Pegiat Media Sosial Beberkan Hitungan Jumlah Massa Reuni 212

foto: meredeka.com

detikriau.org – Pegiat media sosial, Iwan Piliang mengklaim memperoleh data perkiraan jumlah orang yang mengikuti reuni 212 pada Ahad, 2 Desember 2018 dari pekerja di perusahaan operator telepon seluler.

“Saya diberitahu bahwa pusat operator mencatat jumlah ponsel atau IMEI pada saat kejadian acara reuni 212 berjumlah 13,4 juta orang,” kata Iwan melalui pesan teks dilansir melalui Tempo, Selasa, 4 Desember 2018.

IMEI merupakan singkatan dari International Mobile Station Equipment Identity yang terdiri dari 15 digit angka. Nomor ini menyimpan pelbagai informasi mengenai telepon seluler.

foto: radar cirebon

foto: bolmora.com

Iwan mengatakan berdasarkan data Home Location Register (HRL)-Identified Circuit Card Identifier (ICCID) atau database pusat nomor registrasi manufaktur SIM card dan IMEI, tercatat ada 35 juta pengguna di kawasan acara Reuni 212 Ahad lalu. Kawasan itu mencakup Bank Indonesia, Wisma Antara, Harmoni, Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Istana Negara, dan sejumlah kompleks kementerian.

Menurut Iwan, area itu didukung 875 Base Transceiver Station (BTS) luar ruangan dan 234 BTW dalam ruangan. Lalu dipilah lagi, sebab ada HLR-ICCID yang on air dalam satu IMEI atau dua IMEI dalam satu device. “Ini berarti satu ponsel dua SIM card.”

Setelah dirinci, kata Iwan, rekannya dari perusahaan operator itu menemukan ada 725 ribu telepon seluler yang terdaftar dalam jaringan Kementerian Pertahanan, Tentara Nasional Indonesia, dan Kepolisian Republik Indonesia.

Iwan tak merinci proses berikutnya. Namun, kata dia, penelusuran berikutnya menemukan ada 6,85 juta ponsel dengan SIM card tunggal dan 5,27 juta yang dual SIM card. “Estimasi pengguna yang hadir kemarin berjumlah sembilan sampai sebelas juta,” kata Iwan.

Perkiraan Iwan berdasarkan pengguna ponsel jauh lebih banyak dari pernyataan juru bicara Persaudaraan Alumni atau PA 212 Novel Bamukmin. Novel sebelumnya mengatakan jumlah peserta reuni 212 diperkirakan mencapai 7 juta orang.




Merasa Difitnah, PKS Ancam Laporkan Kapitra Ampera ke Polisi

“Apa ya 13,4 juta orang itu suruhan PKS? Ini adalah fitnah yang keji dan tidak bermartabat dari seorang Kapitra,”


Penasihat hukum DPP PKS, Zainuddin Paru
Foto: istimewa/republika

detikriau.org – Advokasi Bantuan Hukum DPP PKS, Zainuddin Paru, mengatakan akan melaporkan Kapitra Ampera kepada kepolisian. Laporan dilakukan karena Kapitra telah menuduh dan memfitnah bahwa peserta reuni 212 adalah orang-orang suruhan PKS.

“PKS secara institusi akan melaporkan yang bersangkutan ke Kepolisian dengan delik fitnah, provokasi dan ujaran kebencian,” kata Zainuddin dalam pesan tertulis dilansir melalui Republika.co.id, Selasa (4/12).

Menurut Zainuddin, fitnah yang dilakukan Kapitra tersebut sejatinya hanyalah ajang untuk mencari panggung. “Kapitra ini patut diduga sedang mencari panggung setelah tidak diakui lagi sebagai pengacaranya Habib Rizieq Shihab dan terbuang dari Alumni 212,” ucapnya.

Karena itulah, ujar Zainuddin, Kapitra dengan segala upayanya tetap ingin terlihat exis. Salah satunya dengan memfitnah PKS dan menyebut bahwa peserta reuni 212 suruhan PKS.

“Saudara Kapitra dengan segala cara memfitnah PKS dengan menyebutkan peserta aksi Reuni 212 sebagai orang-orang suruhan PKS,” ujarnya.

Fitnah yang dilontarkan Kapitra tersebut, menurutnya sangat keji dan tidak bermartabat. Apakah iya, ungkapnya, jutaan orang yang hadir secara sukarela dalam reuni akbar 212 dianggap sebagai orang-orang suruhan partainya. “Apa ya 13,4 juta orang itu suruhan PKS? Ini adalah fitnah yang keji dan tidak bermartabat dari seorang Kapitra,” tegasnya.

Namun saat ditanyakan tempat pelaporan. Zainuddin mengaku masih dalam pembicaraan tim advokat PKS apakah akan dilakukan di Polda Metro Jaya atau di Bareskrim Polri. “Sedang kami diskusikan, apakah ke Polda atau ke Bareskrim,” ucapnya.




Warga Kembali Gesa Pemerintah Segerakan Perbaiki Kerusakan Ruas Jalan Dalam Kota Tembilahan

Kondisi jalan H Abdul Manaf Tembilahan.

Tembilahan, detikriau.org – Warga kembali mendesak Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir menyegerakan perbaikan kerusakan sejumlah ruas jalan di Ibu Kota Kabupaten, Tembilahan.

Ruas jalan Batang Tuaka, Jl H Sadri, Jl Abdul Manaf , Jl RA Kartini dan Jl Sultan Syarif Qasim yang berada tepat di jantung Ibukota Kabupaten Inhil itu dinilai kondisinya kini sudah sangat tidak layak.

Jalan H Sadri Tembilahan

Disamping mengganggu kenyaman masyarakat berlalu lintas,  rusaknya fasilitas jalan ini pastinya juga akan menimbulkan kesan kumuh kota Tembilahan.

“semestinya disegerakan. Kerusakan ruas jalan ini sudah cukup lama, sayangnya selama ini pekerjaan perbaikan hanya sebatas “tambal sulam”. Usia pakainya pasti juga tidak akan bertahan lama,” Kritik salah seorang warga, Herman, disampaikan melalui detikriau.org di Tembilahan, selasa (4/12)

Jalan RA Kartini Tembilahan

Menurut Herman, sebagai warga kota Tembilahan, ia merasa miris dengan kondisi jalan di Ibu Kota yang sudah sangat tidak layak seperti ini.

Pemerintah Kabupaten dikritisi Herman selalu membanggakan diri dengan memperindah jalan penghubung antar Kecamatan bahkan Desa. Namun ironisnya, justru badan jalan didalam Kota saja terlantar dan tidak terurus dengan baik.

Jalan Sultan Syarif Qasim Tembilahan

Sebelumnya dikomfirmasi detikriau.org, Kepala Dinas  Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Indragiri, Iliyanto melalui Kepala Bidang Bina Marga, R Enta Netriawan menjelaskan bahwa kerusakan sejumlah ruas jalan di dalam kota Tembilahan diakuinya memang sudah cukup memprihatinkan, namun tahun 2019 mendatang , sudah menjadi prioritas untuk dilakukan perbaikan.

“Sejumlah ruas jalan di dalam Kota, perbaikannya menjadi prioritas. Kita sudah usulkan untuk program melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) 2019.” Sampaikan Enta diruang kerjanya, selasa (19/9) yang lalu. [faisal]




Delapan Pekerja yang Ditampung Anggota Dewan Papua Selamat


Gerakan Papua Merdeka (ilustrasi)

Detikriau.org – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nduga, Alimi Gwijangge menyatakan, delapan orang yang sempat mengungsi di kediamannya di Distrik Yall dalam kondisi selamat. Delapan orang tersebut kini sedang menunggu evakuasi melalui jalur udara ke distrik lain yang lebih aman.

“Tidak ada kena apa-apa, cuma mereka takut mendengar kabar (pembunuhan) itu, langsung mereka pergi ke tempat saya dan ke lapangan terbang,” ujarnya melalui sambungan telepon dilansir dari laman Republika.co.id, Selasa (4/11).

Alimi mengatakan, delapan orang itu melarikan diri ke kediamannya setelah mendengar kabar tentang pembunuhan 24 pekerja jembatan Kali Yigi dan Aurak. Karena khawatir menjadi korban pembunuhan, akhirnya delapan pekerja tersebut menyelamatkan diri. Hingga saat ini, delapan orang itu masih menunggu penerbangan di distrik Yall.

“Tadi pagi mau kita bawa mereka ke (Ibu kota) kabupaten (Nduga) tapi penerbangan susah didapat. Kalau besok ada penerbangan kami antar mereka dari distrik tersebut,” ucapnya.

Selain itu, Alimi menegaskan, delapan orang yang mengungsi itu berada jauh dari kejadian pembunuhan. Mereka mendapat kabar pembunuhan dari warga setempat hingga akhirnya mengungsi di rumah Alimi.

“Mereka itu hanya takut tidak diserang, baru lari menyelamatkan diri begitu. Mereka jauh dari kejadian, mereka aman di situ tapi dengar kejadian itu mereka lari,” ujar dia.

Sebelumnya, berdasarkan keterangan resmi dari Polda Papua, Senin (3/12), sebanyak 31 orang pekerja proyek Istaka Karya yang sedang membangun jembatan di Kali Yigi dan Aurak distrik Yigi, Kabupaten Nduga, tewas dibunuh.

Sebanyak 24 orang dibunuh terlebih dahulu, kemudian delapan orang sempat menyelamatkan diri ke rumah seorang anggota DPRD. Namun, delapan orang itu dijemput pihak terduga pembunuh hingga tujuh orang tewas dan satu orang belum ditemukan.




Fahri Hamzah: Penyerangan Di Nduga Papua Adalah Terorisme Sesungguhnya

Fahri Hamzah/RMOL

Detikriau.org – Penyerangan terhadap para pekerja proyek PT. Istaka Karya di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua yang dilakukan oleh oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Gerakan Separatis Papua Bersenjata (GSPB) membuat geram DPR.

Pembantaian yang mengakibatkan puluhan korban meninggal dunia dan luka-luka itu adalah terorisme dan makar yang sesungguhnya.

Demikian diungkapkan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/12) dilansir melalui kantor berita politik rmol.co.

“Ini adalah terorisme, ini adalah makar dalam pengertian yang sebenarnya. Karena ini adalah serangan bersenjata,” tegas Fahri.

Menurutnya, pemerintah mesti serius menangani kejadian brutal semacam ini agar tidak terulang lagi. Terutama masalah keamanan dan pengamanan di Papua.

“Dalam situasi seperti inilah pemerintah seharusnya berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk segera menyelesaikan peristiwa ini. Orangnya harus diketahui siapa, kelompok mana, dan setelah itu harus betul-betul ada jaminan bahwa kejadian seperti ini tidak ada lagi,” tutup Fahri.




Tim Gabungan Evakuasi 31 Jenazah Pekerja Yang Dibantai Di Nduga Papua

Detikriau.org – 31 jenazah pekerja proyek Trans Papua yang diserang oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua berhasil dievakuasi oleh tim gabungan TNI Polri.

Kabag OPS Polres Jayawijaya, AKP R. L. Tahapary yang memimpin operasi berhasil masuk ke tempat dimana 31 orang pekerja itu dibantai.

“Saat ini pasukan gabungan TNI-Polri masuk ke Distrik Yigi, Kabupaten Nduga untuk mensterilkan lokasi kejadian, serta mengevakuasi 31 jenazah karyawan PT Istaka Karya yang menjadi korban sadis pembunuhan KKB,” kata Kapolres Kabupaten Jayawijaya AKBP Yan Pieter Reba dalam keteranganya, Selasa (4/12) dilansir melalui kantor berita politik rmol.co

Tim juga telah melakukan pengejaran terhadap kelompok yang telah diidentifikasi dan namanya telah dikantongi aparat.

Namun, menurut informasi, pelaku teror sudah bergabung bersama masyarakat sipil lainnya.

“Dalam waktu dekat aparat akan melakukan penyisiran di Kabupaten Nduga untuk melakukan penangkapan terhadap pelaku teror kejahatan di wilayah itu,” ujar Pieter.