Eceng Gongok Solusi Pakan Ternak Lele Tanpa Modal

eceng gondo. Foto: Net

Detikriau.org – Lele merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang memiliki tingkat pertumbuhan yang cepat, belum lagi ikan yang memiliki tubuh licin, agak pipih memanjang, serta memiliki “kumis” ini cukup digemari masyarakat. Kuliner yang menyajikan jenis panganan ini pun kian banyak diperjual-belikan. Dampaknya, pemasaran untuk jenis ikan yang satu ini bukanlah perkara sulit termasuk harga jual yang relatif stabil.

Saat ini cukup banyak masyarakat yang mencoba membudidayakannya sebagai salah satu sumber penghasilan keluarga. Hanya saja, ikan lele termasuk ikan yang rakus dan berakibat membutuhkan jumlah pakan yang banyak.

Dengan harga pakan yang terbilang cukup mahal, peternak tentunya harus mampu untuk mensiasati agar mendapatkan untung yang memuaskan sebagai tujuan utama dari beternak ikan lele.

Teknik pengolahan pakan alternatif dengan memanfaatkan tumbuhan gulma “eceng gondok” berikut ini patut menjadi sebuah alternative penghematan pakan bagi masyarakat yang ingin membudidayakan ikan lele.

Simak video tutorial berikut ini:

https://youtu.be/7xapA4z-Kss




Cara Praktis Membuat Sendiri Sekam Bakar Untuk Media Tanam

sekam bakar untuk media tanam. Foto: Net

detikriau.org – Arang sekam banyak dimanfaatkan oleh para petani sebagai media penggembur tanah, media tanam, media persemaian dan bahan pupuk kompos. Arang sekam dibuat dengan cara proses pembakaran tak sempurna (parsial) dari sekam padi. Bahan yang digunakan dalam pembuatan arang sekam bisa anda dapatkan dengan mudah apabila anda berada di daerah dekat tempat penggilingan padi.

Arang sekam berfungsi untuk memperbaiki struktur fisik, kimia dan biologi di dalam tanah. Arang sekam mampu meningkatkan porositas tanah sehingga tanah menjadi gembur dan mampu menyerap nutrisi dengan baik. Tanah yang gembur menjadi media tumbuh organisme hidup yang berguna bagi tanaman seperti cacing tanah, serta tidak membawa microorganisme patogen karena relatif steril akibat proses pembakaran.

Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa arang sekam bakar mampu berperan sebagai absorban, yang berfungsi menekan jumlah mikroba patogen dan logam berbahaya dalam kompos, sehingga menghasilkan tanah yang bebas dari penyakit dan zat kimia berbahaya. Sifatnya yang ringan dan mudah dibersihkan dari sampah membuat arang sekam banyak digunakan oleh masyarakat perkotaan sebagai media tanam tanaman hias.

Berikut cara praktis yang bisa dicontoh untuk membuat sekam bakar. Simak Video tutorial berikut ini :

 




Mengenal Ikan Gurame dan Cara Budidayanya Mulai Pembenihan Hingga Pembesaran

Foto: Net

detikriau.org — Gurame merupakan jenis ikan konsumsi air tawar, bentuk badan pipih lebar, bagian punggung berwarna merahsawo dan bagian perut berwarnakekuning-kuningan/ keperak-perakan.

Ikan gurame merupakan keluarga Anabantidae, keturunan Helostoma dan bangsa Labyrinthici. Ikan gurami berasal dari perairan daerah Sunda (Jawa Barat, Indonesia), dan menyebar ke Malaysia, Thailands, Ceylon dan Australia.

Di Indonesia, orang Jawa menyebutnya gurami, Gurameh, orang Sumatra ikan kalau, kala, kalui, sedangkan di Kalimantan disebut Kalui. Orang Inggris menyebutnya “Giant Gouramy”, karena ukurannya yang besar sampai mencapai berat 5 kg.

Gurame merupakan salah satu ikan air tawar yang memiliki prospek pasar yang sangat menjanjikan. Permintaan konsumen akan ikan satu ini tidak pernah surut dengan harga jual yang relative lebih mahal dibandingkan ikan air tawar jenis lainnya.

Namun sebagian petani enggan membudidayakannya karena dinilai memiliki pertumbuhan yang lambat. Tapi sebenarnya jika dibudidaya dengan cara yang benar, masa budidaya gurame bisa dipersingkat dan tentunya mejanjikan keuantungan yang sangat menggiurkan.

Perlu diingat, gurame memiliki pangsa pasar tersendiri untuk setiap usia dan ukurannya.

Berikut simak penjelasannya melalui video dibawah ini:




Beternak Kelinci Yuk. Ini Pakan Alami yang Paling Disukainya

Foto: Pixabay

Detikriau.org – Anda memelihara kelinci namun bingung pakan alami apa yang sebenarnya paling disukai kelinci kesayangan? Sejatinya, kelinci termasuk herbivora, artinya binatang ini hanya mau memakan sayur-mayur. Kelinci mengandalkan insting dalam mencari makanan di habitat alaminya.

Dilansir melalui laman pertanianku.com, untuk kelinci yang dipelihara, Anda bisa memberikannya daun, umbi, atau buah dari tanaman sebagai pakan utamanya. Usahakan jemur terlebih dulu sayuran tersebut untuk mengurangi kadar airnya. Bagi Anda yang masih pemula dalam memelihara kelinci, berikut ini beberapa rekomendasi pakan alami kesukaannya yang bisa Anda berikan.

Rumput timothy

Orang luar negeri biasanya menggunakan rumput timothy sebagai pakan utama kelinci. Rumput timothy sejenis rumput lapangan yang mempunyai ekor kucing di bagian atasnya pada saat berbunga. Rumput ini mengandung serat yang sangat baik bagi pertumbuhan kelinci serta tidak akan menimbulkan efek samping apa pun.

Wortel

Wortel selalu disebut-sebut sebagai makanan terbaik untuk kelinci. Hal itu memang tidak salah karena kelinci benar-benar menyukainya. Wortel kaya akan kandungan vitamin A dan beta karoten yang bagus untuk pertumbuhan kelinci. Sebaiknya Anda mengiris wortel tersebut menjadi potongan-potongan korek api sebelum diberikan kepada kelinci agar ia mudah memakannya.

Daun kangkung

Para penghobi biasanya memberi pakan berupa kangkung kepada kelinci peliharaannya. Kangkung dapat dijumpai dengan mudah di tukang sayur dan harganya pun murah. Sebaiknya Anda menjemur kangkung ini terlebih dahulu sampai kondisinya agak kering. Barulah kemudian Anda bisa memberikannya secara aman kepada kelinci.

Daun singkong

Daun singkong bisa Anda jadikan sebagai makanan selingan bagi kelinci. Daun ini memiliki kandungan vitamin A dan protein nabati yang melimpah. Anda sebaiknya hanya memakai daun singkong yang masih muda agar kelinci mau memakannya.

Daun pepaya

Karena rasanya pahit, sebenarnya kelinci tidak terlalu menyukai daun pepaya. Tetapi Anda bisa memanfaatkan daun ini sebagai obat alami bagi kelinci yang kehilangan nafsu makannya akibat kondisi kesehatan yang memburuk. Tingginya zat besi yang terdapat pada daun pepaya juga disinyalir dapat mencegah kelumpuhan pada kelinci.

Daun pisang

Jika kelinci Anda mengalami mencret akibat kekurangan serat di dalam sistem pencernaannya, Anda bisa menyembuhkannya dengan memberikan daun pisang. Petiklah daun pisang pada pagi hari, lalu jemur sampai sore dan berikan pada kelinci. Daun pisang yang kaya akan kandungan serat ini seketika akan memenuhi kebutuhan serat yang diperlukan oleh kelinci.

Daun ubi jalar

Sudah tidak diragukan lagi kalau kelinci sangat menyukai daun ubi jalar. Mereka akan melahapnya dengan rakus apabila Anda memberikan daun ubi jalar. Daun ubi jalar memiliki kandungan serat dan vitamin yang berlimpah. Kandungan air di dalamnya pun cukup tinggi. Itulah sebabnya, Anda wajib menjemur daun ini terlebih dahulu sampai kondisinya layu.

Daun sawi

Anakan-anakan kelinci yang usianya kurang dari 5 bulan bisa Anda berikan pakan berupa daun sawi. Sayuran ini sangat disukai oleh kelinci yang masih kecil. Teksturnya yang lembut membuatnya aman dikonsumsi oleh kelinci-kelinci anakan. Namun, Anda tetap harus menjemur daun sawi ini terlebih dahulu untuk mengurangi kadar airnya.




Cara Pembenihan Gurame di Kolam Terpal

Detikriau.org – Budi daya gurami biasa dilakukan di kolam yang relatif luas dengan kedalaman minimum 80 cm. Kolam gurami dibangun dengan dinding tembok. Selain itu, air mengalir sepanjang tahun mesti tersedia. Bagi petani ikan yang tidak memiliki lahan luas dan debit air yang banyak tentu hal ini bisa menjadi kendala.

Lalu, bisakah gurami dibudidayakan di kolam sempit dengan air yang menggenang? Jawabannya bisa dan memungkinkan. Mau tahu rahasia pembenihan gurami metode terpal air dangkal?

Pembenihan gurami metode terpal air dangkal memang tergolong baru. Bermula dari hasil coba-coba seorang pembenih ikan gurami dari Purbalingga. Dialah Soimun, pencetus pertama metode pembenihan gurami kolam terpal plastik air dangkal. Lebih dari tiga tahun ia mempraktikan teknik tersebut, hingga sampai saat ini, ia memiliki 12 petak kolam. Ukuran kolam terbesar 8 x 6 meter. Soimun dalam waktu 3 tahun mampu memanen telur gurami dengan tingkat penetasan mencapai 98%.

Pada dasarnya, budi daya ikan gurami air dangkal ini memanfaatkan air tergenang yang bersumber dari air hujan dan air tanah. Dengan metode ini penghematan air sekitar 70% dibandingkan dengan metode budi daya di kolam biasa.

Keunggulan lain pembenihan gurami metode kolam terpal air dangkal dibandingkan dengan metode konvensional adalah budi daya metode kolam terpal air dangkal tidak mengenal musim. Dengan begitu, produksi telur ikan tetap berjalan ketika menghadapi cuaca ekstrem.

Teknis Pemijahan Gurami di Kolam Terpal Plastik

Pada prinsipnya, pemijahan gurami ini sama dengan metode konvensional di kolam biasa. Sebagai gambaran, jika kita memiliki 6 pasang induk gurami dengan perbandingan 1 : 3 (6 ekor jantan dan 18 ekor betina), diperlukan 6 kolam terpal dengan luas masing-masing 2 x 4 m, sehingga total luas lahan yang dibutuhkan berkisar 48 meter persegi.

Usaha pemijahan gurami akan menguntungkan jika pembudidaya membuat juga kolam terpal untuk pemeliharaan larva minimum 6 unit dengan ukuran 2 x 3 m. Asumsinya, satu unit kolam pemeliharaan larva bisa menampung 2.500 benih gurami hingga berukuran biji oyong. Jadi, pemijahan bukan hanya menjual telur gurami, tetapi juga menjual benih dengan ukuran maksimum.

Artikel di atas diambil dari buku “Pembenihan Gurami Metode Terpal Air Dangkal Tanpa Anjang-ajang & Sosog.” Buku ini ditulis oleh Marbowo Leksono dan Mahmud Efendi, keduanya adalah penyuluh perikanan. Buku ini berisi panduan praktis membudidayakan gurami dengan hemat waktu, tempat, modal investasi pun relatif murah jika dibandingkan dengan cara konvensional.[agromedia.net]

Penasaran? Yuk, pelajari caranya melalui buku ini dan video panduannya.




Patut Dicontoh, Penuhi Ketahanan Pangan Sendiri lewat Pekarangan

Foto: lintasgayo.co

detikriau.org — Lahan pekarangan memiliki potensi besar dalam mewujudkan ketahanan pangan berbasis keluarga. Seperti bisa dilihat Desa Percontohan di Desa Berkah, Kecamatan Bojong Genteng, Sukabumi. Di daerah ini, untuk menghasilkan sayur-sayuran tidak perlu dengan lahan sawah atau berskala luas.

“Kami punya program khusus ada 12 inovasi, salah satunya Pirus yakni Pipir Diurus. Artinya wajib memanfaatan pekarangan baik di depan maupun belakang rumah untuk tanam sayur-sayuran,” ujar Kepala Desa Berkah, Andriyansyah.

Program ini sudah berjalan 2 tahun lalu, sehingga hingga saat ini kebutuhan sayuran masyarakat dipenuhi sendiri.

Pria yang akrab disapa Andri ini mengatakan merealisasikan program pemanfaatan pekarang ini tidak begitu sulit karena masyarakat memiliki semangat dan kesadaran yang tinggi untuk menyediakan pangan sendiri dari pekarangan.

Foto: lintasgayo.co

Karenanya, pemerintah desa hanya menyediakan bibit sayuran, sementara masyarakat menyediakan sendiri sendiri polibag yang terbuat dari limbah bangunan.

“Target kami 2019 swasembada sayuran dari pekarangan. Masyarakat tidak perlu lagi beli di pasar. Sepenuhnya dipenuhi dari budidaya sendiri di pekarangan dan masyarakat pun malah bisa pasok sayuran ke pasar,” tuturnya.

Inisiatif pemerintah dan masyarakat desa ini diapresiasi oleh Kementerian Pertanian (Kementan) sebab mampu mendorong pemanfaatan pekarangan secara optimal guna menyediaan pangan yang cukup seperti cabai dan sayur-sayuran. Bahkan, mendorong pemanfaatan pekarangan yang lebih luas untuk ditanam komoditas buah-buah dan juga kopi, di antaranya klengkeng, jeruk dan durian.

Demikian diungkapkan Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi saat meninjau pemanfaatan lahan pekarangan di Desa Berkah, Kecamatan Bojong Genteng, Sukabumi, Minggu (21/10).

Suwandi  menjelaskan pemanfaatan pekarangan sangat potensial sekali menyediaan pangan yang cukup dan beragam, minimal bagi keluarga, sehingga produksi pangan tidak hanya pada lahan sawah. Dengan demikian, pekarangan jika dikelola dengan baik dari aspek hulu sampai hilir, dipastikan juga meningkatkan pendapatan masyarakat.

foto: lintasgayo.co

“Pemanfaatan pekarangan agar dilakukan maksimal. Masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangannya. Kita optimalkan dapat ditanami beragam jenis tanaman yang bisa memenuhi ketersediaan pangan bagi keluarga,” jelas Suwandi.

Pada aspek hulu, dijelaskan Suwandi, Kementan menyalurkan bibit secara gratis disertai dengan pendampingan yang intensif. Di Desa Berkah ini, Kementan memberikan bantuan bibit cabai, klengkeng, jeruk, durian untuk ditanam di pekarangan rumah.

“Selanjutnya akan diberikan bantuan berupa ribuan bibit kopi, cengkeh, bibit kakao dan bibit pala pun bagikan. Semuanya gratis,” sebutnya.

Ke depan, Kementan akan membangun pasar lelang dan industri kecil yang siap menampung hasil panen.  “Jadi selain hasilnya bisa cukupi kebutuhan rumah tangga, juga kelebihan bisa dijual sehingga memberikan pendapatan,” pungkasnya.

sumber: tabloidsinartani.com