Jalan Provinsi di Sungai Beringin Semakin Parah. Truk Kembali Terpuruk. lalu Lintas Macet Total

laporan: Amrulah

Tembilahan, detikriau.org – Hujan yang terus mengguyur kota Tembilahan semakin memperparah kondisi ruas jalan Provinsi di Kelurahan Sungai Beringin Kecamatan Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir.

Jalan penghubung satu-satunya dari Ibukota Kabupaten Inhil, Tembilahan menuju Desa Sungai Luar Kecamatan Batang Tuaka itu menjadi basah, licin dan dipenuhi kubangan lumpur.

Parahnya kini hampir setiap hari ada saja kendaraan yang terperosok dan mengganggu kelancaran pengguna jalan lainnya.

Sore hari ini, ahad (2/12), kejadian terperosoknya kendaraan kembali berulang. Arus lalu lintaspun macet total.

Masyarakat hanya bisa menyampaikan harapan agar perbaikan diruas jalan ini dapat disegerakan.




Tumpal Hutabarat Kukuhkan Kepengurusan DPD IKBR Inhil Periode 2018-2023

Laporan: Rul    Editor: Faisal

Tembilahan, detikriau.org – Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Keluarga Batak Riau (DPD IKBR)  Kabupaten Indragiri Hilir Periode 2018-2022 resmi dikukuhkan oleh Ketua IKBR Pusat Tumpal Hutabarat di Gedung Engku Kelana Tembilahan, Sabtu (1 /12/2018) Malam.

Turut hadir dalam kegiatan itu Wakil Bupati Inhil H Syamsuddin Uti.

Dalam sambutannya, Ketua IKBR Inhil periode 2018-2022 M. Manullang menilai masyarakat inhil sangat ramah sehingga menyebabkan warga suku batak betah bertempat tinggal di inhil.

“Indragiri hilir begitu ramah bagi kami suku batak terbukti sehingga saat ini suku batak betah tinggal di kabupaten Indragiri Hilir dan semakin bertambah,” kata M. Manullang.

Khusus suku batak yang ada di kabupaten Indragiri Hilir, dia  meminta dapat menyesuaikan diri dimanapun  tinggal baik ditempat  kerja maupun dilingkungan tempat ia tinggal. “harus saling menghormati.” Pesannya.

Sementara itu, Ketua IKBR Pusat Tumpal Hutabarat berharap agar IKBR  agar dapat diterima, menjadi sahabat yang baik.

“Kami menitipkan warga batak yang ada di kabupaten indragiri hilir agar bisa diayomi agar menjadi warga negara yang baik,  menjadi warga indragiri hilir yang baik,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Indragiri Hilir H Syamsuddin Uti mengajak kepada warga dan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Keluarga Batak Riau (DPD IKBR)  Kabupaten Indragiri Hilir untuk bersatu bersama-sama etnis lainnya dalam rangka memajukan pembangunan Kabupaten Indragiri Hilir.

Atas nama pemerintah kabupaten indragiri hilir Syamsuddin mengucapkan selamat kepada pengurus yang dikukuhkan semoga kepengurusan ini lebih sukses dan makin mampu menjalin kerja sama dengan semua lini.

“Mari kita menjaga kondisi daerah kita dengan baik dan bersama-sama mendukung program yang dijalankan pemerintah kabupaten indragiri hilir,” Ajak wabup

Wabup juga berharap dengan pelantikan dan pengukuhan inia akan semakin meningkatkan eksistensi dan sumbangsih IKBR Dikabupaten Indragiri Hilir,  sekaligus membawa kemajuan bagi paguyuban ini kearah yang lebih baik.

Kegiatan pelantikan ini juga dihadiri Dandim 0314/Inhil diwakili oleh pasi pers KPT INF Efendi Sihombing, Kapolres diwakili oleh Kabag Sunda Kompol James Sibarani S.H MH, Ketua DPRD Inhil diwakili oleh ketua komisi I Yusuf Said, Kabag Humas protokol kab.Inhil Bpk RM Sudinoto, serta sejumlah tamu undangan.




Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sosialisasikan Keimigrasian Pengenaan Biaya Beban Terhadap Penanggungjawab Alat Angkut

Laporan: Rul       Editor: Faisal

Tembilahan, detikriau.org –  Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tembilahan gelar Sosialisasi Keimigrasian Pengenaan Biaya Beban Terhadap Penanggungjawab Alat Angkut, Jum’at (30/11/2018).

Sosialisasi diadakan dalam rangka meningkatkan pemahaman penanggung jawab alat angkut yang masuk dan keluar wilayah Indonesia serta sebagai upaya dalam meningkatkan pengawasan terhadap lalu lintas keluar masuk alat angkut di wilayah Indonesia, terutama di Kabupaten Indragiri Hilir.

Hadir sebagai Narasumber yaitu Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tembilahan, Najarudin Safaat.

Dalam paparannya, Najarudin menjelaskan bahwa biaya beban dikenakan kepada penanggung jawab alat angkut apabila membawa penumpang atau awak alat angkut yang tidak memiliki dokumen perjalanan, tidak memiliki visa dan/ atau tidak memiliki dokumen keimigrasian yang sah dan masih berlaku sebagaimana tertuang dalam Pasal 19 UU No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

“Biaya beban sebagaimana dimaksud, sesuai dengan PP No. 45 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas PP No. 45 Tahun 2014 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kementerian Hukum dan HAM, besarannya adalah Rp. 50.000.000 (lima puluh juta rupiah) per alat angkut,” jelas Najarudin Safaat.

Selain itu, apabila penanggung jawab alat angkut tidak membayar biaya beban sebagaimana dimaksud, maka dapat dikenakan pidana penjara dan/ atau pidana denda berdasarkan Pasal 115 UU No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Kegiatan yang dilaksanakan di salah sau hotel di kota Tembilahan tersebut diikuti oleh peserta dari beberapa instansi terkait, yaitu Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tembilahan, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Tembilahan, Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tembilahan, Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Tembilahan, serta perusahaan penanggung jawab alat angkut.

 




Sumpah Reuni 212 ke Habib Rizieq: Agar Syariat Allah Berdaulat di RI

Peserta Reuni 212 (Ari Saputra)

Jakarta – Ketua Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al Khaththath memimpin massa peserta Reuni 212 mengucapkan sumpah di bawah komando Imam Besar Habib Rizieq Syihab. Habib Rizieq dianggap telah memperjuangkan bangsa secara konstitusional.

dikabarkan detikcom, Al Khaththath mengajak mujahid 212 yang siap mengikuti komando Habib Rizieq untuk berdiri. Ia tidak mempermasalahkan apabila ada peserta yang menolak ajakan itu.

“Saya minta semua untuk sumpah berjuang kepada Habib Rizieq. Yang setuju, silakan berdiri. Para tokoh maju ke depan. Yang nggak mau berjuang bersama Habib Rizieq, nggak apa-apa. Mari ikhlaskan diri kita untuk berjuang bersama Habib Rizieq ikuti apa yang saya bacakan,” ujar Al Khaththath di depan massa di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Minggu (2/12/2018).

“Kami para mujahid 212 dengan spirit 212 kami bertekad untuk berjuang bersama komando ulama di bawah pimpinan imam besar umat Islam, Habib Muhammad Rizieq Syihab dalam memperjuangkan aspirasi dan hak-hak umat Islam secara konstitusional dan meninggikan kalimat tauhid demi kejayaan negara kesatuan Republik Indonesia,” katanya.

Para peserta mengikuti apa yang disampaikan Al Khaththath. Mereka siap mengerahkan tenaganya untuk berjuang.

“Untuk itu, kami para mujahid 212 siap berjuang mengerahkan segenap potensi yang kami miliki agar syariat Allah Yang Maha Kuasa berdaulat di NKRI. Semoga Allah SWT menjadi saksi dari apa yang kami ucapkan,” kata Al Khaththath diikuti mujahid 212.




HNW: Tidak Benar Reuni 212 Bahayakan NKRI, Justru Menguatkan

Hidayat Nur Wahid (Samsudhuha Wildansyah/detikcom)

Jakarta – Wakil Ketua MPR Hidayar Nur Wahid (HNW) hadir dalam aksi Reuni 212. Hidayat menegaskan Reuni 212 tidaklah membahayakan NKRI, tapi menguatkan.

“Tokoh-tokoh lintas agama bahkan difabel juga hadir. Mereka sekali lagi menegaskan bahwa di umat Islam itu bagian dari Indonesia tak terpisahkan dari Indonesia, jumlah mereka bisa sangat besar. Mereka memperjuangkan demokrasi, keadilan dengan cara cara dibenarkan, dan mereka tetap dengan NKRI,” tutur HNW di area Reuni 212, Monas, Jakarta Pusat, Minggu (2/12/2108) seperti dilansir dari detikcom.

“Oleh karenanya, tidak benar kalau ini membahayakan NKRI, ini justru menguatkan NKRI, menghormati Bhinneka Tunggal Ika dan terjadi di 212,” imbuhnya.

HNW juga menyinggung mengenai banyaknya umat Islam yang hadir di Reuni 212 namun datang dengan tertib dan damai.

“Mengedepankan prinsip-prinsip penghormatan terhadap sesama bahkan kali ini nonmuslim pun hadir dalam jumlah yang sangat memadai,” ujar HNW.

HNW: kawan-kawan 212 punya sikap politik, bebas dukung siap

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) menyebut peserta Reuni 212 sudah punya sikap politik sendiri. Hanya saja dia tidak bisa memastikan siapa yang didukung massa 212 di Pilpres 2018.

“Pada hakekatnya memang kawan-kawan di 212 dari dulu mempunyai sikap politik. Dulu sikap politiknya mereka mendukung Pak Anies Baswedan, sekarang mereka punya sikap politik yang bebas mendukung siapa,” ujar HNW di area Reuni 212, Monas, Jakarta Pusat, Minggu (2/12/2108).

HNW menjelaskan, tak ada larangan apabila massa 212 ingin mendukung Prabowo selaku calon presiden. Begitu pun jika ingin mendukung yang lain. Wakil Ketua Majelis Syuro PKS ini menegaskan, kehadiran Prabowo di Reuni 212 bukan untuk meminta dukungan.

“Kalau mereka mendukung Pak Prabowo ya itu adalah hak mereka untuk memberikan dukungan. Yang jelas Pak Prabowo nggak kampanye dan tidak menyampaikan permintaan untuk didukung dan beliau hadir karena diminta untuk memberikan sambutan, dan beliau datang karena diundang panitia,” jelasnya.

HNW berharap, Reuni 212 hari ini bisa berjalan lebih tertib dari tahun-tahun sebelumnya. Jangan sampai ada sesuatu masalah yang bisa ‘digoreng’ oleh pihak lain.

“Tertib, damai, bersih dan nggak ada masalah yang kemudian bisa menjadi sesuatu yang digoreng oleh siapapun,” tutur politisi PKS ini. Seperti diketahui, PKS merupakan salah satu parpol yang mendukung Prabowo untuk Pilpres 2019.

sumber: detikcom     Editor: Faisal




Habib Rizieq Serukan Amanat Perjuangan untuk Perubahan, Ini Isinya

Foto: Seruan Habib Rizieq Jelang Reuni 212 (Youtube Front TV)

Jakarta – Rekaman pidato Habib Rizieq diputar dari panggung Reuni 212. Dalam rekaman pidatonya, Habib Rizieq menyerukan amanat perjuangan di Pemilu 2019.

“Ini amanat perjuangan bukan kampanye. Ini amanat perjuangan bukan propaganda. Ini amanat perjuangan untuk perubahan, ini amanat perjuangan bukan politisasi reuni,” kata Habib Rizieq mengawali amanat perjuangannya seperti dilansir melalui detikcom, Minggu (2/12/2018).

Habib Rizieq lalu bicara soal amanat perjuangan untuk perubahan. Habib Rizieq meminta peserta Reuni 212 untuk fokus dan serius berjuang demi perubahan.

“Ayo di Pilpres dan Pileg 2019, kita wajib berjuang bersama untuk perubahan,” kata Habib Rizieq. Pernyataan itu diulang hingga tiga kali.

Habib Rizieq meminta amanat perjuangan untuk perubahan ini diserukan ke seluruh pelosok negeri, dari perkotaan hingga pedesaan. Di ujung pidatonya, Habib Rizieq menyerukan 2019 ganti presiden.