Dirugikan Atas Tuduhan Pelecehan Seksual, Dekan: Secara Hukum Akan Menuntut Balik - Arbindonesia
November 6, 2021

Dirugikan Atas Tuduhan Pelecehan Seksual, Dekan: Secara Hukum Akan Menuntut Balik

1636231350332

Dekan Fisip Unri, Syafri Harto.

Bagikan..

ARBIndonesia.com, PEKANBARU – Saat pihak Rektorat Universitas Riau (UR) memberikan kepastian dugaan pelecehan terhadap L, mahasiswi Hubungan Internasional (HI) di gedung Rektorat.

Ditempat terpisah, Dekan yang dituding berbuat asusila menggelar pertemuan dengan sejumlah wartawan untuk memberikan klarifikasi, Jumat (5/11/2021) sore.

Syafri Harto dalam keterangannya, secara tegas membantah telah melakukan pelecehan seksual terhadap L. Bahkan ia bersedia bersumpah Mubahalah, karena yakin tidak melakukan apa yang dituduhkan.

“Saya tidak ada melakukan seperti yang dituduhkan oleh mahasiswi itu. Saya dibilang cium pipi dia, itu tidak benar sama sekali. Saya berani bersumpah, saya mau melakukan muhabalah,” kata Syafri Harto.

Menurut versinya, saat itu L datang ke ruangannya untuk keperluan bimbingan proposal. Memang hanya berdua di dalam ruangannya, sedangkan didepan pintu ada Ayu stafnya.

Setelah bertemu, Syafri Harto kepada L mengatakan, sedang ada kegiatan lain dan menjanjikan membaca dahulu proposal nya dua sampai tiga hari.

“Saya bilang ada kegiatan lain dan saya baca dulu proposalnya dua sampai tiga hari. Kemudian saya tawarkan apakah sudah sanggup seminar, saya acc proposalnya. Waktu bimbingan itu saya tanya, dia bilang kerja,” tutur Syafri Harto.

Setelah bincang-bincang itu, L tiba-tiba menangis sembari menceritakan kondisi keluarganya hingga juga menceritakan adiknya tak kuliah sementara orangtuanya sedang sakit.

Lanjut Syafri Harto, karena merasa prihatin dan mengganggap bahwa L, sudah seperti anaknya. Sambil bergerak keluar ruangannya, dia turut memberikan semangat dengan memegang pundak L dari depan.

“Saat dia mau keluar dari ruangan, saya pegang pundaknya dari depan seperti bapak dan anaklah memberikan semangat. Jadi, tidak ada saya cium atau pelecehan seksual lainnya,” Syafri Harto.

Merespon L melapor ke Polresta Pekanbaru, Syafri Harto mengatakan, akan mengambil sikap menuntut mahasiswi tersebut dan menduga ada orang lain dibalik video pengakuan itu.

“Ini marwah saya dan merasa dirugikan, nama baik saya tercemar. Maka saya secara hukum akan menuntut balik. Ke mana pun! Saya juga akan cari aktor intelektual di balik semua ini,” tegasnya.

Syafri Harto mengaku akan menuntut mahasiswi tersebut sebesar Rp10 miliar. Karena nama baiknya sebagai dekan, pejabat negara, tokoh masyarakat Kuansing, dihormati orang Kuansing.

“Saya merasa tidak melakukan apa yang dituduhkan, dan karena ini istri dan keluarga saya terganggu,” tegasnya.

Menurutnya, tindakan yang dilakukan mahasiswi itu gegabah karena justru membuat video yang kemudian viral, bukannya berkonsultasi kepada pihak kampus sehingga menimbulkan malapetaka bagi nama baiknya.

“Seharusnya kan dia konsultasi sama jurusan, dan ketemu sama saya. Bawa orang tuanya, mengapa video yang dibuatnya?” katanya.

Diberitakan sebelumnya sebuah video pengakuan L, di akun Instagram @Komahi_ur viral, yang diunggah pada Kamis (4/11/2021) lalu.

Korban L mengaku disebut sempat mencium pipi dan kening korban. Sehingga membuat korban lemas dan bergetar karena ketakutan, yang mana dekan disebut memaksa mencium bibirnya dan korban langsung melakukan perlawanan dengan mendorong pelaku kemudian berlari pergi meninggalkan kampus.

“Beliau mencium pipi kiri dan kening saya. Saya sangat ketakutan dan menundukkan kepala. Tapi Bapak SH segera mendongakkan kepala saya dan mengatakan, ‘Mana bibir, mana bibir’,” tutur L, dalam pengakuannya di video tersebut pada Kamis (4/11/2021) kemarin.***

Sumber klikmx.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.