Pakan Lele Pabrikan Mahal, Begini Cara Membuat Sendiri Pakan Alternatif

Foto ilustrasi: tabloidpeluangusaha.com

detikriau.org – Untuk menambah penghasilan keluarga, tidak sedikit masyarakat yang mencoba peruntungan dengan membuka usaha ternak, termasuk ternak ikan lele. ikan yang cukup banyak digemari ini sangat mudah untuk dibudidayakan dan memiliki pertumbuhan yang relatif cepat. sayangnya tidak semua peternak mampu bertahan dan akhirnya gulung tikar. Faktor utamanya kerap disebabkan harga pakan yang relatif mahal.

Untuk menjawab kendala ini, tentu tidak ada salahnya kita mengetahui bagaimana cara membuat pakan alternatif sebagai pengganti pelet buatan pabrik.

alamtani.com mengabarkan, terdapat dua tipe pakan alternatif yang akan dipaparkan di sini, yakni pakan dari bahan-bahan utama dan pakan yang memanfaatkan bahan sisa-sisa.

Pakan dari bahan utama dibuat dari bahan-bahan yang memiliki kandungan nutrisi sesuai dengan kebutuhan ikan lele. Sedangan pakan tambahan didapatkan dari bahan-bahan organik sisa atau yang harganya murah dan ketersediaanya melimpah.

Kandungan nutrisi pakan

Pakan lele yang baik harus memenuhi rasio pemberian pakan dengan penambahan bobot tubuh kurang dari satu (Feed Conversion Ratio/FCR>1). Artinya, setiap pemberian pakan sebanyak 1 kg akan menambah bobot tubuh sebanyak 1 kg. Jadi semakin kecil rasio FCR-nya, semakin baik pakannya.

Penyediaan pakan lele untuk pakan utama harus memiliki kandungan nutrisi yang lengkap. Pakan tersebut harus mengandung protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral. Protein berfungsi sebagai sumber energi utama. Jenis ikan karnivora semacam lele membutuhkan protein yang tinggi yaitu lebih dari 35% dari berat pakan.

Lemak dibutuhkan sebagai sumber energi tambahan penting. Selain sebagai sumber energi, lemak sangat penting untuk kelangsungan hidup ikan, melarutkan beberapa jenis vitamin dan menjaga keseimbangan daya apung ikan dalam air. Penambahan lemak pada pakan juga mempengaruhi rasa dan mutu pakan. Lele membutuhkan lemak dengan kadar 4-5 persen dari berat pakan. Kadar lemak tidak boleh berlebihan karena bisa menyebabkan penimbunan lemak pada usus dan hati ikan, sehingga ikan jadi kurang nafsu makannya.

Karbohidrat terdiri dari senyawa serat kasar dan bahan bebas tanpa nitrogen. Fungsi utama karbohidrat adalah sebagai sumber energi. Selain berfungsi sebagai nutrisi, karbohidrat juga bisa menjadi bahan perekat dalam pembuatan pakan lele. Kandungan karbohidrat pada pakan lele sebaiknya ada pada kisaran 4-6 persen.

Vitamin merupakan zat organik yang dibutuhkan ikan dalam jumlah kecil, namun peranannya sangat vital. Perannya untuk mempertahankan kondisi dan daya tahan tubuh. Vitamin umumnya tidak dapat disintesis oleh tubuh ikan, jadi harus dipenuhi dari luar atau pakan. Kebutuhan vitamin akan menurun seiring dengan pertumbuhan besar ikan.

Satu lagi yang dibutuhkan dalam jumlah kecil namun penting, yakni mineral. Mineral ini memainkan peran penting dalam membangun struktur tulang ikan dan dalam fungsi metabolisme. Mineral terdiri dari makromineral dan mikromineral. Makromineral yang terkandung dalam tubuh ikan diantaranya kalsium (Ca), magnesium (Mg), natrium (Na), kalium (K), fosfor (K), klorida (Cl) dan sulfur (S). Sedangkan mikromineral antara lain besi (Fe), seng (Zn), mangan (Mn), tembaga (Cu), iodium (I), kobalt (Co), nikel (Ni) fluor (F), krom (Cr), silikon (Si) dan selenium (Se).
Membuat pakan lele alternatif

Pakan alternatif pengganti pelet bisa kita buat dari berbagai bahan. Kandungan utama pelet yang paling dominan adalah tepung ikan. Tepung ikan digunakan karena kandungan proteinnya yang tinggi dan gizi lainnya. Namun harga tepung ikan ini mahal, oleh karena itu kita bisa mencampurnya dengan bahan-bahan lain yang lebih murah tanpa mengurangi kandungan protein yang ada.

Pakan lele alternatif yang kita buat harus disesuaikan dengan kebutuhan standar ikan lele untuk tumbuh dan berkembang dengan baik dan cepat (lihat kembali tabel di atas). Untuk itu, ada banyak bahan alternatif yang bisa kita dapatkan, sebaiknya yang menjadi acuan adalah kandungan protein. Berikut tabel berbagai bahan beserta kandungannya dalam satuan persen (%):

Bahan Protein Lemak
Tepung Ikan 62.99 8.4
Tepung Kedelai 36,6 14.30
Bungkil Kelapa 18.46 15.73
Tepung Jagung 10.40 0.53
Dedak Halus 15.58 6.8
Tepung Tapioka 2.6 2.6

Misalnya, kita ingin membuat pakan lele dari campuran 50 kg tepung ikan (kandungan protein 62,9%) dengan 50 kg dedak halus (15,58%), apakah campuran tersebut memenuhi kebutuhan protein ikan lele?

Jumlah protein dalam tepung ikan = 62,9% x 50 kg = 31,45 kg
Jumlah protein dalam dedak halus = 15,58 x 50 kg = 7,79 kg
Jumlah total protein dari tepung ikan dan dedak halus = 39,24 kg
Artinya dari total berat bahan baku 100 kg didapat protein 39,24 kg atau 39,24% dari adonan tersebut adalah protein. Hal ini mencukupi untuk pakan lele dimana minimal tersedia kandungan protein kasar sebanyak 30%.
Untuk memperkaya kandungan nutrisi, kita bisa menambahkannya dengan berbagai vitamin ikan yang tersedia di pasaran.

Membuat pakan lele tambahan

Disebut pakan tambahan karena tujuannya untuk melengkapi pemberian pakan utama. Kandungan nutrisi pada pakan lele tambahan tidak bisa ditakar dengan tepat. Namun kandungannya masih bisa kita kira-kira. Pemberian pakan lele tambahan dalam budidaya lele intensif bisa menekan biaya pengeluaran pakan, sehingga peternak bisa menikmati keuntungan yang lebih besar. Bahan-bahan berikut disarikan dari pengalaman-pengalaman para peternak lele.
a. Limbah peternakan unggas

Beruntung bagi peternak yang lokasinya dekat dengan peternakan unggas (ayam atau puyuh). Peternakan unggas biasanya menghasilkan limbah berupa ayam mati dalam jumlah yang kontinyu. Limbah tersebut bisa kita gunakan untuk pakan lele. Karena ikan lele pada hakikatnya adalan hewan karnivora.

Bangkai ayam atau puyuh sebaiknya tidak diberikan begitu saja untuk menghindari terjangkitnya penyakit pada ikan. Bangkai harus dibersihkan terlebih dahulu bulu dengan cara direbus. Selain menghilangkan bulu, proses perebusan berfungsi untuk membunuh bibit penyakit yang mungkin terkandung dalam bangkai. Perebusan bisa dilakukan dalam drum-drum besar.

Setelah direbus diamkan bangkai tersebut sampai dingin, lalu berikan pada ikan lele pada hari yang sama. Pakan diberikan dengan cara digantung dan celupkan pakan dalam air kolam. Setelah habis angkat kerangka yang tersisa jangan sampai menjadi residu dalam kolam.

b. Keong mas atau bekicot

Disebagian tempat, keong mas merupakan hama bagi petani padi. Kita bisa memanfaatkan daging keong yang kaya protein untuk pakan lele tambahan. Keong mas mudah ditemukan di daerah pesawahan. Cara mengumpulkannya pun mudah, apalagi kalau tempat kita ada di pedesaan. Tinggal pasang plang, terima keong mas lalu nego, beres urusan.

Sama seperti bangkai unggas, keog mas hendaknya tidak diberikan secara langsung. Rebus terlebih dahulu keong mas atau bekicot dalam air mendidih selama beberapa menit. Perebusan ini fungsinya untuk mengempukan daging, memudahkan pelepasan cangkang, dan membunuh bibit penyakit yang tidak dikehendaki. Setelah direbus, lepaskan cangkangnya dengan cara dicukil menggunakan garpu. Kemudian, daging keong didinginkan dan dicincang kecil-kecil.

c. Belatung

Belatung (maggot) merupakan sumber protein yang baik buat ikan lele. Belatung dihasilkan dari lalat. Ada beberapa jenis belatung yang cocok untuk dijadikan, salah satunya dari lalat black soldier fly (Hermetia illucens). Mengapa black soldier fly? Karena belatung ini memiliki kandungan protein kasar hingga 40% dan menurut penelitan BBPBAT cocok untuk pakan lele tambahan.

Untuk membiakkan belatung ini cukup sediakan ember, daun pisang, ampas tahu, sisa ikan asin dan bisa ditambahkan kotoran ayam. Caranya masukkan ampas tahu sebagai bahan utama kedalam ember, lalu tambahkan air bersih dan aduk hingga rata. Kemudian tambahkan ikan asin dan kotoran ayam, lalu tutup permukaannya dengan daun pisang kering agar lalat black soldier fly mau bertelur. Tempatkan ember ditempat teduh dan terlindung dari air hujan.

Setelah kira-kira 3 minggu atau bisa saja kurang dari itu, belatung sudah siap dipanen. Caranya campurkan air pada media kultur, lalu saring untuk memisahkan media kultur dari belatung. Belatung siap diberikan sebagai pakan lele. Untuk bahan baku media kultur sebanyak 100 kg kira-kira akan dihasilkan belatung 60 kg. Perhatikan, jangan menyimpan belatung segar terlalu lama karena bisa berubah menjadi lalat.

d. Ikan rucah

Bagi para peternak yang lokasinya berdekatan dengan tempat pelelangan ikan, opsi ini bisa menjadi pilihan yang efektif. Ikan rucah atau ikan sisa tangkaapan yang kecil-kecil yang tidak dikonsumsi manusia biasanya dijual dengan harga murah. Ikan ini bisa kita manfaatkan untuk pakan lele tambahan.

Ikan rucah biasanya tidak banyak mengandung tulang atau duri. Bagi ikan rucah seperti ini tidak memerlukan pengolahan terlebih dahulu. Bisa langsung dicincang dan diberikan pada lele. Namun bagi ikan yang banyak mengandung tulang atau duri, sebaiknya direbus dahulu.




Bisnis Rumahan Modal Kecil. Beternak Kelinci Bisa jadi Peluang Menjanjikan

foto: arsip/ detikriau.org

Detikriau.org – Tertarik menjajal usaha ternak baru dan berbeda dengan modal kecil? Kenapa tidak coba peluang usaha ternak kelinci. Hewan ternak satu ini terbilang potensial, dan sangat mungkin untuk dikembangkan pada lahan terbatas, bahkan di pekarangan rumah sekalipun. Ini dapat menjadi peluang bisnis rumahan atau usaha sampingan dengan modal usaha kecil namun menguntungkan.

Beternak kelinci tidaklah sulit. Asalkan kebersihan kandang terjaga dengan baik dan pemberian pakan dalam jumlah mencukupi, hewan pengerat ini akan berkembang dengan pesat. Disamping banyak dipelihara sebagai hewan hias, daging kelinci yang gurih dan lezat kini semakin banyak digemari.

Diusia 5 bulan, kelinci betina sudah mulai bisa berproduksi dengan baik dengan jumlah anakan 4-12 ekor dalam satu kali proses kelahiran.

Dalam setahun, kelinci betina bisa berproduksi lima hingga enam kali karena hewan ternak satu ini memiliki rahim ganda. Namun untuk menjaga kesehatan indukan, sebaiknya tidak terlalu dipaksa. Empat kali produksi sudah mencukupi. Proses kehamilan kelinci hingga melahirkan memerlukan waktu 29 – 32 hari.

Cara Beternak Kelinci

1.  Persiapan kandang kelinci

Kandang adalah syarat utama dalam dunia usaha peternakan, Sebelum kita membuat kandang, Hal utama yang perlu diperhatikan adalah lokasi.

Lokasi tempat pembuatan kandang harus jauh dari keramaian, Bebas dari asap atau polusi udara, memiliki sirkulasi udara yang baik, serta terkena sinar matahari secara langsung. Sedangkan suhu udara yang ideal untuk ternak kelinci sekitar 21 derajat celcius.

Untuk ukuran kandang bisa disesuaikan dengan padatnya bibit, Misalnya untuk ukuran 200 x 70 x 70 cm, cukup untuk diisi 12 ekor kelinci betina, Atau 10 ekor untuk kelinci jantan. Atau bisa juga dikandangakan persatuan dengan ukuran 40x70x70. Untuk kandang kelinci betina langsung disediakan kotakan sebagai tempat melahirkan anak.

Kandang bisa dibuat menggunakan material seperti bambu,kayu, kawat atau besi. Penempatan kandang harus terhindar dari binatang predator lain, Seperti tikus, kucing atau anjing.

2. Pemilihan bibit

Contoh kandang indukan. Foto: Arsip detikriau.org

Pilihlah bibit yang berkualitas agar dapat melahirkan banyak anak, Jangan lupa pilih bibit yang masih muda serta produktif.

Ciri-ciri bibit yang mempunyai kualitas bagus adalah;

– Bibit tidak cacat fisik
– Tidak nervous dan bulunya halus
– Warna tidak kusam
– Lincah dan aktif bergerak
– Serta mata bersih dan terawat.

Catatan: Jika memungkinkan, carilah bibit dari peternak setempat. biasanya kelinci hasil ternakan lokal sudah adaktif dengan lingkungan dan relatif lebih tahan penyakit dan tidak mudah stres.

Butuh bibit kelinci ternakan lokal Tembilahan ?. kontak ke nomor ini: Hanya pesan WA: 0822 6823 1086

3. Pemberian pakan

Pakan kelinci di habitat aslinya berupa rerumputan serta sayur-sayuran seperti; Wortel, kangkung, atau hijauan lainya, Tapi jika kita budidaya kelinci bisa kita berikan makanan campuran berupa pelet khusus kelinci.

Pemberian pakan berupa pelet bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan, dan pembetukan daging. Makanan bisa diberikan 2 kali sehari pagi dan sore, Dengan cara pagi kita berikan pelet, dan sore harinya kita berikan sayuran, atau sebaliknya, Jangan lupa selalu sediakan air minumnya.

Untuk kota Tembilahan, harga pellet khusus kelinci relatif mahal. Harga eceran berkisar Rp 20 ribu – Rp 22 ribu perkilo. Tingginya harga pakan pellet ini tentu akan memperbesar biaya produksi.

Untuk menghemat, pellet bisa dibuat sendiri. Campuran konsentrat dan ampas tahu dengan perbandingan 1:2, berdasarkan pengalaman penulis mampu memenuhi nutrisi kelinci. Saat ini harga konsentrat Rp 8 ribu perkilo sedangkan ampas tahu hanya dikisaran Rp 1000 per kilo. Artinya untuk biaya pakan pengganti pellet hanya membutuhkan biaya kurang lebih Rp 3.300 per kilo.

4. Masa reproduksi (kembang biak)

Anakan kelinci anggora lokal usia 2 bulan. Foto: arsip detikriau.org

Setelah kelinci betina berusia 4-6 bulan dan kelinci jantan berusia 6-8 bulan, Kelinci sudah siap dikawinkan. Kelinci memasuki masa paling produktif ketika berumur diatas 1 tahun.

Jangan memaksakan kelinci kawin di usia muda , Karena akan merusak pertumbuhanya yaitu kelinci jantan biasanya akan berubah menjadi kerdil, Bahkan bisa mengakibatkan gagal hamil untuk kelinci betina.

Tanda-tanda kelinci betina mengalami birahi atau siap kawin adalah; Sering berlaku aneh yaitu menggosok-gosokkan dagunya pada bagian kandang, Sikapnya terlihat gelisah, nafsu makanya berkurang, kemaluanya terlihat bengkak serta berwarna merah.

– Proses mengawinkan kelinci

Mengawinkan kelinci ternyata harus ada ritualnya yaitu; Kelinci betina kita pindahkan kekandang kelinci jantan, jangan sampai terbalik ya, cara ini bertujuan supaya kelinci jantan lebih percaya diri.

Setelah kelinci betina sudah berada dalam kandang kelinci jantan, tunggu beberapa saat, biarkan kelinci bercumbu, dan melakukan perkawinan.

Setelah kelinci terlihat melakukan perkawinan pertama, angkat/pisahkan kelinci betina untuk istirahat selama 15 menit, kemudian masukkan lagi kelinci betina kekandang kelinci jantan, sampai kelinci betina sudah tidak mau dikawinkan lagi. Berarti proses perkawinan sudah selesai, dan kembalikan kelinci betina kekandangnya.

– Masa kehamilan

Setelah kita tahu cara mengawinkan kelinci, selanjutnya adalah cara mengetahui kehamilan kelinci. Seekor kelinci dapat kita ketahui positif hamil atau tidaknya adalah, perutnya mulai terlihat besar dan nafsu makan semakin meningkat.

Untuk memastikan bahwa kelinci sedang hamil yaitu, sekitar 2 minggu setelah proses perkawinan, kita bisa meraba perut kelinci betina, apabila terasa ada benjolan kecil dalam perutnya, berarti kelinci postif hamil.

Jika kita sudah mengetahui bahwa kelinci sedang hamil, kita harus menambah porsi makannya, tujuanya agar asupan makanan bayi kelinci dalam perut bisa terpenuhi.

Jangan lupa selalu menjaga kebersihan kandang, agar kelinci yang sedang hamil terhindar dari segala penyakit. Setelah memasuki usia kehamilan 3 ke 4 minggu, sebaiknya kita siapkan kandang kotak berukuran 60 x 30 x 15 cm.

Kandang kita beri alas dengan rumput kering atau kain bekas untuk proses melahirkan serta menyusui anakan.

Idealnya usia kehamilan kelinci adalah 29-32 hari dan akan melahirkan, yang bisa ditandai dengan kelinci terlihat mulai membuat sarang, Yaitu dengan mengumpulkan benda-benda yang ada disekitarnya, rermasuk mencabuti bulunya sendiri.

– Menjaga dan merawat anak kelinci

Anakan kelinci usia 1 hari. Foto: Arsip detikriau.org

Jika kelinci telah melahirkan, tugas selanjutnya adalah merawat serta menjaga anakan. Anak kelinci yang baru lahir biasanya tidak memiliki bulu, dengan mata terpejam dan asupan makananya adalah susu dari induknya.

Jika jumlah anak kelinci terlalu banyak, kita bisa menitipkan anaknya pada indukan lain agar disusui. Anak kelinci yang masih kecil harus berada pada tempat yang nyaman, dan selalu hangat.

Untuk memberikan makanan kelinci sebagai asupan gizi untuk anaknya jangan sampai telat, agar anak kelinci cepat tumbuh dan tetap sehat.

Kelinci potong bisa dipanen dan dipasarkan sekitar umur 3-4 bulan, langsung dijual pada pengepul atau ke restoran yang membuat olahan dari kelinci. Jika dikota kita belum tersedia rumah makan yang mneyediakan hewan kelinci, tentu ini juga akan menjadi peluang bisnis yang menarik. Daging kelinci sangat lezat, dengan tekstur daging yang lembut dan empuk.

Sumber: beternakkelinci.id    Editor: Amrul




Ayam Kampung Super, Bisnis Menjanjikan.

“Sudah bisa dipanen pada usia 55 – 60 hari dengan berat 0,9 – 1,1 Kg per ekor”

Foto ayam joper: net

Detikriau.org – Beternak ayam menjadi salah satu usaha yang cukup menjanjikan, terutama ayam kampung. Dengan harga jual yang relatif stabil menjadikan bisnis ini cukup banyak ditekuni masyarakat.

Khusus di Kota Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir, daging ayam kampung hidup secara borongan dihargai dikisaran Rp 50 Ribu per Kg. bahkan disaat hari-hari tertentu, seperti hari raya keagamaan, harganya bisa melonjak hingga dua kali lipat.

Namun meski dengan harga jual yang stabil, beternak ayam kampung dari DOC hingga siap panen membutuhkan waktu yang relatif panjang. Kondisi ini juga diperparah dengan kerabnya terjadi serangan hama penyakit yang bisa menjadi penyebab kematian ayam ternak secara serentak.

Mengatasi persoalan ini, berbagai inovasi coba dilakukan para peternak. Salah satu hasilnya, diperoleh jenis ayam kampung super atau kerap juga disebut Ayam Jawa Super (Joper).

Ayam Joper memiliki beberapa kelebihan. Diantaranya memiliki pertumbuhan yang cukup cepat. Ayam joper sudah dapat dipanen pada usia 55 – 60 hari dengan berat 0,9 – 1,1 Kg/ ekor.

Keunggulan lainnya, ayam joper juga relatif tahan terhadap serangan penyakit serta mempunyai rasa daging yang lezat dan padat jika dibandingkan dengan ayam broiler.

Apa saja langkah yang harus dilakukan bagi pemula untuk memulai beternak Ayam Kampung Super?   

Dilansir dari hobiternak.com, bagi pemula yang ingin menjalankan bisnis ternak ayam joper dapat memulai dengan mencari ilmu langsung pada sumbernya yaitu peternak. Di samping itu untuk memperkaya pengetahuan, tidak ada salahnya bila membaca buku cara beternak ayam kampung atau mencari referensi di internet. Bila memungkinkan, bisa magang atau bekerja terlebih dahulu pada peternak profesional untuk mengetahui seluk beluk budidaya ayam jenis ini dengan lebih detail.

Setelah mengetahui dasar-dasar beternak Ayam Kampung Super, kini saatnya kita menyediakan kandang yang akan digunakan untuk memelihara ayam. Perlu kita ketahui, bahwa fungsi kandang adalah tempat tinggal, tempat untuk mengasuh, membesarkan berkembang biak dan istirahat. Jadi diusahakan kandang dalam kondisi bersih, kering dan mendapat sinar matahari cukup. Untuk kandang DOC (umur 1 hari-4 minggu) diletakkan dalam boks yang mempunyai penghangat ruangan. Fungsi dari penghangat ruangan adalah untuk menghangatkan ayam dan menghindarkan ayam mati kedinginan.

Memilih bibit anak Ayam Kampung Super unggul

Setelah kandang kita persiapkan, maka tahap selanjutnya adalah memilih bibit ayam yang akan kita jadikan pedaging. DOC yang berkualitas ciri-cirinya berbadan tegap, tidak cacat, matanya jernih, bulunya halus dan mengkilat. Berat sekitar 40-50 gram/ ekor. Untuk DOC jantan biasanya berbadan lebih besar dibandingkan DOC betina. Untuk DOC ayam jantan lebih cenderung menjadi ayam pedaging sedangkan ayam betina bisa menjadi ayam petelur untuk ditetaskan.

Pemberian pakan dan minum

Setelah DOC sampai di kandang, beri kesempatan istirahat sekitar 30 menit. Setelah itu bisa diberikan minuman dari  satu sendok gula jawa yang dicampur dengan 200 ml air (satu gelas). Untuk DOC pakan yang digunakan berupa voer atau BR murni yang belum dicampur bahan pakan apapun. Setelah berumur 4 minggu barulah dapat diberikan bahan pakan tambahan misalnya dedak atau bekatul dalam jumlah yang tidak begitu banyak. Untuk suplemen bisa diberikan vitachic yang metode pemberiannya dengan cara dicampurkan dalam minumannya.

Berikut adalah tabel konsumsi pakan dengan target bobot ayam kampung super:

Umur 0-1 minggu jumlah pakan 10 gr/ ekor dengan target bobot 30 gr-60 gr.

Umur 1-2 minggu jumlah pakan 15 gr/ ekor dengan target bobot 60-100 gr.

Umur 2-3 minggu jumlah pakan 20 gr/ ekor dengan target bobot 100-160 gr.

Umur 3-4 minggu jumlah pakan 30 gr/ ekor dengan target bobot 150-250 gr.

Umur 4-5 minggu jumlah pakan 40 gr/ ekor dengan target bobot 250- 400 gr.

Umur 5-6 minggu jumlah pakan 50 gr/ ekor dengan target bobot 400-550 gr.

Umur 6-7 minggu jumlah pakan 60 gr/ ekor dengan target bobot 550-800 gr.

Umur 7-8 minggu jumlah pakan 75 gr/ ekor dengan target bobot 800-1100 gr.

Dengan pemberian pakan yang bernutrisi dan selalu terkontrol jumlah takarannya akan menunjang pertumbuhan dan perkembangan ayam. Jika pemeliharaan dilakukan hingga umur 2 bulan maka bobot ayam kampung super bisa mencapai 1,1 kg.

Pencegahan terhadap penyakit

Pada umumnya penyakit disebabkan oleh kondisi kandang yang kurang terjaga kebersihannya. Bisa juga diakibatkan merebaknya wabah penyakit disuatu tempat dan menular hinggar ke peternakan yang lain. Untuk itu perlu antisipasi berupa pemberian vaksinasi yang diberikan secara berkala dan tidak kalah pentingnya yaitu rutin membersihkan kandang termasuk tempat pakan ayam joper atau ayam jawa super dan minum, ayam yang sakit harus segera dikarantina agar tidak menular ke ayam yang lain.

Penanganan masa panen

Ayam kampung super dapat dipanen pada umur 55- 60 hari. Ayam pada umur 6 minggu sudah berbobot 0,9-1,1 kg per ekor. Berat badan ayam mencapai bobot maksimal karena perawatan yang intensif. Jika pemeliharaan dengan cara tradisional maka bobotnya tidak mencapai bobot maksimal. Untuk itu bila kita ingin melakukan pembesaran, budidaya yang tepat adalah dengan cara intensif./*




Tongkol Jagung Sebagai Pakan Ternak, Mampu Tingkatkan Bobot Badan Sapi Sebesar 0,88 Kg/ Hari

Detikriau.org – Jagung merupakan salah satu komoditi yang banyak dihasilkan dihampir seluruh wilayah Indonesia. Selama ini, pemanfaatn hasil produksi jagung hanya terkonsentarasi pada biji, sedangkan tongkol buah menjadi limbah. Padahal tongkol buah yang juga biasa disebut janggel jagung ini bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

Pengolahan limbah jagung untuk pakan ternak tersebut yaitu dengan cara mengolah tongkol jagung dengan cara di fermentasi. Tongkol jagung digiling atau cacah sehingga ukurannya menjadi lebih kecil sehingga mudah dicerna oleh ternak. Kemudian tongkol jagung giling atau cacah itu difermentasi secara aerob dengan menggunakan larutan stater (Tricoderma). Proses fermentasi berlangsung selama 3 hari dan selanjutnya tongkol jagung hasil fermentasi dapat diberikan kepada ternak.

Baca lebih lanjut …….




Sukses Budidaya Cabai Merah di Lahan Gambut, Ini Caranya

Foto: net

Detikriau.org – Cabai (Capsicum annum L) merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak dibudidayakan oleh petani di Indonesia karena memiliki harga jual yang tinggi  dan memiliki beberapa manfaat kesehatan yang salah satunya adalah zat capsaicin yang berfungsi dalam mengendalikan penyakit kanker. Selain itu kandungan vitamin C yang cukup tinggi pada cabai dapat memenuhi kebutuhan harian setiap orang, namun harus dikonsumsi secukupnya atau tidak berlebihan untuk menghindari nyeri lambung.

Tanaman cabai merah merupakan tanaman yang memiliki kemampuan beradaptasi dengan baik. Cabai dapat ditanam didaerah dataran tinggi hingga dataran rendah. Karena adaptasi yang baik ini, cabai juga dapat tumbuh dengan subur dilahan gambut.

Tanah gambut sendiri merupakan tanah yang terbentuk oleh hasil pembusukan tidak sempurna dari bahan organik yang umumnya terdiri dari sisa-sisa tanaman (kompos). Pembusukan yang kurang sempurna ini diakibatkan oleh tingginya kadar asam di area tersebut. Tanah gambut ini biasanya ditemukan didaerah hutan yang tergenang air seperti rawa-rawa.

Karena kadar asam yang tinggi serta proses pembususkan yang kurang sempurna inilah yang menyebabkan tanah gambut kurang subur untuk dijadikan lahan pertanian.

Namun manusia diciptakan dengan kecerdasan yang mampu digunakan untuk mengatasi berbagai permasalahan. Tanah gambut yang kurang subur ini ternyata bisa disiasati agar bisa menjadi lahan pertanian.

Agar tanaman cabai merah dapat tumbuh baik dilahan gambut perlu dilakukan beberapa persiapan;

Baca lebih lanjut disini …..

 

 

 

 




Budidaya Sayuran di Dataran Rendah Ternyata Lebih Menjanjikan

foto net

detikriau.org – Banyak orang mengira bahwa budidaya tanaman sayur hanya bisa dilakukan di dataran tinggi saja. Ternyata, perkiraan itu salah. Saat ini sayuran yang biasanya dibudidayakan di dataran tinggi juga bisa dibudidayakan di dataran rendah, seperti sawi, kubis, slada, kembang kol, dan jagung manis sudah banyak dibudidayakan di dataran rendah dengan ketinggian 5 sampai 200 meter dpl. Hal ini memberikan angin segar bagi para petani yang memiliki lahan di daerah dataran rendah.

Budidaya sayur di dataran rendah ternyata menghasilkan sayur yang kualitasnya lebih baik, sayuran bisa lebih manis, lebih segar, dan kandungan airnya juga tidak terlalu banyak. Disamping itu daya tahan sayur juga lebih lama, sehingga meminimalisir busuknya sayur sebelum dipanen dan tentunya harga jual sayur juga lebih tinggi.

Berminat untuk mengetahui. Baca lebih lanjut …….