Kasus Vanessa Angel Ungkap Banyak Artis di Prostitusi Online

Ilustrasi prostitusi online. (Astari Kusumawardhani)

Jakarta — Kasus prostitusi online yang menjerat artis Vanessa Angel dan model Avriellia Shaqqila sementara mengunci dua tersangka dari unsur muncikari, yakni ES (37) dan TN (28) asal Jakarta Selatan. Namun demikian, kasus tersebut menyeret dugaan bahwa banyakartis yang berkecimpung dalam dunia prostitusi daring (online).

dikabarkan cnnindonesia.com, Direskrimsus Polda Jawa Timur, Kombes Akhmad Yusep menyatakan cukup banyak artis yang terlibat dalam jaringan prostitusi online. Terkait dengan jumlah pastinya, polisi masih melakukan pendalaman dari data-data transaksi elektronik yang didalami dari para tersangka muncikari.

“Untuk yang terkait di dalam (prostitusi online) cukup banyak. Masih dalam pendalaman. Nanti kami sampaikan lebih lanjut,” ujar Akhmad Yusep di Mapolda Jatim di Surabaya, Minggu (6/1).

Yusep menjelaskan, terkait berapa lama dua muncikari itu melakukan aksinya, dari data yang telah mereka tarik, dalam satu bulan terakhir cukup banyak transaksi maupun komunikasi terkait jasa layanan prostitusi.

“Area transaksi boarderless ataupun lintas wilayah. Bergantung dari pemesan atau pemohon pengguna jasa prostitusi ini pelaku memberikan fasilitas tersebut,” katanya.

Polda Jatim telah menetapkan kedua muncikari itu sebagai tersangka kasus prostitusi online yang melibatkan artis Vanessa dan model Avriellia.

Vanessa Angel usai pemeriksaan di Mapolda Jawa Timur. (CNN Indonesia/Farid Miftah Rahman)

Modus operandi yang dipakai dua muncikari itu adalah mempromosikan artis atau selebgram melalui media sosial Instagram untuk melakukan jasa layanan prostitusi bagi oknum yang berminat dari selebgram yang ada.

“Kemudian memfasilitasi komunikasi dan melakukan transaksi. Aturan mainnya 30 persen dibayar di muka melalui rekening,” katanya.

Atas perbuatan mereka, keduanya dijerat Pasal 27 dan 45 kemudian 296 dan 506 UU ITE tentang penyedia jasa prostitusi baik secara elektronik maupun konvensional.

Terkait dengan status Vanessa dan Avriella, polisi menyematkan status saksi korban kepada dua figur publik tersebut. Serupa juga pria pengencan Vanessa Angel, pengusaha berinisial R yang juga dilepaskan pascapemeriksaan kemarin.

“Inisialnya R. Dia pengusaha di Surabaya. Kita periksa kemarin, sudah kita lepaskan,” kata Kasubdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Harissandi.

Setelah lebih dari 24 jam diperiksa, Vanessa Angel keluar dengan mengenakan kaus putih, dengan didampingi oleh sahabatnya Jane Shalimar dan sejumlah tim kuasa hukumnya. Di hadapan wartawan, artis yang membintangi sejumlah film televisi (FTV) itu lalu membacakan kalimat permintaan maafnya yang tertulis dalam secarik kertas.

“Saya Vanessa Angel, meminta maaf atas kegaduhan yang telah terjadi atas segala opini dan asumsi yang telah terbentuk di masyarakat maupun media sosial,” kata dia.

Ke depan, Vanessa berjanji akan lebih kooperatif mengikuti segala prosedur pemeriksaan yang telah ditetapkan oleh pihak kepolisian.

“Saya berterima kasih kepada pihak kepolisian yang telah membantu saya dan memperlakukan saya dengan baik selama ini, dan selama menjalani pemeriksaan sebagai saksi, saksi korban,” ucap Vanessa.

editor: faisal




ACTA laporkan empat kader PSI ke Bareskrim

Jakarta – Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) melaporkan empat kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ke Bareskrim Mabes Polri karena telah membuat “Kebohongan Award” yang ditujukan kepada Prabowo Subianto, Sadiaga Uno, dan Andi Arief.

Keempat kader PSI yang dilaporkan adalah Ketua Umum PSI Grace Natalie, Sekjen PSI Raja Juli Antoni, Tsamara Amany, dan Dara Nasution.

“Ini kami sudah di Bareskrim untuk melaporkan keempat kader PSI. Kami merasa ‘Kebohongan Award’ itu merupakan pelecehan dan penghinaan terhadap Prabowo, Sandiaga, dan Andi,” Wakil Ketua ACTA Hendarsam Marantoko kepada Antara di Jakarta, Minggu.

Dia menduga pernyataan keempat kader PSI termasuk ujaran kebencian yang menimbulkan keonaran di masyarakat dan tidak sesuai dengan adab politik Indonesia.

Menurut dia, banyak cara yang bisa dilakukan untuk menyampaikan pendapat sehingga tidak perlu seperti langkah PSI dengan membuat “Kebohongan Award”.

“Apa yang dilakukan PSI itu tidak sesuai dengan kultur politik Indonesia karena banyak cara untuk bisa menyampaikan pendapat sehingga tidak seperti itu caranya,” ujarnya.

Hendarsam menilai kasus tersebut sangat serius karena menimbulkan keonaran di masyarakat sehingga Polri harus memproses laporan tersebut.

Dia menilai laporan tersebut sebagai bentuk pembelajaran agar para politik bisa bertindak sesuai dengan adab politik Indonesia.

Sebelumnya, PSI memberikan Kebohongan Award kepada Prabowo Subianto, Sandiaga S Uno, dan Andi Arief karena ketiganya dinilai sering melakukan kebohongan publik.

Juru Bicara PSI, Dara Adinda Nasution mengatakan penghargaan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab partainya kepada publik dan juga memberikan pendidikan politik kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih pemimpin.

Dia menilai dengan pertimbangan memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, sehingga tidak ada pelangggaran hukum yang lakukan PSI dengan pemberian penghargaan tersebut.

Sumber: Antara  Editor: faisal




Pengembangan Informasi, Polisi Ringkus Penyalahguna Narkotika JM di Jalan Pangeran Hidayat

Tembilahan, detikriau.org – Polisi meringkus penyalahguna narkotika berinisial Jm (33) ditempat tinggalnya dijalan Pangeran Hidayat Tembilahan, Ahad (6/1/2019) sekira pukul 09.00 Wib.

JM diringkus beradaskan hasil pengembangan informasi yang didapat dari ketiga pelaku yang ditangkap sebelumnya di Jalan Pekan Arba.

“”Berdasarkan hasil pengembangan informasi yang kami dapat dari ketiga pelaku penangkapan sebelumnya, kami kembali melakukan penyelidikan kesuatu tempat dan berhasil mendalami karakter tempat dan situasi sasaran kami selanjutnya,”Sampaikan Kapolres Inhil AKBP Christian Rony Sik MH melalui Kasat Narkoba AKP Bachtiar SH

Menurut AKP Bachtiar, saat diringkus, dari tangan JM ditemukan barang bukti berupa 2 (dua) paket kecil Sabu dengan berat kotor 3,45 gram.

Turut disita sebagai barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp. 500 ribu, 1 unit HP, 2 unit kamera CCTV, 1 set reciver CCTV serta 1 monitor CCTV.

“ Tersangka berikut BB dalam kasus ini sudah diamankan dimapolres Inhil guna proses Penyidikan selanjutnya.” Akhirinya.

Laporan: Am




Ringkus Penyalahguna Narkotika di Pekan Arba, Polisi Sita 27 Paket Kecil dan 1 Paket Sedang Sabu.

Tembilahan, detikriau.org – Polres Inhil meringkus tiga pelaku penyalahguna narkotika dijalan Sri Gemilang Kelurahan Pekan Arba Kecamatan Tembilahan, minggu (6/1/2019) dinihari tadi.

Dari tangan ketika pelaku, IIZ (20) berprofesi sebagai sopir, RA (21) berprofesi sebagai tukang dan seorang wanita pengangguran berinisial NK (21) ini, polisi menyita barang bukti berupa 27 paket kecil dan satu paket sedang narkotika jenis sabu berikut tiga unit Handphone.

Keterangan Kasat Narkoba Polres Inhil AKP Bachtiar SH MH, pelaku diringkus saat sedang berada di rumah kos tersangka IIZ.

Penangkapan ketiga pelaku menurut AKP Bachtiar berdasarkan laporan warga yang menginformasikan bahwa dirumah kost IIZ kerap dijadikan tempat peredaran barang haram dan sekaligus tempat berkumpulnya anak-anak muda yang bukan warga setempat.

“Warga merasa gerah melihat hal tersebut dan akhirnya melaporkan kepada petugas kita”, ujar AKP Bachtiar

Saat ini menurutnya ketiga tersangka berikut barang bukti telah diamankan dimapolres Inhil guna Penyidikan selanjutnya.

Laporan: Am




Polisi tetapkan dua tersangka prostitusi daring artis

Penyidik membawa pelaku prostitusi yang diduga artis untuk menjalani pemeriksaan di Mapolda Jatim di Surabaya, Sabtu. (ANTARA News/Willy Irawan)

Surabaya – Kepolisian Daerah Jawa Timur menetapkan dua tersangka kasus prostitusi daring yang melibatkan artis Vanessa Angel dan satu foto model berinisial AS di Surabaya, Sabtu (5/1)

“Ada dua orang yang dijadikan tersangka berinisial ES (37) dan TN (28). Mereka berperan mendatangkan korban hingga bisa diakses, seperti tarif dan lain-lain,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. Frans Barung Mangera di Mapolda Jatim di Surabaya, Minggu.

Barung menyebutkan dua orang tersangka itu merupakan mucikari yang berasal dari daerah Jakarta Selatan. Mereka saat ini tengah ditahan di Mapolda Jatim.

“Sementara dua artis itu wajib lapor. Dua tersangka sudah cukup lama, ada yang melapor, yang kedua memang hasil siber patrol,” katanya.

Sementara itu, Direskrimsus Polda Jatim Kombes Pol. Akhmad Yusep Gunawan menjelaskan modus operandi yang dipakai dua mucikari itu adalah mempromosikan artis atau selebgram melalui media sosial Instagram.

Yusep mengatakan kedua mucikari mempromosikan artis di Instagram untuk melakukan jasa layanan prostitusi bagi oknum yang berminat dari selebgram yang ada.

“Selanjutnya, memfasilitasi komunikasi dan melakukan transaksi. Aturan mainnya 30 persen dibayar di muka melalui rekening,” katanya.

Pihaknya saat ini masih terus melakukan pendalaman dan telah meminta bantuan PPATK terkait dengan “treasing” daripada transaksi keuangan.

Sumber: Antara




Tim Prabowo Bantah Arahkan Warga Acungkan Dua Jari ke Jokowi

Ketua Seknas Prabowo-Sandi, M Taufik menyebut merupakan hati nurani rakyat yang menyalamkan Jokowi dengan salam dua jari. (CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati)

Jakarta — Ketua Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Mohamad Taufik membantah jika ada tim di kubu Prabowo-Sandi merekayasa masyarakat untuk sengaja mengacungkan dua jari ke calon presiden nomor urut satu Joko Widodo.

Hal tersebut menanggapi beredarnya foto dan video sekumpulan massa di salah satu daerah yang menyambut kehadiran Jokowi dengan acungan dua jari. Acungan dua jari sendiri saat ini identik dengan dukungan kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut dua Prabowo-Sandi.

“Tidak ada settingan, itu kan aspirasi masyarakat. Emang maunya begitu. Ribet amat kami nyeting begitu,” kata Taufik di kantor Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi di Jakarta, Minggu (6/1) dilansir melalui cnnindonesia.com

Taufik pun mengklaim, apa yang terjadi merupakan keinginan langsung dari masyarakat yang sesuai hati nuraninya sendiri. “Jadi itu langsung dari masyarakat, nuraninya sendiri yang ingin mereka sampaikan,” kata Taufik.

Taufik kembali mengklaim, bahwa fenomena tersebut tidak hanya di daerah tertentu. Di wilayah lain seperti Jawa Tengah, masyarakat sudah mulai berani untuk terang-terangan mendukung Prabowo-Sandi.

Dia mengatakan, hal ini terlihat sejak BPN membuka posko-posko di Jawa Tengah, di mana banyak masyarakat yang ingin daerahnya juga dibuat menjadi kantor pemenangan Prabowo-Sandi.

“Saya kira sekarang semua daerah bangkit. Apalagi di Jawa Tengah, sekarang udah ada keberanian muncul setelah kami siapkan kantor seknas. Muncullah di beberapa kabupaten yang ngusulin untuk dijadiin kantor pemenangan,” kata Taufik.

Sementara itu Direktur Program Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Aria Bima menanggapi santai soal beredarnya foto itu.

Aria pun menduga massa tersebut telah diatur dan sengaja mengacungkan dua jari ketika Jokowi datang.

“Walah, model beberapa kali itu,” ujar Aria melalui pesan singkat yang diterima CNNIndonesia.com, Minggu (6/1).

Namun, Politikus PDI Perjuangan ini memaklumi aksi massa tersebut. Oleh sebab itu ia mengaku tak akan meresponsnya secara berlebihan.

Sebelumnya, beredar foto dan video yang menunjukkan sejumlah massa mengacungkan dua jari yang disebut terjadi ketika Jokowi berkunjung ke Ponorogo. Namun belakangan ada sejumlah kalangan yang menganggap peristiwa itu terjadi bukan di Ponorogo, melainkan telah direkayasa sedemikian rupa agar seolah-olah terjadi saat kunjungan Jokowi ke Ponorogo.

Mantan Gubernur DKI itu diketahui tengah melakukan kunjungan kerja dan membagikan 2.500 sertipikat tanah kepada warga di Ponorogo.

Dalam foto dan video yang beredar juga terlihat sejumlah anak sekolah dengan seragam Pramuka turut mengacungkan simbol dua jari. Mereka menyambut kedatangan Jokowi di pinggir jalan.

Jokowi pada Jumat (4/1) berkunjung ke Ponorogo untuk melakukan sejumlah kegiatan di kabupaten tersebut. Selain mengecek sejumlah proyek, Jokowi pada saat itu juga menyerahkan sertifikat hak atas tanah untuk masyarakat yang dipusatkan di Alun-Alun Kabupaten Ponorogo.