Juni 20, 2024

Kalau Memang BBM Naik, Biaya Operasional PDAM Meningkat 20 Persen

Bagikan..

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Rencana kenaikan BBM, akibat kenaikan harga minyak mentah dunia sudah barang tentu akan sangat berimbas kepada banyak sektor di Kabupaten Indragiri Hilir.. Salah satunya adalah berkaitan dengan pelayanan PDAM Tirta Indragiri.

Kepada detikriau.org belum lama ini, Drs Kemas Yusferi, Dirut PDAM Tirta Indragiri mengatakan pihaknya terus terang merasa sangat pusing kalau memang kenaikan BBM terjadi. Sebab, sejauh ini PDAM Tirta Indragiri, terutama yang berada di kecamatan masih menggunakan mesin genset untuk mendistribusikan air kepada pelanggan.

“Sejauh ini baru PDAM yang berada di kota Tembilahan yang murni menggunakan tenaga listrik PLN. Sedangkan PDAM yang berada di Kecamatan, sebagian besar masih menggunakan mesin genset,” kata Kemas mengungkapkan.

Dengan kenaikan sekitar 1500-2000 yang dicanangkan Pemerintah Pusat, sudah barang tentu pengeluaran biaya PDAM dalam setiap bulannya bisa meningkat 20 persen. Apalagi dalam prakteknya, meski kenaikan sudah ditentukan, di daerah, kenaikan harga BBM bisa melebihi  tarif kenaikan yang telah ditentukan.

“Biasanya kenaikan BBM di daerah melebihi batas ketentuan yang sudah ditentukan oleh Pemerintah Pusat. Makanya kita terus terang merasa pusing menyikapi kenaikan BBM yang akan terjadi,” paparnya.

Ketika disinggung apakah ada upaya dari pihak PDAM untuk menaikkan tarif berkaitan dengan kenaikan BBM tersebut, menurut Kemas, pihaknya belum memikirkan kearah sana. Sebab untuk menaikkan tarif air PDAM harus lewat pembahasan di DPRD Inhil. Itupun kalau memang dewan menyetujuinya. Kalau memang mereka tidak setuju, maka secara otomatis tarif tidak bisa dinaikkan.

Ketika dipertanyakan lagi apakah PDAM tidak meminta subsidi kepad Pemkab untuk membantu pembengkakan biaya akibat kenaikan BBM, menurutnya selama ini memang PDAM tidak disubsidi. Bahkan PDAM dituntut untuk memberikan kontribusi PAD,” ujarnya. (Suf)