Viral Video Jokowi Disambut Dua Jari Berujung Polemik

Presiden Joko Widodo (tengah) menyalami warga ketika meninjau lokasi terdampak tsunami Selat Sunda di Desa Way Muli, Rajabasa Lampung Selatan, Lampung, Rabu (2/1/2019). (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Jakarta — Direktur Program Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Aria Bima menanggapi santai beredarnya foto dan video massa yang mengacungkan dua jari saat menyambut kedatangan Jokowi. Aria menduga massa telah diatur dan sengaja mengacungkan dua jari ketika Jokowi datang. 

Foto dan video itu disebut terjadi saat Jokowi berkunjung ke Ponorogo, Jawa Timur, pada Jumat (4/1) lalu.

Belakangan sejumlah kalangan menyebut foto dan video tersebut merupakan rekayasa karena peristiwanya terjadi pada waktu dan tempat yang berbeda.

“Walah, model beberapa kali itu,” ujar Aria melalui pesan singkat yang dilansir melalui CNNIndonesia.com, Minggu (6/1).

Acungan dua jari saat ini identik dengan dukungan pada pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Adapun politikus PDIP ini memaklumi aksi massa yang mengacungkan dua jari tersebut. Ia mengaku tak akan menindak lebih lanjut aksi massa itu.

“Namanya juga kampanye,” katanya.

Sementara itu anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra Andre Rosiade membantah jika acungan dua jari itu sengaja diatur tim Prabowo. Ia menyebut acungan dua jari itu merupakan bentuk spontan warga yang menginginkan ganti presiden pada 2019.

“Tidak mungkin itu setting-an. Itu gerakan rakyat, sekarang di mana pun kalau Pak Jokowi datang ada saja yang acungkan dua jari,” ucapnya.

Menurutnya, acungan dua jari itu tak hanya terjadi di Ponorogo. Dalam kunjungan kerja Jokowi ke sejumlah wilayah, capres nomor urut 01 itu kerap disambut dengan acungan dua jari dari warga.

“Di mana saja sekarang kalau Pak Jokowi datang sudah (acungkan) nomor 02. Di Medan juga begitu. Itu menunjukkan dukungan pada paslon 02 sudah seperti tsunami, bergelombang di mana-mana,” tuturnya.

Sebelumnya, beredar foto dan video yang menunjukkan sejumlah massa mengacungkan dua jari yang disebut terjadi ketika Jokowi berkunjung ke Ponorogo. Namun belakangan ada sejumlah kalangan yang menganggap peristiwa itu terjadi bukan di Ponorogo, melainkan telah direkayasa sedemikian rupa agar seolah-olah terjadi saat kunjungan Jokowi ke Ponorogo.

Mantan Gubernur DKI itu diketahui tengah melakukan kunjungan kerja dan membagikan 2.500 sertipikat tanah kepada warga di Ponorogo.

Dalam foto dan video yang beredar juga terlihat sejumlah anak sekolah dengan seragam Pramuka turut mengacungkan simbol dua jari. Mereka menyambut kedatangan Jokowi di pinggir jalan.

Jokowi pada Jumat (4/1) berkunjung ke Ponorogo untuk melakukan sejumlah kegiatan di kabupaten tersebut. Selain mengecek sejumlah proyek, Jokowi pada saat itu juga menyerahkan sertifikat hak atas tanah untuk masyarakat yang dipusatkan di Alun-Alun Kabupaten Ponorogo.

sumber: CNNIndonesia  Editor: faisal




Himbaun Kebersihan




Gunung Anak Krakatau alami 24 kegempaan letusan

“masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekat dalam radius 5 km dari kawah”

Foto: detiknews

Bandarlampung – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyampaikan hingga Sabtu siang, Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, mengalami 24 kali kegempaan letusan, 4 kali kegempaan embusan dan terjadi tremor menerus.

Staf Kementerian ESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Windi Cahya Untung dalam rilis yang diterima di Bandarlampung, Sabtu, menyebutkan pada periode pengamatan 5 Januari 2019, pukul 06.00 WIB sampai dengan 12.00 WIB, Gunung Anak Krakatau tercatat mengalami Kegempaan Letusan sebanyak 24 kali, amplitudo 18-25 mm, durasi 52-114 detik.

Selain itu, gunung yang berada di Selat Sunda ini mengalami embusan 4 kali dengan amplitudo 18-22 mm dan durasi 46-110 detik. Kemudian Tremor Menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 2-17 mm (dominan 7 mm).

Data diambil dari Stasiun Sertung di Selat Sunda, dekat dengan Gunung Anak Krakatau dan sepanjang pengamatan menunjukkan cuaca cerah. Angin bertiup lemah ke arah barat daya-timur laut dengan suhu  udara mencapai 28-31 derajat Celsius dan kelembapan udara 56-70 persen.

Visual gunung jelas hingga kabut 0-III dengan asap kawah teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tebal dan tinggi 300-1.500 meter di atas puncak kawah. Tidak terdengar suara dentuman dan ombak laut terpantau tenang.

Kesimpulannya, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau Level III (Siaga), sehingga direkomendasikan masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 5 km dari kawah.

Sebelumnya, PVMBG juga menyampaikan laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau sepanjang Jumat (4/1), hingga Sabtu dini hari mengalami 82 kali kegempaan letusan.

Sementara itu, menurut staf Kementerian ESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Deny Mardiono, pada periode pengamatan 4 Januari 2019, pukul 00.00 WIB sampai dengan 24.00 WIB, visual gunung jelas hingga kabut 0-III.

Asap kawah bertekanan sedang hingga kuat teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 300-2.000 meter di atas puncak kawah.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau untuk kegempaan letusan tercatat 82 kali, amplitudo 10-35 mm, durasi 29-187 detik, embusan 36 kali, amplitudo 6-22 mm, durasi 35-105 detik. Vulkanik dalam satu kali, amplitudo 17 mm, S-P 1,6 detik, durasi 11 detik dengan tremor menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 1-21 mm (dominan tujuh milimeter).

Gunung api di dalam laut itu, kini ketinggiannya menyusut dari semula 338 meter dari permukaan laut (mdpl) menjadi 110 mdpl atau telah berkurang sebagian tubuhnya longsor ke laut, sehingga diduga memicu tsunami Selat Sunda pada Sabtu (22/12).

sumber: Antara




Diguncang Puluhan Kali Gempa, Warga Halmahera Selatan Sempat Panik

Detikriau.org – Gempa 5,2 SR guncang kabupaten Halmahera Selatan Maluku Utara pukul 17:54 Wib

Keterangan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat 78  km Barat Laut Halmahera Selatan atau pada titik koordinat -0.84 LS – 127.51 BT di kedalaman 10 km.

Sebelumnya kompas.com mengabarkan, dari pagi hingga pukul 15.44 WIT, Halmahera Selatan telah diguncang 21 kali gempa tektonik dengan magnitudo yang bervariasi, antara 3 hingga 4 magnitudo dengan kedalaman rata-rata 10 kilometer. Dari 21 gempa tektonik tersebut, tidak ada yang berpotensi tsunami.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Ternate, Kustoro Hariyatmoko mengatakan, sejauh ini belum ada laporan dari masyarakat terkait kerusakan yang ditimbulkan gempa di Kabupaten Halmahera Selatan.

“Kepanikan ada dari warga, tapi pihak BMKG yang ada di Labuhan, Halmahera Selatan, telah menenangkan warga yang di sana,” katanya.




Yusril Sarankan Polisi Abaikan Laporan Terhadap Tengku Zulkarnain

Ustadz Tengku Zulkarnain/ Foto: Net

detikriau.org – Advokat senior yang juga Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menyarankan pihak kepolisian untuk mengabaikan laporan penyebaran konten hoax terhadap Tengku Zulkarnain.

Sebagaimana diketahui, Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain dilaporkan oleh salah satu kelompok masyarakat karena diduga ikut menyebarkan konten hoax terkait tujuh kontainer berisi kertas suara Pilpres yang sudah tercoblos paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf.

“Polisi sebaiknya fokus cari pelaku pertama yang menulis konten hoax tersebut dan memviralkannya di media sosial,” kata Yusril kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (5/1) dilansir melalui rmol.co

Menurut Yusril, Tengku Zulkarnain jelas bukan pelaku utama hoax tujuh kontainer berisi surat suara yang sudah tercoblos. Dia memang sempat mempertanyakan konten hoax surat suara tersebut di akun twitter miliknya.

Namun, lanjut Yusril, baru saja diposting dan diretwit beberapa orang, beliau segera menghapus twit dimaksud karena mendapat informasi bahwa konten itu ternyata hoax.

“Oleh karena sifat twit Tengku Zulkarnain masih bersifat mempertanyakan, maka ada alasan pemaaf/pembenar pada beliau sehingga menghapuskan sifat pidana sebagai penyebar konten hoax tanpa menelitinya lebih dahulu,” ujar Yusril.

Yusril menegaskan, hoax memang harus diperangi karena mengganggu masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar. Namun penegakan hukum terhadap dugaan pelakunya tetap harus menjunjung tinggi azas kehati-hatian agar tidak kontra produktif.

“Tengku Zulkarnain adalah ulama yang berwibawa dan disegani,” kata Yusril.

Oleh karena itu, lanjut Yusril, mengambil langkah hukum terhadap Tengku Zulkarnain harus ekstra hati-hati. Jangan sampai berkembang lagi isyu “kriminalisasi ulama” yang justru akan jadi boomerang bagi penegakan hukum yang adil dan obyektif




Mengenal Ikan Gurame dan Cara Budidayanya Mulai Pembenihan Hingga Pembesaran

Foto: Net

detikriau.org — Gurame merupakan jenis ikan konsumsi air tawar, bentuk badan pipih lebar, bagian punggung berwarna merahsawo dan bagian perut berwarnakekuning-kuningan/ keperak-perakan.

Ikan gurame merupakan keluarga Anabantidae, keturunan Helostoma dan bangsa Labyrinthici. Ikan gurami berasal dari perairan daerah Sunda (Jawa Barat, Indonesia), dan menyebar ke Malaysia, Thailands, Ceylon dan Australia.

Di Indonesia, orang Jawa menyebutnya gurami, Gurameh, orang Sumatra ikan kalau, kala, kalui, sedangkan di Kalimantan disebut Kalui. Orang Inggris menyebutnya “Giant Gouramy”, karena ukurannya yang besar sampai mencapai berat 5 kg.

Gurame merupakan salah satu ikan air tawar yang memiliki prospek pasar yang sangat menjanjikan. Permintaan konsumen akan ikan satu ini tidak pernah surut dengan harga jual yang relative lebih mahal dibandingkan ikan air tawar jenis lainnya.

Namun sebagian petani enggan membudidayakannya karena dinilai memiliki pertumbuhan yang lambat. Tapi sebenarnya jika dibudidaya dengan cara yang benar, masa budidaya gurame bisa dipersingkat dan tentunya mejanjikan keuantungan yang sangat menggiurkan.

Perlu diingat, gurame memiliki pangsa pasar tersendiri untuk setiap usia dan ukurannya.

Berikut simak penjelasannya melalui video dibawah ini: