Banjir di Pangkalan Kuras Mulai Surut, Siapakan Uang Receh untuk Melintas
PEKANBARU – Setelah sepekan lebih jalur Lintas Timur putus akibat banjir di Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan, saat ini jalan tersebut sudah bisa dilalui. Jika sebelumnya hanya bisa dilalui truk dan kendaraan bergardan tinggi, kali ini motor dan mobil sudah bisa melintas dengan aman.
Seperti disampaikan Tasya (25), warga Rengat yang acap bepergian ke Pekanbaru menyebutkan bahwa jalan tersebut sudah bisa dilalui kendaraan roda dua dan mobil jenis city car. Sebelumnya, arus banjir yang deras dan tinggi membuat ruas jalan itu sempat terputus.
“Alhamdulillah sudah bisa dilintasi. Sebelumnya kami harus memutar ke Taluk Kuantan jika ingin ke Pekanbaru,” ujar Tasya, Rabu (26/12/2018).
Namun demikian banjir masih tetap terjadi di beberapa ruas jalan di Pangkalan Kuras. Hanya saja tingginya sudah di bawah lutut dan dapat dilewati secara berhati-hati.
Di lokasi itu juga, pengguna jalan diharapkan membawa uang kecil untuk warga sekitar yang memandu jalan. Karena arus banjirnya masih mengalir, warga akan membantu pengendara untuk lewat jalan tersebut dengan aman.
“Siapkan saja uang seribu atau dua ribu rupiah untuk membantu warga sekitar. Untuk lewat sana memang harus pintar-pintar milih jalan” akhiri Tasya.
Sumber: cakaplah.com Editor: faisal
Suara Dentuman Misterius di Jabar dan Sumsel
Foto ilustrasi, tak berhubungan langsung dengan berita. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Jakarta – Muncul kesaksian dari penduduk dua kawasan yang berbeda pulau, yakni tentang adanya dentuman misterius. Kesaksian pertama muncul di Sukabumi dan Cianjur Jawa Barat. Kesaksian kedua muncul dari Ogan Komering Ulu Sumatera Selatan.
Entah dari mana asal suara itu. Pertanyaan soal dentuman di Jawa Barat sempat mendapatkan jawaban namun bantahan segera menyusul. Ada juga dentuman yang terdengar warga di Sumatera Selatan.
Berikut hasil pengumpulan sejumlah informasi yang dikabarkan detikcom
Dentuman di Jawa Barat
Perbincangan tentang dentuman di Jawa Barat mengemuka di media sosial. Seorang anggota DPRD Cianjur Komisi IV bernama E Deni Nuryadi mengaku mendengar dentuman itu pada Selasa (25/12/2018) dini hari tadi.
“Suara dentuman beberapa kali, jam 01.00 WIB kemudian jam 02.00 WIB suaranya mirip ledakan bom menggelegar tapi tidak sampai membuat dinding rumah bergetar,” kata Deni melalui sambungan telepon
Dia mendapat kabar, sumber suara itu berasal dari latihan militer TNI di daerah Rancabali, Kabupaten Bandung. Namun ternyata, suara itu terdengar pula di daerah Sukabumi.
Pantauan di media sosial, sejumlah warganet di Sukabumi mengaku mendengar dentuman tersebut. Mereka tinggal di daerah Cibereum, Pangleseran dan Nyalindung. Yogi Rahiman, warga Kecamatan Cicantayan Kabupaten Sukabumi mengaku bebedapa kali mendengar suara dentuman. Dia awalnya mengira suara itu berasal dari petasan yang dimainkan sekelompok orang.
Dentuman di Sumatera Selatan
Di Sumatera Selatan, ada penduduk yang mengaku merasakan dentuman itu sekitar lima hingga enam kali dalam semalam. Amzal, warga di Ogan Komering Ulu adalah orang yang memberi kesaksian ini.
“Antara 5-6 kali semalam, nggak tahu itu suara apa. Apakah ada latihan tempur di Puslatpur OKU atau bukan, siang juga ini terdengar dan sempai buat getar rumah,” katanya Amzal yang juga Kadus I Dusun I, Desa Karangendah Ogan Komering Ulu
Polisi tidak tahu dari mana sumber suara itu. Kapolres Ogan Komering Ulu Timur bernama AKBP Erlintang Jaya mengaku tak mendengar suara misterius itu. Pihaknya juga tak menerima laporan terkait kejadian itu.
“Nanti saya cari informasinya dulu, tapi memang sejauh ini belum ada kabar itu sampai ke kita,” kata Erlintang.
Di Kecamatan Lengkiti Kabupaten Ogan Komering Ulu, detikcom mendengar langsung dentuman itu antara pukul 14.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Dentuman terdengar sekitar tiga hingga empat kali, masing-masing berselang lebih dari 30 menit.
Empat orang lainnya saat itu secara bersama-sama juga mendengar dentuman itu. Suaranya terdengar kencang namun jauh, seperti datang dari arah Lampung. Penduduk lokal sempat mengira dentuman seperti itu sebagai guruh. Namun ternyata dentuman terus berulang dan mereka berpendapat suara itu lain dengan guruh, guntur, atau petir.
Pernyataan TNI dan bantahan LAPAN
Dentuman yang terdengar di Cianjur, Sukabumi, hingga Garut dinyatakan TNI merupakan suara ujicoba peluncuran roket Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Masyarakat diimbau untuk tak resah dengan dentuman itu.
“Sudah kami kroscek, bahwa ada peluncuran uji roket di Stasiun Lapan di Pameungpeuk, Garut tanggal 23 sampai 27 Desember 2018,” ujar Kapendam 3 Siliwangi Kolonel Arh Hasto Respatyo saat dikonfirmasi detikcom via sambungan telepon.
“Tidak perlu resah karena sudah dicek. Lapan izinnya ke Kodim, nah sudah dicek memang benar ada latihan peluncuran ujicoba,” imbau Hasto.
Namun LAPAN sendiri membantah bahwa roketnya lah yang menyebabkan dentuman itu. Suara roket LAPAN tak akan menimbulkan dentuman, namun desis. Jadi, tak ada kaitan antara dentuman dan roket LAPAN.
“Enggak ada kaitannya. Peluncuran roket kami pagi hari pukul 06.00 WIB hinggal pukul 08.00 WIB,” kata Kepala Lapan Thomas Djamaluddin saat dihubungi via telepon genggam.
Dia menduga dentuman yang terdengar warga merupakan fenomena lokal. Hal itu bisa dilihat dari dentuman tiap daerah yang berbeda waktunya. Menurutnya suara itu bisa saja berasal dari suara petir atau benda yang meledak.
“Dugaan saya suara petir atau apapun itu yang terjadi di wilayah masing-masing, fenomena lokal. Ban meledak juga kan suaranya begitu (dentuman),” ungkap dia.
BMKG tak deteksi ada dentuman
Biasanya, setiap getaran bumi terekam oleh sensor Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Namun mereka sendiri tak mendeteksi getaran yang berkaitan dengan dentuman itu.
“Karena besarannya juga itu kan kecil ya, jadi tidak terdeteksi begitu kalau soal dentuman seperti itu,” kata Deputi Bidang Geofisika BMKG Muhammad Sadly di Kantornya, Jl Angkasa I, Kemayoran, Jakarta Pusat.
BMKG masih akan mengecek perihal dentuman misterius itu.
Tembilahan, detikriau.org – Sekjend Forum Komunikasi Organisasi Non Pemerintah (Fokus Ornop), Indra Gunawan mendesak Panitia Rekruitmen Pendamping Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) Plus pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Inhil untuk memberikan penjelasan secara terbuka atas adanya dugaan “permainan” proses rekruitmen.
Tidak hanya panitia, Indra juga meminta pihak DPRD Inhil menindaklanjuti agar persoalan ini tidak menjadi sebab turunnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.
“Panitia harus beri penjelasan secara terang dan gamblang untuk menjawab adanya dugaan yang dituduhkan, termasuk pihak DPRD Inhil. Jangan hanya karena persoalan ini citra pemerintah dimata masyarakat pudar, ” Ujar Indra kepada detikriau.org melaui sambungan telepon selularnya, selasa (25/12) malam
Indra menilai, berdasarkan sejumlah bukti, kecurigaan adanya rekayasa proses rekruitmen sangatlah beralasan.
Sejumlah nama peserta seleksi yang dalam lampiran awal tidak melanjutkan ke tahap wawacara, ternyata malah diumumkan LULUS seleksi.
“Kalau hanya satu nama, mungkin saja khilaf. Tapi jika lebih dari dua, apa benar juga khilaf?, Ini tentu harus diberikan penjelasan yang terang oleh panitia.” Tekankan Indra
Sekedar memberitahukan, keseluruhan peserta yang mengikuti proses rekruitmen DMIJ Plus Terintegrasi melalui Dinas PMD sebanyak 447 peserta.
Surat pemberitahuan kelulusan 79 orang peserta ditandatangani panitia tanggal 11 Desember 2018 dan diumumkan secara terbuka pada jum’at tanggal 21 Desember 2018.
Proses rekruitmen Pendamping Desa ini mulai heboh setelah sejumlah dokumen yang menggambarkan adanya dugaan “permainan” diposting melalui sebuah akun Facebook./***
Belum Ada Fatwa Ucapan Natal, MUI Imbau Umat Patuhi Ulama
“MUI mengimbau kepada masyarakat untuk arif dan bijaksana dalam menyikapi perbedaan pendapat tersebut dan tidak menjadikan polemik yang justru bisa mengganggu harmoni hubungan antarumat beragama,”
Foto: net
Jakarta — Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengakui sampai saat ini belum mengeluarkan fatwa terkait hukum memberikan ucapan Selamat Natal kepada umat Nasrani. Karena itu MUI menyerahkan pada umat Islam untuk mengikuti pendapat ulama yang diyakini.
“MUI belum pernah mengeluarkan ketetapan fatwa tentang hukumnya memberikan tahniah atau ucapan Selamat Natal kepada umat Kristiani yang merayakannya, sehingga MUI mengembalikan masalah ini kepada umat Islam untuk mengikuti pendapat ulama yang sudah ada sesuai dengan keyakinannya,” kata Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (25/12) dilansir melalui CNN Indonesia
Terkait dengan boleh atau tidaknya umat Islam mengucapkan Selamat Natal kepada umat Nasrani, MUI menyebut adanya perbedaan pandangan para ulama.
Sebagian ulama menyatakan melarang untuk mengucapkan Selamat Natal dan sebagian lain tidak melarangnya.
“MUI menghormati pendapat ulama yang menyatakan bahwa mengucapkan selamat Natal itu hukumnya haram atau dilarang oleh agama,” ujar Zainut.
Begitu pun sebaliknya, MUI menghormati pendapat ulama yang menyatakan bahwa mengucapkan ‘Selamat Natal’ hukumnya mubah atau boleh dan tidak dilarang.
MUI berpendapat hal itu hanya sebatas memberikan penghormatan atas dasar hubungan kekerabatan, bertetangga, dan relasi antarumat manusia.
Zainut mengatakan MUI menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk bijaksana dalam menyikapi perbedaan pendapat soal Natal itu.
“MUI mengimbau kepada masyarakat untuk arif dan bijaksana dalam menyikapi perbedaan pendapat tersebut dan tidak menjadikan polemik yang justru bisa mengganggu harmoni hubungan antarumat beragama,” kata Zainut.
Lebih lanjut, MUI berpesan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk terus menjaga dan memelihara persaudaraan diantara sesama anak bangsa demi terciptanya kehidupan masyarakat yang rukun, damai dan harmonis.
Sebelumnya, beredar video calon wakil presiden nomor urut 01 Ma’ruf Amin yang menyampaikan ucapan selamat merayakan natal bagi seluruh masyarakat umat Kristiani yang merayakannya. Video tersebut telah tersebar di laman media sosial Instagram dan menimbulkan kontroversi.
“Untuk saudara kami kaum Kristiani, kami sampaikan selamat Natal dan tahun baru, semoga berbahagia,” kata Ma’ruf yang juga Ketua Umum MUI ini.
Gempa 5,4 SR Guncang Wilayah Ternate
Laporan: Ari Permana
detikriau.org – Gempa berkekuatan 5,4 SR mengguncang wilayah Ternate, Maluku Utara, Selasa (25/12/2018).
Melalui laman resminya, Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika (BMKG) melaporkan gempa yang terjadi pada pukul 14.18 WIB berpusat di 113 km barat laut Ternate, Maluku Utara, atau pada titik koordinat 1.21 LU – 126.44 BT pada kedalaman 10 km.
“gempa tidak berpotensi tsunami,” Laporkan BMKG.
Letusan Anak Krakatau Diprediksi Tak Akan Sebesar Tahun 1883
Letusan Gunung Anak Krakatau diperkirakan tak akan sebesar Gunung Krakatau pada tahun 1883. (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)
Jakarta, — Gunung Anak KrakataudiSelat Sunda jika meletus diperkirakan tidak akan sebesar Gunung Krakatau pada 1883. Namun erupsinya tetap harus diwaspadai karena terbukti bisa memicu longsor bawah laut yang menyebabkan tsunami di Banten dan Lampung.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan tahun 1883, Gunung Kratau meletus dahsyat karena saat itu ada tiga gunung yang meletus bersamaan.
“Gunung Anak Krakatau tidak akan seperti tahun 1883,” kata Sutupo di Kantor BNPB, Jakarta, Selasa (25/12) dilansir dari CNN Indonesia
Tiga puncak gunung yang membentu Gunung Krakatau saat itu adalah Gunung Rakata, Gunung Danan, dan Gunung Perbuwatan.
Adanya tiga gunung ini membuat dapur magma sangat besar sehingga begitu meletus bersamaan, efeknya sangat dahsyat. Saking dahsyatnya, badan Gunung Krakatau habis saat itu.
Baru pada 1927, Gunung Anak Krakatau muncul dan terus tumbuh hingga saat ini. Gunung tersebut saat ini juga tengah erupsi yang merupakan bagian dari proses pertumbuhan gunung api tersebut.
Erupsi Gunung Anak Krakatau tersebut yang menyebabkan longsor bawah laut sehingga memicu gelombang tinggi tsunami di Lampung dan Banten. Tsunami tanpa didahului tanda-tanda seperti gempa dan surutnya air laut.
Dalam catatan sementara 429 orang meninggal, 1.485 luka-luka, 154 orang hilang dan 16.082 orang mengungsi.
Jumlah ini ada kemungkinan akan terus bertambah karena penyisiran masih terus dilakukan Tim SAR gabungan di lima wilayah yakni Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Tanggamus dan Kabupaten Pesawaran.
Kabupaten Pandeglang jadi daerah paling parah terdampak tsunami di mana ada 290 meninggal, 1.153 luka-luka, dan 77 orang hilang.