Maret 4, 2024

Modus Undangan Pernikahan di Whatsapp, Jangan Buka Kalau Tak Ingin Rekening Dibobol

Foto: Logo Whatsapp (REUTERS/Thomas White)

Bagikan..


ARB INdonesia – Mengirim atau menerima sebuah undangan pernikahan digital melalui pesan WhatsApp memang bukan sesuatu yang baru bagi pengguna Android.

Hal itu dikarenakan, saat ini banyak yang telah mengganti undangan fisik melalui undangan digital yang dikirim melalui nomor kontak WhatsApp.

Hal itu tentu saja dilatarbelakangi kemudahan dalam menyampaikan undangan kepada sanak saudara dan teman yang jauh.

Siapa sangka momentum itu dijadikan modus baru oleh orang yang tak bertanggung jawab untuk membobol isi rekening.

Seperti yang saat ini ramai dibagikan dan diperbincangkan di media sosial menganai aksi penipuan dengan mengirimkan undangan pernikahan lewat WhatsApp.

Surat undangan yang dikirim tersebut bukan berbentuk file, melainkan surat undangan digital berbentuk aplikasi (apk) yang berjalan dengan sistem operasi android.

Dalam sebuah tangkapan layar yang beredar di berbagai grub whatsapp, terlihat pengirim pesan (pelaku) mengirimkan file (apk) dengan judul Surat Undangan Pernikahan Digital kepada sitarget.

Selainn mengirim file tersebut, pelaku juga mengirim pesan yang bertuliskan “Kami harap kehadirannya”.

Saat menerima pesan tanpa menuliskan informasi pemberi undangan tersebut, lantas Penerima pesan (target) hanya menanyakan siapa yang mengirimkan itu. “Ini Siapa..” tanya penerima pesan.

Setelah ditanya, pengirim tak menjawabnya siapa dirinya dan hanya meminta untuk membuka file undangan tersebut. “Silahkan dibuka agar lebih jelas dan kenal KK,” tulis pelaku.

Beruntung penerima pesan saat itu tau bahwa hal tersebut merupakan suatu modus penipuan.

IMG_20230127_212958
Sc. Pesan Whatsapp yang beredar tentang Modus penipuan melalui undangan pernikahan.

Ternyata saat file tersebut dibuka akan memberikan informasi data pribadi anda seperti aplikasi banking mobile yang dimiliki korban.

Setelah segala data di tangan pelaku, maka mereka bisa leluasa memegang akun bank korban. Setelah itu rekening mereka akan habis disikat oleh para pelaku penipu.

Seperti yang dilansir dari kuasakata.com, nasib apes dialami warga Kelurahan Naimata, Kecamatan Maulafa, Kupang, NTT.

Derasmus Kenlopo harus kehilangan tabungannya sebesar Rp14 juta usai membuka link undangan nikah yang diterimanya lewat WhatsApp (WA).

Link undangan tersebut dikirim dari nomor tak dikenal. Uang yang raib dari rekeningnya sebanyak Rp14 juta baru saja dipinjam Derasmus dari Bank BRI di Kupang. 

Derasmus mengajukan kredit untuk mengembangkan usaha bengkel las yang ia rintis.

Uangnya lenyap dari rekening seketika seusai sang istri membuka sebuah link undangan digital pernikahan yang dikirim melalui pesan di WA oleh nomor tidak dikenal. 

“Ada nomor baru masuk di handphone yang sementara istri pegang, setelah buka ada pesan dengan link berisi undangan pernikahan. Istri klik link itu untuk lihat foto prawedding, untuk memastikan siapa yang menikah,” jelas Derasmus, Rabu (18/1/2023). 

Tak lama setelah mengklik tautan pada undangan digital, mereka mendapatkan pesan dari aplikasi Brimo mengenai aktivitas transfer dari rekening mereka ke sejumlah nomor rekening.

Mendapat pesan tersebut, Derasmus dan istrinya pun panik. Apalagi sandi mereka telah diubah. Setelah dicek ke ATM, uang dalam rekening mereka hanya tersisa Rp25.000.

“Setelah buka link undangan pernikahan, uang semua ditarik dengan munculnya pesan singkat dari aplikasi Brimo. Saya coba Buka brimo tapi kata sandinya sudah langsung diganti saat itu,” ujarnya.

Derasmus kemudian mendatangi kantor BRI untuk berkonsultasi mengenai persoalan yang dia hadapi. BRI memberikan jawaban bahwa rekening mereka telah dibobol karena telah memberikan nomor OTP, sehingga transaksi itu dinyatakan sah.

“Kata BRI, rekening kami orang sudah bobol karena kami kasi nomor OTP. Saya jelaskan bahwa kami hanya buka undangan nikah, sehingga klik link untuk mencari tau siapa yang menikah,” jelasnya.

Derasmus kemudian melaporkan kejadian yang dia alami ke Polresta Kupang Kota. Dia berharap polisi mampu mengungkap para pelaku penipuan ini sehingga tidak ada lagi orang lain yang menjadi korban.

Jadi ingat hati-hati saat menerima jenis file dan apapun yang dikirimkan oleh orang tidak dikenal melalui WhatsApp. Jangan membuka sembarangan file ttersebut.

Editor Arbain