Udara Bisa dikemas dan di Jual, Laris. Bagaimana Caranya?

detikriau.org – Meningkatnya polusi udara di seluruh dunia menimbulkan sebuah ide bisnis baru yang aneh, yaitu bertani udara. Industri yang tidak terduga ini melakukan pengemasan udara segar untuk dijual kepada konsumen.

Hal di atas terdengar aneh dan sia-sia, tetapi berjualan udara segar ternyata laris seperti menjual kacang goreng. Terbukti udara di dalam toples yang dijual laris di beberapa kota berpolusi udara seperti Beijing dan Shanghai. Bahkan orang-orang rela mengeluarkan kocek $ 160 atau sekitar dua juta rupiah untuk sebotol udara.

De Watts, seorang pemuda dari Inggris mengumpulkan udara dari lokasi seperti Yorkshire, Somerset dan Wales untuk dijual. Tiap botol udara memiliki karakter daerah yang dijelaskan pada kemasan botolnya.

Misalnya udara dari Welsh yang dideskripsikan dengan, “merasakan embun pagi”, kemudian udara dari Somerset berlabel, “udara tanpa noda”. De Wats telah menjual 180 botol udara sejak usahanya dimulai beberapa minggu yang lalu. Bahkan menurutnya sangat banyak permintaan hingga melebihi kemampuan pasokan.

Para “pecinta udara” kadang memiliki permintaan khusus untuk botol udara pesanannya. Terkadang De Watts harus mengambil udara dari sebuah puncak gunung, atau juga di bagian lembah. Beberapa orang ingin udara yang dikumpulkan saat cuaca dengan hembusan angin kencang, sedangkan ada juga yang ingin menghirup udara suatu daerah yang dikumpulkan saat malam hari.

Meski terkesan sederhana, ternyata cara para petani udara ini “membudidayakan” udara tidak sembarangan. Mereka menempatkan botol di jaring khusus, yang kemudian digunakan untuk “memanen” udara.

De Wats ternyata bukan orang yang pertamabertani udara dan menjualnya. Tahun lalu sebuah perusahaan start-up di Kanada menjual udara pada kantung plastik untuk lelucon di toko online. Tanpa disadari ide leluconnya ternyata memiliki peminat serius ketika sekantung udara itu dijual seharga $ 213. Perusahaan ini kemudian mulai mengemas udara dari Pegunungan Rocky dan menjualnya di Cina untuk 100 Yuan, harga yang berkali lipat lebih mahal dari sebotol air.

Menurut De Watts, menghirup sebotol udara segar sangat berguna untuk memulihkan kondisi tubuh setelah begadang, meningkatkan konsentrasi di sekolah atau bekerja, atau saat berolahraga.”Ketika anda membukanya, anda akan merasa dalam sebuah pemulihan” ujar De Watts.

sumber: mediatani

 




Lima Tindakan Penyebab Doa Anda Ditolak Allah

Lima Tindakan Penyebab Doa Anda Ditolak AllahBerdoa merupakan salah satu upaya yang dilakukan Umat Islam ketika berharap sesuatu dari Allah SWT. Aktivitas spiritual yang satu ini memang ampuh memberikan harapan ketika manusia berusaha mendapatkan apa yang diinginkan.

Namun, manusia hanya mampu berusaha dan berdoa, sedangkan hasilnya tetap Allah SWT yang menentukan. Ada kalanya doa yang dimunajatkan begitu cepat dikabulkan, namun ada pula yang menunggu lama bahkan doa tersebut tidak kunjung terwuju

Ternyata, urusan doa tidak sebatas meminta, memanjatkan dengan khusuk dan kemudian berusaha. Namun ada tindakan kita yang menghalangi Allah mengabulkan permintaan hamba-hamba-Nya. Berikut ini sepuluh tindakan yang buat doa anda  ditolak Allah.

1. Melalaikan Hak-Hak Allah SWT
Sejatinya Allah SWT akan mengabulkan doa hamba-hambaNya. Namun datangnya adalah pada saat yang tepat. Namun lain halnya jika doa ditolak, itu artinya apa yang kita munajatkan tidak akan pernah terwujud.

Tindakan pertama yang dapat membuat doa ditolak Allah adalah melalaikan hal-hak dari sang Pencipta tersebut. Meski mengaku tiada Tuhan selain Allah, namun mereka tidak melaksanakan apa yang menjadi hak Allah. Padahal, kewajiban kita yang menjadi hak Allah adalah menyembah-Nya. Namun mengaku Islam, manusia tetap saja menyekutukan Allah dengan mempercayai hal-hal lain selain Allah. Jelas ini tidak saja menjadi sebab tertolaknya sebuah doa, lebih dari itu ia termasuk perbuatan syirik.

“Janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (QS. Luqman: 13).

Dari Mu’adz bin Jabal rodhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Saya pernah membonceng Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam di atas himar, beliau berkata kepada saya, “Tahukah engkau apa hak Allah atas hamba-hambaNya dan apa hak hamba atas Allah?” Saya berkata, “Allah dan RosulNya lebih tahu.” Beliau bersabda, “Hak Allah atas hambaNya ialah agar mereka menyembahNya dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatupun. Dan hak hamba atas Allah ialah tidak diadzab selama dia tidak menyekutukanNya dengan sesuatu apapun.”

2.  Sesuatu yang Haram
Pada era kini perkara halal dan haram mungkin tidak lagi menjadi hal yang vital. Segala cara dilakukan untuk memperbanyak pundi-pundi harta untuk menyenangkan dunia.  Mungkin saja, dengan hal haram yang dilakukan seseorang akan mendapatkan keberlimpahan harga.

Namun Allah SWT tidak akan mengabulkan doa hamba yang masih terjamah oleh hal-hal haram tersebut. Pasalnya Allah hanya menerima hal-hal baik, karena sejatinya Allah adalah maha baik.

Dari Abu Hurairah ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu baik. Dia tidak akan menerima melainkan yang baik pula. Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul. Firman-Nya: ‘Wahai para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.’ Dan Allah juga berfirman: ‘Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang telah Kami rezekikan kepadamu.’” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menceritakan tentang seorang laki-laki yang telah lama berjalan karena jauhnya jarak yang ditempuhnya. Sehingga rambutnya kusut masai dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdo’a: “Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku.” Padahal, makanannya dari sumber yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dengan makanan yang haram, maka bagaimanakah mungkin akan dikabulkan doa orang seperti itu?.” (HR. Muslim).

3. Tidak Fokus dan Mudah Melupakan Doanya
Hal ketiga yang dapat membuat Allah menolak doa hamba-Nya adalah karena manusia tidak fokus, tergesa-gesa kemudian melupakan doa tersebut. Ketika menginginkan sesuatu hendaknya kita bersungguh-sungguh memunajatkannya. Allah SWT tentu akan bermurah hati memberi apa yang memang benar-benar kita inginkan.

Layaknya orangtua, mereka akan mengabulkan permintaan yang diinginkan anak jika mereka bersungguh-sungguh. Namun jika hanya sekedar permintaan seperti angin lalu saja, maka orang tua pun akan mudah mengabaikannya. Terlebih jika sambil menggerutu jika permintaan tersebut tidak kunjung dikabulkan.

“Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “(Do’a) salah seorang diantara kalian pasti akan dikabulkan selagi ia tidak terburu-buru, dengan mengatakan; ‘Aku telah berdoa, namun tidak kunjung dikabulkan.” (HR.Muttafaq ‘alaih).

4. Meninggalkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
Tindakan keempat yang membuat Allah menolak doa adalah meninggalkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar. Islam menempatkan manusia itu tidak saja dalam dimensi individu, akan tetapi juga dalam dimensi sosial sebagai anggota masyarakat. Manusia wajib menyuruh kepada kebaikan, mencegah dari kejahatan. Jika justru menjadi pendukung kejahatan, niscaya Allah akan benar-benar hampir mengirimkan siksaan dan menolak doa-doanya.

Dari Hudzaifah bin al-Yaman dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, benar-benar kalian beramar ma’ruf dan nahi munkar atau Allah benar-benar hampir mengirimkan siksaan dari-Nya, lalu kalian berdoa dan tidak akan dikabulkan.” [HR at-Turmudziy: 2169 dan Ahmad: V/ 388, 391]

5. Melampaui Batas ketika Berdoa
Tindakan kelima yang dapat membuat doa tertolak adalah kesalahan dalam berdoa. Manusia sering melampaui batas ketika menginginkan sesuatu, sehingga mereka berdoa dengan cara-cara yang salah. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-A’raaf: 55).

Kesalahan yang sering kita temui adalah manusia yang mengkhususkan suatu tempat sebagai lokasi yang dianggapnya mustajab untuk berdoa. Misalnya berdoa di pohon, goa, tepi laut dan sebagainya yang justru mengarah pada syirik. Mungkin apa yang kita inginkan bisa saja diterima dengan cara-cara ini. Namun ini tentu tidak berlangsung lama, mengingat dunia hanya persinggahan sementara, setelahnya ada azab pedih menanti dan tidak bisa terelakkan.

sumber, infoyunik




Tips Memulai Bisnis Properti Tanpa Modal

Umumnya bisnis properti membutuhkan modal yang besar.

Oleh : Siti Nuraisyah Dewi

Jika Anda ingin memulai sebuah bisnis, khususnya di bidang properti, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Hanya saja, umumnya bisnis di bidang ini membutuhkan modal yang lumayan besar. Lantas, apakah bisa jika tanpa modal?.

Jika cita–cita Anda adalah menjadi seorang investor ataupun developer, maka uang adalah hal yang utama. Jika tidak memilikinya, maka Anda perlu memulai dari bawah, yakni menjadi seorang broker properti.

Walau begitu, bukan berarti langkah menjadi seorang broker benar–benar tanpa modal. Hanya saja, ada beberapa langkah yang bisa memuluskan jalan Anda meski Anda tidak memiliki dana sepeserpun.

Berikut adalah tipsnya.

 

  1. Mulai dari lingkungan sekitar

Karena tanpa modal, maka Anda jangan langsung tergesa–gesa untuk mendapat banyak transaksi. Mulailah dari lingkungan sekitar dengan mengamati, siapa saja pihak yang membutuhkan rumah ataupun yang ingin menjual rumah.

Informasi tersebut bisa Anda dapat dari menyimak obrolan–obrolan tetangga dekat. Sebisa mungkin, dapatkan secara detail informasi tersebut untuk memudahkan Anda ke tahap berikutnya.

Setelah itu, cari pembeli potensial ataupun rumah yang sesuai dengan permintaan mereka. Santai saja, karena tahap ini juga merupakan langkah pembelajaran Anda dalam memulai bisnis properti. Meski begitu, Anda tetap harus fokus.

 

  1. Cari informasi sebanyak mungkin

Jika klien pertama Anda adalah pihak yang ingin membeli rumah, maka Anda harus banyak–banyak mencari informasi mengenai rumah yang sesuai.

Buat daftar sekitar lima hingga 10 rumah potensial, ajukan satu per satu kepada klien Anda, jangan sekaligus, karena hal itu akan membuatnya bingung.

Informasi bisa Anda dapatkan dari berbagai media, mulai dari media online hingga media cetak yang mengiklankan barang properti.

Jika klien Anda suka pada salah satu pilihan Anda, buat perjanjian dengan si penjual, baik itu pemilik rumahnya langsung, broker, ataupun pihak developer.

Perjanjian bisa berisi tentang persentase komisi yang akan Anda dapatkan dengan menjual rumah tersebut.

Agar tidak kena tipu, disarankan untuk membuat perjanjian hitam di atas putih.

 

  1. Jual seluas mungkin

Akan sangat berbeda jika klien pertama Anda adalah orang yang ingin menjual rumahnya. Seandainya begitu, maka Anda perlu membuka jalur penjualan seluas mungkin.

Dan jika ingin tanpa modal, Anda perlu memilih media-media gratis. Misalnya situs jual–beli online, share di media sosial, membuat situs atau blog gratis dengan kata kunci yang baik, atau beritakan dari mulut ke mulut.

Tentunya Anda juga perlu memberi komisi pada mereka yang mencarikan pembeli untuk proyek Anda.

Jangan lupa untuk membangun kredibilitas yang baik agar image Anda semakin baik. Jika sudah memiliki banyak klien, tak ada salahnya untuk membangun brand dan merekrut karyawan Anda sendiri.

sumber: vivanews

 




Lakukan Tiga Hal Ini Jika Pria Tak Kunjung Melamar

Lakukan Tiga Hal Ini Jika Pria Tak Kunjung MelamarPernikahan merupakan keputusan untuk hidup bersama seseorang yang dicintai. Ada yang beberapa saat berjumpa langsung memutuskan menikah, namun ada juga yang menjalin hubungan lama namun tak urung menikah juga.

Salah satu faktornya adalah pria yang memiliki banyak pertimbangan sehingga tak kunjung melamar. Kondisi ini tentu tidak menguntungkan bagi wanita, karena harus terjebak dengan berbagai alasan untuk menunggu.

Parahnya, meski tetap bersama menunggu kesiapan sang pria,  tetap saja kepastian terkait kapan akan melamar tidak kunjung terucap. Lantas apa yaang harus dilakukan wanita jika menghadapi kondisi ini?

1. Mengamati Gerak-geriknya
Biasanya pria memiliki segudang alasan untuk menunda pernikahannya. Salah satu yang biasanya penghalang adalah adik atau kakak perempuannya yang belum menikah. Sehingga mereka merasa berkewajiban untuk menunggu mereka terlebih dahulu.

Jika ini menjadi alasan, boleh jadi sebagai wanita harus menunggu. Apalagi jika kakak atau adiknya juga sudah memiliki jodoh. Maka bisa dipastikan pernikahan tersebut tidak akan menunggu waktu lama lagi. Dalam kadar ini, wanita juga tidak boleh egois memaksa diri untuk dinikahi.

Namun ini berlaku jika setelah pernikahan si pria dengan serius menetapkan kapan akan melamar. Jika tidak, maka anda akan menemukan gerak-gerik lain yang membuat mereka dapat menunda pernikahannya.

Hal yang akan menjadi alasan lain adalah ibunya. Melihat kondisi Ibu yang ditinggal adik atau kakaknya, si pria biasanya akan menjadikan hal tersebut modal untuk kembali beralasan untuk menunda lamaran.

Wanita mungkin akan sedikit luluh jika mendengar pria ‘merengek’ menceritakan kondisi ibunya. Namun ini sudah harus menjadi signal bagi wanita untuk menetapkan keputusan.

Perhatikan juga gerak-gerik lainnya sebagai upaya memantapkan hati untuk mengambil keputusan. Misalnya saja dia tidak kunjung menabung untuk mempersiapkan pernikahan, janjinya untuk fitnes tidak dilakukan atau hal lain yang dijanjikan terkait pernikahan yang tidak pernah ditepati.

Semua gerak-gerik ini seharusnya memantapkan wanita untuk membuat suatu keputusan besar dalam hidup. Apakah tetap bersamanya, atau memilih pergi dan berharap jodoh baru.

2. Mempertanyakan Kepastian
Kepastian adalah hal yang paling diinginkan wanita dalam menjalani sebuah hubungan. Mereka tidak akan mau membuang-buang waktu dengan orang yang tidak pasti. Itulah kenapa kepastian sangat penting diberikan kepada para wanita.

Untuk itu, bagi anda yang sudah menjalin hubungan lama dan tidak kunjung dilamar, sebaiknya menanyakan kepastian tersebut. Tanyakan dengan percaya diri “Kapan Kita Menikah?”

Jika tidak ada jawaban pasti, artinya pria tersebut tidak benar-benar menyanyangi anda. Pasalnya mereka yang sayang pasti tidak akan membiarkan kekasihnya menunggu tanpa kepastian. Jika sudah begini, anda tentu tidak perlu buang-buang waktu dengan orang yang tidak sungguh-sungguh mencintai anda tersebut.

3.  Tinggalkan Saja
Jika sudah melihat  gelagat dan tidak kepastian, maka lebih baik ditinggalkan saja. Cinta memang mampu membuat seseorang menunggu begitu lama, namun kamu harus mencintai dirimu juga dengan menyadari kapan waktu untuk pergi. Tegaslah meminta kepastian pria anda. Lalu ikhlas lah pada apa yang akan Allah tetapkan.

Bagi pria, jika hingga saat ini tidak berpikiran untuk menikahi wanita yang dekat dengan anda, ada baiknya tidak memberikan harapan palsu.  Jika menginginkan hubungan yang tidak pasti, mungkin bisa mendekati anak SD yang memiliki waktu panjang hingga akhirnya mereka selesai kuliah dan baru meminta anda untuk menikahinya.

sumber: infoyunik




Inilah Dua Penyakit Umat Jelang Kiamat

Inilah Dua Penyakit Umat Jelang KiamatKiamat sudah menjadi kepastian yang tidak terelakkan. Namun tidak ada waktu yang pasti kapan kiamat akan terjadi. Jangankan manusia biasa, malaikat dan para Nabi pun tidak pernah mengetahui perkara ini.
Namun Allah sudah mengabarkan tentang tanda-tandanya. Sebelum kiamat, umat akan melakoni fase yang disebut akhir zaman. Tidak hanya dari fisik bumi yang kita tinggali, ciri-cirinya juga menyangkut perilaku dan tingkah laku manusia.

Melalui Nabi Muhammad SAW Allah SWT menggambarkan periode ini. Pada akhir zaman nanti, umat islam akan mengalami dua penyakit yang tidak terobati. Kabar buruknya, penyakit tersebut sudah mulai terasa pada era kini. Apa penyakit itu? Berikut ulasannya.
Dalam hadist shahih yang diriwayatkan Abu Daud Rasulullah SAW mengatakan, bahwa dua penyakit tersebut adalah cinta dunia dan takut mati. Padahal saat itu jumlah Umat Islam begitu banyak. Namun dua penyakit ini membuat lemah dan tidak berdaya.

1. Cinta Dunia
Sikap ini ditandai dengan besarnya ambisi kita untuk mengejar dunia tanpa berpikir tentang akhirat. Padahal sejatinya hidup di dunia ini hanya persinggahan saja. Namun karena sikap ini membuat seseorang lupa mengumpulkan amal sebagai bekal untuk di akhiratnya.

DARI Tsauban Ra. berkata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda; “Hampir tiba suatu zaman di mana bangsa-bangsa dari seluruh dunia akan datang mengerumuni kamu bagaikan orang-orang yang kelaparan mengerumuni talam hidangan mereka”.

Maka salah seorang sahabat bertanya, “Apakah karena kami sedikit pada hari itu?” Nabi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab, “Bahkan kamu pada hari itu banyak sekali, tetapi kamu umpama buih di waktu banjir, dan Allah akan mencabut rasa gentar terhadap kamu dari hati musuh-musuh kamu, dan Allah akan melemparkan ke dalam hati kamu penyakit ‘wahan’. Seorang sahabat bertanya: “Apakah ‘wahan’ itu, hai Rasulullah?”. Rasulullah menjawab: “Cinta dunia dan takut mati”. (HR. Abu Daud).

Lihatlah saat ini, berapa banyak orang tersangkut korupsi, berapa banyak orang menjual narkoba dan ekstasi dan masuk kantor polisi? Apa yang mereka kejar sebenarnya? Ya, uang, kekayaan, kekuasaan. Tidak terselip sedikitpun dari tindakan itu bekal untuk menuju akhirat.

“Dosa merupakan urusan pribadi dan tanggungjawabku sendiri”, jawaban ini mungkin saja pernah terdengar saat ada orang lain yang menasihati. Mereka tidak pernah sadar, bahwa Jahannam begitu sangat pedih.

“Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, Maka Sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). (Q.S An-Nazi’at: 37)

2. Takut Mati
Takut mati bisa saja membuat seseorang menjadi giat mengumpulkan amal sebagai bekal. Namun pada konsep ini, takut mati yang dimaksud adalah orang-orang yang takut mati karena lemahnya iman. Mereka menyadari kurangnya amal sehingga tidak mau bertemu Allah lewat kematian. Hingar bingar dunia membuat mereka terpedaya sehingga melupakan kematian.

Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata, “Aku pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu seorang Anshor mendatangi beliau, ia memberi salam dan bertanya, “Wahai Rasulullah, mukmin manakah yang paling baik?” Beliau bersabda, “Yang paling baik akhlaknya.” “Lalu mukmin manakah yang paling cerdas?”, ia kembali bertanya. Beliau bersabda, “Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk alam berikutnya, itulah mereka yang paling cerdas.” (HR. Ibnu Majah no. 4259. Hasan kata Syaikh Al Albani).

Dengan mengingat kematian, manusia akan mempersiapkan diri untuk bertemu dengan Allah. Jika tahu bahwa ia akan berjumpa Allah kelak padahal ia akan ditanya tentang amalnya didunia, maka ia pasti akan mempersiapkan jawaban.

Bagaimana kondisi umat saat ini? Kematian menjadi hal yang sangat ditakuti. Lihat saja, hanya segelintir orang Islam yang berani mati di Palestina, Suriah dan negeri Islam tertindas lainnya. Padahal Allah SWT memberi kepastian surga dari untuk para syuhada yang membela agamanya.

sumber: infoyunik

 




Baca Ayat Ini Jika Merasa Putus Asa

Baca Ayat Ini Jika Mulai Putus AsaFase kehidupan tidak melulu bercerita tentang kelancaran dan kelapangan hidup. Allah SWT sudah mempersiapkan batuan terjal berupa ujian sebagai bentuk kenaikan kelas untuk hamba-Nya.

Tidak sedikit diantara kita yang mampu melakoni setiap babak ujian yang disiapkan Allah. Namun, yang akhirnya menyerah kalah tidak berdaya juga terbilang banyak. Pada kondisi inilah manusia merasa berada pada titik terendah dalam hidupnya.

Berbagi cerita kesedihan mungkin menjadi salah satu alternatif pengobat keputusasaan. Namun ada baiknya anda mulai menyelesaikan masalah dengan Alquran. Ayat berikut menjadi pelipur lara jika tengah berputus asa. Kandungannya membuat kita kembali bersemangat jalani hidup. Surat apa yang dimaksud? Berikut ringkasannya.

Alquran memang menjadi obat bagi semua permasalahan hidup. Termasuk saat manusia dengan sikap berputus asa. Allah SWT sudah mempersiapkan ayat yang bisa dibaca dan kandungannya membuat takjub.

Ayat tersebut terdapat dalam Surat Al Inshiroh ayat 1-8. Surat ini merupakan surat ke-94 dalam  Alquran. Al Inshiroh turun di kota Mekkah dan  memiliki arti kelapangan dada. Surat ini turun  sebagai penghubur bagi Rasulullah SAW yang kala itu mengalami beratnya berdakwah di tengah-tengah umatnya yang pembangkang.

Namun Allah SWT dengan kasih sayangnya mengingatkan Rasulullah SAW dengan ayat-ayat dalam surat ini. Maka dari itu, ketika merasa putus asa dan sedih, ingatlah firman Allah kepada Nabi Muhammad SAW melalui Surat Al Insyiroh tersebut. Berikut surat Al Insyiroh 1-8 yang bisa anda baca dan cerna serta mengamalkannya dalam kehidupan.

  1. “Alam nasyrah laka shadrak”( Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?)
  2. “Wawadha’naa ‘anka wizrak” (dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu)
  3. “Alladzii anqadha zhahrak” (yang memberatkan punggungmu?)
  4. “Warafa’naa laka dzikrak” (Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu)
  5. “Fa-inna ma’a l’usri yusraa” (Karena sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan)
  6. “Inna ma’a l’usri yusraa” (sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan)
  7. “Fa-idzaa faraghta fanshab”  (Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,)
  8. “Wa-ilaa rabbika farghab” (dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap)

Sejatinya, kesusahan dan kepedihan yang dialami manusia biasa, tidak sebanding dengan ujian yang dihadapi oleh para Nabi. Mereka melalui ujian begitu dasyat sebagai salah satu fase memperoleh derajat tertinggi di sisi Allah. Itulah mengapa, seharusnya kita tidak berputus asa dan terus berusaha. Karena kabar baiknya, Allah selalu memberikan hikmah dbalik permasalahan yang dialami.

“(Orang yang paling keras ujiannya adalah) para nabi, kemudian yang semisalnya dan yang semisalnya, diuji seseorang sesuai dengan kadar agamanya, kalau kuat agamanya maka semakin keras ujiannya, kalau lemah agamanya maka diuji sesuai dengan kadar agamanya. Maka senantiasa seorang hamba diuji oleh Allah sehingga dia dibiarkan berjalan di atas permukaan bumi tanpa memiliki dosa.” (HR. At-Tirmidzy, Ibnu Majah, berkata Syeikh Al-Albany: Hasan Shahih)

Allah SWT sudah menjelaskan dalam firman-Nya dalam surat Al Insyiroh di atas, bahwa ujian yang diberikan kepada hamba-Nya, selalu disertai dengan kemudahan. Bahkan Allah sampai mengulanginya kalimat” sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan”hingga dua kali.

Itu artinya kita tidak boleh langsung suudzon terhadap apa yang menimpa saat ini. Karena dibalik ujian yang diberikan tersebut sudah satu paket dengan jawaban serta penyelesaiannya. Manusia hanya tinggal berusaha mencari jawaban, dan menjauhkan diri dari sikap berputus asa. Semoga artikel ini bermanfaat dan terimakasih sudah membaca.

sumber; infoyunik