September 22, 2023

LSM Dan AJI Kecam Pernyataan Thaher

Bagikan..

www.detikriau.wordpress.com (TEMBILAHAN) Pernyataan HM Thaher yang sangat arogan tersebut mendapat tanggapan dari Ketua LSM Matikor Inhil. Menurutnya, sikap yang diperlihatkan oleh mantan Kabag Humas tersebut yang sekarang menjabat Kadishubkominfo tidak mencerminkan dirinya sebagai seorang pejabat. Maunya jawab secara baik, apalagi wartawan yang bersangkutan sudah melakukan konfirmasi.

“Saya menyayangkan sikap arogan yang ditampilkan oleh yang bersangkutan. Maunya berikan penjelasan secara baik, bukan dengan sikap seperti,”Sebagai orang yang menjabat Kadishukominfo dan juga mantan Kabag Humas tentunya ia mengerti dengan kaidah jurnalistik. Kalau memang ada yang tidak benar silahkan di klarifikasi. Bukan malah mengeluarkan pernyataan yang kesannya “bodoh” seperti itu,” katanya .
Kecaman senada juga disampaikan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Inhil, Faisal, dirinya menilai pernyatan M Thaher kepada wartawan terkait aliran dana GCM kepada Humas ketika dipimpin oleh yang bersangkutan sangatlah berlebihan. Sikap tersebut mencerminkan bahwa pejabat bersangkutan tidak dewasa dalam menyikapi persoalan yang terjadi

“Selaku seorang pejabat, sangat tidak pantas mengedepankan sikap emosional seperti itu. Kalau mau seperti itu jangan jadi pejabat, lebih baik jadi preman saja. Kalau pejabat mestinya harus bersikap dewasa ketika menghadapi persoalan seperti ini,” kata Fungsionaris Aji Kabupaten Inhil M Faisal, ketika dimintai tanggapannya oleh Www.detikriau.wordpress.com, Senin, (18/7) di kantor DPRD Inhil.

Apalagi terkait pernyataannya “silahkan bunuh saya” kalau memang proyek pembuatan UHF itu fiktif, menurut Faisal itu suatu ungkapan yang sangat tidak pantas. Berikan penjelasan seterang mungkin kalau memang apa yang ditulis oleh wartawan yang dimaksud tidak benar, karena memang ada hak jawab mereka terkait persoalan tersebut. Apalagi di dalam menulis, tentunya wartawan punya data dan fakta yang akurat, dan tidak mengada – ada. Persoalan itu telah diatur dalam UU dan kode etik.

Jadi, silahkan bantah kalau memang pemberitaan yang dirasakan tidak benar.Makanya ia selaku fungsionaris AJI sangat menyayangkan kalau ada pejabat yang mengeluarkan statmen konyol seperti itu. “Apa tidak konyol namanya kalau seorang pejabat sudah mengelurkan ucapan bunuh membunuh, apa negara kita ini tidak ada hukum lagi hingga harus mengeluarkan ucapan seperti itu,”Cecar Faisal.
Yang lebih ironisnya, tambah Faisal, apa yang dipertanyakan oleh wartawan terkait adanya dugaan penyimpangan penggunaan dana yang notabenenya adalah uang rakyat dan thaher adalah pemegang amanah penggunaan uang rakyat tersebut. Kalau memang rakyat mempertanyakan seputar pertanggungjawaban oleh dirinya, kenapa harus marah? Bukankah pejabat itu digaji oleh rakyat untuk berbuat benar?. Kalau memang merasa tidak sanggup, ya mundur saja dari jabatan pemegang amanah”. Pungkasnya. (suf)