Mei 18, 2024

Indrapraja Bukan Sekolah Berstatus Swasta

Bagikan..

Tembilahan (www.detikriau.wordpress.com) – Berkembangnya rumor tidak sedap mengenai perubahan nama SDN 032, SMPN 1 dan SMAN 1 Tembilahan Kota menjadi SDN, SMPN dan SMAN “Indrapraja” menurut kadisdik terjadi hanya dikarenakan adanya kesalahan penafsiran. Secara prinsif, perubahan nama ini hanya untuk membedakan taraf sekolah unggulan bukan merubah nomenklatur.

“Ini semua hanya terjadi karena kesalahan penafsiran. Sekolah yang diberi tambahan nama “Indrapraja” itu tidak ada hubungannya dengan Bupati Inhil. Kebetulan saja ada persamaan nama depan. Lagi pula, sekolah itu nantinya tetap berstatus Negri Bukan Swasta,” Jelas Kadisdik Inhil, Anwar Nawang ketika dikomfirmasi detikriau terkait berkembangnya isu ini, Jum’at (14/10/2011).

Ditambahkan Kadisdik, status negri untuk sekolah SDN Indrapraja, SMPN Indrapraja dan SMAN Indrapraja sudah diterima Disdik Inhil dalam  beberapa hari ini. “Mana mungkin sekolah Negri kita swastakan. Perubahan nama ini tidak lebih dari sekedar membedakan sekolah unggulan dengan yang tidak unggulan bukan merubah nomenklatur. Nama Indrapraja itu sekali lagi hanya sekedar nama karena memang daerah kita dinamai Indragiri Hilir. Itu saja.” Tegas Kadisdik.

Dari informasi yang dirangkum dilapangan, beredar desas-desus ditengah masyarakat bahwa siswa-siswi yang diterima pada penerimaan tahun ajaran baru pada beberapa sekolah tersebut nantinya akan dialihkan kepada sekolah “Indrapraja”. Parahnya menurut berita yang belum jelas darimana asalnya itu menyebutkan, sekolah Indrapraja ini didirikan dan dimiliki oleh Bupati Inhil, Indra Muchlis Adnan dan berstatus sebagai sekolah swasta.

Kabar ini sontak membuat resah beberapa orang tua murid. Mereka dengan tegas menolak dan menyatakan merasa ditipu kalau memang ini dilaksanakan.

“Jelas kita merasa dibodohi pak. Kemaren waktu mendaftar, saya memasukkan anak saya di SMAN 1 bukan di SMA Indrapraja. Kalau tanpa musyawarah dipindahkan yang menurut kabarnya SMA Indrapraja ini berstatus swasta jelas kita akan menolak karena sama saja ini dengan perampokan,” Jelas seorang wali murid yang tidak bersedia menyebutkan namanya mengungkapkan kegundahannya ketika bertemu detikriau baru-baru ini di Tembilahan. (fsl)