Sering Dibaca, Tahukah Anda Tiga Fakta Ayat Kursi Berikut?
Ayat kursi merupakan salah satu ayat yang sering dibaca umat Islam. Terutama sebagai salah satu bagian wirid setelah shalat lima waktu. Ayat ke-255 surah al-Baqarah ini dimanakan ayat ‘kursi’ karena menjabarkan tentang kursi Allah SWT yang meliputi langit dan bumi.
Ternyata ada beberapa rahasia mengapa ayat kursi begitu istimewa dan termasuk salah satu ayat bacaan favorit dalam Islam.
Sayyid Muhammad al-Alawy al-Maliki al-Hasani, dalam kitabnya yang berjudul Abwab al-Faraj, menjelaskan beberapa keistimewaan ayat kursi di antaranya sebagai berikut:
Pertama, ayat ini merupakan salah satu ayat Alquran nan agung yang ditegaskan langsung Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadis riwayat Ahmad, Muslim, Abu Dawud dan al-Hakim, Rasulullah pernah berkata kepada Ubai bin Ka’ab. “Wahai Abu al-Mudzir (gelar dari Ubai bin Ka’ab), apakah engkau tahu ayat Alquran yang dengannya engkau lebih besar? Aku ( Ubay bin Ka’ab) menjawab,”Allah dan Rasul-Nya lebih paham.” Rasul menjawab,”Yaitu ayat kursi.” Ubai lantas mengisahkan Rasul lalu menepuk dadanya dan berkatan,”Semoga ilmu senantiasa menghampirimu.”
Kedua, selain dikenal dengan sebutan ayat kursi, ayat ini juga mempunyai nama lain yaitu Pemimpim Ayat-Ayat Alquran (sayyidat ayy Alquran).Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasul bersabda,”Tiap segala sesuatu mempunyai jantung, dan jantung Alquran adalah al-Baqarah. Kemudian tiap sesuatu mempunyai pemimpin, dan pemimpin ayat-ayat Alquran adalah ayat kursi.”
Ada juga nama lain ayat kursi yaitu ayat penakluk (al-fath), ayat keberkahan (al-barakat), ayat yang disucikan (al-muqaddasah), ayat tauhid, dan ayat para peminta pertolongan (al-mustaghitsin).
Ketiga, membaca ayat kursi akan memberikan khasiat nyata di antaranya adalah membaca ayat ini akan membantu mengabulkan hajat dan keinginan agar tercapai.
Menurut Qatadah, di antara rahasia mengapa khasiat ayat kursi begitu dahsyat karena dalam ayat ini terdapat lima nama (asma’) Sang Khaliq yang agung yaitu Allah, al-Hayy, al-Qayyum, al-‘Aliyy, al-Adhim.
Bersama dokter yang merawat Ustaz Arifin Ilham di RS di Penang, Malaysia. Foto: Dok Azzikra
PENANG — Kondisi pendakwah sekaligus pendiri Majelis Zikir Adz-Dzikra, Ustaz Arifin Ilham, semakin baik. Ustaz Arifin Kamis (10/1) lalu berangkat ke Penang, Malaysia, untuk menjalani perawatan secara intensif atas penyakit kanker nasofaring dan getah bening stadium 4.
Dikabarkan republika.co.id, sampai saat ini ia masih dirawat di Rumah Sakit Gleneagles, Jalan Pangkor, Pulau Tikus, George Town, Pulau Pinang, Malaysia. “Alhamdulillah beliau prosesnya sudah lebih baik,” kata Muhammad Muslih Aziz dari Majelis Adz-Dzikra saat dikonfirmasi, Ahad (13/1).
Muslih menjelaskan, Ustaz Arifin saat ini sudah bisa makan walaupun dilakukan secara perlahan. Selain itu, kata dia, Ustaz Arifin pun sudah bisa menggunakan ponsel dan mengirim tulisan. “Sudah bisa makan biarpun masih pelan-pelan, sudah mulai aktif mengirim tulisan-tulisan,” lanjut Muslih.
Dia pun berharap, seluruh sahabat, kerabat, saudara seiman dan masyarakat Indonesia agar terus mendoakan kesembuhan Ustaz Arifin. “Mudah-mudahan terus berangsur membaik ya,” kata dia.
Sebelumnya, Ustaz Arifin Ilham mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya atas doa yang dipanjatkan khusus bagi dirinya. “SubhanAllah walhamdulillah jazaakumullah semua doa ikhwah tercinta Fillah. Dhuha ini lebih indah bermunajat kpdNya dan sudah mulai mau minum makan walau pelan. Jazaakumullah keluargaku Fillah,” tulis Ustaz Arifin.
Iluni UI Somasi Pihak yang Mengatasnamakan Mereka
Ketua Umum Iluni UI Arief Budhy Hardono
JAKARTA — Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) melayangkan somasi kepada pihak yang mengatasnamakan Iluni UI dalam membuat undangan deklarasi untuk mendukung salah satu pasang calon presiden dan wakil presiden. Secara kelembagaan, Iluni UI tidak pernah dan tidak akan terlibat dalam politik praktis.
“Iluni UI perlu menegaskan, secara kelembagaan tidak pernah dan tidak akan terlibat dalam politik praktis yang dalam hal ini sejalan dengan dengan prinsip yang juga dianut oleh UI,” ujar Ketua Umum Iluni UI, Arief Budhy Hardono, dalam keterangan tertulis yang dilansir dari Republika, Ahad (13/1).
Kendati demikian, sambung dia, sangat disayangkan masih adanya pihak-pihak yang berusaha menyeret Iluni UI ke dalam politik praktis. Hal itu terbukti dengan beredarnya undangan deklarasi yang menempatkan Iluni UI seakan-akan selaku pengundang.
“Padahal hal ini jelas tidak benar termasuk penggunaan foto dan nama pengurus Iluni UI,” jelas dia.
Beredarnya undangan tersebut, kata dia, tidak dapat dipungkiri telah meresahkan alumni UI. Karena itu, pengurus Iluni UI perlu untuk menegaskan posisinya dan langkah-langkah konstitusional yang akan diambil.
Arief melanjutkaj, demi menjaga netralitas Iluni UI dalam hal politik praktis dan dalam rangka penegakan hukum, maka Iluni UI mensomasi pihak-pihak yang telah membuat dan mengedarkan undangan tersebut.
“(Somasi untuk) menghentikan, menarik dan/atau membekukan peredaran undangan tersebut dan meminta maaf kepada Iluni UI melalui pengurus,” kata dia.
Arief menuturkan, Iluni UI memberikan waktu tiga hari sejak 12 Desember 2018 bagi pihak tersomasi untuk menindaklanjuti somasi itu. Jika somasi tersebut tidak diindahkan dalam jangka waktu itu, maka tidak menutup kemungkinan pengurus Iluni UI akan melaporkan hal tersebut ke pihak berwajib.
Sebelumnya pada paragraf terakhir tertulis “Iluni UI memberikan waktu tiga hari sejak Sabtu (12/1) lalu.”
Alumni UI Deklarasi Dukung Jokowi, Ini Sikap Rektorat
Capres no urut 01, Jokowi menerima cenderamata jaket dari Ketua Gerakan Alumni UI, Fajar Soeharto pada deklarasi Alumni UI untuk Jokowi – Maaruf Amin di Plaza Tenggara, Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu 12 Januari 2019. Peserta deklarasi berikan dukungan kepada Jokowi – Maaruf Amin agar bisa terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024. TEMPO/Hilman Fathurrahman W
Jakarta – Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Indonesia Bambang Wibawarta mengatakan deklarasi alumni UI untuk Jokowi – Ma’ruf Amin yang digelar di kompleks Gelora Bung Karno kemarin bukan lagi kewenangan kampus itu.
Bambang mengatakan acara deklarasi alumni UI itu menjadi wewenang Ikatan Alumni UI atau Iluni sebagai wadah resmi untuk alumni.
“Bisa tanya Ketua Iluni UI karena mereka sudah bukan di UI lagi,” ujar Bambang kepada Tempo, Ahad 13 Januari 2019.
Pada Sabtu, 12 Januari 2019 Jokowi menghadiri acara Deklarasi Dukungan Alumni UI untuk Jokowi di Senayan. Acara itu dihadiri ribuan orang berkaus kuning. Dalam acara itu dibacakan deklarasi dukungan alumni UI dan perguruan tinggi lainnya untuk calon presiden Jokowi – Ma’ruf Amin.
Sebelumnya Ketua Iluni UI Arief Budhi Hardono menghormati hak pribadi para alumni UI untuk mendukung pasangan calon presiden tertentu dalam pemilihan presiden, termasuk deklarasi dukungan alumni Universitas Indonesia (UI) untuk Jokowi – Ma’ruf Amin. Asalkan, ujar dia, tidak mengatasnamakan Lembaga Universitas Indonesia dan Ikatan Alumni Universitas Indonesia serta harus sesuai Statuta UI.
Bambang mengatakan UI telah menerbitkan surat edaran sejak Agustus 2018 mengenai sikapnya dalam Pilpres 2019. Surat edaran itu dikeluarkan oleh Kantor Hubungan Masyarakat dan Keterbukaan Informasi Publik UI. “Ada edaran Humas UI sejak tahun lalu,” kata Bambang.
Universitas Indonesia (UI) adalah perguruan tinggi yang bebas dari segala bentuk politik praktis. Hal tersebut sesuai dengan Undang-Undang RI nomor 12 tahun 2012 pada penjelasan Pasal 8 ayat 1 yang menyatakan bahwa Pendidikan Tinggi terbebas dari pengaruh politik praktis.
Statuta UI juga menekankan bahwa dalam menjalankan misi utama Tridharma Perguruan Tinggi yang berasas kebenaran ilmiah dan kebhinekaan, UI harus bebas dari pengaruh, tekanan dan kontaminasi apapun termasuk kekuatan politik.
Sehingga, jika terdapat pihak-pihak yang menyebutkan bahwa UI mendukung partai/tokoh politik tertentu maka hal tersebut bukanlah pernyataan dan bentuk dukungan resmi UI.
UI mengingatkan dan mengimbau segenap sivitas akademika dan warga UI termasuk para alumni UI untuk menyampaikan hak konstitusionalnya atas nama pribadi dan tidak menggunakan nama besar institusi UI.
Sebagai individu berpendidikan, mari kita ciptakan lingkungan kampus yang bersih dari segala unsur politik dan mendukung pelaksanaan politik negeri yang bersih, jujur dan adil.
“Tahukah Anda bahwa kondisi kaki berhubungan dengan kesehatan tubuh secara keseluruhan? Baca penjelasannya di sini”
lovemelovemypic/Shutterstock
detikriau.org – Salah satu cara untuk memelihara kesehatan tubuh secara menyeluruh adalah dengan rutin melakukan cek kesehatan di rumah sakit. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa kondisi kesehatan tubuh ternyata juga bisa diperiksa dengan melihat kondisi kaki sendiri?
Ya, penyakit yang sedang menyerang tubuh bisa terdeteksi dari kondisi telapak, jari, kuku, dan punggung kaki Anda. Dilansir klikdokter dari Reader’s Digest, ini dia 5 kondisi kaki dan artinya bagi kesehatan tubuh Anda:
Kaki kering dan bersisik
Kulit kaki yang kering dan bersisik sering diabaikan, karena dianggap bahwa keadaan itu hanya terjadi pada kaki. Apalagi, jika Anda termasuk orang yang sering beraktivitas di luar ruangan dan kerap menginjak area becek karena air deterjen tanpa menggunakan alas kaki.
Tapi, jika Anda sudah melakukan perbaikan dengan cara sering mengoleskan pelembap, melakukan pedikur, menggosok sel kulit mati, dan selalu menggunakan alas kaki saat berkegiatan, bisa jadi permasalahannya bukan pada kulit kaki Anda, melainkan pada kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid itu sendiri mengontrol laju metabolisme, tekanan darah, pertumbuhan jaringan, dan pengembangan sistem kerangka serta saraf.
Menurut spesialis kaki di Naperville, Illnois bernama Marlene Reid DPM, apabila ada yang kurang beres dari kelenjar tiroid, biasanya tubuh akan memunculkan gejala awal seperti kekeringan parah pada kulit, khususnya di bagian kaki.
“Ketika pelembap tidak membantu mengembalikan kondisi kulit kaki yang kering selama beberapa hari, kami biasanya akan merujuk pasien berobat ke dokter untuk memeriksakan kondisi tiroidnya,” tutur Marlene.
Selain kekeringan pada kulit kaki, kondisi kuku yang rapuh juga bisa mengindikasikan adanya gangguan pada tiroid.
Bisu atau luka di kaki yang tak kunjung sembuh
Coba perhatikan, apakah ada bisul atau luka yang tak sembuh-sembuh di kaki Anda? Jika memang ada, cobalah obati. Apakah kondisinya tak menunjukan perubahan positif? Jika ya, Anda wajib waspada. Sebab, luka di kaki yang tak kunjung sembuh bisa menjadi pertanda dari adanya penyakit diabetes mellitus.
Faktanya, saat kadar gula darah tidak terkontrol dengan baik, hal itu dapat merusak saraf dan menyebabkan sirkulasi yang buruk sehingga darah tidak mencapai ke kaki. Ketika darah tidak sampai ke luka yang ada di kaki Anda, waktu untuk sembuh pun akan sangat lama.
“Cukup banyak penderita diabetes yang didiagnosis sejak dini hanya dengan memperhatikan kondisi kakinya,” jelas Reid.
3. Kuku kaki mirip sendok
Kuku sendok memang bisa dimiliki oleh bayi dan biasanya akan normal kembali di beberapa tahun pertama kehidupan. Nah, ketika kondisi tersebut tidak membaik hingga dewasa, kemungkinan ada “sesuatu” terkait kesehatan yang sedang terjadi padanya.
Kondisi kuku sendok yang juga dikenal sebagai koilonychias bisa menunjukkan bahwa Anda kekurangan zat besi. Bentuk kuku yang demikian juga bisa menjadi tanda dari penyakit Raynaud atau kondisi yang memengaruhi pasokan darah ke jari tangan dan kaki.
Tak sekadar itu, ada juga yang mengatakan bahwa kuku sendok adalah tanda bahwa Anda terkena lupus atau penyakit autoimun yang menyerang sel, jaringan, dan organ tubuh.
4. Ada garis veritikal pada kuku ibu jari kaki
Jika ada garis gelap dan vertikal di bawah kuku ibu jari kaki, bisa jadi itu adalah melanoma acral lentiginous atau melanoma tersembunyi. Hal tersebut bisa jadi tanda dari adanya gejala kanker kulit pada seseorang.
Kendati demikian, Anda harus memastikan terlebih dahulu bahwa itu bukanlah jamur kuku. Caranya adalah dengan memperhatikan apakah warnanya kuning kecokelatan dan bersporadis di seluruh kuku.
5. Ada garis merah di bawah kuku kaki
Bila ada garis-garis merah di bawah kuku, hal itu menandakan adanya pembuluh darah yang pecah. Keadaan itu mungkin berhubungan dengan rusaknya kapiler di bawah kuku akibat adanya infeksi pada lapisan dalam jantung (endokarditis).
Apakah ada salah satu kondisi kaki yang sedang Anda alami saat ini? Bila memang ada, jangan tunda lagi untuk berobat ke dokter. Dengan demikian, dokter dapat menentukan diagnosis yang tepat dan memberikan obat yang sesuai untuk mengatasinya. Semakin dini dideteksi dan diobati, kemungkinan penyakit untuk sembuh atau dikendalikan akan semakin besar.
Debat capres pertaruhan elektabilitas dan integritas kedua paslon
Jadwal debat capres perdana di situs KPU RI. (Rangga Jingga)
Jakarta – Debat antar calon presiden dan wakil presiden pada pemilihan Presiden 2019 merupakan salah satu metode kampanye yang diatur dalam Undang-Undang No 7/2017 tentang Pemilu.
Dalam pasal 277 ayat 1 dinyatakan debat berlangsung selama lima kali dan disiarkan secara luas melalui media elektronik. Debat capres-cawapres perdana akan dilaksanakan pada 17 Januari 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta.
Debat menjadi sarana dalam menyampaikan visi dan misi, program kerja dan juga pandangan dalam mengatasi masalah-masalah yang berkembang di masyarakat.
Debat capres dan cawapres juga merupakan pertaruhan elektabilitas kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden, Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Pemilih diperkirakan akan memilih calon yang dianggap mampu menguasai segala persoalan dan mencari solusi dari persoalan tersebut.
Debat perdana ini akan mengangkat tema hukum, hak asasi manusia, korupsi dan terorisme. Indonesia akan menyaksikan gagasan dan program masing-masing kandidat dalam aspek-aspek terkait tema tersebut.
Pengamat Politik dari Indonesian Public Institute (IPI), Jerry Massie, berpendapat debat menjadi salah satu penentu capres dalm memenangi kompetisi. Selain itu ada juga campaigns (kampanye), imaging political (pencitraan politik) dan blusukan.
Debat memiliki pengaruh karena 192 juta pemilih bisa menyaksikan kandidat mereka mempresentasikan desain dan rencana induk ke depan seperti apa dan bagaimana.
Dalam konteks ini, sang petahana Jokowi lebih diuntungkan dari Prabowo yang belum pernah menjabat di eksekutif. Untuk itu, Prabowo akan lebih banyak bermain teori bukan praktek.
Debat merupakan adu gagasan, ide, kemampuan baik manajerial dan kepemimpinan. Memang akan seru di topik HAM dan masalah korupsi.
“Menurut saya disinilah kedua capres mampu menerjemahkan kebutuhan publik bahkan mampu menjawab keraguan publik khususnya pemilih ‘swing voters’ (pemilih mengambang) dan undecided voters (pemilih belum menentukan pilihan),” kata Jerry, di Jakarta, Minggu.
Debat capres-cawapres menjadi salah satu pertaruhan elektabilitas dan integritas serta kredibilitas kedua paslon, Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi, katanya.
Unggul di debat menjadi pembuka jalan untuk menang pilpres 2019. Kedua pasangan calon harus merebut minimal tiga kemenangan dalam lima kali ajang debat Pilpres 2019.
Kemenangan di debat, akan menentukan sekitar 40 persen pemilih pemula atau bahasa gaul “pemilih mileneal” yang diperkirakan sekitar 80 juta, katanya.
Berdasarkan survei Indikator, elektabilias Jokowi-Ma’ruf 54,9 persen, sementara Prabowo-Sandiaga 34,8 persen. Sementara sisanya, sebesar 9,2 persen responden belum menentukan pilihan dan 1,1 persen memilih untuk tidak akan memilih di antara keduanya atau golongan putih (golput).
Elektabilitas kedua pasangan capres-cawapres masih bisa berubah mengingat pilpres masih sekitar tiga bulan lagi.
Debat pengaruhi “swing voters”
Pengamat politik dari UIN Jakarta, Adi Prayitno, menilai debat capres dan cawapres menjadi momen penting untuk menaikkan citra dan elektabilitas kandidat, terutama mempengaruhi “swing voters” yang belum menentukan pilihan.
Karenanya, visi misi, program kerja, dan tawaran kerja menjadi penting dinarasikan dengan baik, tuturnya.
“Swing voters” hakikatnya adalah pemilih rasional yang melihat personifikasi kandidat dengan program terukur, bukan normatif. Melihat komitmen politik kandidat dengan serius bukan semata retorika.
Untuk itu, debat tidak bisa sepelekan. Apalagi suara pemilih ‘swing voter’ masih signifikan, katanya.
Tunggu gebrakan cawapres
Pada debat perdana nanti, publik menunggu gebrakan Maruf Amin dan Sandi mengingat dua sosok ini sebagai debutan dalam pilpres.
“Terutama Sandi sebagai penantang harus menampilkan kebaruan yang diinginkan publik. Argumennya mesti lebih nendang dan keras, jangan hanya datar saja. Sejauh ini Sandi datar saja apa adanya tanpa diferensiasi yang tak terlampau meyakinkan,” katanya.
Pemilih millenial juga akan mengikuti arah mata angin yang berhembus. Kalau pasangan nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf dominan dalam debat, maka millenial akan memilih.
Namun sebaliknya, jika Prabowo-Sandi yang unggul millenial akan cenderung memilihnya karena pemilih millenial itu preferensi politiknya sangat ditentukan siapa kandidat yang paling kuat pengaruhi opini publik.
Hal senada juga disampaikan Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahudin, bahwa debat capres-cawapres diyakini cukup efektif untuk mempengaruhi pilihan Pemilih.
Apa yang menjadi visi dan misi pasangan calon akan dinilai oleh Pemilih. Aspek rasionalitas program, argumentasi, gestur, gaya berdebat, dan penggunaan bahasa biasanya akan menjadi pertimbangan utama Pemilih.
Tetapi, kondisi itu lazimnya terjadi pada penyelenggaraan Pilpres yang kemampuan pesertanya dalam berdebat belum pernah disaksikan oleh Pemilih.
Sementara di Pilpres 2019 nanti, Pemilih pada umumnya sudah mengetahui kualitas capres Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Sebab, keduanya sudah pernah berhadapan pada debat Pilpres 2014.
“Jadi, efek debat capres nanti saya kira tidak akan berpengaruh banyak terhadap pilihan Pemilih. Kalau pun ada pengaruhnya, terbesar saya kira akan datang dari kelompok Pemilih pemula,” kata Said.
Pemilih pemula ini pada umumnya baru melek politik. Sensasi debat Jokowi versus Prabowo lima tahun yang lalu belum pernah mereka rasakan.
“Permasalahannya, jumlah Pemilih pemula ini tidak cukup jelas. Ketua KPU bilang sekitar lima juta orang, sementara salah seorang anggota KPU menyebut sekira 1,2 juta Pemilih,” katanya.
Tetapi untuk debat cawapres kondisinya mungkin akan berlainan dengan debat capres karena pasangan Jokowi dan Prabowo di Pilpres 2019 ini berbeda dengan Pilpres 2014.
Karena Ma’ruf Amin maupun Sandiaga Uno belum pernah berhadap-hadapan dalam sesi debat, tuturnya.
Sebagian Pemilih mungkin pernah menyaksikan kualitas Sandiaga pada Pilgub DKI Jakarta 2017. Tetapi kala itu dengan lawan debat yang berbeda. Sedangkan saat ini masyarkat banyak yang belum melihat kemampuan Ma’ruf Amin, tuturnya.
Dari sesi debat Ma’ruf versus Sandiaga itulah kemungkinan bisa muncul perubahan elektabilitas dari kedua pasangan calon.
Sebab, Pemilih pemula, ‘swing voters’ dan kelompok ‘undecided voters’ sepertinya masih dapat ‘digoda’ oleh para cawapres pada saat sesi debat nanti.
“Jadi, debat cawapres tampaknya lebih berpeluang untuk mengubah pilihan Pemilih dibandingkan dengan debat capres. Debat antara Ma’ruf Amin yang sudah berusia sangat senior dan Sandiaga Uno yang jauh lebih junior boleh jadi sudah sangat dinanti,” katanya.