Awan Berbentuk Lafaz Allah Hebohkan Massa Reuni Akbar 212

JAKARTA – Massa aksi Reuni Akbar 212 tiba-tibah heboh. Penyebabnya adalah gugusan awan berarak di langit Jakarta yang membentuk lafaz Allah.

Peristiwanya terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Lafaz itu terlihat jelas oleh mayoritas massa yang menghadap panggung utama.

Dikabarkan jpnn.com, Awan yang membentuk lafaz Allah itu terlihat di ketinggian di belakang panggung utama. Sontak, massa beramai-ramai mengabadikannya dengan kamera di telepon genggam mereka.

Salah satu peserta aksi Reuni Akbar 212 Wahyu mengaku sangat takjub dengan hal tersebut. “Ini bukan hoaks, ya,” kata dia seraya merekam momen tersebut.

Massa merekam peristiwa itu sembari berselawat. Berdasar pantauan awak JPNN di Monas, lafaz Allah yang terbentuk oleh awan berarak itu bertahan hingga 20 menit.




‘Perlawanan’ ala Anak Punk di Reuni Aksi 212

“Perlawanan dan kebebasan tanpa agama sama saja kayak binatang. Jadi, Punk Muslim itu perlawanan dan kebebasan didampingi dengan agama”

Reuni Aksi 212. (CNN Indonesia/Fachri Fachrudin).

Jakarta — Iip Kiswaryadi tampak bersemangat membagikan mie instan yang sudah matang kepada massa Aksi Reuni 212, meskipun waktu telah menunjukkan lebih dari pukul 00.00 WIB.

Dengan ramah, pria yang sebelumnya bergelut sebagai ‘anak punk’ sejak tahun 1996 itu asyik melayani massa yang sudah mengantre panjang.

Iip tak sendirian. Ada sepuluh orang ‘anak punk’ lainnya yang ikut Reuni Aksi 212. Mereka membantu kawan-kawan dari Gerak Bareng Community untuk membagikan makanan.

Dikabarkan CNN Indonesia, bagi pria yang kini menjabat sebagai koordinator Komunitas Punk Muslim, Reuni Aksi 212 menjadi ajang menambah pahala. Karena dirinya bisa ikut membantu memberikan bantuan, meskipun hanya lewat tenaga.

“Kami gabung dari teman-teman Gerak Bareng. Mereka sediakan logistik. Kalau teman-teman Punk Muslim, kami bantu tenaga,” ujar Iip di sela kesibukannya di Monas, Jakarta Pusat, Minggu (2/12).

Iip mengatakan Punk Muslim dan Gerak Bareng Community memang sudah mempersiapkan hal ini sejak seminggu lalu. Bersama-sama, kedua komunitas ini menempati salah satu tenda yang ada di Monas.

Iip mengaku sudah tidak asing dengan kegiatan tersebut meski anggapan tentang dirinya sebagai anak punk dianggap negatif.

Tertarik Mendalami Agama

Iip mengaku mulai tertarik dengan agama sejak 2007. Kala itu, almarhum Budi Khoironi yang merupakan sahabatnya memiliki keinginan membawa Punk ke arah yang lebih baik. Walaupun berjiwa bebas dan memberontak, namun tidak jauh dari nilai-nilai agama.

Iip mengaku selalu diberikan pencerahan oleh Budi. Sampai kemudian dirinya pun merenungkan ajakan Budi dan memilih berhijrah tanpa meninggalkan jati dirinya sebagai anak Punk.

“Setahun lah saya terus memikirkan dan ngikutin perkataan Budi, baru menyatakan gabung komunitas,” kata dia.

Di komunitas Punk Muslim, Iip mengatakan dirinya mendapatkan banyak pelajaran soal agama. Salah satu yang paling berharga, kata dia, adalah kesabaran dalam mendapatkan rezeki.

Iip menceritakan kala hidup di jalanan tiada hari tanpa emosi karena lingkungan yang keras memaksanya melawan dengan arogan.

Ketika mengamen, misalnya. Kata Iip, dirinya tak segan-segan mengumpat bahkan memukul warga yang tak memberinya uang. Tapi, kata Iip, itu dulu ketika dirinya belum mengenal agama.

Saat ini, meskipun situasinya semakin sulit terlebih bus kota mulai tergantikan dengan Transjakarta, Iip tidak takut rezekinya akan ikut mati juga.

Ia mengatakan dirinya masih bisa mengamen ke rumah-rumah warga atau pasar untuk mendapatkan rezeki.

Meskipun harus berjalan lebih jauh dibandingkan naik turun bus kota, namun kata Iip, dirinya merasa mendapatkan rezeki yang cukup.

“Enggak emosi lagi. Kita kan sudah dituangin (diajarin) agama sama ustaz kita. Jadi mengerti lah. Enggak usah takut rezeki seret, bergerak saja. Yang pentingnya kita berusaha saja,” ucap Iip.

Iip mengatakan, kini kesibukannya sehari-hari tak hanya mengamen. Sesekali ia menyambangi kawan-kawannya sesama anak jalanan di bilangan Tebet, Jakarta Selatan atau Depok, Jawa Barat. Di sana, Iip menyampaikan Dakwah.

Iip mengaku salah satu alasannya melakukan ini untuk meneruskan niat Budi, sang sahabat. Bagi Iip, Punk sedianya tak jauh dari agama.

“Perlawanan dan kebebasan tanpa agama sama saja kayak binatang. Jadi, Punk Muslim itu perlawanan dan kebebasan didampingi dengan agama,” kata Iip




Live Streaming Reuni Akbar 212 di Monas

http://www.youtube.com/watch?v=gbBRCa9zm_s

foto: portal-islam.id




Reuni Alumni 212, Arus Jemaah Terus Berdatangan, Jutaan Massa Meluber Hingga Keluar Monas

Reuni 212/Repro/rmol

Jakarta, detikriau.org – Massa jemaah Reuni 212 terus memadati kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, terutama sekitar Tugu Tani. 

Sejak tadi malam jalanan di seputaran Monas sudah mulai macet. Sesuai jadwal, kegiatan ini diawali salat Tahajud bersama.

Kantor Berita Politik RMOL mengabarkan, hingga pagi ini (Minggu, 2/11) di kawasan Monas, arus jemaah peserta Reuni 212 masih berdatangan. Mereka ada yang  menumpang bus, kereta api, maupun truk.

Ada juga yang berkendaraan motor atau mobil pribadi sembari mengibarkan bendera Tauhid dan menyuarakan ceramah. Banyak di antaranya berplat nomor polisi luar Jakarta, berjejal di area parkir.

SHALAWAT MENGGEMA

Tak henti-hentinya sholawat mengalun dari peserta Reuni 212. Doa keselamatan untuk bangsa dipanjatkan.

“Minta ampun kepada Allah Subhanahuwataala,” ajak pemimpin doa.

Saat ini diperkirakan jutaan peserta reuni 212 telah memenuhi lapangan. Kawasan Monas ‘memutih’. Bendera merah-putih hingga bendera bertuliskan kalimat tauhid dikibarkan.

“Mari kita kibarkan bendera merah putih,” seru MC di atas panggung.

Peserta terus membacakan solawat secara bersamaan diiiringi alunan alat musik.

Reuni 212 diawali dengan salat tahajud berjemaah dan diperkirakan selesai pukul 12.00 WIB seusai salat zuhur berjemaah.

Sejumlah tokoh yang duduk di barisan peserta antara lain mantan Ketua MPR Amien Rais, Ketum PAN Zulkifli Hasan, dan Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid

PESERTA BANJIR HINGGA KELUAR MONAS

Peserta reuni mujahid 212 kini memadati kawasan di pelataran Monumen Nasional, bahkan meluber hingga tugu tani, patung kuda, Thamrin dan sekitarnya juga dibanjiri peserta aksi.

“Kita mau mendengarkan sejumlah tausiah para ulama di dalam (pelataran monas), tapi kita hanya bisa sampai di sini, saking padatnya jemaah,” kata Ponang Aji Handoko, jemaah reuni 212 asal Jombang, Jawa Timur ini, sesaat lalu (Minggu, 2/12).

Kawasan patung kuda sendiri memang sudah disterilkan. Polisi pun melakukan penjagan dan memberlakukan rekayasa lalu lintas karena adanya aksi reuni ini.

Para peserta reuni ini berasal tak hanya dari Jakarta dan sekitar, namun juga dari berbagai daerah, tampak banyak pengunjung yang memakai pakaian gamis dan baju koko.

Untuk mengikuti acara Reuni 212, bisa disimak melalui Live Streaming MoeslimChoiveTV  https://youtu.be/gbBRCa9zm_s

Sumber: kantor berita RMOL.co       Editor: Faisal




Salat Subuh Reuni 212 Mengular Sampai Depan Gedung BI

detikriau.org – Jamaah salat subuh Reuni Akbar Mujahid 212 yang digelar di pelataran Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (2/12) meluber.

dilaporkan Kantor Berita Politik RMOL, jamaah salat subuh mengular hingga di Jalan MH Thamrin. Tepatnya di depan Gedung Bank Indonesia.

Peserta reuni secara tertib dan aman menambah barisan atau shaf salat saat mereka datang.

Mereka membawa sajadah dari rumah, ada juga yang menggunakan koran dan kertas sebagai alas salat.

Pemimpin Pondok Pesantren Rafah, Bogor, Jawa Barat, KH Nasir Zein memimpin salat. Sementara pemanjatan doa dipimpin oleh Dewan Pembina Majelis Syuro DPP Front Pembela Islam (FPI) Habib Muchsin Alatas.

KH Nasir Zein. Nasir merupakan alumni Pondok Modern Gontor yang juga pernah belajar di Universitas Madinah.

Rangkaian Reuni Akbar Mujahid 212 ini bisa disaksikan secara live di portal MoeslimChoiceTV,  https://youtu.be/gbBRCa9zm_s




Ribuan Warga dari Berbagai Penjuru Tanah Air Berdatangan ke Jakarta Hadiri Reuni Akbar 212

Detikriau.org – Ribuan masyarakat dari berbagai penjuru kota di Tanah Air terus berdatangan ke Ibukota untuk menghadiri reuni akbar mujahid 212 di kawasan Monumen Nasional, Minggu (2/12).

Dari Soloraya, warga berangkat ke Jakarta menggunakan 45 bus.

Warga berangkat dari beberapa lokasi di antaranya titik Masjid Baitul Amin Cemani, Masjid Baitussalam Tipes, Laweyan juga Masjid Agung Karanganyar.

Humas Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS), Endro Sudarsono mengatakan hampir seribu elemen umat Islam dari Soloraya berangkat dengan menggunakan bus ke Jakarta.

“Kami dari LUIS berangkat satu bus dari Masjib Baitusaalam. Sedangkan total bus dari Solo Raya yang berangkat ke Jakarta ada sekitar 45 bus. Sebagian lagi, sudah berangkat kemarin dengan menggunakan kereta dan mobil pribadi,” jelas Endro, sseperti dilansir dari RMOL.co, Sabtu (1/12).

Tujuan dari Reuni Aksi 212 ini, ungkap Endro sebagai ajang silaturahmi sekaligus konsolidasi nasional umat Islam untuk perlawanan terhadap penista agama dan pembelaan terhadap tauhid. Tidak ada kaitannya dengan kepentingan apapun termasuk kepentingan politik.

“Harapannya pemerintah harus mendengar dan menangkap aspirasi umat Islam terkait isu sensitif di masyarakat khususnya terkait SARA,” tegas Endro.

Di samping itu ratusan umat Islam Karanganyar yang tergabung dalam Aliansi Ummat Islam Karanganyar (AUIK) juga dipastikan hadir di Reuni 212. Rombongan berangkat dari halaman Masjid Agung Karanganyar dengan menggunakan sembilan bus. Rombongan sebelumnya berkumpul di Solo untuk selanjutnya menuju ke Jakarta bersama-sama.

Koordinator lapangan, Fadlun Ali berpesan kepada seluruh rombongan untuk tertib, Dalam satu komando. Peserta dilarang membawa senjata tajam dan diminta tidak terprovokasi.

“Semuanya jangan terprovokasi, tetap satu komando dan jangan membawa senjata tajam. Ingatlah untuk menjaga nama baik Karanganyar,” pesannya

Dari Pulau Sumatra, rmol.co juga mengabarkan sekitar seribu warga dari Lampung telah berangkat ke DKI Jakarta untuk menghadiri Reuni Akbar Mujahid 212

Namun, dalam perjalanannya banyak peserta yang terpaksa berdiri lantaran bus yang sebelumnya disewa tiba-tiba membatalkan keberangkatan.

“Karena kurangnya bus akibat pembatalan mendadak dari pihak bus,” kata Ustaz Luthfi dari Yayasan Dewan Dakwah yang ikut rombongan kepada Kantor Berita RMOLLampung., Sabtu (1/12).

Para peserta dari berbagai kabupaten, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, bahkan lansia.

Salah seorang di antaranya Slamet Riyadi (76), terpaksa tidak berangkat menggunakan bus.

Sebagian peserta kemudian memutuskan naik kendaraan pribadi dan pesawat. Rombongan berangkat pukul 14.30 WIB.

“Saat ini, kami sudah berada di Dermaga Bakauheni,” ujar Ustad Luthfi pada pukul 19.00 WIB. Dia perkirakan tiba di Jakarta, tengah malam

Bakrun Satia Darma, seorang warga yang dihubungi RMOLSumsel warga Lahat menyampaikan yang pasti ikut dalam reuni mencapai 850-an orang. Seluruhnya datang secara bergelombang ke Jakarta.

“Ada yang menggunakan bus, mobil pribadi, dan ada pakai pesawat,” tulisnya melalui pesan singkat Whatsapp, Sabtu (1/12).

Menurut Bakrun, berangkat secara bergelombang dan terpisah untuk hindari kemungkinan ada razia di jalan.

Bakrun menegaskan, keikutsertaan warga Lahat pada reuni 212 ini murni ukhuwah, tak ada politisasi dan semua biaya pribadi.

Kawasan Monas Mulai Ramai

Sejak pukul 19.00 WIB, Sabtu (1/12), menjelang dimulainya acara Reuni 212 pada Minggu 2 Desember 2018 pukul 03.00 dini hari nanti, kawasan Monumen Nasional (Monas) mulai dipadati oleh peserta reuni.

Massa mulai memasuki kawasan Monas melalui pintu gerbang timur. Saat ini hanya satu pintu yang dibuka.

Teriakan takbir.. Allahuakbar saling sahut menyahut. Para pedagang di kawasan Monas mulai menyambut kedatangan peserta dengan cara menawarkan aneka barang daganganya. Mulai dari sajadah, kopiah hingga terlihat laris dibeli peserta.

Menurut rencana, acara Reuni 212 akan diawali shalat subuh berjamaah. Selanjutnya dilanjutkan dengan acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Sumber: rmol.co    Editor: faisal