Angin Kencang Terjang Pemukiman Penduduk Desa Tanjung Lajau
Foto: Kesbangpol Inhil
Tanjung Lajau, detikriau.org – Angin kencang menerjang Desa Tanjung Lajau Kecamatan Kuala Indragiri Kabupaten Indragiri Hilir Riau, rabu (2/1/2019).
Peristiwa yang dikabarkan terjadi sekira pukul 08.00 Wib itu menyebabkan kerusakan enam unit bangunan rumah penduduk yakni milik Aseng, Aleng, And Yatim, Hendi, Ardianto, dan Rajali
Warga setempat Bashori melalui group Whats App menuliskan bahwa angin yang bertiup saat itu sangat kencang dan memporakporandakan bagian atap rumah milik warga.
Saat kejadian pemilik bangunan terdampak dan warga sekitar berlarian keluar rumah berusaha menyelamatkan diri.
Hingga saat ini belum diperoleh keterangan resmi dari pihak berwenang terkait peristiwa bencana alam ini.
Laporan: Am
KPU Lapor Bareskrim soal Berita Bohong Surat Suara Tercoblos
KPU mengecek kabar surat suara yang sudah dicoblos di Tanjung Priok. (Dwi Andayani/detikcom)
Jakarta – KPU memastikan kabar adanya tujuh kontainer surat suara yang sudah tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok merupakan kabar bohong. KPU mengatakan saat ini pihaknya telah melaporkan kasus tersebut ke Bareskrim melalui telepon.
“Sudah dilaporkan ke Bareskrim, sementara via telepon dulu,” ujar komisioner KPU Hasyim Asy’ari di kantor Pelayanan Utama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (2/1/2019) malam dilansir melalui detikcom
Namun Hasyim mengatakan pihaknya akan mengumpulkan bukti-bukti lain untuk kembali dilaporkan. Berdasarkan informasi yang diterima, pelaporan ini dilakukan KPU pada pukul 21.00 WIB, Rabu malam.
“Nanti konten-kontennya itu akan dikumpulkan dan dilaporkan,” tuturnya.
Ketua KPU Arief Budiman juga meminta agar penyebar berita bohong tersebut ditangkap. Serta meminta pihak kepolisian melacak penyebar berita bohong tersebut, di antaranya penyebar dan pembuat rekaman yang menyatakan adanya tujuh kontainer surat suara yang telah tercoblos.
“Jadi orang-orang jahat yang mengganggu pemilu kita, yang mendelegitimasi penyelenggara pemilu, harus ditangkap. Kami akan lawan itu. Jadi kami sangat berharap pelakunya segera ditangkap,” ujar Arief seusai sidak di kantor Pelayanan Utama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (2/1/2019) malam.
“Saya ingin menyampaikan kepada pihak keamanan, pihak kepolisian, untuk melacak, untuk mencari, siapa yang menyebarkan dan membuat rekaman suara ini,” tutupnya.
Dugaan Kerja Paksa di Taiwan, Kemlu Setop Rekrut Mahasiswa Magang
Jubir Kemlu Arrmanatha Nasir ./Foto: Net
Jakarta – Kemlu RI akan menghentikan sementara pengiriman mahasiswa-magang dari Indonesia ke Taiwan. Langkah ini dilakukan menyusul adanya kabar300 mahasiswa disuruh kerja paksa di Taiwan.
“Indonesia akan menghentikan sementara perekrutan serta pengiriman mahasiswa skema kuliah-magang hingga disepakatinya tata kelola yang lebih baik,” ujar jubir Kemlu RI Arrmanatha Nasir dilansir detikcom, Rabu (2/1/2019).
Pria yang biasa disapa Tata ini mengatakan, saat ini terdapat 6.000 mahasiswa WNI yang ada di Taiwan. Dari 6.000, 1.000 di antaranya mengikuti skema kuliah-magang.
“Saat ini terdapat sekitar 6.000 mahasiswa Indonesia di Taiwan, dengan sekitar 1.000 mahasiswa yang ikut dalam skema kuliah-magang di delapan universitas yang masuk ke Taiwan pada periode 2017-2018,” ucapnya.
Kemlu juga sudah koordinasi dengan Kantor Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei. Pihaknya akan memperdalam kabar mahasiswa yang mengalami kerja paksa tersebut.
“KDEI Taipei juga telah meminta otoritas setempat untuk mengambil langkah, sesuai aturan setempat, yang diperlukan guna melindungi kepentingan serta keselamatan mahasiswa peserta skema kuliah-magang,” tuturnya.
Kabar mahasiswa praktik kerja paksa itu diberitakan media lokal Taiwan News. Seorang anggota parlemen setempat bernama Ko Chih-en melakukan investigasi terkait dugaan praktik ‘kerja paksa’ yang melibatkan enam kampus.
Berdasarkan penyelidikan Ko, ada 300 mahasiswa RI yang dipaksa bekerja di sejumlah pabrik. Salah satu tempat mereka dipekerjakan adalah pabrik lensa kontak.
KPU pastikan informasi surat suara di Tanjung Priok hoaks
Ketua KPU Arief Budiman (tengah) didampingi Komisioner KPU dan Bawaslu menyampaikan keterangan pers seusai melakukan pengecekan terkait informasi tujuh kontainer surat suara yang sudah tercoblos di kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (3/1/2019). Ketua KPU menegaskan kabar tersebut tidak benar dan akan memproses secara hukum pihak-pihak yang menyebarkan informasi tersebut. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/pras.
Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) memastikan informasi tentang tujuh kontainer surat suara yang sudah dicoblos yang ditemukan di Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (2/1) bohong setelah pihaknya melakukan pengecekan ke Kantor Bea dan Cukai setempat.
“Kami telah melakukan pengecekan isu surat suara dalam tujuh kontainer yang masing-masing berisi 10 juta surat suara yang infonya sudah dicoblos untuk nomor 01. KPU memastikan hal itu adalah berita bohong,” kata Ketua KPU Arief Budiman usai melakukan pertemuan dengan pihak Bea dan Cukai Tanjung Priok, Rabu (2/1) malam.
KPU bersama Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan pihak terkait lainnya langsung melakukan pengecekan setelah mendapatkan informasi penemuan surat suara. Hasilnya mereka tidak menemukan apa yang telah menjadi pembicaraan masyarakat tersebut.
Arief menjelaskan untuk surat suara sendiri hingga saat ini belum dicetak karena masih menjalani beberapa tahapan. Untuk itu pihaknya sangat menyesalkan adanya infomasi terkait dengan penemuan tujuh kontainer surat suara dan informasinya bahkan sudah dicoblos untuk nomor 01.
Apa yang disampaikan oleh Arief Budiman dibenarkan oleh Komisioner KPU Hasyim Asyari. Menurut dia, proses pengadaan surat suara baru berjalan. Dengan demikian bisa dipastikan surat suara belum dicetak.
“Hari Jumat 4 Januari nanti ada undangan validasi kepada dua calon dan pengurus DPP partai politik untuk validasi surat suara. Artinya, pengadaan belum berjalan. Kalau sudah ada kabar barang cetakan itu mengesankan diam-diam siapa tahu KPU sudah mencetak. Kami pastikan KPU belum mencetak,” katanya saat dikonfirmasi.
KPU Cek Kabar 7 Kontainer Surat Suara yang Sudah Tercoblos di Priok
Jakarta – Kabar terkait adanya 7 kontainer surat suara yang sudah tercoblos di Tanjung Priok, Jakarta Utara beredar di WhatsApp grup. KPU langsung mengecek kabar tersebut malam ini.
“Ketua dan anggota KPU RI sebentar lagi akan berangkat untuk melakukan pengecekan langsung terkait informasi 7 kontainer surat suara yang katanya sudah tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok,” ujar Komisioner KPU Viryan Azis, dalam keterangannya, Rabu (2/1/2019) dilansir melalui detikcom
Malam ini KPU akan berangkat meninjau ke lokasi pukul 22.30 WIB. KPU akan mengecek kebenaran kabar tersebut di Kantor Bea Cukai Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Sebelumnya, kabar ini juga diinformasikan melalui Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief di akun Twitternya. Andi meminta kabar adanya 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos di Tanjung Priok untuk dicek. Namun saat dicek kembali, cuitan Andi Arief ini sudah dihapus.
“Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yg sudah dicoblos di tanjung priok. Supaya tidak fitnah harap dicek kebernarannya. karena ini kabar sudah beredar.1,” cuit Andi Arief.
Andi Arief: Ada 7 Kontainer Surat Suara Sudah Dicoblos
Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief (Foto: net)
JAKARTA – Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief meminta pihak terkait untuk mengecek kebenaran kabar 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos di Tanjung Priok.
“Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yang sudah dicoblos di Tanjung Priok,” ujar Andi Arief melalui akun Twitter pribadi, @AndiArief_, Rabu (2/1/2018) dilansir melalui timesindonesia
Andi Arief sebelumnya juga berkicau, beredar rekaman suara seorang pria yang mengabarkan adanya pengiriman 7 kontainer surat suara di Pelabuhan Tanjung Priok.
Menurut pengakuan pria tersebut lanjut Andi Arief, surat suara sudah dicoblos untuk pasangan capres-cawapres nomor urut 01. Disebutkan juga bahwa setiap kontainer berisi 10 juta surat suara
Demi menghindari fitnah dan hoaks, ia pun meminta pihak terkait untuk segera mengonfirmasi kabar tersebut. “Supaya tidak fitnah, harap dicek kebenarannya. Karena ini kabar sudah beredar,” tandas Andi Arief, Wasekjen Partai Demokrat. (*)