Diduga Ambil Raport di SMPN 1 Tembilahan Hulu, Siswa Dikenakan Beban 50 Ribu - Arbindonesia
Juni 9, 2021

Diduga Ambil Raport di SMPN 1 Tembilahan Hulu, Siswa Dikenakan Beban 50 Ribu

images (1)

Foto : Ilustrasi/Net

Bagikan..

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Beredar kabar mengenai adanya dugaan pungutan yang dilakukan pihak Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Pungutan itu berupa pembiayaan yang dibebankan kepada peserta didik yang hendak mengambil data hasil proses melakukan kegiatan pembelajaran (Raport).

Informasi di lapangan yang dapat awak media, setiap siswa yang mengambil Raport dibebankan dengan biaya sebesar Rp50.000 sedangkan pengambilan SKHU dibebankan biaya Rp 10.000.

Mengenai hal tersebut, Kepala Sekolah SMP N 1 Tembilahan Hulu, Hj Junainah saat dikonfirmasi mengakui adanya biaya yang dikeluarkan peserta didik saat pengambilan Raport dan SKHU.

Akan tetapi, menurutnya biaya pengambilan lapor dan SKHU tersebut hanya sukarela, tidak ada penetapan berapa biaya yang diharuskan atau diwajibkan oleh peserta didik.

Katanya lagi, Hal tersebut juga telah diberitahukan kepada para wali murid.

“Jika diberi kami terima, jika tidak diberi juga tidak apa-apa. Tidak ada kami menahan Raport, SKHU, dan Ijazah jika tidak membayar,” tutur H Junainah saat di jumpai arbindonesia.com di ruang majelis guru SMP N 1 Tembilahan Hulu, Rabu (9/6/2021) pagi.

Sementara itu, saat awak media melakukan perbincangan dengan beberapa siswa-siswi yang telah mengambil lapor di sekolah tersebut, mereka mangaku mengeluarkan biaya sebesar Rp 50.000.

“Ngambil Lapor 50 ribu pak, SKHU besok kami ngambil pak,” katanya dengan kompak kepada awak media.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Inhil melalui Kepala Bidang Pembinaan SMP, H Nursal Fajar saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut mengaku belum mengetahui tentang adanya pungutan terkait pengambilan Raport tersebut.

“Untuk pengambilan Raport dan SKHU serta Ijazah tidak ada pembiayaan. Mengenai itu (pungutan), nanti akan kami cek dulu kronologinya, soalnya kami baru tau juga ini,” tutur Fajar saat dihubungi arbindonesia.com, Rabu (9/6/2021).

Arbain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *