Tahukah Kamu Sejarah Awal Pemberian Gelar ‘Haji’ ?

Oleh: Alwi Shahab

pemberangkatan jamaah haji indonesia tempo doeloe
pemberangkatan jamaah haji indonesia tempo doeloe

detikriau.org – Sungguh mudah perjalanan ibadah haji saat ini. Hanya dalam tempo 10 jam pesawat yang kita tumpangi sudah tiba di Arab Saudi. Hal semacam ini tidak pernah terbayangkan oleh mereka yang menunaikan ibadah haji di masa-masa lampau. Apalagi, sampai awal 1970-an perjalanan ke Tanah Suci masih melalui kapal laut. Hingga untuk menunaikan rukun Islam ke lima diperlukan waktu tiga bulan, baru kembali ke Tanah Air.

Tapi, jauh sebelum adanya kapal laut, hasrat umat Islam di Indonesia untuk menunaikan ibadah haji cukup besar. Ini terbukti dengan beberapa laporan yang menyebut para jamaah haji tersebut menggunakan kapal layar.

Hingga mereka mengarungi lautan selama berbulan-bulan, bahkan sampai memakan waktu dua tahun. Ini disebabkan karena kapal layar harus berhenti di beberapa pelabuhan. Resiko perjalanan cukup besar. Sering kali menghadapi perompak, gelombang dahsyat, dan penyakit.

Kesulitan transportasi ini makin dipersulit dengan adanya politik pemerintah kolonial Belanda untuk mengendorkan semangat umat Islam Indonesia pergi ke Tanah Suci. Bagi Belanda, ibadah haji merupakan bahaya besar dalam mempertahankan politik kolonialnya di Indonesia.

Belanda Kontrol Muslim Indonesia yang Ingin Berhaji

Yang ditakutkan Belanda, selama di Tanah Suci itu, para jamaah haji Indonesia mengadakan kontak dengan jamaah dari berbagai negara. Apalagi waktu itu, banyak pemberontakan di Tanah Air melawan penjajahan digerakkan para haji.

Berbagai peraturan dikeluarkan pihak kolonial untuk menghambat umat Islam berhaji. Pada 1825, dikeluarkan ordonansi. Isinya melarang umat Islam pergi ke haji tanpa pas jalan.

Untuk mendapatkan pas jalan mereka harus membayar 110 gulden. Uang sebesar itu nilainya sangat tinggi. Mengingat harga rumah sederhana hanya 50 gulden. Demikian keras peraturan itu, sehingga mereka yang pergi haji tanpa pas kembalinya akan dikenakan denda dua kali lipat. Sementara, pulangnya para haji ini harus menempuh ujian terlebih dahulu, sebelum berhak mendapatkan gelar ‘haji’ di depan namanya dan menggunakan pakaian haji.

Meskipun berbagai kendala dilakukan pihak kolonial, tapi tidak pernah meruntuhkan hasrat umat Islam Indonesia untuk menunaikan ibadah haji. Apalagi, pada pertengahan abad ke-19 kapal bermesin (uap) mulai beroperasi melintasi benua.

Diperas

Cukup banyak jamaah Indonesia yang bertolak ke Tanah Suci melalui Singapura. Yang tinggal di Pulau Jawa, berangkat melalui dua pelabuhan, Batavia dan Surabaya. Setelah beristirahat beberapa lama di Singapura, barulah ke Jeddah.

Sayangnya, sejak dulu (hingga kini), jamaah haji kerap menjadi korban penipun. Mulai dari saat berangkat di Tanah Air mereka sudah ‘diperas’ oleh para “syekh”. Pengertian syekh di sini adalah agen atau para calo tiket kapal dari perusahaan-perusahaan milik Inggris dan Belanda.

Kadang-kadang para calon haji karena kehabisan perbekalan dan menjadi korban penipuan syekh akhirnya hanya sampai di Sinapura. Karena itu pada akhir abad ke-18 dan ke-19 dikenal istilah ‘Haji Singapura’. Karena para calon haji ini hanya sampai di kota itu saja perjalanannya, jadi korban syekh dan calo-calo.

Baru pada medio 1920 mulai ada kapal yang berangkat dari Indonesia ke Jeddah, yang dilakukan oleh maskapal pelayaran Belanda: Nederland, Rotterdam dan Semerong Blouw dari Inggris, yang tergabung dalam Kongsi Tiga, nama perusahaan pelayaran pengangkutan haji yang terkenal kala itu.

Menempuh Perjalanan Panjang

Tapi, pergi haji tahun itu harus tahan mental. Beberapa penderitaan selama pelayaran lebih satu bulan itu harus dijalani oleh para calon jamaah haji. Sebelum sampai ke Jeddah, para jamaah harus diturunkan di Kamerun, Afrika Utara. Di sini mereka dikarantina selama tiga hari. Mereka diperlakukan tidak manusia, mandi dengan air asin dan mendapatkan makanan sangat minim.

Sepulang dari ibadah haji, jangan harap para jamaah bisa langsung kembali ke keluarganya. Mereka kembali di karatina dengan jangka waktu yang sama, di Pulau Onrust, salah satu pulau dari Kepulauan Seribu di Teluk Jakarta. Bahkan para jamaah haji masih diperlakukan tidak wajar, seperti ditelanjangi.

Akibat perlakuan yang sangat merendahkan derajat umat Islam ini, sejumlah ulama khususnya di Pulau Jawa mengeluarkan fatwa: “Tidak wajib bagi kaum wanita pergi haji berhubung dengan perlakuan yang kurang baik di jalan.”

Perlakuan diluar kemanusiaan juga dilakukan oleh perusahaan ‘Kongsi Tiga’. Menurut buku Lintasan Sejarah Perjalanan Jamaah Haji Indonesia, para jamaah, baik pria, wanita dan anak-anak ditempatkan di ruangan yang sangat sempit siang dan malam. Akibatnya norma-norma kesopanan dan tata susila tidak terjamin walaupun perjalanan itu dalam rangka ibadah haji.

Ordonansi Haji

Yang menyedihkan, saat berada di Tanah Suci pun penderitaan jamaah ini belum juga berakhir. Tragedi seperti terjadi di kapal terulang kembali. Tanpa mengenal kemanusiaan dan hanya mengejar keuntungan, oleh para syekh mereka ditempatkan di ruangan yang tidak baik ventilasi udaranya maupun sanitasinya.

Menurut buku tersebut: “Pemeriksaan-pemeriksaan terhadap para jamaah baik oleh perusahaan pelayaran ‘Kongsi Tiga’ dan broker-broker-nya yang terdiri dari orang pribumi sendiri, penipuan-penipuan oleh para tengkulak haji serta para badal syekh (agen para syekh di Indonesia) melakukan pemerasan-pemerasan secara legal dan memperoleh perlindungan dari pemerintah Hindia Belanda. Intinya calon jamaah haji merupakan sumbernya memperoleh penghasilan dan pemerasan yang sangat empuk.”

Bagaimana kejamnya pemerasan dan penderitaan jamaah haji dapat dibaca dalam propektus Komite Perbaikan Haji yang diterbitkan 1 Januari 1938, yang sebagian kita kutip: “Serendah derajat, sejelek nasib dan seburuk moril dari bangsa kita tidak ada yang lebih buruk, dari derajat dan derajat nasibnya orang haji bangsa kita dalam kapal. Mereka lebih rendah dan lebih jelek dari kuli kontrak, hanya menang moril boleh jadi ….”

Akibatnya terjadi aksi-aksi protes di Tanah Air. KH Ahmad Dahlan (Pendiri dan Ketua Umum PP Muhammadiyah) pada 1912 mendirikan Bagian Penolong Haji yang diketuai KH M. Sudjak. Usaha perbaikan haji yang dirintis pendiri Muhammadiyah ini mendapatkan dukungan luas masyarakat. Akibatnya pada 1922 Volksraad (parlemen pada masa kolonial), mengadakan perubahan-perubahan dalam Ordonansi Haji.

sumber: republika




Inilah Nomor Darurat untuk Menghubungi Allah

Perkembangan teknologi semakin mempermudah manusia dalam urusan berkomunikasi. Berbicara jarak jauh ini bisa saja membahas mengenai profesi, kegiatan sehari-hari, bahkan urusan pribadi. Manusia hanya tinggal tekan nomor saja agar bisa terhubung satu sama lain.

Berbagai permasalahan kehidupan seolah sudah ada nomornya masing-masing. Namun tetap saja, mereka yang kita hubungi lewat nomor darurat ini adalah manusia yang tidak sepenuhnya mampu menyelesaikan persoalan yang terjadi.

Sayangnya diantara kita jarang terbesit untuk menghubungi Allah? Padahal Dia memiliki nomor-nomor darurat yang bisa dihubungi. Nomor ini tidak pernah berganti, dan menjadi jalan keluar bagi manusia yang memiliki permasalahan duniawi. Berapa saja nomornya?

Nomor-nomor ini bisa anda cari di dalam Alquran. Di sana Allah menjelaskan bagaimana mengatasi persoalan yang kerap kali dialami manusia. Sayangnya, manusia kerap kali memilih sesamanya untuk berbagi dibanding Sang Pencipta.

Padahal, tidak jarang mengadu kepada manusia justru akan menimbulkan persoalan baru. Berikut ini nomor yang bisa anda hubungi sesuai kondisi kehidupan yang anda alami.

1. Jika Sedang Sedih Hubungi 2:286
Nomor pertama yang bisa anda hubungi adalah 2: 286, yang artinya Surah ke dua dalam Alquran ayat 25. Nomor ini merujuk pada surat Albaqarah ayat ke-286. Anda bisa menghubungi Allah melalui surat ini ketika sedang bersedih hati.

Ayolah, jangan lagi mengadu kepada teman, sahabat atau saudara ketika hati sedang sedih. Karena tidak jarang apa yang kita ceritakan justru membebani dan membuat hati mereka pedih.

Hubungi saja Allah dengan membaca surat ini. Dalami maknanya, dan ketika hatimu bergetar artinya saat itu kita sedang terhubung dengan Allah. Surat ini memiliki arti sebagai berikut:

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (Lihat QS.Al-Baqarah : 286).

Bagaimana? Bukankah Dia yang memberikan kesedihan itu? Sehingga kita tidak perlu untuk berlarut-larut untuk bersedih. Karena sesuai janji-Nya, Allah hanya memberikan ujian sesuai kesanggupan hamba-Nya.
Boleh juga untuk menambahkan nomor lainnya ketika sedih itu datang. Yakni pada nomor 2:216 yang berarti dalam Surat Albaqarah ayat 216 yang artinya

“…boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. (Lihat QS.Al-Baqarah : 216)

2. Jika Mencari Teman Hubungi Nomor 9:129
Kita kerap kali merasa kesepian dalam kehidupan. Tidak jarang hal ini justru membuat frustasi dan kehilangan arah. Namun tenang saja, Allah juga menyediakan nomor darurat untuk dihubungi. Angka ini merujuk pada Surat At Taubah ayat 129 yang artinya

“….Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Ilah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal…….” (Lihat QS.At-Taubah : 129)

3. Jika Hati Tidak Tentram Hubungi Nomor 13:28
Nomor ini merujuk pada surat Al-Ra’d ayat 28. Ini menjadi jawaban untuk manusia yang tidak tentram dalam menjalani kehidupannya. Lihatlah bagaimana Allah memberi jawaban untuk mereka yang hatinya tidak tentram. Surat tersebut memiliki arti:

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS: Al Ra`d:28).

4. Jika Merasa Tidak Dihargai Hubungi nomor 79:22
Ketika merasa tidak dihargai orang, kita biasanya akan marah-marah sendiri, menceritakan kekesalan yang dialami kepada orang lain dan tindakan negatif lainnya. Bersabarlah cobalah bercerita dengan Allah dengan menghubungi nomor 79:22 berikut ini. Nomor ini merujuk pada surat Al-Insan Ayat 22 yang artinya:

“Sesungguhnya ini adalah balasan untukmu, dan usahamu adalah disyukuri (diberi balasan)”. (QS. 79:22)

Nah lihatlah bahwa ternyata apa yang kita dapatkan merupakan balasan atas perlakuan kita sendiri. Boleh jadi hari ini kita berlaku baik, namun apa kita ingat kalau mungkin saja bertahun-tahun lalu kita juga pernah tidak menghargai orang lain. Sehingga balasannya baru diterima hari ini.

5. Jika Merasa dalam Kesulitan Hubungi Nomor 94-5-6
Dalam hidup kita sering kali mengalami kesulitan. Dalam berbagai aspek, rasanya ujian tidak henti-henti menghampiri dan membuat kita berputus asa.  Jika merasa hidup sulit, maka jangan langsung menghubungi orang lain. Karena mengadu kepada Allah ternyata lebih menenangkan hati. Silakan hubungi 94-5-6 yang merujuk pada surat Al-Insyirah ayat 5 dan 6 yang artinya:

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan,” (QS. Al-Insyirah: 5-6).

Lihatlah bagaimana Sang Pemberi Kesulitan ini menjanjikan kemudahan kepada kita. Jawaban ini tentu tidak diberikan oleh manusia jika kita mengadu kepada mereka. Manusia tidak bisa menjamin kemudahan dibalik kesulitan itu, layaknya Allah SWT.

Semoga nomor-nomor ini bisa menjadi jalan keluar bagi Anda yang membutuhkan pertolongan. Bacalah, jika hati bergetar artinya kita sedang terhubung dengan Sang Pemberi kehidupan.

sumber: infoyunik




4 Kondisi kotoran telinga ini cerminan kesehatan tubuhmu, lho!

Detikriau.org – Kotoran telinga dengan bentuknya yang lengket bermanfaat untuk menangkap kotoran dari luar agar tak masuk ke lubang telinga terlalu dalam. Selain itu kotoran telinga juga berfungsi untuk melembapkan dan melindungi saluran telinga dari masuknya benda asing.

Sama seperti urin atau kotoran, warna atau kondisi kotoran telinga juga bisa menjadi indikator dari gangguan kesehatan atau penyakit tertentu dalam tubuh, lho. Dilansir dari boldsky.com, berikut adalah penjelasannya.

Berair dan berwarna kehijauan
Saat kamu membersihkan telinga dan kotoran yang keluar berair serta berwarna kehijauan, hal ini bisa berarti terjadi campuran keringat dan kotoran telinga. Namun saat kamu tidak berkeringat, maka bisa jadi hal ini menandakan infeksi di telinga.

Berbau menyengat
Kotoran telinga memiliki aroma khas tersendiri. Namun, jika kotoran yang keluar memancarkan bau yang menyengat, hal ini menandakan terjadinya infeksi di bagian tengah telinga atau yang juga disebut dengan otitis media kronis.

Gangguan ini bisa menyebabkan atau menimbulkan sensasi seperti telinga berdengung serta munculnya gangguan keseimbangan.

Nyeri saat membersihkan telinga
Saat kamu merasakan nyeri ketika kamu membersihkan telinga, bisa jadi hal ini terjadi akibat dari pertumbuhan kulit dalam telinga yang abnormal dan disebut dengan kolesteatoma. Kulit ini berstruktur seperti kista yang kemudian menutup saluran telinga.

amun saat kamu merasakan bahwa kulit dan kotoran ini mengelupas, maka hal ini menandakan bahwa kulit yang abnormal ini mulai mengering.

Tidak memiliki kotoran telinga
Telingamu tidak mengeluarkan kotoran? Kondisi ini disebut dengan keratitis obturan, di mana kotoran telinga tidak keluar secara perlahan namun menumpuk di dalam telinga dan menjadi keras. Dan saat semakin menumpuk, maka akan muncul perasaan nyeri dan telinga berdenging.

Jadi, coba cek kotoran telingamu agar kamu tahu gangguan kesehatan yang sedang kamu alami.

Sumber: merdeka.com

 




Di Alam Barzah, Orang Ini Merobek Mulutnya Hingga Hari Kiamat

Di Alam Barzah, Orang Ini Merobek Mulutnya Hingga Hari KiamatAlam Barzah atau alam kubur adalah pemberhentian sementara sebelum menuju alam akhirat. Setelah ruh terlepas dari jasad, maka Bani Adam akan menuju ke alam penantian untuk menunggu kedatangan hari kiamat.

Berdasarkan hadist Nabi, nantinya di alam kubur ruh manusia akan diperlakukan sesuai amalan selama hidup di dunia. Jika mereka berlaku baik, maka alam barzah menjadi penantian yang pendek.

Namun tidak demikian bagi mereka yang gemar melanggar perintah-Nya. Alam Barzah sudah seperti neraka karena siksanya. Seperti orang berikut ini, Ia tidak berhenti merobek mulutnya hingga datang hari kiamat. Apa dosa yang sudah diperbuat? Berikut ulasannya.

Ternyata orang yang merobek mulutnya sendiri dan terus menerus melakukan ini hingga kiamat adalah mereka yang suka berkata dusta. Berdusta atau berbohong merupakan salah satu tindakan tercela. Bahkan Allah juga mencela para pelaku dusta dalam banyak ayat-Nya.

“Dan siapakah yang lebih lalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sedang dia diajak kepada agama Islam? Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Shaaf: 7).

“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta “Ini halal dan ini haram”, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung.” (QS. Al-Nahl: 116)

Nabi Muhammad SAW dalam perjalanannya saat Isra Miraj diperlihatkan dengan orang yang dihukum karena berdusta ini. Beliau bertanya kepada Malaikat Jibril perihal siapa dan apa dosa orang yang dilihatnya tersebut.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Jibril dan Mikail ‘alaihissalam sebagaimana disebutkan dalam hadits yang panjang:

“Beritahukanlah kepadaku tentang apa yang aku lihat.” Keduanya menjawab: “Ya. Adapun orang yang engkau lihat dirobek mulutnya, dia adalah pendusta. Dia berbicara dengan kedustaan lalu kedustaan itu dinukil darinya sampai tersebar luas. Maka dia disiksa dengan siksaan tersebut hingga hari kiamat.  (HR. Al-Bukhari no. 1386 dari Jundub bin Samurah radhiyallahu ‘anhu).

Memang, meski tidak bertulang namun lidah lebih tajam dari sebilah pedang. Dengannya seseorang mampu membalikkan dunia dan membuat porak-poranda. Lihatlah bagaimana fitnah para pendusta itu memecah belah umat.

Memang, diantara kita tidak pernah melihat siksa Alam Barzah, apalagi siksa hari kiamat. Namun semua percaya bahwa kita pada akhirnya akan mati. Tidak ada yang tahu apa yang benar-benar akan terjadi nantinya.

Namun kita sebagai Umat Islam sudah diberi bekal dan pelajaran dari Rasulullah SAW. Sehingga merugilah, jika semasa hidup kita hanya sibuk memikirkan dunia. Tanpa berpikir mempersiapkan bekal di akhirat.  Semoga informasi ini bermanfaat dan terimakasih sudah membaca.

Sumber : http://www.infoyunik.com/2016/07/di-alam-barzah-orang-ini-merobek.html




Kenapa Babi Diciptakan, Lantas Diharamkan?

babiKenapa BABI itu haram? Kenapa Tuhan menciptakan BABI? Kalau soal minuman keras itu haram wajar karena mengudang bahaya dan itu buatan manusia. Tolong di jawab.

Beberapa hal perlu diterangkan untuk menjawab hal di atas.

Pengharaman Babi dan Segala Unsurnya

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al- Baqarah: 173).

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala.” (QS. Al-Maidah: 3).

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah; tetapi barangsiapa yang terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nahl: 115).

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Begitu juga dilarang memakan daging babi baik yang mati dengan cara disembelih atau mati dalam keadaan tidak wajar. Lemak babi pun haram dimakan sebagaimana dagingnya karena penyebutan daging dalam ayat cuma menunjukkan keumuman (aghlabiyyah) atau dalam daging juga sudah termasuk pula lemaknya, atau hukumnya diambil dengan jalan qiyas (analogi).” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 2: 36)

Yang jelas haramnya babi adalah berdasarkan ijma’ atau kata sepakat ulama sebagaimana dikatakan oleh Ibnul ‘Arabi rahimahullah. Penyusun Ahkam Al-Qur’an ini berkata, “Umat telah sepakat haramnya daging babi dan seluruh bagian tubuhnya. Dalam ayat disebutkan dengan kata ‘daging’ karena babi adalah hewan yang disembelih dengan maksud mengambil dagingnya. … Dan lemak babi termasuk dalam larangan daging babi.” (Ahkam Al-Qur’an, 1: 94).

 

Hikmah Diharamkannya Babi

Hewan yang diharamkan pasti akan memberikan pengaruh bagi orang yang memakannya. Dan ini berlaku untuk makanan haram secara umum.

Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Diharamkan darah yang dialirkan karena darah seperti itu dapat membangkitkan syahwat dan menimbulkan amarah. Jika terus dikonsumsi, maka akan membuat seseorang bersikap melampaui batas. Saluran darah inilah tempat mengalirnya setan pada badan manusia. Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setan itu bisa menyusup dalam diri manusia melalui saluran darahnya.” (HR. Bukhari, no. 3281; Muslim, no. 2175).” (Disebutkan oleh Al-Qasimi dalam tafsirnya, 3: 41-42. Dinukil dari Tafsir Syaikhil Islam Ibni Taimiyah, 1: 405.)

Begitu pula orang yang memakan binatang buas yang bertaring bisa mendapat pengaruh sombong dan congkak di mana sifat tersebut termasuk watak hewan buas. Ada juga hewan yang diharamkan karena sifatnya yang khobits (menjijikkan) seperti babi yang kita bahas kali ini. Maka orang yang gemar memakan babi akan punya sifat khobits pula. Juga yang memakan hewan ini bisa mewarisi sifat sombong dan angkuh sebagaimana babi.

Jika ada pengaruh jelek seperti di atas, kenapa dalam keadaan darurat masih dibolehkan untuk dimakan?

Jawabnya, karena kebolehannya dalam keadaan darurat seperti itu mengingat bahwa mengambil maslahat dengan dipertahankannya jiwa lebih didahulukan daripada menolak bahaya seperti yang disebutkan. Karena bahaya di atas tidak diwarisi ketika dalam keadaan hajat yang besar seperti yang disebutkan. (Lihat kitab Al-Ath’imah karya guru kami, Syaikh Shalih Al-Fauzan, hlm. 39-40. Lihat penjelasan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Al-Fatawa, 21: 585 dan 20: 340)

 

Kenapa Babi Diciptakan?

Jika memakan babi itu haram, kenapa Allah menciptakan babi?

Moga pertanyaan ini bukan mengetes dan bukan bercanda. Namun benar ingin bertanya.

Pertanyan itu sama saja maksudnya, kenapa sampai Allah menciptakan sesuatu yang buruk?

Maka pertanyaan itu sama juga dengan, kenapa Allah menciptakan setan?

Bukankah semau Allah, memerintah apa saja dan melarang apa saja? Tugas kita sebagai hamba-Nya adalah, sami’naa wa atho’naa, yaitu dengar dan taat.

Kalau mau dinyatakan sebagai orang beriman yang benar,

إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Sesungguhnya jawaban oran-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. “Kami mendengar, dan kami patuh.” Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. An-Nuur: 51)

 

Yang Harus Direnungkan

Allah Ta’ala berfirman,

لَا يُسْأَلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْأَلُونَ

Allah tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya dan merekalah yang akan ditanyai.” (QS. Al-Anbiya’: 23)

Tentang ayat tersebut, Ibnu Katsir rahimahullah berkata, Allah itu Al-Hakim yang tidak ada yang bisa menentang ketetapan Allah karena kebesaran dan keagungan Allah. Karena Allah menetapkan sesuatu dengan Maha Adil dan penuh kelembutan. Makhluk-Nya lah yang ditanya oleh Allah atas apa yang mereka amalkan kelak.

Surat Al-Anbiya’ ayat 23 menerangkan bahwa setiap muslim tidak mesti mengetahui hikmah dari apa yang dilakukan oleh Allah Ta’ala. Manusia hanya punya kewajiban untuk membenarkan dan beriman karena Allah yang lebih mengetahui mana yang terbaik untuk diri kita daripada diri kita sendiri. Allah tidak mungkin melarang dan menjauhkan kita dari sesuatu kecuali pasti mengandung mudarat (bahaya) bagi kita. Begitu pula Allah tidak mungkin memerintahkan dan mendekatkan kita pada sesuatu kecuali pasti ada kebaikan di dalamnya.

Allah Ta’ala berfirman,

الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِنْدَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالْأَغْلَالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ فَالَّذِينَ آَمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنْزِلَ مَعَهُ أُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-A’raf: 157)

Namun terkadang, Allah melarang sesuatu dan menjelaskan hikmahnya pada kita.

Semoga Allah memberi taufik untuk menerima hukum dan ketentuan Allah.

Sumber: https://rumaysho.com/13221-kenapa-babi-diciptakan-lantas-diharamkan.html

 




Ini Pertanda Kiamat yang Sudah Muncul di Sungai Eufrat

Sungai Eufrat di Irak Jadi Salah Satu Tanda Kiamat
Sungai Eufrat di Irak Jadi Salah Satu Tanda Kiamat

Umat Isalm mempercayai bahwa akan ada masanya dunia beserta isinya hancur lebur saat kiamat. Namun, tidak ada yang tahu pasti kapan peristiwa dasyat ini akan terjadi. Namun Rasulullah SAW sudah menyampaikan tanda-tandanya dalam banyak riwayat.

Selain keluarnya Dajjal, beberapa wilayah berikut disebutkan Nabi sebagai tanda semesta mendekati kiamat. Adalah Sungai Eufrat yang nantinya menjadi salah satu pertanda akan datangnya hari kiamat. Sungai ini melintasi tiga negara yakni Turki, Suriah, dan Irak.

Dalam sabdanya Nabi Muhammad SAW mengatakan jika pada akhir zaman nanti sungai ini akan mengering dan mengeluarkan harta karunnya yang menyebabkan peperangan. Faktanya, hal itu kini sudah terjadi. Seperti apa? Berikut penjelasannya.

Sungai Eufrat bersama dengan Sungai Tigris memiliki peran besar dalam membesarkan peradaban terkenal Mesopotamia. Sungai ini memiliki mata air di Anatolia, Turki dan bermuara di Teluk Persia. Dalam Islam, Eufrat memiliki arti penting karena pernah masuk dalam sabda Rasulullah SAW sebagai pertanda datangnya hari kiamat.

Berikut ini tiga sabda Nabi tentang Eufrat. Rasulullah SAW bersabda, ‘’Hari Kiamat tak akan terjadi sebelum Sungai Eufrat mengering dan menyingkapkan ‘Gunung Emas’ yang mendorong manusia berperang. 99 dari 100 orang akan tewas (dalam pertempuran), dan setiap dari mereka berkata,  ‘Mungkin aku satu-satunya yang akan tetap hidup’.’’ (HR Bukhari).

Rasulullah juga bersabda dalam riwayat lain yang artinya ‘’Sudah dekat suatu masa di mana sungai Eufrat akan menjadi surut airnya lalu ternampak perbendaharaan daripada emas, maka barang siapa yang hadir di situ janganlah ia mengambil sesuatu pun daripada harta itu.’’ (HR Bukhari Muslim).

Imam Bukhari juga  meriwayatkan hadis lainnya tentang permasalahan yang sama. Rasulullah SAW bersabda, ‘’Segera Sungai Eufrat akan memperlihatkan kekayaan (gunung) emas, maka siapa pun yang berada pada waktu itu tidak akan dapat mengambil apa pun darinya. Imam Abu Dawud juga meriwayatkan hadis yang sama.

Lantas, apa maksud Rasulullah dengan harta karun berupa kekayaan seperti gunung emas ini? Mari kita lihat terlebih dahulu kondisi Eufrat saat ini. Badan Antariksa Amerika Serikat NASA dalam siarannya di Surat Kabar New York Time melaporkan hasil penelitian mereka terhadap Sistem Sungai di Timur Tengah.

Ilmuan NASA, Irvine ddan penelitia lainnya dari Univeritas California, mendapati bahwa sejak tahun 2003, debit air sepanjang Eufrat dan Tigris kehilangan debit air sebanyak 144 juta kilometer kubik. Hal ini berarti sungai tersebut sudah mulai mengering.

Debit air ini semakin mengering dalam jumlah yang semakin besar pada periode 2010 hingga 2015. Para peneliti mengatakan sekitar 60 persen dari kerugian air ini adalah akibat “pompa air yang terus menghisap air tanah.”

Tiga negara yang terdiri dari Irak, Suriah dan Turki tidak berkoordinasi dalam pengelolaan air dengan baik. Adalah Turki yang membangun bendungan raksasa, Ataturk, yang penuh dengan kontroversi. Bendungan ini dibangun pada tahun 1975 dengan tinggi sekitar 210 meter.  Suriah dan Irak mengaku mengalami kekurangan air yang ekstrem akibat pengembangan proyek ini.

Bagaimana tidak, wilayah Turki menjadi begitu subur dan makmur dengan adanya bendungan tersebut. Namun tidak demikian dengan Suriah dan Irak. Hal ini memunculkan polemik antar tiga negera dan kini merambat ke banyak negara. Banyak orang yang sudah mulai kuatir bahwa apa yang disebutkan Nabi mulai menjadi kenyataan.  Yakni ketika Sungai Eufrat mulai mengering, maka setelahnya akan diikuti dengan perang.

Lalu bagaimana dengan gunung emas yang diungkapkan oleh Rasulullah SAW? Benarkah di Sungai Eufrat tersimpan harta karun yang begitu banyak?  Apakah yang dimaksud adalah ‘Emas Hitam’ sebuah bahasa kiasan dari hasil bumi (Batu Bara, Minyak Bumi mentah, Gas alam, bijih besi, timah , aspal dan hasil hasil bumi yang lain yang sangat berharga).

Timbul pertanyaan lagi apakah perang di Suriah dan Irak ada hubungannya dengan perebutan ‘gunung emas’ yang telah tersingkap/terdeteksi oleh satelit ketika sungai eufrat di keringkan Turki saat pembangunan Waduk raksasa di Turki ?

Sudah menjadi rahasia umum, jika peperangan yang terjadi tidak semata-mata penggulingan kekuasaan. Namun juga ingin menguasai minyak di wilayah tersebut.  Wallahu A’lam, Semoga umat muslim disana dan dimanapun juga diberi keselamatan dan dilindungi dari fitnah akhir jaman.

sumber: infoyunik.com