Luas Perkebunan Kelapa di Kecamatan Tembilahan

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang dikenal dengan julukan ‘Negeri Hamparan Kelapa Dunia’ ini memiliki potensi besar dalam bidang perkebunan untuk komoditi kelapa.

Potensi perkebunan pada komoditi kelapa itu seluruhnya dimiliki oleh setiap Kecamatan yang ada di Kabupaten yang juga berjuluk ‘Negeri Seribu Parit’. Salah satunya adalah Kecamatan Tembilahan.

Berdasarkan data yang didapat melalui Dinas Perkebunan Inhil tahun 2019, dari keseluruhan luas perkebunan kelapa di Inhil yang tersebar pada 20 kecamatan (400.740,84 hektar), 340.773 hektar diantaranya adalah perkebunan kelapa jenis Kelapa Dalam, dan 59.967,84 hektar adalah perkebunan kelapa jenis Kelapa Hibrida.

Untuk Kecamatan Tembilahan, perkebunan kelapa jenis Kelapa Dalam memiliki luas 7.581 hektar, dengan potensi produksi hasil perkebunan tercatat pada semester II (Juli-Desember) 2019 mencapai 9.038.902 kilogram.

Sedangkan luas perkebunan kelapa jenis Kelapa Hibrida pada Kecamatan Tembilahan memiliki luas 367 hektar, dengan potensi produksi hasil perkebunan Kelapa Hibrida tercatat pada semester II (Juli-Desember) 2019 mencapai 348.404 kilogram.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Inhil, Drs. Sirajuddin, MM melalui Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Ardiansyah, SE menyampaikan bahwa berdasarkan data di tahun 2019 untuk perkebunan kelapa jenis Kelapa Dalam di Kecamatan Tembilahan terdapat 1.547 jumlah petani kelapa atau KK yang memiliki perkebunan tersebut.

Sedangkan untuk perkebunan kelapa jenis Hibrida terdapat 148 petani kelapa atau KK yang memiliki perkebunan kelapa jenis Hibrida di Kecamatan Tembilahan.

“Artinya secara umum, terdapat ribuan lebih masyarakat di Kecamatan Tembilahan yang perekonomiannya ditopang melalui hasil dari produksi perkebunan kelapa,” imbuh Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Ardiansyah, SE.

Untuk diketahui, luas hamparan perkebunan kelapa jenis Kelapa Dalam di Kecamatan Tembilahan berada pada enam terakhir dari 20 kecamatan di Kabupaten Inhil.

Sedangkan untuk jenis Kelapa Hibrida, Kecamatan Tembilahan berada pada delapan terakhir dari 20 kecamatan yang memiliki hamparan perkebunan kelapa jenis Hibrida.
(Arbain)




Kabupaten Inhil Penghasil Kelapa Terbesar di Indonesia

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Selian memiliki perkebunan kelapa yang luas, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) juga merupakan penghasil buah kelapa terbesar di provinsi Riau bahkan Indonesia.

Berdasarkan data BPS Provinsi Riau 2019, Kabupaten Inhil adalah penghasil kelapa terbanyak dari 12 kabupaten-kota di Riau. Dari produksi hasil perkebunan di Inhil tercatat sebanyak 361.348 ton kelapa, disusul dengan Kabupaten Meranti sebanyak 29.183 ton.

Selain itu, berdasarkan data (2020) yang input melalui situs pertanian.go.id. Dari 34 provinsi se-Indonesia, Provinsi Riau merupakan provinsi yang paling besar produksi kelapa dari hasil perkebunan kelapa. Tercatat sebanyak 399.361 Ton kelapa kelapa yang di hasilkan dari perkebunan kelapa di Riau.

Seperti halnya yang disampaikan Kementerian Pertanian yang dikutip melalui katadata.co.id, estimasi luas areal perkebunan kelapa di Riau sebesar 418.270 hektar pada 2020.

Daerah penghasil kelapa terbesar di Riau terdapat di Kabupaten Indragiri Hilir yang berbatasan dengan provinsi Jambi.

Kabupaten ini menjadi satu-satunya di Indonesia yang menerapkan usaha tani kelapa hibrida Pola Perkebunan Inti Rakyat (PIR) sebagai usaha peningkatan produksi, pendapatan, dan kesejahteraan rakyat. (Arbain)




Inhil Miliki Kebun Kelapa Terluas di Indonesia

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Kabupaten Indragiri Hilir merupakan salah satu daerah yang terletak di sebelah selatan Provinsi Riau dan berada di bagian pantai Timur pesisir Pulau Sumatera.

Kabupaten yang berjuluk ‘Negeri Hamparan Kelapa Dunia’ ini memiliki panjang garis pantai 339.5 Km, dengan luas wilayah 18.812,97 Km2 yang terdiri dari luas daratan 11.605,97 km² dan perairan 7.207 Km².

Karena letaknya di bagian pantai Timur pesisir Pulau Sumatera, maka Kabupaten ini dapat dikategorikan sebagai daerah pantai yang sangat mudah ditumbuhi tanaman seperti pohon kelapa.

Hal itu terbukti dari luasnya perkebunan kelapa yang dimiliki masyarakat Inhil. Sebab dari penduduk yang berjumlah 654.909 jiwa, 70 persen diantaranya adalah petani kelapa.

Inilah salah satu yang mendasari bahwa Kabupaten Inhil adalah Kabupaten yang memiliki perkebunan kelapa paling luas se-Indonesia.

Sebelumnya, Bupati Kabupaten Inhil HM Wardan menyebutkan bahwa untuk wilayah Kabupaten Inhil merupakan daerah terbesar di dunia yang ditumbuhi dan ditanami pohon kelapa.

Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Perkebunan yang diambil dari Dinas Perkebunan Kabupaten Indragiri Hilir, pada tahun 2019 luas perkebunan kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir adalah 400.740,84 Hektar atau setara 11,78 % dari Luas Kelapa Nasional seluas 3.401.893 Hektar yang terdiri dari 340.773 Hektar kebun kelapa milik rakyat dan 59.967,84 Hektar Perkebunan Besar Kelapa Hibrida Swasta. (Arbain)




Dari Palembang ke Tembilahan Cuma untuk Belajar Pengolahan Kopra Putih di LPK 8 YES

https://youtu.be/yyb7j9wPvEY


ARBindonesia, INDRAGIR HILIR – Begitu bermanfaatnya ilmu tentang pengolahan kopra putih melalui Green House yang dibuat oleh Lembaga Pelatikan Keterampilan 8 Yan EkhSan (LPK 8 YES) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau.


Hal itu terbukti dengan banyaknya yang hadir dari berbagai provinsi di Indonesia ke LPK 8 YES.


Salah satunya, dua orang pengusaha asal Kota Palembang ini yang datang jauh-jauh dari Ibukota Sumatra Selatan hanya untuk belajar pengolahan Kopra Putih kwalitas super di LPK 8 YES di Tembilahan Kabupatan Inhil, Riau, Kamis (2/7/2020).




Efek Covid 19, Sudah 2 Bulan UKM Kopra Putih di Inhil Stop Produksi

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Virus corona tidak hanya memiliki dampak kesehatan bagi warga negara Indonesia,  namun dampak virus corona bagi perekonomian UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) juga sangat nyata dirasakan oleh masyarakat.


Seperti halnya di Desa Beringin Mulya, Kecamatan Teluk Belengkong, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang terpaksa berhenti memproduksi produk unggulan UKM yaitu Kopra Putih.


Hal tersebut disebabkan oleh permintaan dari Buyer (pembeli) untuk berhenti memproduksi kopra putih.


Karena produk kopra putih edible untuk ekspor, sementara tidak diperbolehkan atau ditutup akibat dari pandemi Covid-19.


Dengan Pemberhentian produksi kopra putih, secara otomatis masyarkat yang menggeluti dibidang tersebut terpaksa harus menganggur ataupun mencari kerjaan lain.


Seperti yang di sampaikan Didik Sugianto yang mengelola UKM Kopra putih di  Kecamatan Teluk Belengkong mengatakan sudah 2 bulan ia tidak lagi produksi.


“Kami tidak lagi memproduksi karena pembeli dari luar negeri berhenti membeli Kopra Putih karena efek dari wabah pendemi Covid 19” ujar Didik.


“Akibatnya pendapatan masyarakat jauh berkurang, begitu juga bagi ibu-ibu rumah tangga yang bekerja sebagai pengambil upah mencongkel kelapa,” katanya.



Editor Arb




Melihat Pengolahan Sabut Kelapa di Kodim 0314/Inhil, Kades Batang Tumu akan Lakukan Percontohan

ARB INDONESIA, INDRAGIRI HILIR – Usai mengunjungi projek pengolahan limbah sabut kelapa di Kodim 0314/Inhil, Kepala Desa Batang Tumu, Kecamatan Mandah  berencana akan melakukan pencontahan di desa yang ia pimpin saat ini.


Kades Batang Tumu, Tarmizi mengatakan sabut yang selama ini dinilai oleh mata masyarakat hanya sebatas limbah, namun ternyata sabut memiliki nilai ekonomi  jika diolah menjadi suatu produk.


“Melalui anggaran desa akan kita coba masukan. Kita coba dengan satu mesin dulu, sebagai percontohan pengolahan limbah sabut kelapa,” tuturnya kepada media Rabu (19/2/2020).


Selain itu, Tarmizi juga menerangakan bahwa 70% masyarakat di Desa Batang Tumu berpenghasilan dari kebun kelapa atau petani kelapa. Artinya bahan baku untuk pengolahan sabut kelapa sangat mudah didapat di Desa Batang Tumu.


“Bersama masyarakat akan kita coba mengubah limbah sabut kelapa mejadi pundi-pundi rupiah untuk penghasilan tambahan masyarakat di desa,” imbuhnya.


Untuk diketahui, Kunjungan Kedes Batang Tumu ke Projek pengolahan limbah sabut kelapa di Kodim 0314/Inhil  didampingi oleh Banbinsa, Serda Tulus S.


Reporter ARB