Bertemu Dajjal

Ilustrasi: Internet

detikriau.org – Ombak besar tiba-tiba menggulung dengan dahsyatnya. Langit amat suram karena awan mendung menutupinya. Angin bertiup amat kencang, hingga para pelaut kewalahan menangani layar kapal mereka. Jika mereka selamat, itu takdir Tuhan.

Begitulah mereka hanya bisa pasrah meski terus mencoba bertahan untuk tetap hidup. Mereka berjumlah 30 orang dari Bangsa Arab, tepatnya dari Kabilah Lakhm dan Judzam. Tamim Ad-Dari, nama pemimpin mereka.

Saat sinar mentari menerpa, betapa tak terkira kebahagian yang mereka dapat. Kapal masih utuh meski banyak kayu yang rompal. Layar pun tetap berkibar meski telah banyak robekan. Yang paling membahagiakan, mereka semua selamat. Namun, kebahagiaan itu hanya sekejap ketika mereka menyadari bahwa di sekeliling mereka sejauh mata memandang hanyalah air, air, dan air.

Setelah satu bulan terombang ambing di tengah lautan, betapa girang hati mereka melihat sebuah pulau. Mereka pun segera merapat ke satu-satunya daratan di luasnya samudra biru. Saat senja mulai tenggelam ditelan laut, mereka pun telah mencapai daratan tersebut.

Mengejutkan, Tamim dan kawan-kawan disambut binatang mengerikan yang bulunya sangat lebat. Kepala dan ekornya tak jelas karena saking lebatnya bulu yag menutupi seluruh tubuh binatang itu. “Binatang apa kamu ini?” tanya Tamim ketakutan.

Binatang itu pun ternyata mampu berbicara, “Aku adalah al-Jassasah,” jawabnya. Semakin ngerilah Tamim dan kawanannya. Mereka pun berbisik-bisik apa itu al-Jassasah. Belum terjawab pertanyaan itu, binatang tersebut berkata lagi. “Kalian pergilah ke kuil di sana, temuilah seorang pria karena sungguh ia sangat menanti berita dari kalian,” ujar al-Jassasah sembari menunjukkan arah.

Rombongan Tamim pun tak kuasa menolak. Meski bulu kuduk mereka berdiri, mereka tetap melangkahkan kaki menuju kuil yang dimaksud. “Bagaimana jika yang akan kita temui adalah setan?” ujar seorang rombongan. Namun, Tamim tetap menuju kuil itu.

Betapa terkejut mereka, ternyata di dalamnya terdapat seorang laki-laki super besar yang dibelenggu. Kedua tangannya diikat dengan lehernya, lutut dan pergelangan kakinya juga diikat. Bukan ikatan biasa, ikatan itu terbuat dari besi yang sangat kuat, mustahil menghancurkannya, kecuali atas izin Allah. Laki-laki raksasa itu berambut keriting dengan mata kiri buta. Di dahinya tertulis abjad arab “kaf”, “fa”, dan “ra”, atau jika disambung menjadi “kafir”.

“Sungguh betapa celaka kamu, makhluk macam apakah kamu ini?” tanya Tamim. Laki-laki bertubuh sangat besar itu pun menjawab, “Kalian sesungguhnya telah tahu tentang aku maka beritakanlah kepadaku siapa kalian ini?” ujarnya.

“Kami adalah orang-orang Arab, kami menaiki kapal, namun mendapati gelombang luar biasa sehingga kami terdampar di pulaumu ini. Kami pun bertemu Al-Jassasah, lalu hewan itu meminta kami menuju kemari,” kata Tamim secara ringkas.

Pria itu pun kembali bertanya, “Kabarkan kepadaku mengenai pohon-pohon kurma di Baisan!” Tamim dan rombongan pun bertanya tak mengerti, “Tentang apa kau bertanya pohon di sana?”

Pria terbelenggu itu menjawab, “Tentang pohon kurmanya, apakah masih berbuah?”

Mereka pun menjawab, “Ya.”

Pria itu pun menjawab, “Sungguh sebentar lagi pohon-pohon itu tak akan lagi berbuah. Lalu, kabarkanlah kepadaku tentang Danau Thabariyyah (Tiberia)!”

Mereka pun kembali bertanya, “Tentang apa kau bertanya danau itu?”

Pria buta sebelah itu menjawab, “Apakah danau itu masih berair?”

Tamim dan kawan-kawan menjawab, “Ya, danau itu memiliki banyak air.

Lagi-lagi si pria menjawab tentang masa depan. “Sungguh sebentar lagi danau itu akan kering. Lalu, kabarkanlah kepadaku tentang mata air Zugharl!”

Mereka bertanya lagi rinciannya, “Tentang apa kau bertanya mata air Zugharl?”

Pria besar namun pendek itu menjawab, “Apakah mata air itu masih mengalirkan air? Dan, apakah penduduknya masih bertani dengan memanfaatkan air itu?”

Rombongan Tamim menjawab, “Ya, mata air itu sangat deras dan penduduk bertani dengannya.”

Tiga pertanyaan belum membuat pria itu puas. Rupanya, ia telah terbelenggu ratusan tahun sehingga tak tahu lagi kabar perkembangan zaman. Ia pun melanjutkan pertanyaan meminta kabar dari Tamim dan pengikutnya. “Kabarkan kepadaku tentang nabi yang ummi, apa yang ia lakukan?” tanya pria besar jelek itu.

Mereka pun memahami bahwa yang ditanyakannya adalah perihal Nabi Muhammad yang saat itu tengah diutus. Tamim merupakan seorang Nasrani. Saat itu, ia belum mendapatkan hidayah menuju Islam. Ia pun menjawab, “Ia telah muncul dari Makkah dan tinggal di Yatsrib (Madinah),” ujarnya.

“Apakah orang-orang Arab memeranginya?” tanya laki-laki raksasa tanpa daya dengan tangan kaki terikat kencang.

“Ya,” jawab Tamim dan teman-temannya.

“Apa yang ia (Muhammad) lakukan terhadap orang Arab? Apakah ia telah menang atas mereka dan membuat mereka taat? Apakah itu telah terjadi?” tanya pria “kafir” itu lagi.

“Ya,” ujar mereka.

Pria besar itu pun mengakhiri pertanyaan. Ia kemudian memberikan kabar mengejutkan, “Sungguh baik bagi mereka yang taat kepadanya (Rasulullah). Aku beritakan kepada kalian siapa aku. Aku adalah al-Masih (ad-Dajjal). Sebentar lagi aku akan mendapat izin keluar dan berjalan di muka bumi. Tidak akan kutinggalkan satu negeri pun, kecuali aku lewati dalam waktu 40 malam, kecuali Makkah dan Tha’ibah (Madinah), dua kota itu haram bagiku memasukinya. Setiap kali aku ingin memasuki dua kota itu, malaikat menghadangku dengan pedang terhunus. Mereka menghalangiku masuk ke dua kota itu. Sungguh di setiap celah dua kota tersebut ada para malaikat yang menjaganya,” ujar pria besar yang ternyata Dajjal ini.

Usailah pertemuan rombongan Tamim dengan Dajjal. Mereka tak percaya bertemu dengan pria mengerikan itu. Apalagi, telah banyak berita Rasulullah yang mengabarkan bahwa salah satu tanda hari kiamat, yakni munculnya Dajjal.

Sepulang di tanah Arab, Tamim segera bertemu Rasulullah dan mengisahkan perjalanannya. Ia pun segera menyatakan diri memeluk Islam. Rasulullah sangat gembira mendengar pengalaman Tamim yang luar biasa. Pengalaman itu pun segera dikabarkan Rasulullah. Ia mengumpulkan umatnya di dalam masjid. Rasulullah kemudian mengisahkan perjalanan Tamim.

Sumber : Islam Digest Republika




Cara Mudah Bikin Otak Lebih Cerdas

Cara Mudah Bikin Otak Lebih Cerdas (EFKS/Shutterstock)

detikriau.org – Anda ingin memiliki otak yang lebih cerdas? Coba singkirkan dulu makanan sehat bernutrisi tinggi, susu, atau ikan. Sebab, penelitian baru menyebutkan bahwa berjalan di bawah sinar matahari ternyata bisa membuat otak Anda menjadi lebih cerdas.

klikdokter.com mengabarkan, anda tentu tahu bahwa selama ini jika ingin otak menjadi cerdas maka asupan omega-3, omega-6, zat besi, kolin, alfa laktalbumin, dan vitamin B-12 harus terpenuhi. Zat-zat ini harus dipenuhi karena masa awal pembentukan kecerdasan otak sudah harus terpenuhi sejak Anda masih anak-anak.

Namun sebenarnya ada hal yang lebih sederhana untuk membuat otak lebih cerdas, yakni dengan terbiasa terpapar sinar matahari. Memang terdengar agak aneh, tapi ini adalah hasil penemuan baru, meski perlu penelitian lebih lanjut.

Hubungan sinar matahari dengan kecerdasan otak

Dalam dosis kecil, sinar UV dari matahari dapat memicu proses kimia yang meningkatkan memori dan pembelajaran. Hal ini sudah diuji coba pada tikus oleh ilmuwan Universitas Sains dan Teknologi China. Mereka berharap sinar matahari juga memiliki efek yang sama pada otak manusia.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada bulan Mei dalam jurnal Cell, para ilmuwan membiarkan sekelompok tikus terkena sinar UVB dan sinar ultraviolet gelombang pendek selama 2 jam. Itu setara dengan 30 menit terpapar sinar matahari. Para peneliti kemudian mengevaluasi keterampilan motorik tikus dengan tes rotarod, yakni tikus menyeimbangkan batang yang berputar, diikuti oleh percobaan memori dengan tikus harus mengendus objek yang baru dikenalnya.

Hasilnya, paparan sinar matahari bisa meningkatkan asam urocanic dalam darah tikus. Nantinya, zat itu diubah di otak menjadi glutamat yang menjadikan otak memiliki energi untuk melepaskan neurotransmiter ke korteks motorik, tempat gerakan refleks berasal. Selain itu, paparan sinar matahari juga membuat hippocampus – unit penyimpanan utama otak untuk memori jangka panjang – bekerja lebih baik.

Para peneliti berkesimpulan bahwa tikus yang terkena sinar UVB menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam keterampilan motorik dan tes pengenalan objek dibandingkan dengan tikus yang tidak terkena.
Diharapkan bisa terjadi pada manusia

Melalui serangkaian tes dan hasilnya, para peneliti peneliti kini berharap sinar matahari juga dapat menghasilkan memori dan peningkatan belajar bagi otak manusia. Peneliti utama, Xiong Wei, mengatakan kepada China Daily bahwa dia berencana menggunakan penelitian ini untuk memahami fungsi molekuler penyakit Alzheimer dan Parkinson dan mengidentifikasi dua penyakit itu sebelum menghancurkan otak.

“Untuk mendiagnosis dua penyakit pada tahap awal, yang sebenarnya sangat sulit, kami ingin menemukan beberapa molekul kecil yang bisa berfungsi sebagai biomarker (hubungan antara paparan lingkungan dan timbulnya kerusakan atau dampak buruk pada organisme),” ujar Xiong Wei.

Memang, dalam kenyataannya, sinar UVB itu hanya 10 persen yang masuk ke atmosfer bumi, tapi itu sangat berguna bagi manusia. Jika penelitian soal paparan sinar matahari bagi kecerdasan otak masih belum teruji kebenarannya, minimal paparan UVB dapat membangkitkan produksi vitamin D di kulit, menghasilkan oksida nitrat yang meningkatkan kesehatan kardiovaskular, dan meningkatkan pelepasan endorfin untuk meningkatkan suasana hati.

Dengan penelitian ini, tidak ada salahnya untuk membiarkan tubuh Anda beberapa saat terpapar matahari demi kecerdasan otak. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan 5-15 menit paparan sinar matahari dalam 2 sampai 3 hari seminggu sudah cukup untuk kesehatan Anda. Meski demikian, lakukanlah di bawah matahari saat pagi, dan secukupnya, agar tidak berisiko terkena kanker kulit karena terlalu lama terpapar sinar matahari. [HNS/ RVS]

 




Universitas Ini Buka Prodi Main Gim, Gelar Sarjananya Apa?

Foto ilustrasi: Net

SEMARANG – Perkembangan industri gim dan eSport di Indonesia ternyata telah berdampak jauh. Tidak saja pada perekonomian kreatif bahkan ke dunia pendidikan akademik.

jpnn.com mengabarkan, salah satu universitas di Jawa Tengah membawa industri gim lebih dari sekadar hobi. Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Semarang, Jawa Tengah, baru saja membuka program studi (prodi) eSport untuk tahun ajaran 2018/2019.

Pembina Program Esport Udinus Nicodemus Widiutomo beralasan, bermain gim saat ini tidak hanya sekadar hobi. Udinus melihat ada potensi besar terkait perkembangan industri gim ini bila dikelola dengan baik dan dibekali sumber daya manusia yang kompeten dan berkarakter.

Bermain gim bukan hanya menjadi mata pelajaran di Udinus, lanjut Nicodemus, tapi juga telah menjadi penjurusan kuliah yang dapat diambil oleh calon mahasiswa yang memiliki minat dan bakat di bidang eSport.

“Titik berat penjurusan yaitu pembekalan keterampilan, pengetahuan dan karakter yang mana hasil akhirnya adalah lahir calon atlet eSport profesional,” kata Nicodemus.

Terkait pandangan pro dan kontra masyarakat luas mengenai perkembangan industri gim dan eSports di Indonesia pada kalangan usia pelajar dan mahasiswa, pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Indonesian eSports Association (IeSPA) Jawa Tengah itu mengamini bahwa masih ada stigma tersebut terutama di kalangan orang tua.

“Kami sadar bahwa masih ada pendapat kurang baik mengenai kecanduan bermain gim. Oleh karena itu, kami memberikan fasilitas dan pendampingan pribadi agar peserta didik tidak kecanduan. Bagaimanapun pendidikan tetap menjadi prioritas utama dan kami memantau dan mengevaluasi nilai akhir dari setiap mahasiswa,” jelas Nico.

Lebih lanjut, Nico berpendapat bahwa kehadiran dan dukungan berbagai pihak sangat penting untuk mempercepat kemajuan industri gim dan eSport di Indonesia, salah satunya platform live streaming seperti Nimo TV.

Program Esport di Udinus hasil kerja sama dengan Indonesia e-Sport Association (IeSPA)




Seekor Kambing Lahirkan Anak Mirip Campuran Babi dan Manusia

Foto: Net

SEORANG petani terkejut setelah melihat kambingnya melahirkan tapi dengan wujud yang tidak sewajarnya. Antara percaya dan tidak percaya, tapi terjadi dan nyata, seekor kambing lahir dengan bentuk yang aneh.

Kabar kelahiran dan wujud kambing ini pun sontak gegerkan masyarakat. Bagaimana tidak, wujudnya sama sekali tidak seperti kambing pada umumnya. Tidak berbulu tidak pula bertanduk.

Kambing tersebut berbentuk menyerupai babi tapi mirip pula dengan manusia. Seperti yang tertulis dalam laman Mirror, Kamis (22/11/2018) yang dikabarkan Okezone, dalam foto yang disebarkan, kambing itu berwarna putih pucat, berbadan gemuk, keempat kakinya mirip tangan dan kaki manusia, karena lurus tidak menekuk seperti kambing pada umumnya.

Keluarga si petani pun sekarang ketakutan, karena mereka menganggap kambing dikhawatirkan akan membawa nasib buruk bagi keluarga. Tidak hanya keluarga petani saja, masyarakat sekitar pun beranggapan kambing tersebut seperti monster.

“Bayi kambing terlihat mirip babi, tapi menyerupai manusia,” ucap Josephine Repique, petani dan pemilik kambing.

Josephine tidak hanya ketakutan, dia juga merasa sedih, karena induk dari kedua kambing yang lahir tersebut mati ketika melahirkan.

“Tidak ada yang tahu penyebabnya. Tapi, binatang itu tidak mirip seperti kambing. Menyeramkan. Kami keheranan mengapa itu bisa terjadi, apakah pertanda buruk?” kata Josephine.

Untuk meluruskan rasa penasaran dan dugaan Josephine serta masyarakat, seorang dokter hewan bernama Dr Agapita Salces pun angkat bicara. Dokter yang berasal dari Universitas Filipina ini mengatakan, kambing telah mengalami mutasi genetik.

“Kemungkinan mengalami mutasi genetik. Namun, ada kemungkinan juga induk kambing mengalami demam yang diakibatkan oleh gigitan nyamuk dan menyebabkan gangguan pertumbuhan pada janin kambing,” jelas Dr Agapita.




Air Kencing Bau Menyengat, Waspada Penyakit Ini

Pada dasarnya tubuh akan memberikan tanda-tanda tertentu ketika mengalami gangguan. Salah satu tanda yang bisa dikenali yaitu dari aroma air kencing Anda. Sejumlah pakar kesehatan mengatakan, bahwa air kencing bau bisa disebabkan oleh konsentrasi zat tertentu yang menjadi penanda masalah kesehatan.

Apa sajakah masalah kesehatan yang patut untuk diwaspadai dari air kencing berbau menyengat? Berikut doktersehat.com mengabarkan penyebab kencing berbau, di antaranya:

Infeksi saluran kemih

Pakar kesehatan menyebutkan bahwa salah satu gejala dari infeksi saluran kemih adalah adanya bau yang sangat menyengat dan cenderung air kencing bau busuk. Tak hanya itu, urine juga akan berubah menjadi lebih keruh, adanya rasa nyeri atau mengalami sensasi tidak tuntas saat buang air kecil, atau bahkan adanya darah pada air seni.

Batu saluran kemih

Andai di saluran kemih terdapat batu, maka hal ini akan membuat air seni Anda memiliki bau amonia yang menyengat. Biasanya, masalah batu saluran kemih ini juga disertai dengan rasa nyeri saat buang air kecil atau adanya darah pada air seni.

Penyakit maple syrup urine disease

Penyakit yang disebabkan oleh faktor genetik ini ternyata bisa menyebabkan tubuh tidak mampu memecah beberapa jenis asam amino. Alhasil, hal ini ternyata bisa berimbas pada bau air seni yang lebih manis dari biasanya.

Ketoasidosis diabetes

Penyakit ketoasidosis diabetes adalah komplikasi yang bisa terjadi pada penderita diabetes. Tubuh penderita penyakit ini tidak akan mampu menggunakan gula darah sebagai sumber energi karena minimnya produksi insulin di dalam tubuh. Alhasil, tubuh akan memilih untuk memecah lemak dan memproduksi keton yang memilki bau sangat menyengat dan ikut dikeluarkan saat kita buang air kecil.

Fistula kandung kemih

Fistula adalah lubang yang menghubungkan saluran pencernaan dan kandung kemih. Normalnya tubuh tidak memiliki lubang ini, namun karena kondisi tertentu, lubang ini terbentuk dan pada akhirnya isi dari usus akan memasuki kandung kemih dan memicu air kencing berbau.

Penyebabnya bisa karena luka pada saat pembedahan, radang usus, atau penyakit Crohn. Jika Anda mengalami kencing bau karena kondisi ini, cobalah konsultasikan kepada dokter mengenai penanganan yang tepat.

Dehidrasi

Kondisi ini juga memungkinkan urine berbau menyengat. Tanda lain bahwa Anda dehidrasi adalah urine berwarna keruh seperti kuning tua menuju oranye. Segera minum air putih lebih banyak agar tubuh tidak dehidrasi.

Jika dehidrasi tergolong berat, hal itu mungkin diikuti dengan rasa lelah yang amat sangat, lemas, gelisah, hingga penurunan kesadaran.
Tips Menjaga Agar Air Kencing Tidak Berbau

Berikut ini adalah beberapa cara agar kesehatan saluran kencing terjaga dan air kencing bau bisa diminimalisir, di antaranya:

Konsumsi air putih minimal 8 hingga 10 gelas per harinya.

Saat buang air kecil tidak perlu terburu-buru dengan mengejan untuk mengeluarkan urine lebih cepat.

Tidak perlu memaksa untuk buang air kecil jika belum perlu.

Kurangi menahan buang air kecil.

Bersihkan bagian luar kelamin dengan air bersih yang mengalir (usahakan arah basuhan dari depan ke belakang, untuk menghindari bakteri pindah dari permukaan anus ke saluran kencing).

Normalnya, buang air kecil 5-7 kali per hari. Jika kurang dari itu, tambah porsi minum air putih.

Perlu diperhatikan, jika air kencing bau berlangsung lebih dari 12 jam, dan bukan disebabkan makanan atau obat-obatan—terutama jika disertai dengan rasa sakit, mual, dan muntah, sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.




Kunci Kesuksesan Itu Bernama Sabar

Ilustrasi: Net

Ketika Firaun berkuasa, bani Israel benar-benar dihinakan, mereka hidup sebagai warga kelas bawah yang statusnya disetarakan dengan budak belian. Konon ketika ada seorang Qibthi hendak membawa barang bawaan, alih-alih mencari kuda atau keledai, mereka malah memanggil salah seorang di antara bani Israel untuk mengangkat dan memikulnya.

Kondisi tersebut berlangsung cukup lama hingga kedatangan seorang Musa ‘alaihissalam di tengah-tengah mereka. Dengan penuh kesabaran Musa ‘alaihissalam membimbing mereka untuk mengenal tauhid serta menjadikan kalimat “Laa Ilaaha illallaah” sebagai fondasi keyakinan mereka.

Allah ta’ala pun menceritakan kondisi bani Israel dalam firman-Nya:

وَأَوْرَثْنَا الْقَوْمَ الَّذِينَ كَانُوا يُسْتَضْعَفُونَ مَشَارِقَ الْأَرْضِ وَمَغَارِبَهَا الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا ۖ وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ الْحُسْنَىٰ عَلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ بِمَا صَبَرُوا ۖ وَدَمَّرْنَا مَا كَانَ يَصْنَعُ فِرْعَوْنُ وَقَوْمُهُ وَمَا كَانُوا يَعْرِشُونَ

“Dan Kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu, negeri-negeri bagian timur bumi dan bagian baratnya yang telah Kami beri berkah padanya. Dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir’aun dan kaumnya dan apa yang telah dibangun mereka.” (QS. Al A’raf: 137)

Allah ta’ala memberikan kekuasaan kepada Bani Israel, dikarenakan kesabaran mereka. Huruf ba’ pada kalimat bima shobaruu merupakan ba’ sababiyah, artinya: disebabkan kesabaran yang mereka miliki, maka Allah memberi kekuasaan kepada mereka di muka bumi, dan mewariskan kepada mereka negeri yang telah diberkahi; Palestina.

Bani Israel memasuki negeri tersebut sepeninggal Musa ‘alaihissalam, mereka memasukinya bersama Dawud ‘alaihissalam dan Sulaiman ‘alaihissalam. Mereka pun memerintah Palestina dengan dasar tauhid. Dengan kalimat tauhid pula, bani Israel berhak mewarisi Mesir setelah Firaun ditenggelamkan oleh Allah ta’ala karena menindas serta melalimi ahli tauhid.

Satu pelajaran yang bisa dipetik dari sepenggal kisah bani Israel di atas; bahwa Allah telah mengumumkan busyro atau kabar gembira bagi siapapun yang bersabar dalam kehidupannya dan tidak pernah berhenti menaruh sebuah harapan besar, bahwa Allah ta’ala akan membuka berbagai jalan kemudahan serta mendatangkan kemenangan bagi mereka.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

يَوَدُّ أَهْلُ العَافِيَةِ يَوْمَ القِيَامَةِ حِيْنَ يُعْطَى أَهْلُ البَلَاءِ الثَوَابَ لَوْ أَنَّ جُلُوْدَهُمْ كَانَتْ قُرِضَتْ فِيْ الدُّنْياَ بِالمَقَارِيضِ

“Ketika ahlul bala’ menerima pahala pada hari kiamat, ahlul ‘afiyah sangat menginginkan seandainya kulit mereka dipotong-potong dengan gunting.” (HR. At Tirmidzi)

Ahlul bala’ adalah sebutan bagi mereka yang ketika hidup di dunia banyak mendapatkan cobaan dari Allah ta’ala. Dalam sebuah hadits hasan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menceritakan bahwa ahlul bala’ memasuki surga tanpa melewati proses hisab, maka ahlul ‘afiyah atau orang-orang yang tidak banyak mendapat cobaan semasa hidupnya pun bertanya, “Apa gerangan dengan kalian, sehingga amal perbuatan kalian tidak dihisab?”. Mereka menjawab, “Dahulu kami bersabar dalam menghadapi cobaan dan ridha dengan ketentuan-Nya.” Maka ahlul ‘afiyah pun berangan-angan seandainya dulu di kehidupan dunia kulit mereka dipotong-potong dengan gunting, mereka pun akan ridha dengan cobaan tersebut.

Dalam sebuah hadits panjang yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menceritakan bahwa di hari kiamat kelak datanglah seorang yang ketika di dunia hidupnya bergelimang kenikmatan, lalu dia dicelupkan ke neraka dengan satu kali celupan, kemudian dia ditanya, “Hai fulan, apakah kamu pernah merasakan kesenangan?” Dia menjawab, “Tidak, aku belum pernah sekalipun mengecap kesenangan.”Kemudian didatangkan seorang yang ketika di dunia hidupnya paling sengsara dan paling sering mendapat musibah. Lalu dia dicelupkan di surga dengan satu kali celupan, kemudian ditanya, “Hai fulan, apakah kamu pernah merasakan penderitaan?” Dia pun menjawab, “Tidak, aku sama sekali tidak pernah merasakan penderitaan apapun.”

Mari kita renungkan, cukup satu celupan di surga, seseorang lupa dengan segala macam penderitaan yang pernah dialaminya di dunia. Hanya dengan satu celupan, segala macam kesulitan dan musibah selama 60 tahun atau 70 tahun terlupakan begitu saja. Betapa rendahnya segala macam cobaan dunia ketika dihadapkan kenikmatan surga yang hakiki.

Allah ta’ala berfirman,

وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali Imran: 133)

Maka sudah sepantasnya seorang muslim menjalani kehidupannya di dunia dengan kesabaran yang menyeluruh. Sabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah, sabar dalam menjauhi larangan Allah, sabar dalam menerima ketentuan Allah, sabar dalam menjaga dan menggunakan nikmat Allah.
Sabar Terhadap Sesuatu yang Disukai

Berdasarkan objeknya, secara garis besar sabar terbagi menjadi dua. Sabar terhadap sesuatu yang disukai dan sabar terhadap sesuatu yang dibenci. Sabar terhadap sesuatu yang disukai jauh lebih sulit daripada sabar terhadap apa yang dibenci/tidak disukai hati. Maka dari itu sahabat Abdurrahman bin ‘Auf pernah mengatakan:

“Kami mampu bersabar tatkala diuji dengan kesempitan. Namun kami tidak mampu bersabar tatkala diuji dengan kelapangan.”

Maka Allah ta’ala pun mewanti-wanti kaum muslimin,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ ۚ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. At Taghabun: 14)

Dr. Abdullah Azzam dalam Tarbiyah Jihadiyah menyebutkan ada empat perkara yang harus kita perhatikan pada sebuah kenikmatan yang diinginkan oleh hati, yaitu:

Tidak cenderung kepadanya.
Tidak terlalu bernafsu dalam mengumpulkannya, meskipun yang dikumpulkan tergolong hal yang mubah. Seperti harta dan makanan.
Menjaga dan memelihara hak-hak Allah yang ada padanya.
Menjauhi yang haram selama mencarinya.

Maka sekali lagi, sabar terhadap sesuatu yang kita sukai jauh lebih sukar dari sabar menghadapi musibah. Ketika mengingat akan segala nikmat yang telah kita peroleh, kita harus bersabar atasnya, yakni tidak lalai dari mengingat Allah karenanya, tidak cenderung kepadanya, dan tidak memandang remeh orang lain karenanya.

Sabar Terhadap Sesuatu yang Dibenci

Lalu sabar yang kedua adalah sabar terhadap sesuatu yang dibenci. Dr. Abdullah Azzam dalam Tarbiyah Jihadiyah membagi sabar yang kedua ini dalam tiga bagian:

Sabar ikhtiyari.
Sabar qahri.
Sabar ikhtiyari pada awal mulanya, dan menjadi qahri pada akhirnya, dikarenakan konsekuensi-konsekuensi dari pilihan tersebut ternyata berat dirasa sehingga seseorang menjadi terpaksa menjalani konsekuensi tersebut.

Sabar ikhtiyari merupakan sabar yang merupakan sebuah pilihan, di mana seseorang mempunyai kebebasan untuk memilih antara bersabar dan tidak. Sabar ikhtiyari terjadi ketika seseorang dihadapkan pada perintah dan larangan Allah, dia dapat memilih untuk bersabar ketika menjalankan perintah Allah serta menjauhi larangan-Nya, atau dia dapat memilih untuk tidak bersabar dan bermaksiat kepada Allah.

Sabar ikhtiyari dicontohkan dengan baik oleh Yusuf ‘alaihissalam ketika digoda oleh istri tuannya, kisah ini diabadikan dalam surat Yusuf ayat 23:

وَرَاوَدَتْهُ الَّتِي هُوَ فِي بَيْتِهَا عَنْ نَفْسِهِ وَغَلَّقَتِ الْأَبْوَابَ وَقَالَتْ هَيْتَ لَكَ ۚ قَالَ مَعَاذَ اللَّهِ ۖ إِنَّهُ رَبِّي أَحْسَنَ مَثْوَايَ ۖ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ

“Dan wanita yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata: “Marilah ke sini”. Yusuf berkata: “Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung.” (QS. Yusuf: 23)

Mari kita renungkan, betapa luar biasanya Yusuf ‘alaihissalam yang ketika itu masih muda, perjaka, dan tentu saja beliau orang asing sehingga jikalau melakukan keburukan tidak akan ada nama keluarga yang khawatir tercoreng, namun beliau memilih untuk bersabar dan takut kepada Allah ‘azza wa jalla.

Adapun sabar qahri merupakan kesabaran dalam menghadapi musibah yang mesti dihadapi, yang manusia tidak bisa menolaknya dan tidak mempunyai pilihan selain bersabar menghadapinya. Seperti ketika Nabi Yusuf ‘alaihissalam dimasukkan ke dalam sumur oleh saudara-saudaranya, tidak ada pilihan bagi beliau selain bersabar menunggu pertolongan.

Namun sabar qahri ternyata mempunyai beberapa tingkatan, dalam artian ekspresi kepasrahan seseorang ketika tertimpa musibah ternyata berbeda-beda. Bagi manusia yang lemah akal dan lemah iman, dia hanya menangis, mengeluh, dan mengemis bantuan kepada manusia lainnya. Adapun bagi manusia yang mempunyai cukup keimanan, mereka akan menahan diri untuk mengeluh kepada manusia meskipun terkadang masih timbul rasa tidak puas terhadap takdir Allah yang sedang menimpanya. Sedangkan tingkatan yang tertinggi adalah orang-orang ridha terhadap segala ketentuan Allah yang menghampiri dirinya, mereka senantiasa memenuhi waktunya dengan khusnudzon terhadap Rabbul alamin dalam segala kondisi.

Penulis: Rusydan Abdul Hadi/sumber: kiblat.net