Mengapa Seharusnya Anda Tidak Minum Kopi Instan?

(Foto ilustrasi minuman kopi: George Dolgikh/Shutterstock)

Detikriau.org – Kopi instan merupakan pilihan praktis bagi masyarakat karena cenderung lebih murah, cepat dibuat dan tidak meninggalkan ampas. Tak heran, banyak orang memilih konsumsi kopi instan sehari-hari.

Proses pembuatan kopi instan pun cukup unik. Ekstrak kopi dibuat dengan menyeduh biji kopi yang sudah digiling, namun dengan konsentrat lebih. Setelah itu, akan dilakukan proses pengeringan untuk membuang kadar air, sehingga menyisakan bubuk atau granul yang mudah larut jika ditambahkan dalam air.

Kopi instan sendiri terdiri dari beberapa jenis. Terdapat bubuk kopi instan dalam kemasan saset yang sudah ditambahkan gula dan creamer, sehingga cukup diseduh dengan air panas untuk menghasilkan secangkir kopi susu. Namun dikabarkan klikdokter.com, mengkonsumsi kopi instan mengandung beberapa hal yang dapat membahayakan bagi kesehatan

Bahaya zat yang terkandung dalam kopi instan

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, kopi instan sebenarnya merupakan seduhan biji kopi yang lebih pekat kemudian dikeringkan. Walaupun demikian, dapat ditemukan perbedaan pada kandungan keduanya.

Pada kopi instan, ditemukan lebih banyak kadar acrylamide hingga mencapai dua kali lipat jika dibandingkan dengan kopi biasa (358 mcg/kg pada kopi instan, dibandingkan dengan 179 mcg/kg pada kopi biasa).

Zat ini sendiri dihasilkan akibat adanya reaksi antara asam amino dan zat gula pada kopi saat dipanaskan. Proses pembuatan kopi instan yang menggunakan suhu tinggi dapat menyebabkan tingginya kadar acrylamide ini.

Mirisnya, kadar acrylamide yang berlebihan dapat merusak sistem saraf. Selain itu, pada penelitian yang dilakukan dengan menggunakan tikus, zat ini ditemukan dapat meningkatkan risiko munculnya kanker. Walau demikian, penelitian pada manusia belum terbukti.

Selain itu, kopi instan mengandung lebih sedikit kalium (sejenis mineral dan elektrolit) dibandingkan kopi biasa. Padahal, kalium dimanfaatkan oleh tubuh untuk mengatur tekanan darah, kontraksi otot, ritme jantung, dan sebagainya.

Terakhir, di dalam kopi instan terdapat kadar chlorogenic acid yang cenderung lebih sedikit. Lagi-lagi hal ini mungkin berkaitan dengan proses pembuatannya yang menggunakan suhu tinggi. Padahal, chlorogenic acid bermanfaat bagi tubuh, sebagai pengatur tekanan darah dan kadar gula darah.

Kafein pada kopi instan

Kopi instan mengandung 60-80 mg kafein per cangkir. Pada kopi biasa, kandungannya bisa sebanyak 60-120 mg kafein per cangkir. Efek dari kafein untuk mencegah kantuk dan meningkatkan konsentrasi inilah yang sering kali dicari dari konsumsi kopi.

Karena kandungannya yang lebih sedikit, akibatnya mereka yang mengonsumsi kopi saset bisa meminum bercangkir-cangkir kopi dalam sehari demi mendapatkan efek yang sama dari secangkir kopi biasa.

Di sisi lain, kopi saset sudah mengandung gula dan creamer. Tanpa disadari, konsumsi gula dan creamer Anda pun menjadi banyak. Padahal, hal ini dapat memperburuk kadar gula darah Anda.

Berbeda dengan kopi bubuk biasa, di dalamnya mengandung 100 persen kopi. Kabar baiknya, Anda dapat menambahkan sendiri pemanis atau susu dan creamer sesuai selera, sehingga dianggap lebih sehat.

Walaupun sama-sama merupakan kopi, kandungan kopi instan sedikit lebih berbeda dari kopi biasa. Jadi, pertimbangkan sebelum Anda memilih untuk mengonsumsi kopi instan secara rutin.

Setelah menyimak pemaparan di atas, kini Anda telah mengetahui bahwa kopi instan mengandung zat-zat yang dapat berbahaya bagi tubuh. Oleh sebab itu, mulai saat ini kurangilah mengonsumsi kopi instan, dan akan lebih baik bila Anda beralih mengonsumsi kopi bubuk biasa yang takaran gula dan creamer di dalamnya bisa diatur. Dengan demikian, Anda akan terhindar dari berbagai penyakit berbahaya seperti hipertensi, diabetes, maupun kanker.

 




Mengapa Kita Perlu Berterima Kasih pada Aksi 212?

Oleh: Muhammad E Fuady, Pengajar Komunikasi Politik Fakultas Ilmu Komunikasi Unisba/republika.co.id

foto; suaraislam.com

Selama tiga kali perhelatan, aksi ini telah teruji mengangkat reputasi Indonesia sebagai negara dengan Muslim terbanyak di dunia. Aksi ini betul-betul damai. Jutaan Muslim berkumpul, tak menimbulkan kekhawatiran teman-teman non-Muslim.

Sebagian malah turut hadir pada aksi ini. Kita masih mengingat indahnya peserta aksi “mengawal’ sepasang pengantin Katolik menuju Katedral untuk melangsungkan pernikahan.

Narasi buruk, fitnah intoleransi, labeling gerakan radikal, makar, mengganti sistem pemerintahan, terlalu sering dialamatkan pada peserta aksi 212. Bila ada rongrongan terhadap negara ini, justru merekalah yang siap menjadi martir.

Mencintai agama dan negara bukanlah sebuah kontradiksi. Tak ada benturan dan pertentangan di sana. Para pendahulu, pahlawan, telah memberikan teladan yang nyata.

Pada perhelatan 212 setiap tahun, tak ada sampah berserakan, rumput tak diinjak, tak ada peserta yang buang air sembarangan, merusak tanaman, apalagi berebut makanan hingga saling caci seperti pada aksi kebhinekaan. Publik hanya bisa geleng kepala dan mengelus dada melihat aksi politik tersebut.

Setiap tahun dalam aksi ini, Muslim berlomba menebar kebaikan. Mulai air minum kemasan, snack, roti, kurma, penganan, hingga nasi bungkus, secara sukarela peserta bagikan kepada peserta lainnya. Semuanya tertib.

Pada pagi berlangsungnya aksi 212, satu keluarga berjalan membawa keresek berisikan beberapa dus brownies. Sang ibu berkata pada suaminya, “Yah, kasih ke itu saja”, seraya menunjuk seorang kakek yang sedang duduk bersila mendengarkan tausiah.

Tanpa ba-bi-bu, anak laki-lakinya mengeluarkan satu dus brownies dari keresek dan memberikannya pada kakek itu. “Jazakallahu khairan katsiran“, ucap kakek berbaju coklat pudar tersebut.

Di sini tak ada orang yang alergi bendera putih dan hitam dengan kalimat Tauhid. Banyak peserta yang membawa bendera ini, tampak riang mengibarkannya, bersanding dengan bendera Merah Putih.

Mengenai penolakan segelintir orang terhadap reuni 212, seorang peserta aksi dari Bandung, menanggapi. “Reuni urang nya kumaha urang. Ibarat jelema sakola, alumni na reunian, nya biasa-biasa weh wajar. Kunaon sakola batur kudu ribut ningali reuni sakola urang, rek dihalang-halang sagala“, katanya dengan logat Sunda kental.

Maksudnya kurang lebih, aksi 212 ibarat sebuah sekolah, bila alumninya selenggarakan sebuah reuni itu adalah hak mereka. Tak perlu alumni sekolah lain permasalahkan apalagi menghalang-halangi penyelenggaraannya.

Beberapa peserta aksi asal Bogor di lokasi mengomentari pengerahan puluhan ribu TNI dan Polri untuk pengamanan reuni 212. “Rasanya sih nggak perlu TNI dan polisi sebanyak itu untuk pengamanan. Aksi kita setiap tahun sudah jelas damai. Kayaknya malah kita yang mengamankan mereka”, kata Agus, setengah guyon.

Kita patut berterimakasih pada aksi ini bukan hanya karena aksinya damai, tapi hitung perputaran ekonominya. Berapa ratus ribu karton air mineral dibeli, berapa ratus ribu orang membeli gamis, berapa juta tiket bis, kereta, pesawat yang terjual PP, makan dan minum di perjalanan/pusat transportasi, donasi hamba Allah pada tukang makanan, bahkan tukang dagang pun menggratiskan jualannya.

Bila dulu ada tuduhan peserta aksi dibayar 500 ribu rupiah, pada reuni ini malah tuduhannya downgrade sekali, kisaran 100 ribu. Tuduhan yang sangat garing. Beli tiket Bandung -Jakarta PP, plus makan minum per orang saja, mencapai setengah juta rupiah. Itu yang “lokal”.

Bayangkan berapa rupiah dihabiskan peserta dari luar Jawa untuk tiket dan penginapan. Bayangkan berapa puluh hingga ratus miliar bila di total perputaran ekonomi dari aksi ini.

Tak semua peserta aksi ini pernah minum di Starbucks. Usai aksi, gerai kopi di stasiun Gambir ini dipenuhi orang-orang berbaju putih. Di lantai atas pojok kafe ini, Hafid, seorang peserta asal Priok mengaku anaknya bekerja di Starbucks.

“Senang bisa ketemu anak saya yang kerja di sini sambil saya ikut reuni 212”, katanya. Meski anaknya bekerja di Starbucks, baru kali itu ia masuk dan minum kopi di sana.

Dan siapa yang paling senang bila roda perekonomian di negara ini berjalan dengan baik? Tentunya pemerintah. Itu mendorong ekonomi negara semakin membaik.

Selain pemerintah, siapa lagi yang senang dengan reuni 212? Tentunya tukang kalender di sekitar Monas. Di bulan Desember, jualan kalender selalu laku keras.

“Ini jajanan paling murah meriah, pak. Kalender dengan foto 212 harga lima ribu perak bisa untuk satu tahun”, selorohnya di depan pintu masuk Monas.

Reuni 212 memang layak diapresiasi. Reuni ini memadukan kesalehan ritual dan sosial. Saat dini hari, mereka shalat tahajud berjamaah dan doa bersama, dilanjut dengan shalat shubuh.

Pagi hingga siang hari mereka dapat mendengarkan tausiah dan saling berbagi kebaikan dengan sesama. Warga non muslim saja turut hadir melihat aksi ini dari dekat, jadi tak ada alasan bagi kita untuk alergi. Penyelenggaraan reuni 212 setiap tahun? Siapa takut.




9 Fakta Menakutkan Tentang AIDS yang Wajib Anda Ketahui

Ilustrasi (Foto: Everydayhealth)

AIDS adalah salah satu kata paling ditakutkan di dunia. Bagaimana tidak, penyakit ini masih merupakan yang paling berbahaya dengan obat yang masih belum ditemukan.

AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) disebabkan oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus), yang dapat sepenuhnya menghancurkan kemampuan tubuh untuk melawan penyakit dengan cepat, dengan memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Virus HIV biasanya ditularkan melalui air mani, cairan vagina atau darah, dan melakukan seks bebas dengan pasien pengidap penyakit ini. AIDS juga bisa menyebar dengan berbagi alat cukur, jarum, dan benda lain yang telah terinfeksi.

Meskipun AIDS dapat memengaruhi setiap aspek dari kesejahteraan manusia yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, ada beberapa gejala umum AIDS yang unik untuk Anda ketahui. Penyebabnya di antaranya adalah sakit perut, sakit tenggorokan, flu konstan, kehilangan nafsu makan, bisul di lidah, pembengkakan di daerah genital, diare konstan.
Berikut, 9 fakta menakutkan tentang AIDS yang harus disadari semua orang, dilansir okezone dari Boldsky, Sabtu (1/12/18):

1. Tidak ada obat untuk AIDS

Seperti yang banyak orang tahu bahwa belum ada obat yang ampuh untuk mengangkat tutas penyakit AIDS saat ini, meskipun, para peneliti medis dan perusahaan-perusahaan farmasi terus-menerus berusaha menemukan obat. Dikatakan bahwa lebih dari 100 obat sedang diuji pada AIDS sekarang, yang bertujuan menyerang sel yang terinfeksi dalam tubuh.
2. Melakukan seks bebas

Beberapa kasus AIDS yang paling awal adalah virus ini berasal dari Kinshasa, di Kongo (Afrika), selama tahun 1959. Kemudian, pada tahun 1960, AIDS menyebar ke Amerika Serikat, Eropa dan kemudian negara-negara Asia. Pada masa itu, selain dari seks tanpa kondom, berbagi jarum oleh orang-orang yang menggunakan obat-obatan terlarang merupakan faktor utama.

3. Menciptakan kesadaran

Menurut statistik dan penelitian, dikatakan bahwa lebih dari 40% orang di seluruh dunia, tidak menyadari bahwa mereka menderita AIDS, sampai terlambat. Orang-orang ini biasanya melewati gejala sebagai flu biasa atau penyakit ringan lainnya dan tidak mencari perawatan. Jadi, menciptakan kesadaran, terutama di daerah pedesaan sangat penting.

4. Kebersihan yang buruk dari alat-alat rumah sakit

AIDS juga dapat menyebar melalui instrumen bedah yang terkontaminasi di rumah sakit yang tidak higienis, terutama di daerah pedesaan, di mana instrumen bedah telah digunakan pada pasien AIDS dan tidak dibersihkan. Jadi, rumah sakit harus berhati-hati dalam hal kebersihan dan keamanan.

5. Ibu yang terinfeksi

AIDS juga dapat ditularkan dari ibu yang terinfeksi kepada bayinya yang belum lahir selama kehamilan, melalui darah. Itu juga bisa menyebar ketika dia menyusui anaknya. Jadi, jika seorang wanita menderita AIDS, maka dia harus menahan diri agar tidak hamil.

7. Seks aman

Melakukan seks aman, memiliki pasangan seksual tunggal yang diuji untuk penyakit menular seksual, tidak berbagi jarum suntik dan pisau cukur, diuji untuk penyakit menular seksual secara teratur, adalah beberapa cara paling sederhana untuk memastikan bahwa Anda mencegah AIDS.

8. Anal seks

Meskipun AIDS dapat memengaruhi orang-orang dari segala usia, jenis kelamin, ras atau preferensi seksual, penelitian telah membuktikan bahwa orang yang sering menikmati anal seks, lebih berisiko terkena AIDS. Jadi, kondom harus selalu dipakai saat memanjakan diri dalam hubungan seks anal.

9. Transfusi darah

AIDS juga dapat ditularkan melalui transfusi darah di rumah sakit, jika orang yang terinfeksi telah menyumbangkan darah. Jadi, setiap orang yang mendonorkan darah harus diuji untuk HIV.




Terdeteksi Getaran Yang Disebut “Gempa Hantu”, Tahukah Kamu Dimana Pulau Mayote dan Sejarahnya

Pulau Mayote: Net

detikriau.org – Getaran gelombang seismik misterius telah terdeteksi ribuan kilometer pada sensor gempa di Afrika, Kanada, Selandia Baru, dan Hawaii. Namun “gempa” tersebut tampaknya tak dirasakan oleh satu orang pun.

Getaran ini diketahui terjadi di lepas pantai Mayotte, kepulauan milik Prancis di Samudra Hindia yang terletak antara Madagaskar dan Afrika.

Tahukah Kamu Pulau Mayote dan Sejarahnya?

dikutip melalui wikipedia.org, Mayotte (bahasa Perancis: Mayotte, diucapkan [majɔt]; Shimaore: Maore, [maore]; Kibushi: Mahori), secara resmi Departemen Mayotte (Perancis: Départementale de Mayotte), merupakan sebuah departemen seberang laut Perancis yang terdiri dari sebuah pulau utama, Grande-Terre (atau Mahoré), satu pulau kecil, Petite-Terre (atau Pamanzi), dan beberapa kepulauan kecil di sekitar dua pulau tersebut.

Mayotte terletak di ujung utara Selat Mozambik di Samudera Hindia, antara utara Madagaskar dan utara Mozambik. Teritorinya secara geografi bagian dari Kepulauan Komoro, tetapi terpisah secara politik sejak 1970-an. Teritori ini juga dikenal sebagai Mahoré, nama asli pulau utama, khususnya oleh pendukung pembentukannya dalam Uni Komoro.

Geografi

Pulau utama, Grande-Terre (atau Mahoré), secara geografi merupakan yang tertua dari Kepulauan Komoro, 39 kilometer (24 mil) panjangnya dan 22 kilometer (13½ mil) lebarnya, dan titik tertingginya adalah Gunung Benara (Perancis: Mont Bénara; Shimaore: Mlima Bénara) dengan 660 meter (2.165 kaki) di atas permukaan laut. Karena terdapat gunung berapi, tanahnya subur di beberapa daerah. Karang koral yang mengelilingi kebanyakan pulau menjamin perlindungan kapal dan tempat tinggal hewan laut.

Dzaoudzi adalah ibukota Mayotte hingga 1977. Dzaoudzi terletak di Petite-Terre (atau Pamanzi) yang memiliki luas 10 kilometer persegi (3.9 mil persegi) dan merupakan pulai terbesar dari beberapa pulau kecil dekat Mahoré. Mayotte adalah anggota Komisi Samudera Hindia, dengan keanggotaan terpisah dari Kepulauan Komoro.

Sejarah

Tahun 1500, kesultanan Maore atau Mawuti (berdasarkan جزيرة الموت dalam Bahasa Arab (berarti pulau para orang mati/kematian) dan berubah menjadi Mayotte dalam Bahasa Perancis) didirikan di pulau itu.

Tahun 1503, Mayotte ditemukan oleh penjelajah Portugis, tetapi tidak dijadikan koloni.

Tahun 1832, pulau ini dikuasai oleh Andriantsoly, bekas raja Iboina di Madagaskar; tahun 1833 dikuasai kesultanan tetangganya, Mwali (Mohéli dalam Bahasa Perancis); tanggal 19 November 1935 dikuasai kembali oleh kesultanan Ndzuwani (Anjouan dalam Bahasa Perancis; pemerintahan ditetapkan dalam bentuk Qadi (dari bahasa Arab قاض yang berarti hakim), sejenis ‘Magistrat Penghuni’ dalam sebutan Britania), tetapi tahun 1836 kemerdekaan diraih dibawah Sultan setempat terakhir.

Mayotte bersama dengan Kepulauan Komoro lainnya dibeli oleh Perancis tahun 1843. Saat Kepulauan Komoro memasuki pemilihan referendum tahun 1974 dan 1976 untuk memerdekakan diri dari Perancis, Mayotte menjadi satu-satunya bagian konstituensi yang menolak kemerdekaan dan memilih untuk tetap bergabung dengan Perancis (masing-masing 63,8% dan 99,4%). Walau begitu, Komoro tetap mengklaim Mayotte sebagai bagian dari negara mereka.

Draf resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun 1976 yang didukung oleh 11 dari 15 anggota Dewan mengakui kedaulatan Komoro atas Mayotte, tetapi Perancis melakukan veto atas resolusi itu (sampai 2011, penolakan resolusi itu menjadi satu-satunya kejadian di mana Perancis memberikan veto tunggal atas suatu resolusi PBB).

Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mengeluarkan berbagai resolusi mengenai masalah itu, yang diangkat dari judul: “Pertanyaan Pulau Mayotte di Komoro” tahun 1995. Sejak 1995, Mayotte tidak lagi dibicarakan oleh Majelis Umum.

Setelah 10 tahun menjadi jajahan seberang laut Perancis, Mayotte resmi menjadi departemen seberang laut Perancis pada Maret 2011 berdasarkan hasil dari referendum 29 Maret 2009.

Dalam hasil referendum tersebut, 95,5 persen pemilih memilih untuk mengubah status pulau tersebut dari “jajahan seberang laut” menjadi departemen ke-101 Perancis. Hukum Islam tradisional tidak resmi yang diterapkan di dalam beberapa aspek dalam kehidupan masyarakat Mayotte sehari-hari akan dihapuskan secara bertahap dan digantikan oleh hukum Perancis yang menjanjikan kebebasan beragama, melarangkan poligami, dan menyetarakan hak-hak laki-laki dan perempuan.

Selain sistem perpajakan Perancis yang akan diterapkan di Mayotte sebagai syarat menjadi departemen, kesejahteraan sosial Mayotte akan dinaikkan secara bertahap selama 20 tahun supaya setara dengan departemen-departemen Perancis Metropolitan.




Imam Bukhari dan Imam Nawawi di Depan ‘Pintu Istana’

IMAM Bukhari (256 H) juga pernah mendapat perlakuan kejam dari penguasa. Dalam Hadyu As Sari (226) disebutkan, ketika beliau memasuki Bukhara, semua mata manusia tertuju kepadanya, termasuk penguasa negeri itu, Khalid bin Ahmad bin Khalfah bin Thahir.

Akhirnya ia meminta Imam Bukhari datang ke istana dan mengajarkan Kitab Shahih dan Tarikh Al Bukhari. Tentu Imam Bukhari menolak.

Bukan hendak menutup pintu ilmu bagi mereka, akan tetapi beliau tidak mau mengajar kaum bangsawan, dengan meninggalkan para pencari ilmu dari kalangan rakyat jelata.

Dalam riawayat yang lain disebutkan bahwa Imam Bukhari mengatakan, kepada utusan Sultan, ”Katakan kepadanya, saya tidak akan merendahkan ilmu, dan membawanya ke pintu-pintu Istana, jika ia membutuhkan suatu darinya (ilmu) maka datanglah ke masjid atau rumahku.”

Sikap Imam Bukhari ini membuat penguasa marah dan mengusir ulama hadits ini dari Bukhara. Di sebuah desa kecil di wilayah Samarkand beliau memutuskan untuk tinggal. Di desa itu pula, sebulan kemudian beliau wafat.

Keberanian Imam An Nawawi (676 H) dalam menolak kebijakan penguasa, juga terlalu penting untuk dilewatkan. Saat Dhahir Bebres usai menghadapi Pasukan Tatar di Syam, ia meminta fatwa para ulama wilayah itu tentang bolehnya mengambil pajak dari rakyat guna membantu peperangan. Para fuqaha Syam pun membolehkan.

“Masih tersisa ada ulama lain?” Tanya Dhahir.

“Iya, tinggal Syeikh Muhyiddin An Nawawi” Jawab salah satu dari mereka.

Akhirnya Imam Nawawi diminta datang. Setelah itu, Dhahir meminta agar beliau ikut menulis fatwa yang isinya sama seperti ulama yang lain. Tapi apa yang terjadi? Ternyata Imam Nawawi menolak.

Beliau malah mengingatkan Dhahir, bahwa ia memiliki seribu budak, tiap budak membawa emas serta dua ratus budak perempuan, masing-masing mengenakan gelang emas.

“Jika engkau telah gunakan itu semua, dan tinggal para budak laki-laki dan budak perempuan yang masih lengkap dengan pakaian tanpa gelang. Maka saya baru akan memfatwakan boleh mengambil pajak dari rakyat.” tutur An Nawawi.

Setelah mendengar jawaban Imam Nawawi, Dhahir marah, ”Keluar dari negeriku!” Perintahnya kepada Imam Nawani.

“Saya mendengar dan mentaati.” Jawab ulama besar ini. Kemudian, penulis ktab Al Adzkar ini keluar dari kota Damaskus menuju desa Nawa.

Setelah peristiwa itu, para ulama merasa kehilangan, mereka menyatakan kepada Dhahir,”Nawawi termasuk orang shalih dan ulama besar kami, yang kami jadikan tauladan, kembalikan dia ke Damaskus.”

Kemudian, Imam Nawawi diminta kembali, tapi beliau enggan dan menjawab,”Saya tidak akan masuk Damaskus, selama Dhahir masih di sana.” Setelah itu, satu bulan kemudian, Imam Nawawi wafat.*

sumber: hidayatullah.com




Kisah Kesombongan Iblis

Ilustrasi: Net

Kesombongan iblis yang hanya sesaat, mampu menghapus ibadahnya selama ribuan tahun. Kisah iblis bisa menjadi cerminan bagi kita umat Islam untuk tidak berbangga dengan ibadah yang sudah dilakukan selama bertahun-tahun.

Karena, sesungguhnya mudah bagi Allah SWT untuk menggelincirkan setiap umatnya yang dikehendaki pada kesesatan dan mudah juga bagi Allah memberikan hidayah meski umatnya telah berbuat dosa selama hidupnya.

Mengutip kitab tafsir Marah Labid atau yang masyhur dikenal dengan Tafsir al- Munir karya Imam an-Naawi al-Bantani serta dinukilkan dari Hasyiyat as-Shawi atas Tafsir al-Jalalain, dalam sejumlah riwayat terungkap, konon iblis adalah penjaga surga dalam kurun waktu 40 ribu tahun. Ia pernah hidup bersama dengan malaikat selama 80 ribu tahun dan tawaf mengelilingi Arsy bersama para malaikat selama 14 ribu tahun.

Iblis tidak merasa lelah atau mengeluh dalam menjalankan perintah Allah SWT. Iblis menjalankan dengan ikhlas, tidak ada niat apa pun kecuali karena Allah semata. Pada masa itu, malaikat dan lainnya memberi gelar al-‘Aziz (makhluk Allah yang termulia) kepada iblis, ada juga yang memberi gelar ‘Azazil (panglima besar malaikat).

Di langit pertama sampai ketujuh, iblis begitu dihormati oleh para malaikat. Jika iblis lewat di depan para malaikat maka malaikat menghormati iblis bagaikan penghormatan prajurit kepada komandannya, pengawal istana pada rajanya, sehingga terhormatlah nama iblis di penjuru alam semesta.

Imam Abu Hamid al-Ghazali mengatakan, Allah SWT menaikkan iblis dengan cepat ke langit karena lebih unggul ibadahnya di antara penghuni surga. Setiap pindah dari langit satu ke langit lainnya, Allah memberinya gelar. Pada langit pertama, iblis diberi gelar al-Abid (ahli ibadah).

Pada tingkatan langit kedua, iblis diberi gelar az-Zahid, kemudian di langit ketiga, namanya disebut al-‘Arif. Pada langit keempat, namanya adalah al-Wali. Pada langit kelima, namanya disebut at-Taqi, di langit keenam, namanya disebut al-Kazin, dan pada langit ketujuh, namanya disebut ‘Azazil.

Namun, di dalam Lauhul Mahfudz, namanya berubah, bukan nama sesuai prestasi ibadahnya. Allah menggantinya dengan nama iblis sampai akhir zaman. Perubahan nama menjadi iblis karena dia tidak menjalankan perintah Allah untuk menghormati Adam. Padahal, penghuni langit bersujud kepada Adam.

Setelah beberapa saat diciptakan, Adam melihat semua penghuni surga sedang khusyuk menjalankan ibadah. Lalu, Allah memerintahkan seluruh penghuni langit untuk menghadap karena Allah akan menginstruksikan mereka menghormati Adam. “Aku hendak menjadikan khalifah di muka bumi ini,” firman Allah seperti dikisahkan surah al-Baqarah ayat ke-30.

Seketika itu, seluruh penghuni surga protes. Bagaimana tidak? Adam yang baru saja diciptakan dan belum teruji kualitas ibadahnya tiba-tiba mesti dihormati. Karena alasan itulah para penghuni surga protes.

Salah satu di antara penghuni surga berkata seperti yang diabadikan dalam surah al-Baqarah ayat ke-30. “Apakah engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu.”

Mendengarkan perkataan malaikat itu, Allah menjawab, “Sungguh aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui.” Setelah itu, Allah menunjukkan kelebihan Adam kepada seluruh penghuni langit. Meski baru diciptakan, Adam lebih banyak mengetahui daripada penghuni langit yang lebih dulu diciptakan.

Pada saat itu juga Allah menyerukan penghuni langit untuk mengulang apa yang telah Adam sampaikan seperti diabadikan dalam surah al-Baqarah ayat ke-31. “Sebutkan kepada-Ku, nama semua benda ini, jika kalian yang benar.”

Namun, semua penghuni langit terdiam tidak bisa menjawab satu pun nama-nama benda itu dan berkata, “Mahasuci Allah, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah engkau ajarkan kepada kami.”

Para malaikat malu, mereka protes atas diciptakannya Adam. Untuk itu, para malaikat bertobat dan kembali memuji Allah. “Sungguh Engkau Allah yang Mahamengetahui, Mahabijaksana.” Akhirnya semua penghuni langit bersujud kepada Adam atas kelebihan yang Allah berikan kepadanya.

Namun, satu di antara penghuni surga yang akhirnya diberi nama iblis tidak mau bersujud kepada Adam dan melayangkan protesnya lebih keras dari protes malaikat sebelumnya. “Aku lebih mulia dari Adam yang diciptakan dari tanah, sedangkan aku engkau diciptakan dari api,” kata iblis.

Setelah melihat iblis tidak menyesal dan tak merasa bersalah telah menolak perintah Allah yang satu ini, Allah segera mengusir iblis dari langit. Ketika itu, keindahan langit digambarkan seperti keindahan surga. Kemudian, Allah mengubah muka iblis yang semula sangat indah cemerlang menjadi hina.

Melihat keadaan pemimpin dan bendahara surga seperti itu, para malaikat yang jadi anak buahnya menjadi sedih. Namun, apa daya Allah telah menghendaki demikian. Setelah iblis tidak lagi ada di antara mereka, malaikat langsung berkumpul dan menceritakan kejadian pengusiran iblis.

Malaikat Jibril dan Mikail menangis di antara penghuni surga. Melihat malaikat yang ditugasi sebagai pengantar wahyu dan pemberi rezeki itu menangis, Allah bertanya, “Apakah yang membuat kamu menangis?”

Dengan penuh rasa hormat, mereka menjawab, “Ya Allah! Kami tidaklah aman dari tipu dayamu.” Kemudian, Allah kembali berfirman kepada malaikat, “Begitulah Aku. Jadilah engkau berdua tidak aman dari tipu daya-Ku.”

Di sinilah awal perubahan sikap iblis yang tidak menaati perintah Allah. Begitu diusir dari surga, iblis mengajukan satu permintaan kepada Allah agar dapat menggoda manusia sampai akhir zaman. Permintaan tersebut pun dikabulkan.

Iblis berkata, “Ya Tuhanku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan.” Allah berfirman, “Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya (hari kiamat).” Iblis menjawab, “Demi kekuasaan Engkau, aku akan menyesatkan mereka semuanya.” (QS Shaad [38]: 79-82).

Iblis berjanji dengan berbagai daya dan upaya akan menyesatkan umat manusia hingga hari kiamat kelak. Inilah mengapa iblis diberikan umur panjang dan kemampuan beranak-pinak dengan cepat. Tiap kelahiran satu anak manusia, maka lahirlah keturunan iblis. Namun, begitu manusia meninggal, iblis tetap hidup.

Meski iblis mendapatkan kesempatan menggoda anak manusia hingga hari kiamat, Allah memberikan penawarnya, yakni dengan menjaga konsistensi bertobat nasuha. Ini seperti penegasan surah al-Baqarah ayat ke-160. “Kecuali mereka yang telah bertobat, mengadakan perbaikan dan menjelaskannya. Mereka itulah yang Aku terima tobatnya, dan Akulah Yang Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.”

Dalam kisah ini hendaknya kita juga mengambil pelajaran, selain mendoakan keselamatan bagi orang lain, berdoalah juga untuk keselamatan diri kita sendiri agar Allah tidak menyesatkan kita seperti Allah telah menyesatkan iblis yang angkuh dan menyombongkan diri sendiri.

Sumber : Islam Digest Republika