Miris! Dua Anak Yatim Piatu Ditemukan Kelaparan

Dua anggota Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas memberikan sembako kepada kakak beradik yang ditemukan dalam kondisi kurus kering karena kelaparan. Foto/Era Neizma Wedya


ARBindonesia.com, MUARA ENIM – Viral di media sosial facebook, dua orang anak yatim piatu yang kelaparan di Dusun II Sebau, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim. Viralnya berita ini setelah dua anggota Bhabinsa dari Koramil dan Bhabinkamtibmas Polsek Gelumbang memberikan sembako dalam rangka baksos wabah virus Corona. Kedua kakak beradik ini ditemukan dalam kondisi kurus kering karena kelaparan.


Dan viralnya kabar ini setelah video berdurasi 25 detik itu diunggah ke media sosial. Saat itu, terlihat personel Polri dan TNI yang datang ke sebuah rumah. Di rumah itu terlihat dua kakak beradik dalam kondisi sangat kurus.


Satu terbaring di atas tempat tidur dengan tubuh yang sudah kurus kering. Sedangkan satu lagi masih sanggup berdiri, tapi sudah kurus dan terlihat tidak terurus.


“Ini kejadian di Muara Enim min. Mereka ini tinggal beduo di daerah Gelumbang. Ado kakaknyo tapi yo idupnyo pas-pasan,” tulis akun @sumselreceh dalam posting-annya.


Mereka disebut kaget saat melihat polisi dan TNI datang. Salah satu di antaranya langsung menanyakan apakah ada yang membawa nasi.


“‘Pak bawa nasi?’ kata salah satunya saat polisi dan TNI datang. Mudah-mudahan cepat ditangani min, kasihan,” tulisnya.


Kapolres Muara Enim, AKBP Donni Eka, membenarkan kabar tersebut. Keduanya diketahui saat polisi dan TNI datang untuk melakukan bakti sosial serentak COVID-19.


“Kejadian benar di Gelumbang, itu kemarin kita tahu saat bakti sosial. Dua kakak adik, tinggal di rumah orang tuanya yang sudah meninggal dan tidak terurus,” katanya.


Donni mengatakan, timnya akan kembali datang ke lokasi. Mereka bakal membawa tim kesehatan untuk menangani keduanya.


“Ini kita mau ke lokasi lagi. Ada tim medis kami bawa karena kemarin itu kami hanya bagikan bahan pokok saat bakti sosial. Kalau tidak ada bakti sosial mungkin kita tidak tahu ini,” kata Donni.


Sumber sindonews.com




Sedang Berlangsung, Pasar Rakyat Tembilahan Terbakar

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Sedang berlangsung musibah kebakaran di sekitar Pasar Rakyat Tembilahan di Jalan Jenderal Sudirman,  Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil),  Selasa (24/3/20).


Asap tebal terlihat menyelimuti udara di kawasan lokasi kebakaran  sekitar pukul 11.45 wib, petugas Pemadaman Kebakaran (Damkar) pun dikerahkan.


Pantauan langsung dilokasi,  api diduga berasal dari dalam bangunan pasar rakyat Tembilahan.


Saat ini petugas Damkar dibantu Polres Inhil sedang berupaya mencari sumber titik api yang menimbulkan asap tebal.


Hingga berita ini terbitkan belum ada keterangan resmi dari pihak terkait. (Arb)




Suami Pergoki Istrinya Yang Lagi Asik Mesum dengan Pria Lain di dalam Kamar

ARB INdonesia – Nestapa bagi seorang suami berinisial SM ini. Pada Rabu (11/3/2020) dini hari, dia harus menyaksikan adegan ranjang antara istrinya dengan pria lain.

Yang tak kalah menyakitkan, aksi itu mereka lakukan di dalam kamar SM, tempat dimana dia biasa berbagi cinta bersama sang istri selama ini sebelum masuk ‘orang ketiga’ tersebut.

Tak tinggal diam, SM yang turut dibantu dua temannya langsung mengeksekusi istri SM dan selingkuhannya, BD (30) warga Desa Pakuniran Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso.

“Tersangka (BD) sempat kabur melalui pintu depan dengan cara paksa namun berhasil dikejar,” terang Kapolres Bondowoso AKBP Erick Frendriz melalui Kapolsek Grujugan, AKP Iswahyudi, dikutip dari today.line.me.


Selanjutnya, kedua pasangan mesum itu dibawa SM bersama dua temannya ke Balai Desa Sumber Pandan, sebelum akhirnya diserahkan ke pihak kepolisian.

“Pelaku disangkakan Pasal 284 Ayat 1 ke 1e huruf b, Pasal 284 Ayat 1 ke 2e huruf a KUHP tentang Perzinahan,” ungkap AKP Iswahyudi.

Sementara barang bukti yang diamankan diantaranya, sehelai kain Bali berwarna ungu, sarung hitam, dan dua celana dalam berwarna merah muda.


Sumber : Palingseru.com




PT THIP Diduga Tak Penuhi Hak Buruh, FKM Barista Serahkan Bukti-bukti pada Komis IV DPRD Inhil

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Ketua Umum Forum Komunikasi Masyarakat (FKM)  Buruh Lintas Sektoral (Barista) kembali mendatangi Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Senin (17/2/2020).


Kedatangan Ketua FKM Barista yang kali kedua ini bertujuan untuk mengantarkan 13 item berkas tuntutan kepada pihak PT THIP  yang diminta oleh Komisi IV atas hasil pertemuan pertama pada 28 Januari lalu.


Saat diwawancarai, Ketua FKM Barista mengatakan sekitar 300 lebih buruh yang menyatakan bersepakat untuk melakukan tuntutan atas Hak-haknya kepada PT THIP di Kecamatan Pelangiran.


“Sesuai dengan hasil rapat pertama, hari ini kami menyerahkan fakta-fakta dan bukti atas tuntutan kami kepada pihak perusahaan,” tutur Ansori.


Dengan telah diserahkan berkas-berkas sebagai bukti fisik, Ketua FKM Barista berharap DPRD Inhil yang dijembatani oleh Komisi IV mampu menindaklanjuti tuntutan buruh agar hak-haknya sebagai pekerja di PT THIP dapat terpenuhi.


“Kami para buruh berharap  kepada DPRD serta dinas terkait untuk bisa menjembatani agar tuntutan kami kepada PT THIP terselesaikan,” harap Ansori.


Atas hal tersebut,  Ketua Komisi IV DPRdlD Inhil, Samino mengatakan
Secara resmi sudah kita terima berkas-berkas yang menyangkut kelengkapan dokumen.


“Ada 8 bukti-bukti pelanggaran PT THIP yang diserahkan, kita akan pelajari berkas dan data yang diserahkan oleh Ketua FKM Barista,” ujar samino diruang Komisi IV.


Setelah kita pelajari berkasnya, Ketua Partai PDIP ini berjanji akan menyurati pihak PT THIP dan pihak terkait untuk dimediasi antara kedua belah pihak.


“Lebih dalamnya, nanti kami akan melakukan pemanggilan pihak-pihak terkait untuk dipertemukan di DPRD ini,” pungkasnya.


Reporter ARB




Antisipasi Wabah Virus Corona, Setiap Kapal Asing yang Masuk Keperairan Inhil akan di Periksa

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Perairan Indragiri Hilir (Inhil), Riau menjadi perairan yang sering dilintasi oleh kapal-kapal asing dari Negara Tetangga, seperti Singapura, Malaysia, Vietnam hingga Thailand.


Mengingat saat ini tengah mewabah virus corona, maka Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Tembilahan terus bersiaga terhadap kapal-kapal dimaksud.


Seperti yang disampaikan Kepala Seksi Pengendalian Resiko Lingkungan KLW-Kesehatan Lintas Wilayah Kantor kesehatan Pelabuhan Kelas III Tembilahan, M Hidayat Syah bahwa untuk kapal yang langsung masuk dari luar negeri biasanya berlabuh di Pelabuhan Kuala Enok,Pelabuhan Rengat dan Pelabuhan Sungai Guntung.


“Mereka sudah dibekali dengan alat yaitu namanya termometer scanner. Pelabuhan-pelabuhan itu disinggahi kapal-kapal dari Singapura, Malaysia, Vietnam,dan Thailand”, jelasnya.


Ia menuturkan, keempat negara itu sudah mengkonfirmasi bahwa mereka terdeteksi virus corona, maka bagi kapal yang datang dari empat negara tersebut dikatakannya akan dilakukan pemeriksaan ketat terhadap crew kapal.


“Awalnya kami melakukan pemeriksaan suhu tubuh dan apabila terindikasi diatas 98 derajat Celcius maka yang bersangkutan akan kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kapal tidak boleh melakukan aktivitas bongkar muat dan harus berlabuh di kolam bandar yang ditentukan oleh KSOP”, terangnya lagi.


Reporter:  Putri/MSG




Kasus Viral Remaja SMA Dibegal dan Teman Wanita Dilecehkan, tapi di Pengadilan Dituntut Pasal Berlapis

Aji Prasetyo bersama kawan-kawan kuasa hukum ZA menemani Prof Hariyono mengunjungi rumah ZA/Facebook Aji Prasetyo







ARB INdonesia, JAKARTA – Kasus viral seorang remaja kelas 3 SMA asal Malang, ZA, terancam penjara padahal dirinya menjadi korban pembegalan.


Budayawan Aji Prasetyo melalui fanpage Facebooknya, Minggu (19/1/2020) mengungkapkan kronologis kasus ZA hingga akhirnya ia akan menghadapi keputusan persidangan pada Kamis (23/1/2020).


Positngan Aji Prasetyo pun viral dibagikan 16 ribu lebih orang hingga berita ini ditulis.


Dikatakan ZA (18) membonceng VN teman perempuannya saat mengalami peristiwa tragis itu.


“Malam itu sungguh apes mereka. Motor yang mereka tumpangi dipepet dua orang begal dan dipaksa untuk melipir ke area perkebunan tebu yang sepi,” ungkapnya.


Di tempat sepi itu kunci motornya dirampas, handphone keduanya juga disikat. Datang lagi dua orang berboncengan. Yang satu mengambil alih motor yang dipakai dua pembegal pertama lantas pergi menjauh (jadi total pelaku empat orang).


Dua pelaku yang masih ada di tempat, lanjutnya, bernama Misnan dan Mat. Sebelumnya Polres Kabupaten Malang telah menerima setidaknya lima pengaduan kasus pembegalan yang melibatkan mereka.







Setelah Mat merampas kunci motor dan HP kedua remaja itu, Misnan rupanya punya ide yang lebih jahat lagi. Tertarik melihat kecantikan VN, dia ingin memperkosa gadis itu.


Ide itu tertahan karena Misnan menerima telepon dari dua kawan mereka yang menunggu di kejauhan. Selesai menerima telepon Misnan lantas berbisik-bisik dengan Mat. Posisi mereka yang membelakangi kedua korbannya dimanfaatkan oleh ZA untuk diam-diam mendekati motornya, sejenis matic yang tidak butuh kunci untuk membuka joknya.


“Di dalam jok itu terdapat pisau yang dia gunakan untuk mengerjakan tugas keterampilan di sekolah,” jelasnya.


Setelah mengambil pisau itu dari dalam jok, ZA mundur selangkah sambil menyembunyikan pisau kecil itu di balik genggaman tangan kanannya.


Sedangkan VN yang makin ketakutan memeluk erat lengan kiri ZA. Sejurus kemudian Misnan dan Mat kembali mendekati mereka.


Kedua begal itu kembali memaksa ZA agar menyerahkan VN kepada mereka.


“Sini biar kupakai sebentar cewekmu itu. Paling cuma tiga menit saja. Setelah itu dipakai buat berjalan sebentar saja pasti vaginanya akan kembali rapat!” begitu ucap para Begal dituturkan Aji.


“Oke, mungkin selorohan itu buat mereka lucu. Tapi tidak buat ZA. Dia marah. Semakin keras Misnan memaksa VN agar mau menuruti kemauannya, ZA semakin tidak bisa menahan marahnya,” beber Aji.



Remaja itu akhirnya melawan dengan pisaunya. Hujaman pertama menancap tepat di tengah dada Misnan. Begal itu terkejut mendapati dadanya bolong. Panik mendapati korbannya ternyata mampu melukainya, Misnan lari menyelamatkan diri ke dalam rerimbunan tebu. ZA beralih ke arah Mat. “Kembalikan kunci motorku!”


Mat lari tunggang langgang ke arah yang berbeda dengan Misnan. ZA berusaha mengejarnya tapi gagal. Tanpa kunci motor terpaksa ZA dan VN menuntun motornya menuju pemukiman terdekat untuk minta bantuan. Esok harinya Misnan ditemukan tak bernyawa di tengah kebun tebu.


ZA tetap menjalani penyidikan polisi sejak September 2019. Ketiga begal pun bisa dengan cepat dibekuk polisi (tapi anehnya dua di antaranya kemudian dibebaskan). Kasusnya sempat viral tapi akhirnya lambat laun mereda.


Banyak yang menduga kasusnya dihentikan karena dimaklumi pembunuhan ini terjadi karena usaha membela diri. Tapi beberapa hari belakangan ini kasus tersebut mencuat kembali. Karena berkas kasus ZA benar-benar diajukan ke pengadilan.


Jaksa menuntutnya dengan pasal berlapis, salah satunya adalah pasal pembunuhan berencana. Banyak pihak yang terkejut dengan tuntutan itu.


“Besok (senin 20 Januari) sidang akan berlanjut. Kamis (23 Januari) keputusan sidang akan dibacakan. Apakah ZA akan dijatuhi hukuman sebagai pelaku pembunuhan berencana?” katanya.


“Siang tadi aku bersama kawan-kawan kuasa hukum ZA menemani Prof Hariyono mengunjungi rumah ZA. Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu menunjukkan dukungan moralnya untuk ZA dan keluarga,” ujarnya.


“Mari kita kawal sidang atas ZA. Jika pengadilan memberi keputusan yang tidak adil kepada remaja pemberani ini, kita harus bersikap. Kita bikin rame!” tegas Aji. (*)


loading…




Sumber Pojoksatu.id
https://pojoksatu.id/news/berita-nasional/2020/01/19/kasus-viral-remaja-sma-dibegal-dan-teman-wanita-dilecehkan-tapi-di-pengadilan-dituntut-pasal-berlapis/