Diksi Dajal Cerminan Gempa Kepanikan Kubu Petahana

foto ilustrasi: Net

detikriau.org – Pernyataan-pernyataan calon wakil presiden KH Ma’ruf Amin yang dianggap kontraproduktif tak ubahnya sebagai lava yang keluar dari gunung dan menciptakan gelombang tsunami.

Begitu pandangan analis politik dari Universitas Mercu Buana (UMB) Bayu Santoso menyikapi diksi Dajal yang dipakai Kiai Ma’ruf untuk menyamakan pembuat dan penyebar informasi bohong (hoax).

“Lava tersebut disinyalir berasal dari gempa kepanikan yang menghantam kubu petahana. Statement Ma’ruf baru-baru ini di Depok pertanda puncak kegelisahan yang amat mendalam,” ujarnya sebagaimana dilansir Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (12/1).

Bayu berpandangan, bila dicermati dari perspektif semiotika politik, ucapan adalah bukan cuma soal teks namun juga tanda di mana ada makna yang tidak teraba tapi terasa. Selain itu, jika dilihat dari sisi komunikasi pemasaran, sepertinya Kiai Ma’ruf tidak mengenal pasarnya sendiri.

“Dia menjual statement yang tidak dibutuhkan pasarnya sendiri alias dia tidak tahu produk apa yang akan dijual ke pasarnya,” paparnya./*




Kalender 2019 Sama Dengan 1895, Apa Saja Kejadiannya?

Detikriau.org – Kalendar tahun 2019 pada sistem penanggalan Gregorian yang biasa kita gunakan sama dengan kalendar tahun 1895.

Kedua tahun yang berjarak 124 tahun itu sama-sama bukan tahun kabisat.Tanggal 1 Januari 2019 dan 1895 sama-sama jatuh pada hari Selasa. Begitu juga dengan tanggal 31 Desember sama-sama jatuh pada hari Selasa. 

Kita masih harus menunggu peristiwa-peristiwa besar yang akan terjadi di tahun ini.

Sementara menunggu apa yang akan terjadi di tahun ini, tidak ada salahnya kita lirik sebentar berbagai peristiwa menarik di tahun 1895 yang tidak sedikit di antaranya masih memiliki dampak hingga kini. Ditilik dari peristiwa-peristiwa itu, tidak berlebihan bila tahun 1895 dianggap sebagai salah satu tahun paling menentukan dalam sejarah manusia modern.

Di bulan Januari 1895, tepatnya 13 Januari, terjadi pertempuran di Coatit antara tentara Italia melawan tentara Ethiopia. Dalam pertempuran yang berlangsung hingga 1896 itu Italia yang ingin menguasai wilayah Ethiopia dibantu oleh tentara Jerman dan Austria-Hungaria. Sementara Ethiopia dibantu oleh tentara Rusia dan Prancis.

Di akhir pertempuran, tentara Ethiopia mengalahkan pasukan Italia. Peristiwa ini dikenal sebagai Perang Italia-Ethiopia Pertama. Sekitar 15 ribu orang di pihak Italia dan 10 ribu orang di pihak Prancis tewas sebagai korban.

Perang di Ethiopia ini juga merupakan bagian dari upaya negara-negara Eropa membagi tanah jajahan di benua Afrika, dikenal dengan istilah Scramble for Africa yang diawali sebuah konferensi di Berlin setahun sebelumnya.

Pada 9 Februari cabang olahraga mintonette mulai diperkenalkan oleh “penemunya” William G. Morgan di Holyoke, Massachusetts, Amerika Serikat. Mintonette adalah nama asli volleyball.

Dua hari kemudian, 11 Februari, tercatat sebagai hari dengan suhu udara terendah di Inggris. Pada hari itu, suhu udara di Braemar, Aberdeenshire, tercatat minus 27 Celcius atau minus 17 Fahrenheit. Suhu ini kembali terulang di tahun 1982 dan 1995.

Tanggal 25 Februari tercatat sebagai hari dimana pemberontakan pertama dalam sejarah Perang Kemerdekaan Kuba. Selama tiga tahun, rakyat Kuba berperang melawan Spanyol.

Tiga bulan terakhir sebelum peperang berakhir, Amerika Serikat memutuskan untuk ikut  dalam pertempuran melawan Spanyol. Tidak hanya di Kuba, tetapi juga di Puerto Rico dan Filipina.

Tak kurang dari 300 ribu orang Kuba tewas dalam peperangan yang berakhir dengan kemerdekaan Kuba dari Spanyol ini. Berdasarkan perjanjian di Paris pada tahun 1898, Spanyol angkat kaki dari Kuba. Sementara Puerto Rico, Filipina dan Guam diberikan kepada Amerika Serikat.

Tanggal 3 Maret, tentara Jepang merebut kota Liaoyang dan Taiwan dari China.

Gempa bumi yang cukup besar merusak kota Ljubljana, ibukota Carniola, kini Slovenia, pada 14 April. Episentrum gempa berkekuatan 6,1 Skala Richter itu berada sekitar 16 kilometer, di kedalaman sekitar 16 kilometer. Getarannya terasa hingga radius 18 kilometer.

Saat itu, Ljubljana memiliki populasi sekitar 31 ribu jiwa dan sekitar 1.400 bangunan. Disebutkan, sekitar 10 persen dari bangunan di kota itu hancur.

Jepang dan China menandatangani Perjanjian Shimonoseki pada tanggal 17 April. Kekaisaran Qing sebagai pihak yang kalah dalam Perang China-Jepang Pertama itu setuju untuk mengundurkan diri dari Korea, dan menyerahkan Taiwan serta Kepulauan Pescadores kepada Jepang.

Pengakuan kekalahan ini diikuti protes besar pada 22 April, yang dikenal sebagai Gerakan Gongche Shangshu. Petisi menolak Perjanjian Shimonoseki ditandatangani oleh 603. Gerakan ini berlanjut hingga 2 Mei.

Sementara itu di Taiwan, perwira-perwira anti Jepang yang dipimpin Tang Jingsong mendeklarasikan Republik Formosa yang merdeka dari Dinasti Qing di China Daratan.

Pada 11 Juni, Inggris menduduki Tongaland di antara Zululand dan Mozambik. Sementara pada 20 Juni, tiga negara, Nicaragua, Honduras dan El Salvador menandatangani Perjanjian Amapala yang mempersatukan tiga negara itu. Perjanjian ini tidak berusia panjang. Pada tahun 1898 perjanjian ini berakhir.

Pada 10 dan 11 Juli, komunitas Doukhobors melakukan protes damai dengan membakar simbol-simbol Kaukasus Selatan.

Di hari terakhir bulan Juli, Partai Nasional Basque (Euzko Alderdi Jeltzalea-Partido Nacionalista Vasco) didirikan oleh pemimpin Basque, Henry Wood.

Tokoh pembebasan Sabah, Mat Salleh, memulai perlawanannya terhadap pemerintahan kolonial Inggris pada 29 Agustus. Peristiwa ini dikenal sebagai perlawanan Sandakan.

Mat Salleh tewas dalam pertempuran di Tambunan pada bulan Januari 1900, namun pemberontakan terhadap kolonial Inggris yang dimulai Mat Salleh berlangsung hingga 1905. Sebuah bangunan untuk mengenang Mat Salleh dan pemberontakan itu dibangun di Tambunan, Sabah. Namun bangunan itu dimusnahkan pada 2015 lalu.

Pada tanggal 3 September untuk pertama kali pertandingan profesional sepakbola ala Amerika digelar di Latrobe, Pennsylvania, antara Latrobe YMCA melawan Jeannette Atheltic Club. Pertandingan berakhir dengan skor 12-0 untuk Latrobe.

Pada bulan Oktober 1895, penulis Rudyard Kipling menerbitkan Mowgli Leaves the Jungle Forever. Juga di bulan itu London School of Economics (LSE) menggelar kelas pertamanya.

Pada 1 Oktober tentara Prancis merebut Antananarivo di Madagaskar. Sepekan kemudian, Ratu Korea Myeongseong dibunuh agen Jepang di dalam Istana Gyeongbokgung.

Pada tanggal 31 Oktober, Tainan menjadi kota terakhir Republik Formosa yang direbut tentara Jepang. Peristiwa ini juga menandakan berakhirnya Republik Formosa dan dimulainya era Jepang di Taiwan yang berakhir pada 1945 setelah Jepang kalah dalam Perang Dunia Kedua.

Pada tanggal 5 November George B. Selden mendapatkan paten mobil pertama di Amerika Serikat, sementara pada 8 November Wilhelm Rontgen menemukan X-rays.

Masih di bulan November, pada tanggal 27 November, Alfred Nobel menandatangani wasiat dimana salah satunya adalah memberikan sebagian kekayaannya untuk Hadiah Nobel.

Pada bulan Desember, Perang Anglo-Ashanti Keempat meledak. Ashanti berada di Ghana kini, berusaha untuk mengusir tentara Inggris yang ingin menduduki negeri itu.

Sementara itu, pada 7 Desember sebanyak 2.350 tentara Italia melantak tentara Abyssinia di Amba Alagi, di utara Ethiopia.

Tanggal 11 Desember tercatat sebagai hari dimana Svante Arrhenius menjadi ilmuwan pertama yang memperkenalkan efek rumah kaca.

Catatan di 1895 ditutup dengan peristiwa yang terjadi di tanggal 28 Desember. Kala itu Auguste Lumiere dan Louis Lumiere menampilkan untuk pertama kali gambar bergerak yang kemudian menjadi pondasi film yang kita kenal hingga hari ini. 

Sumber: rmol.co




Nikmati Waktu Luang, Sekda Inhil “Kongkow” Bareng Kaum Muda dan Aktivis Mahasiswa

Sekda Inhil H Said Syarifuddin (kiri)

Tembilahan, detikriau.org – Disela kesibukannya menjalankan tugas sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Inhil, H Said Syarifuddin menyempatkan diri untuk duduk santai sekadar menikmati waktu luang di salah satu cafe di Jalan Datuk Bandar, Tembilahan, Jum’at (11/01/19) malam. 

Tak cukup dengan sekadar duduk santai, Said Syarifuddin juga mencoba menu makan malam yang cukup menggugah selera.

Said Syarifudin tak sendirian. Dia bersantap malam dengan beberapa orang kaum muda, seperti Muhammad Irham yang merupakan Sekretaris Partai NasDem Inhil dan Mahmudin yang merupakan ketua Pemuda BNN Inhil. Tampak juga beberapa aktivis mahasiswa Inhil seperti Ketua HMI Inhil dan Presma Unisi.

Tak ketinggalan pula nama-nama besar elit Partai Politik Inhil seperti Edi Susanto, Sekretaris Partai Golkar Inhil,dan Ustadz Sumardi, Ketua PKS Inhil.

Malam itu, Said Syarifudin tampak begitu menyatu dengan yang lainnya. Alunan merdu musik yang menemani kian membuat suasana terasa semakin hidup.

“Kita nongkrong dan santai sesekali kan tak jadi masalah juga, apa lagi ini dengan anak-anak muda, diskus-diskusi ringanlah, disini tempatnya enak dan menunya sangat menggoda selera, sederhana dan happy ya,” ujar Said Syarifuddin sumringah./adv/diskominfops_inhil/*




Gunung Ibu di Halmahera Utara Meletus, Penduduk Masih Aman

Letusan Gunung Ibu di Halmahera Utara, Maluku utara. (dok. BNPB)

Jakarta — Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara meletus hari ini, Sabtu (12/1). Erupsi melontarkan abu vulkanik ke udara setinggi 800 meter dari puncak kawah.

Berdasarkan Pos Pengamatan Gunung Ibu Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi, letusan Gunung Ibu terjadi pada pukul 17.12 WIT. Abu vulkanik itu tertiup angin dan mengarah ke selatan.

“Status tetap Waspada (level 2). Rekomendasi masyarakat dan pendaki tidak boleh melakukan aktivitas di dalam radius 2 kilometer,” tulis Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho melalui keterangan tertulis.

Sutopo menyatakan perluasan sektoral berjarak 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah aktif Gunung Ibudi bagian utara.

Sutopo meminta masyarakat tetap tenanga dan belum perlu mengungsi karena berada di luar zona berbahaya. Sebab menurut dia warga setempat sudah awas dan memaklumi karena hampir setiap hari terjadi letusan Gunung Ibu.

“Sejak tiga bulan terakhir Gunung Ibu hampir setiap hari meletus. Bahkan pada 10 Januari, Gunung Ibu meletus 80 kali kejadian, guguran 18 kali kejadian dan hembusan 64 kali kejadian,” lanjut Sutopo.

Meski demikian, Sutopo tetap meminta warga waspada karena letusan bisa terjadi setiap saat. Dia mengimbau supaya masyarakat tetap berada di zona aman.

Di sisi lain, Sutopo menyampaikan frekuensi letusan Gunung Anak Krakatau terus menurun. Pada hari ini antara pukul 06.00 WIB sampai 12.00 WIB, terjadi 4 kali letusan.

“Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 50-100 meter dari puncak kawah,” tulis Sutopo.

sumber: cnnindonesia.com




Kenapa Jangkrik dan Belalang ‘Menginvasi’ Makkah?

detikriau.org – Pengunjung Masjidil Haram di kota suci Makkah, Arab Saudi, dikagetkan oleh “invasi” ribuan jangkrik dan belalang. Kehadiran serangga-serangga tersebut telah terjadi sepanjang pekan ini. Bahkan video serta foto ribuan jangkrik dan belalang itu ramai dibagikan di media sosial.

Menurut seorang jemaah seperti dikutip media Arab, The National, sebagaimana dilansir laman kumparan.com, Selasa (8/1) lalu, jangkrik memenuhi Masjidil Haram, bahkan sampai ke dekat Kakbah.

“Pada Sabtu malam saya salat di Masjidil Haram dan serangga di mana-mana, masjid seperti mengundang mereka, tidak hanya di pekarangan, bahkan di sekitar Kakbah,” kata seorang warga, Abdulwhab Soror, 64.

“Saya telah hidup di Makkah seumur hidup dan tidak pernah menyaksikan hal seperti ini,” lanjut dia.

Kejadian ini dibenarkan oleh Pemerintah Kota Makkah. Dalam pernyataannya, Pemkot Makkah menyebut serangga-serangga itu sebagai “belalang hitam” dan mengatakan jangkrik dan belalang itu dalam tahap migrasi.

Hamed bin Mohamed Metwally, profesor fisiologi di Universitas Umm Al-Qura University, menjelaskan kepada media Palestina, Sawa News, bahwa keberadaan jangkrik dan belalang memang bisa meningkat pada waktu dingin dan akan menghilang dalam empat hingga enam minggu kemudian.

Memang kota Makkah sedang dalam fase “dingin”. Berdasarkan data cuaca dari situs Accu Weather, cuaca di Mekkah sejak awal 2019 sampai sekarang berada di kisaran antara 31 derajat Celcius di siang hari dan sekitar 22 derajat Celcius di malam hari.

Biasanya kota suci umat Islam ini punya temperatur sangat tinggi di musim panas, sering kali mencapai lebih dari 40 derajat Celcius di siang harinya. Sementara pada bulan November hingga Januari biasanya turun hujan ringan di Makkah.

Sementara itu, Jacky Judas, penasihat masalah lingkungan di WWF dan lembaga pelestari alam Emirates Nature mengaku terkejut atas fenomena ini. Menurut pengakuannya, ini adalah kali pertama dirinya melihat fenomena seperti ini.

“Ini adalah kali pertama saya melihat spesies ini dalam jumlah besar,” ujarnya kepada The National.

Ia berpendapat serangga-serangga ini mungkin berasal dari suatu peternakan serangga di Jazirah Arab yang sengaja dikembangbiakan untuk pangan burung. Judas menduga ada beberapa serangga yang lepas dan menyebar ke Makkah.




JK Marah-marah, Fahri Hamzah: Semua Ini Bom Waktu, Pada Waktunya Akan Menjadi Skandal

Detikriau.org – Wakil Presiden M. Jusuf Kalla mengkritik dan marah-marah terkait pembangunan kereta ringan atau light rail transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) yang dinilai tidak efisien.

Dimana, biaya pembangunan moda transportasi melalui rel melayang (elevated) itu mencapai Rp. 500 miliar per kilometer.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah tidak heran dengan kritik dan kegeraman Wapres yang sudah dua kali menjabat itu.

Dan menurutnya, ini adalah soal waktu dan berpeluang akan menjadi skandal di kemudian hari.

“Semua ini bom waktu…. Pada waktunya akan meledak dan menjadi skandal…,” kata dia di akun @Fahrihamzah, Sabtu (12/1) dilansir laman rmol.co.

Jelas Fahri, bukan kali ini saja JK marah saat ada kebijakan yang berpotensi merugikan negara.

@Pak_JK pernah terbukti marah dengan keganjilan harga. Saat2 akhir seperti ini. Saat beliau tau ada upaya melakukan bailout kepada #BankCentury. Beliau ambil alih perkara demi nama baik. Semoga masih ada nurani menahan kerugian negeri,” tuturnya.