan Sistem Ranking, BKN Pisahkan Peserta CPNS Jadi 2 Kelompok

JAKARTA – Pemerintah memutuskan untuk mengubah sistem kelulusan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dari sistem passing grade menjadi sistem ranking. Hal tersebut menyusul rendahnya tingkat kelulusan SKD CPNS pada tahun ini.

okezone mengabarkan, perubahan tersebut diperkuat dengan dikeluarkannya aturan tentang optimalisasi pemenuhan kebutuhan formasi PNS dalam seleksi CPNS oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenpanRB).

Adapun aturan rinncinya adaalah tertuang dalam Peraturan Menteri PanRB (Permenpan) Nomor 61 Tahun 2018 tentang optimalisasi pemenuhan kebutuhan formasi pegawai negeri sipil dalam seleksi CPNS 2018. Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengatakan, perubahan aturan ini sama sekali tidak akan memengaruhi teman-teman peserta yang sebelumnya sudah lulus passing grade.

Sebab nantinya, para peserta yang lulus akan dibagi kedalam dua kelompok yakni peserta yang lolos SKD lewat passing grade dengan peserta yang lolos SKD dengan aturan baru.

“Nanti ada dua kelompok kelompok pertama adalah kelompok yang lolos passing grade, kedua yang tidak lolos passing grade. Jadi mereka akan bersaing kelompoknya masing masing,” ujarnya di Kantor Pusat BKN, Jakarta, Kamis (22/11/2018).

Adapun mekanismenya nantinya adalah mereka yang lolos SKD lewat passing grade akan diberikan keistimewaan pada saat Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) berlangsung. Mereka akan diutamakan untuk mengisi formasi-formasi yang kosong tentunya dengan syarat mereka harus lulus passing grade SKB.

Sementara itu, bagi mereka yang lolos SKD lewat mekanisme perankingan mereka akan dipertandingkan dengan sesama. Namun untuk bisa lulus SKB, para peserta ini harus masuk dalam tunggu atau waiting list jika sewaktu-waktu ada formasi yang tidak terisi.

Sebagai salah satu contohnya, semisal ada tiga orang yang memperebutkan satu formasi CPNS dengan rincian satu merupakan lolos berdasarkan passing grade, dan dua berdasarkan ranking, maka satu peserta itulah yang berhak untuk menempati formasi tersebut.

Contoh lainnya, semisal ada enam orang yang lolos SKD dengan rincian satu orang lolos lewat passing grade dan lima orang lolos berdasarkan sistem ranking, maka satu orang tersebut otomatis menempati formasi tersebut.

Sementara untuk satu formasi laginya akan diperebutkan oleh lima orang tersebut lewat mekanisme tes SKB lagi. Nantinya dari kelima orang tersebut akan diambil skor yang tertinggi yang akan mengisi satu formasi lagi.

“Ada tiga formasi yang sudah lulus passing grade maka tidak akan diambil. Kalau di formasi itu ada satu yang lulus passing grade jadi satu orag tersebut nantinya akan lulus SKB secara otomatis dengan syarat harus memeneuhi passing grade,” jelasnya.

Sedangkan lanjut Bima, jika ada dua orang yang lulus SKD passing grade, namun formasi yang dibutuhkan hanya satu maka keduanya tetao bisa lulus CPNS asalkan memenuhi passing grade yang sudah ditetapkan. Kemudian jika keduanya sama-sama lolos passing grade SKB, maka akan ditotal skornya.

Peserta dengan skor tertinggi berhak lulus CPNS 2018. Sementara bagi satu lagi dari mereka tetap bisa lulus CPNS 2018 aslakan ada beberapa formasi yang dianggap masih kurang atau masih kosong peminatnya.

“Nantinya pemindahan formasinya akan by sistem jadi bukan kita yang memilih sendiri,” kata Bima.




Proses Ranking Seleksi CPNS Ditargetkan Selesai dalam 1 Minggu

Foto: okezone.com

Jakarta – Pemerintah resmi mengumumkan perubahan aturan kelulusan dari sistem passing grade menjadi sistem ranking. Hal tersebut menyusul dikeluarkannya aturan Peraturan Menteri PanRB (Permenpan) Nomor 61 Tahun 2018 tentang optimalisasi pemenuhan kebutuhan formasi pegawai negeri sipil dalam seleksi CPNS 2018.

okezone mengabarkan, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengatakan, dengan perubahan aturan tersebut, pihaknya akan langsung berkoordinasi dengan instansi di pusat maupun daerah untuk melakukan rekapitulasi hasil tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) di masing-masing instansinya.

Dirinya menargetkan dalam seminggu ke depan hasil rekapitulasi tersebut sudah diumumkan semuanya kepada publik baik lewat website pribadi, Kementerian ataupun via portal SSCN milik BKN.

“Pengumuman SKD karena masuknya berbeda, kita memperbolehkan mereka mengumumkan terlebih dahulu. Kalau sudah betul semua mereka silahkan untuk menyampaikan kepada peserta,” ujarnya di Kantor Pusat BKN, Jakarta, Kamis (22/11/2018).

Bima berharap pengumuman tersebut tidak molor dan tidak ditunda-tunda oleh instansi yang bersangkutan. Sebab dirinya menginginkan agar proses seleksi CPNS 2018 bisa rampung seluruhnya pada tahun ini.

Pasalnya jika hingga tahun depan masih berlangsung, maka BKN akan mengalami kesulitan dalam mempertanggungjawabkan anggaran 2018 nanti. Selain itu, jika molor hingga 2019 nanti, anggaran yang digunakan merupakan anggaran baru lagi.

“Kami berusaha agar tetap tepat waktu. Tapi karena Permenpannya hanya kemarin. Kemarin sebetulnya sudah ditandatangani. Target utamanya seluruh proses ini harus selesai tahun ini. Karena ada anggaran yang harus diselesaikan tahun ini,” jelasnya

Lagi pula lanjut Bima, dirinya menargetkan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) bisa dilangsungkan mulai 1 Desember hingga 4 Desember mendatang. Adapun 1 Desember khusus mereka yang tes menggunakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sedangkan 3-4 Desember adaalah khusus mereka yang menggunakan fasilitas ujian milik BKN.

Alasan mengapa mereka yang menggunakan UNBK didahulukan adalah dikarenakan fasiltas UNBK akan digunakan oleh sekolah-sekolah untuk Ujian Sekolah yang akan jatuh pada akhir tahun, sehingga BKN memilih untuk memajukan tanggalnya agar mereka yang menggunakan fasilitas UNBK bisa berjalan dengan lancar.

“Tesnya karena tidak sebanyak SKD, maksimum yang ikut tes SKD kan 260 orang. Sehingga tempat tesnya tidak sebanyak tanggal 4 diharapkan kita sudah melakukan tes SKB,” ucapnya

Sementara itu, Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan mengatakan, proses verifikasi perangkingan diharapkan sudah bisa rampung dalam seminggu ke depan. Sehingga SKB bisa dilangsungkan pada tanggal 4 Desember mendatang.

“Kita harapkan 7 hari ke depan lah (perankingan sudah bisa rampung),” tegasnya.




Tolong, Mayoritas Penduduk Negara Supermiskin Ini Kelaparan

Bencana kelaparan di Somalia. Foto: AFP

detikriau.org – Bencana kelaparan masih jadi ancaman serius di Benua Afrika. Salah satu negara yang paling parah terdampak adalah Republik Afrika Tengah.

Sebanyak 63 persen dari populasi negara termiskin di dunia itu dinyatakan dalam kondisi membutuhkan bantuan darurat.

Begitu data terbaru yang dirilis oleh koordinator kemanusiaan Amerika Serikat pada Rabu (21/11).

Dikabarkan Reuters dilansir dari jpnn, negara tersebut diketahui telah berada dalam kekacauan sejak 2013 lalu, ketika sebagian besar pemberontak Saleka Muslim memprovokasi reaksi dari milisi anti-balaka Kristen. Pertempuran telah menyebabkan lebih dari 1 juta orang tewas.

Kepala kemanusiaan PBB di negara itu, Najat Rochdi, mengatakan 2,9 juta dari 4,6 juta penduduk negara itu saat ini membutuhkan bantuan. Dengan 1,6 juta di antaranya sedang dalam kebutuhan akut.

Untuk diketahui, Republik Afrika Tengah adalah negara dengan GDP per kapita terendah di dunia sejak tahun lalu. Indeks pembangunan manusia tetangga Sudan itu juga di urutan terakhir dari 188 negara.