Keunikan Petani Kelapa dalam Pengangkutan Hasil Panen Buah Kelapa dari Kebun

ARBIndoneaia.com, INDRAGIRI HILIR – Lain lubuk lain airnya lain pula ikannya, itulah istilah perbedaan cara atau tradisi petani kelapa dalam mempermudah akses saat mengumpulkan buah kelapa dari hasil panen perkebunan kelapa.

Sebagai contoh melalui pengalaman awak media ketika berkunjung ke suatu daerah di Provinsi Maluku Utara, Kabupaten Kepulauan Morotai.

Tradisi unik yang terlihat saat petani kelapa mengumpulkan buah kelapa yang telah di petik dari pohonnya, lalu buah kelapa tersebut dikumpulkan pada satu titik.

Pada aktivitas itu, petani kelapa di Kabupaten Kepulauan Morotai itu menggunakan hewan ternak (Sapi) sebagai alat angkut untuk membawa buah kelapa.

Didesain seperti gerobak yang memiliki dua roda, lalu gerobak tersebut diikatkan pada pundak Sapi layaknya sebuah delman.

Lalu kelapa dimasukan pada gerobak, dan ditunggangi oleh petani sebagai kusir atau pengendali sapi.

Sangat jauh berbeda dengan Kabupaten Indragiri Hilir yang tersohor sebagai Negeri Hamparan Kelapa tradisi petani kelapa saat mengumpulkan hasil panennya.

Pada umumnya petani kelapa di Inhil ini menggunakan ‘Ambung’ alat tradisional pengangkut yang terbuat dari rotan dengan desain berbentuk lingkaran panjang yang mengerucut kebawah. Penggunaan ambung layaknya sebuah ransel yang disandang pada kedua belah bahu.

Selain itu, kanal atau parit kecil yang dibuat oleh petani juga menjadi salah satu cara atau akses dalam mempermudah petani kelapa di Inhil untuk mengumpulkan buah kelapa pada satu titik atau tempat.

Dengan memanfaat air pasang surut dari kanal tersebut, buah kelapa tersebut dimasukan kedalam kanal itu, lalu dengan sendirinya buah kelapa tersebut hanyut terbawa oleh arus.

Ketika buah kelapa sampai pada titik pengumpulan, buah kelapa yang kondisinya terapung di air tersebut diangkat kembali untuk dilakukan proses pengupasan sabut kelapa. (Arbain)




Berdiri Selama 12 Tahun, Pengolahan Sabut Kelapa di Kecamatan Kateman Terus Eksis

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Bukan hal yang tidak mungkin, pengolahan sabut kelapa yang dianggap sebagai limbah ternyata bisa mendatangkan cuan alias keuntungan.

Seperti pengolahan sabut kelapa di Desa Penjuru, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang talah beroperasi selama hampir 12 tahun dan hingga hari ini masih tetap eksis.

Mr. Adi pengelola pabrik limbah sabut kelapa di Desa Penjuru mengatakan bahwa dirinya yang memiliki 12 karyawan itu hanya mengolah sabut kelapa untuk di ambil serat sabut kelapanya saja (cocofiber) dan kemudian cocofiber yang telah sesuai dengan permintaan pasar tersebut akan di jual kepada penampung di Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

“Yang kita kirim cuma cocofiber nya saja sama penampung di batam. Kalau orang batam diolah menjadi apa atau pun di ekspor lagi itu kita kurang tau,” kata Mr Adi saat di hubungi awak media melalui seluler, Jum’at (8/10/2021).

Selain itu, pengolahan limbah sabut kelapa ini kata Mr. Adi sudah beroperasi sejak masa orang tuanya hingga saat ini dirinya yang mengelolanya.

“Sudah cukup lama, sejak zaman orang tua saya, kira-kira 12 tahun sudah berdiri sampai saat ini,” imbuhnya.

Sedangkan untuk bahan baku sabut kelapa itu sendiri kata Mr Adi, didapatkannya dengan membeli dari petani kelapa di wilayah Kecamatan Kateman.

“Kalau peralatan kita cukup untuk pengolahan cocofiber dan cocopeat. Untuk bahan baku yang di habiskan saat produksi kita tergantung cuaca, sebab pengolahannya harus proses penjemuran dulu,” tambah Mr. Adi saat ditanyai apakah bahan baku (sabut) yang diproduksi mencapai 10 Ton perhari.

Selain itu, mengenai pengembangan usaha pengolahan limbah sabut kelapa dari bahan baku setengah jadi menjadi bahan jadi, Mr Adi mengaku belum siap untu mengarah ke hal pengembangan tersebut.

“Untuk saat ini kita belum ada arah kesana, karena butuh modal yang besar lagi. Sementara kita fokus ke pengolahan cocofiber saja dulu,” tuturnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data yang diperoleh melalui Dinas Perkebunan Kabupaten Indragiri Hilir bahwa di Kecamatan Kateman untuk perkebunan kelapa jenis Kelapa Dalam memiliki luas 31.622 hektar, dengan potensi produksi hasil perkebunan tercatat pada semester II (Juli-Desember) 2019 mencapai 11.852. 803 kilogram.

Sedangkan untuk jenis kelapa hibrida di Kecamatan Kateman tidak terdapat perkebunan kelapa jenis hibrida.

Secara statistik, Kecamatan Kateman merupakan kecamatan yang memiliki perkebunan kelapa jenis Kelapa Dalam paling luas setelah Kecamatan Mandah yang memiliki luas 34.343 hektar perkebunan jenis Kelapa Dalam. (Arbain)




Barisan Kelapa Inhil

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Tampak indah, barisan kelapa yang tersusun rapi itu seakan memanjakan indra penglihatan dikala melintasi perkebunan milik masyarakat di Desa Terusan Kempas, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Kesejukan juga sangat terasa ketika badan berada di areal perkebunan yang berbaris bak tentara yang menghijau ketika menggunakan seragamnya.

Selain itu kebersihan lahan juga tampak terjaga, seakan tumbuhan liar tak memiliki kesempatan untuk bertahan hidup diarea perkebunan yang penuh dengan sentuhan perawatan oleh pemiliknya.

Dengan terjaganya kebersihan kebun kelapa itu, juga tampak terlihat produksi buah kelapa yang dihasilkan cukup banyak pada setiap pokoknya.

Untuk diketahui, melalui data Dinas Perkebunan Kabupaten Inhil bahwa perkebunan kelapa jenis Kelapa Dalam di Kecamatan Gaung memiliki luas 27.285 hektar, dengan potensi produksi hasil perkebunan tercatat pada semester II (Juli-Desember) 2019 mencapai 19.735.947 kilogram.

Untuk perkebunan kelapa jenis Kelapa Hibrida di Kecamatan Gaung tidak terdapat perkebunan kelapa jenis kelapa hibrida. (Arbain)




Tiga Cara Petani Kelapa Dalam Memanen Kelapa

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Sudah tak asing didengar, bahwa Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) merupakan kabupaten yang memiliki hamparan perkebunan kelapa paling luas di mata nasional bahkan dunia.

Hal itu menunjukkan bahwa kekayaan akan buah kelapa melalui hasil perkebunan kelapa di Inhil sangatlah melimpah.

Kendati demikian, tahukah bagaimana cara petani kelapa di Kabupaten yang tersohor dengan dengan Negeri Hamparan Kelapa Dunia ini memanen buah kelapa dari pohonnya.

Dari sumber di lapangan mengenai cara Petani kelapa di Inhil memanen kalepa, terdapat 3 cara yang sering dilakukan oleh petani kelapa saat waktu panen tiba.

  1. Memanjat
    Dalam memudahkan untuk memanen buah kelapa dengan memanjat pohon kelapa, hal yang selalu dilakukan petani kelapa adalah membuat tempat pijakan atau tataran pada batang pohon kelapa.

Selain cara tersebut, memanjat dengan memanfaatkan tali tambang dan alat bantu yang lain tanpa merusak pohon kelapa. Selain itu juga adapula yang menggunakan bantuan kera atau monyet untuk memanjat kelapa, akan tetapi cara ini sangat jarang di temui di Kabupaten Inhil.

  1. Menggunakan Galah
    Cara memanen buah kelapa ini dilakukan
    dengan menggunakan sebilah bambu kering panjang yang pada bagian unjung nya disambung atau direkatkan mata pisau yang didesain khusus, dengan bentuk semacam sabit.

Metode ini adalah yang paling banyak dilakukan petani kelapa di Negeri Hamparan Kelapa (Inhil).

  1. Memungut Buah Yang Telah Jatuh
    Cara memanen ini hanya dilakukan pada buah kelapa kering yang jatuh dengan sendirinya dari pohon kelapa.

Dilansir dari Inhilframe.com Jenis panen seperti ini tentunya agak rawan dipraktekkan pada kebun-kebun yang berada jauh dari pemukiman dan keamanannya tidak terjamin.

Menurut beberapa literatur, hasil panen dari buah yang jatuh ke tanah tidak terlalu cocok sebagai bahan baku kopra atau kelapa parut kering ( desiccated coconut ) karena sudah lewat masak, tetapi masih bagus untuk bahan baku minyak kelapa murni.

Teknik panen yang disampaikan di atas berlaku secara umum hanya untuk kelapa yang diolah menjadi kopra dan minyak kelapa atau untuk dijual kembali sebagai bahan baku industri.

Selain teknik dan kriteria panen seperti di atas ada pula teknik dan kriteria panen khusus untuk pemanfaatan tertentu seperti pembuatan gula kelapa atau pemanfaatan kelapa muda sebagai salah satu alternatif minuman. (Arbain)




Petani Kelapa di Kecamatan Tembilahan Hulu Tanam Bibit Kelapa Kopyor

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Beragam cara dan upaya para petani kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dalam meningkatkan perekonomian melalui hasil perkebunan kelapa.

Seperti halnya yang dilakukan petani kelapa di Kecamatan Tembilahan Hulu yang melakukan penanaman bibit kelap Kopyor di sela-sela pohon kelapa lokal yang telah menghasilkan.

Jenis Kelapa Kopyor ini diketahui sangat jarang di temui di negeri yang tersohor dengan hamparan kelap ini.

Seperti yang disampaikan Nadi seorang petani kelapa di Kecamatan Tembilahan Hulu, bahwa ia melihat besarnya peluang ekonomi yang terdapat pada tanaman kelapa jenis kelapa kopyor tersebut.

Maka dari itu, ia mencoba untuk mengembangkan jenis kelapa kopyor tersebut untuk ditanam di kebun miliknya.

“Kita melihat adanya peluang besar di tanaman kelapa kopyor ini. Sebab jenis kelap ini jarang di temui di sini (Inhil),” tutur Nadi kepada awak media, Rabu (22/9/2021).

Untuk pertama ini katanya, bibit kelapa kopyor yang di beli dari luar Kabupaten Inhil dan harganya yangg cukup mahal tersebut akan ditanam sebanyak 200 buah bibit.

“Jenis kelapa kopyor ini umumnya khusus untuk tanaman kelapa yang buahnya akan di petik saat masih muda saja, sebab isi dari kelapa ini tidak sama dengan kelapa lokal yang ada,” tutupnya. (Arbain)




Jenis Kelapa Dalam, ini Tujuh Kecamatan di Inhil yang Miliki Hamparan Kelapa Paling Luas

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Dengan memiliki luas perkebunan kelapa sekitar 400.740,84 hektar, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menjadi kabupaten yang memiliki perkebunan kelapa paling luas pada tingkat nasional.

Dari luasan perkebunan tersebut, 340.773 hektar diantaranya adalah perkebunan kelapa jenis ‘Kelapa Dalam’, dan 59.967,84 hektar perkebunan jenis ‘Kelapa Hibrida’, (Disbun Inhil 2019).

Selain itu, melalui data BPS Provinsi Riau tahun 2019, dari luas perkebunan kelapa yang terdapat di Kabupaten Inhil produksi yang dihasilkan dari perkebunan kelapa tersebut sebesar 361.348 TON kelapa.

Tercatat, dari luasnya perkebunan kelapa di Kabupaten Inhil tersebut seluruhnya tersebar di 20 Kecamatan yang ada di Kabupaten yang berjuluk ‘Negeri Hamparan Kelapa Dunia’ ini.

Melalui data yang di himpun dari Dinas Perkebunan Kabupaten Inhil, dari 20 Kecamatan yang ada di Kabupaten Inhil, berikut 7 Kecamatan yang memiliki perkebunan kelapa jenis ‘Kelapa Dalam’ paling luas.

Pertama, Kecamatan Mandah memiliki luas perkebunan kelapa jenis ‘Kelapa Dalam’ paling luas di Kabupaten Inhil. Tercatat 34.343 hektar perkebunan yang ada di sana dengan potensi hasil 31.458.688 kilogram.

Kedua, Kecamatan Kateman memiliki perkebunan kelapa jenis ‘Kelapa Dalam’ seluas 31.622 hektar dengan potensi hasil perkebunan 11.852.803 kilogram.

Ketiga, Kecamatan Enok memiliki perkebunan kelapa jenis ‘Kelapa Dalam’ seluas 30.895 hektar dengan potensi hasil perkebunan 23.201.019 kilogram.

Keempat, Kecamatan Gaung memiliki perkebunan kelapa jenis ‘Kelapa Dalam’ seluas 27.285 hektar dengan potensi hasil perkebunan 19.735.947 kilogram.

Kelima, Kecamatan Reteh memiliki perkebunan kelapa jenis ‘Kelapa Dalam’ seluas 23.928 hektar dengan potensi hasil perkebunan 29.699.399 kilogram.

Ketujuh, Kecamatan GAS memiliki perkebunan kelapa jenis ‘Kelapa Dalam’ seluas 17.178 hektar dengan potensi hasil perkebunan 7.715.224 kilogram.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Inhil, Drs. Sirajuddin, MM melalui Kabid Pengolahan dan Pemasaran Ardiansyah, SE mengatakan bahwa luas hamparan perkebunan kelapa jenis ‘Kelapa Dalam’, Kecamatan Mandah merupakan kecamatan yang memiliki luas serta hasil produksi perkebunannya paling banyak dari 20 kecamatan lainnya. (Arbain).