Ustadz Yana Mulyana: Pernyataan Yoqut Pernyataan “Kebodohan”

Ketua Gerakan masyarakat Menuntut Keadilan (GMMK) Riau, Ustadz Yana Mulyana (kanan) bersama Ustadz Abdul Somad (UAS). Foto: Internet

Pekanbaru, detikriau.org – Ketua Gerakan masyarakat Menuntut Keadilan (GMMK) Riau, Ustadz Yana Mulayana “cuekin” pernyataan Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Yaqut Cholil Quomas yang menyebut ada kelompok radikal yang mendukung salah satu kontestan di pemilu 2019 di Riau.

Bahkan menurutnya pernyataan Yaqut sebagai sebuah penyataan “kebodohan”.

“Kalau saya menyebutnya bukan fitnah. Tapi karena kebodohannya saja. Kebodohan dalam memandang persoalan, sehingga berkesimpulan seperti itu,” sebut dia dikutip melalui riaupos.co

Ustadz Yana Mulyana mengaku tidak menghiraukan apa yang disampaikan oleh Yaqut. Karena, kata dia, pernyataan Yaqut tersebut adalah pernyataan yang mustahil.

“Itu memang pernyataan mustahil sebenarnya. Kalau saya menilai, Yaqut itu menganggap, dia yang paling NKRI, dialah yang paling Pancasila, dia yang merasa yang menghargai keberagaman,” katanya.

Tapi jika ada yang bertentangan dengan pemahaman Yaqut, kata Yana, dinilai sebagai radikal. Padahal, bukan berarti berbeda pemahaman dan pandangan politik itu, tidaklah. Bahkan, perbedaan pendapat dan pemahaman tersebut sebagai bentuk kecintaan terhadap NKRI.

“Sebagai orang Riau, kami menolak apa yang dinyatakan oleh Yaqut itu,” sambungnya.

Yana juga menilai, banyak pemahaman Yaqut yang tidak bisa diterima oleh masyarakat Riau. “Karena di Riau ini mereka tidak bebas idenya, gagasannya, yang menurut kita sangat nyeleneh dan bertentangan dengan pandangan umum masyarakat Riau,” lagi dia.

Meski demikian, Yana tak akan mengambil sikap apa-apa. Dia menganggap pernyataan Yaqut sebagai angin lalu. “Kita mengikuti saja lah dulu maunya mereka itu seperti apa,” sebutnya.

“Kalau menurut saya, itu sebatas cari perhatian saja. Cari sensasi saja. Dia bilang orang Riau itu radikal, ya saya menganggap itu tak perlu ditanggapi. Orang bodoh tak perlu ditanggapi. Anggap angin lalu saja,” tegas Yana.

Sementara itu, Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Riau, Zulhusni Domo mengaku, bahwa apa yang disampaikan oleh Yaqut adalah tidak benar. Hal tersebut dinilai mengada-ada. “Fitnah itu,” kata Zulhusni Domo, Sabtu (12/1).

Kata Zulhusni, apa yang disampaikan oleh Yaqut itu, tidak berdasar. Bahkan dia yang adalah orang Riau, tak menemui hal tersebut.

“Tahu pula dia daripada kita lagi,” sindirnya. [faisal]

 




Suhu Laut Meningkat Lebih Cepat dari Perkiraan

Twelve Apostles di Port Champbell National Park, Victoria, Australia. Keindahan alam batuan di tengah laut. (visitvictoria.com)

Suhu laut dunia naik lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya karena mereka menyerap sebagian besar emisi yang mengubah iklim di dunia, kata para ilmuwan, sebagaimana dilaporkan Daily Mail, 10 Januari 2019.

Panas laut – yang direkam oleh ribuan robot terapung – telah mencatat rekor berulang kali selama dekade terakhir, dengan 2018 diperkirakan akan menjadi tahun terpanas, menggantikan rekor 2017, menurut analisis oleh Chinese Academy of Sciences.

Hal itu mendorong naiknya permukaan laut, saat lautan menghangat dan mengembang, dan membantu memicu badai yang lebih hebat dan cuaca ekstrem lainnya, para ilmuwan memperingatkan.

Pemanasan tersebut, yang diukur sejak 1960, lebih cepat dari yang diperkirakan oleh para ilmuwan dalam laporan Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim 2013 yang mengamati pemanasan laut, menurut penelitian yang diterbitkan minggu ini di jurnal Science.

“Ini terutama didorong oleh akumulasi gas rumah kaca seperti karbon dioksida di atmosfer akibat aktivitas manusia,” kata Lijing Cheng, penulis utama studi dari Chinese Academy of Sciences. “Meningkatnya laju pemanasan lautan ‘hanyalah tanda dari meningkatnya gas rumah kaca di atmosfer.”

Para ilmuwan iklim terkemuka mengatakan pada bulan Oktober bahwa dunia memiliki sekitar 12 tahun lagi untuk membuat dunia menjauh dari emisi yang meningkat menuju sistem energi terbarukan yang lebih bersih, atau berisiko menghadapi beberapa dampak terburuk dari perubahan iklim.

Risiko itu termasuk kekurangan air dan makanan yang memburuk, badai yang lebih kuat, gelombang panas dan cuaca ekstrem lainnya, dan naiknya permukaan laut.

Selama 13 tahun terakhir, sistem pengamatan laut yang disebut Argo telah digunakan untuk memantau perubahan suhu lautan, kata Cheng, yang mengarah ke data yang lebih andal yang menjadi dasar bagi catatan panas lautan baru.

Sistem ini menggunakan hampir 4.000 robot laut yang menyelam hingga kedalaman 2.000 meter setiap beberapa hari, merekam suhu dan indikator lainnya saat kembali ke permukaan.

Melalui data yang dikumpulkan, para ilmuwan telah mendokumentasikan peningkatan intensitas curah hujan dan badai yang lebih kuat seperti badai Harvey pada 2017 dan Florence pada 2018.
Cheng menjelaskan bahwa lautan adalah sumber energi untuk badai, dan dapat menjadi bahan bakar yang lebih kuat karena suhu naik.

Badai selama periode 2050-2100 diperkirakan, secara statistik, akan lebih kuat daripada badai dari periode 1950-2000, kata ilmuwan.

Cheng mengatakan bahwa laut, yang sejauh ini menyerap lebih dari 90 persen energi matahari tambahan yang terperangkap oleh meningkatnya emisi, akan mengalami kenaikan suhu yang berkelanjutan di masa depan.

DAILY MAIL | GLOBAL NEWS / Tempo.co




Giat Crime Pressing Mobile, Polres Inhil Berikan Peringatan Kepada Pelaku Pelanggar Hukum

Tembilahan, detikriau.org – Kepolisian resort Inhil lakukan kegiatan Crime Pressing Mobile yang ditujukan untuk menekan tindak kejahatan dengan melaksanakan patroli dibeberapa tempat hiburan dan keramaian.

Hasil kegiatan ditemukan beberapa kasus diantaranya, ditemukan sekelompok pemuda yang tengah asyik mengkonsumsi minuman  tradisional berupa Tuak. Disalah satu Cafe petugas menemukan beberapa pengunjung dewasa yang sedang minum-minum, disebuah kamar karaoke ditemukan seorang remaja yang masih berstatus pelajar, dan disalah sebuah wisma petugas juga berhasil menemukan pasangan remaja yang tidak berstatus suami-istri.

“Anggota memberikan teguran keras dan juga peringatan kepada warga yang ditemukan melakukan pelanggaran tersebut, selanjutnya mereka juga akan diberikan sanksi hukum jika mengulanginya kembali”, Ujar Kasat Reskrim Polres Inhil AKP Indra Lamhot Sihombing SIK, ahad (13/1/2019)

Kasubag Humas Polres Inhil AKP Syafri Joni SE menerangkan bahwa kegiatan Patroli oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Inhil tersebut dilaksanakan atas Perintah Kapolres Inhil AKBP Christian Rony P SIK, MH melalui Kasat Reskrim AKP Indra Lamhot Sihombing SIK.

Selanjutnya setelah memberikan AAP (atensi arahan pimpinan) yang jelas dan terarah, Kasat Reskrim memerintahkan Kanit PPA Sat Reskrim IPDA Delni Atma Saputra, SH bersama 8 orang anggotanya untuk melaksanakan Patroli dibeberapa lokasi dengan sasaran anak-anak dibawah umur, Curanmor, Begal, Lundup termasuk pelanggaran dan bahkan tindak pidana narkotika yang mungkin saja ditemukan saat melakukan patroli tersebut.

Laporan: Amrul




Soal Kelompok Radikal, GP Ansor Dianggap Memanaskan Suasana

Ferry Mursyidan Baldan (kanan). Dok.TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

Jakarta – Badan Pemenangan Nasional Prabowo – Sandiaga Uno menilai pernyataan Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Yaqut Cholil Qoumas yang mengatakan ada kelompok radikal yang berhubungan dengan salah satu calon presiden pada pemilihan presiden 2019 hanya untuk memanaskan suasana.

“Ya santai saja, kami tahu mana yang memanaskan suasana saja,” ujar Direktur Relawan BPN, Ferry Mursyidan Baldan, saat ditemui di Jakarta Selatan, Sabtu 12 Januari 2019 melansir Tempo.co

Ferry meminta kontestasi pilpres diisi dengan penyampaian yang baik. Tidak mengumbar pernyataan yang berbahaya dan bisa merusak persatuan.

Hal yang sama disampaikan oleh juru bicara BPN Irfan Yusuf Hasyim. Menurut dia, pernyataan Ketua Umum GP Anshor itu tak perlu ditanggapi. Ia menuturkan sebaiknya seluruh pendukung kedua pasangan calon berkonsentrasi saja pada program dan visi-misi pasangan yang didukung.

“Sama juga kalau saya ngomong ada ormas kepemudaan yang disusupi paham tertentu. Dua-duanya nggak perlu ditanggapi.”

Yaqut sebelumnya mengatakan ada kelompok radikal yang berhubungan dengan salah satu kandidat peserta pemilihan presiden 2019. Meskipun demikian, dia enggan menjelaskan lebih jauh kepada kandidat yang mana kelompok radikal ini bernaung. “Saya tak mau sebut, namun faktanya ada. Bisa dirasakan lah. Saya kira semua juga tahu,” ujar Yaqut di Kompleks Istana Kepresidenan, kemarin.




Alumni 212 Gelar Tabligh Akbar di Solo, Jalan Protokol Ditutup

Persaudaraan Alumni 212 Solo menggelar tabligh akbar di Bundaran Gladak Solo, Ahad 13 Januari 2018. Acara itu membuat jalan protokol di kota itu ditutup. TEMPO/AHMAD RAFIQ

Jakarta – Persaudaraan Alumni 212 Solo menggelar acara tabligh akbar di Bundaran Gladak Solo, Ahad 13 Januari 2019. Jalan Slamet Riyadi yang merupakan jalan protokol di kota tersebut ditutup.Massa telah berdatangan di lokasi aksi sejak pukl 06.00 WIB. Mereka berkumpul di titik pusat aksi yang berada di sebelah barat monumen Patung Slamet Riyadi.

Jalan Slamet Riyadi terpaksa ditutup lantaran massa yang berkumpul mencapai seribuan orang. Mereka berdiri menghadap mobil komando yang digunakan untuk orasi.

Sedianya, mereka telah menyiapkan panggung untuk acara itu. “Tapi mobil pengangkut panggung tidak boleh masuk oleh petugas,” kata juru bicara aksi, Endro Sudarsono.

Menurutnya, panitia sebelumnya telah menyampaikan surat pemberitahuan kepada kepolisian untuk acara tersebut. “Seharusnya tidak ada alasan untuk menghalang-halangi acara ini,” katanya.

Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Satuan Polisi Pamong Praja Solo, Agus Sis mengakui pihaknya melarang truk pembawa panggung masuk lokasi. “Kegiatan ini belum berizin,” katanya.

Menurutnya, acara tabligh akbar Alumni 212 tersebut berpotensi mengganggu lalu lintas jalan raya. “Sehingga memang perlu izin,” katanya. Menurut Agus, pelarangan itu dilakukan untuk menegakkan Peraturan Daerah tentang Lalu Lintas.

Meski demikian, kegiatan tersebut masih tetap berlangsung. Polisi memberi kesempatan kepada mereka untuk menggelar acara hingga pukul 09.30 WIB.

Sumber: Tempo.co




Etnis Muslim Uighur Sumbang Dana buat Korban Bencana di Indonesia

Ketua Majelis Nasional Turkistan Timur (Uighur), Seyit Tumturk (kiri) menyerahkan bantuan USD 20 ribu dolar melalui Aksi Cepat Tanggap untuk korban tsunami Selat Sunda, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 12 Januari 2019. TEMPO/Rosseno Aji

Jakarta – Masyarakat etnis muslim Uighur menyumbang USD 50 ribu kepada korban bencana gempa dan tsunami yang belakangan menimpa kawasan di Indonesia. Sumbangan tersebut diserahkan oleh Ketua Majelis Nasional Turkistan Timur (Uighur), Seyit Tumturk, melalui dua organisasi kemanusiaan.

Salah satunya Aksi Cepat Tanggap sebanyak USD 20 ribu yang ditujukan bagi korban tsunami Selat Sunda. “Saya sampaikan belasungkawa, gempa dan tsunami di Indonesia,” kata Seyit di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 12 Januari 2018.

Seyit merupakan diaspora muslim Uighur yang selama ini tinggal di Turki. Muslim Uighur adalah komunitas minoritas muslim yang bermukim di Xinjiang, Cina. Belakangan ini pemerintah Cina mendapatkan banyak kritik internasional karena dianggap melakukan pelanggaran HAM kepada etnis tersebut, antara lain dengan menahan mereka di kamp-kamp khusus.

Pada Agustus 2018, sebuah komite PBB mendapat laporan bahwa hingga satu juta warga Uighur dan kelompok muslim lainnya ditahan di wilayah Xinjiang barat tanpa proses pengadilan. Di sana mereka menjalani apa yang disebut program ‘reedukasi, atau ‘pendidikan ulang’. Sebuah program indoktrinasi kepada masyarakat Uighur yang dianggap ekstremis.

Seyit mengatakan bantuan yang mereka berikan merupakan bentuk terima kasih, karena masyarakat Indonesia telah memberi dukungan moral kepada etnis Uighur yang ditindas. Dia turut berduka atas bencana yang menimpa Indonesia dan ingin bertemu langsung dengan korban bencana. “Meskipun sedikit, saya bersama masyarakat Turkistan Timur memberikan bantuan USD 50 ribu dolar bagi yang mendapatkan musibah,” katanya.

Senior Vice President ACT, Syuhelmaidi mengatakan bantuan dari muslim Uighur akan diserahkan lembaganya kepada korban tsunami Selat Sunda. Dia mengatakan, ACT punya rencana untuk membangun shelter pengungsian di Lampung, dan pemulihan kondisi para nelayan di Banten. “Kami mau ajak tim dari Uighur untuk ke Lampung,” katanya.

sumber: Tempo.co