700 Peserta Seleksi CPNS 2018 Kab Inhil Ikuti SKB Pada 8-10 Desember 2018

Foto Ilustrasi: liputan6.com

Tembilahan, detikriau.org – Sekitar 700 orang peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemerintah Kabupaten Inhil berhak mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Keputusan tersebut didapat setelah diterbitkannya Surat Ketua Tim Pelaksana Seleksi Nasional Pengadaan CPNS tahun 2018 Nomor K26-30/D5305/XI/18.01 tanggal 28 November 2018 tentang Hasil Seleksi Kompetensi Dasar dan Peserta yang Berhak Mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang CPNS Kabupaten Inhil.

Pengumuman Hasil Seleksi Kompetensi Dasar dan Peserta yang Berhak Mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang CPNS Kabupaten Inhil dapat diakses melalui situs www.sscn.bkn.go.id atau portal BKPSDM Inhil www.bkpsdm.inhilkab.go.id.

Peserta Seleksi Kompetensi Bidang yang akan dilaksanakan terbagi atas 2 kelompok berbeda. Dimana, kelompok pertama merupakan peserta yang memenuhi nilai ambang batas SKD sesuai PermenpanRB No 37 Tahun 2018 . Sedangkan, kelompok kedua merupakan peserta yang memenuhi nilai kumulatif SKD PermenpanRB No 61 Tahun 2018.

Berdasarkan pengumuman tersebut, para peserta, baik kelompok pertama maupun kelompok kedua akan mengikuti seleksi kompetensi bidang pada 8 – 10 Desember 2018.

Menanggapi kesempatan yang dibuka oleh Pemerintah Pusat untuk jumlah kelulusan CPNS Kabupaten Inhil ini, Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan mengatakan Pemerintah Kabupaten Inhil sangat bersyukur.

Menurut Bupati, kebijakan ‘pelonggaran’ persyaratan nilai kelulusan ini merupakan kebijakan yang tepat ditengah fenomena tingkat kelulusan yang rendah dan problema kebutuhan akan Aparatur Negara di Kabupaten Inhil.

“Memang sudah semestinya seperti ini, Pemerintah membuka kesempatan kembali bagi para peserta untuk dapat lolos menjadi PNS. Sebab, ini peluang bagi Pemerintah Daerah mencukupi tenaga demi terciptanya pelayanan publik yang optimal,” Ujar Bupati melalui sambungan seluler.

Dengan kesempatan yang kembali terbuka, Bupati berpesan kepada para peserta yang berhak mengikuti seleksi kompetensi bidang untuk dapat serius menjalani tes nantinya sehingga dapat lulus menjadi PNS dengan nilai yang baik.

“Semoga nantinya, para peserta yang lolos dalam tes selanjutnya adalah peserta-peserta yang terbaik, tidak hanya dari sisi kompetensi skolastik, namun juga mental secara keseluruhan,” pungkas Bupati.




Hari Pertama Ngantor, Wabup Tinjau Sejumlah Ruang Kerja di Kesekretariatan Pemkab Inhil

Laporan: Rul   Editor: Faisal

Wakil Bupati Inhil, H Syamsuddin Uti (kanan) saat meninjau ruang kerja bagian humas dan protokol Setdakab Inhil

Tembilahan, detikriau.org – Hari pertama ngantor, Wakil Bupati Inhil H Syamsuddin Uti tinjau sejumlah ruang kerja dikesekretariatan Daerah Kabupaten Inhil, senin (3/12)

Pertama Wabup mengunjungi ruang BPKAD, selanjutnya  Bagian Kesra, Humas & Protokol,  Bagian Ekonomi & Bagian Pemberdayaan Masyarakat serta Trantibum Linmas.

“Saya ingin tahu bagaimana kondisi ruang kerja setiap bagian di kesekretariatan, sekaligus bersilaturahmi dan memperkenalkan diri,” ujar Wabup.

Disebutkan Wabup, kunjungan seperti ini akan terus  ia lakukan guna mengetahui kedisiplinan pegawai.

“Karena saya orang baru, sambil memberikan pandangan-pandangan, nasehat-nasehat kebersamaan agar kita bekerja lebih efektif lagi,” tambahnya.

Wabup juga berharap kepada seluruh bawahannya untuk selalu kedepankan kebersamaan dan saling bertegur sapa. Jangan ada jarak antara atasan dan bawahan agar tetap terjalin komunikasi yang baik.

Wabup berharap kepada ASN sebagai abdi negara dan masyarakat agar bisa menjaga amanah.

“Terus bekerja dan tingkatkan kedisiplinan.” Pesankan Wabup.




Bupati Inhil Lakukan Peninjauan Di DPMD dan Disdik

Bupati Inhil HM Wardan (tengah) memberikan arahan didampingi Kepala DPMD Ylizal (kanan) saat lakukan kunjungan di Dinas yang membidangi urusan Pemerintahan dan masyarakat Desa ini

Tembilahan, detikriau.org – Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan meninjau dua instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Inhil, yakni Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) dan Dinas Pendidikan (Disdik), Tembilahan, Senin (3/12/2018) pagi.

Di Kantor DPMD, Bupati bergegas masuk dan meninjau kegiatan para staf. Setelahnya, Bupati yang disambut oleh Kepala DPMD, Yulizal-pun segera berkoordinasi dan menanyakan beberapa hal kepada Sekretaris dan Kepala Bidang di ruangan Kepala DPMD.

Sekitar satu jam berlalu, Bupati pun beranjak meninggalkan DPMD untuk melanjutkan peninjauan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Inhil. Di Dinas Pendidikan, Bupati melakukan pemantauan terhadap kinerja dan fasilitas pelayanan di masing – masing bidang dengan didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Rudiansyah.

Kadis Pendidikan Inhil Rudiansyah (kanan) mendampingi Bupati HM Wardan saat meninjau Disdik Inhil

Menurut Bupati, kunjungan yang dilakukan di DPMD dan Dinas Pendidikan bertujuan untuk memperoleh berbagai informasi yang relevan. Dia mengaku sengaja turun langsung guna mengetahui kendala yang terjadi di masing – masing dinas tersebut.

“Siang ini Saya menyempatkan diri melihat ke DPMD dan Disdik. Memantau kegiatan dari dua dinas ini,” ujar Bupati di sela kunjungan.

Di Disdik, Bupati mengungkapkan telah menginstruksikan Kepala Dinas untuk menjadwalkan rapat koordinasi di internal dengan menghadirkan Dirinya.

“Dalam rapat yang Saya pimpin itu nanti, Saya dapat memperoleh laporan dan mencari solusi atas kendala yang dihadapi Disdik,” ujarnya.

Dalam rangka membangun daerah dari sisi pendidikan, Bupati menganjurkan agar Dinas Pendidikan dapat pula menjalin sinergitas lintas OPD sehingga dapat menindaklanjuti banyak persoalan yang ada.

Terakhir, secara umum, Bupati mengungkapkan, kunjungannya pada dua instansi tersebut juga dimaksudkan untuk melihat progres fisik dan keuangan pada penghujung tahun di triwulan ke-4 ini.

“Harapan Saya kegiatan – kegiatan, baik di dua dinas yang Saya kunjungi maupun instansi lain dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Jika memang ada masalah atau kendala, secepatnya kita selesaikan,” akhiri Bupati./Ari Permana




Polda Riau Selidiki Temuan Delapan Jenazah Mengapung di Perairan Selat Malaka

“Tiga mayat berhasil di indentifikasi. Dua warga Provinsi Sumatra Barat dan Satu Warga Provinsi Jawa Timur”

Foto Ilustrasi: Net

Detikriau.org – Kepolisian Polda Riau masih menyelidiki delapan jenazah yang ditemukan mengapung di perairan selat malaka, tepatnya dipesisir kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau.

“Dari pemeriksaan, kami perkirakan usia mayat sudah lebih dari seminggu berada di air,” kata Kepala Sub Bidang Pelayanan Medis Kedokteran Kepolisian RS Bhayangkara Polda Riau, Kompol Supriyanto di Pekanbaru, Senin (3/12) dilansir dari Antara.

Dalam sepekan terakhir, total delapan mayat ditemukan petugas gabungan dan nelayan Kecamatan Bantan, tepatnya di perairan Selat Malaka, Pulau Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Riau. Wilayah itu berbatasan langsung dengan negeri jiran, Malaysia.

Sebelumnya, tiga mayat pertama ditemukan petugas dan nelayan pada akhir November. Selanjutnya, satu persatu mayat ditemukan terapung hingga Minggu (2/12) kemarin. Seluruh mayat yang ditemukan tersebut diserahkan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau, Pekanbaru.

Supriyanto mengatakan mayoritas mayat yang ditemukan tersebut dalam kondisi tidak utuh, dengan beberapa di antaranya cukup mengenaskan. Dari pemeriksaan sementara, ia memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh para korban.

Sebanyak 20 petugas Disaster Victim Identification (DVI), lanjutnya, kesulitan mengidentifikasi jenazah lewat sidik jari karena kondisinya yang sudah membusuk. Opsi lain yang digunakan adalah melakukan identifikasi melalui susunan gigi dan DNA.

“Ini langkah terakhir. Di samping itu, kita temukan data sekunder seperti properti dan medis, seperti luka bekas operasi, tato dan lainnya juga diidentifikasi,” jelasnya.

Sementara, lanjutnya, dari delapan yang ditemukan sudah ada tiga mayat yang berhasil teridentifikasi identitasnya.

Mereka adalah Ujang Chaniago (48) berasal dari Lubuk Nyiur, Dusun V Koto Mudiek, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Kedua, Mimi Dewi (32) warga Jalan Lansano, Kelurahan Taratak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat. Ketiga, Maya Karina (37) warga Mentikan, RT 020/RW 02, Desa Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

“Untuk para korban yang sudah berhasil teridentifikasi, sudah dibawa oleh keluarganya,” pungkasnya.




Hadir di Kegiatan Maulid Nabi, Wabup Inhil Sekaligus Dengarkan Aspirasi Masyarakat

Laporan: Rul    Editor: Faisal

Wakil Bupati Inhil H Syamsuddin Uti

Tembilahan, detikriau.org – Wakil Bupati Kabupaten Indragiri Hilir H Syamsuddin Uti sambangi Dusun Sungai Udang, Desa Sungai Nyiur Kecamatan Tanah Merah.

Kegiatan yang sekaligus dimanfaatkannya utuk menampung aspirasi masyarakat ini dilakukan bersempenaan dengan kehadirannya pada kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Nurul Jama’ah di Dusun setempat. Minggu (2/12)

“Tiga tahun yang lalu saya sudah datang kesini. Saat itu saya melihat kondisi Masjid Nurul Jama’ah, masih berdinding papan, hari ini saya lihat sudah megah,” kata H Syamsuddin Uti.

Wabup juga memerhatikan kondisi infrastruktur jalan Desa, menurutnya sudah bagus, dan bahkan penerangan  listrik sudah 24 Jam.

“Saya sengaja turun kesini bukan saja menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW, tapi sekaligus saya ingin mendengar apa yang masih menjadi keluahan desa termasuk tentunya apa saja kemajuan yang sudah diraih Desa,” paparnya.

Meski baru menjabat dalam hitungan hari ke 10 sebagai Wakil bupati, namun wabup mengaku paling tidak dirinya sudah mengetahui sejumlah kondisi Desa. Apa-apa yang menjadi keluhan masyarakat nanti dijanjikannya akan disampaikan dalam rapat pemerintah daerah

Wabup juga menyampaikan pesan agar masyarakat yang ada di desa dapat bekerjasama dengan pemerintah daerah. Setidaknya dengan memberikan masukan, saran dan kritikan.

“Jangan sungkan. Sampaikan kepada kami agar kami dapat memiliki data yang cukup untuk melakukan hal yang lebih baik kedepannya untuk masyarakat,” Akhiri Wabup.

Sementara itu, Kades Sungai Nyiur, Palaloi sampaikan terimakasih atas kesediaan orang nomor dua di Pemkab Inhil itu menerima undangan masyarakat untuk menghadiri kegiatan keagamaan di Desanya.

Palaloi sekalligus juga menyampaikan ucapan terimakasih dari masyarakatnya atas segala bentuk perhatian dari pemerintah demi kemajuan Desa Sungai Nyiur.

“Desa kami dulunya terisolir. Kini alhamdulillah, Mobil sudah bisa langsung dari Desa ini menuju Ibukota Kabupaten di Tembilahan dan bahkan Ibu Kota Provinsi Riau, Pekanbaru.”Syukurinya sembari berharap agar pemerintah daerah terus mendukung berbagai upaya pembangunan kedepannya di Desa Sungai Nyiur.

 

 

 




Tolak Minta Maaf ke Jokowi, Bahar bin Smith: Lebih Baik Dipenjara

Bahar bin Smith. foto/instagram

Jakarta – Penceramah Muhammad Bahar bin Smith secara tegas menolak untuk meminta maaf kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi terkait pernyataannya dalam video yang dianggap menghina Jokowi.

“Minta maaf? Saya mengatakan Jokowi presiden banci karena waktu aksi 411, jutaan umat Islam mendatangi depan Istana untuk bertemu dengannya untuk meminta keadilan penegakan hukum. Dia sebagai presiden malah lari dari tanggung jawab dan lebih memilih urusan yang tidak penting,” kata Bahar saat dihubungi, Sabtu, 1 Desember 2018 melansir dari Tempo.co

Sebelumnya, tim sukses pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin meminta agar Bahar memohon maaf kepada Jokowi apabila ingin menyelesaikan secara kekeluargaan.

Ucapan Bahar yang dianggap menghina Jokowi. Dalam kasus ini, ada dua laporan yang ditujukan kepada Bahar Smith. Laporan tersebut ada di Bareskrim Polri dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

Laporan di Bareskrim dibuat oleh pelapor La Komaruddin dengan nomor LP/B/1551/XI/2018/Bareskrim tertanggal 28 November 2018. Sedangkan di Polda Metro Jaya, Bahar dilaporkan oleh Calon Legislatif dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Muannas Alaidid yang tercatat dengan nomor TBL/6519/XI:2018/PMJ/Ditreskrimsus tertanggal 28 November 2018.

Dalam video yang dijadikan bukti oleh para pelapor, Bahar mengatakan, “Kamu kalau ketemu Jokowi, kalau ketemu Jokowi, kamu buka celananya itu, jangan-jangan haid Jokowi itu, kayaknya banci itu.”

Bahkan, secara terang-terangan, Bahar bin Simth menyatakan dirinya lebih memilih untuk mendekam di penjara jika terbukti bersalah daripada harus meminta maaf kepada Jokowi. “Kalau mereka mendesak saya minta maaf, maka demi Allah saya lebih memilih busuk dalam penjara daripada harus minta maaf,” kata dia.