Tak Hanya Mempercantik Halaman, Berkebun Ternyata Memiliki Manfaat Sehat Untuk Keluarga.

 

Ilustrasi Foto: vita-nurhayati.blogspot

detikriau.org — Berkebun dapat menjadi aktivitas fisik yang bisa Anda lakukan di waktu senggang bersama keluarga. Selain mudah, berkebun juga memberikan banyak manfaat bagi kesehatan Anda dan keluarga.

Aktivitas berkebun misalnya, menjadi lebih menyenangkan dengan mengajak buah hati Anda bagaimana cara merawat tanaman sejak usia dini. Dengan melakukan aktivitas berkebun, anak dapat belajar mengenai berbagai ragam tumbuhan, termasuk jenis-jenis pohon, bunga, buah, dan sayur.

Aktivitas rumahan tersebut juga membuat anak belajar lebih lanjut mengenai alam sekitarnya, termasuk dari mana asal makanan yang dikonsumsinya, bagaimana cara menyemai biji sayuran, dan lain-lain.

Diwartakan klikdokter.com, berikut beberapa manfaat berkebun yang dapat Anda petik bersama keluarga:

1. Penghilang stres

Tanpa disadari, ketika Anda berkebun di tengah udara segar sambil bermandikan cahaya matahari, mampu menghilangkan stres. Tidak hanya itu, bakteri baik dalam tanah memicu produksi senyawa serotonin dalam otak.

2. Baik untuk kesehatan tubuh

Selain bermanfaat sebagai penghilang stres, ternyata berkebun juga baik untuk kesehatan fisik. Ini disebabkan, berkebun termasuk dalam olahraga tingkat menengah.

Seperti yang disampaikan oleh dr. Nitish Basant Adnani dari KlikDokter, berkebun merupakan salah satu jenis aktivitas fisik aerobik yang baik bagi tubuh. Tanpa disadari, seseorang yang berkebun dengan durasi cukup lama dapat membakar kalori dalam jumlah yang relatif tinggi.

Sesuai dengan penjelasan yang telah disampaikan oleh dr. Nitish, berkebun memiliki efek yang sama dengan berolahraga. Hanya saja, berkebun tidak memerlukan tenaga yang relatif banyak seperti berlari atau bermain tennis.

3. Membangun keluarga harmonis

Berkebun bersama keluarga menciptakan adanya ikatan yang kuat dan kerja sama antar anggota keluarga. Setiap anggota keluarga dapat merasakan momen bahagia dengan melakukan kegiatan di luar ruangan. Kegiatan di luar ruangan sangat bermanfaat bagi tumbuh kembang anak.

Selain itu, berkebun juga bermanfaat untuk menanamkan rasa tanggung jawab pada anak Anda. Dengan memberikan mereka kesempatan untuk menanam tanaman yang mereka suka, anak Anda akan merasa bertanggung jawab untuk merawat dan  menjaga tanamannya dengan baik.

4. Menumbuhkan pola makan sehat pada anak

Berkebun terbukti dapat menumbuhkan kebiasaan makan sayur-sayuran dan buah pada anak-anak. Jika Anda membiasakan anak Anda berkebun, mereka cenderung mau mencoba berbagai jenis sayuran dan buah.

Tidak hanya menumbuhkan nafsu makan sayuran dan buah pada anak-anak. Ternyata, berkebun juga membuat orang dewasa menyukai sayuran dan buah dibandingkan dengan yang tidak berkebun.

Setelah mengetahui rangkaian manfaat berkebun, kini saatnya Anda merealisasikan hal tersebut dengan langkah berikut:

Konsultasikan tanaman apa yang cocok

Anda dapat menanyakan pada tetangga Anda yang hobi berkebun atau petani lokal terkait tanaman yang cocok. Hal ini perlu Anda lakukan karena setiap wilayah memiliki perbedaan geografis.

Memulainya dengan menanam di pot

Berkebun dengan pot sesuai untuk halaman rumah yang sempit. Bagi Anda yang memiliki halaman rumah luas, menanam di pot juga bermanfaat untuk membiasakan anak-anak berkebun.

Memilih benih tanaman yang baik

Anda dapat melibatkan anak-anak dalam memilih benih tanaman. Misalnya dengan memilih benih tanaman dari sayuran atau buah yang anak Anda suka.

Jadi tunggu apa lagi? Siapkan media tanam, pot, lahan dan biji-biji tanaman yang hendak Anda tanam. Libatkan seluruh anggota keluarga untuk berkebun dan mendapatkan manfaatnya dari aktivitas yang menyehatkan fisik dan pikiran ini.

Editor: faisal




2019, pemerintah tingkatkan program perhutanan sosial

Karikatur Refleksi Kinerja untuk Persiapan Kerja Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) 2019 (ANTARA/Humas KLHK).

Jakarta  – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan perhutanan sosial menjadi salah satu program, yang akan makin ditingkatkan pada 2019.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya saat Refleksi Kinerja untuk Persiapan Kerja 2019 menyebutkan bahwa perhutanan sosial sebagai program yang terus dilanjutkan dan ditingkatkan.

Untuk program perhutanan sosial ini, menurut dia, dalam rilis yang dilanasir melalui laman Antara, Selasa, peruntukkan dan pencadangannya sudah disiapkan sekitar 13 juta hektare.

Selanjutnya, tinggal mendistribusikannya dengan baik dan semua pihak harus terlibat demi suksesnya program ini.

Saat ini, lanjutnya, sudah berjalan, tapi perbandinganya masih 95:5, yang artinya pengelolaan hutan oleh rakyat masih sedikit.

“Dalam waktu 5-6 tahun ke depan, kita harapkan tuntas sebanyak 12-13 juta hektare, sehingga perbandingan pengelolaan hutan oleh swasta dan rakyat menjadi 70:30,” kata Siti.

Untuk mewujudkan hal itu, jajaran KLHK harus fokus pada tugas pokok dan fungsi (tupoksi).

Siti pun mengingatkan jajarannya bahwa pada 2019 terdapat agenda politik besar terutama mulai Januari hingga saat pencoblosan pemilu legislatif dan pemilihan presiden.

Karena itu, jajaran KLHK tidak boleh terpengaruh dengan situasi politik, namun tetap bekerja sesuai tupoksinya.

“Saya minta tolong untuk seluruh jajaran tetap bersemangat dan jangan terpengaruh dengan dunia politik. Jangan sibuk dengan kegiatan lain kecuali menjalankan tugas pokok dan fungsi KLHK. Mari jaga prestasi kita,” katanya.

Menurut dia, kementeriannya dinilai sudah cukup baik dan menjadi harapan rakyat banyak yang salah satunya karena adanya program hutan sosial.

“Maka, kita harus mengestafetkan hal-hal yang baik ini mulai awal tahun, sehingga saat kabinet berakhir, semua itu sudah siap semua. Saya sudah siapkan estafet mengenai hal-hal yang kita lakukan secara baik dan juga langkah-langkah koreksi sehingga pada saatnya estafet berlangsung baik,” kata Siti.

Selain pamor KLHK selama empat tahun terakhir meningkat, salah satunya karena adanya program hutan sosial, Siti juga mengungkapkan rasa bahagianya karena sepanjang 2014-2018, kementerian yang dipimpinnya mendapat 93 penghargaan.

Hal ini membuktikan  bahwa KLHK memiliki pengelolaan birokrasi yang baik dalam bekerja, karena penghargaan itu berkaitan dengan aspek penting manajemen pemerintahan, yaitu anggaran, kepegawaian, barang milik negara, administrasi, teknologi, informasi dan sebagainya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran dan mitra. Ini semua tidak terlepas dari perbaikan kinerja birokrasi yang semakin menumbuhkan harapan dan kepercayaan,” kata Siti./*




Gempa 4,8 SR Guncang Mentawai Sumbar Dinihari

Detikriau.org – Gempa berkekuatan 4,8 SR gncang Kabupaten Kepulauan Mentawai Provinsi Sumatra Barat, rabu (2/1/2019)

Melalui laman resminya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merangkan bahwa pusat gempa yang terjadi pada pukul 03:24 Wib ini berada di laut, 56 km tenggara kepulauan mentawai atau pada titik koordinat 2.51 LS – 99.66 BT pada kedalaman 39 km.

“gempa dirasakan dalam skala MMI – II di Tua Pejat Kec Sipora Utara Mentawai,” Rilis BMKG




Migrasi dan Anjloknya Harga Komoditas Perkebunan Dongkrak Jumlah Penduduk Miskin di Riau Tahun 2018

Ilustrasi penduduk miskin: Net

Pekanbaru, detikriau.org – Jumlah penduduk miskin di Provinsi Riau tahun 2018 meningkat sebanyak 4.010 jiwa dibanding tahun 2017 sebelumnya.

2017 penduduk miskin Riau terdata sebanyak 496.390 jiwa dan tahun 2018 naik menjadi 500.400 jiwa.

“penyebab utama peningkatan jumlah penduduk miskin di Riau karena banyaknya migrasi,” paparkan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Ahmad Hijazi dalam refleksi akhir tahun 2018, di Gedung Daerah Pekanbaru, Senin (31/12/2018) kemaren.

Meski penduduk miskin ada peningkatan secara jumlah namun diklaim Ahmad Hijazi secara persentase mengalami penurunan.

“Walaupun penduduk miskin meningkat 4.010 jiwa, namun secara persentase, tingkat kemiskinan di Riau terus menurun sejak tahun 2016,” ujarnya

dipaparkan Hijazi, tahun 2015 penduduk miskin di Riau terdata sebesar 8,82 persen, dan tahun 2016, menurun menjadi 7,67 persen. Selanjutnya di tahun 2017 turun 7,41 persen, dan di tahun 2018 kembali turun menjadi 7,39 persen.

“Komposisi penduduk miskin di Riau tahun 2018, di perkotaan ada sebanyak 173.570 jiwa atau 6,35 persen. Kemudian di pedesaan sebanyak 326.860 jiwa atau 8,09 persen,” terangnya.

Di samping faktor utama migrasi, peningkatan jumlah penduduk miskin tahun 2018 disebabkan turunnya harga sejumlah harga komoditas perkebunan utama di Riau, seperti sawit, kelapa dan karet.

“Sampai saat ini, harga-harga komoditi tersebut belum terdongkrak. Ini juga berpengaruh kepada petani dan buruh tani,” paparnya.

Berdasarkan data, diterangkan Hijazi, penduduk Riau paling banyak bekerja di sektor pertanian, perkebunan dan kehutanan. Jumlahnya mencapai 1,14 juta jiwa. Kemudian ditempat kedua di sektor perdagangan besar dan eceran, ada sebanyak 509,06 ribu jiwa, serta jasa lainnya 389,43 ribu jiwa diurutan berikutnya.

Untuk angka pengangguran, Hijazi menyampaikan mengalami penurunan tipis. Pada tahun 2017 tercatat sebesar 6,22 persen dan di tahun 2018 turun menjadi 6,20 persen.

“Jumlah pengangguran tahun 2018, 192.800 jiwa. Salah satu penyebab turunnya angka penangguhan melalui program pelatihan oleh Pemprov Riau. Dimana, pada tahun 2018, telah dilatih 736 orang pencari kerja pada tiga UTP latihan kerja. Saat ini, mereka telah mendapatkan sertifikasi kompetensi profesi,” pungkasnya.

Sumber: cakaplah.com    Editor: Faisal




BMKG tak sampaikan akan terjadi letusan Gunung Anak Krakatau

Semburan awan panas Gunung Anak Krakatau terlihat dari kawasan Carita, Pandeglang, Banten, Jumat (28/12/2018). Status Gunung Anak Krakaktau naik dari Waspadaa ke Siaga sejak Kamis (27/12/2018), sehingga zona bahaya diperluas menjadi radius 5 km dari puncak gunung sementara BMKG menyatakan peringatan kewaspadaan potensi tsunami di wilayah pantai Selat Sunda dalam radius 500 m hingga 1 km masih tetap berlaku. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/kye.

Bandarlampung – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan tak pernah menyampaikan akan terjadi letusan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Lampung Selatan dan menghasilkan gempa dengan 8 skala Richter (SR).

Pernyataan resmi BMKG, di Bandarlampung, Selasa, menyampaikan bahwa saat ini sudah mulai banyak beredar mengenai rekaman audio pendek sekitar 1 menit 34 detik yang isinya menurut BMKG akan terjadi letusan Gunung Anak Krakatau yang menghasilkan gempa dengan skala 8 SR di wilayah Lampung dalam waktu dekat atau dalam beberapa hari atau dalam beberapa minggu ke depan.

BMKG menegaskan lagi, tidak pernah memberikan pernyataan tersebut dan diimbau kepada masyarakat jika mendapat info terkait audio tersebut untuk tidak menyebarluaskannya dan langsung saja dihapus agar tidak kembali membuat resah masyarakat.

Sampai saat ini terkait gempa bumi terlebih tsunami belum bisa diprediksi, jadi jika banyak beredar terkait prediksi gempa dan tsunami abaikan saja berita tersebut.

BMKG dan juga Badan Geologi terus memantau perkembangan Gunung Anak Krakatau sampai saat ini.

“Jadi pastikan untuk memantau perkembangan beritanya hanya dari aplikasi InfoBMKG dan aplikasi MAGMA INDONESIA,” demikian BMKG.

Sumber: Antara




Dua Gempa 5 SR Guncang Wilayah Indonesia Malam Ini

Detikriau.org – Selasa (1/1/2019) malam, dua kali gempa bumi guncang wilayah Indonesia.

Gempa pertama terjadi di Pangandaran Provinsi Jawa Barat pukul 19:25 Wib berkekuatan 5.0 SR dengan pusat gempa pada 327 km Barat Daya Kabupaten Pangandaran atau pada titik koordinat -10.62 LS – 108.46 BT di kedalaman 10 km.

Kemudian pukul 23:25 Wib gempa terjadi di Rotendao NTT berkekuatan 5,2 SR dengan pusat gempa 102 km Barat laut Rotendao atau pada titik koordinat -9.92 LS – 122.7 BT pada kedalaman 81 km.

“kedua gempa ini tidak berpotemsi tsunami,” Rilis BMKG melalui laman resminya.