FPKD Gelar Silaturahmi Dengan Sekda Kota Dumai

ARBindonesia,com.DUMAI (ZB) – Forum Pemuda Kampar Dumai (FPKD) menggelar silaturahmi bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Dumai di rumah makan Pondok Biyai, Jalan Sudirman.

Rabu 3/11-2021 Silaturahmi ini guna mempererat silaturahmi antar pengurus, dengan Sekda Kota Dumai H. Indra Gunawan SIP M.Si yang juga merupakan penasehat di FPKD, digelar dengan mematuhi protokol kesehatan (Prokes).

H. Indra Gunawan dalam sambutannya berharap Pemuda Kampar yang ada di Dumai dapat meningkatkan kegiatan sosial kemasyarakatan. Juga ikut andil memajukan masyarakat Kampar dan berperan, dengan menonjolkan eksistensinya di masyarakat.

“Kita berharap masyarakat yang dulu nya di Kampar yang kini sudah tetap di Dumai agar kiranya bergabung. Kita bersosialisasi antar sesama dan meningkatkan kualitas,” tutupnya.

Sementara Ketua FPKD, M.Zulfitra dalam pertemuan ini, ia memaparkan bagaimana kondisi FPKD saat ini. Ia juga meminta bimbingan untuk FPKD.

Tak lupa juga, H. Indra Gunawan turut mendengarkan beberapa masukan dari pengurus FPKD yang hadir dan ia mengatakan bahwa masukan-masukan tersebut akan dicoba untuk disinergikan dengan pemko Dumai.(hrk).




Sarang Tembuan Di Taman Bukit Gelanggang.

ARBindonesia,com.Dumai-bukan tanggung-tangung besar nya sarang tembuan yang di temukan oleh security di lokasi.

Sabtu 16/10-21 dengan temuan sarang tembuan oleh security di area tersebut,oleh penjagaan langsung memberi tahukan kepada komandan mereka yaitu bpk Ikhsan Arip.

Lokasi penemuan sarang tembuan tersebut tepat nya di Taman Bukit Gelanggang jln HR SOEBRANTAS.

Setelah mendapat pemberitahuan dari anggota penjagaan sebagai komandan yang berpungsi sebagai perpanjangan tangan di lapangan oleh pihak instansi terkait,beliau langsung menyampaikan hal tersebut ke pihak atasan yaitu bpk Jerry Bungsu.S.Kom.sebagai TU kepala kasubag taman Bukit Gelanggang.

Dengan ada nya laporan dari pimpinan security taman Bukit Gelanggang kepala kasubag yaitu bpk jerry langsung turun ke lokasi.

Setelah tiba di lokasi melihat situasi beliau langsung menghubungi pihak Damkar melalui telepon seluler meminta agar bisa megevakuasi sarang tembuan tersebut.

pada kesempatan itu bpk Jeery Bungsu.S Kom. menyampai kepada pihak media ARBindonesia,com.bahwasanya tembuan tersebut harus segera di evakuasi,karena takut akan mengenai para pengunjung yang ada di taman tersebut.

di kesempatan itu juga dari pihak damkar yaitu saudara Amat menyampaikan bahwasanya mereka akan melaksanakan evakuasi di saat mlm,karna takut terkena pengunjung atau pun pekerja yang ada di lokasi jika kita lakukan di siang hari.(hrk).




Ketua Masjid Nurul Iman Melakukan Pembentukan Panita Maulid Nabi Saw

ARBindonesia,com.Dumai-telah di lakukan pembentukan panitia oleh ketua Masjid agar terlaksana nya acara yang akan di laksanakan.

Jum’at 15/10-21 dalam rangka menyambut hari besar Maulid Nabi Saw telah di lakukan pembentukan atau penyusunan panitia yang di ketuai langsung oleh ketua masjid yaitu bpk M.Isa…

Ada pun pelaksanaan rapat pembentukan panitia di lakukan di masjid Nurul Iman yang berada di jln Raja Ali Haji purnama.

Dalam rapat tersebut di hadiri oleh jemaah Masjid Nurul Iman,ketua Masjid,RT setempat dan juga dari Forpesic (forum pemuda simpang cempedak).

Setelah di laksanakan musyawarah,terbentuk lah panitia pelaksana acara Maulid Nabi Saw yaitu yang di percayai sebagai ketua pelaksana acara adalah saudara Ade Saputra.

Di satu kesempatan mewakili pengurus Masjid saudara Rudi atau biasa di sapa dengan sebutan ijul itu sedikit menyampaikan kepada panitia yang akan mengurus acara yang akan di laksanakan pada hari senin malam selasa.

Bahwasanya para pengurus Masjid tidak akan melepaskan para adik-adik remaja sendirian,mereka akan selalu mendukung dan membimbing di dalam melaksanakan tugas nanti nya.(hrk).




Security Taman Bukit Gelanggang Bersinergi Bersama Petugas Taman Melakukan Goro Bersama

ARBindonesia,com.Dumai-di lakukan gotong royong di area Taman Bukit Gelanggang.

Rabu 6/10-2021 Security Taman Bukit Gelanggang berinisiatif Melaku kan goro demi kebersihan dan keindahan Taman,agar bisa terasa nyaman karena bersih.

Lokasi Taman Bukit Gelanggang yang di lakukan goro tepat nya di jln Beigjen HR Soebrantas,atau tepat nya di hadapan kantor Wali Kota lama Kota Dumai.

Dalam kegiatan melakukan goro di pimpin langsung oleh Kasubag UPT Taman Bukit Gelanggang yaitu Bpk Jerry Bungsu.S.kom.

Saat di temui awak media ARBindonesia.com di lapangan, kasubag yang biasa di sapa pak Jerry itu menyampaikan,di lakukan goro ini agar tercipta nya bersih dan nyaman di saat pengujung datang ke Taman kita ini.Mudah mudahan semakin ramai pengunjung yang datang nanti nya.

Di kesempatan itu juga beliau menyampaikan sedikit himbauan kepada pengunjung atau pun masyarakat baik yang dalam kota atau pun dari luar kota yang datang,Marilah jaga kebersihan Taman agar terasa indah.Inti nya marilah sama sama kita menjaga kebersihan dan ke indahan Taman agar terasa nyaman di saat kita berkunjung.Dan hendak nya kita juga jagan hanya berharap dari pemerintah saja untuk menjaga kebersihan Taman,Masyarakat atau pengunjung juga harus bekerja sama agar tercipta nya keindahan dan kenyamanan Taman kita ini.(hrk).




Amerika Kucurkan Rp 27 T untuk Ganti Peralatan Huawei dariJaringan Nasional, Bagaimana Indonesia Menyikapi Perang Dagang Ini?

Opini : Muslim Hadi (Amerika Kucurkan Rp 27 T untuk Ganti Peralatan Huawei dariJaringan Nasional, Bagaimana Indonesia Menyikapi Perang Dagang Ini?)

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan Indonesia akan terus menjalin hubungan bilateral dengan Amerika Serikat dan China meski perang dagang antara kedua negara belum mereda.

AS dan China disebut merupakan negara mitra strategis, termasuk saat pandemi Covid-19.

“Indonesia tetap menjalin hubungan baik dengan AS dan China serta menjadi mitra yang solid pada masa pandemi ini meskipun terjadi perang dagang di antara kedua negara tersebut,” kata Lutfi dalam webinar Mandiri Sekuritas seperti dikutip dari keterangan resmi.

Menurutnya, AS dan China berperan besar terhadap kinerja perdagangan Indonesia, dan sebaliknya Indonesia merupakan negara yang penting di bidang perdagangan bagi keduanya.

Perusahaan Cina yang terkena dampak aturan ini adalah Huawei, ZTE, Hytera Communications Corp, Hangzhou Hikvision Digital Technology Co, dan Zhejiang Dahua Technology Co. Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat (FCC) pada Senin mengatakan akan membuka program ganti rugi senilai US$1,9 miliar (Rp27 triliun) kepada operator telekomunikasi AS yang mengganti peralatan perusahaan Cina yang dianggap sebagai ancaman keamanan nasional seperti Huawei dan ZTE.

Namun aturan ini menjadi masalah besar bagi operator telekomunikasi di pedesaan AS, karena mereka mesti mengeluarkan biaya tinggi dan kesulitan menemukan pekerja untuk melepas dan mengganti peralatan dari perusahaan telekomunikasi Cina. Perintah terakhir FCC memperluas perusahaan yang memenuhi syarat untuk penggantian, dari operator telekomunikasi yang memiliki 2 juta atau lebih sedikit pelanggan menjadi operator yang memiliki 10 juta atau lebih sedikit pelanggan. FCC pada September 2020 memperkirakan akan menelan biaya US$1,837 miliar (Rp26,6 triliun) untuk mengganti peralatan Huawei dan ZTE dari jaringan telekomunikasi AS.

Perang dagang total antara AS dan China kian sulit dielakkan, sehingga akan memicu era baru deglobalisasi atau setidaknya ekonomi global akan terbagi menjadi dua blok yang saling tidak compatible.

Skenario manapun terjadi, perdagangan barang dan jasa, aliran modal, tenaga kerja, teknologi dan data akan benar-benar terbatas. Sistem digital akan menjadi splinternet, dimana antara Barat dan China tidak akan tersambung satu sama lain. AS telah mengenakan sanksi pada ZTE dan Huawei.

Alhasil, China akan berjuang keras memastikan bahwa teknologinya mendapatkan sumber input utama yang berasal dari domestik maupun dari negara sahabatnya yang tidak tergantung AS. Ini mirip perang Balkan.

China dan AS akan saling berebut pengaruh, sementara banyak negara ketiga berusaha tetap netral dengan tetap mempertahankan hubungan ekonomi dengan kedua negara tersebut.

Menyikapi perkembangan tersebut, Indonesia harus cerdas dan tepat menentukan sikap dan akan berpihak kemana. Keberpihakan akan menjadi keniscayaan, tergantung dari warna dan pandangan politik kelompok yang ada di panggung pemerintahan.

Setiap pilihan akan membawa konsekuensi, tidak hanya ekonomi 270 juta penduduk negeri tetapi menyangkut takdir NKRI. Pepatah yang menyatakan bahwa ‘gajah lawan gajah, pelanduk mati ditengah-tengah’ harus disingkirkan dari benak setiap anak bangsa yang cerdas.

Kita ubah menjadi ‘gajah lawan gajah pelanduk ketawa dipunggung gajah’. Perlu diingat bahwa di Asia akan terbelah menjadi dua kelompok. Mereka yang berpihak ke AS adalah Jepang, Korea Selatan, Vietnam, Thailand, Malaysia, India, dan Filipina.

Adapun yang berada pada sisi China adalah Korea Utara, Myanmar, Laos, Kamboja, Pakistan dan Singapura. Indonesia kemana?

Penulis : Muslim Hadi




Dampak Perang Dagang Cina VS AS, Indonesia Berpihak Kemana?

Opini : Yhudi Juliandra Dinata (Dampak Perang Dagang Cina VS AS, Indonesia Berpihak Kemana?)

ARBIndonesia.com – Perang dagang yang terjadi antara China dan Amerika Serikat pasca kebijakan yang diambil presiden Donald Trump, sangat berdampak luas bagi perekonomian dunia. Perang dagang bermula karena Trump kesal dengan neraca perdagangan negaranya yang selalu tercatat defisit dengan China.

Untuk itu, ia memilih langkah proteksionisme untuk memperbaiki neraca perdagangan AS. Trump memutuskan untuk menaikkan bea masuk impor panel surya dan mesin cuci yang masing-masing menjadi 30 persen dan 20 persen.

Sejak saat itu, tepatnya 22 Januari 2018, perang dagang pun dimulai. Perang dagang Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok tampaknya semakin tidak bisa dihindarkan. Imbas perang dagang ini tentu harus secepatnya diantisipasi agar tidak berdampak secara sistematis.

Realitas ini menjadi peringatan bagi semua negara karena dominasi Amerika Serikat sebagai adidaya pada tatanan globalisasi kini mendapat tandingan dari Tiongkok yang menjadi kekuatan baru pada era baru perdagangan global.

Setidaknya daya saing Tiongkok menjadi faktor di balik sukses merajai pasar global sehingga nilai jual produk made in China sukses di pasaran. Fakta ini juga diperkuat oleh ketersediaan tenaga kerja yang melimpah di Tiongkok sehingga tarif menjadi lebih kompetitif.

Peran teknologi dan inovasi juga memperkuat daya saing produk-produk made in China. Ironisnya, daya saing produk made in Indonesia melemah karena terpengaruh nilai tukar rupiah yang terperosok di level Rp14.000 dengan prediksi bisa menyentuh Rp15.000 per dolar Amerika Serikat.

Jika ini terjadi, ancaman terhadap daya saing produk made in Indonesia akan kian besar dan tentu berdampak terhadap neraca perdagangan. Artinya, imbas perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok Tampaknya semakin krusial, terutama imbas terhadap perekonomian di mayoritas negara berkembang, termasuk Indonesia. Fakta ini secara tidak langsung menegaskan bahwa kesuksesan pemilihan kepala daerah pada akhir Juni lalu tidak menjamin ekonomi Indonesia tumbuh positif karena rupiah terus terpuruk dan ancaman dampak perang dagang kian mengkhawatirkan, sementara pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak nonsubsidi dan suku bunga acuan 50 basis poin menjadi 5,25%.

Menyikapai perkembangan tersebut, Indonesia harus cerdas dan tepat menentukan sikap dan akan berpihak kemana. Keberpihakan akan menjadi keniscayaan, tergantung dari warna dan pandangan politik kelompok yang ada di panggung pemerintahan.

Setiap pilihan akan membawa konsekuensi, tidak hanya ekonomi 270 juta penduduk negeri tetapi menyangkut takdir NKRI.

Pemeo yang menyatakan bahwa ‘gajah lawan gajah, pelanduk mati ditengah-tengah’ harus disingkirkan dari benak setiap anak bangsa yang cerdas. Kita ubah menjadi ‘gajah lawan gajah pelanduk ketawa dipunggung gajah’.

Perlu diingat bahwa di Asia akan terbelah menjadi dua kelompok. Mereka yang berpihak ke AS adalah Jepang, Korea Selatan, Vietnam, Thailand, Malaysia, India, dan Filipina. Adapun yang berada pada sisi China adalah Korea Utara, Myanmar, Laos, Kamboja, Pakistan dan Singapura. Indonesia kemana?

Penulis : Yhudi Juliandra Dinata