Pupuk Organik Cair dan Cara Membuatnya

Botol Fermentasi Aerob Perangkap air
Botol Fermentasi Aerob Perangkap air

Pupuk organic cair adalah larutan dari pembusukan bahan-bahan organic yang berasal dari sisa tanaman, kotoran hewan, dan manusia yang kandungan unsure haranya lebih dari satu.

Pupuk organic dapat secara cepat mengatasi defesiensi hara, dibandingkan dengan pupuk cair anorganik, pupuk organic cair umumnya tidak merusak tanah dan tanaman walaupun digunakan sesering mungkin.

Selain itu, pupuk ini juga memiliki bahan pengikat, sehingga larutan pupuk yamg diberikan ke permukaan tanah bisa langsung digunakan oleh tanaman. Dengan menggunakan pupuk organik cair dapat mengatasi masalah lingkungan dan membantu menjawab kelangkaan dan mahalnya harga pupuk anorganik saat ini.

Lantas bagaimanakan cara membuat pupuk organic?. Ternyata cukup mudah. Berikut ulasan yang dikutip dari laman alamtani.com

Cara membuat pupuk organik cair

  • Siapkan bahan-bahan berikut: 1 karung kotoran ayam, setengah karung dedak, 30 kg hijauan (jerami, gedebong pisang, daun leguminosa), 100 gram gula merah, 50 ml bioaktivator (EM4), air bersih secukupnya.
  • Siapkan tong plastik kedap udara ukuran 100 liter sebagai media pembuatan pupuk, satu meter selang aerotor transparan (diameter kira-kira 0,5 cm), botol plastik bekas akua ukuran 1 liter. Lubangi tutup tong seukuran selang aerotor.
  • Potong atau rajang bahan-bahan organik yang akan dijadikan bahan baku. Masukkan kedalam tong dan tambahkan air, komposisinya: 2 bagian bahan organik, 1 bagian air. Kemudian aduk-aduk hingga merata.
  • Larutkan bioaktivator seperti EM4 dan gula merah 5 liter air aduk hingga merata. Kemudian tambahkan larutan tersebut ke dalam tong yang berisi bahan baku pupuk.
  • Tutup tong dengan rapat, lalu masukan selang lewat tutup tong yang telah diberi lubang. Rekatkan tempat selang masuk sehingga tidak ada celah udara. Biarkan ujung selang yang lain masuk kedalam botol yang telah diberi air.
  • Pastikan benar-benar rapat, karena reaksinya akan berlangsung secara anaerob. Fungsi selang adalah untuk menstabilkan suhu adonan dengan membuang gas yang dihasilkan tanpa harus ada udara dari luar masuk ke dalam tong.
  • Tunggu hingga 7-10 hari. Untuk mengecek tingkat kematangan, buka penutup tong cium bau adonan. Apabila wanginya seperti wangi tape, adonan sudah matang.
  • Pisahkan antara cairan dengan ampasnya dengan cara menyaringnya. Gunakan saringan kain. Ampas adonan bisa digunakan sebagai pupuk organik padat.
  • Masukkan cairan yang telah melewati penyaringan pada botol plastik atau kaca, tutup rapat. Pupuk organik cair telah jadi dan siap digunakan. Apabila dikemas baik, pupuk bisa digunakan sampai 6 bulan.

pupuk organik

Penggunaan pupuk organik cair

Pupuk organik cair diaplikasikan pada daun, bunga atau batang. Caranya dengan mengencerkan pupuk dengan air bersih terlebih dahulu kemudian disemprotkan pada tanaman. Kepekatan pupuk organik cair yang akan disemprotkan tidak boleh lebih dari 2%. Pada kebanyakan produk, pengenceran dilakukan hingga seratus kalinya. Artinya, setiap 1 liter pupuk diencerkan dengan 100 liter air.

Untuk merangsang pertumbuhan daun, pupuk organik cair bisa disemprotkan pada tanaman yang baru bertunas. Sedangkan untuk menghasilkan buah, biji atau umbi, pupuk disemprotkan saat perubahan fase tanaman dari vegetatif ke generatif. Bisa disemprotkan langsung pada bunga ataupun pada batang dan daun. Setiap penyemprotan hendaknya dilakukan dengan interval waktu satu minggu jika musim kering atau 3 hari sekali pada musim hujan. Namun dosis ini harus disesuaikan lagi dengan jenis tanaman yang akan disemprot.

Pada kasus pemupukan untuk pertumbuhan daun, gunakan pupuk organik cair yang banyak mengandung nitrogen. Caranya adalah dengan membuat pupuk dari bahan baku kaya nitrogen seperti kotoran ayam, hijauan dan jerami. Sedangkan pada kasus pemupukan untuk pertumbuhan buah, gunakan bahan baku pupuk yang kaya kalium dan fosfor, seperti kotoran kambing, kotoran sapi, sekam padi dan dedak. Kandungan setiap jenis material organik bisa dilihat di tabel berikut.

Secara sederhana bisa dikatakan, untuk membuat pupuk perangsang daun gunakan sumber bahan organik dari jenis daun-daunan. Sedangkan untuk membuat pupuk perangsang buah gunakan bahan organik dari sisa limbah buah seperti sekam padi atau kulit buah-buahan.




Budidaya Tanaman Buah: Tabulampot Kelengkeng Dataran Rendah

Pendahuluan

Tanaman buah dalam pot (tabulampot) dimasa ini sedang trend dimasyarakat dan memiliki beberapa kelebihan bila dibandingkan dengan tanaman yang ditanam di tanah/lahan. Diantaranya tabulampot bisa diletakkan dimana saja dan bisa dipindahtempatkan kapan saja, tidak memerlukan lahan khusus, keberadaan tabulampot di suatu lingkungan memberikan kesan asri dan memperindah lingkungan.

Usaha tabulampot memberikan peluang bisnis. Dari segi analisa NVP usaha tabulampot mempunyai nilai yang tinggi. Sebuah tabulampot kelengkeng misalnya dengan modal awal Rp 150.000 dengan teknik pemeliharaan yang benar umur 2,5 tahun bernilai jual Rp1.500.000 – Rp2.000.000. dan untuk kelengkeng umur lebih dari 3 tahun pada saat berbuah bisa mencapai harga lebih dari 4.500.000.

Salah satu tanaman buah yang biasa dijadikan tabulampot adalah kelengkeng dataran rendah. Ada beberapa hal yang menentukan dalam keberhasilan membuahkan tabulampot diantaranya adalah: benih, pot/wadah/tempat tumbuh, media pertumbuhan, teknik pemeliharaan, serta beberapa perlakuan lain.

Pemilihan Benih

Benih merupakan faktor yang penting dalam penanaman tabulampot. Beberapa varietas kelengkeng dataran rendah hasil introduksi dapat dijadikan tabulampot adalah; Diamon River, Pingpong, Kristalin dan aroma duren.

Benih yang baik dicirikan sebagai berikut:

  • Sehat dan tumbuh normal sesuai usianya, benih cukup umur minimal berumur 1 tahun.
  • Batang kokoh, percabangan tumbuh kesegala arah dan berdaun rimbun.
  • Tidak cacat atau terserang penyakit.
  • Besar batang bawah dan atas seimbang (benih asal perbanyakan vegetatif gabungan)
  • Sedangkan untuk benih asal cangkok batang/pokok pohon seimbang dengan percabangan.

Ada beberapa benih asal perbanyakan vegetatif yang digunakan, yaitu cangkok, okulasi, susuan dan sambung pucuk. Benih asal cangkokan lebih genjah berbuah pada umur 1 tahun, namun mempunyai kelemahan yakni perakaran kurang kuat dan mudah rebah sehingga harus dibantu dengan pengajiran (pemasangan penyangga/cropping), percabangan pendek dan tajuk kurang teratur.

Benih asal okulasi dan sambung pucuk kurang lebih mempunyai kesamaan yakni berbuah umur 1,5 tahun) juga memiliki perakaran yang lebih kuat dan banyak.

Wadah/Pot

Pemilihan pot dalam tabulampot setidaknya memiliki beberapa aspek, yaitu peran sebagai wadah untuk pertumbuhan harus mempertimbangkan ukuran pot (kecil, sedang  atau besar), bentuk pot (ceper atau tinggi). Dari segi estetika pot juga harus mendukung keindahan penampilan. Beberapa jenis pot yang dapat digunakan adalah pot plastik, pot semen dan pot dari berkas drum oli. Perbedaan bahan pembuat pot tidak berpengaruh bagi pertumbuhan tanaman, pot plastik lebih ringan dan mampu bertahan 5 tahun, pot dari drum hanya bertahan 3 tahun sedangkan pot semen mampu bertahan lama namun berat sehingga sedikit kesulitan pabila melakukan pemindahan dan rawan pecah.

Ukuran pot yang ideal untuk tabulampot berdiameter paling tidak 60 – 70 cm ketinggian 70 cm. Bentuk yang disarankan adalah agar silinder dengan konstruksi bagian bawah tidak terlalu menyempit.

Media Tanam

Tidak ada patokan baku komposisi dan jumlah takaran media tanam, setiap orang memiliki komposisi yang berbeda dengan segala argumentasinya. Ada beberapa kaidah yang menentukan media tanam ideal untuk tabulampot yaitu:

  • Pemilihan media tanam sangat tergantung pada kemudahan media diperoleh
  • Media memiliki sifat airasi dan drainase yang baik yang menentukan keremahan dan kegemburan media.
  • Mengandung unsur hara mineral organik dan anorganik yang cukup.
  • Derajat keasaman (pH) yang sesuai.
  • Bobot media ideal (tidak terlalu berat).

Salah satu komposisi media tanam adalah; tanah subur, pupuk kandang, sekam bakar dengan jumlah takaran/perbandingan 1:1:2. Tanah subur secara kasat mata terlihat kehitaman dan bertekstur gembur, pupuk kandang disarankan campuran berasal dari kambing dan ayam, penggunaan sekam bakar lebih dianjurkan dari pada sekam mentah.

Media tanam juga perlu diberikan campuran lain, seperti NPK (250 gram per meter kubik media jadi), kapur pertanian, nematisida dan fungisida.

Penanaman

Penyiapan media ke dalam pot dilakukan sebelum pengisian, lubang pot ditutup dengan pecahan genting supaya media tidak larut namun air siraman mampu mengalir, beri sekam mentah atau sekam bakar sebagai dasar setebal 5 cm.

Penanaman benih dilakukan dengan membuka wadah/polibag dengan hati-hati sehingga bola akar tidak hancur, tanam benih dengan posisi ditengah pot dan lakukan penyiraman.

Pemeliharaan

Pemeliharaan rutin merupakan salah satu kunci keberhasilan tabulampot yang meliputi:

Penyiraman dilakukan setiap hari apabila musim kemarau, penyiraman dilakukan secara total artinya tidak hanya pada media tapi juga pada bagian tanaman untuk memberi kesegaran dan menghilangkan debu/kotoran yang menempel pada daun atau cabang.

Pemupukan dilakukan dengan dua aplikasi yakni pupuk akar dan daun. Tahun pertama pemupukan melalui media menggunakan NPK dengan unsur N tinggi setiap dua bulan sekali dengan cara dibenamkan dalam media sekeliling pot, pemupukan musim kemarau dilakukan dengan dikocor dengan takaran 30 gram per liter air NPK.

Masa pertumbuhan generatif untuk asal benih susuan dan cangkokan dimulai umur 12-13 bulan ST. Pemupukan menggunakan NPK dengan kandungan unsur P dan K yang lebih tinggi (misalnya: NPK 15-17-17) dengan frekuensi pemberian sama.

Pupuk daun diberikan 1 minggu sekali bersamaan dengan insektisida untuk pencegahan hama, jenis pupuk daun yang bisa digunakan diantaranya; Gandasil, Bayfolan, Hyponex, Mamigro dall.

Pemberian pupuk kandang ayam dilakukan 3 bulan sekali dengan cara ditaburkan diatas media dan bisa bersamaan ketika pemupukan menggunakan NPK.

Pemberian ZPT atau hormon untuk perangsang pertumbuhan generatif (pembungaan) bisa diaplikasikan seperti Pupuk Hantu, Nasa atau Bambu Hijau, namun pupuk ini hanya bersifat perangsang atau pemacu (dopping) keberhasilan kualitas dan kuantitas buah tetap tergantung dari pemberian pupuk yang rutin.

Pada saat pembungaan untuk menghindari kerontokan dilakukan penyemprotan dengan atonik dengan konsentrasi 25 ml/l air, penyemprotan sore hari pada bunga dilakukan 3 hari sekali dan diaplikasikan dengan insektisida sampai mulai terbentuk pentil buah.

Pembungaan kelengkeng umumnya terjadi di bulan Oktober-Desember dan musim buah terjadi di bulan Januari-Maret, diluar itu ada masa buah sela yang kuantitasnya lebih sedikit. Tabulampot Kelengkeng dapat berbuah 2-3 kali setahun.

 

Sumber: Distan TPH KalSel




Cara Tepat Membuat Pupuk Organik Cair

membuat-pupuk-organik-cair1Pupuk organik cair saat ini seperti sedang menjadi tren sebagai bahan penyubur tanaman pengganti pupuk yang berasal dari zat kimia. Faktor keamanan pupuk ini, menjadi salah satu alasan kenapa para petani lebih mengesampingkan pupuk kimia. Disamping itu juga, mahalnya pupuk kimia juga menjadi pertimbangan tersendiri bagi petani yang tidak mempunyai modal cukup dalam bercocok tanam. Namun ada juga para petani yang mengkombinasikan kedua pupuk ini agar tanamannya memiliki kualitas yang cukup baik untuk menghasilkan panen.

Sebenarnya pupuk organik cair merupakan unsur pelengkap dalam sebuah siklus kehidupan tanaman, khususnya kandungan unsur mikro ketika menjelang tanaman tersebut berbuah. Sehingga kurang tepat juga bila kita hanya mengandalkan pupuk organik cair sebagai pupuk utama, karena tetap dibutuhkan unsur hara makro yang harus dipenuhi oleh pupuk kimia atau padat. Adapun untuk membuat pupuk organik cair itu sendiri sangatlah mudah. Anda tinggal menyiapkan bahan-bahan sebagai berikut:

ASUS-Padfone-S-Station-[PF500KL]-Titanium-Black-SKU02114297_3-20141223095917

  • Limbah rumah tangga seperti sayuran basi, buah busuk, sisa nasi atau parutan kelapa,
  • Limbah padat seperti sisa daging jeroan, udang keong ataupun ikan yang membusuk,
  • Urine hewan ataupun manusia, tetes tebu serta air cucian beras,
  • Bubuk kayu hasil penggergajian,
  • Sedangkan untuk bahan yang dibutuhkan adalah tong atau ember besar berpenutup, kayu untuk mengaduk serta jerigen plastik.

Adapun untuk memproses agar menjadi pupuk organik cair adalah sebagai berikut:

  1. Sebelum dimasukkan dalam tong, bahan limbah rumah tangga dicuci dahulu sebentar untuk menghilangkan bahan berbahaya,
  2. Limbah padat dipotong atau dirajang kecil-kecil sebelum dimasukkan ke tong,
  3. Setelah semua bahan limbah masuk, masukkan bahan cair mulai urine, tetes tebu serta air cucian beras kemudian diaduk dengan kayu hingga bahan atau limbah padat terlarut,
  4. Tutup tong dan biarkan hingga 10-15 hari, dimana setiap 5 hari, tutup dibuka sebentar sekitar 10 menit dan ditutup rapat lagi.

Pupuk organik cair ini sangat tepat jika diaplikasikan langsung pada daun, bunga maupun batang tanaman dan tidak pada media tanam. Penggunaannya juga harus hati-hati jangan sampai terlalu banyak yang nantinya malah bisa membuatnya jadi seperti hama tanaman.

Sumber: https://jokowarino.id/cara-tepat-membuat-pupuk-organik-cair/

 

micro-UOB-tabs2




Bisnis Ayam Bangkok yang Menjanjikan

IMG-20140824-07430Tembilahan – Beternak ayam kampung tidaklah lebih menguntungkan dari beternak ayam bangkok. dengan masa panen yang sama, berat tubuh ayam bangkok pastinya akan mengunguli ayam kampung. selisih berat badan ayam bangkok bisa mencapai 50% dari ayam kampung dengan usia yang sama. tak hanya itu saja, tekstur daging ayam bangkok yang lebih lezat juga menjadikan alasan beberapa rumah makan menjadikan daging ayam bangkok sebagai menu unggulan.

 

Beternak Ayam Bangkok Sangatlah Mudah.

Untuk bisa beternak ayam bangkok tidak membutuhkan keahlian khusus, siapa saja bisa melakukannya. mulai dari beternak sekelas coba-coba, ternak skala rumahan hingga ternak dalam skala besar.

untuk mencoba beternak ayam jenis ini juga tidaklah membutuhkan modal yang bear. untuk sekedar coba-coa, cukup dengan indukan 2 hingga 5 ekor sebagai langkah awal. untuk kelas rumahan bisa 10 – 50 ekor

 

Perawatan Cukup Muda

Bicara soal perlakuan atau perawatan ayam bangkok ini bisa dibilang cukup mudah. termasuk soal makan juga relatif sama dengan jenis ayam lainnya.

untuk pembuatan kandang juga terbilang relatif mudah. ayam juga bisa dikelompokan dalam jumlah tertentu setiap kandangnya.

 

IMG-20140921-07504Harga Lebih Mahal

Harga ayam bangkok kadang-kadang sangat menggiurkan bagi yang mendengarnya. Jika ayam kampung dihargai dengan hanya didasarkan berat tubuh, berbeda dengan ayam bangkok.untuk ayam bangkok dewasa dengan postur tubuh tinggi besar dan menarik bisa dihargai diatas Rp 500 ribu hingga jutaan rupiah. Kalaupun terpaksa menjual dengan didasarkan berat tubuh, pastinya dengan usia yang sama, berat ayam bangkok akan lebih unggul dari ayam kampung dan pastinya akan menghasilkan jumlah rupiah yang lebih banyak. Ini salah satu alasan yang kerap menjadi penentu pilihan bagi peternak untuk membudidayakan ayam bangkok ketimbang ayam kampung biasa.

 

Memulai Usaha Beternak Ayam Bangkok

Untuk memulai usaha ternak ayam bangkok alangkah baiknya Anda memahami akan manfaat dari ayam bangkok tersebut, disamping untuk menyeleksi induk yang mau dijadikan usaha ternak ayam bangkok, juga agar supaya Anda mengetahui dengan jelas arah pasar dan harga jual ayam bangkok, tanpa itu semua akan sulit.

 

picture-014Tehnik Memilih / Mencari Bibit Ayam Bangkok yang Bagus / Baik / Unggul

Dalam mencari ayam bangkok santai saja jangan terburu – buru, datangi tempat – tempat peternakan jangan bilang kalau Anda mau mencari ayam, katakan hanya sekedar ingin tahu soal ayam bangkok yang baik,

Pancing peternak/penjual bibit tersebut tentang induk pejantanya apakah sudah pernah menang belum juga jagan ketinggalan tanya masalah harga.

Jika semua sudah Anda dapatkan dan ada yang baik menurut kategori Anda jangan langsung dibeli, tunggu beberapa hari untuk membeli, dengan demikian Anda bisa membandingkan dengan hasil peternak yang lain. kalau semua rencana sudah matang Anda akan mendapatkan ayam yang sesui dengan selera Anda juga yang dimaui pasar, bahkan mungkin dengan harga yang murah. atau Anda datang ke pasar ayam pantau sewaktu penjual mencoba ayam – ayam mereka.

Bahkan bila Anda sudah benar – benar cepat ingin mendapatkan ayam untuk usaha ternak ayam bangkok, Anda bisa mendatangi tempat sambung ayam pilih yang juara (menang) Anda akan mendapatkan induk penjatan yang siap untuk usaha ternak ayam bangkok, akan tetapi dengan jalan tersebut harga sudah mahal.

 

picture-002Persiapan kandang

Untuk memulai usaha ternak ayam bangkok perlu persiapan kandang. Disini Anda bisa pesan atau membuat sendiri. Kandang bisa terbuat dari bambu atau kawat ram. Pilih yang sesuai dengan kemapuan Anda, juga tempat usaha ternak ayam bangkok.

Masalah ukuran kandang disesuikan dengan lahan yang ada.kandang usaha ternak ayam bangkok dengan ukuran T 150cm X P100 cm X L80cm sudah cukup, lebih besar akan lebih baik.jadi ukuran kandang usaha ternak ayam bangkok tidak ada ukuran baku.

Untuk memperoleh hasil usaha ternak bangkok yang baik di perlukan indukan yang baik minimal sebagai pejantan pernah menang dalam sabung ayam, sedang induk betina pilih minimal umur 1 tahun.

Satu ekor pejantan bisa mengawini 3-4 induk betina.

Perkawinan juga bisa dilakukan secara inseminasi buatan, tetapi cara ini jarang dilakukan karena cara perkawinan alamiah terhitung cukup gampang dilakukan dan tidak perlu mengeluarkan biaya khusus untuk membeli peralatan inseminasi.

Induk yang telah dikawinkan akan bertelur seminggu setelah dikawinkan.

Induk betina ayam bangkok bertelur terbatas, Telur-telur tersebut bisa dierami oleh induknya atau ditetaskan di dalam mesin tetas.

Untuk usaha skala kecil, penetasan bisa dilakukan oleh induknya, tetapi untuk usaha berskala besar, terutama peternakan yang menjual anakan (DOC), penetasan dengan mesin tetas dapat mempercepat kapasitas produksinya.

Telur akan menetas setelah dierami oleh induknya selama 21 hari.

Anak ayam yang baru menetas bisa ditempatkan dikandang postal setelah berumur dua hari.

Kandang postal anak ayam dilengkapi dengan pemanas yang berfungsi sebagai induk buatan.

Usaha ternak Ayam bangkok memiliki segmen pasar yang berbeda ada yang membeli untuk ayam aduan ada yang sebagai hobby dan ada yang juga untuk tujuan komersial.

Satu hal yang perlu diperhatikan dalam Usaha ternak ayam bangkok, cara mengawinkan ayam bangkok adalah tidak mengawinkan saudara sekandung (berinduk sama). Namun perkawinan antara induk (F1) dan anak (F2) masih diperkenankan. Begitu juga dengan perkawinan antara induk (F1) dan cucu (F3).

 

picture-0121Tips Memilih Ayam Bangkok yang Baik/Bagus :

  • Pilih ayam yang berbadan tegap, atletis, kulit kasar seperti kulit buah jeruk menandakan ayam tersebut tahan rasa sakit,
  • Jenger blangkon menandakan hatinya besar bermental baja,
  • Kalau yang memiliki pukulan besar apabila ayam yang dipegang badanya lantas diangkat kakinya mengatung semua, lakukan beberapa kali kalau terus digantung hampir pasti ayam tersebut memiliki pukulan besar sedangkan yang jalu posisi jalu dekat dengan cakar, apalagi kalau didukung bawah ceker tumbuh seperti sisik (batu rantai).
  • Untuk menghindari kekalahan dalam laga adu ayam, perlu sekali di perhatikan cara tidurnya, posisi tidur ayam yang mau diadu untuk besok pagi atau siangnya. Kalau pada malam tidur dengan kepala di sembunyikan, walau kondisi ayam sudah baik atau siap tarung alangkah baiknya jangan diadu dulu tunda beberapa hari lagi akan tetapi apabila posisi tidur ayam pada malam harinya tidak menyembunyikan kepalanya itu pertanda ayam siap diadu.
  • Kalau Anda mengadu ayam seperti itu peluang untuk menang besar sekali.resep ini sudah beberapa kali Saya coba, selama ini membuahkan hasil yang memuaskan, Anda perlu mencobanya.

 

 




Bisnis Kelapa Kopyor, 10 Kali Lebih Mahal Dari Kelapa Biasa

121019_kopyorJakarta -Bagi Anda yang ingin mencoba agrobisnis bisa mencoba usaha menanam kelapa kopyor. Keunggulan dari usaha agro Kelapa Kopyor ini adalah harga buah kelapa yang 10 kali lipat lebih mahal dibandingkan kelapa biasa.
Peneliti dari Balai Penelitian Tanaman Palma Kementrian Pertanian, Ismail Maskromo mengatakan bahwa kelapa kopyor ini sendiri merupakan proses alam, namun buah ini susah untuk dikembangkan. Sehingga pihaknya melakukan penelitian agar kelapa kopyor ini bisa
“Di Jawa Tengah ada di Pati, dan di Jember juga ada, di Lampung dan Sumenep di beberapa daerah lainnya juga ada tapi sedikit,”katanya saat ditemui di Agrinex Expo JCC Jakarta (29/3/2014).
Ismail menambahkan bahwa saat ini pihaknya menyediakan bibit pohon kelapa kopyor dengan harga Rp 50 ribu untuk proses alami pembibitan dan Rp 100 ribu untuk bibit kopyor true to type (T3).
Perbedaan dari bibit alami dan bibit true type (T3) ini adalah bibit T3 mampu menghasilkan 100% buah kelapa kopyor, sedangkan bibit alami hanya menghasilkan 60% kelapa kopyor artinya adalah jika menanam 100 bibit alami maka hanya 60 saja yang buahnya kopyor sisanya sama dengan kelapa biasa.
“Ini persilangan, perbedaan adalah alami bibit harganya Rp 50 ribu, 100 itu hanya 60-70 saja yang berbuah kopyor, tapi kalau yang ini saya beli 100 pasti akan kopyor harganya Rp 100 ribu,” imbuhnya.
Sejak ditanam hingga, kelapa kopyor ini hanya membutuhkan waktu selama kurang lebih 4-5 tahun untuk panen pertama, dimana pada setiap tahun kelapa ini mampu menghasilkan buah kelapa hingga 150 butir kelapa untuk satu pohonnya.
“Umur 3,5 tahun sudah mulai berbuah, tiap bulan 4-5 tahun bisa sampai dipanen, rata-rata setiap pohon bisa menghasilkan 150 butir kelapa kopyor,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ismail menambahkan bahwa klelebihan dari kelapa kopyor ini ada rasa dagingnya yang lebih banyak, serta lebih gurih sehingga wajar jika harganya mahal.
“Kelebihan kopyor lebih dikanal orang rasa dagingnya gurih enak dimakan langsung dan dicampur. Ada kandungan yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh,” pungkasnya.
Sumber: http://finance.detik.com/read/2014/03/29/120826/2540439/480/bisnis-kelapa-kopyor-10-kali-lebih-mahal-dari-kelapa-biasa




Fermentasi Ampas Kelapa Parut sebagai alternatif pakan untuk ayam kampung

ayam kampungwww.detikriau.org — Ampas kelapa biasanya hanya kita buang atau dikasihkan kepada ayam begitu saja tanpa dilakukan proses apapun, dan di beberapa tempat jasa pembuatan santnn hanya dibuang menjadi sampah.
Seorang peternak harusnya jeli dalam proses pembiayaan pakan guna memaksimalkan efisiensi biaya pakan. Hasil fermentasi ampas kelapa lumayan tinggi kandungan protein serta kemampuan diserap oleh ayam.
Hasil analisa menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kadar protein ampas kelapa setelah fermentasi dari 11,35% menjadi 26,09% atau sebesar 130% dan penurunan kadar lemak sebesar 11,39%. Kecernaan bahan kering dan bahan organik meningkat masing-masing dari 78,99% dan 98,19% menjadi 95,1% dan 98,82%. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pakan yang dihasilkan cukup aman untuk ternak. Penggunaan dalam ransum bisa mencapai 20% dari jumlah total bahan ransum pakan ayam kampung kita.
Cara Fermentasi dengan kimia :
Bahan baku yang digunakan adalah ampas kelapa hasil samping pengolahan minyak kelapa murni  dan spora Aspergillus niger
(NH4)2SO4,
urea,
NaH2PO4,
MgSO4,
KCl,
Alat-alat yang digunakan adalah timbangan kasar, timbangan analitik, kompor, pengukus, pengaduk, nampan, nampah, plastik, ember, dan alat-alat lain yang digunakan untuk analisa. Proses pengolahan ampas kelapa menjadi pakan dilakukan secara fermentatif, yaitu dengan menggunakan spora Aspergillus niger.
Ampas kelapa ditambah air, diaduk dan dikukus. Setelah didinginkan hingga mencapai suhu ± 70°C diaduk bersama campuran mineral, ditambahkan spora Aspergillus nigerd an diaduk kembali sampai merata. Adonan kemudian dimasukkan ke dalam plastik dan difermentasi secara aerob dan anaerob. Ampas hasil fermentasi kemudian dikeringkan dan dikemas dalam wadah plastik
Dengan cara sederhana bisa juga kita lakukan :
Tata cara dan bahan sama seperti diatas hanya saja kita hanya bahan fermentasinya saja yang bisa kita mudah didapat, yaitu
Urea
Em4 hewan
Ragi tape
Rumen sapi
Langkah sederhana fermentasi :
ampas kelapa (1 kg) dikeringkan kemudian dihaluaskan. tambah air sebanyak 800Ml. kemudian dikukus selama lebih kurang 30 menit. didinginkan diatas plastik formika. tambah mineral (36 g (NH4)2SO4 + 20 g Urea + 7,5 g NaH2PO4 +2,5 g MgSO4 + 0,75 g KCl) + 8 g spora Aspergillus niger kemudian aduk sampai dengan homogen.
Setelahnya, tempatkan pada baki plastik dengan ketebalan 1 cm. fermentasi secara aerob pada suhu kamar selama 2 hari (proses enzimatis dengan dibungkus dengan plastik, padatkan tanpa udara) Setelah proses itu selesai lalu dikeringkan, digiling dan disimpan
Sumber: litbang.deptan.go.id