Juli 18, 2024

JELANG KENAIKAN HARGA, STOK BBM DIPASTIKAN AMAN

Bagikan..

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) —  Operation Head (OH) Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) Tembilahan, Abdul Halim nyatakan,  menjelang kenaikan Harga, Stok BBM untuk masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir dipastikan aman.

”Dari persediaan kita yang ada saat ini, untuk BBM jenis premium kita masih memiliki persediaan sampai 6 hari kedepan, Solar sampai 7 hari kedepan dan minyak tanah bahkan masih mampu untuk mencukupi kebutuhan masyarakat sampai 13 hari kedepan,” Jelas Abdul Halim ketika ditemui detikriau.org diruang kerjanya, sabtu (24/3).

Esok harinya (hari ini, minggu 25/3/2012. Red) ditambahkan Abdul Halim, Terminal BBM  Tembilahan kembali mendapatkan tambahan pasokan.”esok tangker minyak kita akan datang membawa tambahan persediaan BBM jenis minyak tanah sebanyak 800 kl dan solar sebanyak 1600 kl. Setelah bongkar, pasokan akan datang lagi membawa 1000 kl premium dan tambahan lagi sebanyak 1600 kl solar. Dengan persediaan ini, sesuai perhitungan, kita pastikan menjelang kenaikan harga, stok kita tidak ada masalah,” Papar Abdul Halim sambil menjelaskan bahwa terminal BBM seberang Tembilahan memiliki kapasitas daya tampung sebanyak, 1240 kl premium, 2455 kl minyak tanah dan 6580 kl solar.

Dalam pertemuan itu juga, detikriau.org juga sempat mempertanyakan mengenai pernyataan Abdul Halim beberapa waktu lalu saat diadakan pertemuan membahas antisipasi kenaikan harga BBM di ruang rapat Dinas Perindustrian dan Perdagangan Inhil bahwa menurutnya ada keterlibatan Oknum berbaju hijau dan coklat dalam aktivitas pedagang pelansir BBM.

Mendapat pertanyaan ini, Abdul Halim sempat tersenyum. Menurutnya, ada terjadinya sedikit kesalahan persepsi yang bisa berakibat besar mengenai pernyataan itu. ” Sebelumnya kita minta maaf, yang jelas ada sedikit kesalahan penafsiran mengenai kalimat itu. Apa yang saya lontarkan saat itu bukan kejadian di kabupaten Inhil. Tapi suatu kejadian saat saya bertugas di suatu tempat beberapa waktu yang lalu. Mungkin ini yang terlewatkan dari penangkapan kawan-kawan wartawan sehingga terjadinya kesalahan persepsi dalam penulisan pemberitaan.” Jawab Abdul Halim sambil meminta agar pernyataan itu dapat untuk dikoreksi agar tidak menimbulkan konotasi yang tidak baik ditengah masyarakat.

Diakhir pembicaraan, Abdul Halim mengemukakan bahwa dibeberapa tempat dimana ia pernah bertugas, ia memiliki hubungan dekat dengan kalangan pers terutama untuk menjalin kerjasama penyebaran informasi mengenai berbagai program kemasyarakatan yang dijalankan oleh Pertamina.”Pintu saya selalu terbuka untuk kawan-kawan pers, silahkan datang atau telpon saya kalau memang ada yang harus dipertanyakan. Saya pasti akan memberikan jawaban tetapi tentunya sesuai pengetahuan dan batas kewenangan saya.”Pungkasnya mengakhiri. (fsl)