Maluku, detikriau.org – Gempa berkekuatan 5,6 SR guncang Laut Banda Kepulauan Maluku. (3/12)
Gempa yang terjadi pada puku; 21.00.07 Wib ini berpusat di 276 km Barat Daya Maluku Tenggara Barat atau pada titik koordinat 7.66 Lintang Selatan – 128.88 Bujur Timur pada kedalaman 148 km.
“gempa tidak berpotensi tsunami,” rilis BMKG melalui laman resminya
Sebelumnya pada pukul 13:04:23 Wib gempa 5,0 SR juga mengguncang kawasan ini berpusat di 213 km Barat Laut Maluku Tenggara Barat ata pada titik koordinat -7.04 LS – 129.5 BT pada kedalaman 138 km
Dua hari sebelumnya, tepatnya tanggal 1 desember gempa berkekuatan 6,5 SR terjadi pada pukul 20:27:20 berpusat 275 km Timur Laut Maluku Barat Daya atau pada titik koordinat 7.66 LS – 128.83 BT pada kedalaman 162 km.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam keterangan resminya menerangkan bahwa gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas subduksi Banda.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi diwilayah laut banda ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar naik (thrust)
Wakil Ketua MPR Resmi Dilaporkan ke Polisi soal Soeharto Guru Korupsi
Ahmad Basarah resmi dilaporkan ke Bareskrim Polri. Photo : VIVA/Anwar Sadat
detikriau.org – Wakil Sekretaris Jenderal atau Wasekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Ahmad Basarah dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri atas pernyataannya yang menyebut Presiden Soeharto sebagai guru korupsi Indonesia. Pelaporan ini dibuat oleh Anhar dari Forum Advokat Penegak Keadilan dan Soehartonesia.
“Kita melaporkan Ahmad Basarah atas ucapan Beliau yang menyatakan bahwa Soeharto sebagai guru korupsi. oleh karena itu kami merasa betul-betul sangat terpukul, sangat merasa dirugikan mengingat Soeharto bagi kami adalah tokoh bangsa, guru bangsa, dan bapak pembangunan,” kata Anhar di Bareskrim Mabes Polri, Gambir, Jakarta Pusat Senin malam dilansir melalui viva.co.id
Anhar mengatakan sangat tidak pantas seorang wakil rakyat melontarkan pernyataan tersebut sebab Soeharto tak pernah diputus bersalah oleh pengadilan.
“Tidak ada satu putusan pengadilan menyatakan pak Harto terbukti bersalah. Jadi dia harus pahami itu sebagai wakil rakyat enggak perlu dia berucap itu,” ujarnya.
Anhar melaporkan Basarah yang merupakan Wakil Ketua MPR itu dengan UU Nomor 1 Tahun 1946 KUHP, UU Nomor 1 Tahun 1946 KUHP. Pasal 156 KUHP terkait kebencian atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia. Laporan tersebut diterima oleh Bareskrim Mabes Polri dengan nomor laporan LP/B/1571/XIl/2018/BARESKRIM tanggal 3 Desember 2018.
Tidak Ada Tweet Dubes Saudi Sebut Organisasi Sesat
detikriau.org – Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj mendesak Pemerintah RI mengusir Dubes Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi. Said Aqil menyebut Osama telah menebar fitnah karena menyebut GP Ansor sebagai organisasi sesat.
“Osama telah dengan sengaja menyebarkan fitnah dengan menuduh bahwa aksi pembakaran bendera dilakukan oleh organisasi yang dimaksud dengan mengatakan jamaah al munharifah (organisasi yang sesat atau menyimpang),” kata Said Aqil dilansir dari kantor berita politik rmol
Said Aqil mengklaim fitnah disebar melalui twitter milik Osama. Secara khusus, Said Aqil menggelar jumpa pers merespons tweet itu bersama Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Timur, Senin (3/12).
“‘Massa yang berjumlah lebih dari satu juta berkumpul demi menyatakan persatuan umat Islam merupakan reaksi keras terhadap dibakarnya bendera tauhid oleh seorang dari pihak organisasi sesat menyimpang kurang-lebih sebulan yang lalu,’ ini ucapan dia,” kata Aqil membacakan tweet tersebut.
“‘Jadi kemarin itu Reuni 212 itu yang jumlahnya banyak itu karena menyikapi pembakaran bendera tauhid yang dilakukan oleh oknum dari organisasi sesat. Dengan dihadiri oleh capres no 02 Prabowo Subianto, wakil ketua parlemen Fadli Zon, dan lain-lain bapak-bapak wakil Indonesia,'” sambungnya masih membacakan tweet yang disebutnya dicuitkan Osama.
Redaksi membuka twitter @Os_alshuibi milik Osama. Dari pengecekan pukul 20.45, Osama memang sempat berkicau soal Reuni Akbar 212. Kicauan diunggah kemarin, Minggu (2/12), namun dia sama sekali tidak menyinggung soal organisasi sesat.
Perbedaan tweet Osama yang dibacakan Said Aqil nampak pada foto di atas. Yang kanan adalah tweet yang diklaim Said Aqil, sementara yang kiri screenshoot redaksi dari Twitter Osama. Terjemahan tweet lengkap Osama tersebut kira-kira;
“Aksi jutaan umat Islam demi menjaga keamanan negeri. Turut dihadiri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, calon presiden Prabowo Subianto, dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Menyarankan turis Saudi untuk menjauh dari tempat aksi yang terletak di sekitar Monas untuk menghindari kemacetan.
GP Ansor Disebut Organisasi Sesat, PBNU Desak Pemerintah Pulangkan Dubes Saudi
Osamah Muhammad al Suaibi/Net
detikriau.org – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melayangkan protes keras kepada Dutabesar Arab Saudi untuk Indonesia, Osamah Muhammad al Suaibi.
dikabarkan kantor berita politik rmol, Protes dilayangkan lantaran akun Twitter pribadi Osamah menyebut Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) sebagai organisasi yang sesat dan menyimpang.
Dalam kicauannya, Osamah menyinggung aksi umat Islam yang digelar sebagai reaksi atas pembakaran bendera tauhid oleh sekelompok organisasi yang sesat dan menyimpang.
“Dalam pandangan kami, Osamah telah melakukan pelanggaran keras diplomatik, yakni mencampuri urusan politik suatu negara di luar kewenangannnya. Hal ini jelas mengganggu hubungan diplomatik RI dan Saudi Arabia. Atas dasar ini kami sampaikan protes keras,” tegas PBNU dalam siaran pers yang ditandatangani Ketua Umum PBNU Saiq Aqil Siroj, Senin (3/12).
Menurut Said, Osamah telah dengan sengaja menyebarkan fitnah dengan menuduh bahwa aksi pembakaran dilakukan oleh organisasi sesat. Hal itu sama saja menuduh GP Ansor sebagai organisasi sesat.
“Yang dimaksud (Osamah) dengan mengatakan jamaah almunharifah (organisasi sesat atau mennyimpang),” tegasnya.
“Padahal terkait hal ini, GP Ansor sudah memberikan sanksi kepada oknum yang melakukan pembakaran dan tindakan tersebut keluar dari SOP GP Ansor. Bahkan kami keluarga besar NU menyesalkan kejadian itu,” sambung Said.
Atas alasan itu, PBNU meminta pemerintah untuk menyampaikan nota protes kepada Pemerintah Saudi. Sehingga Raja Salman bin Abdulaziz memulangkan Osamah sebagai bagian dari sanksi.
“Sanksi atas tindakannya yang gegabah dan mencampuri urusan politik negara Indonesia,” pungkasnya
Hutan Sumatra Kian Menipis, Populasi Harimau Tinggal 400 Ekor
Harimau ini hamil besar dan sudah hampir melahirkan namun akhirnya tewas setelah terjerat perangkap. (WWF: Febri Widodo)
Seekor induk harimau yang sedang hamil besar tewas bersama bayinya akibat jeratan perangkap yang melilit tubuhnya di salah satu desa di Riau. Hutan Sumatra yang kian menipis semakin mengancam populasi harimau yang kini tidak sampai 400 ekor.
Penduduk Tanjung Belit, Kabupaten Kampar, yang mendengar jeritan harimau tersebut berhasil menangkap dan membawanya ke desa mereka.
Harimau itu sebenarnya lolos dari perangkap, namun kawat logam yang menjerat bagian paha dan perutnya semakin ketat. Hewa ini tewas sebelum petugas terkait tiba di lokasi.
Dua ekor bayi harimau yang masih dalam kandungan induknya juga tak berhasil diselamatkan.
Hewan ini merupakan korban perburuan satwa yang merajalela di Indonesia.
“Ini melibatkan uang banyak,” kata Budi (bukan nama sebenarnya), seorang mantan pemburu satwa liar.
Setelah 30 tahun berburu harimau, Budi kini turut membantu kelompok konservasi WWF dan berbalik memburu para pemburu.
Di tahun-tahun sebelumnya Budi mengaku telah menangkap dan membunuh setidaknya 30 ekor harimau.
“Saya sering tertangkap, tetapi selalu aman dengan petugas. Saya tak pernah ke pengadilan. Karena diselesaikan di tempat,” katanya kepada jurnalis ABC Anne Barker.
Dahulu harimau pertama yang dijual Budi laku Rp 850.000. Namun kini harganya semakin mahal.
“Harimau terakhir yang sempat saya jual laku Rp 9.500.000,” tambahnya.
Bayi harimau juga tidak selamat setelah induknya tewas terjerat perangkap. (ABC News: Anne Barker)
Deforestasi berdampak pada harimau
Deforestasi dan kegiatan pembangunan sangat berdampak langsung dalam mengurangi habitat harimau di Sumatra.
Hutan rimba digunduli untuk pembukaan lahan perkebunan.
Menurut hitungan WWF, 49 persen hutan asli Sumatra telah hilang sejak tahun 2000 akibat pembukaan jalan bagi perkebunan kelapa sawit, karet dan kertas.
Pulau terbesar keenam di dunia ini mengaloami perubahan lanskap alam menjadi produsen komoditas global dengan nilai miliaran dolar.
Tercatat, antara tahun 2000 dan 2015 rata-rata 1,82 hektar hutan ditebang dijatuhi setiap jam.
Selain harimau, satwa liar lainnya rusa atau monyet juga terdampak secara langsung.
Akibatnya, tak jarang satwa-satwa ini muncul di desa dan daerah perkotaan. Serangan pada penduduk pun tak jarang terjadi.
Hutan Sumatera semakin berkurang akibat pembukaan lahan perkebunan sawit dan industri lainnya.
Hutan Sumatera semakin berkurang akibat pembukaan lahan perkebunan sawit dan industri lainnya. (ABC News: Anne Barker)
Bulan lalu, seekor harimau jantan terperangkap di kolong selokan di salah satu pertokoan di Indragiri Hilir.
Dokter hewan Andita Septiandini mengatakan peristiwa mencerminkan semakin meningkatnya tekanan pada satwa liar.
“Habitat harimau di Indonesia semakin buruk. Harimau bersaing dengan harimau lain karena mereka tak lagi memiliki ruang untuk menjelajah,” katanya.
“Mereka terpaksa masuk ke kampung karena semakin sulit mencari mangsa di hutan,” tambahnya.
Seekor harimau yang terjebak dalam selokan di salah satu pertokoan di Indragiri Hilir. (ABC)
Upaya mencegah kepunahan harimau
Warga Tanjung Belit masih ingat ketika harimau terlihat setiap hari dan betapa berbahayanya masuk hutan.
Salah satu warga bernama Kasim, yang ayahnya mati dibunuh harimau pada tahun 1972, mengaku belum pernah melihat seekor pun harimau di alam liar.
“Sekarang hutan penuh dengan orang. Orang berkebun di hutan, jadi tak ada lagi harimau di sana,” katanya.
Meskipun jumlahnya kian menyusut, WWF tetap optimis harimau Sumatra dapat diselamatkan dari kepunahan.
LSM itu kini fokus di wilayah bagian tengah Sumatra di mana harimau masih memiliki jangkauan menjelajah dan berkembang biak yang cukup luas.
Suaka Margasatwa Rimbang Baling di sepanjang punggung pegunungan Sumatra menjadi salah satu dari 18 lokasi di dunia yang diidentifikasi WWF berpotensi melipatgandakan populasi harimau.
Tujuannya bukan hanya menghentikan perburuan satwa tetapi juga menghentikan atau memperlambat hilangnya lahan hutan.
Petugas jaga hutan pun diturunkan berpatroli untuk melacak dan mengejar pemburu atau menghancurkan perangkap yang mereka pasang.
Petugas jaga hutan berpatroli untuk memberantas jerat yang dipasang warga. (ABC News: Anne Barker)
Petugas pun mengincar jaringan perburuan satwa dan sindikat penebangan liar. Namun karena faktor korupsi, aktivitas tersebut seringkali tidak ditindaki secara hukum.
Dalam sejumlah kasus, lahan-lahan perkebunan berhasil dihutankan kembali, dan tanaman sawit atau tanaman industri lainnya diganti dengan pohon-pohon asli setempat.
Namun proses ini memakan waktu yang lama. Paling tidak perlu satu dekade bagi populasi harimau dan satwa lainnya untuk pulih kembali.
Kini, di kawasan suaka tersebut petugas telah memasang kamera CCTV di berbagai titik.
Mereka kemudian mencatat setiap harimau yang terekam kamera.
Para pemilik lahan juga didorong melanjutkan perkebunan mereka tanpa perlu menggunduli hutan asli. Caranya, dengan kembali ke lahan yang sebelumnya sudah ditinggalkan.
WWF belum lama ini menandatangani kerjasama dengan klub footy Richmond Football Club di Melbourne, yang memiliki julukan The Tigers.
Tujuannya untuk mempromosikan kampanye kesadaran harimau di Australia.
Pekan lalu, dua pemain Richmond, Nick Vlastuin dan Jack Graham, menghabiskan tiga hari di Sumatra menyaksikan patroli harimau di Rimbang Baling.
WWF Australia Ashley Brooks mengatakan sebagian besar kegiatan konservasi di Sumatra, termasuk patroli harimau, didanai donor dari Eropa, Jepang dan Amerika Serikat.
Australia masih berbilang minim kontribusinya untuk konservasi harimau.
WWF menjalin kerjasama dengan klub footy Richmond Football Club untuk meningkatkan kesadaran mengenai perlindungan harimau di Australia. (ABC News: Anne Barker)
Dr Brooks mengatakan banyak konsumen tak tahu bagaimana kehidupan mereka berdampak langsung pada harimau Sumatra, akibat industri minyak sawit, kertas dan karet.
Indonesia merupakan penghasil minyak sawit terbesar di dunia. Minyak ini digunakan untuk berbagai produk mulai dari coklat batangan dan es krim hingga sabun, pembersih rumah tangga, dan biofuel.
Sementara karet produksi Indonesia banyak digunakan dalam pembuatan sepatu dan ban.
“Sekitar 55 persen barang-barang di rak supermarket manapun di dunia memiliki kandungan minyak sawit atau produk turunannya,” kata Dr Brooks.
Pada November lalu produsen ban meluncurkan inisiatif untuk menghentikan perusakan hutan akibat perkebunan karet.
Global Platform for Sustainable Natural Rubber yang mencakup Michelin dan Goodyear, akan dimulai pada Maret nanti untuk mengurangi deforestasi.
Industri ban dunia menyerap sekitar 70 persen pasokan karet alam, sebagian besar berasal dari Asia Tenggara.
Inisiatif serupa telah diterapkan dalam industri minyak kelapa sawit, kopi dan kakao, dengan tingkat keberhasilan yang beragam.
Namun keberhasilan industri sawit, karet dan kertas berkelanjutan, akan selalu dirugikan oleh melonjaknya permintaan.
Permintaan karet selama 20 tahun terakhir misalnya, meningkat tajam karena munculnya pasar seperti China dengan kian banyaknya membeli mobil.
Semua ini memicu deforestasi dan membuat penderitaan harimau Sumatra semakin parah.
Penduduk Tanjung Belit tahu persis bahwa mereka tak mungkin lagi melihat harimau jika habitatnya hancur.
“Dahulu kami biasa melihat mereka setiap hari,” kata Ali Zabur, seorang warga setempat.
“Mereka tampak sangat ganas, mungkin karena habitatnya sudah hancur. Sekarang harimau sudah hilang karena hutan juga sudah hancur. Kasihan,” tuturnya.
Ma’ruf Amin Gagal Dongkrak Elektabilitas Jokowi Di Mata Umat
Calon presiden Jokowi dan calon wakil presiden Ma’ruf Amin/Net
Detikriau.org – Kehadiran Ketua Umum (nonaktif) Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin dinilai gagal mendongkrak elektabilitas calon presiden petahana Joko Widodo di kalangan umat Islam.
Ini terbukti dengan jumlah peserta Reuni Akbar Mujahid 212 di Monumen Nasional, Minggu (2/12) yang membludak.
dilansir dari rmol.co, Analis Politik Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menilai bahwa umat Islam yang tergabung dalam alumni 212 masih menilai Jokowi tidak berpihak pada umat. Mereka masih menganggap pemerintah melakukan kriminalisasi terhadap ulama.
Dengan kata lain, kata Pangi, alumni 212 mengesampingkan kehadiran Ma’ruf Amin sebagai cawapres pendamping Jokowi.
“Orang itu melihat capres, kalau cawapres kan ‘ban serep’. Nggak ngaruh banget. Siapa presidennya. Jadi bisa saja KH Ma’ruf sebagai cawapres nggak punya efek dongkrak elektabilitas Jokowi,” tegasnya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Senin (3/12).
Pangi juga menilai bahwa selama ini, Ma’ruf gagak mengonsolidasikan umat Islam. Terbukti, umat masih solid di barisan pendukung Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto.
“Karena sikapnya (Prabowo) terhadap umat dianggap berpihak dan empati pada umat semakin lama semakin membesar. Gerakan ini (Reuni Akbar Mujahid 212) semakin menggembosi elektabilitas Jokowi,” pungkasnya.