MENJODOHKAN MURAI BATU

indexwww.detikriau.org — Memilih Calon Indukan

Hal pertama yang perlu dipersiapkan adalah memilih indukan Jantan dan Betina yang berkualitas. Ukuran tentang kualitas dapat bermacam-macam alasan dan motivasi serta tujuan mengembang-biakan burung tersebut. Tapi sebagai dasar utama pemilihan indukan yang berkualitas adalah melihat dari gen indukan tersebut. Oleh karena itu dapat dipertimbangkan tujuan dan motivasi penangkaran sbb:
1. Tujuan Untuk Kompetisi (Lomba) Burung Berkicau.

Cari gen indukan jantan yang punya prospek juara. Biasanya burung yang telah mendapat predikat juara disuatu perlombaan besar merupakan acuan calon indukan yang berkualitas. Walaupun acuan ini tidak mutlak dilakukan, tetapi paling tidak sudah mempunyai modal sebagai indukan yang baik, kendalanya barangkali adalah masalah harganya yang cukup tinggi.

Untuk mengatasi hal tersebut di atas, cari alternatif lain yang relatif lebih mudah. Caranya dengan mencari calon indukan yang mempunyai prospek yang baik, walaupun belum pernah juara atau diperlombakan. Umumnya indukan yang baik adalah yang bertipe suara keras, pintar menirukan suara burung lain, mempunyai tonjolan-tonjolan suara yang khas, misalnya tembakan-tembakan, ngerol dan variasi suara. Serta performa dan penampilan yang baik saat membawakan irama lagu. (Mengenai ciri-ciri burung yang berkualitas dan mempunyai prospek juara akan dibahas dalam artikel terpisah).

Setelah menentukan indukan Jantan, langkah selanjutnya adalah mencari indukan Betina yang berkualitas. Ciri-ciri fisiknya kurang lebih sama dengan indukan Jantan. Indukan Betina juga harus dicari yang suaranya merdu dan berpostur baik, mempunyai ekor yang cukup panjang untuk ukuran murai batu betina. Burung yang akan dijodohkan sebaiknya hewan yang dari sub-spesies yang sama. Ini jauh lebih sulit lagi, karena jarang sekali diperdagangkan indukan murai batu betina yang baik. Mayoritas pedagang menjual murai batu berjenis kelamin Jantan. Alternatif yang termudah dengan mendatangi rumah-rumah penangkaran murai batu dan memesannya terlebih dahulu (cara ini biasanya lama di dapat, karena pemesannya juga banyak).

2. Tujuan Untuk Sekedar Menangkarkan Saja.

Cara ini biasanya dilakukan oleh para hobbies, karena pertimbangan melestarikan kelangsungan hidup murai batu saja. Jenis yang ditangkarkan murai batu dari sub-spesies apa saja.

Mempersiapkan Penjodohan

Setelah dipilih calon-calon indukan yang baik, langkah pertama adalah dengan memperkenalkan suara/kicauan indukan Jantan dan indukan Betina terlebih dahulu. Caranya dengan menempatkan kedua burung tersebut dalam sangkar gantung yang terpisah. Usahakan berada dalam satu area agar suara/kicauan mereka dapat saling terdengar. Usahakan satu sama lain tidak diperlihatkan terlebih dahulu. Disini fungsi kain penutup sangkar (kerodong) berperan. Setelah terjadi saling sahutan, biarkan sampai irama kicauan mereka seirama. (biasanya diperlukan waktu sekitar 2 sampai 3 hari, tetapi ini juga tidak mutlak, tergantung kondisi dilapangan). Dalam kondisi ini dianjurkan untuk memberian pakan hidup dan nutrisi yang cukup agar burung mencapai puncak birahi, sehingga mempermudah proses penjodohan. (Mengenai pakan hidup dan nutrisi akan dibahas dalam artikel terpisah).

Setelah ada keseimbangan irama kicauan diantara mereka, pertemukan mereka dengan tahapan gradual sbb:
a. Buka masing-masing kerodong dengan jarak antara kedua sangkar berjauhan 4 meter. Jangan terburu-buru untuk langsung mempertemukan mereka. Karena indukan Jantan dapat menyerang bahkan dapat membunuh indukan Betina. Kegiatan menjodohkan ini akan berlangsung berhari-hari, bahkan dalam hitungan minggu.
b. Setelah proses ini berjalan dengan baik dan terjadi kemajuan satu sama lain, tempatkan sangkar lebih dekat lagi. Misalnya persempit jarak sangkar mereka menjadi 1 meter – 2 meter. Biasanya kalo kedua burung sudah saling cocok, Individu Jantan akan memperlihatkan bahasa tubuh, seperti mengibas-kibaskan ekornya dan menampilkan suara yang merdu untuk menarik perhatian individu betina.
c. Jika reaksi indukan betina hanya berdiam diri di atas tangkringan saja, itu menandakan ia belum siap untuk kawin. Proses ini membutuhkan kesabaran.
d. Jika reaksi indukan betina mengambil posisi membungkuk dan melebarkan kedua sayapnya, itu menandakan is sudah benar-benar siap untuk kawin.
e. Jika keadaan seperti point d di atas, segera masukkan kedua indukan dalam kandang penangkaran yang besar. Keluarkan betina dari dalam sangkar, sedangkan indukan Jantan usahakan masih didalam sangkar yang digantung di dalam kandang besar. Biarkan proses penjodohan ini berlanjut sampai indukan Betina benar-benar siap untuk dikawinkan. Biasanya indukan betina akan sering hinggap disekitar sangkar indukan Jantan.
f. Setelah fase penjodohan memperlihatkan kemajuan yang baik, anda tidak perlu khawatir untuk mengeluarkan indukan Jantan dari sangkar gantung.

Dalam beberapa kejadian, jika burung telah ditempatkan bersama-sama, mereka akan cepat melakukan aktifitas perkawinan. Setelah ini berlangsung, indukan betina akan membangun sarangnya dalam waktu sehari dan akan mulai bertelur pertama kali setelah hari-hari berikutnya. Telur pertama, kedua dan ketiga biasanya merupakan telur yang tidak berproduksi/tidak menetas (infertilitas).

Seringkali, jika kedua pasangan memasuki masa reproduksi, perkawinan tidak dilangsungkan secara cepat (tidak terburu-buru), sampai indukan Jantan benar-benar menerima indukan betina setelah terlebih dahulu terjadi proses penjodohan. Indukan Jantan akan tampil atraktif dan bernyanyi merdu di depan indukan Jantan, seolah olah ingin mengatakan bahwa saya seorang gentlemen. Ia juga akan memeriksa kotak sarang. Ia perlu melihat apakah kotak sarangnya akan dapat menjadi tempat yang nyaman. Selanjutnya ia akan masuk ke dalam kotak sarang dan memperhatikan dengan seksama untuk waktu yang lama, kemudian akan berkicau dengan pelan seolah memanggil induk betina dan menyuruhnya masuk ke dalam kotak sarang.

Apabila induk Jantan meninggalkan kotak sarang, induk betina akan memeriksa kenyamananya, tetapi ia jarang keluar dari kotak sarang sebelum sang Jantan benar-benar membangun sarangnya.

Idealnya, burung harus membangun sarangnya beberapa hari setelah saling mengenal. Biasanya induk Jantan yang mulai menyusun sarang. Setelah separuh dari sarang terkumpul, induk betina akan segera keluar sarang dan mulai menyelesaikan sarangnya.

Biasanya, setelah 2 hari berlangsung sarang akan selesai dan induk betina akan beristirahat. Setelah kurang lebih 4 hari, induk betina akan mulai bertelur. Dalam sehari ia akan bertelur sekali. Jumlah telur yang akan dierami 3 dampai 4 telur. Bahkan ada yang sampai berjumlah 5 telur. Saat jumlah telur sudah mencapai 3 butir, induk betina biasanya sudah mulai melakukan pengeraman.

Ukuran kandang

Ukuran kandang jangan terlalu besar. kasih aja 2X1.5m dan kandang di bikin senyaman mungkin supaya burung seperti di alam liar alias hutan. gambar kandang yang sudah jadi.

 

Sumber: http://www.squidoo.com/beternak-burung-murai-batu-sangat-menguntungkan




MENANAM SAYURAN HIDROPONIK UNTUK IBU RUMAH TANGGA

sayur_hidro098www.detikriau.org — Berapa buget belanja sayuran Anda dalam sehari? Nah, kenapa tidak mencoba menanam sendiri. Ada cara menanam yang lebih praktis. Bahkan jika Anda mau bisa dijadikan lahan binis.

Kalimat, sehat itu mahal, memang benar adanya. Jadi, sudah seharusnya kita tidak mengonsumsi makanan yang tidak baik. Dan mulailah mengonsumsi makanan sehat yang bisa berasal dari halaman sendiri. Jadi, mari kita awali hidup sehat dari rumah.

Untuk bertanam hidroponik, tak perlu halaman luas dan modal besar. Bahkan, orang yang tinggal di apartemen pun bisa bercocok tanam dengan cara ini. Modal yang diperlukan hanya nampan plstik. Beragam sayuran pun bisa ditanam. Tinggal pilih, bisa cabai, bayam, caisim, kangkung, kacang panjang, atau terung.

Banyak sekali kelebihan dari bertanam hidroponik. Selain cepat tumbuh, kualitasnya juga bagus karena bebas pestisida, dan yang penting bisa hemat. Nah, jika ingin usaha skala besar, bisa menggunakan botol bekas air mineral dan pralon bisa dirancang untuk bertanam hidroponik.

Agar lebih hemat tempat, bisa dibuat rancangan wadah plastik atau pralon bertingkat sehingga bisa menghasilkan lebih banyak sayuran yang ditanam. ”

Proses bertanam hidroponik sangat mudah dan bisa dikerjakan oleh ibu rumah tangga di rumah. Cukup siapkan nampan plastik, spons, pinset, dan sumpit.

Setelah bibit berupa biji ditanam, diamkan selama 3 hari dalam kondisi gelap dan lembap, untuk merangsang munculnya benih. Lalu, jemur di bawah sinar matahari selama seminggu untuk kemudian ditanam dalam styrofoam.

Sayur ini bisa dipanen setelah 1 bulan. Untuk kangkung malah bisa ditanam 2-3 kali. Setia memaparkan, untuk skala konsumsi keluarga, modal awalnya yang dibutuhkan hanya sekitar Rp 50 ribu. Selamat mencoba.

Sumber: http://www.ciputraentrepreneurship.com/entrepreneur/nasional/wanita/9762-bisnis-sayuran-hidroponik-ibu-rumah-tangga.html

 

Tahapan Cara menanam hidroponik

1.      Penyemaian Benih

Semai benih pada tray atau wadah semai, gunakan benih yang tingkat germinasinya diatas 80%. Media semai yang baik dan umum digunakan adalah rockwool. Rockwool sangat praktis karena memiliki daya serap air yang tinggi dan steril. Jika benih telah cukup umur pindahan ke media tanam

485720_294207917340966_424389113_n315829_136255226469570_121143_ncara menanam hidroponik

2.      Penyiapan media tanam

Gunakan media tanam yang poros bisa campuran sekam bakar dan pasir kerikil, atau campuran rockwool dan pasir kerikil. Tempatkan media tanam pada wadah yang diinginkan seperti pot atau kaleng bekas.

3.      Pemberian Nutrisi

Gunakan nutrisi hidroponik yang tepat, pemberian nutrisi dalam  cara menanam hidroponik sangat penting bagi pertumbuhan tanaman. Anda bisa meracik sendiri atau membeli nutrisi hidroponik di pasaran. Pemberian nutrisi bisa dengan cara siram manual pagi dan sore hari, atau jika anda ingin lebih praktis anda bisa mencoba cara menanam hidroponik dengan sistem sumbu atau wick silahkan cek pada gambar. Sumbu (bisa dari kapas, sumbu kompor atau kain bekas)  akan mengalirkan nutrisi ke seluruh bagian tanaman. Teknik wick ini adalah salah satu teknik hidroponik sederhana.

4.     Perawatan

Perawatan pada sistem hidropinik pada dasarnya tidak berbeda jauh dengan perawatan pada penanaman sistem konvensional seperti pemangkasan, pembersihan gulma dll.

 

Sumber: http://carahidroponik.blogspot.com/2012/06/cara-menanam-hidroponik-sederhana-di.html




Cara Beternak Burung Kenari

avi

Pertama-tama kita tentukan trend kenari apa yang akan kita ternak:
1.Kenari trend postur (body)
2.Kenari trend warna
3.Kenari trend suara
4.atau perpaduan antara ketiganya body, suara dan warna.

1. Kenari Postur
Yang dimaksud kenari postur adalah kenari yang mempunyai ciri khas tersendiri pada bentuk tubuhnya, misal:
-Kenari Yorkshire (YS) memiliki postur tubuh yang besar namun kurang proporsional, seperti bentuk wortel.
-Kenari Gloster memiliki jambul di atas kepalanya sehingga menyerupai topi.
-Kenari Frill memiliki bulu terbalik.
-Kenari Rusia/Belgia memiliki tubuh yang panjang.
-Kenari Norwich memiliki tubuh yang besar dan bulat.

2.Kenari Warna
Yang dimaksud kenari warna adalah kenari yang mempunyai ciri khas warna tertentu, dan itu vakum/mutlak, namun tidak semua jenis kenari mempunyai warna yang mutlak, contoh kenari yang mempunyai ciri khas warna mutlak:
-Kenari Lizard, mempunyai warna lurik, brontok dengan sedikit warna orange atau kuning di kepalanya.
-Kenari Goldfinch mempunyai warna kuning dengan bulu hitam selap di kedua sayapnya.
-kenari Yellow fronted, memiliki warna khas yaitu hijau kehitaman di bagian punggung, dan kuning di perut.

Untuk jenis warna lainnya seperti sunkist, merah, starblue, putih, orange,dll sebetulnya tidak ada jenis kenari yang mutlak berwarna demikian, sebagai contoh kenari Spanish timbrado, sangat banyak sekali varian dari warnanya, ada sunkist, merah, starblue, putih, orange,dll.
jadi apabila kita menginginkan anakan yang berwarna kuning, maka kita harus cari induk yang berwarna kuning pula, dan itupun belum tentu 100% anakan yang dihasilkan berwarna kuning. Disini kita harus berani ber-eksperimen menyilangkan warna-warna tertentu sehingga akhirnya di dapat warna yang kita inginkan.
3. Kenari Suara
Yaitu kenari penyanyi yang mempunyai ciri khas suara tertentu, misal:
-Kenari YS, memiliki suara yang besar atau ngebass.
-Kenari Spanis Timbrado, memiliki suara yang volumenya keras, panjang dan memiliki nada.
Kenari Waterslager, memiliki suara cirikhas seperti suara air mengalir,dll.

Setelah kita tentukan tujuan kita..maka kita bisa mencari indukan sesuai dengan tujuan kita.
Untuk lebih jelasnya dan bisa mudah menentukan jenis apa yang kita inginkan, lihat jenis-jenis kenari bisa lihat disini, atau bila ingin tahu cara memilih kenari sesuai katuranggan, silahkan masuk kesini.

Kandang Ternak

Untuk beternak burung kenari sebetulnya tidak ada vakum yang harus benar benar di patuhi dalam pembuatan sangkar bisa kita sesuiakan dengan kebutuhan, modal atau keadaan lokasi dimana kita akan menempatkan kandang tersebut., Yang penting dan harus diperhatikan adalah selalu menjaga kebersihan kandang, baik itu dari kotoran, sisa makanan atau kebersihan tempat pakan dan minum, pencahayaan yang tepat/pas, di usahakan kandang mendapat sinar matahari pada pagi atau sore hari. Suhu pada lokasi kandang tidak ekstrim (terlalu panas atau terlalu dingin)

Untuk jenis kandang ternak kenari kita bisa memakai:

– kandang solitair/satuan ( kandang harian) berukuran Panjang 40 cm Lebar 40 cm Tinggi 60 cm (40x 40x 60),

– kandang ternak / kandang sambung buatan, menyamping atau ke atas dengan ukuran @ 40x40x50

– kandang ternak umbar ( ombyokan) adalah kandang besar untuk beternak 2 pasang atau lebih.

Gb.kandang ternak solitair/satuan
Gb.kandang ternak solitair/satuan

Pemilihan Calon Induk

Apabila kita ingin menghasilkan anakan yang berkualitas maka kita harus benar-benar memilih indukan yang baik. Untuk yang jantan usahakan cari yang sudah siap kawin, dapat di cirikan dengan sering bunyi, pilih jantan yang usianya di atas satu tahun, karena sudah matang spermanya. Untuk betina pilih yang usia 7 bulan ke atas.

Ciri indukan yang baik adalah :
1. Tubuh/ body propsional

bila akan mencetak kenari besar maka pilih Jenis kenari yang bertubuh besar, seperti yorkshire, border,dll.

2. Mempunyai volume suara yg keras dan panjang.

Apabila akan mencetak kenari yang bersuara panjang, volume keras atau mempunyai lagu yang khas, maka pilih pejantan dari jenis yang sama dengan kriteria tsb, seperti gloster, spanish timbrado, yorkshire,dll tentu disesuiakan dengan keinginan kita.

3. Berbulu tipis.

Pada dasarnya bulu pada kenari tidak terlalu berpengaruh, tebal tipisnya bulu kenari biasanya tergantung dari jenis kenari tsb. Kenari berbulu tipis biasanya lebih bmudah di ternakan, itu menurut argumen sebagian peternak.
4. Tidak cacat dan sehat

Ini yang utama, perhatikan kondisi fisik saat memilih indukan, memang kondisi fisik seperti cacat tidaklah begitu berpengaruh terhadap proses pembiakan, lain halnya apabila kondisi kesehatan (sakit). Untuk kelancaran dalam beternak, alangkah baiknya jika kita memilih indukan yang sehat.

5. Mempunyai pen yg besar (tidak penting).

Penjodohan

Agar suatu perkawinan berhasil, burung kenari betina haruslah menemukan burung kenari jantan jodohnya, Untuk menjodohkan kenari jantan dan betina tergolong gampang-gampang susah, terkadang ada indukan yang cepat sekali beradaptasi dengan pasangannya dan langsung berjodoh tapi ada juga indukan yang susah dijodohkan, Untu mangatasi hal tersebut sebaiknya lakukan langkah-langkah penjodohan dengan baik yaitu :

1.Indukan jantan dan betina di dekatkan tapi jangan saling lihat dulu, biarkan saling bersahutan, biarkan dalam waktu satu sampai tiga hari.

2. Setelah langkah pertama dirasa cukup, lalu lanjutkan tahap kedua yaitu dekatkan kedua indukan tsb biarkan saling melihat, tapi tetap biarkan di sangkar masing-masing. Pada tahap ini lebih baik betina sudah di masukkan di kandang ternak dan tempat sarang sudah di siapkan, beri potongan serat untuk bahan sarang, bisa memakai potongan rumput kering, daun pinus kering, atau serat yang banyak di jual di kios burung yaitu serat nanas.

3. Pada tahap kedua bisa di biasakan kedua indukan dimandikan dan di jemur sambil didekatkan, setelah kering pindahkan kedua kandang sambil tetap di dekatkan.

4. Setelah kedua indukan dirasa sudah jodoh, masukkan pejantan ke kandang betina (kandang tangkar), perhatikan tingkah laku indukan, apabila saling serang atau berkelahi maka lihat se agresif apa, apabila dirasa bisa melukai indukan tersebut maka proses perjodohan belum berhasil, tapi apabila tingkat agresifitas memungkinkan tidak melukai, coba biarkan kedua indukan dalam sangkar tersebut satu sampai 2 hari.

5. Apabila Indukan tidak berjodoh, jangan paksakan mereka dalam satu kandang. Coba cari jantan atau betina lain dan lakukan tahap penjodohan dari awal.

kandang-ys2

Sebagai langkah pertama untuk memulai mengawinkan burung adalah memeriksa paruh dan kaki burung, kuku perlu dipotong pendek dalam ukuran wajar. Perubahan faal tubuh (fisiologi) tingkah laku burung ternyata mempunyai sangkut paut dengan keadaan untuk kemudian membuat sarang, bertelur, mengeram dan memberi makan anak-anaknya. Perubahan itu akan mengikuti suatu pola yang berjalan secara teratur, baik mengenai waktunya maupun mengenai urut-urutannya. Perubahan itu muncul karena mengeram atau dibantu meloloh jika telur menetas adanya rangsangan dan luar, misalnya sinar matahari. Dengan kata lain, di samping pengaruh sinar matahari (yang dapat merubah faal tubuh) maka tingkah percumbuan (dan rayuan sampai nyanyian) burung kenari jantan dapat memberikan rangsangan-rangsangan tertentu, yang dapat menimbulkan perubahan jasmani burung betina.

Permasalahan Penjodohan

1. Mengapa kenari yang dijodohkan sulit sekali jodoh.
Betina belum birahi, pejantannya kurang agresif, atau usianya belum cukup.
Tunggu sampai birahi cari pejantan yang agresif dan berbunyi nyaring meskipun dicampur dengan betina tunggu sampai usia cukup.

2. Induk tidak mau menyuapi anakannya saat menetas
Kejemuan karena berulangkali beranak ( setelah 3 – 5 kali ), atau karena faktor pembawaan.
Jika sudah 4 – 5 kali beranak, istirahatkan beberapa waktu dan beri makanan yang baik. Jika karena pembawaan pindahkan telurnya pada burung kenari lain yang sedang mengerami.

Perkawinan

Tahap perkawinan setelah tahap penjodohan yang dirasa sukses, harus tetap di beri perhatian, karena kadang indukan yang dirasa jodoh belum tentu mau kawin, dan betina yang bertelur belum tentu sudah di buahi oleh pejantan karena tidak kawin, atau kawin tapi tidak pada saat yang tepat, atau salah satu indukan mempunyai masalah kesuburan atau mandul.

Apabila hal ini terjadi, bisa kita biarkan indukan sampai bertelur yang kedua kalinya, coba sekali lagi, kalau masih gagal bisa kita langsung cabut salah satu indukan yang jelek dan jodohkan dengan yang lain.

Perlu diketahui jumlah telur burung kenari adalah 2 sampai 4 butir.

Lama pengeraman burung kenari kurang lebih 14 hari (2 minggu) dimana waktu menetas telur pertma dimulai dari saat bertelur yang pertama pula. Maka apabila dalam jangka waktu kurang lebih 2 minggu telur belum menetas coba cek telur tersebut.

Coba terawang telur mengarah ke arah cahaya (matahari atau lampu) apabila keaadan telur tetap jernih seperti telur segar, tidak ada bakal anak atau warna di dalam tidak terlihat hitam, berarti telur tsb tidak dibuahi/sir.

Apabila telur yang sudah dierami dan terlihat berwarna hitam atau tidak jernih, berarti telur tsb berhasil dibuahi namun tidak berhasil menetas..

Permasalahan telur dan penanggulangannya

1.Telur yang dihasilkan selalu gagal menetas, padahal terjadi perkawinan.
Kemandulan, kegemukan, menu makanan dan minuman yang kurang baik
Ganti dengan kenari jantan dan betina lain dan ganti dengan menu makanan dengan baik

2. Telur yang dihasilkan tidak dapat optimal, tetapi hanya dua atau tiga butir.
Kemampuan kenari jantan dalam proses perkawinan kurang baik
Ganti dengan kenari jantan lain

3. Telur sulit keluar, akhirnya kenari mati
Posisi telur melintang terlalu besar atau lubang anus terbuka kurang lebar.
Kompres perut dan dada dengan air hangat olesi / tetesi anus dengan minyak kelapa pagi dan sore hari.

4. Induk sering naik turun sarang saat mengerami.
Faktor suhu udara yang terlalu panas, letak sangkar tidak nyaman, terganggu suara pasanganya atau karena kutu.
Jika karena suhu panas sangkar dipindahkan ke tempat nyaman, jika karena suara pasanganya, jauhkan pejantan dari kandang jika karena kutu, obati dengan obat pembasmi kutu.

5. Anak kenari mati setelah 2 – 3 hari menetas
Indukan terlalu khawatir terhadap keselamatan anaknya sehingga mengeraminya terlalu kuat atau penerangan kurang cukup.
Tempatkan sangkar dan sarang di tempat yang agak tinggi / lebih tinggi dari kepala orang beri lampu penerangan yang cukup.

6. Kotoran keluar dalam bentuk cair
Terserang penyakit atau keracunan
Obati dengan obat yang cocok, cucilah sayuran yang kemungkinan mengandung pestisida atau obat pembasmi hama.

Anakan Hasil Ternak

Perawatan merupakan faktor yang sangat penting untuk menghasilkan kenari-kenari unggulan. Jika perawatan dilakukan secara benar kondisi kenari akan tumbuh dengan optimal. Kenari-kenari yang dihasilkan dari indukan yang bagus, tetapi tidak diimbangi dengan perawatan yang baik, bisa jadi burung yang kurang bagus. Perawatan yang dimaksud meliputi pemeliharaan mulai dari menetas hingga dewasa, pemberian pakan dan air minum, mandi dan penjemuran, serta penangulangan terhadap gangguan penyakit yang diakibatkan baik dari bakteri, virus maupun kekurangan gizi.

Setelah berusia 25 – 30 hari anakan kenari sudah mulai bisa makan sendiri dan dipisah dari induknya, oleh karena itu sebaiknya usia ini anakan kenari dipindahkan ke tempat lain. Meski sudah bisa makan sendiri anakan kenari ini masih belum pandai dan terbiasa makan sendiri, kitapun harus terus dapat menyuapi setiap saat dengan makanan serupa saat dalam asuhan induknya. Saat menyuapi usahakan jangan terlalu kenyang, tapi juga jangan terlalu sedikit, hal ini dilakukan agar anakan kenari yang mulai makan sendiri tetap mau makan di tempat yang disediakan.

Disamping makanan halus, anakan pada usia ini bisa pula disediakan makanan bentuk biji bijian seperti canary speed, milet dan sayur sayuran seperti selada dan gambas, jangan lupa kuning telur rebus ini sangat baik sekali untuk anakan kenari yang baru keluar dari tempat eraman indukanya. Selain makanan, pemberian air minum pun harus diperhatikan, usahakan air minum diganti tiap hari gunakan air matang atau air mineral bisa juga ditambahkan vitamin seperti AD plek sebanyak 2 -3 tetes. Untuk menghangatkan kondisi kandang pada waktu cuaca dingin bisa digunakan bola lampu sebagai pemanas pada ruangan kandang.***




Cara Beternak Burung Puyuh Untuk Peluang Usaha

Sebagian besar masyarakat Indonesia pasti sudah menikmati sedapnya telur puyuh. Jenis unggas yang dikenal sebagai Gemak merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek dan dapat diadu. Sedangkan di Indonesia puyuh mulai dikenal, dan diternak semenjak akhir tahun 1979. Burung puyuh cukup mudah dibudidayakan. Dengan tingkat kebutuhan pasar yang tinggi menjadikan budidaya burung puyuh ini sebagai peluang usaha yang menjanjikan.

Berikut ini adalah serba-serbi budidaya burung puyuh dimulai dengan sejarah singkat burung puyuh, sentra  budidaya burung puyuh, jenis-jenis burung puyuh, manfaat burung puyuh, persyaratan lokasi budidaya burung puyuh,  pedoman teknis budidaya burung puyuh, hama dan penyakit burung puyuh dan lain-lain.

SEJARAH SINGKAT

Puyuh merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek dan dapat diadu. Burung puyuh disebut juga Gemak (Bhs. Jawa-Indonesia). Bahasa asingnya disebut “Quail”, merupakan bangsa burung (liar) yang pertama kali diternakan di Amerika Serikat, tahun 1870. Dan terus dikembangkan ke penjuru dunia. Sedangkan di Indonesia puyuh mulai dikenal, dan diternak semenjak akhir tahun 1979. Kini mulai bermunculan di kandang-kandang ternak yang ada di Indonesia.

SENTRA PETERNAKAN

Sentra Peternakan burung puyuh banyak terdapat di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah

JENIS

Kelas : Aves (Bangsa Burung)
Ordo : Galiformes
Sub Ordo : Phasianoidae
Famili : Phasianidae
Sub Famili : Phasianinae
Genus : Coturnix
Species : Coturnix-coturnix Japonica

MANFAAT

  1. Telur dan dagingnya mempunyai nilai gizi dan rasa yang lezat
  2. Bulunya sebagai bahan aneka kerajinan atau perabot rumah tangga lainnya
  3. Kotorannya sebagai pupuk kandang ataupun kompos yang baik dapat digunakan sebagai pupuk tanaman

PERSYARATAN LOKASI

  1. Lokasi jauh dari keramaian dan pemukiman penduduk
  2. Lokasi mempunyai strategi transportasi, terutama jalur sapronak dan jalur-jalur pemasaran
  3. Lokasi terpilih bebas dari wabah penyakit
  4. Bukan merupakan daerah sering banjir
  5. Merupakan daerah yang selalu mendapatkan sirkulasi udara yang baik.

TEKNIS BUDIDAYA BURUNG PUYUH

Yang perlu diperhatikan oleh peternak sebelum memulai usahanya, adalah memahami 3 (tiga) unsur produksi usaha perternakan yaitu bibit/pembibitan, pakan (ransum) dan pengelolaan usaha peternakan. Secara rinci akan kita bahan lebih lanjut satu persatu.

PENYEDIAAN SARANA DAN PERALATAN

1. Persiapan kandang

Untuk budidaya burung puyuh, persyaratan kandang yang baik perlu diperhatikan adalah temperatur kandang yang ideal atau normal berkisar 20-25 derajat C; kelembaban kandang berkisar 30-80%; penerangan kandang pada siang hari cukup 25- 40 watt, sedangkan malam hari 40-60 watt (hal ini berlaku untuk cuaca mendung/musim hujan). Tata letak kandang sebaiknya diatur agar sinar matahari pagi dapat masuk kedalam kandang. Sehingga kondisi kandang tidak lembab.

Dalam mempersipkan kandang burung puyuh ini, kita mempunyai 2 alternatif yang biasa diterapkan peternak puyuh, yaitu sistem litter (lantai sekam) dan sistem sangkar (batere). Sedangkan ukuran kandang yang digunakanumumnya untuk 1 m2 dapat diisi 90-100 ekor anak puyuh, selanjutnya menjadi 60 ekor untuk umur 10 hari sampai lepas masa anakan. Terakhir menjadi 40 ekor/m2 sampai masa bertelur.

Ada beberapa tahapan dalam budidaya burung puyuh. Masing-masing tahapan idealnya memerlukan persiapan kandang yang sesuai, yaitu :

  • Kandang untuk induk pembibitan

Kandang ini berpegaruh langsung terhadap produktifitas dan kemampuan menghasilkan telur yang berkualitas. Besar atau ukuran kandang yang akan digunakan harus sesuai dengan jumlah puyuh yang akan dipelihara. Idealnya satu ekor puyuh dewasa membutuhkan luas kandang 200 m2.

  • Kandang untuk induk petelur

Kandang ini berfungsi sebagai kandang untuk induk pembibit. Kandang ini mempunyai bentuk, ukuran, dan keperluan peralatan yang sama. Kepadatan kandang lebih besar tetapi bisa juga sama.

  • Kandang untuk anak puyuh/umur stater(kandang indukan)

Jenis kandang ini merupakan kandang bagi anak puyuh pada umur starter, yaitu mulai umur satu hari sampai dengan dua sampai tiga minggu. Kandang ini berfungsi untuk menjaga agar anak puyuh yang masih memerlukan pemanasan itu tetap terlindung dan mendapat panas yang sesuai dengan kebutuhan. Sebaiknya kandang ini perlu dilengkapi alat pemanas. Biasanya ukuran yang sering digunakan adalah lebar 100 cm, panjang 100 cm, tinggi 40 cm, dan tinggi kaki 50 cm. (ukuran ini cukup memuat 90-100 ekor anak puyuh).

  • Kandang untuk puyuh umur grower (3-6 minggu) dan layer (lebih dari 6 minggu)

Jenis kandang berikutnya, bentuk, ukuran maupun peralatannya sama dengan kandang untuk induk petelur. Alas kandang biasanya berupa kawat ram.

2. Kelengkapan kandang

Perlengkapan yang diperlukan dalam kandang berupa tempat makan, tempat minum, tempat bertelur dan tempat obat-obatan.

PENYEDIAAN BIBIT

Seperti sudah diainggung diatas, penyediaan bibitmerupakan tahapan yang penting dalam budidaya burung puyuh. Pemilihan bibit burung puyuh disesuaikan dengan tujuan pemeliharaan, ada 3 (tiga) macam tujuan pemeliharaan burung puyuh, yaitu:

  1. Untuk produksi telur konsumsi, dipilih bibit puyuh jenis ketam betina yang sehat atau bebas dari kerier penyakit.
  2. Untuk produksi daging puyuh, dipilih bibit puyuh jantan dan puyuh petelur afkiran.
  3. Untuk pembibitan atau produksi telur tetas, dipilih bibit puyuh betina yang baik produksi telurnya dan puyuh jantan yang sehat yang siap membuahi puyuh betina agar dapat menjamin telur tetas yang baik.

PEMELIHARAAN

Setelah kita dapatkan bibit yang baik, selanjutnya yang perlu mendapatkan perhatian adalah pemeliharaan puyuh, meliputi :

  • Kebersihan/Sanitasi dan Tindakan Preventif

Untuk menjaga timbulnya penyakit pada pemeliharaan puyuh kebersihan lingkungan kandang dan vaksinasi terhadap puyuh perlu dilakukan sedini mungkin.

  • Pengontrolan Penyakit

Pengontrolan penyakit dilakukan setiap saat dan apabila ada tanda-tanda yang kurang sehat terhadap puyuh harus segera dilakukan pengobatan sesuai dengan petunjuk dokter hewan atau dinas peternakan setempat atau petunjuk dari Poultry Shoup.

  • Pemberian Pakan

Pemberian pakan merupakan faktor yang penting dalam keberhasilan beternak burung puyuh dengan hasil yang maksimal. Ransum (pakan) yang dapat diberikan untuk puyuh terdiri dari beberapa bentuk, yaitu: bentuk pallet, remah-remah dan tepung. Karena puyuh yang suka usil memtuk temannya akan mempunyai kesibukan dengan mematukmatuk pakannya. Pemberian ransum puyuh anakan diberikan 2 (dua) kali sehari pagi dan siang. Sedangkan puyuh remaja/dewasa diberikan ransum hanya satu kali sehari yaitu di pagi hari. Untuk pemberian minum pada anak puyuh pada bibitan diberikan terus-menerus.

  • Pemberian Vaksinasi

Pada umur 4-7 hari puyuh di vaksinasi dengan dosis separo dari dosis untuk ayam. Vaksin dapat diberikan melalui tetes mata (intra okuler) atau air minum (peroral).

HAMA DAN PENYAKIT

Seperti usaha pada umumnya, budidaya burung puyuh ini mengalami beberapa hambatan, umumnya serangan hama maupun penyakit. Untuk pencegahan ada baiknya kita mengetahui jenis-jenis hama ataupun penyakit yang sering menyerang unggas ini.

1. Radang usus (Quail enteritis)

Penyebab: bakteri anerobik yang membentuk spora dan menyerang usus, sehingga timbul pearadangan pada usus.

Gejala: puyuh tampak lesu, mata tertutup, bulu kelihatan kusam, kotoran berair dan mengandung asam urat.

Pengendalian: memperbaiki tata laksana pemeliharaan, serta memisashkan burung puyuh yang sehat dari yang telah terinfeksi.

2. Tetelo (NCD/New Casstle Diseae)

Gejala: puyuh sulit bernafas, batuk-batuk, bersin, timbul bunyi ngorok, lesu, mata ngantuk, sayap terkulasi, kadang berdarah, tinja encer kehijauan yangspesifik adanya gejala “tortikolis”yaitu kepala memutar-mutar tidak menentu dan lumpuh.

Pengendalian:

  • menjaga kebersihan lingkungan dan peralatan yang tercemar virus, binatang vektor penyakit tetelo, ayam yang mati segera dibakar/dibuang
  • pisahkan ayam yang sakit, mencegah tamu masuk areal peternakan tanpa baju yang mensucihamakan/ steril serta melakukan vaksinasi NCD. Sampai sekarang belum ada obatnya.

3. Berak putih (Pullorum)

Penyebab: Kuman Salmonella pullorum dan merupakan penyakit menular.

Gejala: kotoran berwarna putih, nafsu makan hilang, sesak nafas, bulu-bulu mengerut dan sayap lemah menggantung.

Pengendalian: sama dengan pengendalian penyakit tetelo.

4. Berak darah (Coccidiosis)

Gejala: tinja berdarah dan mencret, nafsu makan kurang, sayap terkulasi, bulu kusam menggigil kedinginan.

Pengendalian:

menjaga kebersihan lingkungaan, menjaga litter tetap kering; dengan Tetra Chloine Capsule diberikan melalui mulut; Noxal, Trisula Zuco tablet dilarutkan dalam air minum atau sulfaqui moxaline, amprolium, cxaldayoco

5. Cacar Unggas (Fowl Pox)

Penyebab: Poxvirus, menyerang bangsa unggas dari semua umur dan jenis kelamin.

Gejala: imbulnya keropeng-keropeng pada kulit yang tidak berbulu, seperti pial, kaki, mulut dan farink yang apabila dilepaskan akan mengeluarkan darah.

Pengendalian: vaksin dipteria dan mengisolasi kandang atau puyuh yang terinfksi.

6. Quail Bronchitis

Penyebab: Quail bronchitis virus (adenovirus) yang bersifat sangat menular.

Gejala: puyuh kelihatan lesu, bulu kusam, gemetar, sulit bernafas, batuk dan bersi, mata dan hidung kadang-kadang mengeluarkan lendir serta kadangkala kepala dan leher agak terpuntir.

Pengendalian: pemberian pakan yang bergizi dengan sanitasi yang memadai.

7. Aspergillosis

Penyebab: cendawan Aspergillus fumigatus.

Gejala: Puyuh mengalami

gangguan pernafasan, mata terbentuk lapisan putih menyerupai keju, mengantuk, nafsu makan berkurang.

Pengendalian: memperbaiki sanitasi kandang dan lingkungan sekitarnya.

8. Cacingan

Penyebab: sanitasi yang buruk.

Gejala: puyuh tampak kurus, lesu dan lemah.

Pengendalian: menjaga kebersihan kandang dan pemberian pakan yang terjaga kebersihannya.

PEMANENAN

Tahapan yang paling ditunggu oleh seorang pengusaha adalah saat pemanenan. Seperti telah didisinggung diatas, ada beberapa manfaat yang dapat diambil dari budidaya burung puyuh ini, yaitu :

  • Hasil Utama

Pada usaha pemeliharaan puyuh petelur, yang menjadi hasil utamanya adalah produksi telurnya yang dipanen setiap hari selama masa produksi berlangsung.

  • Hasil Tambahan

Sedangkan yang merupakan hasil tambahan antara lain berupa daging afkiran, tinja untuk pupuk kandang serta bulu puyuh sebagai bahan baku kerajinan tangan.

Sumber: duniapustaka.com




PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN RUMAH

PENDAHULUAN


Pekarangan adalah sebidang tanah darat yang terletak langsung di sekitar rumah tinggal dan jelas batas-batasnya, karena letaknya di sekitar rumah, maka pekarangan merupakan lahan yang mudah diusahakan oleh seluruh anggota keluarga dengan memanfaatkan waktu luang yang tersedia. Pemanfaatan pekarangan yang baik dapat mendatangkan berbagai manfaat antara lain:

1. Sumber pangan, sandang dan papan penghuni rumah
2. Sumber plasma nutfah dan ragam jenis biologi,
3. Lingkungan hidup bagi berbagai jenis satwa,
4. Pengendali iklim sekitar rumah dan tempat untuk kenyamanan,
5. Penyerap karbondioksida dan penghasil oksigen,
6. Tempat resapan air hujan dan air limbah keluarga ke dalam tanah,
7. Melindungi tanah dari kerusakan erosi
8. Tempat pendidikan bagi anggota keluarga

PENATAAN PEKARANGAN
Pekarangan merupakan lahan di sekitar rumah, karena itu pemanfaatan pekarangan bukan hanya mempertimbangkan hasil, tapi juga perlu mempertimbangkan aspek keindahan. Sebagai acuan, penataan pekarangan dapat dilakukan sebagai berikut:

1. Halaman depan (buruan):, tanaman hias, pohon buah, tempat bermain anak, bangku taman, tempat menjemur hasil pertanian
2. Halaman samping (pipir): tempat jemur pakaian, pohon penghasil kayu bakar, bedeng tanaman pangan, tanaman obat, kolam ikan, sumur dan kamar mandi
3. Halaman belakang (kebon): bedeng tanaman sayuran, tanaman bumbu, kandang ternak, tanaman industri

POTENSI PENGEMBANGAN
Komoditi yang diusahakan dipekarangan sebaiknya disesuaikan dengan kesesuaian komoditi dengan daerah yang bersangkutan, peluang pasar, dan nilai guna meliputi:
1. Tanaman pangan: umbi-umbian, kacang-kacangan, sayuran, buah-buahan, bumbu-bumbuan, obat
2. Tanaman bernilai ekonomi tinggi: buah, sayuran, hias (bunga potong, tanaman pot, tanaman taman, anggrek)
3. Ternak: ternak unggas hias, ternak petelur, ternak pedaging
4. Ikan: ikan hias, ikan produksi daging, pembenihan dll.

DAUR ULANG DI PEKARANGAN
Usahatani di pekarangan dapat dilakukan dengan biaya yang lebih murah karena, limbah yang dihasilkan dapat di daur ulang untuk kepentingan usahatani berikutnya:

1. Sampah pekarangan dan sampah rumah tangga dapat dikomposkan dengan membuat lubang sampah atau bak-bak pengomposan.
2. Selain untuk pupuk, sampah organik dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak dan ikan
3. Pupuk kandang dan endapan lumpur dari kolam digunakan untuk pupuk bagi tanaman

BUDIDAYA ORGANIK
Budidaya tanaman di pekarangan sebaiknya dilakukan secara organik atau sesedikit mungkin menggunakan bahan kimia. melalui upaya tersebut bahan pangan yang dihasilkan lebih sehat.

1. Bahan organik berasal dari sisa tanaman, limbah ternak, libah rumah tangga atau lumpur endapan kolam ikan.
2. Proses pengomposan dapat dipercepat dengan menggunakan biodekomposer yang banyak dijual di pasaran ( EM4, STARDEC, BIODEC, dan lain-lain)

POLA TANAM VERTIKAL (TANAM BERSUSUN)
Pola tanam vertikal merupakan usaha pertanian dengan memanfaatkan lahan semaksimal mungkin dengan memanfaatkan potensi ketinggian, sehingga tanaman yang diusahakan per satuan luas lebih banyak. Pola ini selain menghemat tempat juga hemat dalam penggunaan pupuk dan air

• Media tanam dapat menggunakan media campuran tanah, pupuk kandang dan pasir/sekam dengan perbandingan 1:1:1 yang ditempatkan pada bak-bak tanaman (paralon, bambu, pot) yang diatur bersusun ke atas..
• Tanaman yang menginginkan keteduhan diletakan paling bawah dan yang lebih suka panas diletakkan di atas.

TABULAPOT
Tabulapot adalah menanam tanaman buah-buahan (bisa tanaman lainnya: bunga) di dalam pot.

• Media tanam harus mampu menopang tanaman, dapat menyediakan hara, air dan aerasi yang baik (sama dengan untuk pola tanam vertikal)
• Pot yang kurang baik, akan menghasilkan tata udara yang kurang baik sehingga kurang menguntungkan untuk perkembangan akar.

Sumber Bacaan:
Workshop Training P2KP




Tehnik Pembuatan Kompos Cair dan Pupuk Bioorganik dari Sabut Kelapa

Pembuatan Kompos Cair

Selama ini kompos banyak dikenal dalam bentuk padat. Kini ada kompos berbentuk cair yang lebih praktis dan mudah dalam penggunaanya.

Pembuatan pupuk kompos adalah pengolahan limbah paling populer, juga paling mudah. Sisa-sisa sampah rumah tangga organik hampir semua dapat dijadikan penyubur tanaman ini. Sederhananya, sampah di timbun dan di balik-balik secara berkala, Lalu tinggal menunggu jadi. Berikut Cara pembuatan pupuk Kompos Cair.

Pembuatan Pupuk Kompos Cair sangat sederahana. Pertam-tama siapkan alat dan bahan sebagai berikut :

* Sabut Kelapa ( 3 Bagian )
* Kotoran Kambing ( 1 Bagian )
* Air Tanah atau Sumur
* Golok
* Karung Plastik berpori-pori besar atau kasa nyamuk
* Ember dengan tutupnya

Cara Pembuatan :

1. Cacahlah sabut kelapa sampai menjadi potongan-potongan kecil, dengan ukuran kira-kira 3 x 3 cm. Pencacahan tersebut dilakukan untuk merangsang sabut untuk mengeluarkan lebih banyak lagi getah. Ini ditandai dengan munculnya aroma khas kelapa dari cacahan serabut tadi.
2. Masukkan potongan serabut tadi ke dalam karung. Ikat bagian atas karung. Langkah ini dilakukan karena sabut dan karung masih digunakan untuk pembuatan pupuk kompos cair sekali lagi.
3. Rendamlah karung tersebut kedalam ember berisi air. Tingginya air disesuaikan dengan banyaknya sabut. Usahakan semua bagian sabut terendam air. Tambahkan kotoran kambing ke dalam ember.
4. Tutup rapat ember tersebut, dan diamkan selama seminggu. Pada umur dua minggu cairan kompos dalam ember dapat digunakan.

Kompos cair yang dihasilkan konsentrasinya masih tinggi. karena itu, sebelum disiramkan ke tanaman, terlebih dulu kompos cair 1 bagian, dan air 3-4 bagian. Pemakainya cukup satu kali seminggu, disiramkan langsung ke media tanaman.

Sumber: http://smastpaulussurakarta.blogspot.com/2010/03/pembuatan-kompos-cair.html

 

Pembuatan Pupuk Bioorganik

Pupuk bioorganik adalah kompos hasil inokulasi bahan-bahan organik dengan pembusukan (dkomposisi).cepat oleh penggunaan inokulasi mikroba yang homogen.salah satu bahan organik yang bagus dan potensial dijadikan pupuk bioorganik adalah debu sabut kelapa yang merupakan limbah industri perkelapaan. cara membuatnya:

Perbandingan berat bahan debu sabut kelapa dengan kotoran hewan bisa, 1:1, 1:2, atau 2:1. Kotoran hewan bisa terdiri dari jenis hewan sesuai ketersediaannya secara lokal. Di filipina mereka menggunakan gabungan kotoran ayam dan babi dalam takaran yang sama. Sedangkan penggunaan inokulan adalah 1% dari bahan yang diinokulasi. Tempat pengomposan yang dinilai ideal adalah yang terlindung, drainasenya baik dan dekat dengan sumber air. Kalau terpaksa bisa juga dilahan terbuka. Pengomposan dimulai degan pengumpulan bahan debu sabut kelapa dan kotoran ternak serta memebersihkannya dari benda-benda pengganggu sepeerti batu, bahan-bahan plastik dan bahan lainnya yang tidak bisa membusuk secara hayati.

Sepertiga dari debu sabut kelapa ditaburkan sebagai lapisan pertama lalu diairi hingga kelembaban 60%, indikasi tingkat kelembaban demikian ialah bila ditaruh ditelapak tangan dan digenggam, air tidak menetes jatuh dengan bebas. Diatas lapisan pertama ini ditaburkan secara merata inokulan  sejumlah 0,5% dari yang disediakan.

Diatas lapisan yang sudah ada ditebarkan merata kotoran ayam yang disediakan, diairi lalu ditaburi pula dengan inokulan.

Diatas hasil langkah kedua dilakukan pengulangan langkah pertama dan kedua, tetapi kotoran hewan yang digunakan  adalah kotoran babi.

Abu sabut kelapa tersisa ditebarkan merata sebagai lapisan paling atas tumpukan bahan yang akan dikomposkan. Lapisan terakhir  ini tidak diberi bahan inokulan karena berfungsi sebagai penyangga menahan bau tumpukan  dibawahnya.

Menumpuk tumpukan dengan lembaran plastik  sehingga bisa menjaga kelembaban dan mencegah air hujan tidak memasuki tumpukan bahan. Tumpukan dibiarkan selama 4-7 hari.

Sesudah 4-7 hari tumpukan diaduk menyeluruh, kalau perlu sambil diairi. Perlakukan seperti ini dilakukan sekali dalam satu minggu.

Setelah inokulasi selama 3-4 minggu adalah pemanenan. Kompos yang dipanen adalah yang sudah matang yang ditandai warna coklat gelap sehingga hitam, tidak berbau menyengat, suhu sama sekitar tingkat kelembaban  35% atau lebih rendah. Lalu dilakukan pengayakan secara manual atau dengan mesin.

Bahan hasil ayakan diinokulasi menggunakan 0,5% inkulasi tersisa, dibiarkan selama 3 hari ditempat terlindung.

Pupuk bioorganik yang diperoleh dikemas kedalam kantong-kantong plastik ukuran 50 kg dan ditutup rapat, disimpan dalam ruangan yang dengan landasan kayu,cegah kontak langsung dengan lantai beton. Tumpukan jangan lebih dari 10 karung bertingkat. Penyimpanan dilingkungan kering dan berareasi jangan lebih dari 6 bulan.

Ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan. Diantaranya dalam 24 jam setelah penumpukan bahan untuk inokulas, suhu tumpukan harus mencapai lebih dari 40

Pupuk bioorganik dinilai memenuhi standar mutu bila kandungan total NPK mencapai 5-7% dengan N paling sedikit 1,5%, C Paling sedikit 10%, bahan organik paling sedikit 10% dan pH antara netral dan alkali. Aplikasinya paada tanaman berbuah seperti kelapa pada tahap awal adalah 2-6 kg/pohon dikombinasikan dengan pupuk anorganik sebanyak 50% dari rekomendasi biasa

Sumber: http://oemahmatematika.com/blog/agritechno/cara-membuat-pupuk-bioorganik-dari-debu-sabut-kelapa