PPP Muktamar Jakarta Dukung Prabowo.

Arsul Sani: Humprey Djemat Tak Punya Legalitas Pimpin PPP

Dukungan PPP untuk Prabowo-Sandi/RMOL

detikriau.org – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hasil Muktamar Jakarta resmi memberikan dukungan kepada pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

Putusan yang diberikan berdasarkan Mukernas ke-III PPP beberapa waktu lalu lantaran melihat ketulusan Prabowo-Sandi dalam upaya menyejahterakan umat dan masyarakat Indonesia.

Dukungan disampaikan langsung Ketua Umum PPP Humphrey Djemat bersama pengurus DPP dan 34 pengurus DPW.

Dalam kesempatan itu, Humphrey mengatakan bahwa hasil Mukernas ke-III PPP bukanlah putusan sembarangan, melainkan atas aspirasi dari akar rumput serta mandat alim ulama dan habaib.

“Ini sebenarnya merupakan jati diri dari PPP yang paling sejak awal didirikan oleh para ulama dan dibesarkan ulama,” katanya saat konferensi pers di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara 4, Jakarta, Rabu (28/11) dilansir melaui rmol.co.

Humphrey menambahkan, dukungan juga diberikan lantaran warga PPP, alim ulama dan para habaib melihat adanya kesamaan visi misi dengan pasangan nomor urut 02 tersebut.

“Ini keputusan bulat yang sama dari visi misi Prabowo-Sandi unit menyejahterakan umat. Pilihan kita tak pernah ragu-ragu dan ini pilihan yang sangat tulus untuk kemajuan dan kesejahteraan umat,” jelasnya

Arsul Sani: Humprey Djemat Tak Punya Legalitas Pimpin PPP

Dukungan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hasil Muktamar Jakarta kepada pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02, dinilai tak sah dari berbagai sisi disampaikan Sekjen PPP hasil muktamar Surabaya, Arsul Sani.

dikabarkan rmol, Menurut Arsul, dari sisi administrasi pemerintahan, kepengurusan PPP yang terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) beserta Surat Keputusan (SK), kepengurusan DPP PPP hanya di bawah pimpinan Ketua Umum PPP, Romahurmuziy dan Asrul Sani sebagai Sekretaris Jenderal.

“Kemudian dari sisi legalitas di lembaga penyelenggara pemilu dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), yakni KPU dan Bawaslu itu juga sama,” ujar Arsul Sani di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/11)

Sementara itu dari sisi legal, kata Arsul, tidak ada satupun legalitas Humprey Djemat dan pengikutnya memiliki hak mengatasnamakan PPP.

“Karena berdasarkan putusan pengadilan maka kepemimpinan PPP fiks ada pada DPP PPP yang dipimpin oleh Ketua Umum Romahurmuziy dan Sekjen, saya,” tandasnya.

sumber: rmol.co   Editor: faisal




BMKG Sampaikan Peringatan Dini Potensi Terjadinya Hujan Lebat dan Angin Kencang Disertai Petir di Wilayah Kabupaten Inhil Hari Ini

Laporan: Amrul

Tembilahan, detikriau.org – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sampaikan peringatan dini potensi terjadinya hujan lebat dan angin kencang disertai petir di sejumlah wilayah Kabupaten di Riau. yakni, Kab Pelalawan, Kab Inhil, Kab Rohil dan Kab Rohul.

Untuk Ibu Kota Kabupaten Inhil, Tembilahan pagi ini, kamis (29/11) diprediksi cuaca berkabut dan pada siang harinya cerah berawan hingga malam. potensi hujan diperkirakan baru akan terjadi pada dini hari nanti.

Suhu udara diperkirakan berada pada kisaran 24 c – 28 c dengan kelembapan 85% – 100%.

berikut prakiraan suhu udara disejumlah kota besar di Provinsi Riau, hari ini;

Kota Prakiraan Cuaca Suhu
( °C )
Kelembaban
( % )
Pagi Siang Malam Dini Hari
Bangkinang Kabut Hujan Lokal Cerah Berawan Udara Kabur 23 – 28 85 – 100
Bengkalis Berawan Hujan Lokal Hujan Lokal Hujan Lokal 24 – 28 80 – 95
Dumai Hujan Lokal Cerah Berawan Berawan Cerah Berawan 24 – 28 80 – 100
Pangkalan Kerinci Kabut Hujan Lokal Cerah Berawan Berawan 24 – 28 90 – 100
Pasir Pengarairan Kabut Hujan Lokal Udara Kabur Kabut 22 – 27 85 – 100
Pekanbaru Kabut Hujan Lokal Cerah Berawan Udara Kabur 24 – 28 90 – 100
Rengat Kabut Cerah Berawan Cerah Berawan Udara Kabur 24 – 28 85 – 100
Selat panjang Berawan Hujan Lokal Berawan Berawan 24 – 28 85 – 95
Siak Sri Indrapura Hujan Lokal Cerah Berawan Cerah Berawan Udara Kabur 24 – 27 90 – 100
Teluk Kuantan Kabut Hujan Lokal Cerah Berawan Kabut 23 – 29 70 – 100
Tembilahan Kabut Cerah Berawan Cerah Berawan Hujan Lokal 24 – 28 85 – 100

 




Akhir Kisah Si Namrud yang Angkuh di Tangan Nyamuk

Ilustrasi: Net

detikriau.org – Ribuan tahun sebelum Masehi, wilayah bumi dari Timur hingga Barat, dikuasai empat orang saja dengan daerah kekuasaan masing-masing. Mereka terdiri atas dua orang mukmin yang percaya kepada Allah SWT.

Sedangkan, dua penguasa lainnya berasal dari kalangan nonmukmin yang ingkar terhadap risalah keesaan-Nya. Dua pemimpin mukmin adalah Sulaiman bin Dawud dan Zulkarnain. Sementara, pemimpin yang tak beriman ialah Bakhtanshar dan Namrud bin Kan’an.

Nama pemimpin nonmukmin yang terakhir dikenal diktator, otoriter, dan zalim. Bahkan, Namrud pun disebut-sebut sebagai tiran berdarah dingin dan tak segan menghukum siapa pun yang menolak tunduk terhadap perintahnya. Ia sosok yang ingin dipuja hingga ia memproklamasikan diri menjadi tuhan yang wajib disembah rakyatnya.

Suatu saat, Nabi Ibrahim AS tengah datang menghadiri jamuan makan yang digelar Namrud. Para tamu undangan memilih berbagai menu yang terjamu di meja makan. Namrud bercengkerama dan bertanya pada tiap tamunya tentang siapakah tuhan mereka. Hampir tiap hadirin yang ia tanya menjawab, Namrudlah tuhan mereka.

Tiba giliran Ibrahim mendapat pertanyaan serupa. Terjadilah perdebatan singkat antara kedua tokoh tersebut. Betapa kagetnya Namrud mendapat jawaban yang tak biasa. “Tuhanku yang menghidupkan dan mematikan,” kata ayahanda Ismail itu menimpali pertanyaan Namrud.

Merasa dipermalukan, Namrud pun tidak mau kalah. Ia membantah argumentasi Ibrahim dan tetap bersikeras bahwa dirinya juga bisa menghidupkan makhluk atau mematikannya tanpa menyadari bahwa keistimewan itu hanya dimiliki oleh Allah Sang Khalik semata.
Reaksi ingkar Namrud pun sudah dapat dibaca dengan baik oleh Ibrahim. Ia pun bergegas mengutarakan argumentasi berikutnya tentang keberadaan Allah sebagai Tuhan semesta alam.

Ibrahim menyatakan bahwa Tuhan yang ia sembah mampu mendatangkan matahari dari ufuk timur lalu menenggelamkannya di belahan bumi bagian barat. “Bisakah engkau wahai Namrud melakukan itu?” katanya mendebat Namrud.

Kisah itu terekam jelas dalam surah al-Baqarah ayat 258, “Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). Ketika Ibrahim mengatakan, ‘Tuhanku ialah yang menghidupkan dan mematikan,’ orang itu berkata, ‘Saya dapat menghidupkan dan mematikan.’ Ibrahim berkata, ‘Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur maka terbitkanlah dia dari barat,’ lalu terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.”

Sang Diktator pun tak bisa berkutik dan kehabisan akal untuk kembali menyanggah pernyataan Ibrahim. Ia terdiam seribu bahasa. Merasa kalah, ia lantas memerintahkan untuk mengambil makanan yang telah diambil Ibrahim. Sosok bergelar khalilullah itu pun diusir dan lantas kembali tanpa merasakan kelezatan hidangan sang raja.

Ibrahim pulang ke rumah dengan tangan hampa di tengah perjalanan ia pun mengambil sekantong pasir lembut dan berdoa agar Allah memberikan rezeki kepada keluarganya. Sesampainya di rumah, Ibrahim beristirahat, perbekalan yang ia bawa, termasuk pasir dalam kantongnya ia taruh di sampingnya begitu saja.

Sewaktu tidur itulah, istrinya membuka perbekalannya dan ia mendapati ragam menu makanan yang nikmat. Ketika Ibrahim bangun, istrinya bertanya dari manakah suaminya itu mendapat makanan lezat begitu banyaknya. Ibrahim sadar, Allah telah memberikan rezeki kepada segenap keluarganya.

Kisah Namrud, tak terhenti pada kegelisahannya. Allah mengutus seorang malaikat untuk menemui Namrud dan mengajaknya beriman. Sekali, dua kali, ajakan tersebut ditolak. “Memangnya ada tuhan selain aku,” kata Namrud sesumbar.

Di kali yang ketiga, ajakan malaikat itu pun mendapat respons tak sedap. Akhirnya, malaikat meminta agar Namrud mengumpulkan sejumlah warganya di pelataran istana. Permintaan itu dikabulkan.

Pada hari yang telah ditentukan Allah mengirim ribuan nyamuk atau sejenis serangga ganas menyerang mereka yang telah berkumpul di sana. Serangga itu memakan habis mereka dan hanya menyisakan tulang belulang. Si malaikat masih berdiri tegak, tak tersentuh serangan mematikan serangga-serangga itu.

Namrud mencoba meloloskan diri dan sembunyi di ruang khususnya. Serangga-serangga itu mengejar. Di persembunyiannya, ia berusaha mengusir nyamuk itu sekuat tenaga dengan memukul-mukulkan papan ke kepalanya.

Kondisi itu bertahan hingga 400 tahun lamanya. Ia pun meninggal dalam kondisi mengenaskan, bukan karena serangan tombak atau hujaman anak panah, melainkan sang diktator itu tewas akibat serangga kecil.

Kisah ini mengisyaratkan tentang kebesaran Tuhan. Allah berkuasa membalas keangkuhan manusia yang congkak dan menumbangkannya dengan perkara sepele, seperti kisah makar dan konspirasi Abrahah dengan pasukan gajahnya yang hendak menghancurkan Ka’bah.

Kedigdayaan pasukan gajahnya ditumpulkan dengan pasukan kecil berupa gerombolan burung ababil ataupun kisah tentang kematian Fir’aun yang mengaku tuhan. Penguasa Mesir itu meninggal tenggelam di Laut Merah.

Sumber : Islam Digest Republika




Pesantren di Garut Benarkan Tolak Kunjungan KH Ma’ruf Amin

Bakal Calon Wakil Presiden, KH Ma’ruf Amin.
Photo : ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

detikriau.org – Pengurus Pondok Pesantren Darul Muwahiddin yang berlokasi di Desa Sukajaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat, membenarkan lembaganya tidak bisa menerima kedatangan calon Wakil Presiden Nomor urut 01 KH Ma’ruf Amin ke Pesantren Darul Muwahiddin.

“Betul, jadi ada permohonan maaf tidak menerima kunjungan Cawapres nomor urut 01,” kata Wakil Pimpinan Ponpes Darul Muwahiddin, Asep Zaki Ahmad Mudakir, Rabu, 28 November 2018 dilansir dari VIVA

Surat penolakan kedatangan KH Ma’ruf Amin ke Ponpes Darul Muwahhidin, Garut, sebelumnya ramai beredar di media sosial. Dalam surat yang ditandatangani Asep Zaki Ahmad Mudakir, KH Ma’ruf Amin berencana mengunjungi Pesantren Darul Muwahiddin pada Sabtu, 2 Desember 2018, mendatang.
Dalam surat itu, pihak pondok pesantren meminta maaf tidak bisa menerima kedatangan KH Ma’ruf Amin pada Sabtu mendatang, karena pimpinan pondok pesantren sudah memiliki agenda lain, jauh sebelum rencana kunjungan cawapres petahana itu.
Meskipun Pondok Pesantren Darul Muwahiddin tak bisa menerima kunjungan KH Ma’ruf Amin, tapi cawapres Jokowi itu tetap melakukan kunjungan ke wilayah Garut pada Sabtu hingga Minggu, 3 Desember 2018.

Ma’ruf rencananya akan mendatangi sejumlah pondok pesantren dan menggelar istighosah bersama para santri di Kabupaten Garut.




Ustaz Tengku Zulkarnain Beberkan Alasan Sebut Studi P3M Abal-abal

Tengku Zulkarnain. Foto: viva/facebook

detikriau.org — Dewan Pengawas Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M), Agus Muhammad menyebut Ustaz Tengku Zulkarnain penceramah yang termasuk radikal tengah. Hal itu berdasarkan materi-materi ceramah yang disampaikan selama ini.

Penilaian itu pun merujuk pada posisi P3M sebagai pihak yang belum lama ini merilis hasil studi terkait 41 masjid di lingkungan pemerintah terpapar radikalisme. Di antara kriteria yang dimaksud radikal versi P3M, adalah sikap intoleran dalam muatan ceramah.

dikabarkankan VIVA, Tengku Zulkarnain pun merespons keras pernyataan tersebut. Studi itu pun dinilai sangat berbahaya dan merugikan para penceramah secara nasional.

“Ini berdampak nasional dan berdampak dicoretnya ulama-ulama yang dituduh radikal,” tegasnya dalam acara Indonesia Lawyers Club tvOne, Selasa 28 November 2018.

Dia menjelaskan, studi ini pun dinilai abal-abal karena dilakukan secara prematur dan dianggap tidak mewakili fakta di lapangan. Dari 100 masjid yang menjadi bahan studi, hanya empat khotbah yang dijadikan patokan.

“Setahun itu satu masjid ada 52 kali khotbah, dan satu masjid umumnya penceramahnya di Jakarta ini hanya satu atau dua kali dalam setahun,” tambahnya.

Studi ini lanjut dia, juga tidak melibatkan berbagai pihak terkait. Seperti Majelis Ulama Indonesia dan berbagai organisasi masyarakat Islam yang ada di saat ini.

“Ini penelitian tidak laku kalau di Universitas Sumatera Utara dibuang di tong sampah ini,” ungkapnya.

Dia pun menyayangkan, otoritas terkait di jajaran pemerintahan pun menggunakan studi ini sebagai acuan. Padahal dinilai jelas tidak dilakukan secara benar.

“Yang saya kesalkan, BIN (Badan Intelejen Negara) percaya penelitian ini, sekelas BIN, aduh-aduh. Kesimpulan saya, ustaz yang dituduh radikal adalah ustaz yang tidak setuju dengan rezim yang berkuasa saat ini,” tambahnya.




Sabtu Nanti PLN Rayon Tembilahan Berlakukan Pemadaman Total. Simak Ini Lokasi Terdampak

Laporan: Ari Permana

Ilustrasi: Net

Tembilahan, detikriau.org – PT PLN Rayon Tembilahan kembali jadwalkan pemadaman total mulai pukul 09.00 Wib hingga pukul 14.00 Wib, sabtu, 1 Desember 2018 mendatang.

Diterangkan manajer PT PLN Rayon Tembilahan, Annas Yasin Ilmianto, rabu (28/11), penghentian sementara pasokan listrik ini disebabkan adanya sejumlah pekerjaan disisi tegangan menengah (TM) 20 KV yakni; perbaikan tiang miring dijalur utama PLTU lokasi jalan parit 23 Tembilahan Hilir, pemasangan LBS motorize lokasi gunung daek dan parit 4, Pemasangan lightning Areser lokasi PLTD parit 4, serta Pekerjaan perbaikan sambungan kabel tegangan menengah dilokasi jalan soebrantas, simpang getek dan jalan diponegoro.

lokasi pemadaman ;

Sungai luar s/d Teluk Pinang, Sungai Beringin, Jl M Boya, Jl Trimas, Jl Tanjung Harapan, Jl Jend Sudirman, Jl Diponegoro, Jl Kembang, Jl Pendidikan, Jl Soebrantas, Jl Swarna Bumi, Jl Ki Hajar Dewantara, Jl Veteran, Jl Pangeran Hidayat, Jl Malagas, Jl Kartini, Jl Gerilya parit 4 s/d parit 9, Jl A Yani, Jl H Arif, Jl Harapan, Jl Sederhana, Jl Perintis, Jl Sapta Marga, Jl Imam Bonjol, Jl Kolong, Jl Binjai, Jl Baharuddin Jusuf, Jl Suhada, Jl Pelajar, Jl Kayu Jati, Jl Bersama, Jl Batang Tuaka, Jl H Sadri, Jl Ipeda, dan PLTD Parit 4 s/d Rumbai Jaya.

“Kami mohon maaf atas terganggunya kenyamanan terhadap pelayanan kami.” Pintakan Annas.