“Mencangkok jambu madu dengan media air keberhasilannya 100 %.”
Jambu air citra
Itu yang dilakukan zainul Aziz, pehobi tanaman buah di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Zainul dan rekan sesame pehobi mencangkok jambu air deli hijau dengan menyayat batang lalu merendam dalam air. Dalam 3 – 4 pekan, ujung batang yang terendam menumbuhkan akar dan 1 bulan kemudian hasil cangkokan siap dipanen. Idenya berasal dari obrolan iseng di kebun seorang pehobi.
Zainul mencangkok dengan media air di pohon jambu air deli hijau berumur 3 tahun miliknya. Ternyata tanaman Syzygium samarangense menumbuhkan banyak bintil akar. Sudah begitu, keberhasilan tumbuh bibit 100%. Zainul beberapa kali mencoba san selalu berhasil. Pencangkokan dengan media air membutuhkan waktu 1,5 – 2 bulan hingga siap panen, sama seperti pada cangkok biasa.
Gunakan Cabang Sehat
Menurut Zainul “Kelebihan mencangkok jambu dengan bermedia air mudah. Murah dan praktis”. Bahan dan alat yang dipakai untuk mencangkok : gelas plastik bekas atau potongan botol plastik air mineral. “Yang penting transparan sehingga mudah mengamati keluarnya akar. Bahannya juga dari limbah, tidak usah membeli”, tutur Zainul.
Proses pencangkokan mudah dan cepat, yang penting menggunakan pisau tajam. Lebih baik lagi menggunakan pisau okulasi yang sangat tajam. Zainul lalu mengiris cabang dari bawah ke atas sampai terbentuk sayatan sepanjang 5 cm. Ujung atas irisan membagi batang tepat di tengah diameter cabang. Siapkan gelas air mineral lalu mengisi dengan air bersih setinggi 2 cm dari dasar gelas.
Untuk memacu pertumbuhan akar, tambahkan 2 ml zat perangsang tumbuh. Zainul mengikatkan botol ke cabang yang dicangkok agar tidak jatuh, lalu mencelupkan ujung bawah belahan cabang sepanjang 1 cm ke dalam air.
Zainul mencangkok cabang atau ranting yang sehat, ditandai warna daun hijau segar, bentuk daun normal, dan bebas hama penyakit. “Daun sehat mudah patah jika ditekuk, sedangkan daun tidak sehat terlihat dari warna yang kurang segar dan bila ditekuk tidak mudah patah”, ujar Zainul.
Ia memilih cabang atau ranting berdiameter minimal 2 cm atau sebesar jempol. Sejatinya semakin muda ranting semakin baik karena lebih cepat berakar. Idealnya di bawah ranting yang dicangkok ada cabang lain untuk meletakkan wadah air. Namun, bila tidak ada cabang pembantu, ikatkan langsung wadah ke dahan yang dicangkok. Pencangkokan berhasil jika muncul bintil-bintil calon akar di bagian antara kulit batang dan kayu.
Bintil-bintil itu lantas tumbuh menjadi akar. Pada hari ke-50 – ke-60, akar terbentuk sempurna sehingga bibit siap pindah tanam ke polybag. Potong cabang yang menyatu dengan pohon induk lalu masukkan dalam polybag 10 cm x 10 cm. Media tanam berupa tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1. Teduhkan bibit baru itu dan siram setiap hari. Selang sebulan, akar beradaptasi dengan media tanam dan bibit tumbuh normal. Tandanya muncul tunas daun baru.
Pehobi itu yakin cangkok air pun bisa dilakukan secara bertingkat di cabang yang sama. Cangkok bertingkat itu lazim dilakukan dalam proses cangkok biasa oleh para penangkar buah untuk memperbanyak bibit secara cepat. “Cangkok air cocok untuk pehobi di kota yang sulit mendapatkan tanah atau bahan organik untuk
Mudah Tumbuh
Nun di Padang, Sumatera Barat. Jia Widodo juga selalu sukses mencangkok dengan dengan media air. Bedanya Widodo memilih mencangkok pucuk tanaman karena lebih cepat menumbuhkan akar. Selain itu, ia memasukkan beberapa potong arang dalam wadah. Tujuannya menetralkan mikrob pathogen yang mungkin hinggap lantaran terbawa udara. Untuk meningkatkan keberhasilan, Jia memangkas daun setelah cangkokan dari pohon induk.
Ia memotong dua per tiga daun dan menyisakan sepertiganya untuk mengurangi penguapan. Selanjutnya ia menyungkup selama sebulan sampai tanaman mengeluarkan tunas. Meski mudah dilakukan, menurut Zainul cangkok air tidak cocok untuk perbanyakan dalam jumlah missal. Penyebabnya untuk 1 tangkai paling banyak bisa dibuat 3 cangkokan. Lebih dari itu tangkai irisan patah karena wadah berisi air cukup berat.
Apalagi tangkai telah dikerat setengah. “Cangkok air pas untuk pehobi yang memperbanyak tanaman di halaman karena kebutuhan bibit tidak banyak,” Kata Zainul. Menurut ahli fisiologi dan bioteknologi di Departemen Agronomi dan Hortikultura Institut Pertanian Bogor, Dr. Ir Ni Made Amini Wendi MSc, jambu air sebenarnya sangat mudah tumbuh.
“Ibaratnya sambil ‘merem’ pun (bibit) cangkok atau stek bisa tumbuh,” Kata Armini. Namun, Ia menyarankan untuk tidak mengisi penuh wadah dengan air. “Bila air banyak maka oksigen sangat sedikit. Padahal akar memerlukan oksigen untuk respirasi.” Selain itu, akar biasanya muncul di bagian cabang yang tidak terendam air. Menurut Armini, tinggi air cukup 1-2 cm untuk menjaga kelembapan. Persis seperti yang dilakukan Zainul Aziz.
BERBIAK DI AIR
Pilih cabang jambu MDH diameter 1-2 cm. Idealnya posisi cabang tegak
Siapkan botol bekas air mineral ukuran 600 ml
Sayat cabang ke atas sepanjang 3-5 cm. Gunakan pisau tajam/pisau okulasi
Selipkan potongan botol di sela-sela sayatan di cabang. Isi dengan air setinggi 2-3 cm. Lebih baik bila ditambah larutan ZPT dengan dosis 2 cc/l air
Dalam waktu 3 pekan muncul bintil-bintil akar
Setelah 1,5-2 bulan, akar telah dan cangkokan bisa dipotong. Potongan cangkok air ditanam di wadah yang sudah diisi media tanam dan sungkup dengan plastik agar beradaptasi hingga dapat tumbuh sehat.
Sumber Tulisan : Syah Angkasa dalam Trubus 541 – Desember 2014/XLV
Sumber:
Set. BKP3K Prov. Kep. Babel
Penulis:
Diah Ayu Srilastika
Bertani Ala Aquaponik Yuk!
Secara sederhana Akuaponik dapat digambarkan sebagai kombinasi dari akuakultur dan hidroponik.
Dari sinilah nama akuaponik berasal.
Fokus dalam Akuakultur adalah memaksimalkan pertumbuhan ikan di dalam tangki atau kolam pemeliharaan. Ikan biasanya ditebar pada tangki atau kolam dengan kepadatan yang tinggi. Tingkat penebaran yang tinggi ini berarti bahwa air untuk budidaya menjadi mudah tercemar oleh kotoran ikan. Kotoran ikan ini berbentuk Amonia yang beracun bagi ikan. Sementara itu, Hidroponik bergantung pada aplikasi nutrisi buatan manusia. Nutrisi ini dibuat dari ramuan bahan kimia, garam dan unsur-unsur mikro. Ramuan nutrisi dicampur dengan teliti untuk membentuk keseimbangan optimal untuk pertumbuhan tanaman.
Aquaponik menggabungkan kedua sistem tersebut. Aquaponik menggunakan kotoran ikan yang berisi hampir semua nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman. Akuaponik juga menggunakan tanaman dan medianya untuk membersihkan dan memurnikan air. Jadi dalam akuaponik terjadi simbiosis antara tanaman dan ikan.
Membuat Kolam Terpal, Kolam Murah
Kolam Terpal
Kolam terpal adalah kolam yang biaya pembuatannya sangat murah. Kolam terpal cocok untuk daerah yang tanahnya tidak bisa menyimpan air. Bahan yang dibutuhkan hanya terpal, sekam dan batako/bata merah.
Ukuran terpal yang dibutuhkan adalah:
Panjang terpal = panjang kolam terpal+ (2x kedalaman kolam) + 10 cm.
Kolam sebaiknya dibuat di tempat yang terkena sinar matahari langsung. Gali tanah dengan luas dan kedalaman sesuai dengan yang diinginkan. Tanah dari hasil galian kolam digunakan untuk membuat tanggul. Padatkan tanggul supaya tanggul tersebut kuat. Permukaan tanggul diberi batako/bata merah.
Setelah penggalian selesai, dasar kolam diberi sekam setinggi kurang lebih 10 cm. Terpal di pasang dan sisa terpal (10 cm) ditutupi dengan batu bata atau batako. Kolam siap diisi air.
kolam terpal bisa juga dibuat dengan tanpa melakukaan penggalian. Sebagai ganti galian kolam, bisa dibuat kerangka dari tumpukan batu bata atau batako. Cara pembuatan selanjutnya sama dengan cara di atas.
contoh kolam terpal
Air untuk Budidaya Ikan
Air adalah kebutuhan utama dan penentu keberhasilan dalam budidaya ikan. Selain jumlahnya harus mencukupi, kualitas yang baik menghasilkan output yang baik pula.
Parameter yang biasa digunakan untuk menentukan kualitas air adalah kadar oksigen, temperatur, derajat keasaman, kandungan amonia dan kekeruhan air. Kualitas air yang diperlukan berbeda untuk setiap jenis ikan. Seperti lele yang relatif tahan dengan kualitas air yang buruk.
Kadar Oksigen
Kadar oksigen untuk memperoleh hasil produksi optimal adalah diatas 5 ppm. Apabila kadar oksigen kurang dari 5 ppm, ikan akan berkurang nafsu makannya dan pertumbuhannya terhenti. Untuk meningkatkan kadar oksigen dapat digunakan aerator atau mengalirkan air secara terus menerus.
Temperatur
Secara umum suhu air 25-32 oC baik untuk budidaya ikan. Pada suhu rendah nafsu makan ikan akan turun yang mengakibatkan pertumbuhan ikan terganggu. Pada suhu tinggi ikan akan menunjukkan gejala kekurangan oksigen. Perubahan suhu secara tiba-tiba mengakibatkan ikan stress yang dapat mengakibatkan kematin.
Derajat Keasaman
Derajat keasaman (pH) yang baik untuk budidaya ikan adalah 5.5-9.0. Meskipun ikan masih dapat bertahan di luar kisaran pH tersebut namun produksi yang dihasilkan rendah.
Jika pH terlalu rendah dapat dinaikkan dengan menggunakan kapur pertanian (CaCO3).
Kekeruhan
Kekeruhan melindungi ikan dari serangan predator. Selain itu kekeruhan dapat mempengaruhi pernafasan dan nafsu makan ikan. Kekeruhan 30-40 cm baik untuk budidaya ikan.
Kadar Amonia
Amonia bersifat racun bagi ikan. Amonia dihasilkan dari sekresi/ kotoran ikan. Kadar amonia optimum untuk budidaya ikan adalah dibawah 1,4 ppm. Cara untuk menurunkan kadar amonia dalam air adalah dengan mengganti air sebagian atau seluruhnya atau dengan cara filterisasi. Untuk budidaya ikan hias dalam akuarium atau kolam kecil, filterisasi ini paling sering digunakan karena lebih praktis dan menghemat waktu.
Klik link Filter ini untuk melihat contoh filter untuk kolam.
Kolam Taman
Bayangkan sebuah tempat yang hijau dan sejuk dengan gemericik air terjun yang mengalir. Tentu anda merasa nyaman berada di tempat tersebut. Namun tidak mudah menemukan tempat seperti itu sekarang. Apalagi di kota besar yang semakin gersang dan bising. Tentu saja anda dapat sesekali melakukan perjalanan ke Puncak atau Bali. Tapi tentu saja tidak bisa setiap saat. Selain karena membutuhkan biaya juga membutuhkan waktu yang tentu saja sangat berharga.
Salah satu solusinya adalah membuat kolam taman. Kolam kecil yang bisa di buat di halaman rumah bahkan di dalam rumah. Tidak sulit membuat kolam taman. Cara paling mudah adalah menggunakan jasa pembuat taman yang ada di sekitar anda. Jika ingin membuat yang lebih sesuai dengan selera anda dan mau sedikit repot, anda bisa membuatnya sendiri.
Caranya secara garis besar sebagai berikut:
Siapkan alat dan bahan-bahan yang diperlukan. Alat: Selang, tali, cangkul/skop, ember dan alat penggalian lainnya. Bahan: Pasir, Batu/bata, lapisan kedap air (plastik tebal/ terpal/ pond liner), pelindung lapisan kedap air (koran bekas/ karpet bekas/ underlayment), pompa air, hiasan lain. Tentukan tempat dimana anda akan membangun kolam. Pertimbangkan letak nya dengan colokan listrik dan sumber air yang tersedia. Tandai bentuknya dengan kapur atau tali.
Gali kolam sesuai dengan bentuk dan kedalaman yang anda inginkan.
Beri lapisan pasir setebal 5 cm di dasar kolam.
Tambahkan lapisan underlayment untuk melindungi lapisan kedap air.
Pasang lapisan kedap air, lalu isi dengan air.
Tutupi lapisan kedap air yang tersisa dengan batu dan tanah sisa penggalian. Tambahkan pompa air untuk air mancur (!! hati-hati dengan aliran listrik).
Tes pompa air dan kolam dari kebocoran dengan membiarkannya selama sehari. Jika air tidak berkurang maka kolam sudah jadi.
Berikut Contoh Pond liner dan Underlayment. (ad)
Pondgard Liner 10 X 15
Sunterra 300212 8′ X 10′ PVC Pond Liner, Black
Pond Underlayment 5 x 15
DANNER Underlayment 15′ x 6′
Sistem Akuaponik
Dalam akuaponik umumnya tanaman ditanam di dalam media tanam yang terpisah dari tangki ikan. Air dipompa dari tangki ikan ke media tanam dan dialirkan kembali ke dalam tangki ikan.
Ada tiga sistem dasar media tanam dalam akuaponik.
Media tanam yang diisi kerikil, expanded clay , atau media lain yang mirip adalah bentuk paling sederhana dari akuaponik. Sistem ini dapat dilakukan dengan dua cara. Dengan aliran air terus menerus atau dengan siklus padang surut.
contoh aquaponik sistem sederhana
bak ikan 2. pompa air 3. bak tanam 4. auto siphon 5. media tanam 6. penyangga
Deep Water Culture
adalah salah satu metode yang sering digunakan secara komersial. Air dipompa
dari tangki ikan melalui sistem filtrasi. Kemudian air dipompa ke saluran panjang di mana rakit terapung yang diisi dengan tanaman berada permukaan air.
Atau model yang berikut:
Nutrient Film Technique hanya cocok untuk jenis tanaman tertentu, biasanya sayuran berdaun hijau. Dalam sistem NFT, air yang kaya nutrisi dipompa ke dalam selokan kecil yang tertutup. Air mengalir dalam selokan dalam bentuk aliran yang sangat tipis. Tanaman diletakkan dalam wadah plastik kecil yang memungkinkan akarnya mengakses air. Salah satu elemen penting untuk sistem akuaponik adalah bakteri menguntungkan. Bakteri ini menguraikan unsur dalam air menjadi bentuk yang dapat diserap dan digunakan oleh tanaman.
Ada dua jenis bakteri yang berbeda yaitu nitrosomonas dan nitrobacter. Nitrosomonas mengubah amoniak menjadi nitrit. Nitrit ini kemudian diubah menjadi Nitrat oleh bakteri Nitrobacter. Tanaman kemudian menyerap nitrat ini untuk pertumbuhannya.
Ikan dan Tanaman dalam Akuaponik
Ikan adalah kunci dalam sistem akuaponik. Ikan menyediakan hampir semua nutrisi bagi tanaman. Ada berbagai jenis ikan yang dapat digunakan dalam sistem akuaponik. Jenis ikan ini tergantung pada iklim lokal dan jenis yang tersedia di pasaran.
Dalam prakteknya, ikan nila merupakan ikan yang paling populer dipilih untuk proyek komersial dan hobi rumahan. Tapi Barramundi, lele, ikan mas, Ikan Mas, Koi, Murray Cod, Silver Perch, Jade Perch, Trout juga digunakan juga Krustasea air tawar seperti Yabby dan Redclaw.
Akuaponik tidak hanya baik untuk sayuran hijau. Aquaponics akan menumbuhkan hampir semua jenis sayuran. Beberapa varietas sayuran buah yang berkinerja baik adalah; terung (ungu), Capsicum (peper lonceng), kacang, kacang polong dan banyak lagi. Wortel dan Bit juga bisa tumbuh. Tanaman yang tumbuh dalam sistem aqiaponic hanya dibatasi oleh jenis sistem aquaponics, atau lebih tepatnya, jenis media tanam. Media tanam yang diisi kerikil atau semacamnya, tampaknya menjadi media tanam yang paling berhasil untuk berbagai jenis tanaman.
Pakan Alami untuk Larva Ikan
Larva merupakan masa kritis dalam fase hidup ikan. Pada fase ini mortalitas sangat tinggi. Tingginya mortalitas larva disebabkan karena tingginya virulensi (daya serang) penyakit, hama dan terbatasnya ketersediaan pakan yang cocok bagi larva ikan. Pada fase larva, ikan baru saja melepaskan ketergantungannya pada makanan cadangan.
Pakan alami adalah pakan yang paling cocok untuk fase larva. Selain karena komponen gizinya lebih lengkap juga karena pakan alami selalu bergerak sehingga menarik nafsu makan larva ikan.
Pakan alami yang ideal untuk larva ikan harus memenuhi beberapa kriteria yaitu: bentuk dan ukuran sesuai dengan lebar bukaan mulut larva ikan pemakannya, mudah diproduksi secara massal, kandungan nutrisinya tinggi, mudah di cerna, cepat berkembangbiak, memiliki toleransi yang tinggi terhadap perubahan lingkungan, tidak beracun atau mengeluarkan racun, dan gerakannya menarik bagi larva ikan tetapi tidak terlalu aktif sehingga mudah ditangkap oleh larva ikan pemakannya.
Pakan alami yang sudah bisa diproduksi secara massal diantaranya
Infusoria , rotifera , kutu air (moina dan daphnia) , artemia, tetraselmis, chlorella, diatomae dan cacing tubifex (cacing rambut/sutra).
Selain pakan alami, larva ikan juga bisa diberi pakan buatan. Tentu saja pakan buatan untuk larva ikan ini harus sesuai dengan sifat, cara dan kebiasaan makan larva ikan.
Menumbuhkan Pakan Alami dengan Pemupukan Kolam
Pakan alami merupakan pakan terbaik bagi pertumbuhan ikan, baik itu bagi larva ikan maupun ikan dewasa.
Pakan alami pada dasarnya sudah terdapat dalam air kolam. Namun agar jumlahnya
melimpah perlu dilakukan pemupukan kolam.
Pemupukan kolam dapat menggunakan pupuk organik maupun pupuk anorganik. Pupuk organik yang biasa digunakan dalam pemupukan kolam adalah kotoran ayam atau kotoran puyuh. Sedangkan pupuk anorganik yang biasa digunakan adalah urea dan TSP.
Pemupukan kolam dengan menggunakan pupuk organik, dosis yang digunakan adalah 200-500 gram pupuk per meter persegi luas kolam. Sedangkan jika kolam dipupuk dengan pupuk anorganik, dosis yang digunakan adalah 10 gram TSP dan 15 gram Urea per meter persegi luas kolam.
Pemupukan kolam biasanya dilakukan pada saat persiapan kolam. Setelah kolam dikeringkan, pematang dan caren kolam diperbaiki. Tanah dasar kolam di cangkul dan di biarkan kering 2-3 hari.
Pupuk organik atau pupuk anorganik lalu di tebarkan secara merata dan kolam digenangi air 30-40 cm. Kolam di biarkan 5-7 hari agar pakan alami tumbuh.
Sebelum ikan dimasukkan, air kolam ditambah sampai kedalaman yang di inginkan.
Untuk pemupukan pada kolam yang sedang dipergunakan, pemupukan sebaiknya menggunakan pupuk organik. Pupuk organik tersebut tidak langsung disebarkan ke dalam kolam karena di khawatirkan akan menurunkan kualitas air kolam.
Pemupukan kolam dilakukan dengan cara memasukkan pupuk organik ke dalam karung, lalu karung tersebut dimasukkan ke dalam kolam. Pakan alami biasanya tumbuh melimpah setelah 5-7 hari.
Budidaya Ikan Lele Kolam Terpal
Budidaya ikan lele selain biasa dilakukan di kolam tanah atau kolam semen juga bisa dipelihara di kolam terpal. Ikan lele yang dihasilkan dari budidaya kolam terpal relatif lebih bersih jika dibandingkan dengan ikan lele hasil budidaya kolam tanah. Selain itu, biaya membuat kolam terpal juga lebih murah dan cara nya mudah.
Kolam terpal bisa dibuat dengan menggali tanah atau tanpa menggali tanah disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan.
Setelah kolam terpal selesai dibuat dan diisi dengan air, ke dalam kolam terpal dimasukkan garam.
Garam yang dimasukkan sebanyak 200 gram tiap 1 m3 air. Setelah itu kolam terpal didiamkan 3-7 hari.
Bibit ikan lele ditebar pagi atau sore hari. Benih ikan lele dimasukkan ke dalam kolam terpal dengan wadahnya agar benih ikan lele bisa beradaptasi dengan suhu air kolam. Setelah kurang lebih 15 menit benih ikan lele dibiarkan keluar sendiri dari wadahnya.
Pilihlah bibit ikan lele yang sehat dan berkualitas. Bibit lele yang sehat ditandai dengan gerakannya yang terlihat aktif, tidak memiliki kelainan fisik atau cacat dan tidak mempunyai luka. Bibit lele juga harus seragam ukurannya, seumur dan dari induk yang sama. Sebisa mungkin bibit lele berasal dari kolam terpal atau kolam semen.
Padat tebar ikan lele di kolam terpal 100-300 ekor per meter kubik air. Untuk pemula disarankan menggunakan padat tebar yang rendah.
Ikan lele mulai di beri makan pada hari ke-2 setelah tebar. Pakan diberikan 2 kali sehari. Pakan yang diberikan berupa pelet yang ukurannya disesuaikan dengan ukuran mulut ikan lele . Pakan diberikan secukupnya saja. Pakan berlebih yang tersisa bisa memicu timbulnya penyakit. Ikan lele adalah ikan yang membutuhkan pakan berkadar protein relatif tinggi. Kadar protein terbaik untuk pertumbuhan lele adalah 35-24%
Ikan lele yang mati selama pemeliharaan harus segera dibuang agar tidak membusuh dan
menimbulkan penyakit. Air kolam terpal diganti sebagian jika kualitasnya sudah menurun. Air di bagian dasar kolam terpal yang mengandung lumpur dibuang dengan menggunakan selang sampai berkurang setengah atau sepertiganya. Air yang dibuang lalu diganti dengan air baru. Apabila berjalan lancar, setelah 2–3 bulan ikan lele akan berukuran 8-12 ekor per kilogram dan bisa dipanen.
Sumber:
Pembenihan Betta/ Cupang
Pemilihan Induk
Induk di pilih minimum berukuran 5 cm. Induk jantan yang sudah matang kelamin warna tubuhnya lebih cerah dibanding yang betina. Ikan betina yang siap kawin perutnya lebih gendut dan telur yang berwarna gelap membayang di perutnya. Cara pemijahan Tempat pemijahan di isi air 25 cm, dan di lengkapi dengan eceng gondok atau tali rafia. Ikan jantan di lepas dulu. Baru ikan betina di lepas kemudian. Satu ikan betina mampu menghasilkan 200-500 butir telur. Bila pemijahan selesai, pisahkan induh betina. Sedangkan ikan jantan di biarkan merawat dan menjaga telur. Telur akan menetas setelah 36 jam, Larva akan menggantung pada sarang. 3-4 hari kemudian larva sudah bisa berenang. Induk jantan kemudian di pindahkan.
Pemeliharaan Larva
Secara bertahap, larva akan melepaskan diri dari sarang dan berenang bebas. Selama minggu pertama larva di beri makan infusoria sebagai makanan utamanya. Selanjutnya mulai awal minggu kedua, mulai di perkenalkan dengan pakan yang lebih besar ukurannya yaitu rotivera, artemia, kutu air dan cacing sutra. Setelah 4 minggu, benih bisa di panen untuk pemeliharaan selanjutnya.
Pembenihan Ikan Mas
Pemilihan Induk
Ciri-ciri induk jantan dan induk betina unggul yang sudah matang untuk dipijah adalah:
Betina: umur antara 1,5-2 tahun dengan berat berkisar 2 kg/ekor.
Jantan: umur minimum 8 bulan dengan berat berkisar 0,5 kg/ekor. Bentuk tubuh secara keseluruhan mulai dari mulut sampai ujung sirip ekor mulus, sehat, sirip tidak cacat.
Tutup insan normal tidak tebal dan bila dibuka tidak terdapat bercak putih. Panjang kepala minimal 1/3 dari panjang badan, lensa mata tampak jernih.
Sisik tersusun rapih, cerah tidak kusam. Pangkal ekor kuat dan normal dengan panjang pangkal ekor harus lebih panjang dibandingkan lebar/tebal ekor.
Sedangkan ciri-ciri untuk membedakan induk jantan dan induk betina adalah sebagai berikut:
Betina: Badan bagian perut besar, buncit dan lembek. Gerakan lambat, pada malam hari biasanya loncat-loncat. Jika perut istriping mengeluarkan cairan berwarna kuning.
Jantan: Badan tampak langsing. Gerakan lincah dan gesit. Jika perut distriping mengeluarkan cairan sperma berwarna putih.
Pembenihan/Pemijahan
Luas kolam pemijahan 5 meter persegi dengan dasar kolam sedikit berlumpur.
Kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari. Kolam pemijahan juga merupakan kolam penetasan. Untuk menepelkan telur, ijuk ditebar di permukaan air. Setelah proses pemijahan selesai induk dipindahkan ke kolam lain. Setelah benih berumur 5 hari lalu pindahkan ke kolam pendederan.
Pemeliharaan Bibit/Pendederan Pendederan atau pemeliharaan anak ikan mas dilakukan setelah telur-telur hasil pemijahan menetas dan berumur 5-7 hari. Kegiatan ini dilakukan pada kolam pendederan yang sudah disiapkan. Kolam dikeringkan terlebih dahulu serta dibersihkan dari ikan-ikan liar. Kolam diberi kapur dan dipupuk sesuai ketentuan.
Jumlah benih yang disebar mulanya=100-200 ekor/meter persegi. Setelah 1 bulan, ukuran benih menjadi 2-3 cm, lakukan penjarangan menjadi =50-75 ekor/meter persegi. Setelah 1 bulan, ukuran benih menjadi 3-5 cm lakukan penjarangan lagi menjadi =25-50 ekor/meter persegi. Setelah pemeliharaan 1 bulan, ukuran benih menjadi 5-8 cm, perlu penambahan makanan berupa dedak halus 3-5% dari jumlah bobot benih. Lakukan Penjarangan menjadi =3-5 ekor/meter persegi. Setelah pemeliharaan 1 bulan, ukuran benih menjadi 8-12 cm sehingga perlu penambahan makanan berupa dedak halus 3-5% dari jumlah bobot benih. Benih siap di besarkan sampai ukuran konsumsi.
Pembenihan Ikan Gurami
Pembenihan
Ikan gurami banyak dikembangkan oleh petani. Selain karena permintaan pasar cukup tinggi, ikan gurami mudah dipelihara dan harganya relatif stabil.
Ikan gurami pada dasarnya dapat memijah sepanjang tahun. Tapi produktifitasnya lebih tinggi pada musim kemarau. Kualitas air untuk pemijahan yang baik adalah bersuhu 25-30 oC dan pH-nya berkisar 6,5 – 8,0. Ketinggian air kolam 40 – 60 cm dengan laju pergantian air 10-15 % per hari.
Induk jantan mempunyai ciri berupa benjolan di kepala bagian atas. Selain itu, rahang bagian bawah lebih tebal dan tidak ada bintik hitam pada kelopak sirip dada. Sedangkan induk betina bentuk kepala bagian atasnya datar. Rahang bawahnya tipis dan ada bintik hitam pada kelopak sirip dada.
Pemijahan
Induk ditebar dengan kepadatan 1 ekor tiap 5 m2. Perbandingan jumlah jantan dan betina 1:3-4. Induk betina dapat memproduksi 1500 sampai dengan 2500 butir telur tiap kg berat induk. Sarang diletakkan 1-2 m dari tempat bahan sarang. Kedalaman sarang 10 -15 cm dari permukaan air. Sarang dipasang mendatar sejajar dengan permukaan air dan menghadap ke arah tempat bahan sarang. Bahan sarang berupa ijuk atau sabut kelapa. Tempat bahan sarang berupa anyaman kasar dari bambu atau bahan lain dan diletakkan di permukaan air. Pembuatan sarang dapat berlangsung selama 1 sampai dengan 2 minggu bergantung pada kondisi induk dan lingkungannya. Pemeriksaan sarang yang sudah berisi telur dilakukan dengan cara meraba dan menggoyang sarang secara perlahan. Dapat juga dengan menusuk sarang menggunakan lidi. Jika sarang sudah berisi, akan keluar minyak atau telur ke permukaan air. Jika sarang sudah dipastikan berisi, sarang diangkat. Telur lalu dipisahkan dari sarang dengan cara membukanya secara hati-hati. Telur yang baik akan berwarna kuning bening. Sedangkan telur yang jelek berwarna kuning keruh. Telur yang jelek harus dibuang karena tidak akan menetas.
Penetasan Telur
Telur ditebar dalam pasu atau ember hitam dengan kepadatan 4 sampai 5 butir tiap cm2. Ketinggian air dijaga 15– 20 cm dan suhu 29-30 oC. Tambahkan aerasi kecil untuk mempertahankan kandungan oksigen terlarut. Telur akan menetas setelah 36 – 48 jam.
Pemeliharaan Larva
Setelah telur menetas, larva dapat terus dipelihara di tempat penetasan. Setelah 6 hari dipindahkan ke akuarium dengan padat tebar 15 – 20 ekor/liter . Pakan mulai diberikan pada saat larva berumur 5 sampai dengan 6 hari. Pakan berupa cacing Tubifex, Artemia, Moina atau Daphnia. Penggantian air hanya sudah banyak kotoran dan sisa pakan.
Pendederan
Pendederan dapat dilakukan di dalam akuarium atau kolam. dalam akuarium, perlakuannya sama seperti halnya memelihara larva. Hanya saja perlu dilakukan penjarangan. Sedangkan jika pendederan dilakukan di dalam kolam, sebelumnya perlu dilakukan persiapan kolam. Persiapan tersebut meliputi pengolahan tanah dasar kolam, pengeringan, pengapuran, pemupukan, pengisian air dan pengkondisian air kolam.
tekhnik Aquaponik
Akuaponik merupakan salah satu cara mengurangi pencemaran air yang dihasilkan oleh
budidaya ikan dan juga menjadi salah satu alternatif mengurangi jumlah pemakaian air yang dipakai oleh sistem budidaya.
Teknologi akuaponik merupakan salah satu alternatif yang dapat diterapkan dalam rangka
pemecahan keterbatasan air. Disamping itu teknologi akuaponik juga mempunyai keuntungan lainnya berupa pemasukan tambahan dari hasil tanaman yang akan memperbesar keuntungan para peternak ikan.
Aquaponik yaitu memanfaatkan secara terus menerus air dari pemeliharaan ikan ke tanaman dan sebaliknya dari tanaman ke kolam ikan. Inti dasar dari sistem teknologi ini adalah penyediaan air yang optimum untuk masing-masing komoditas dengan memanfaatkan system re-sirkulasi. Sistem teknologi akuaponik ini muncul sebagai jawaban atas adanya permasalahan semakin sulitnya mendapatkan sumber air yang sesuai untuk budidaya ikan, khususnya di lahan yang sempit, akuaponik yang merupakan salah satu teknologi hemat lahan dan air yang dapat dikombinasikan dengan berbagai tanaman sayuran. Beberapa hal berkaitan dengan pemeliharaan ikan agar baik dalam teknologi akuaponik adalah sebagai berikut:
Jenis Ikan : Padat Tebar
Ikan Mas : 10-200 ekor/m2
Ikan Nila : 100-150 ekor/m2
Ikan Gurame : 5-10 ekor/m2
Ikan Lele : 100-150 ekor/m2
Ikan Patin : 10-15 ekor/m2
Wadah Pemeliharaan
Wadah pemeliharaan ikan prinsipnya mempunyai pembuangan air yang dapat menyedot
kotoran ikan ataupun sisa pakan yang digunakan untuk dialirkan kedalam bak filter misalnya dengan menggunakan ember – ember plastik ukuran 10-20 l atau papan kayu yang dibentuk menjadi seperti bak saluran air yang dilapisi plastik. luasan ember sebagai filter yang digunakan adalah 25% dari permukaan wadah pemeliharaan ikan seperti pada gambar. Sehingga air yang kotor menjadi bersih kembali. Medianya terdiri dari : batu kerikil atau batu apung lebih dianjurkan untuk digunakan karena jika memakai tanah maka seringkali jalannya air lebih terhambat karena tanah-tanah halus juga ikut hanyut dan menyumbat lubang pengeluaran Sistem Resirkulasi
Secara ringkasnya dapat digambarkan sebagai berikut, air yang berasal dari wadah
pemeliharaan ikan dialirkan dengan menggunakan pompa air ke filter yang juga berfungsi sebagai tempat untuk menanam tanaman, kemudian air yang sudah difilter tersebut dialirkan kembali kedalam kolam ikan dialirkan secara terus menerus, sehingga amoniak yang berada di kolam akan tersaring sampai 80 % oleh tanaman tersebut..jenis tanaman yang sudah dicoba dan berhasil cukup baik adalah kangkung, tomat, sawi dan fetchin atau pokchai. Karena media filter tidak menggunakan tahah maka agar tanaman dapat tumbuh baik perlu disemaikan dulu sampai bibit berumur 1-1,5 bulan baru siap dipindahkan pada system akuaponik dengan jarak tanam :
Jenis Tanaman – Jarak Tanam
Kangkung – 10 cm
Cabai – 40 cm
Tomat – 40 cm
Terong sayur – 40 cm
Cara membuat akuaponik
Akuaponik merupakan sebuah alternatif menanam tanaman dan memelihara ikan dalam satu wadah. Proses dimana tanaman memanfaatkan unsur hara yang berasal dari kotoran ikan yang apabila dibiarkan di dalam kolam akan menjadi racun bagi ikanya. Lalu tanaman akan berfungsi sebagai filter vegetasi yang akan mengurai zat racun tersebut menjadi zat yang tidak berbahaya bagi ikan, dan suplai oksigen pada air yang digunakan untuk memelihara ikan. Dengan siklus ini akan terjadi siklus saling menguntungkan dan bagi kita yang mengaplikasikanya tentu saja akan sangat menguntungkan sekali, karena lahan yang dipakai tidak akan terlalu luas.
Sistematika pembuatan akuaponik
Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan sistem budidaya ikan secara akuaponik ,
diantaranya adalah :
Bak beton, untuk wadah budidaya, ukurannya disesuaikan dengan luas area
yang mungkin digunakan, dalam sistem akuaponik ini digunakan bak
berukuran 2 x 3 m,
Pipa, untuk jalur sirkulasi air, ukurannya disesuaikan dengan luas area yang
mungkin digunakan, dalam sistem akuaponik ini pipa yang digunakan
sebanyak 8 buah dengan panjangnya masing-masing 4 m,
Selang ukurannya disesuaikan dengan banyaknya pot yang digunakan, dalam
sistem akuaponik ini mengunakan selang sepanjang 4 m.
Pipa Keni sistem L, untuk sambungan antar pipa, digunakan sebanyak 16
buah,
Dop, untuk menyambungkan pipa, dalam sistem akuaponik ini menggunakan
sebanyak 8 buah,
Ember plastik atau pot, untuk wadah tanaman konsumsi, banyaknya
disesuaikan dengan ukuran bak dan keinginan, dalam sistem akuaponik ini
menggunakan 36 ember,
Aerator, untuk sumber oksigen ikan,
Pompa, untuk mensirkulasi air,
Timer, untuk mengatur sirkulasi air oleh pompa,
Benih ikan, sebagai objek budidaya, ikan yang digunakan beragam, dalam
sistem akuaponik ini menggunakan ikan mas dan ikan nila, kepadatannya
sendiri disesuaikan dengan ukuran bak, dalam sistem akuaponik ini dilakukan
penebaran sebanyak 200 ekor ikan nila dan ikan mas,
Bibit tanaman konsumsi, sebagai objek budidaya tanaman, jenisnya beragam,
namun dalam sistem akuaponik ini menggunakan tanaman kangkung,
Arang, sebagai media hidup tanaman dan filter air, banyaknya disesuaikan
dengan jumlah tanaman yang ditanam, dalam sistem akuaponik ini sebanyak 2
karung ukuran 25 kg.
Langkah-langkah pembuatan sistem budidaya ikan secara akuaponik, diantaranya
adalah :
Pembuatan bak beton dan tandon,
Pemasangan pompa dan timer,
pemasangan ember yang sebelumnya diisi arang dan bibit tanaman,
pemasangan dilakukan pada bagian atas tembok,
Pemasangan pipa sirkulasi air, yang terdiri dari dua bagian :
Pipa yang berada di atas tanaman, yang merupakan pipa yang
berisi air hisapan dari kolam yang akan dialirkan ke tanaman,
Pipa di bawah tanaman, merupakan pipa berisi air dari tanaman
yang kemudian dialirkan ke tandon sebelum mengalir kembali
ke kolam,
Pemasangan selang diantara tanaman dan pipa bawah
Resirkulasi awal air kurang lebih selama seminggu,
Tomat atau nama ilmiahnya Solanum lycopersicum merupakan buah yang serbaguna, bisa dimakan langsung atau dibaut jus, juga bisa dijadikan bahan sayuran yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Meski buah ini sangat mudah didapatkan di pasar atau di kios terdekat dan harganya tidak terlalu mahal, namun tidak ada salahnya bagi anda untuk menanam sendiri buah tomat di pekarangan atau halaman rumah kita. Selain bermanfaat untuk aktivitas atau hobi juga bermanfaat untuk anda sendiri karena buah yang dihasilkan sendiri tentunya lebih sehat dan tidak banyak terkena pestisida. Nah Jika anda tertarik untuk budidaya tomat dalam pot bisa membaca informasi budidaya tomat dalam pot atau Polibag secara mudah di bawah ini.
Tempat dan MediaTanam
Budidaya tomat dalam pot atau polybag dapat memanfaatkan kaleng bekas , ember plastik, wadah bekas lainnya atau memakai pot atau polybag. Media tanam yang digunakan berupa tanah pupuk kandang atau kompos dan sekam mentah. Perbandingan dapat 1:1, 1:2, atau 1:3 tergantung kesuburan atau berat ringannya tanah. Wadah tempat yang sudah disiapkan bawahnya dilubangi dan ditutup dengan pecahan genteng untuk aliran air siraman. Setelah itu diisi dengan media yang telah kita siapkan sampai penuh.
Pesemaian
Tomat diperbanyak dengan bijinya, disemai terlebih dahulu lalu ditaruh pada wadah dan ditempatkan pada daerah yang teduh. Sebulan kemudian biji yang sudah bertunas itu perlu dipindah (disapih) ke tempat penanaman lain sebagai latihan bagi tananam muda ini. sesudah bibit setinggi 10 cm, baru bisa dipindah ke pot.
Penanaman
Yang harus diperhatikan sebelum tanaman dipindah ke media tanam sebaiknya media tanam perlu disiram terlebih dahulu. Untuk memindahkan tanaman dari persemaian ke pot harus hati-hati jangan sampai akar tanamannya sampai banyak yang patah, dan pemindahannya sebaiknya dilakukan pada sore hari.
Perawatan
Perawatan tanaman tomat dalam pot atau polybag lebih mudah karena kesehatan setiap tanaman lebih terkontrol dan penularan penyakit lewat akar dapat dihindari. Beberapa perawatan rutin yang perlu dilakukan sebagai berikut :
Periksa tanaman setiap hari, terutama dari hama dan penyakit. Bila dijumpai ada hama, ambil dan matikan hama tersebut dengan cara dijepit. Bila ada tanaman yang layu cabut dan buang saja medianya supaya tidak menular ke tanaman yang lain.
Bila tanaman kelihatan kurang subur, tambah pupuk kandang atau kompos yang telah matang.
Bila tanaman sudah tumbuh besar beri turus/pasak untuk membantu tegaknya tanaman tersebut.
Jangan biarkan media tanam terlalu kering, siramlah tanaman secara rutin, minimal 1 kali sehari. Perhatikan kadar air dalam media tanam jangan terlalu basah juga.
Panen
Budidaya Tomat dalam Pot atau Polybag dalam waktu relatif singkat sekitar 3 bulanan sudah dapat kita petik hasilnya.
Untuk wilayah Tembilahan, jika anda ingin mencoba membudidayakan tomat di dalam pot atau polybag dan tidak ingin repot harus menyemai dari biji, kami menyediakan benih unggul muda yang sudah tumbuh dengan baik di dalam polybag. Hubungi kami di nomer 0812-6759-2765, hanya SMS.
Budidaya Jaboticaba si Anggur Batang
detikriau.org – Tahukah kamu tanaman buah yang dinamai jaboticaba?, buah tanaman ini mirip seperti anggur dan harga per kilonya mencapai Rp 100 ribu. Jabotica mampu tumbuh dengan baik di daerah tropis serta menjanjikan sebagai varietas buah andalan Indonesia.
Berbeda dengan anggur, tanaman ini memiliki batang yang punya banyak cabang serta bunga lebih mirip dengan buah jambu biji. sedangkan daging buahnya berwarna putih yang mirip dengan warna lemak.
Saat buah matang, kulit buah tampak ungu pekat mendekati hitam. Dengan kulit tipis dan kencang.
Saat buah masih muda. Warnanya hijau terang dengan buah yang menempel di batangbatang pohon jaboticaba. Makanya, oleh para pembudidaya jaboticaba, buah ini kerap disebut sebagai anggur batang atau anggur brasil.
Dari sisi rasa, buah ini memiliki keunikan, ada rasa asam, manis, segar dengan perpaduan rasa buah anggur, alpukat hingga rasa mirip buah leci.
Selain memiliki bentuk pohon dengan banyak cabang yang indah dilihat serta rasa yang segar, jaboticaba juga memiliki manfaat bagi kesehatan. Antara lain, antipenuaan serta memiliki antioksidan yang tinggi yang bisa membunuh sel kanker.
Bibit buah anggur batang ini diperjualbellikan dengan harga Rp 200.000 untuk ukuran 60 cm per pohon.
Dalam pertumbuhannya, jaboticaba termasuk pohon yang lambat tumbuh, apalagi bila menanam dari biji. Umur satu tahun, tinggi pohon ini hanya sejengkal saja. Ini pula yang membuat harga jaboticaba mahal. jaboticaba dengan tinggi lebih dari 3 meter bisa dijual seharga Rp 15 juta.
Bibit jaboticaba termurah Rp 30.000 untuk bibit setinggi 40 cm-50 cm dan termahal Rp 1,5 juta untuk pohon setinggi 2 m.
Jaboticaba termasuk tanaman kuat. Namun, ia membutuhkan waktu yang lama untuk tumbuh dan berbuah. Upaya mempersingkat pembuahan dilakukan dengan cara stek dari minimal delapan tahun menjadi tiga tahun saja.
Jaboticaba merupakan tanaman yang baru menghasilkan buah setelah delapan tahun ditanam dari bijinya. Meski pertumbuhannya tergolong sangat lambat, jaboticaba termasuk tanaman yang gampang perawatannya.
jaboticaba bisa ditanam dalam drum atau pot besar untuk koleksi tanaman buah. Pohon ini dapat hidup dan berbuah di daerah panas hingga dataran tinggi.
Jika tanaman sudah dewasa, cukup diberi perangsang pembungaan atau inisiasi serta memperbanyak penyiraman pada bagian batang pohon. Saat jaboticaba berbuah, pohon akan terlihat indah karena buahnya menempel pada setiap batang pohon dengan jumlah yang sangat banyak.
Tanaman ini dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di daerah dengan ketinggian antara 0 -1.000 meter di atas permukaan laut. Anggur batang ini membutuhkan sinar matahari langsung atau daerah yang agak ternaungi. Tanah tempat tumbuh anggur batang juga harus gembur, berdrainase baik, memiliki pH antara 5,5 hingga 6,5. Tanaman ini toleran terhadap angin tapi tidak terhadap udara asin di laut.
Biji jaboticaba akan tumbuh menjadi tunas baru setelah satu bulan penanaman. Media pot yang disarankan adalah dua bagian pasir kasar dan satu bagian kompos.
Jaboticaba dapat juga diperbanyak dengan stek. Jaboticaba stek akan berbuah dalam waktu tiga tahun. Sedangkan tanaman yang diperbanyak lewat biji baru bisa berbuah setelah delapan sampai 15 tahun.
Satu-satunya hama yang menyerang jaboticaba adalah kutu daun yang akan membuat daun keriting. Meski tak akan membuat tanaman mati, daun keriting akan mengurangi keindahan. Kutu ini hanya menyerang jaboticaba berusia di bawah 1,5 tahun. Menanggulanginya cukup dengan penyemprotan pestisida.
Daun keriting dirontokan itu agar kutu daun tidak menyebar. Setelah dua pekan, daun baru akan tumbuh. (*)
Daripada Beli, Yuk Budidayakan Sendiri Cabai Rawit di Pekarangan Rumah. Ini Caranya
Cabai Rawit merupakan salah satu jenis bumbu masak yang sudah sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia bahkan dunia. Cabai rawit sangat di gemari baik sebagai bumbu masak maupun sebagai lalapan yang disandingkan dengan gorengan.
Cabai rawit memiliki nilai ekonomis tinggi. Harga perkilo selalu berada pada kisaran Rp 30 – Rp 40 ribuan. Bahkan saat pasokan berkurang, harga mampu melonjak hingga Rp 100 ribu per kilonya.
Harga yang relatif tinggi untuk tumbuhan anggota genusCapsicum ini kerap membuat ibu-ibu kelimpungan. Padahal untuk membudidayakannya tidak terlalu sulit. Hanya dengan memiliki lahan sempit, hanya dengan juimlah beberapa batang, bumbu pedas untuk kebutuhan rumah tangga sudah bisa terpenuhi. Yuk mencobanya…..
CARA BUDIDAYA SKALA RUMAHAN
Persemaian
Siapkan 3-5 lembar tissue di sebuah nampan kemudian basahi dengan air secukupnya, kemudian teberkan benih/biji cabe di atas kertas tissue tersebut, kemudian taruh ditempat lembab, usahakan agar tissue tetap kering dalam keadaan lembab. Biarkan selama 3-4 hari atau sampai benih berkecambah.
Pindahkan benih yang sudah berkecambah ke tray penyemaian atau polybag kecil, dengan memberikan tiap lubang satu benih. Kemudian ditaruh ditempat yang terlindung dari hujan langsung selama 4-5 minggu.
Penyiapan lahan
Siapkan tanah dan pupuk kandang atau kompos, diaduk rata. Kemudian dimasukkan kedalam polybag atau kaleng. Siram sampai basah.
Penanaman
Penanaman dilakukan pada bibit yang sudah berumur 4-5 minggu atau sudah memiliki 5 helai daun, setiap polybag diisi satu bibit, pemindahan secara hati-hati jangan sampai akar atau daunnya rusak.
Pemeliharaan
Penyulaman dilakukan pada tanaman yang tidak sehat pertumbuhannya atau mati, ganti dengan bibit baru yang sehat dan bagus tetapi umurnya sama. Penyulaman dilakukan pada waktu 1-2 minggu setelah tanam.
Pemberian ajir dilakukan 1-2 minggu setelah pindah tanam, ajir adalah penyangga tanaman agar nanti setelah besar tidak roboh, ajir terbuat dari bamboo sepanjang 100 cm, ditancapkan sedalam 20-30 cm, ditancapkan dengan posisi miring keluar. Setelah lebih dari setengah bulan tanaman diikat ke ajir. Jarak ajir dengan tanaman adalah 10 cm.
Pewiwilan semua tunas air (tunas yang keluar dari ketiak daun dibawah cabang pertama diwiwil atau dipotek, begitu juga dengan bunga pertama dan kedua pada cabang pertama juga diwiwil, sedangkan bunga dan cabang selanjutnya dipelihara.
Pengendalian Hama dan Penyakit dilakukan bila perlu saja, yaitu jika terlihat gejala adanya serangga atau penyakit. Untuk tindakan preventif disemprotkan pestisida seminggu sekali.
Penyiangan dilakukan setiap ada gulma yang tumbuh, jadi seperlunya saja.
Pemupukan dilakukan pada minggu ke-2, 4, 6 dan 8. Letakkan disekitar tanaman dalam bentuk lingkaran.
Penyiraman dilakukan seperlunya saja semakin besar tanaman maka semakin sering disiram apalagi kalau tanaman sudah berbuga dan bebuah.
Pemanenan
Panen pertama dapat dilakukan mulai 9 minggu setelah tanam , selanjutnya dilakukan pemanenan setiap 5-7 hari sekali.
Sumber: petanirumahan.com
Sumber Pangan, Jangan Telantarkan Pekarangan Rumah
Hampir disetiap rumah memiliki pekarangan, walau kadang hanya beberapa meter persegi. Selama ini, kebanyakan masyarakat tidak memanfaatkannya dengan baik. Bahkan ada yang menelantarkannya dan menjadikan rumah menjadi kurang asri dan terkesan gersang. Padahal jika dikelola dengan penataan yang baik, lahan sempit ini akan memberikan manfaat yang banyak bagi penghuninya.
Pada sebagian kalangan masyarakat berkembang opini untuk bisa hidup sehat pasti diperlukan biaya yang tidak sedikit karena tubuh memerlukan berbagai macam asupan gizi.
Namun tidak demikian halnya bagi orang yang mau berbuat, tahu bagaimana cara berbuat dan bagaimana berusaha memanfaatkan apa yang dimiliki, tentunya opini tersebut dapat dipatahkan. Kunci murah dan mudah untuk dapat hidup sehat sangatlah sederhana jika setiap orang mau meluangkan waktu untuk melakukan pengelolaan cukup hanya di pekarangan rumah dalam ukuran terbatas.
Pemanfaatan lahan pekarangan rumah merupakan salah satu alternatif untuk mewujudkan kemandirian pangan dalam rumah tangga, kenapa bisa demikian? Karena dengan kegiatan ini sudah barang tentu masyarakat akan menjadi terbiasa dan terdidik untuk memanfaatkan potensi yang ada walau hanya sejengkal tanah, soal kebutuhan pangan dan gizi keluarga tidak perlu dipusingkan lagi, pendapatan keluarga juga akan bertambah.
Bagi rumah tangga yang mempunyai pekarangan luas khususnya dipedesaan pekarangan akan lebih mudah dikembangkan dan dimanfaatkan seperti untuk bercocok tanam, beternak, dan membuat kolam ikan. Namun masyarakat perkotaan lahan pekarangan tentunya relative sempit bahkan tidak ada sama sekali.
Untuk lahan sempit, masyarakat dapat menerapkan sistim TABULAPOT (tanaman Buah/bumbu dalam pot). Bila hal ini dapat kita lakukan dan mengaturnya sesuai dengan penataan eksterior tentunya pekarangan rumah akan tampak asri dan juga bermanfaat untuk upaya diversifikasi pangan dan gizi yang secara langsung dapat berkontribusi mewujudkan ketahanan pangan dan meningkatkan kualitas kesehatan. Pemilihan komoditi yang akan di kembangkan tentunya harus juga mempertimbangkan pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi keluarga serta pengembangannya secara komersial berbasis kawasan.
Sungguh besar arti dan manfaat untuk kebutuhan dan kelangsungan hidup kita jika pekarangan sekitar kita dapat kita manfaatkan. Berikut fungsi dan manfaat pekarangan yaitu :
Pemenuhan gizi keluarga : ada beberapa tanaman, ternak dan ikan yang dapat dipelihara di pekarangan dan menghasilkan makanan yang dibutuhkan keluarga. Seperti umbi-umbian sebagai sumber vitamin, sedangkan ternak dan ikan sebagai sumber protein dan lemak.
Sebagai lumbung pangan : hasil dari usaha pekarangan dapat diambil sewaktu-waktu dan tidak ada musim pacekliknya.
Apotik hidup : pekarangan dapat ditanami berbagai tanaman obat yang berkhasiat, jika anggota keluarga sewaktu-waktu sakit dapat ditanggulangi sementara dengan obat yang ada di pekarangan.
Menambah penghasilan : pekarangan yang dikelola dengan baik, hasilnya dapat dijual sebagai sumber pendapatan keluarga karena banyak komoditas tidak membutuhkan lahan yang luas untuk membudidayakannya.
Menghasilkan bahan bangunan : jenis tanaman pohon seperti bambu, kelapa, nangka dan tanaman lainnya yang ditanam di pekarangan dapat dijadikan bahan bangunan dan kerajinan rumah tangga.
Sebagai tempat rekreasi keluarga : pekarangan yang ditata dan dirawat secara teratur akan memberikan keindahan dan rasa tentram bagi orang yang melihatnya serta membuat kita betah tinggal di rumah.
Begitu besar fungsi dan manfaat pekarangan jika dikelola dengan baik, mari manfaatkan pekarangan anda kalau belum yuk mulai sekarang tidak ada kata terlambat.