Makanan Pedas Mampu Turunkan Resiko Kematian ?

4760_dapatkah_makanan_pedas_menurunkan_berat_badan_Salah satu yang menjadi primadona dari masakan-masakan Nusantara adalah cita rasa pedas yang beraneka level dan bikin kita ketagihan. Yap, memang tidak bisa disangkal bahwa banyak diantara kita yang menyukai masakan berbumbu cabai ini sebagai santapan sehari-hari. Tapi tahukah kamu bahwa memakan makanan pedas dapat menurunkan kita dari risiko kematian.

Dikutip dari doktersehat.com, sebuah studi yang dilakukan terhadap hampir 500.000 orang di Cina selama lebih dari 7 tahun menemukan bahwa mereka yang makan makanan pedas tiga kali seminggu memotong risiko kematian sebesar 14% dibandingkan dengan orang yang tidak melakukannya.

Dalam makanan pedas yang digunakan adalah cabai kering dan segar, namun analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa mereka yang mengkonsumsi cabai segar cenderung memiliki lebih banyak keuntungan seperti risiko yang lebih rendah dari kematian akibat kanker, penyakit jantung iskemik dan diabetes. Cabai segar dikemas penuh nutrisi, vitamin dan capsaicin yang dianggap mampu melawan kanker, peradangan dan obesitas.

New-Frontpage-Column-D-Banner-20151021085826-0Namun, Dr Nita Forouhi dari Universitas Cambridge mengatakan masih terlalu dini untuk mengatakan apakah itu efek dari makanan itu atau perilaku lain yang menyebabkan efek.

Penelitian di masa depan diperlukan untuk menentukan apakah konsumsi makanan pedas memiliki potensi untuk meningkatkan kesehatan dan mengurangi angka kematian secara langsung atau jika itu hanyalah penanda faktor diet dan gaya hidup lainnya, kata Dr Forouhi.

Haruskah orang makan makanan pedas? Hal ini terlalu dini untuk mengatakan, tapi perdebatan dan kepentingan penelitian tentu makin panas lanjutnya.

Dr Amelia Lake, Dosen di Bursa Pengetahuan Kesehatan Masyarakat, Universitas Durham, mengatakan, Meskipun ada beberapa bukti bahwa kelompok makanan yang disebut rempah-rempah mungkin memiliki beberapa efek yang menguntungkan, pesan yang dibawa pulang adalah untuk melanjutkannya dengan seimbang, diet yang bervariasi di mana sedikit rempah-rempah mungkin memiliki beberapa manfaat.

Prof Kevin McConway, Profesor Statistik Terapan, Universitas Terbuka, menambahkan : Mungkin ada hubungannya dengan jenis orang-orang, di Cina, yang cenderung makan lebih banyak makanan pedas. Misalnya, itu menarik bahwa orang-orang dalam studi yang makan makanan pedas hampir setiap hari yang sangat jauh lebih mungkin untuk hidup di daerah pedesaan daripada yang peserta lain. (doktersehat)




Hati-Hati Mie Instan Bisa Merusak Metabolisme Tubuh

detikriau.org – Siapa yang tidak kenal panganan praktis yang disebut mie instan. Panganan yang awalnya berasal dari negri tirai bambu ini seakan tak terpisahkan dalam kehidupan keseharian setiap orang. Penyajian praktis dan lezat panganan Junk food atau siap saji ini membuatnya memiliki banyak penggemar.

Namun tahukah anda menurut penelitian di Massachusetts General Hospital sebagaimana dilansir doktersehat.com menemukan bahwa wanita yang sering mengkonsumsi mie instan punya kemungkinan besar mengembangkan sindrom metabolik.

Tidak peduli seberapa sering ia berolahraga dan diet, jika Anda tak menyingkirkan mie instan 100 persen dari hidup Anda, risiko masalah kesehatan ini akan tetap membayangi. Komposisi dalam mie instan yang menyebabkan hal ini adalah natrium dan lemak. Tingginya kandungan natrium dan lemak jenuh akan meningkatkan kadar glikemik dalam tubuh.

Pengaruhnya cukup berbeda jauh jika dibandingkan dengan pria. Wanita dengan sindrom metabolik yang terlalu banyak makan mie instan sangat mungkin mengembangkan penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes, dan stroke. Hal ini juga bisa menyebabkan terganggunya kadar hormon dalam tubuh.

Meski memang tidak muncul seketika, tapi Anda perlu waspada dan hati-hati. Pilih makanan yang sehat mulai sekarang ya. (dro)

 




Tahukah Kamu Dampak Kabut Asap Bagi Kesehatan

dsc_5409-copyTembilahan (detikriau.org) – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di sekitar Sumatera dan Kalimantan sudah dalam kondisi sangat mengkhawatirkan. Tak hanya berdampak buruk bagi lingkungan, kabut asap juga menjadi ancaman serius bagi kesehatan.

dikutip dari kompas.com Guru Besar Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI yang juga Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan RI Tjandra Yoga Aditama mengatakan, gangguan kesehatan akan lebih mudah terjadi pada orang yang gangguan paru dan jantung, lansia, dan anak-anak.

Dampak langsung yang akan dirasakan adalah infeksi paru dan saluran napas. Tjandra menjelaskan, kabut asap dapat menyebabkan iritasi lokal pada selaput lendir di hidung, mulut dan tenggorokan. Kemudian juga menyebabkan reaksi alergi, peradangan, hingga infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan yang paling berat menjadi pneumonia.

“Kemampuan paru dan saluran pernapasan mengatasi infeksi juga berkurang sehingga menyebabkan lebih mudah terjadi infeksi,” jelas Tjandra.

Tjandra menjelaskan, ISPA pun akan lebih mudah terjadi karena ketidakseimbangan daya tahan tubuh, pola bakteri atau virus, ditambah buruknya lingkungan.

Selain infeksi pernapasan, dampak lainnya yaitu, gangguan iritasi pada mata dan kulit akibat kontak langsung dengan asap kebakaran hutan. Mulai dari terasa gatal, mata berair, peradangan, dan infeksi yang memberat. Bagi yang telah memiliki asma dan penyakit paru kronis lain, seperti bronkitis kronik, dan PPOK akan diperburuk jika asap karena asap terhirup ke dalam paru.

Menurut Tjandra, kemampuan kerja paru menjadi berkurang dan menyebabkan orang mudah lelah dan mengalami kesulitan bernapas.

“Berbagai penyakit kronik di berbagai organ tubuh, seperti jantung, hati, ginjal juga dapat saja memburuk. Sebab, dampak tidak langsung kabut asap dapat menurunkan daya tahan tubuh dan juga menimbulkan stres,” ungkap Tjandra.

Kemudian, secara tidak langsung asap kebakaran hutan dapat mencemari air bersih. Jika dikonsumsi masyarakat, bisa menganggu saluran cerna. Selain itu, dapat mencemari buah-buahan dan sayur-sayuran. Untuk itu cucilah hingga bersih sebelum dikonsumsi.

Untuk mencegah efek buruk tersebut, Tjandra mengimbau masyarakat yang telah memiliki penyakit kronik dan gangguan pernapasan untuk mengurangi intensitas ke luar ke luar rumah. Selalu gunakan masker yang baik jika berada di luar rumah. Lalu, jangan lupa untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat. (kompas/dro)




Wajib dibaca. Jangan Gunakan Garam dengan Cara ini. Bisa Mematikan

efek garamGARAM TIDAK BOLEH DIMASAK

Sharing untuk wanita yang biasa masak didapur ( bila anda seorang pria, tolong diteruskan kepada wanita disekitar anda)

Kebanyakan cara kita menggunakan garam ketika memasak yaitu memasukkan garam ke dalam masakan ketika masakan sedang mendidih/panas. Hal tersebut menyebabkan aram menjadi racun/toksin… Jika gaaram dimasak dengan cara diatas, gaaram akan menyebabkan ber-acid dan lambat laun akan membahayakan kesehatan …….

Baca lebih lanjut…




Tahukah Kamu Manfaat Berpuasa?

Marhaban Ya Ramadandetikriau.org – Kementerian Agama RI telah memutuskan awal Ramadan 1436 H jatuh pada hari Kamis 18 Juni 2015. Penetapan awal puasa ini diambil dalam sidang Isbat di Kementerian Agama, Selasa petang (16/06), yang dipimpin langsung oleh Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin.

Tahun ini, Ormas Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah juga sepakat bahwa 1 Ramadan jatuh pada hari Kamis.

Tibanya bulan suci ramdan harusnya disambut dengan penuh kegembiraan terutama bagi umat muslim. Tapi tahukah kamu manfaat dilaksanakannya puasa?

Dr. Yusuf Qardhawi dalam kitabnya Al Ibadah Fil Islam mengungkapkan ada lima rahasia puasa yang bisa kita buka untuk selanjutnya bisa kita rasakan kenikmatannya dalam ibadah Ramadhan.

  1. Menguatkan Jiwa. Dalam hidup, tak sedikit kita dapati manusia yang didominasi oleh hawa nafsunya, lalu manusia itu menuruti apapun yang menjadi keinginannya meskipun keinginan itu merupakan sesuatu yang bathil dan mengganggu serta merugikan orang lain. Karenanya, di dalam Islam ada perintah untuk memerangi hawa nafsu dalam arti berusaha untuk bisa mengendalikannya, bukan membunuh nafsu yang membuat kita tidak mempunyai keinginan terhadap sesuatu yang bersifat duniawi. Manakala dalam peperangan ini manusia mengalami kekalahan, malapetaka besar akan terjadi karena manusia yang kalah dalam perang melawan hawa nafsu itu akan mengalihkan penuhanan dari kepada Allah Swt sebagai Tuhan yang benar kepada hawa nafsu yang cenderung mengarahkan manusia pada kesesatan. Allah memerintahkan kita memperhatikan masalah ini dalam firman-Nya yang artinya: Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya (QS 45:23).

Dengan ibadah puasa, maka manusia akan berhasil mengendalikan hawa nafsunya yang membuat jiwanya menjadi kuat, bahkan dengan demikian, manusia akan memperoleh derajat yang tinggi seperti layaknya malaikat yang suci dan ini akan membuatnya mampu mengetuk dan membuka pintu-pintu langit hingga segala do’anya dikabulkan oleh Allah Swt, Rasulullah Saw bersabda yang artinya:

Ada tiga golongan orang yang tidak ditolak do’a mereka: orang yang berpuasa hingga berbuka, pemimpin yang adil dan do’a orang yang dizalimi (HR. Tirmidzi).

  1. Mendidik Kemauan. Puasa mendidik seseorang untuk memiliki kemauan yang sungguh-sungguh dalam kebaikan, meskipun untuk melaksanakan kebaikan itu terhalang oleh berbagai kendala. Puasa yang baik akan membuat seseorang terus mempertahankan keinginannya yang baik, meskipun peluang untuk menyimpang begitu besar. Karena itu, Rasulullah Saw menyatakan: Puasa itu setengah dari kesabaran. Dalam kaitan ini, maka puasa akan membuat kekuatan rohani seorang muslim semakin prima. Kekuatan rohani yang prima akan membuat seseorang tidak akan lupa diri meskipun telah mencapai keberhasilan atau kenikmatan duniawi yang sangat besar, dan kekuatan rohani juga akan membuat seorang muslim tidak akan berputus asa meskipun penderitaan yang dialami sangat sulit.
  2. Menyehatkan Badan. Disamping kesehatan dan kekuatan rohani, puasa yang baik dan benar juga akan memberikan pengaruh positif berupa kesehatan jasmani. Hal ini tidak hanya dinyatakan oleh Rasulullah Saw, tetapi juga sudah dibuktikan oleh para dokter atau ahli-ahli kesehatan dunia yang membuat kita tidak perlu meragukannya lagi. Mereka berkesimpulan bahwa pada saat-saat tertentu, perut memang harus diistirahatkan dari bekerja memproses makanan yang masuk sebagaimana juga mesin harus diistirahatkan, apalagi di dalam Islam, isi perut kita memang harus dibagi menjadi tiga, sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk air dan sepertiga untuk udara.
  3. Mengenal Nilai Kenikmatan. Dalam hidup ini, sebenarnya sudah begitu banyak kenikmatan yang Allah berikan kepada manusia, tapi banyak pula manusia yang tidak pandai mensyukurinya. Dapat satu tidak terasa nikmat karena menginginkan dua, dapat dua tidak terasa nikmat karena menginginkan tiga dan begitulah seterusnya. Padahal kalau manusia mau memperhatikan dan merenungi, apa yang diperolehnya sebenarnya sudah sangat menyenangkan karena begitu banyak orang yang memperoleh sesuatu tidak lebih banyak atau tidak lebih mudah dari apa yang kita peroleh. Maka dengan puasa, manusia bukan hanya disuruh memperhatikan dan merenungi tentang kenikmatan yang sudah diperolehnya, tapi juga disuruh merasakan langsung betapa besar sebenarnya nikmat yang Allah berikan kepada kita. Hal ini karena baru beberapa jam saja kita tidak makan dan minum sudah terasa betul penderitaan yang kita alami, dan pada saat kita berbuka puasa, terasa betul besarnya nikmat dari Allah meskipun hanya berupa sebiji kurma atau seteguk air. Disinilah letak pentingnya ibadah puasa guna mendidik kita untuk menyadari tinggi nilai kenikmatan yang Allah berikan agar kita selanjutnya menjadi orang yang pandai bersyukur dan tidak mengecilkan arti kenikmatan dari Allah meskipun dari segi jumlah memang sedikit dan kecil. Rasa syukur memang akan membuat nikmat itu bertambah banyak, baik dari segi jumlah atau paling tidak dari segi rasanya, Allah berfirman yang artinya: Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasati Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih (QS 14:7).
  4. Mengingat dan Merasakan Penderitaan Orang Lain. Merasakan lapar dan haus juga memberikan pengalaman kepada kita bagaimana beratnya penderitaan yang dirasakan orang lain. Sebab pengalaman lapar dan haus yang kita rasakan akan segera berakhir hanya dengan beberapa jam, sementara penderitaan orang lain entah kapan akan berakhir. Dari sini, semestinya puasa akan menumbuhkan dan memantapkan rasa solidaritas kita kepada kaum muslimin lainnya yang mengalami penderitaan yang hingga kini masih belum teratasi, seperti penderitaan saudara-saudara kita di Ambon atau Maluku, Aceh dan di berbagai wilayah lain di Tanah Air serta yang terjadi di berbagai belahan dunia lainnya seperti di Chechnya, Kosovo, Irak, Palestina dan sebagainya. Oleh karena itu, sebagai simbol dari rasa solidaritas itu, sebelum Ramadhan berakhir, kita diwajibkan untuk menunaikan zakat agar dengan demikian setahap demi setahap kita bisa mengatasi persoalan-persoalan umat yang menderita. Bahkan zakat itu tidak hanya bagi kepentingan orang yang miskin dan menderita, pi juga bagi kita yang mengeluarkannya agar dengan demikian, hilang kekotoran jiwa kita yang berkaitan dengan harta seperti gila harta, kikir dan sebagainya. Allah berfirman yang artinya: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendo’alah untuk mereka. Sesungguhnya do’a kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (QS 9:103).

Karena rahasia puasa merupakan sesuatu yang amat penting bagi kita, maka sudah sepantasnyalah kalau kita harus menyambut kedatangan Ramadhan tahun ini dengan penuh rasa gembira sehingga kegembiraan kita ini akan membuat kita bisa melaksanakan ibadah Ramadhan nanti dengan ringan meskipun sebenarnya ibadah Ramadhan itu berat.

Kegembiraan terhadap datangnya bulan Ramadhan harus kita tunjukkan dengan berupaya semaksimal mungkin memanfaatkan Ramadhan tahun sebagai momentum untuk mentarbiyyah (mendidik) diri, keluarga dan masyarakat kearah pengokohan atau pemantapan taqwa kepada Allah Swt, sesuatu yang memang amat kita perlukan bagi upaya meraih keberkahan dari Allah Swt bagi bangsa kita yang hingga kini masih menghadapi berbagai macam persoalan besar. Kita tentu harus prihatin akan kondisi bangsa kita yang sedang mengalami krisis, krisis yang seharusnya diatasi dengan memantapkan iman dan taqwa, tapi malah dengan menggunakan cara sendiri-sendiri yang akhirnya malah memicu pertentangan dan perpecahan yang justeru menjauhkan kita dari rahmat dan keberkahan dari Allah Swt.(dro)

 




Selain Bermanfaat, Tahukah Kamu “kerokan” Juga Menimbulkan Efek Negatif Bagi Kesehatan?

kerokandetikriau.org – Bagi masyarakat Indonesia pasti sudah mengerti betul istilah “Kerokan” yang sering dilakukan saat sedang masuk angin. Kerokan itu sendiri sudah dikenal di Indonesia sejak ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu. Tapi tahukah kamu “kerokan juga menimbulkan efek negatif bagi kesehatan?

Pengobatan tradisional Jawa “kerokan” ini menggunakan semacam benda tumpul seperti koin, potongan jahe, potongan bawang, atau benda tumpul lainnya dengan menggunakan cairan licin seperti minyak telon, minyak kelapa, atau sejenisnya. Cairan licin ini digunakan agar tidak terjadi iritasi atau lecet pada kulit yang dikerok.

“Kerokan” tidak hanya populer di Indonesia, tetapi juga banyak disukai oleh orang-orang di negara-negara asia lainnya, seperti di Vietnam menyebut kerokan sebagai cao giodi, sedangkan di Kamboja menyebutnya goh kyol, bahkan di China yang terkenal dengan akupunturnya juga mengenal kerokan tapi dengan sbeutan gua sua, cuma bedanya orang China memakai batu giok sebagai alat pengerok, bukan kepingan uang logam seperti yang umumnya dipakai di Indonesia.

Sebagaimana dijelaskan dalam akun Facebook dr oz Indonesia, kerokan pun dinilai ampun untuk mengusir angin yang masuk ke dalam tubuh. Angin yang masuk ke badan biasanya akan membuat badan terasa pegal dan nyeri dan akan terjadi bersin. Kerokan ini pun dipercaya sebagai bukti nyata dalam perwujutan ilmu Einstein (E=MC2) yang menerangkan bahwa energi muncul karena pergesekan dua benda.

Saat kita mengerok punggung kita, akan terjadi “Inflamasi”. Inflamasi bertujuan untuk menetralisir penyebab sakit dan menghilangkan jaringan yang telah mati sehingga proses penyembuhan menjadi lebih cepat. Inflamasi memiliki ciri seperti kemerahan pada kulit yang dikerok yang menandakan karena adanya jaringan yang meradang yang mengandung banyak darah akibat pembuluh kapiler yang tadinya kosong karena menyempit telah melebar dan diisi oleh darah. Itulah mengapa saat punggung kita dikerok akan timbul warna kemerahan atau merah kebiruan pada kulit.

Walaupun kerokan termasuk ampuh dalam mengusir gejala masuk angin, namun terdapat bahaya yang tidak kita sadari yang bisa membuat badan menjadi lebih sakit. Bahaya ini memang tidak langsung berdampak pada tubuh kita melainkan akan kita rasakan dikemudian hari. Bahaya yang bisa di akibatkan oleh pengobatan “Kerokan” adalah sebagai berikut :

Pertama, menjadi pemicu timbulnya Kontraksi Dini. Seperti yang kita tahu bahwa saat dikerok maka akan terjadi Inflamasi. Nah yang menjadi masalah adalah reaksi penolakan terhadap Inflamasi tubuh. Saat terjadi Inflamasi, maka mediator anti Inflamasi akan mengeluarkan suatu zat yang disebut “Cytokines” yang merupakan sel yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh.

Zat ini akan memicu pelepasan Prostaglandin yang bisa menyebabkan kontraksi pada rahim. Oleh sebab itu, bagi ibu-ibu yang sedang hamil sangat dilarang penyembuhan dengan cara dikerok karena bisa mengakibatkan timbulnya kontraksi dini akibat munculnya zat Prostaglandin.

Efefk negative lainnya dari kerokan adalah akan memudahkan masuknya Bakteri dan Virus. Saat kita mengerok, pori-pori kulit akan terbuka lebar oleh karena efek gesekan kulit dengan benda tumpul maupun karena panas tubuh yang meningkat.

Saat pori-pori kita membesar maka akan memudahkan angin masuk kembali ketubuh dengan membawa bakteri dan virus dari udah kedalam tubuh. Memang efeknya tidak akan langsung terasa oleh tubuh kita tapi akan muncul efek dikemudian hari.

Semakin sering kita dikerok dan semakin sering pula pori-pori kita melebar, maka akan semakin banyak juga virus dan bakteri yang masuk kedalam tubuh kita.

Anda sih boleh memilih ingin melakukan pengobatan kerokan atau dengan pengobatan lain. Kerokan memang terbilang sangat murah, bahkan tidak mengeluarkan biaya sedikitpun. Akan tetapi kita juga perlu mempertimbangkan resiko terburuk untuk kesehatan kita.

Jangan sampai karena biayanya murah, Anda jadi ketagihan dan tidak memikirkan efek sampingnya.(dro)

 Sumber:

Akun fb dr oz indoensia, https://www.facebook.com/permalink.php?id=171712156320216&story_fbid=171979356293496